Beranda blog Halaman 906

TP PKK Kota Bontang Ikuti Sosialisasi Teknologi Wolbachia

0
TP PKK Kota Bontang Ikuti Sosialisasi Teknologi Wolbachia
Kegiatan sosialisasi teknologi wolbachia di BPU Kecamatan Bontang Selatan. (ist)

BONTANG – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kota Bontang, mengikuti sosialisasi implementasi wolbachia, Rabu (17/05/2023) di BPU Kecamatan Bontang Selatan.

Camat Bontang Selatan membuka acara Sosialisasi Implementasi Wolbachia sebagai pilot project penanggulangan penyakit DBD.

Koordinator Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan Kota Bontang, Nur Ilham menjelaskan, Wolbachia merupakan semacam inovasi baru yang akan diterapkan dalam rangka pengendalian DBD di Kota Bontang.

Diketahui sebelumnya, Epidemiolog Kesehatan Puskesmas Bontang Selatan 1 mengatakan, wilayah Bontang Selatan khususnya Kelurahan Tanjung Laut Indah memiliki tingkat DBD tertinggi di Kota Bontang.

Oleh sebab itu, kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Bontang bersama Kecamatan Bontang Selatan turut mengundang Nur Ilham, sebagai narasumber dari Tim Dinkes Kota Bontang dan dihadiri oleh Lurah se Kecamatan Bontang Selatan, Polsek Bontang Selatan, Perwakilan Puskesmas Bontang Selatan, Anggota TP.PKK dan peserta lainnya.

Lebih lanjut dijelaskan, bakteri wolbachia ini akan dimasukkan ke dalam nyamuk aedes aegypti, yang nantinya wolbachia ini bisa menghambat perkembangan virus dengue. Perlu diketahui bahwa teknologi nyamuk wolbachia ini aman, karena teknologi ini menggunakan bakteri alamiah tanpa ada rekayasa genetik.

“Wolbachia merupakan bakteri yang hidup secara alami di serangga, termasuk nyamuk aedes aegypti,” jelasnya

Wolbachia ini akan rilis pada Bulan Agustus, setelah telur nyamuk dari kemenkes diterima oleh Dinkes Bontang dengan sasaran 6 kelurahan. Selanjutnya dilakukan pada bulan Desember dengan sasaran 9 kelurahan dengan melibatkan TP PKK Bontang. (adv/sya)

Baliho Coming Soon Terpasang, Perkiraan 6 Bulan Lagi Cinema XXI Beroperasi di BCM

0
Baliho Coming Soon Terpasang, Perkiraan 6 Bulan Lagi Cinema XXI Beroperasi di BCM
Baliho coming soon sudah dipasang di lantai 3 BCM. (ist)

BONTANG – Cinema XXI segera hadir di Bontang Citimall (BCM) Tanjung Laut. Ditargetkan paling lama enam bulan ke depan, bioskop terkenal itu sudah bisa beroperasi.

Cinema XXI rencananya menempati lantai 3. Baliho coming soon juga sudah dipasang di lantai 3 menutupi rencana pembangunan gedung bioskop tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPTSP) Bontang Asdar Ibrahim mengaku, sudah mendapatkan informasi dari manajeman BCM, rencana beroperasinya Cinema XXI.

“Menurut mereka (manajeman, Red.) Seminggu ini sudah dipersiapkan pembangunannya dan rencananya paling lama 6 bulan sudah beroperasi. Harapan mereka bisa lebih cepat, atau bulan Oktober 2023. Harapannya bagi pecinta film yang ingin menonton di Cinema XXI tak perlu lagi ke Samarinda atau Balikpapan,” beber Asdar, Rabu (17/5) kepada Media Kaltim.

Soal izin, Asdar mengatakan, untuk izin bangunan, masih satu bagian bangunan BCM. “Jadi sudah nggak perlu lagi izin untuk bangunannya. Tapi untuk izin usaha hiburan, maka ini yang harus mereka segera lengkapi. Dan menurut mereka, sedang dilengkapi sambil menyiapkan semuanya,” tegasnya.

Kehadiran Cinema XXI akan melengkapi sejumlah tenan yang di BCM yang belum genap satu tahun beroperasi ini.  Saat ini sudah hadir Matahari Store, Chatime, Fore Coffe, Gramedia, Ace Hardware, Foodcity,  Happy Time, Erafone, Ichiban Shusi, Royal Surf, The Body Shop, Bata, Optik Seis, dan lainnya. (RB)

Bawa Narkoba Dini Hari, 2 Pelaku Ditangkap Polisi di Hotel Borneo

0
Bawa Narkoba Dini Hari, 2 Pelaku Ditangkap Polisi di Hotel Borneo
Pelaku dan barang bukti diamankan pihak kepolisian. (ist)

BONTANG – Satuan Reserse Narkoba (Resnarkoba) Polres Bontang berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Kasat Resnarkoba Polres Bontang melalui Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastya, mengungkapkan bahwa peristiwa ini terjadi di Hotel Borneo di Jalan Sultan Hasanuddin, Berbas Tengah, Bontang Selatan.

Kejadian ini berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat terkait adanya peredaran gelap narkotika di Hotel Borneo. Setelah melakukan penyelidikan, pada Kamis (18/5), sekitar pukul 02.15 WITA dini hari, petugas melakukan pengintaian di lokasi.

“Selama pengintaian, petugas melihat seorang yang mencurigakan di area parkir Hotel Borneo. Orang tersebut adalah berinisial U Bin SU, warga asal Berbas Tengah. Kemudian dilakukan penggeledahan badan,” bebernya.

Hasilnya, ditemukan 1 bungkus plastik kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu di genggaman tangan kirinya. U Bin SU mengakui bahwa ia baru saja membeli sabu seharga Rp. 300 ribu dari tersangka MD Bin T di kamar hotel.

Sekitar pukul 02.30 WITA, petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka MD Bin T, pria asal Tanjung Laut di kamar 106. Saat dilakukan penggeledahan di luar jendela kamar, ditemukan 1 bungkus plastik klip yang berisi sabu, 1 buah sedotan plastik, 1 buah bong atau alat hisap dekat tempat tidur, serta uang sebesar Rp. 300 ribu hasil penjualan sabu ditemukan di dekat lemari pakaian. Barang bukti tersebut diakui sebagai milik tersangka.

Dari peristiwa ini, polisi berhasil menyita barang bukti 1 bungkus plastik klip yang diduga berisi narkotika jenis sabu seberat 0,43 gram, serta 1 unit ponsel merek Vivo warna biru.

Sementara itu, dari tersangka MD Bin T, disita 1 bungkus plastik klip yang diduga sabu seberat 0,90 gram, uang pembelian sabu Rp 300 ribu, 1 unit ponsel merek Vivo warna biru, 1 buah bong/alat hisap sabu, 1 bungkus plastik klip tambahan, dan 1 buah sedotan plastik dengan ujungnya yang runcing.

Tersangka U Bin SU dan MD Bin T dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (RB)

Undang 2 Penulis Kaya Karya, Beri Tips Pelajar Menulis Fiksi

0
Undang 2 Penulis Kaya Karya, Beri Tips Pelajar Menulis Fiksi
Pemateri kedua, Muthi Masfuah saat mengajarkan peserta tips menulis. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang kembali mengadakan pelatihan di bidang ekonomi kreatif (ekraf) bagi muda-mudi Kota Bontang. Lokakarya kepenulisan bertajuk ‘“Generasi Z mengubah dunia dengan menulis” ini diadakan selama 2 hari, Selasa dan Rabu (16-17/5/2023) di Graha Pemuda, Kantor Dispopar Bontang.

Kadispopar, Ahmad Aznem melalui M Deddy Arianto, Staf Jabatan Fungsional Adiyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispopar Bontang menjelaskan, lokakarya kepenulisan ini masuk dalam kategori pelatihan subsektor penerbitan.

Dimana dalam lokakarya tersebut, para peserta yang mayoritasnya merupakan pelajar SMP dan SMA itu mendapatkan tips bagaimana sukses menulis fiksi, agar dapat menembus pasar nasional dan pasar internasional, namun tetap mengangkat kearifan lokal Kota Bontang.

“Kami coba untuk mengembangkan sub sektor ekraf dan berbagai subsektor unggulan lainnya. Sebelumnya sudah dilaksanakan pelatihan di bidang musik, fashion, sekarang penerbitan,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya ingin agar anak muda Bontang tidak hanya berorientasi pada ekonomi yang sifatnya mineral, batubara, dan migas, lantaran SDA yang terus menurun. Pihaknya ingin mengarahkan anak muda agar dapat berpikir kreatif dengan cara mengembangkan ekraf, salahsatunya subsektor penerbitan.

“Fokus di bidang subsektor ekraf juga bisa berhasil. Sudah banyak buktinya,” imbuhnya.

Di lokakarya kali ini, Dispopar Bontang mengundang 2 narasumber yang merupakan penulis aktif di Kota Taman, serta memiliki banyak karya. Ditambah lagi, keduanya aktif memberikan edukasi semacam ini.

“2 narasumber itu adalah Bu Muthi Masfuah dan Bu Sriningsih Hutomo,” bebernya. (adv/al)

Berikut ragam materi yang disampaikan selama 2 hari di lokakarya kepenulisan:

Pemateri: Sriningsih Hutomo

Materi:

Trik dan tips menulis fiksi remaja

Praktik menulis di platform digital

Publishing tulisan di platform digital

Pemateri: Muthi Masfuah

Materi:

Menulis untuk pemula

Menulis, objek kearifan lokal

Praktik menulis on paper.

Terkendala Regulasi, Pemkot Belum Fokus Wisata Bahari

0
Terkendala Regulasi, Pemkot Belum Fokus Wisata Bahari
Pulau Beras Basah, salahsatu objek wisata bahari yang pengelolaannya masih di provinsi. (ist)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang sudah berupaya mengurus peralihan status pengelolaan Pulau Beras Basah ke Provinsi Kaltim. Namun sampai saat ini belum mendapatkan jawaban.

Hal itu diungkapkan Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem saat menjadi narasumber di program Dialog Publika TVRI Kaltim bertajuk ‘Opimalkan Potensi Wisata Bontang’ beberapa waktu lalu.

Dalam program tersebut, Aznem menyebutkan, kendala status tersebut yang membuat Bontang belum bisa memfokuskan pada wisata bahari. Lantaran pengelolaan wilayah laut masih ada di provinsi.

Apabila Dispopar sudah mendapatkan jawaban dari provinsi terkait status tersebut, maka Dispopar berani mengelola objek-objek wisata di sekitar perairan Bontang, seperti Pulau Beras Basah, Pulau Segajah, dan lain sebagainya.

“Wali kota bilang sepanjang belum ada surat dari provinsi kita belum bisa fokuskan ke laut,” bebernya.

Karenanya saat ini Bontang masih memfokuskan pada penyelenggaraan event sebagai bagian dari pariwisata. Sembari perlahan-lahan memperbaiki regulasi pada objek wisata laut.

“Memang kendalanya regulasi sehingga kita tidak berani terlalu mempromosikan wisata bahari,” bebernya.

Pernyataan Aznem tersebut dibenarkan Sekda Bontang, Aji Erlinawaty yang juga menjadi narasumber di program tersebut. Dikatakannya, memang secara lisan sudah diijinkan terkait status pengelolaan Beras Basah. Namun karena belum ada pernyataan secara resmi yang tertuang di atas kertas, maka Pemkot Bontang belum berani mengelola Beras Basah.

“Tantangan itu selalu ada. Saya yakin dengan banyakanya dukungan kami mampu menghadapi tantangan-tantangan itu. Semoga Bontang berhasil mewujudkan tujuannya membangun kota wisata.” harapnya. (adv/al)

Sukseskan Pariwisata Bontang, Dispopar Libatkan Content Creator

0
Sukseskan Pariwisata Bontang, Dispopar Libatkan Content Creator
Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem (paling kiri) saat menghadiri seminar content creator di event BISA Fest. (Yusva Alam)

BONTANG – Guna mendukung kesuksesan program pariwisata di Kota Bontang, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang melibatkan semua pihak, salahsatunya anak-anak muda mlilenial.

Hal itu diungkapkan Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem saat menjadi narasumber di Program Dialog Publika TVRI Kaltim bertajuk ‘Optimalkan potensi wisata Bontang’ beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Aznem, Bahwa Dispopar rutin membangun sinergitas dengan semua pihak untuk mempercepat keberhasilan program pariwisata Bontang. Utamanya, Dispopar melibatkan anak-anak muda yang bergerak di bidang Ekonomi kreatif (ekraf) seperti para conten creator baik youtuber, selebgram, tiktokers, dan lain sebagainya.

Pihaknya berharap, agar para content creator itu bisa ‘menjual’ Bontang dalam hal-hal yang positif. Mempromosikan potensi-potensi wisata di media sosial agar masyarakat luar Bontang tertarik untuk datang.

“Para content creator ini corongnya Bontang. Setidaknya di setiap konten mereka ada sedikit wisata Bontang yang bisa diselipkan,” katanya.

Selain dengan content creator, Dispopar juga kerap bekerjasama dengan Komunitas Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Bontang. Masata selalu membantu program-program atau event yang diadakan Pemkot Bontang.

Ketua DPC Masata Bontang, Eko Satrya yang juga narasumber dalam program tersebut membenarkan pernyataan Aznem. Dikatakannya, Masata Bontang selalu pendampingan, penguatan, dan promosi ke program pemkot.

Pihaknya ingin percepatan-percepatan program wisata agar segera terwujud.

“Masata ingin gerak cepat, gerecep. Masata selalu koordinasi dengan pemkot. Masata punya ide langsung disampaikan. Walaupun jam 2 malam kami sampaikan idenya. Karena ide datangnya kapanpun,” bebernya. (adv/al)

Bontang Berpotensi Jadi Kota Event

0
Bontang Berpotensi Jadi Kota Event
Penyelenggaraan event dalam rangka HUT Damkar di Bontang beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Ke Depannya Bontang memiliki potensi menjadi kota event. Lantaran melihat dari karakteristik masyarakat Bontang yang terdiri dari beragam suku.

Hal itu diungkapkan Ketua DPC Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Bontang, Eko Satrya saat menjadi narasumber di program Dialog Publika TVRI Kaltim bertajuk ‘Optimalkan Potensi Wisata Bontang’ beberapa waktu lalu.

Dikatakan Eko, event juga termasuk dalam salahsatu jenis wisata, karena penyelenggaraan event mampu mendatangkan orang. Yang mampu mendatangkan orang bisa disebut juga dengan wisata.

Karenanya Pemkot Bontang saat ini gencar menggelar event. Salahsatunya dengan program 77 event.

Alasan yang mendasarinya bahwa Bontang cocok menjadi kota event karena, saat ini masyarakat Bontang terdiri dari beragam suku adat istiadat. Dengan banyaknya suku maka potensi budaya untuk ditampilkan di setiap event sangat beragam.

Ditambah lagi potensi wisata pesisir dan wisata bahari di Bontang, yang dapat menjadi daya tarik orang-orang di luar Bontang untuk datang berkunjung.

“Orang luar selain tertarik dengan event yang diadakan juga tertarik dengan spot-spot wisata pesisir atau bahari di Bontang,” ujarnya.

Namun begitu katanya, masih banyak yang perlu dibenahi untuk mensukseskan cita-cita sebagai kota event ini. Menurutnya, di Bontang masih banyak fasilitas yang belum memadai, membutuhkan banyak minimal hotel bintang 3, dan butuh gedung-gedung representatif untuk penyelenggaraan acara.

“Tapi kami tidak pesimis karena masih banyak home stay di Bontang. masih bisa maksimalkan rumah-rumah penduduk untuk menjadi home stay ketika hotel-hotel sudah tidak mampu menampung pengunjung yang datang,” bebernya.

Hal itu pun dibenarkan Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem yang juga menjadi narasumber. Saat ini memang Bontang tengah fokus pada program penyelenggaraan event dengan mengadakan 77 event.

Kenapa fokus ke event? Lantaran wisata bahari masih terkendala regulasi. Pengelolaannya masih ada di provinsi. Namun saat ini Dispopar tengah berjuang agar pengelolaan wisata-wisata di laut bisa dikelola Bontang.

“Sembari kita fokus pada wisata event, perlahan-lahan kami juga siapkan wisata bahari,” katanya.

“Kolaborasi semua perwakilan suku di Bontang luar biasa saat penyelenggaraan sebuah event di Bontang. Akhir tahun kemarin kita adakan festival harmoni budaya,” pungkasnya. (adv/al)

Hadirkan Produk Berkualitas, Dua UMKM Binaan Pupuk Kaltim Meriahkan SME’s Hub ASEAN Summit 2023

0

LABUAN BAJO – Dua mitra binaan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yakni Batik Kuntul Perak dan Batik Beras Basah, meriahkan pameran produk UMKM pada agenda SME’s HUB ASEAN Summit 2023 dalam rangka KTT ASEAN Ke-42, yang berlangsung di Waterfront City Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 09-13 Mei 2023.

Keduanya tergabung dalam Rumah BUMN bersama binaan Pupuk Indonesia Grup, yang menampilkan beragam produk kategori Craft, Fashion and Beauty, serta Food and Beverage. Side event KTT ASEAN Ke-42 ini mencakup showcase UMKM lokal, pertunjukan musik, pagelaran seni dan lainnya guna mendorong pasar UMKM Go Internasional.

VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi, mengatakan Batik Kuntul Perak dan Batik Beras Basah merupakan batik lokal khas Bontang yang telah mendapatkan Sertifikat Produk Pengguna Tanda (SPPT) SNI dari Badan Standarisasi Nasional (BSN), dengan kualitas yang telah diakui secara Nasional.

Ragam batik kualitas premium hasil karya dua pengrajin lokal ini merupakan salah satu produk unggulan di Bontang dan Kaltim, yang sejauh ini mampu mandiri pasca kesinambungan pembinaan Pupuk Kaltim. Mulai dari penyiapan sumberdaya manusia, manajemen pemasaran dan promosi hingga berbagai bentuk pendampingan lainnya.

“Melihat kualitas produk yang dihasilkan, Batik Kuntul Perak dan Batik Beras Basah berhasil lolos kurasi Kementerian BUMN, sebagai salah satu produk unggulan hasil karya Indonesia pada KTT Asean Ke-42 di Labuan Bajo,” ujar Sugeng, Senin (15/5/2023).

Selama kegiatan, Batik Beras Basah menghadirkan ragam motif batik tulis katun primisima dan batik tulis sutra, baik berupa produk jadi seperti pakaian maupun kain. Sementara Batik Kuntul Perak, menghadirkan jenis batik tulis sutra, batik tulis silk, batik tulis katun primisima, cap lukis silk, hingga batik tulis sutra katun.

Kedua produk batik ini tak hanya eksis di tataran lokal, tapi juga mampu menembus pasar nasional serta mampu bersaing dengan kerajinan serupa dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ini membuktikan jika produk lokal mampu bersaing dan menembus pasar dengan peluang yang lebih luas. Hal ini pun didukung penuh Pupuk Kaltim, yang secara berkala memfasilitasi UMKM binaan pada berbagai event berskala nasional maupun internasional,” lanjut Sugeng.

Dirinya menyebut hal ini merupakan salah satu sasaran pembinaan Pupuk Kaltim bagi UMKM lokal agar lebih berdaya saing, sehingga mampu menjangkau peluang pasar secara signifikan guna mendukung peningkatan perekonomian nasional.

Seluruh UMKM binaan terus didorong menghasilkan karya berkualitas, agar mampu bersaing dengan produk sejenis dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan hingga penciptaan lapangan usaha mandiri melalui pendampingan berkelanjutan.

“Hal ini wujud implementasi amanat Kementerian BUMN terkait TJSL perusahaan yang berfokus pada tiga program prioritas. Diantaranya pendidikan, lingkungan dan pengembangan UMKM di berbagai bidang,” terang Sugeng.

Dirinya menyebut Pupuk Kaltim akan terus fokus pada tiga program tersebut, sehingga pengembangan UMKM lokal yang berdaya saing semakin tercapai, diiringi peningkatan sumberdaya manusia serta kualitas lingkungan yang lebih optimal.

“Pupuk Kaltim akan terus memaksimalkan program dalam mendorong kemandirian masyarakat sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi secara berkesinambungan, sehingga implementasi TJSL perusahaan makin berdampak luas di masyarakat,” tambah Sugeng.

Menteri BUMN Erick Thohir, menyampaikan UMKM merupakan ujung tombak pondasi ekonomi nasional, yang terus didorong mampu mandiri dan berdaya saing melalui pembinaan. Hal ini menjadi salah satu fokus Kementerian BUMN, melalui sinergi antar Kementerian dan Pemerintah Daerah untuk pembiayaan, pembinaan dan pasar.

Menurut Erick, SME’s Hub merupakan bukti bahwa BUMN siap untuk mendorong UMKM Go Global dengan pendampingan dan pembiayaan, termasuk melalui pembinaan dari Rumah BUMN. Terlebih UMKM yang terlibat di SME’s Hub kali ini tidak kalah saing dari produk komersial lainnya.

“Pembiayaan saja tidak cukup tanpa pendampingan. Dan SME’s HUB ini menjadi bukti pendampingan kita mampu mendorong UMKM lebih berdaya saing,” ucap Erick.

Melihat tingginya antusiasme pengunjung, Erick Thohir optimis SME’s Hub dapat membantu UMKM untuk meningkatkan daya saing sekaligus membuka akses pasar global, sehingga bisa mendorong UMKM tanah air mendunia.

“Lalu tugas kita selanjutnya adalah menyiapkan marketnya. Salah satu dukungan kesiapan market ini adalah hadirnya PaDi UMKM, yang berfungsi sebagai marketplace juga e-katalog,” pungkas Erick. (adv)

Iptu Hari Supranoto Jadi KasatReskrim Baru, Iptu Bonar Promosi Kapolsek Muara Kaman

0
Iptu Hari Supranoto Jadi KasatReskrim Baru, Iptu Bonar Promosi Kapolsek Muara Kaman
Serah Terima jabatan Kasat Reskrim Polres Bontang (ist)

BONTANG – Upacara Serah Terima Jabatan Kasat Reskrim Polres Bontang dilaksanakan Selasa (16/4/23) bertempat di Rupatama Sanika Satyawada Polres Bontang.

Pejabat lama Inspektur Polisi Satu (Iptu) Yohanes Bonar Adiguna Hutapea mendapat promosi jabatan baru menjadi Kapolsek Muara Jawa, Kutai Kartanegara.

Sementara itu, pejabat baru Kasat Reskrim diisi oleh Inspektur Polisi Satu Hari Supranoto yang sebelumnya bertugas sebagai Kapolsek Muara Kaman, Kukar.

“Rotasi jabatan ini merupakan hal yang lumrah dalan instansi kepolisian,” Jelasnya.

Kegiatan Upacara Serah Terima Jabatan Kasat Reskrim Polres Bontang tersebut dipimpin oleh Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya. Ia juga memberikan selamat atas jabatan barunya tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk pejabat yang baru, Iptu Hari Supranoto diharapkan bisa menyesuaikan dengan posisinya. Bersiap dengan tugas-tugas yang harus dijalankan kedepannya.

Keputusan ini sudah ada dalam Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur dengan Nomor : KEP / 375  / V / 2023 tanggal 09 Mei 2023 Tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Perwira Polri dalam Jabatan di Lingkungan Polda Kaltim

Selain itu ia mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama, atas kinerjanya serta loyalitas selama menjabat sebagai kasat, dalam hal menjaga situasi  Kamtibmas di Kota Bontang. Dan selamat telah mendapatkan promosi jabatan menjadi Kapolsek, hal itu diraih berkat dedikasi yang tinggi terhadap kedinasan sehingga mendapatkan promosi jabatan.

“Jangan pernah terlena dan tingkat terus mutu pelayanan kita kepada masyarakat yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai anggota Polri” tutupnya. (sya)

Persiapkan Jadi Kota Penyanggah IKN, Bontang Bakal Seperti Bogor

0
Persiapkan Jadi Kota Penyanggah IKN, Bontang Bakal Seperti Bogor
Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem. (ist)

BONTANG – Bontang tengah mempersiapkan diri sebagai kota penyanggah Ibukota Negara (IKN). Salahatu yang difokuskan adalah pariwisata. Hal itu diungkapkan Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem saat menjadi narasumber di program Dialog Publika TVRI Kaltim bertajuk ‘Optimalkan Potensi Wisata Bontang’ beberapa waktu lalu.

Dikatakan Aznem, Bontang nantinya diharapkan menjadi seperti Bogor, yang saat ini menjadi kota penyanggah Ibukota Jakarta. Bogor sebagai kota wisata menjadi rujukan warga Jakarta untuk melepas penat.

“Sekarang kan kalau orang Jakarta penat pergi ke Bogor. Nantinya Bontang juga begitu. Saat warga di IKN penat ya wisatanya ke Bontang,” ujarnya.

Karenanya pariwisata menjadi salahsatu yang difokuskan dalam program-program wali kota saat ini. Ada event 77, dimana setiap OPD dibebankan 1 event. Setiap event bisa menjadi satu destinasi wisata.

“Contohnya event ulangtahun damkar kemarin. Jika event ini diekspos media maka banyak peserta yang datang ke Bontang,” bebernya.

Tidak hanya OPD, bahkan pembicaraan terkait pariwisata ini menurut Aznem harus sampai pada tingkat RT. Sehingga seluruh warga Bontang bisa bahu membahu mewujudkan keberhasilan program tersebut.

Hal itu dibenarkan Sekda Bontang, Aji Erlinawaty yang juga menjadi narasumber saat itu. Bahwa Bontang saat ini tengah mempersiapkan diri sebagai kota penunjang IKN. Persiapan itu harus dilakukan sedini mungkin. Salahsatu yang dipersiapkan adalah pariwisata.

Dirinya juga mencontohkan event Hut Damkar yang telah terselenggara beberapa waktu lalu. Event kemarin baru setingkat Kaltim.

Tahun depan direncanakan akan mengadakan tingkat nasional. Lantaran Bontang dipercaya menjadi penyelenggara HUT Damkar tingkat nasional.

“Bayangkan berapa banyak petugas damkar se-Indonesia jika datang ke Bontang. Hal ini tentunya akan menggairahkan para pelaku UMKM dan pelaku-pelaku ekonomi yang lain di Bontang,” serunya. (adv/al)