Beranda blog Halaman 89

Tenaga Akupuntur Terapis Diimbau Segera Lengkapi SIP, DPMPTSP Bontang Siapkan Layanan Digital

0
Ilustrasi akupuntur. (istimewa)

BONTANG – DPMPTSP Kota Bontang memastikan pelayanan penerbitan Surat Izin Praktik (SIP) bagi Akupuntur Terapis, dilakukan sesuai standar pelayanan dengan waktu penyelesaian maksimal tujuh hari kerja setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan kepastian waktu pelayanan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan perizinan yang cepat, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat, khususnya tenaga kesehatan.

“Setiap layanan memiliki standar yang jelas, sehingga pemohon mengetahui persyaratan, tahapan, hingga estimasi waktu penyelesaian. Hal ini memberikan kepastian dalam proses pengurusan izin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengajuan SIP Akupuntur Terapis dilakukan melalui sistem perizinan digital dengan melampirkan dokumen sesuai ketentuan, seperti Surat Tanda Registrasi (STR), identitas diri, rekomendasi organisasi profesi, surat keterangan sehat, serta persyaratan administrasi lainnya.

Setelah permohonan diterima, petugas akan melakukan verifikasi administrasi dan berkoordinasi dengan perangkat daerah teknis, sebelum izin diterbitkan. Seluruh proses dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku, untuk memastikan legalitas praktik tenaga kesehatan.

Muhammad Aspiannur menegaskan, pelayanan penerbitan SIP tidak dipungut biaya. Karena itu, tenaga kesehatan diharapkan dapat segera mengurus legalitas praktiknya agar pelayanan kepada masyarakat berlangsung sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Legalitas praktik menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan, sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat, sebagai penerima layanan,” katanya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Distribusi Seragam Gratis Mulai Berjalan, Disdik Bontang Pastikan Pengiriman ke Sekolah Bertahap

0
Sekretaris Disdik Bontang, Saparudin. (Dwi S).

BONTANG – Program pembagian seragam sekolah gratis bagi peserta didik di wilayah Kota Bontang, mulai memasuki tahap distribusi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Bontang memastikan, proses penyelesaian dan pengiriman seragam ke sekolah-sekolah terus berjalan secara bertahap.

Sekretaris Disdik Bontang, Saparudin mengatakan untuk saat ini sebagian seragam telah selesai dijahit dan mulai diantarkan ke sejumlah sekolah. Namun, distribusi belum dilakukan secara serentak, karena proses pengerjaan melibatkan beberapa penjahit di Bontang.

“Untuk proses pembagian seragam gratis sudah dalam proses penyelesaian. Sudah ada juga sebagian seragam yang diantarkan ke sekolah-sekolah,” katanya, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, setiap penjahit memiliki waktu penyelesaian yang berbeda-beda, sehingga pengiriman seragam ke sekolah juga dilakukan sesuai dengan kesiapan masing-masing dari penjahit dengan waktu yang telah ditentukan.

“Penjahitnya masing-masing, jadi untuk pengantaran tidak bersamaan. Ini baru pengantaran seragamnya saja, belum ada pembagian,” jelas Saparudin.

Meski sebagian seragam telah tiba di sekolah, Saparudin menegaskan bahwa seragam tersebut belum dibagikan kepada para siswa. Saat ini, proses yang berlangsung masih sebatas distribusi dari penjahit ke sekolah-sekolah yang sudah menyelesaikan jahitan seragam.

“Untuk pembagiannya yang jelas belum kami bagikan ke anak-anak. Ini baru masuk tahap distribusi ke sekolah-sekolah saja yang jahitan seragamnya sudah selesai,” katanya.

Disdik Bontang berharap seluruh proses penyelesaian jahitan dan distribusi dapat segera rampung, sehingga seragam gratis dapat diserahkan kepada para peserta didik dalam waktu dekat.

Program ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah, untuk meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak. Termasuk dengan pembagian seragam gratis.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pendidikan Karakter Keagamaan Tak Bisa Dibebankan ke Sekolah dan Pemerintah, Disdik Nilai Orangtua Punya Peran Penting

0
Sekretaris Disdik Bontang, Saparudin saat ditemui usai rapat bersama DPRD Bontang. (Dwi S).

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menegaskan bahwa, pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan peserta didik, tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah maupun sekolah. Peran orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pendidikan anak.

Sekretaris Disdik Bontang, Saparudin mengatakan bahwa keberhasilan pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

“Yang jelas hal seperti ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, termasuk dengan orang tua murid juga harus ikut terlibat,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Menanggapi masukan dari sejumlah tokoh agama yang menilai pembekalan keagamaan di sekolah masih kurang, Saparudin menjelaskan bahwa alokasi jam pelajaran pendidikan agama telah diatur oleh pemerintah pusat, melalui ketentuan dari Kementerian Pendidikan. Karena itu, sekolah tidak dapat menambah jam pelajaran agama secara sembarangan.

Menurutnya, langkah yang bisa dilakukan adalah memperkuat pembiasaan keagamaan di luar jam pelajaran formal. Contoh, salah satunya melalui kegiatan salat dhuha dan tadarus bagi agama Islam yang rutin dilaksanakan di sekolah, sebagai upaya membangun karakter religius peserta didik.

“Untuk pendidikan agama itu sudah diatur oleh kementerian terkait jam pembelajaran setiap minggunya. Jadi kita tinggal menambah penguatan-penguatan di sisi lainnya. Makanya saya sudah sampaikan, ada salat dhuha dan tadarus supaya memperkuat karakter anak,” jelasnya.

Selain itu, Saparudin juga menyebut bahwa secara umum pendidikan agama di sekolah memperoleh alokasi waktu, sekitar tiga jam dalam pelajaran setiap minggu.

Meski demikian, Saparudin mengakui waktu tersebut masih dirasa belum cukup jika dibandingkan dengan kebutuhan, pembentukan karakter untuk para peserta didik.

Karena itu, Disdik Bontang mendorong adanya pembelajaran tambahan di luar sekolah, seperti mengikuti kegiatan mengaji di lingkungan tempat tinggal atau lembaga pendidikan keagamaan.

“Karena sinergi antara sekolah, keluarga, dan lembaga keagamaan akan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, sekaligus memiliki pemahaman agama yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kampus Tarnus IKN Sambut Kedatangan 191 Siswa Kelas XI

0
Para siswa-siswi SMA Taruna Nusantara kelas XI tiba di Kampus SMA Taruna Nusantara IKN dan langsung memasuki asrama di Nusantara, Kamis (9/7/2026). (Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Sebanyak 191 siswa kelas XI SMA Taruna Nusantara (Tarnus) Ibu Kota Nusantara (IKN) tiba di Kampus Taruna Nusantara IKN, Kamis (9/7/2026), setelah menempuh perjalanan dari Magelang melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Setibanya di kampus, seluruh siswa langsung menempati asrama sesuai pembagian yang telah ditentukan.

Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara IKN, Brigjen TNI Rudi Setiawan, memastikan orang tua tidak perlu mengkhawatirkan kondisi putra-putrinya selama mengikuti pendidikan di kampus IKN. Menurutnya, seluruh fasilitas belajar maupun tempat tinggal telah disiapkan dengan baik.

“Mungkin bisa dilihat dari kondisi bangunan yang sudah berdiri, kondisi prasarana yang sudah sangat berubah, sudah dibangun juga oleh IKN sehingga dapat berfungsi. Jadi tidak perlu khawatir, nanti putra-putri mereka di sini dapat belajar secara maksimal karena seluruh fasilitas pendukung sudah kami siapkan,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, SMA Taruna Nusantara IKN menerapkan perpaduan tiga kurikulum, yakni kurikulum nasional, kurikulum Cambridge berstandar internasional, serta pendidikan bela negara dan intelegensia untuk membentuk karakter peserta didik.

“Kurikulumnya mengadopsi kurikulum nasional dengan pengayaan kurikulum Cambridge yang diproyeksikan mendukung siswa melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Selain itu juga ada pendidikan bela negara dan intelegensia sebagai bagian dari pembentukan karakter,” jelasnya.

Salah seorang siswi, Anggela A, mengaku antusias memulai pendidikan di kampus baru tersebut.

“Harapannya pendidikan di sini bisa terus berkembang dan membuat kami semua semakin berprestasi,” ujarnya.

Sebanyak 191 siswa yang tiba hari ini merupakan bagian dari total 237 siswa kelas XI yang dijadwalkan menempati Kampus Taruna Nusantara IKN. Sebanyak 46 siswa lainnya masih mengikuti perlombaan dan akan menyusul dalam waktu dekat.

Kedatangan para siswa turut didampingi orang tua masing-masing. Suasana haru tampak mewarnai momen perpisahan sebelum para siswa memasuki asrama dengan mengenakan seragam khas Taruna Nusantara berwarna biru muda.

Rencananya, seluruh siswa akan mengikuti penyambutan resmi di halaman Kampus SMA Taruna Nusantara IKN pada Jumat (10/7/2026) pukul 09.00 Wita.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

DPRD Bontang Desak Perusahaan Terapkan Rekrutmen Transparan untuk Tenaga Kerja Lokal

0
Ilustrasi lowongan kerja. (Ist)

BONTANG – Komisi A DPRD Kota Bontang mendorong perusahaan di Bontang menyamakan persepsi dan menerapkan sistem rekrutmen yang transparan, serta berpihak pada tenaga kerja lokal.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi A, Heri Keswanto, usai kunjungan kerja ke salah satu perusahaan di Bontang. Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan mengedukasi perusahaan agar memiliki pemahaman yang sejalan dengan pemerintah dan DPRD terkait pembukaan peluang kerja.

“Kami tekankan bahwa ini bukan hanya soal rekrutmen. Kita harus punya satu frekuensi untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat Bontang,” ujar Heri.

Dalam kunjungan itu, Komisi A juga meninjau data ketenagakerjaan perusahaan sebagai bahan evaluasi penyusunan kebijakan. Heri menyebut respons perusahaan cukup baik dan terbuka terhadap masukan DPRD.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan perusahaan terus terjaga. Dengan begitu, kebutuhan industri dapat berjalan seiring dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja asal Kota Bontang. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Legislatif Ini Ingatkan Job Fair Harus Jadi Tempat Upgrade Skill, Bukan Hanya Rekrutmen

0
Job fair yang terlaksana beberapa waktu lalu. (Ist)

BONTANG – Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang Heri Keswanto mendorong pelaksanaan job fair diperluas fungsinya. Menurutnya, kegiatan itu tidak cukup hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.

Heri menilai job fair perlu menjadi ruang peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Panitia sebaiknya menghadirkan informasi magang, praktik kerja lapangan, hingga program sertifikasi.

“Job fair jangan hanya dipahami sebagai ajang mencari karyawan saja. Kegiatan ini juga harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengetahui peluang magang dan sertifikasi,” ujarnya.

Ia menegaskan kebutuhan industri saat ini bukan sekadar jumlah tenaga kerja, tetapi SDM yang memiliki keterampilan sesuai standar.

Dengan format yang lebih komprehensif, Heri berharap masyarakat Bontang mendapat dua hal sekaligus: informasi lowongan kerja dan akses pengembangan kapasitas. Tujuannya agar daya saing tenaga kerja lokal meningkat di tengah perkembangan dunia usaha dan industri. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

DPRD Bontang: Ekspansi Permukiman Wajib Sejalan dengan RTH

0
Ketua Komisi A DPRD Bontang Heri Keswanto. (Ist)

BONTANG – DPRD Bontang menegaskan setiap rencana penambahan kawasan permukiman baru harus tetap memperhatikan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Ketua Komisi A DPRD Bontang Heri Keswanto menyebut kebutuhan hunian memang akan terus naik. Namun pemerintah tidak boleh mengabaikan aturan pusat terkait persentase RTH.

“Semua akan kita timbang. Penambahan permukiman boleh, tapi luasan ruang hijaunya juga harus dijaga,” kata Heri.

Menurutnya, RTH bukan sekadar syarat administratif. RTH berfungsi sebagai resapan air, penyeimbang ekosistem, dan ruang publik. DPRD berkomitmen mengawal agar pembangunan di Bontang tetap berkelanjutan dan tidak mengorbankan kualitas lingkungan. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pengelola LKP, TBM, dan PKBM Diminta Perbarui Izin Operasional Tepat Waktu

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Keberlangsungan operasional lembaga pendidikan nonformal tidak hanya ditentukan oleh program pembelajaran, tetapi juga kepatuhan terhadap ketentuan perizinan. Karena itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mengingatkan pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), untuk memperbarui izin operasional sebelum masa berlakunya berakhir.

Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, Sofyansyah, mengatakan perpanjangan izin menjadi bagian dari upaya menjaga legalitas lembaga, sekaligus memastikan data yang dimiliki pemerintah tetap sesuai dengan kondisi terkini.

“Perpanjangan izin penting dilakukan, agar administrasi lembaga tetap tertib dan operasional dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengajuan perpanjangan dilakukan dengan menyampaikan surat permohonan kepada Kepala DPMPTSP Kota Bontang, yang dilengkapi program kegiatan lembaga. Pemohon juga harus melampirkan SK izin operasional sebelumnya, sebagai dasar verifikasi serta Nomor Induk Berusaha (NIB) yang masih berlaku.

Apabila terdapat perubahan selama masa operasional, seperti pergantian pengurus atau perubahan penggunaan gedung, dokumen pendukung juga wajib diperbarui. Susunan organisasi terbaru, salinan KTP pengurus, hingga bukti kepemilikan atau penguasaan bangunan menjadi bagian dari persyaratan yang akan diperiksa.

Menurutnya, kelengkapan berkas akan membantu mempercepat proses pelayanan sehingga penerbitan perpanjangan izin dapat dilakukan lebih efisien. Karena itu, pengelola lembaga pendidikan nonformal diimbau menyiapkan seluruh dokumen jauh sebelum masa berlaku izin berakhir.

DPMPTSP Bontang juga membuka layanan konsultasi bagi pengelola LKP, TBM, dan PKBM yang membutuhkan informasi mengenai prosedur maupun persyaratan perpanjangan izin operasional.

Dengan administrasi yang selalu diperbarui, lembaga dapat terus memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat secara legal dan sesuai regulasi. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Neni Tegaskan Komitmen Pemkot Bontang Perkuat Akuntabilitas

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat hadiri Rapat Paripurna ke-10 Masa Sidang III. (Dok Humas Pemkot Bontang)

BONTANG – Meski kembali meraih opini WTP, Wali Kota menegaskan Pemerintah Kota Bontang tetap berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan BPK sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat Rapat Paripurna ke-10 Masa Sidang III yang digelar di Auditorium 3 Dimensi, Bontang Utara, Jumat (3/7).

“Dari 41 rekomendasi yang diberikan BPK, sebanyak 30 rekomendasi telah ditindaklanjuti sesuai ketentuan, sedangkan 11 lainnya masih dalam proses penyelesaian. Pemerintah Kota berkomitmen menyelesaikan seluruh rekomendasi tersebut melalui rencana aksi yang telah disusun bersama BPK,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat sistem pengendalian internal dan pengawasan, mulai dari tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran guna mewujudkan akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa berbagai saran, pendapat, dan rekomendasi DPRD terhadap pelaksanaan pembangunan akan menjadi perhatian pemerintah sebagai bahan evaluasi dan perbaikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Rls)

Editor: Yusva Alam

DPRD Bontang Soroti Keadilan Insentif Sekolah Swasta

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb10juli2026/mobile/