Beranda blog Halaman 87

Ketua DPRD Bontang Apresiasi AKBP Widho Anriano di Pisah Sambut: Sudah Dianggap Saudara

0
Saat AKBP Widho Anriano melakukan perpisahan, Senin (13/7/2026). (Ist)

BONTANG – Momen pisah sambut Kapolres Bontang diwarnai dengan penyampaian apresiasi dari berbagai pihak kepada Kapolres lama, AKBP Widho Anriano, yang mendapat penugasan di tempat baru.

Dalam video yang diputar saat acara, Ketua DPRD Kota Bontang menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi AKBP Widho selama memimpin Polres Bontang. Menurutnya, hubungan yang terjalin selama ini bukan sekadar hubungan kerja, melainkan telah terbangun layaknya saudara.

“Terima kasih dedikasinya. Sudah dianggap saudara, karena selalu berkolaborasi bersama memberikan keamanan Kota Bontang,” demikian pesan Ketua DPRD Kota Bontang dalam tayangan video tersebut.

Ia menilai sinergi yang terjalin antara Polres Bontang dan DPRD selama kepemimpinan AKBP Widho Anriano, telah memberikan kontribusi positif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bontang.

Kolaborasi yang baik tersebut, dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kondisi daerah yang aman dan kondusif, sekaligus mendukung kelancaran berbagai agenda pemerintahan maupun kegiatan masyarakat.

Sebagaimana diketahui, AKBP Widho Anriano kini mendapat amanah penugasan baru setelah memimpin Polres Bontang. Jabatan Kapolres Bontang selanjutnya diemban oleh AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Kapolres Baru Bontang Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Soroti Jalur Laut sebagai Potensi Peredaran

0
Kapolres Kota Bontang, AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu. (Syakurah)

BONTANG – Kapolres Bontang yang baru, AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu resmi menggantikan AKBP Widho Anriano. Ia menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Kota Bontang.

Mengenai maraknya peredaran narkoba yang dinilai sudah masuk ke berbagai lapisan masyarakat di Kalimantan, termasuk Bontang, AKBP Agung menegaskan tidak ada toleransi terhadap narkotika.

“Yang pasti saya nyatakan perang untuk narkoba. Tidak ada tempat untuk narkoba di wilayah hukum Bontang. Secara khusus di Bontang dan secara umum di NKRI, tidak ada tempat bagi narkoba. Sekecil apa pun akan kita tindak dan berantas,” tegasnya, senin (13/7/2026) malam.

Menurutnya, pemberantasan narkoba akan menjadi salah satu fokus utama selama memimpin Polres Bontang. Ia memastikan seluruh jajaran akan bergerak untuk menutup ruang peredaran maupun perdagangan narkotika di kota industri tersebut.

Selain itu, ia juga menyinggung masih adanya sejumlah PR penanganan kasus yang perlu diselesaikan. Sebagai langkah awal, ia akan melakukan konsolidasi internal di lingkungan Polres Bontang.

“Yang pasti saya selaku Kapolres yang baru, akan melaksanakan konsolidasi internal terlebih dahulu untuk melihat semua potensi dan kemungkinan jalur-jalur peredaran atau perdagangan narkotika yang ada di Bontang,” ujarnya.

Ia menilai kondisi geografis Bontang yang memiliki akses laut cukup luas, menjadi salah satu perhatian khusus dalam upaya pencegahan dan pengungkapan jaringan narkoba.

“Mengingat Bontang jalur lautnya cukup luas jangkauannya, tentu ini menjadi perhatian kami untuk dipetakan dan diawasi,” katanya.

Sebelumnya, AKBP Agung bertugas sebagai Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Kalimantan Timur. Sementara itu, AKBP Widho Anriano mendapat penugasan baru sebagai Kepala Bagian Pembinaan Karier (Kabagbinker) Polda Kalimantan Timur di Balikpapan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ironi Energi: Kaltim Gelap di Tengah Tumpukan Batu Bara

0
Guspiyanti. (Dok pribadi)

Oleh:
Guspiyanti
Aktivis Muslimah

Listrik padam lagi. Pengumuman itu datang dari PLN Bontang pada Senin, 29 Juni 2026. Pemadaman bergilir 3 jam, mulai pukul 21.00 sampai 24.00 WITA. Alasannya klasik: gangguan teknis pada komponen PLTGU yang mengganggu pasokan daya sistem.

Yang membuat dada sesak bukan padamnya, tapi tempatnya. Ini Bontang. Daerah yang dari dulu disebut “episentrum batu bara”. Truk batubara hilir mudik 24 jam. Tongkang antri di laut. Kapal ekspor keluar masuk tiap hari. Tanahnya digali, gunungnya dipotong, hasilnya jadi devisa negara.

Bukan Kejadian Satu Kali

Pemadaman bergilir bukan berita baru. Bontang Post mencatat, 8 Juli 2026 sejumlah wilayah Bontang kembali dijadwalkan padam siang hari. Cuitan Kaltim 1 Juli 2026 menyebut puluhan ruas jalan terdampak: Jalan Ciptomangunkusumo, Paprika, Brokoli, Tomat, Imam Bonjol, Selat Lombok. Traffic light mati. Arus kendaraan semrawut jam 16.00 WITA seperti yang diunggah Klik Bontang.

Hampir setiap bulan ada jadwal. Kadang karena gangguan, kadang karena “pemeliharaan”, kadang karena “beban puncak”. Polanya sama di hampir seluruh Kaltim. Bahkan merembet ke beberapa wilayah Indonesia.

Dampaknya berlapis dan nyata.

  • Warga kecil: Salon sepi pelanggan karena tidak bisa keramas. Warung buang stok ayam beku. Banyak warga mengeluh barang elektronik rusak karena listrik mati-nyala. Aktivitas malam terganggu total.
  • Sekolah: KBM jadi kacau. Kelas panas, komputer lab mati, proyektor tidak bisa dipakai. Les malam bubar.
  • Publik: Jalan gelap gulita, rawan kecelakaan. RS dan puskesmas harus nyalain genset. Solar 1 juta per malam, ujungnya dibebankan ke pasien.

Kerugian nyata. Tapi pertanggungjawaban tidak ada. Paling mentok: permintaan maaf di media sosial dan imbauan untuk “memaklumi”.

Coba bandingkan. Ketika warga telat bayar listrik 1 hari, denda langsung jalan. Telat 2 hari, petugas datang. Telat lebih dari itu, aliran diputus. Tidak ada kompromi. Tidak ada “mohon pengertiannya”.

Negara menuntut disiplin dari rakyat. Tapi ketika negara yang gagal, rakyat diminta sabar.

Akar Masalah: Listrik Dijual, Bukan Diurus

Kenapa bisa begini? Jawabannya sederhana: karena listrik diperlakukan sebagai komoditas, bukan sebagai hak dasar.

Dalam sistem hari ini, negara posisinya bukan lagi raa’in, pengurus rakyat. Posisinya adalah pedagang. Ada uang, ada listrik. Tanpa listrik, pabrik berhenti, rumah sakit lumpuh, sekolah terganggu.

Logika kapitalis sekuler menempatkan SDA dan pelayanan publik di atas meja pasar. Siapa kuat modal, dia yang mengelola. Tujuannya satu: keuntungan. Jadi wajar kalau:

  1. Batu bara lebih enak dijual keluar. Harga ekspor tinggi. Dalam negeri dapat jatah sisa.
  2. Perawatan ditunda. Suku cadang PLTGU mahal dan inden. Lebih murah “nunggu rusak baru benerin”.
  3. Infrastruktur tua dipaksa kerja lembur. Gardu dan kabel sudah 20 tahun, bebannya naik terus. Ujungnya rakyat yang disuruh “berhemat” dan “bersabar”.

Ini bukan soal teknis. Ini soal arah kebijakan. Selama orientasinya keuntungan, maka kemandirian energi tidak akan pernah tercapai. Kita akan terus impor teknologi, impor suku cadang, impor kebijakan. Hasilnya: negeri kaya energi, rakyatnya kedinginan.

Islam: SDA Untuk Rakyat, Bukan Untuk Dijual

Islam punya cara pandang yang berbeda. Energi termasuk dalam kepemilikan umum. Nabi SAW bersabda: “Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api”. Ulama kontemporer memaknai “api” sebagai sumber energi, termasuk listrik, minyak, gas, dan batu bara.

Artinya, negara tidak boleh menjual SDA ke swasta lalu membelinya kembali dari rakyat. Negara wajib mengelola langsung dari hulu ke hilir. Tujuannya bukan cari untung, tapi melayani.

Konsep raa’in menuntut penguasa hadir. Tugas khalifah adalah mengurus urusan umat. Listrik harus tersedia 24 jam. Kalau ada gangguan, negara yang pertama kali bertanggung jawab, bukan rakyat yang disuruh memaklumi.

Dari mana dananya? Diambil dari Baitul Maal pos kepemilikan umum. Hasil SDA yang selama ini mengalir ke perusahaan swasta dan asing, dikembalikan untuk membangun pembangkit, jaringan, dan perawatan. Tidak perlu menaikkan tarif tiap tahun.

Dengan begitu, baru bisa bicara ketahanan energi. Karena energi tidak lagi ditentukan oleh harga pasar global, tapi ditentukan oleh kebutuhan rakyat.

Sudah Waktunya Berhenti Memaklumi

Kita sudah terlalu lama hidup dengan ironi. Kaya SDA tapi miskin listrik. Kaya hasil bumi tapi miskin pelayanan.

Pemadaman 3 jam mungkin terasa sebentar. Tapi kalau dikali 30 hari, dikali ribuan rumah, dikali kerugian UMKM, maka angkanya besar. Itu mencerminkan ada yang salah dalam cara kita mengatur negeri ini.

Solusi teknis seperti tambah mesin, tambah gardu, itu perlu. Tapi kalau sistemnya tidak diubah, 5 tahun lagi kita akan baca berita yang sama: “PLN umumkan pemadaman karena gangguan teknis”.

Rakyat berhak menuntut lebih. Berhak menuntut negara hadir sebagai pelayan, bukan sebagai penjual. Berhak menuntut agar kekayaan SDA benar-benar kembali ke rakyat. Kaltim bisa terang. Indonesia bisa mandiri energi. Syaratnya satu: kembalikan pengelolaan SDA ke tangan negara, dan kembalikan negara pada fungsinya sebagai pengurus umat.

Selama itu belum terjadi, maka jangan heran. Di tengah tumpukan batu bara, rumah kita akan tetap padam.

Wallahu ‘alam

DPRD Bontang Dorong Sekolah Konsultasi ke Disdik soal Pendaftaran Siswa saat MPLS

0
Kegiatan masa MPLS di salah satu sekolah di Kota Bontang. (istimewa)

BONTANG – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, menilai langkah sekolah yang berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan terkait masih adanya orang tua yang mendaftarkan anaknya saat masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan tindakan yang tepat.

Menurutnya, konsultasi tersebut penting agar setiap keputusan yang diambil tidak bertentangan dengan ketentuan maupun regulasi yang berlaku.

“Langkah pihak sekolah untuk berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan, adalah langkah yang bagus supaya tidak menyalahi regulasi apa pun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan juga perlu menampung aspirasi dari sekolah dan masyarakat, dengan mengkaji apakah penerimaan siswa di luar masa pendaftaran melanggar aturan atau masih memungkinkan dilakukan.

Apabila tidak bertentangan dengan regulasi, menurutnya, siswa dapat diterima. Namun jika terdapat aturan yang dilanggar, maka diperlukan pembahasan lebih lanjut untuk menentukan kebijakan yang tepat.

“Kalau tidak melanggar ya alhamdulillah bisa diterima. Tapi kalau melanggar, perlu didiskusikan kebijakannya seperti apa,” katanya.

Ia menegaskan, di balik persoalan administrasi tersebut terdapat hak anak untuk memperoleh pendidikan yang tetap harus menjadi perhatian.

Karena itu, ia juga mendorong agar sosialisasi mengenai jadwal dan mekanisme pendaftaran peserta didik baru, baik jenjang SD maupun SMP, semakin ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada tahun ajaran berikutnya.

“Realitasnya anak-anak tetap membutuhkan pendidikan. Di sisi lain, sosialisasi mengenai masa pendaftaran masuk SD dan SMP perlu ditingkatkan, agar tahun depan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Musim Kemarau, BPBD Samarinda Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

0
Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, saat memberikan keterangan terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran lahan di musim kemarau. (Abdi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda melalui instansi terkait terus memperkuat sistem mitigasi dan kolaborasi untuk mengantisipasi ancaman kebakaran lahan selama musim kemarau. Selain menyiagakan personel gabungan, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan langkah mitigasi telah dilakukan hingga tingkat kelurahan melalui pembentukan Kelurahan Tanggap Bencana sebagai garda terdepan penanganan awal.

“Nah ini sudah kita mitigasi melalui kelompok-kelompok Kelurahan Tanggap Bencana. Itu sebagai piranti yang paling depan untuk memitigasi sekaligus untuk melaksanakan penanganan-penanganan skala kecil,” kata Suwarso.

Apabila kebakaran berkembang dan tidak dapat ditangani di tingkat kelurahan, BPBD telah menyiapkan sistem koordinasi bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Manggala Agni untuk melakukan penanganan secara cepat.

“Tapi dari BPBD Kota Samarinda sendiri, termasuk sudah koordinasi dengan Damkar dan Manggala Agni, itu kita sudah menyiapkan jika terjadi sesuatu kebakaran lahan maka semua siap untuk bergerak,” jelasnya.

Suwarso menegaskan kesiapsiagaan pemerintah harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, baik untuk membersihkan sampah maupun membuka lahan pertanian.

“Imbauan masyarakat tidak bosan-bosan kita menyampaikan, supaya tidak membakar sampah di lahan maupun di TPS, termasuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Itu dihindari,” tegasnya.

Ia mengingatkan, praktik membakar lahan pernah menimbulkan korban jiwa di Samarinda sehingga masyarakat diminta tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Karena di berbagai pengalaman tidak sekadar membakar hutan, bahkan sampai beberapa tahun yang lalu ada korban meninggal karena membakar lahan dan dia terkurung asap. Itu terjadi di Sambutan. Itu dijadikan pengalaman supaya tidak melakukan itu lagi,” ujarnya.

Sebagai alternatif, Suwarso mendorong masyarakat menerapkan metode pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, sisa tanaman tidak perlu dibakar karena masih dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

“Kan sebetulnya cara-cara menanam itu tidak harus membakar. Bahkan secara organik, sisa-sisa tanaman tersebut bisa digunakan untuk pupuk sebenarnya,” tutupnya.

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.

Grand Livina Hilang Kendali di Jalur Tembinus, Polresta IKN Bantu Evakuasi

0
Kondisi mobil Nissan Grand Livina yang mengalami kecelakaan tunggal di jalur menuju Air Terjun Tembinus, Kecamatan Sepaku, Minggu (13/7/2026). (Humas Polresta IKN)

NUSANTARA – Kecelakaan lalu lintas tunggal menimpa sebuah mobil Nissan Grand Livina di jalur menuju Air Terjun Tembinus, Kecamatan Sepaku, Minggu (13/7/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Diduga kendaraan hilang kendali saat melintasi jalan berkerikil dan sedikit menanjak. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Polresta Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan area dan membantu proses evakuasi kendaraan.

Di lokasi kejadian, mobil bernomor polisi KT 1014 NE warna abu-abu metalik itu terperosok ke dalam parit di sisi kiri jalan. Proses evakuasi dilakukan menggunakan mobil crane dan dibantu tali derek.

Polresta Kawasan IKN menerima laporan masyarakat melalui Call Center Polri 110. Setelah informasi diverifikasi oleh petugas SPKT, laporan diteruskan kepada Perwira Pengawas (Pawas) yang kemudian mengerahkan personel Patroli Respons Cepat dan Satlantas ke lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, petugas mengamankan area, berkoordinasi dengan pihak Otorita IKN, serta membantu proses evakuasi kendaraan. Berkat kerja sama seluruh pihak, kendaraan berhasil dievakuasi dan arus lalu lintas kembali normal.

Kapolresta Kawasan Ibu Kota Nusantara, Kombes Pol. Supriyanto, S.I.K., M.Si., mengatakan layanan Call Center Polri 110 merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan yang cepat dan responsif kepada masyarakat.

“Polresta Kawasan Ibu Kota Nusantara berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui Call Center Polri 110. Setiap laporan yang diterima akan segera ditindaklanjuti oleh personel di lapangan secara cepat, profesional, humanis, dan sesuai prosedur, sehingga kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Polresta Kawasan IKN mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila menemukan atau mengalami kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian. Layanan tersebut beroperasi selama 24 jam untuk memberikan pelayanan cepat demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Ibu Kota Nusantara.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Ketua KONI Pusat Dorong Kaltim Bangkit, Pembinaan Atlet Harus Berkelanjutan

0
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman memberikan sambutan usai melantik Ketua KONI Kalimantan Timur H. Anderiy Syachrum beserta jajaran pengurus masa bakti 2026–2030 di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Minggu (12/7/2026). (Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, resmi melantik H. Anderiy Syachrum, S.T., beserta jajaran pengurus KONI Provinsi Kalimantan Timur masa bakti 2026–2030 di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Minggu (12/7/2026) malam.

Pelantikan dihadiri Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, Wakil Ketua II KONI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, kepala perangkat daerah, pengurus KONI kabupaten/kota, pimpinan cabang olahraga, serta tokoh olahraga.

Dalam sambutannya, Marciano Norman menyampaikan selamat kepada kepengurusan baru dan berharap pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Kalimantan Timur.

“Pelantikan malam hari ini menjadi catatan sejarah bagi perkembangan pembinaan olahraga prestasi di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus KONI Kaltim periode sebelumnya yang dinilai telah memberikan kontribusi terhadap pembinaan olahraga di daerah.

Marciano mengingatkan bahwa kepengurusan baru memiliki tanggung jawab mengembalikan prestasi Kalimantan Timur di tingkat nasional. Ia memaparkan perjalanan prestasi Kaltim yang menempati peringkat lima pada PON Jawa Barat, turun ke posisi tujuh di PON Papua, kemudian peringkat delapan pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara. Namun, pada ajang PON Bela Diri di Kudus, Kaltim kembali menembus lima besar nasional.

Ia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menargetkan kontingen Kaltim masuk tiga besar pada PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

“Saya memberikan apresiasi dan penghormatan yang tinggi kepada Bapak Gubernur yang mendorong KONI Kalimantan Timur untuk merebut peringkat tiga pada Pekan Olahraga Nasional tahun 2028,” katanya.

Untuk mendukung target tersebut, KONI Pusat telah menyiapkan sejumlah agenda nasional, mulai PON Bela Diri di Sulawesi Utara dan PON Pantai di Jakarta pada 2026, dilanjutkan PON Indoor dan PON Remaja pada 2027.

Menurut Marciano, agenda tersebut penting karena PON 2028 hanya akan mempertandingkan sekitar 31–32 cabang olahraga Olimpiade, berbeda dengan PON Aceh-Sumut yang mempertandingkan 65 cabang olahraga.

“Karena itu kami membuat PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja agar cabang olahraga yang tidak dipertandingkan pada PON utama tetap memiliki wadah kompetisi nasional,” jelasnya.

Ia meminta KONI Kaltim memusatkan pembinaan pada cabang olahraga unggulan yang memiliki peluang besar menyumbang medali.

“Konsentrasi pembinaan harus diarahkan pada cabang-cabang olahraga yang menjadi kekuatan Kalimantan Timur. Dengan pembinaan yang fokus dan berkelanjutan, target tiga besar akan lebih mudah diwujudkan,” tegasnya.

Marciano juga memperkenalkan konsep sport intelligence sebagai pelengkap penerapan sport science dalam pembinaan atlet.

“Atlet tidak cukup hanya dibina melalui latihan. Kita juga harus memahami kekuatan dan kelemahan lawan melalui sport intelligence yang didukung para akademisi dan pakar dari perguruan tinggi. Dengan demikian, pembinaan akan semakin efektif,” ujarnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Marciano meminta pengurus KONI Kaltim memperkuat tata kelola organisasi, transparansi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran agar kepercayaan pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga terus meningkat.

“Dengan kerja sama yang solid antara KONI, pemerintah daerah, dan seluruh cabang olahraga, saya optimistis target yang diharapkan Gubernur Kalimantan Timur dapat tercapai,” pungkasnya.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S.

Atlet Squash Kaltim Ukir Prestasi Nasional dengan Lima Medali

0
Kontingen Squash Kalimantan Timur berhasil meraih satu medali emas, satu perak, dan tiga perunggu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Squash 2026 di Gedung Squash Wibawa Mukti, Bekasi, Jawa Barat. (Istimewa)

SAMARINDA – Keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi yang diterapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur tidak menghalangi cabang olahraga squash menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Kontingen Squash Kalimantan Timur berhasil membawa pulang lima medali pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Squash 2026 yang berlangsung di Gedung Squash Wibawa Mukti, Bekasi, Jawa Barat, pada 7–11 Juli 2026. Dari ajang tersebut, Kaltim mengoleksi satu medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu.

Prestasi tersebut diraih melalui strategi seleksi atlet yang lebih ketat. Di tengah keterbatasan anggaran, Pengurus Provinsi Squash Kaltim hanya memberangkatkan atlet yang dinilai memiliki peluang besar meraih podium.

Sekretaris Squash Kaltim, Vika Maizara, mengatakan kebijakan tersebut terbukti efektif karena hampir seluruh atlet yang diberangkatkan berhasil menyumbangkan medali.

“Kami berkomitmen untuk tetap berprestasi meskipun dalam kondisi anggaran yang terbatas. Strategi kami adalah mengirimkan atlet yang benar-benar memiliki peluang meraih medali, dan alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan,” kata Vika.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh atlet dan pengurus untuk terus meningkatkan pembinaan meski dihadapkan pada keterbatasan pendanaan.

Peraih medali Kalimantan Timur pada Kejurnas Squash 2026 yakni Achmad Fauzi yang meraih medali emas nomor U-23 putra. Amelia Dianawati menyumbangkan medali perak nomor Open putri.

Sementara tiga medali perunggu dipersembahkan Yuliana Gusti Syafitri pada nomor Open putri, Angelia Aurell Eiffely Gare di nomor U-19 putri, serta Cinthia Paramita pada nomor U-17 putri.

Kejurnas Squash 2026 juga menjadi ajang Seleksi Nasional (Seleknas) untuk menjaring atlet yang akan dipersiapkan mengikuti berbagai kejuaraan internasional. Karena itu, hasil yang diraih para atlet Kaltim dinilai tidak hanya menjadi prestasi di tingkat nasional, tetapi juga membuka peluang membela Indonesia pada ajang internasional.

Capaian tersebut menunjukkan pembinaan yang terarah, seleksi yang tepat, serta strategi yang efektif tetap mampu menghasilkan prestasi meski dilakukan di tengah keterbatasan anggaran.

Penulis: ESF
Editor: Agus S.

Polisi Selidiki Kecelakaan Avanza dan Mobil Patroli di Jalan AW Syahranie

0
Saat proses evakuasi mobil Toyota Avanza usai terlibat kecelakaan dengan mobil patroli Polresta Samarinda di Jalan AW Syahranie, Senin (13/7/2026) dini hari. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Sebuah mobil Toyota Avanza menabrak mobil patroli Polresta Samarinda di Jalan Abdul Wahab (AW) Syahranie, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 00.25 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, petugas menemukan senjata tajam jenis parang di dalam mobil Avanza saat proses pemeriksaan.

Kecelakaan bermula ketika Toyota Avanza bernomor polisi KT 1198 NZ melaju dari arah Jembatan Fly Over menuju Jalan AW Syahranie. Pada saat bersamaan, mobil patroli Beat 6 Polresta Samarinda keluar dari kawasan Folder Air Hitam.

Benturan keras tidak dapat dihindari. Bagian depan Avanza menghantam mobil patroli hingga kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.

Panit III Pampta Polresta Samarinda, Ipda Sofian Adi Cahyono, mengatakan berdasarkan keterangan sementara dari pengemudi, kecelakaan diduga dipicu gangguan pada sistem pengereman.

“Informasi yang kami dapat dari pengemudi, mobil mengalami rem blong sehingga tidak dapat dikendalikan dan menabrak mobil patroli yang sedang melintas,” ujar Ipda Sofian di lokasi kejadian.

Meski benturan cukup keras, seluruh penumpang selamat. Pengemudi Avanza yang saat itu membawa istri dan anaknya tidak mengalami luka serius. Begitu pula personel kepolisian yang berada di dalam mobil patroli dipastikan dalam kondisi sehat.

Saat melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, petugas menemukan sebilah parang di dalam mobil Avanza. Pengemudi kemudian menjelaskan bahwa senjata tajam tersebut digunakan untuk keperluan berkebun.

“Untuk sajam yang ditemukan, keterangan dari pemilik atau pengemudi, sajam itu digunakan untuk berkebun,” tambah Ipda Sofian.

Usai olah tempat kejadian perkara, kedua kendaraan dievakuasi dari lokasi agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Kasus kecelakaan tersebut kini ditangani Unit Laka Lantas Polresta Samarinda untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Ketua KONI Pusat Beri Semangat Baru Pembinaan Atlet Kaltim

0
Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman meninjau Aubry Sport Center di Jalan Ir. Juanda, Samarinda, usai tiba di Kalimantan Timur, Minggu (12/7/2026). (Istimewa)

SAMARINDA – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur, H. Anderiy, S.T., menyambut langsung kedatangan Ketua KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, di Bandara APT Pranoto Samarinda, Minggu (12/7/2026).

Penyambutan berlangsung hangat dengan prosesi pengalungan kalung kehormatan yang dilakukan langsung oleh Anderiy kepada Marciano Norman. Dalam kunjungan kerja tersebut, Ketua KONI Pusat didampingi Wakil Ketua Umum KONI Pusat beserta jajaran pengurus lainnya.

Usai tiba di Samarinda, Marciano Norman juga meninjau Aubry Sport Center di Jalan Ir. Juanda sebelum menghadiri agenda pelantikan pengurus KONI Kalimantan Timur.

Rombongan KONI Pusat dijadwalkan melantik secara resmi kepengurusan KONI Kaltim masa bakti 2026–2030 pada Minggu malam di Pendopo Lamin Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

H. Anderiy menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua KONI Pusat di Bumi Etam. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan olahraga di Kalimantan Timur.

“Ini merupakan kehormatan besar bagi KONI Kaltim. Kehadiran Ketua KONI Pusat secara langsung menjadi motivasi luar biasa bagi seluruh insan olahraga di daerah untuk terus meningkatkan prestasi dan memperkuat sistem pembinaan atlet,” ujarnya.

Pelantikan pengurus KONI Kaltim periode 2026–2030 dinilai menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembinaan olahraga daerah selama empat tahun ke depan. Kepengurusan baru di bawah kepemimpinan H. Anderiy diharapkan mampu melanjutkan pembinaan atlet usia dini secara berkelanjutan serta meningkatkan prestasi Kalimantan Timur di berbagai ajang olahraga tingkat nasional maupun internasional.

Selain agenda pelantikan, kunjungan kerja tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antara KONI Pusat dan KONI Kaltim dalam mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan nasional mendatang.

Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pengurus cabang olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan, KONI Kaltim optimistis dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan posisinya sebagai salah satu daerah penghasil atlet berprestasi di Indonesia.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.