BONTANG – Pansus Raperda RTRW DPRD Bontang meminta Pemerintah Kota segera memperjelas batas Ruang Terbuka Hijau di Jalan KS. Tubun, Kelurahan Tanjung Laut Indah. Kepastian itu dibutuhkan agar pembangunan jalan lingkar tidak terbentur regulasi tata ruang.
Anggota Pansus RTRW, Ridwan, mengatakan berdasarkan data lama, area sekitar 500 meter dari Jalan KS. Tubun ke arah laut berada di luar zona RTH. Sementara itu, trase jalan lingkar yang direncanakan mencapai hampir satu kilometer.
“Kalau ada perubahan batas dalam rancangan RTRW terbaru, sampaikan sekarang. Kami butuh data yang pasti supaya pembahasan Raperda tidak meleset,” ujar Ridwan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, sinkronisasi antara dokumen RTRW dan rencana pembangunan penting untuk memberi kepastian hukum. Tanpa kejelasan batas RTH, proyek infrastruktur strategis seperti jalan lingkar berisiko terhambat saat pelaksanaan.
DPRD berharap pemerintah segera memberikan penjelasan resmi agar proyek prioritas daerah dapat berjalan tanpa masalah pemanfaatan ruang di kemudian hari. (Sya/adv)
BONTANG – DPRD Bontang meminta Kementerian Kesehatan menerbitkan roadmap jelas terkait penerapan standar pelayanan kesehatan baru. Tujuannya agar rumah sakit, khususnya swasta, punya waktu cukup untuk beradaptasi tanpa mengganggu layanan ke masyarakat.
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, menyampaikan aspirasi itu saat konsultasi ke Kemenkes beberapa waktu lalu. Menurutnya, sejumlah RS di Bontang masih butuh kepastian tahapan implementasi kebijakan.
“Fasilitas kesehatan berharap ada kejelasan tahapan. Jadi penyesuaian bisa dilakukan bertahap,” kata Heri.
Ia menyebut tiga poin utama yang disoroti: pemenuhan alat kesehatan, ketersediaan tenaga medis, dan penyesuaian jenis layanan sesuai standar baru. Tanpa panduan terukur dari pusat, Heri khawatir rumah sakit kesulitan menyiapkan sarana, prasarana, dan SDM tepat waktu.
DPRD berharap Kemenkes segera memberi pedoman agar penerapan standar baru berjalan optimal dan kualitas layanan tetap terjaga. (Sya/adv)
Suasana Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 di Ballroom Harris Hotel Samarinda, Selasa (14/7/2026). (Hanafi/Media Kaltim)
SAMARINDA – “Untuk ukuran media yang baru berusia enam tahun, acaranya luar biasa. Rasanya seperti perayaan ulang tahun ke-17.”
Pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Muhammad Faisal itu menggambarkan kemeriahan Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 yang digelar di Ballroom Harris Hotel Samarinda, Selasa (14/7/2026) malam.
Sejak petang, ballroom dipenuhi pejabat pemerintah, pimpinan DPRD, aparat TNI-Polri, pimpinan BUMN dan BUMD, direksi perusahaan, perguruan tinggi, insan pers, serta berbagai mitra strategis Media Kaltim Network.
Acara yang menjadi puncak Hari Ulang Tahun ke-6 Media Kaltim Network itu tidak hanya diisi penyerahan penghargaan. Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Leader Talk, peluncuran buku digital karya CEO Media Kaltim Network Agus Susanto, selebrasi ulang tahun, hiburan, gala dinner, dan ramah tamah.
Sekitar 60 tokoh, pimpinan lembaga, kepala daerah, pimpinan korporasi, BUMN/BUMD, dan institusi menerima penghargaan atas kontribusi dan dukungan mereka terhadap perjalanan Media Kaltim Network serta perkembangan ekosistem media digital di Kalimantan Timur.
Sejak pukul 18.30 WITA, tamu mulai memenuhi area registrasi. Suasana semakin ramai ketika para undangan memasuki ballroom dan saling menyapa dalam suasana yang hangat.
Di antara tamu yang hadir terlihat Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim Ririn Sari Dewi, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal, Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani, serta sejumlah anggota DPRD kabupaten dan kota.
Hadir pula perwakilan Korem 091/Aji Surya Natakesuma, Polresta Samarinda, Bea Cukai, PLN UID Kaltimra, Kideco Jaya Agung, Berau Coal, Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional Balikpapan, Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga Sanga, Pupuk Kaltim, Badak LNG, Bankaltimtara, SKK Migas, Multi Harapan Utama, Harris Hotel Samarinda, dan sejumlah mitra lainnya.
Malam itu menjadi ruang pertemuan antara media, pemerintah, legislatif, aparat, dan dunia usaha. Para tamu tidak hanya mengikuti acara, tetapi juga saling berbincang dan memperkuat hubungan yang selama ini telah terjalin.
Foto: Agus Susanto CEO Media Kaltim Network
Dari Tim Kecil Menjadi Lebih dari 50 Karyawan
CEO Media Kaltim Network Agus Susanto mengatakan, 14 Juli menjadi tanggal penting dalam perjalanan perusahaan. Media Kaltim lahir pada 14 Juli 2020 dengan sumber daya manusia yang masih terbatas.
Enam tahun kemudian, Media Kaltim Network tumbuh menjadi jaringan media digital dengan lebih dari 50 karyawan yang tersebar di berbagai daerah.
“Hari ini merupakan puncak peringatan hari ulang tahun kami. Pada 14 Juli 2020, Media Kaltim lahir dengan sedikit sumber daya manusia. Alhamdulillah, sekarang sudah tumbuh menjadi lebih dari 50 karyawan,” ujar Agus.
Ia mengakui perjalanan membangun perusahaan media tidak selalu mudah. Ada tantangan bisnis, perubahan teknologi, kritik, serta masa-masa yang menguji keberlanjutan perusahaan.
Namun, seluruh proses tersebut dapat dilalui berkat dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, pembaca, serta para mitra.
“Tentu perjalanan itu tidak mudah. Ada tantangan, kritik, bahkan masa-masa yang menguji kami. Namun, enam tahun ini bisa kami lewati dengan dukungan seluruh stakeholder dan pemerintah kabupaten/kota,” katanya.
Agus menegaskan hubungan media dengan pemerintah dan dunia usaha harus dibangun melalui kolaborasi yang sehat. Pemerintah dan perusahaan membutuhkan media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sebaliknya, perusahaan media membutuhkan dukungan agar dapat menjaga keberlanjutan usaha dan kualitas jurnalistik.
Tema HUT tahun ini adalah ConSixTen, gabungan dari Confidence, Six, dan Consistent. Tema tersebut menjadi penanda perjalanan enam tahun Media Kaltim untuk terus percaya diri menghadapi perubahan dan konsisten menjaga kualitas serta kepercayaan pembaca.
Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli saat menyampaikan Leader Talk. (Hadi Winata/MKN)
Dewan Pers Ingatkan Ancaman terhadap Media Arus Utama
Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Muhammad Jazuli, menjadi salah satu pembicara dalam sesi Leader Talk.
Ia mengingatkan industri pers nasional tengah menghadapi tekanan besar akibat perubahan lanskap digital. Media arus utama harus bersaing dengan platform digital, akun media sosial, YouTuber, dan kreator konten yang mampu menyebarkan informasi dengan cepat, tetapi belum dibebani aturan seketat perusahaan pers.
Menurut Jazuli, media profesional wajib tunduk pada Undang-Undang Pers, Undang-Undang Penyiaran, Kode Etik Jurnalistik, ketentuan badan hukum, hingga kewajiban perpajakan.
Sementara itu, platform digital dan kreator konten masih bergerak dalam ruang regulasi yang belum setara.
“Media arus utama harus tunduk pada banyak regulasi, sementara media sosial dan platform digital praktis belum memiliki aturan yang jelas, baik dari sisi konten maupun bisnis. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, media mainstream akan semakin sulit bertahan,” ujarnya.
Dewan Pers, lanjut Jazuli, tengah mendorong lahirnya regulasi yang mengatur platform digital dan kreator konten. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Hukum, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Komisi I DPR RI.
Ia menegaskan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, ChatGPT, dan Gemini, tidak dapat dihentikan. Negara harus menghadirkan aturan agar persaingan berlangsung sehat dan media profesional tetap memiliki ruang hidup.
“Perubahan teknologi tidak bisa dibendung. Yang harus dilakukan adalah mengatur agar persaingan berlangsung sehat,” katanya.
Pengaduan ke Dewan Pers Terus Meningkat
Selain ancaman eksternal, Jazuli juga menyoroti persoalan di internal industri pers. Jumlah pengaduan masyarakat terhadap media dan wartawan terus meningkat.
Pada 2024, Dewan Pers menerima sekitar 600 pengaduan. Jumlah tersebut melonjak menjadi 1.285 pengaduan sepanjang 2025. Hingga akhir Juni 2026, laporan yang masuk telah melampaui 700 pengaduan.
“Dari sekian banyak pengaduan yang masuk, mayoritas persoalannya berasal dari media dan jurnalisnya sendiri,” ungkapnya.
Empat pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah pemberitaan tidak berimbang, lemahnya verifikasi, praktik suap, dan dugaan pemerasan oleh oknum wartawan.
Menurut Jazuli, informasi yang diterima wartawan belum dapat langsung dianggap sebagai berita. Informasi tersebut harus diuji, ditelusuri, dan dikonfirmasi kepada seluruh pihak yang berkaitan.
“Informasi itu baru bahan dasar berita. Wartawan tetap wajib melakukan penelusuran dan memastikan kebenarannya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa praktik suap dan pemerasan tidak hanya menjadi pelanggaran etik, tetapi dapat masuk ke ranah pidana.
“Wartawan tidak kebal hukum. Kalau sudah masuk unsur pidana seperti suap atau pemerasan, proses hukumnya bisa berjalan,” katanya.
Kepercayaan publik, menurut Jazuli, merupakan modal terbesar perusahaan media. Tanpa kepercayaan, media akan kehilangan pembaca, mitra, dan sumber pendapatan.
“Satu-satunya aset terbesar media adalah kepercayaan publik. Kalau publik sudah tidak percaya, sponsor juga tidak akan datang,” ujarnya.
Tetap Kritis, tetapi Tidak Merusak
Jazuli juga mengajak media tidak hanya mengejar sisi negatif dari sebuah peristiwa. Media harus tetap kritis, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dari pemberitaan.
Menurutnya, jurnalisme tidak hanya berbicara tentang kecepatan, tetapi juga tanggung jawab agar informasi tidak memperbesar konflik atau menimbulkan kerusakan di masyarakat.
“Jurnalisme bukan hanya soal cepat memberitakan, tetapi juga memastikan informasi tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar,” tuturnya.
Dewan Pers memiliki dua tugas utama, yakni menjaga kemerdekaan pers dari intimidasi dan intervensi, sekaligus memastikan wartawan bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Masyarakat juga diminta tidak ragu melapor kepada Dewan Pers apabila menemukan pemberitaan yang dinilai merugikan atau melanggar kode etik.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal saat menyampaikan sambutan mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. (Hanafi/Media Kaltim)
Pemprov Kaltim: Media Harus Cepat, Berimbang, dan Kreatif
Mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal memberikan apresiasi atas perjalanan enam tahun Media Kaltim Network.
Faisal mengaku mengikuti perkembangan Media Kaltim sejak awal. Ia masih mengingat ketika Agus Susanto mengajaknya melihat kantor pertama perusahaan tersebut.
“Saya sempat berpikir, apakah media ini bisa berkembang. Ternyata hari ini luar biasa, karyawannya sudah lebih dari 50 orang. Ini pencapaian yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Menurut Faisal, terdapat tiga hal penting yang harus dijaga media di era digital, yakni kecepatan, keberimbangan, dan kreativitas.
Arus informasi berlangsung selama 24 jam. Media dituntut bergerak cepat, tetapi tidak boleh mengorbankan akurasi. Masyarakat juga semakin kritis sehingga pemberitaan harus disusun secara berimbang dan objektif.
“Keberimbangan menjadi sangat penting agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tegasnya.
Faisal juga menyoroti perhatian audiens yang semakin pendek. Konten harus mampu menarik perhatian sejak detik pertama agar tidak ditinggalkan pembaca.
“Kalau dalam tiga detik pertama tidak menarik, pembaca atau pengikut akan langsung meninggalkan konten tersebut. Jadi kreativitas menjadi unsur utama,” ujarnya.
Ia berharap Media Kaltim Network terus berkembang, semakin profesional, dan menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang berkualitas.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Edi Mangun, saat menjadi pembicara Leader Talk. (Hadi Winata/MKN)
Media Menjaga Psikologi Publik dalam Isu Energi
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Edi Mangun, menilai media memiliki peran penting dalam menjaga pemahaman masyarakat di tengah dinamika isu energi.
Menurutnya, kondisi geopolitik dunia berdampak langsung terhadap ketersediaan dan distribusi energi. Isu minyak, gas bumi, dan bahan bakar sangat mudah berkembang menjadi polemik di ruang publik.
Karena itu, media harus menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta agar tidak menimbulkan keresahan.
“Media mampu memberikan edukasi dan pencerahan yang baik sehingga tidak membuat psikologi masyarakat menjadi terganggu,” ujarnya.
Edi mengatakan Pertamina terus berupaya membuka informasi kepada publik. Namun, data yang disampaikan perusahaan sering berkembang menjadi narasi berbeda di media sosial.
Dalam kondisi tersebut, media profesional memiliki peran untuk memverifikasi informasi dan memberikan penjelasan yang utuh.
“Kesetiaan teman-teman wartawan untuk mewartakan dan mengedukasi masyarakat memberikan dampak yang luar biasa terhadap cara masyarakat menyikapi kondisi di lapangan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Media Kaltim Network yang selama enam tahun konsisten menghadirkan informasi bagi masyarakat.
“Seharusnya mungkin kami yang mengapresiasi Media Kaltim dan teman-teman media lainnya,” ujarnya.
Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani saat menghadiri Media Kaltim Network Appreciation Night 2026. (Hadi Winata/MKN)
Ketua DPRD Kukar Minta Media Kaltim Tetap Kritis
Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani berharap Media Kaltim Network tetap menjadi media yang kritis, objektif, dan mendidik.
Menurutnya, hubungan kemitraan antara DPRD Kukar dan Media Kaltim telah membantu menyampaikan tugas, fungsi, dan kinerja lembaga kepada masyarakat.
“Media Kaltim banyak memberitakan hal-hal positif, memberikan masukan, serta membantu DPRD dalam menjalankan fungsi dan tugasnya,” ujarnya.
Ia berharap Media Kaltim terus berkontribusi dalam pembangunan Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara melalui pemberitaan yang mendidik masyarakat.
“Tetap kritis dan menyampaikan informasi yang mendidik sehingga ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.
Enam Tahun Terasa Seperti 17 Tahun
Konsep Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 mendapat pujian dari sejumlah tamu.
Muhammad Faisal menilai acara yang digelar terlihat jauh lebih matang dibanding usia Media Kaltim Network yang baru enam tahun.
“Untuk ukuran media, acaranya luar biasa. Rasanya seperti ulang tahun ke-17, padahal baru enam tahun,” ujarnya.
Anggota DPRD Kota Samarinda Arie Wibowo juga memberikan pandangan serupa.
“Enam tahun saja sudah seperti ini. Bagaimana nanti tahun-tahun berikutnya. Semoga semakin keren,” katanya.
Pujian tersebut menjadi gambaran bahwa malam apresiasi tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga dikemas dengan konsep yang mampu mempertemukan berbagai kalangan dalam satu forum.
Foto: Adhi Abdhian Ketua Panitia Malam Apresiasi Media Kaltim Network 2026
Mitra Menjadi Kunci Perjalanan Media Kaltim
Ketua Panitia HUT ke-6 Media Kaltim Network, Adhi Abdian, mengatakan malam apresiasi digelar sebagai bentuk terima kasih kepada para mitra yang telah mendukung perjalanan perusahaan.
Menurutnya, media tidak dapat berkembang sendiri. Dukungan pemerintah, legislatif, dunia usaha, aparat, komunitas, dan pembaca menjadi bagian penting dari pertumbuhan Media Kaltim Network.
“Tanpa adanya mitra, kami juga akan sulit berkembang,” ujarnya.
Adhi menjelaskan Media Kaltim Network selalu menghadirkan konsep berbeda dalam setiap peringatan ulang tahun. Tahun ini, kegiatan diarahkan untuk merangkul dan memberikan apresiasi kepada para pihak yang selama ini berjalan bersama perusahaan.
Selain malam penghargaan, rangkaian HUT akan dilanjutkan dengan Media Kaltim Corporate Mini Soccer Invitational 2026 pada Sabtu, 18 Juli 2026.
“Kami berharap dukungan seluruh mitra bisa terus berlanjut. Semoga malam ini memberikan kesan dan menjadi awal kolaborasi yang semakin baik,” katanya.
CEO Media Kaltim Network Agus Susanto bersama tamu kehormatan saat meluncurkan buku digital. (Abdi/Media Kaltim)
Agus Susanto Luncurkan Buku Digital
Salah satu momen penting malam itu adalah peluncuran buku karya CEO Media Kaltim Network Agus Susanto.
Buku berjudul “PSU, Banjir, IKN, & Jejak Backpacker: Tahun 2025 yang Penuh Peristiwa” tersebut merupakan kumpulan kolom yang ditulis Agus sepanjang 2025.
Buku itu mengangkat berbagai peristiwa politik, pembangunan, lingkungan, Ibu Kota Nusantara, banjir, hingga catatan perjalanan. Salah satu pembahasan yang mendapat porsi panjang adalah Pemungutan Suara Ulang Pilkada Mahakam Ulu.
“Buku ini sebenarnya kumpulan catatan yang saya tulis di Media Kaltim Network. Ratusan peristiwa saya jadikan satu buku,” ujar Agus.
Buku tersebut dicetak secara terbatas. Namun, versi digitalnya dapat diunduh dan dibaca secara gratis.
“Buku ini akan saya cetak terbatas. Namun, seluruh masyarakat dapat mengunduh dan membacanya secara digital secara gratis,” katanya.
Prosesi peluncuran dilakukan secara simbolis di atas panggung bersama Muhammad Jazuli, Angela Idang Belawan, Ririn Sari Dewi, Muhammad Faisal, Sumurung Basa Silaban, Arie Wibowo, unsur TNI-Polri, serta perwakilan perusahaan, BUMN, BUMD, dan mitra strategis.
Peluncuran buku menjadi bagian dari upaya Media Kaltim Network mendorong budaya literasi sekaligus merawat dokumentasi berbagai peristiwa daerah.
“Berita mungkin hanya dibaca hari ini. Namun, ketika berbagai catatan dihimpun menjadi sebuah buku, ia menjadi dokumentasi, referensi, sekaligus jejak sejarah yang dapat dibaca kembali pada masa mendatang,” ungkap Agus.
Tokoh pers senior Sumurung Basa Silaban saat memberikan pandangan tentang buku dan perjalanan jurnalistik Agus Susanto. (Hanafi/Media Kaltim)
Sumurung Silaban: Buku Adalah Tanda Tangan Hidup Jurnalis
Tokoh pers senior Kalimantan Timur Sumurung Basa Silaban menyebut buku karya Agus Susanto sebagai “tanda tangan hidup” seorang jurnalis.
Menurutnya, tulisan yang dihimpun menjadi buku akan menjadi warisan intelektual dan jejak perjalanan profesi yang tidak mudah hilang.
Sumurung mengenang pertemuannya dengan Agus sekitar 20 tahun lalu saat keduanya berada di lingkungan Kaltim Post Group. Saat itu, Agus masih bekerja sebagai desainer iklan sebelum menyampaikan keinginannya menjadi wartawan.
“Saya masih ingat Mas Agus datang kepada saya dan mengatakan ingin menjadi wartawan. Dari situlah prosesnya dimulai,” kenangnya.
Sumurung melihat Agus sebagai sosok yang tangguh dan memiliki integritas.
“Seberapa keras saya membimbingnya waktu itu, dia tidak pernah mengeluh. Saya melihat dia punya potensi besar menjadi jurnalis,” ujarnya.
Meski kerap disebut mentor, Sumurung mengaku tidak pernah merasa menjadi guru. Ia hanya berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya selama bekerja sebagai wartawan.
Menurutnya, keberhasilan Agus membangun Media Kaltim Network merupakan hasil proses panjang, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.
“Apa yang ditulis Mas Agus di bukunya adalah tanda tangan hidupnya sebagai seorang jurnalis. Apa pun jabatannya sekarang sebagai CEO Media Kaltim Network, dia tetap seorang jurnalis. Tanda tangan itu tidak akan pernah bisa dirampas siapa pun,” tegasnya.
Sumurung juga berharap Media Kaltim Network terus tumbuh menjadi perusahaan pers yang kuat dan independen. Ia mendorong pengembangan podcast serta perluasan liputan hingga tingkat internasional.
“Kalau bermimpi, mimpilah yang besar. Saya berharap suatu hari nanti ada jurnalis Media Kaltim Network yang meliput langsung dari Gedung Putih,” katanya.
Ia juga berharap pendapatan Media Kaltim Network ke depan semakin banyak berasal dari sektor swasta sebagai bagian dari penguatan independensi perusahaan pers.
Berpeluang Menjadi Media Nasional
Pemerhati media sekaligus mantan Ketua PWI Kalimantan Timur, Endro Surip Efendi, menilai Media Kaltim memiliki peluang menjadi pelopor media online nasional yang lahir dari Benua Etam.
Endro mengaku mengikuti perjalanan Media Kaltim sejak awal. Menurutnya, fondasi perusahaan tidak lepas dari pengalaman Agus Susanto yang memahami industri media dari berbagai sisi.
“Mas Agus pernah menjadi desainer iklan, layout, lalu wartawan. Jadi ketika membangun media, dia memahami prosesnya dari hulu sampai hilir,” ujarnya.
Endro menilai Media Kaltim berhasil membangun manajemen dan sistem redaksi yang profesional. Kultur media cetak yang mengutamakan ketelitian juga tetap dipertahankan dalam produksi berita digital.
“Media Kaltim lahir dari orang yang memahami media cetak. Kredo media cetak adalah ketelitian. Semua melalui proses editing yang serius,” katanya.
Menurutnya, banyak media online lebih mengutamakan kecepatan dan mengabaikan kualitas. Media Kaltim dinilai mampu menjaga keseimbangan antara kecepatan publikasi dan akurasi.
Ia berharap Media Kaltim memperluas kiprah hingga tingkat nasional, terutama karena selama ini konsisten mengawal perkembangan Ibu Kota Nusantara.
“Saya ingin Media Kaltim menjadi media nasional yang lahir dari Kaltim, sejalan dengan keberadaan IKN,” ujarnya.
Ditutup Gala Dinner dan Ramah Tamah
Setelah sesi Leader Talk, penyerahan penghargaan, peluncuran buku, dan selebrasi HUT ke-6, acara dilanjutkan dengan gala dinner, hiburan, dan ramah tamah.
Para tamu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang dan memperkuat hubungan lintas sektor. Suasana berlangsung hangat hingga akhir acara.
Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 tidak hanya menjadi seremoni ulang tahun. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan pemerintah, legislatif, aparat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan insan pers dalam satu malam.
Enam tahun perjalanan Media Kaltim Network dirayakan dengan penghargaan, kritik, gagasan, dan harapan. Pesan yang muncul dari seluruh rangkaian acara tetap sama: media hanya dapat tumbuh apabila mampu menjaga kepercayaan, mempertahankan profesionalisme, dan membangun kolaborasi yang sehat.
Suasana Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 di Ballroom Harris Hotel Samarinda, Selasa (14/7/2026). (Hanafi/Media Kaltim)
SAMARINDA – “Untuk ukuran media yang baru berusia enam tahun, acaranya luar biasa. Rasanya seperti perayaan ulang tahun ke-17.”
Pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Muhammad Faisal itu menggambarkan kemeriahan Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 yang digelar di Ballroom Harris Hotel Samarinda, Selasa (14/7/2026) malam.
Sejak petang, ballroom dipenuhi pejabat pemerintah, pimpinan DPRD, aparat TNI-Polri, pimpinan BUMN dan BUMD, direksi perusahaan, perguruan tinggi, insan pers, serta berbagai mitra strategis Media Kaltim Network.
Acara yang menjadi puncak Hari Ulang Tahun ke-6 Media Kaltim Network itu tidak hanya diisi penyerahan penghargaan. Rangkaian kegiatan juga menghadirkan Leader Talk, peluncuran buku digital karya CEO Media Kaltim Network Agus Susanto, selebrasi ulang tahun, hiburan, gala dinner, dan ramah tamah.
Sekitar 60 tokoh, pimpinan lembaga, kepala daerah, pimpinan korporasi, BUMN/BUMD, dan institusi menerima penghargaan atas kontribusi dan dukungan mereka terhadap perjalanan Media Kaltim Network serta perkembangan ekosistem media digital di Kalimantan Timur.
Sejak pukul 18.30 WITA, tamu mulai memenuhi area registrasi. Suasana semakin ramai ketika para undangan memasuki ballroom dan saling menyapa dalam suasana yang hangat.
Di antara tamu yang hadir terlihat Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim Ririn Sari Dewi, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal, Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani, serta sejumlah anggota DPRD kabupaten dan kota.
Hadir pula perwakilan Korem 091/Aji Surya Natakesuma, Polresta Samarinda, Bea Cukai, PLN UID Kaltimra, Kideco Jaya Agung, Berau Coal, Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional Balikpapan, Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga Sanga, Pupuk Kaltim, Badak LNG, Bankaltimtara, SKK Migas, Multi Harapan Utama, Harris Hotel Samarinda, dan sejumlah mitra lainnya.
Malam itu menjadi ruang pertemuan antara media, pemerintah, legislatif, aparat, dan dunia usaha. Para tamu tidak hanya mengikuti acara, tetapi juga saling berbincang dan memperkuat hubungan yang selama ini telah terjalin.
Foto: Agus Susanto CEO Media Kaltim Network
Dari Tim Kecil Menjadi Lebih dari 50 Karyawan
CEO Media Kaltim Network Agus Susanto mengatakan, 14 Juli menjadi tanggal penting dalam perjalanan perusahaan. Media Kaltim lahir pada 14 Juli 2020 dengan sumber daya manusia yang masih terbatas.
Enam tahun kemudian, Media Kaltim Network tumbuh menjadi jaringan media digital dengan lebih dari 50 karyawan yang tersebar di berbagai daerah.
“Hari ini merupakan puncak peringatan hari ulang tahun kami. Pada 14 Juli 2020, Media Kaltim lahir dengan sedikit sumber daya manusia. Alhamdulillah, sekarang sudah tumbuh menjadi lebih dari 50 karyawan,” ujar Agus.
Ia mengakui perjalanan membangun perusahaan media tidak selalu mudah. Ada tantangan bisnis, perubahan teknologi, kritik, serta masa-masa yang menguji keberlanjutan perusahaan.
Namun, seluruh proses tersebut dapat dilalui berkat dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, pembaca, serta para mitra.
“Tentu perjalanan itu tidak mudah. Ada tantangan, kritik, bahkan masa-masa yang menguji kami. Namun, enam tahun ini bisa kami lewati dengan dukungan seluruh stakeholder dan pemerintah kabupaten/kota,” katanya.
Agus menegaskan hubungan media dengan pemerintah dan dunia usaha harus dibangun melalui kolaborasi yang sehat. Pemerintah dan perusahaan membutuhkan media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sebaliknya, perusahaan media membutuhkan dukungan agar dapat menjaga keberlanjutan usaha dan kualitas jurnalistik.
Tema HUT tahun ini adalah ConSixTen, gabungan dari Confidence, Six, dan Consistent. Tema tersebut menjadi penanda perjalanan enam tahun Media Kaltim untuk terus percaya diri menghadapi perubahan dan konsisten menjaga kualitas serta kepercayaan pembaca.
Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli saat menyampaikan Leader Talk. (Hadi Winata/MKN)
Dewan Pers Ingatkan Ancaman terhadap Media Arus Utama
Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Muhammad Jazuli, menjadi salah satu pembicara dalam sesi Leader Talk.
Ia mengingatkan industri pers nasional tengah menghadapi tekanan besar akibat perubahan lanskap digital. Media arus utama harus bersaing dengan platform digital, akun media sosial, YouTuber, dan kreator konten yang mampu menyebarkan informasi dengan cepat, tetapi belum dibebani aturan seketat perusahaan pers.
Menurut Jazuli, media profesional wajib tunduk pada Undang-Undang Pers, Undang-Undang Penyiaran, Kode Etik Jurnalistik, ketentuan badan hukum, hingga kewajiban perpajakan.
Sementara itu, platform digital dan kreator konten masih bergerak dalam ruang regulasi yang belum setara.
“Media arus utama harus tunduk pada banyak regulasi, sementara media sosial dan platform digital praktis belum memiliki aturan yang jelas, baik dari sisi konten maupun bisnis. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, media mainstream akan semakin sulit bertahan,” ujarnya.
Dewan Pers, lanjut Jazuli, tengah mendorong lahirnya regulasi yang mengatur platform digital dan kreator konten. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Hukum, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Komisi I DPR RI.
Ia menegaskan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, ChatGPT, dan Gemini, tidak dapat dihentikan. Negara harus menghadirkan aturan agar persaingan berlangsung sehat dan media profesional tetap memiliki ruang hidup.
“Perubahan teknologi tidak bisa dibendung. Yang harus dilakukan adalah mengatur agar persaingan berlangsung sehat,” katanya.
Pengaduan ke Dewan Pers Terus Meningkat
Selain ancaman eksternal, Jazuli juga menyoroti persoalan di internal industri pers. Jumlah pengaduan masyarakat terhadap media dan wartawan terus meningkat.
Pada 2024, Dewan Pers menerima sekitar 600 pengaduan. Jumlah tersebut melonjak menjadi 1.285 pengaduan sepanjang 2025. Hingga akhir Juni 2026, laporan yang masuk telah melampaui 700 pengaduan.
“Dari sekian banyak pengaduan yang masuk, mayoritas persoalannya berasal dari media dan jurnalisnya sendiri,” ungkapnya.
Empat pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah pemberitaan tidak berimbang, lemahnya verifikasi, praktik suap, dan dugaan pemerasan oleh oknum wartawan.
Menurut Jazuli, informasi yang diterima wartawan belum dapat langsung dianggap sebagai berita. Informasi tersebut harus diuji, ditelusuri, dan dikonfirmasi kepada seluruh pihak yang berkaitan.
“Informasi itu baru bahan dasar berita. Wartawan tetap wajib melakukan penelusuran dan memastikan kebenarannya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa praktik suap dan pemerasan tidak hanya menjadi pelanggaran etik, tetapi dapat masuk ke ranah pidana.
“Wartawan tidak kebal hukum. Kalau sudah masuk unsur pidana seperti suap atau pemerasan, proses hukumnya bisa berjalan,” katanya.
Kepercayaan publik, menurut Jazuli, merupakan modal terbesar perusahaan media. Tanpa kepercayaan, media akan kehilangan pembaca, mitra, dan sumber pendapatan.
“Satu-satunya aset terbesar media adalah kepercayaan publik. Kalau publik sudah tidak percaya, sponsor juga tidak akan datang,” ujarnya.
Tetap Kritis, tetapi Tidak Merusak
Jazuli juga mengajak media tidak hanya mengejar sisi negatif dari sebuah peristiwa. Media harus tetap kritis, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dari pemberitaan.
Menurutnya, jurnalisme tidak hanya berbicara tentang kecepatan, tetapi juga tanggung jawab agar informasi tidak memperbesar konflik atau menimbulkan kerusakan di masyarakat.
“Jurnalisme bukan hanya soal cepat memberitakan, tetapi juga memastikan informasi tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar,” tuturnya.
Dewan Pers memiliki dua tugas utama, yakni menjaga kemerdekaan pers dari intimidasi dan intervensi, sekaligus memastikan wartawan bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Masyarakat juga diminta tidak ragu melapor kepada Dewan Pers apabila menemukan pemberitaan yang dinilai merugikan atau melanggar kode etik.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal saat menyampaikan sambutan mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. (Hanafi/Media Kaltim)
Pemprov Kaltim: Media Harus Cepat, Berimbang, dan Kreatif
Mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal memberikan apresiasi atas perjalanan enam tahun Media Kaltim Network.
Faisal mengaku mengikuti perkembangan Media Kaltim sejak awal. Ia masih mengingat ketika Agus Susanto mengajaknya melihat kantor pertama perusahaan tersebut.
“Saya sempat berpikir, apakah media ini bisa berkembang. Ternyata hari ini luar biasa, karyawannya sudah lebih dari 50 orang. Ini pencapaian yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Menurut Faisal, terdapat tiga hal penting yang harus dijaga media di era digital, yakni kecepatan, keberimbangan, dan kreativitas.
Arus informasi berlangsung selama 24 jam. Media dituntut bergerak cepat, tetapi tidak boleh mengorbankan akurasi. Masyarakat juga semakin kritis sehingga pemberitaan harus disusun secara berimbang dan objektif.
“Keberimbangan menjadi sangat penting agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tegasnya.
Faisal juga menyoroti perhatian audiens yang semakin pendek. Konten harus mampu menarik perhatian sejak detik pertama agar tidak ditinggalkan pembaca.
“Kalau dalam tiga detik pertama tidak menarik, pembaca atau pengikut akan langsung meninggalkan konten tersebut. Jadi kreativitas menjadi unsur utama,” ujarnya.
Ia berharap Media Kaltim Network terus berkembang, semakin profesional, dan menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang berkualitas.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Edi Mangun, saat menjadi pembicara Leader Talk. (Hadi Winata/MKN)
Media Menjaga Psikologi Publik dalam Isu Energi
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Edi Mangun, menilai media memiliki peran penting dalam menjaga pemahaman masyarakat di tengah dinamika isu energi.
Menurutnya, kondisi geopolitik dunia berdampak langsung terhadap ketersediaan dan distribusi energi. Isu minyak, gas bumi, dan bahan bakar sangat mudah berkembang menjadi polemik di ruang publik.
Karena itu, media harus menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta agar tidak menimbulkan keresahan.
“Media mampu memberikan edukasi dan pencerahan yang baik sehingga tidak membuat psikologi masyarakat menjadi terganggu,” ujarnya.
Edi mengatakan Pertamina terus berupaya membuka informasi kepada publik. Namun, data yang disampaikan perusahaan sering berkembang menjadi narasi berbeda di media sosial.
Dalam kondisi tersebut, media profesional memiliki peran untuk memverifikasi informasi dan memberikan penjelasan yang utuh.
“Kesetiaan teman-teman wartawan untuk mewartakan dan mengedukasi masyarakat memberikan dampak yang luar biasa terhadap cara masyarakat menyikapi kondisi di lapangan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Media Kaltim Network yang selama enam tahun konsisten menghadirkan informasi bagi masyarakat.
“Seharusnya mungkin kami yang mengapresiasi Media Kaltim dan teman-teman media lainnya,” ujarnya.
Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani saat menghadiri Media Kaltim Network Appreciation Night 2026. (Hadi Winata/MKN)
Ketua DPRD Kukar Minta Media Kaltim Tetap Kritis
Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani berharap Media Kaltim Network tetap menjadi media yang kritis, objektif, dan mendidik.
Menurutnya, hubungan kemitraan antara DPRD Kukar dan Media Kaltim telah membantu menyampaikan tugas, fungsi, dan kinerja lembaga kepada masyarakat.
“Media Kaltim banyak memberitakan hal-hal positif, memberikan masukan, serta membantu DPRD dalam menjalankan fungsi dan tugasnya,” ujarnya.
Ia berharap Media Kaltim terus berkontribusi dalam pembangunan Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara melalui pemberitaan yang mendidik masyarakat.
“Tetap kritis dan menyampaikan informasi yang mendidik sehingga ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.
Enam Tahun Terasa Seperti 17 Tahun
Konsep Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 mendapat pujian dari sejumlah tamu.
Muhammad Faisal menilai acara yang digelar terlihat jauh lebih matang dibanding usia Media Kaltim Network yang baru enam tahun.
“Untuk ukuran media, acaranya luar biasa. Rasanya seperti ulang tahun ke-17, padahal baru enam tahun,” ujarnya.
Anggota DPRD Kota Samarinda Arie Wibowo juga memberikan pandangan serupa.
“Enam tahun saja sudah seperti ini. Bagaimana nanti tahun-tahun berikutnya. Semoga semakin keren,” katanya.
Pujian tersebut menjadi gambaran bahwa malam apresiasi tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga dikemas dengan konsep yang mampu mempertemukan berbagai kalangan dalam satu forum.
Foto: Adhi Abdhian Ketua Panitia Malam Apresiasi Media Kaltim Network 2026
Mitra Menjadi Kunci Perjalanan Media Kaltim
Ketua Panitia HUT ke-6 Media Kaltim Network, Adhi Abdian, mengatakan malam apresiasi digelar sebagai bentuk terima kasih kepada para mitra yang telah mendukung perjalanan perusahaan.
Menurutnya, media tidak dapat berkembang sendiri. Dukungan pemerintah, legislatif, dunia usaha, aparat, komunitas, dan pembaca menjadi bagian penting dari pertumbuhan Media Kaltim Network.
“Tanpa adanya mitra, kami juga akan sulit berkembang,” ujarnya.
Adhi menjelaskan Media Kaltim Network selalu menghadirkan konsep berbeda dalam setiap peringatan ulang tahun. Tahun ini, kegiatan diarahkan untuk merangkul dan memberikan apresiasi kepada para pihak yang selama ini berjalan bersama perusahaan.
Selain malam penghargaan, rangkaian HUT akan dilanjutkan dengan Media Kaltim Corporate Mini Soccer Invitational 2026 pada Sabtu, 18 Juli 2026.
“Kami berharap dukungan seluruh mitra bisa terus berlanjut. Semoga malam ini memberikan kesan dan menjadi awal kolaborasi yang semakin baik,” katanya.
CEO Media Kaltim Network Agus Susanto bersama tamu kehormatan saat meluncurkan buku digital. (Abdi/Media Kaltim)
Agus Susanto Luncurkan Buku Digital
Salah satu momen penting malam itu adalah peluncuran buku karya CEO Media Kaltim Network Agus Susanto.
Buku berjudul “PSU, Banjir, IKN, & Jejak Backpacker: Tahun 2025 yang Penuh Peristiwa” tersebut merupakan kumpulan kolom yang ditulis Agus sepanjang 2025.
Buku itu mengangkat berbagai peristiwa politik, pembangunan, lingkungan, Ibu Kota Nusantara, banjir, hingga catatan perjalanan. Salah satu pembahasan yang mendapat porsi panjang adalah Pemungutan Suara Ulang Pilkada Mahakam Ulu.
“Buku ini sebenarnya kumpulan catatan yang saya tulis di Media Kaltim Network. Ratusan peristiwa saya jadikan satu buku,” ujar Agus.
Buku tersebut dicetak secara terbatas. Namun, versi digitalnya dapat diunduh dan dibaca secara gratis.
“Buku ini akan saya cetak terbatas. Namun, seluruh masyarakat dapat mengunduh dan membacanya secara digital secara gratis,” katanya.
Prosesi peluncuran dilakukan secara simbolis di atas panggung bersama Muhammad Jazuli, Angela Idang Belawan, Ririn Sari Dewi, Muhammad Faisal, Sumurung Basa Silaban, Arie Wibowo, unsur TNI-Polri, serta perwakilan perusahaan, BUMN, BUMD, dan mitra strategis.
Peluncuran buku menjadi bagian dari upaya Media Kaltim Network mendorong budaya literasi sekaligus merawat dokumentasi berbagai peristiwa daerah.
“Berita mungkin hanya dibaca hari ini. Namun, ketika berbagai catatan dihimpun menjadi sebuah buku, ia menjadi dokumentasi, referensi, sekaligus jejak sejarah yang dapat dibaca kembali pada masa mendatang,” ungkap Agus.
Tokoh pers senior Sumurung Basa Silaban saat memberikan pandangan tentang buku dan perjalanan jurnalistik Agus Susanto. (Hanafi/Media Kaltim)
Sumurung Silaban: Buku Adalah Tanda Tangan Hidup Jurnalis
Tokoh pers senior Kalimantan Timur Sumurung Basa Silaban menyebut buku karya Agus Susanto sebagai “tanda tangan hidup” seorang jurnalis.
Menurutnya, tulisan yang dihimpun menjadi buku akan menjadi warisan intelektual dan jejak perjalanan profesi yang tidak mudah hilang.
Sumurung mengenang pertemuannya dengan Agus sekitar 20 tahun lalu saat keduanya berada di lingkungan Kaltim Post Group. Saat itu, Agus masih bekerja sebagai desainer iklan sebelum menyampaikan keinginannya menjadi wartawan.
“Saya masih ingat Mas Agus datang kepada saya dan mengatakan ingin menjadi wartawan. Dari situlah prosesnya dimulai,” kenangnya.
Sumurung melihat Agus sebagai sosok yang tangguh dan memiliki integritas.
“Seberapa keras saya membimbingnya waktu itu, dia tidak pernah mengeluh. Saya melihat dia punya potensi besar menjadi jurnalis,” ujarnya.
Meski kerap disebut mentor, Sumurung mengaku tidak pernah merasa menjadi guru. Ia hanya berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya selama bekerja sebagai wartawan.
Menurutnya, keberhasilan Agus membangun Media Kaltim Network merupakan hasil proses panjang, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.
“Apa yang ditulis Mas Agus di bukunya adalah tanda tangan hidupnya sebagai seorang jurnalis. Apa pun jabatannya sekarang sebagai CEO Media Kaltim Network, dia tetap seorang jurnalis. Tanda tangan itu tidak akan pernah bisa dirampas siapa pun,” tegasnya.
Sumurung juga berharap Media Kaltim Network terus tumbuh menjadi perusahaan pers yang kuat dan independen. Ia mendorong pengembangan podcast serta perluasan liputan hingga tingkat internasional.
“Kalau bermimpi, mimpilah yang besar. Saya berharap suatu hari nanti ada jurnalis Media Kaltim Network yang meliput langsung dari Gedung Putih,” katanya.
Ia juga berharap pendapatan Media Kaltim Network ke depan semakin banyak berasal dari sektor swasta sebagai bagian dari penguatan independensi perusahaan pers.
Berpeluang Menjadi Media Nasional
Pemerhati media sekaligus mantan Ketua PWI Kalimantan Timur, Endro Surip Efendi, menilai Media Kaltim memiliki peluang menjadi pelopor media online nasional yang lahir dari Benua Etam.
Endro mengaku mengikuti perjalanan Media Kaltim sejak awal. Menurutnya, fondasi perusahaan tidak lepas dari pengalaman Agus Susanto yang memahami industri media dari berbagai sisi.
“Mas Agus pernah menjadi desainer iklan, layout, lalu wartawan. Jadi ketika membangun media, dia memahami prosesnya dari hulu sampai hilir,” ujarnya.
Endro menilai Media Kaltim berhasil membangun manajemen dan sistem redaksi yang profesional. Kultur media cetak yang mengutamakan ketelitian juga tetap dipertahankan dalam produksi berita digital.
“Media Kaltim lahir dari orang yang memahami media cetak. Kredo media cetak adalah ketelitian. Semua melalui proses editing yang serius,” katanya.
Menurutnya, banyak media online lebih mengutamakan kecepatan dan mengabaikan kualitas. Media Kaltim dinilai mampu menjaga keseimbangan antara kecepatan publikasi dan akurasi.
Ia berharap Media Kaltim memperluas kiprah hingga tingkat nasional, terutama karena selama ini konsisten mengawal perkembangan Ibu Kota Nusantara.
“Saya ingin Media Kaltim menjadi media nasional yang lahir dari Kaltim, sejalan dengan keberadaan IKN,” ujarnya.
Ditutup Gala Dinner dan Ramah Tamah
Setelah sesi Leader Talk, penyerahan penghargaan, peluncuran buku, dan selebrasi HUT ke-6, acara dilanjutkan dengan gala dinner, hiburan, dan ramah tamah.
Para tamu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang dan memperkuat hubungan lintas sektor. Suasana berlangsung hangat hingga akhir acara.
Media Kaltim Network Appreciation Night 2026 tidak hanya menjadi seremoni ulang tahun. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan pemerintah, legislatif, aparat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan insan pers dalam satu malam.
Enam tahun perjalanan Media Kaltim Network dirayakan dengan penghargaan, kritik, gagasan, dan harapan. Pesan yang muncul dari seluruh rangkaian acara tetap sama: media hanya dapat tumbuh apabila mampu menjaga kepercayaan, mempertahankan profesionalisme, dan membangun kolaborasi yang sehat.
BONTANG – Dugaan praktik Pungutan Liar (Pungli) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang menjadi sorotan publik, setelah unggahan seorang pengguna media sosial viral dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Unggahan tersebut berasal dari akun yang mengaku sebagai adik salah satu warga binaan. Ia menyampaikan keluhan terkait dugaan adanya berbagai pungutan yang disebut dilakukan oleh oknum di dalam lapas. Pengunggah mengaku enggan mengungkap identitas saudaranya karena khawatir, akan mendapat perlakuan buruk selama menjalani masa pidana.
Menurut pengakuannya, keluarga yang berasal dari kalangan kurang mampu tersebut merasa sangat terbebani dengan sejumlah biaya yang harus dikeluarkan, selama anggota keluarganya berada di dalam lapas.
“Saya tidak berani speak up karena takut dengan kondisi kakak saya di dalam lapas. Takut dipukuli dan sebagainya. Tapi keluarga kami kalangan kurang mampu, banyak biaya yang dibayarkan di dalam sana,” ujar pengunggah dalam unggahan yang beredar, Rabu (15/7/2026).
Dalam unggahan lanjutan, ia juga mengklaim terdapat pungutan untuk sejumlah kebutuhan, seperti pembayaran air, televisi, hingga permintaan biaya ketika terdapat kegiatan tertentu di dalam lapas. Keluarga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut, karena mereka merasa tidak memiliki pilihan selain memenuhi berbagai biaya yang diminta.
Menanggapi informasi yang beredar, Lapas Kelas IIA Bontang memberikan klarifikasi resmi. Plt. Kepala Lapas Kelas IIA Bontang, Huzaifah Makmur Hidayah menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, media, dan warganet yang telah memberikan masukan sebagai bentuk kontrol sosial, terhadap penyelenggaraan layanan pemasyarakatan.
Ia menjelaskan bahwa, seluruh informasi dan aduan yang beredar telah diterima dan sedang ditindaklanjuti melalui pemeriksaan internal. Namun, hingga saat ini pihaknya mengaku belum menemukan bukti yang menguatkan dugaan pungli sebagaimana yang ramai diperbincangkan.
“Lapas Kelas IIA Bontang berkomitmen menyelenggarakan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kami tidak akan menoleransi segala bentuk penyimpangan ataupun tindakan oknum petugas yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur,” tegas Huzaifah.
Menurutnya, identitas pelapor maupun warga binaan yang disebut dalam unggahan tidak disertai data dan bukti yang valid, sehingga belum dapat dikonfirmasi maupun dipertanggungjawabkan.
Lapas juga menegaskan bahwa, seluruh pelayanan yang berkaitan dengan hak warga binaan, seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), hingga pemberian remisi diberikan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa dipungut biaya.
Selain itu, pihak lapas memastikan fasilitas seperti penempatan kamar hunian, layanan air bersih, hingga komunikasi melalui video call merupakan bagian dari pelayanan pemasyarakatan dan tidak dikenakan biaya tambahan.
Sebagai bentuk keterbukaan, Lapas Kelas IIA Bontang mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau keluhan, agar menyampaikannya melalui saluran pengaduan resmi sehingga setiap laporan dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti secara objektif.
Pihak lapas berharap, masyarakat mengedepankan penyampaian informasi yang disertai data dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, sembari menegaskan komitmennya untuk menjaga pelayanan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas. Hingga saat ini, pemeriksaan internal masih berlangsung untuk menelusuri seluruh informasi yang beredar di masyarakat.
BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang kembali mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika, di wilayah Kota Bontang. Seorang pria berinisial SRK (40), berhasil diamankan polisi setelah diduga kedapatan memiliki dan menguasai narkotika jenis sabu.
Penangkapan dilakukan tepatnya Jumat (10/7/2026), sekitar pukul 09.30 Wita, di Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.
Dari tangan tersangka, petugas kepolisian telah menyita dua bungkus plastik bening berisi kristal putih yang diduga sabu, dengan berat bruto 10,22 gram. Selain itu, polisi juga mengamankan satu lembar tisu, satu jaket hitam yang digunakan tersangka untuk menyimpan barang bukti, serta satu unit telepon genggam merek Vivo berwarna biru.
“Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat, yang menyebutkan adanya aktivitas peredaran sabu yang kerap terjadi di kawasan Jalan Awang Long,” ucap Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP larto, Rabu (15/7/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Satresnarkoba Polres Bontang langsung melakukan penyelidikan, hingga akhirnya menemukan seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan sedang berdiri di pinggir jalan.
Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, petugas menemukan dua paket kristal putih yang dibungkus tisu dan disimpan di dalam saku jaket, yang dikenakan tersangka. Polisi juga mengamankan telepon genggam, yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersangka.
“SRK mengakui bahwa seluruh barang bukti tersebut merupakan miliknya. Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Bontang, guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” tambahnya.
Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto ketentuan dalam KUHP dan peraturan penyesuaian pidana yang berlaku.
Barang bukti yang berhasil pihak kepolisian amankan milik pelaku. (AI).
BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang berhasil mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu, dimana seorang pria berinisial LC (42) diamankan setelah diduga memiliki, menguasai, menyimpan, dan mengedarkan sabu dengan barang bukti seberat 9,90 gram.
Kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi dari masyarakat, mengenai adanya dugaan aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, anggota Satresnarkoba Polres Bontang melakukan penyelidikan, hingga mendapati seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi KT 3821 QG.
Penangkapan pelaku dilakukan Sabtu (11/7/2026), sekitar pukul 01.00 Wita, di Jalan Jenderal Achmad Yani.
“Saat diberhentikan petugas, pelaku diduga sempat membuang bungkusan itu ke tanah. Setelah diperiksa, bungkusan tersebut berisi dua poket plastik bening berisi sabu yang dibungkus tisu, dan disimpan di dalam kemasan susu merek Ultra Milk,” ucap Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP larto.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap tersangka, dan menemukan satu unit telepon genggam merek Infinix berwarna biru yang disimpan di bawah jok sepeda motornya.
Pengembangan pun dilakukan dengan menggeledah rumah tersangka. Dari lokasi tersebut, petugas kembali mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
“Kami ada menyita satu timbangan digital, satu bundel plastik klip bening, satu pipet plastik berujung runcing, satu korek gas, satu alat hisap (bong), serta kemasan plastik klip ukuran sedang,” jelasnya.
Dalam pemeriksaan awal, LC mengakui bahwa seluruh barang bukti tersebut merupakan miliknya. Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Bontang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto ketentuan dalam KUHP dan peraturan penyesuaian pidana yang berlaku.
“Saat ini kami juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan tersangka dalam jaringan, peredaran narkotika yang lebih luas,” pungkasnya.
BONTANG – Rumah Kreasi Milenial (RKM) disiapkan sebagai wadah bagi pemuda menyalurkan bakat agar terhindar dari narkoba, miras, dan tindakan kriminal.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengatakan pemuda saat ini menghadapi tantangan berbeda dari generasi sebelumnya. Karena itu pembinaan harus dimulai sejak dini agar mereka memiliki keterampilan dan kemandirian setelah lulus pendidikan.
“Pemuda ini cikal bakal penerus kita. Maka mereka harus diberikan edukasi, agar ketika selesai menempuh pendidikan bisa menjadi pribadi yang mandiri,” ujar Rustam, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, energi pemuda perlu diarahkan ke kegiatan produktif. Melalui RKM, anak muda di Bontang bisa mengembangkan minat di bidang seni musik, tarik suara, hingga usaha kreatif lainnya.
“Yang hobi nyanyi silakan menyalurkan bakatnya, yang suka musik juga begitu. Semua bisa berkreasi di sana sesuai minat dan kemampuannya,” katanya.
Rustam berharap keberadaan RKM tidak hanya melahirkan entrepreneur kreatif dan inovatif, tetapi juga membuat pemuda lebih fokus mengembangkan potensi diri sehingga menjauh dari perilaku negatif.
“Kalau pemuda memiliki ruang untuk berkarya dan dibina dengan baik, mereka akan menjadi generasi yang berkontribusi bagi kemajuan Kota Bontang,” pungkasnya. (Sya/adv)
BONTANG – Seorang putra daerah Kota Bontang berhasil menembus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026.
Keberhasilan itu mendapat apresiasi dari Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam. Ia menyebut lolosnya peserta tersebut sebagai cerminan kerja keras dan mental kuat generasi muda Bontang.
“Untuk jadi Paskibraka tingkat kota saja prosesnya sudah luar biasa ketat. Apalagi sampai ke nasional. Ini bukti kualitas dan disiplin anak-anak kita,” ujar Rustam, Rabu (15/7/2026).
Rustam juga menyampaikan selamat kepada peserta dan orang tua yang telah mendukung selama proses seleksi. Menurutnya, prestasi ini tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga seluruh masyarakat Bontang.
Ia berharap capaian tersebut bisa menjadi motivasi bagi pemuda lain di Bontang untuk berani bersaing di level yang lebih tinggi.
“Jaga fisik dan kesehatan selama pelatihan. Bawa nama baik Bontang dan berikan yang terbaik di tingkat nasional,” pesannya.
Keikutsertaan putra Bontang di Paskibraka nasional tahun ini diharapkan dapat menginspirasi pembinaan kepemudaan yang lebih intensif di daerah. (Sya/adv)
BONTANG – DPRD Bontang mendukung rencana Pemkot Bontang menjadikan Pulau Segajah sebagai destinasi wisata baru. Dukungan itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, dengan syarat pengembangannya memakai konsep yang matang dan adaptif.
Rustam menilai tantangan utama Pulau Segajah adalah kondisi geografisnya yang dipengaruhi pasang surut. Saat air surut pulau muncul ke permukaan, sementara saat pasang sebagian besar area tertutup air laut.
“Memang cukup sulit membangun di lokasi Pulau Segajah karena karakteristiknya yang dipengaruhi pasang surut,” ujar Rustam, Rabu (15/7/2026).
Untuk mengatasi hal itu, ia menyarankan dua opsi kajian, yaitu fasilitas terapung dan bangunan permanen yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Menurutnya, konsep yang tepat akan membuat pengunjung nyaman dan wisata bisa berjalan berkelanjutan.
DPRD juga menekankan aspek ekonomi. Pengembangan Pulau Segajah dinilai berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah jika dirancang dengan baik.
“Yang terpenting adalah bagaimana konsepnya benar-benar matang. Mau menggunakan konsep terapung atau permanen, yang jelas harus mampu mendukung sektor pariwisata dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD Kota Bontang,” pungkas Rustam. (Sya/adv)