NUSANTARA – Kabar duka menyelimuti Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara OIKN, Troy Harold Yohanes Pantouw, meninggal dunia pada Sabtu (25/7/2026) dalam usia 58 tahun. Kepolisian masih melakukan rangkaian pemeriksaan untuk memastikan penyebab meninggalnya, sementara jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan guna menjalani visum.
Kabar wafatnya Troy dikonfirmasi melalui akun Instagram resmi otorita_ikn dan ikn_id sekitar pukul 16.50 Wita.

“Semoga diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” tulis OIKN dalam unggahannya.
Almarhum meninggalkan seorang istri, D. Shinta Manurung, serta dua putra, Romeo Matthew Alexandro Pantouw dan Roger Mark Sebastiano Pantouw.
Di kalangan media, Troy dikenal sebagai sosok yang komunikatif dan terbuka. Sebelum bergabung dengan OIKN, ia pernah memimpin bidang hubungan masyarakat di sejumlah perusahaan besar. Bahkan ketika perusahaan yang dipimpinnya menghadapi berbagai persoalan, Troy tetap memilih memberikan penjelasan kepada media secara terbuka sehingga memiliki hubungan yang dekat dengan para jurnalis.

Sejak diperkenalkan sebagai Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik pada 12 Februari 2025, Troy menjadi salah satu wajah utama OIKN dalam menyampaikan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara kepada masyarakat, media, akademisi, hingga investor.
Polisi Lakukan Pemeriksaan, Penyebab Kematian Masih Menunggu Hasil Visum
Kapolresta Kawasan IKN, Kombes Pol. Supriyanto, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 14.15 Wita dari salah seorang staf korban.
“Iya benar mas, kejadian itu tadi siang, sekitar jam 14.15 WITA. Kami menerima laporan dari salah satu staf beliau. Kemudian petugas mendatangi lokasi,” ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (25/7/2026).

Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk orang yang pertama kali menemukan korban.
Hingga Sabtu malam sekitar pukul 20.00 Wita, kamar nomor 102 Tower 6 Rusun ASN 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN yang ditempati Troy masih dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses pemeriksaan.
Jenazah Troy sebelumnya sempat dibawa ke RS Hermina Nusantara sebelum dirujuk ke RS Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan untuk menjalani visum.
“Jadi sekitar jam empat sore tadi, dibawa ke rumah sakit Hermina, kemudian kita rujuk ke rumah sakit Kanudjoso Balikpapan,” katanya.
Supriyanto menegaskan kepolisian belum menyimpulkan penyebab meninggalnya Troy karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
“Kalau hasilnya nanti meyakinkan tidak ada tanda-tanda kekerasan, kita kumpulkan pihak keluarga. Kalau murni tidak ada potensi tindak pidana, kita akan serahkan ke pihak keluarga,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun Media Kaltim menyebutkan Troy sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya sehari sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, polisi menegaskan informasi tersebut masih didalami dan belum dapat dikaitkan dengan penyebab kematiannya.
Pada Sabtu pagi, Troy disebut masih beraktivitas seperti biasa di lingkungan KIPP IKN. Menjelang siang, ia tidak lagi dapat dihubungi hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di kamar yang ditempatinya.
Kabar tersebut juga dibenarkan oleh salah seorang staf OIKN, Ryoga.
“Sore, benar,” tulis Ryoga melalui pesan WhatsApp.
Sekitar pukul 21.10 Wita, aktivitas di sekitar Rusun ASN 3 telah kembali normal. Personel kepolisian dan pegawai OIKN telah meninggalkan lokasi, namun garis polisi masih terpasang di depan kamar korban sebagai bagian dari proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.




