Beranda blog Halaman 633

Dukung Pertanian Berkelanjutan, Pupuk Kaltim Bantu Alat Semprot untuk Kelompok Tani Kutai Timur

0
Bantuan dari PT Pupuk Kaltim kepada petani Kutim. (ist)

KUTIM – Perkuat peran dalam mendukung sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) salurkan bantuan perangkat pertanian bagi Kelompok Tani Harapan Jaya, yang berlokasi di Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Bantuan berupa 23 unit mesin 3 in 1 sprayer, serta 3 unit mesin portable sprayer.

Dukungan perangkat ini disambut antusias para petani, mengingat mereka sebelumnya mengalami keterbatasan alat semprot, sehingga berimbas pada kendala pengendalian hama dan penyakit tanaman. Dari hal ini diharap komoditas hortikultura yang digarap anggota kelompok Harapan Jaya dapat semakin optimal dengan hasil yang lebih signifikan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pupuk Kaltim, karena alat semprot yang selama ini kami punya hanya satu. Dan Alhamdulillah dengan dukungan yang disalurkan, kami optimis lahan pertanian dan komoditas yang kami tanam dapat mencapai hasil lebih maksimal,” ucap Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya, Antoni, Rabu (23/4/2025).

Dirinya menyebut, kelompok tani dengan 23 anggota ini berdiri pada lahan garapan seluas 59 hektare (Ha) dengan komoditas hortikultura. Mengingat masih banyaknya kendala yang dihadapi para petani dalam tata kelola lahan dan tanaman, Antoni berharap kesinambungan perhatian Pupuk Kaltim, untuk memberikan pendampingan dan pembinaan bagi seluruh anggotanya.

Baik dari sisi penguatan kapasitas petani, maupun dukungan pupuk hingga implementasi teknologi pertanian pada lahan garapan. Dari hal tersebut, diharap sektor pertanian di Kalimantan Timur, khususnya Kutai Timur dapat kembali bergeliat dengan hasil signifikan.

“Ini harapan kami, agar pertumbuhan sektor pertanian di Kutai Timur ini dapat sejalan dengan tingkat kesejahteraan petani. Pendampingan dan pembinaan sangat kami harapkan untuk penguatan kapasitas para petani yang tergabung dalam kelompok tani,” katanya.

Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim Lendl Wibisana, mengungkapkan inisiatif ini bagian dari komitmen jangka panjang Pupuk Kaltim dalam mendorong peningkatan kapasitas petani lokal, khususnya dari sisi penyediaan sarana produksi yang memadai untuk mendukung produktivitas pertanian agar lebih optimal. Terlebih Kutai Timur merupakan wilayah pertanian yang terbilang cukup potensial di Kalimantan Timur, sehingga Pupuk Kaltim pun menaruh perhatian khusus selain dukungan serupa di Kota Bontang sebagai basis operasi perusahaan.

“Hal ini bagian dari strategi keberlanjutan Pupuk Kaltim dalam mendukung ketahanan pangan, agar para petani di tingkat lokal dapat memaksimalkan potensi lahan garapan sesuai komoditas unggulan yang dimiliki. Termasuk hasil yang nantinya bisa dicapai oleh para petani,” ujar Lendl.

Dirinya pun menjawab harapan anggota kelompok tani Harapan Jaya, dimana Pupuk Kaltim siap memberikan pendampingan dan pembinaan terkait tata kelola lahan hingga sistem pemupukan berimbang bagi para petani. Hal ini bagian kontribusi Perusahaan terhadap penguatan kapasitas pertanian, melalui ekosistem yang dibangun Pupuk Kaltim dalam mendorong optimalisasi hasil komoditas unggulan daerah sesuai karakteristik lahan yang dimiliki.

Selain wujud visi misi perusahaan, langkah ini pun selaras dengan arah pembangunan Pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian nasional, melalui pendekatan partisipatif antara pelaku usaha dan masyarakat. Dimana pemberdayaan mulai tingkat dasar menjadi salah sayyu prioritas Pupuk Kaltim dalam implementasi program TJSL, sesuai arah kebijakan dalam mewujudkan asas manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Bantuan alat ini bukan hanya tentang memberikan perangkat kerja, tapi juga membangun ekosistem pertanian yang tangguh melalui pembinaan berkelanjutan. Kami tidak ingin petani hanya diberi alat lalu dilepas, tapi kami akan dampingi agar petani benar-benar siap untuk meningkatkan hasil pertaniannya,” terang Lendl.

Lendl menegaskan, Pupuk Kaltim telah membangun peta jalan berkelanjutan dalam membangun ketahanan pangan mulai tataran daerah melalui berbagai program. Diantaranya program Demplot dan Agrosolution sebagai inisiatif langsung Perusahaan, serta program Makmur cetusan Pupuk Indonesia yang menjadi sinergi aktif antar BUMN dalam mendorong optimalisasi hasil pertanian untuk mencapai kesejahteraan petani di seluruh wilayah Indonesia.

“Maka dari itu, pembinaan bagi kelompok Harapan Jaya dapat menjadi realisasi lanjutan dari komitmen yang selama ini dibangun Pupuk Kaltim. Utamanya dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian, sekaligus kesejahteraan petani sesuai komoditas unggulan yang dikelola,” pungkas Lendl.(rls/adv)
 
Editor: Yusva Alam

BPBD Harapkan Kantor Baru Usai Rekomendasi DPRD Masuk LKPJ Wali Kota

0
Kantor BPBD Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Harapan akan pembangunan kantor baru kembali dikemukakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, menyusul masuknya rekomendasi pembangunan kantor tersebut dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2024 yang disampaikan oleh DPRD.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, mengungkapkan bahwa upaya memperjuangkan fasilitas kantor yang layak terus dilakukan dalam berbagai forum pembahasan. Ia menyebut, kantor baru menjadi satu dari dua rekomendasi DPRD yang berkaitan langsung dengan BPBD.

“Kami selalu sampaikan urgensi ini. Fasilitas yang ada sekarang sangat terbatas, dan tidak memadai untuk menunjang operasional kami,” ujar Usman, Kamis (24/4/2025).

Hingga kini BPBD masih menempati bangunan milik pemerintah daerah yang dipinjamkan di Jalan Ir Juanda, Tanjung Laut. Gedung tersebut juga digunakan oleh STITEK, sehingga ruang yang tersedia sangat terbatas.

“Kami kekurangan ruang untuk menyimpan peralatan penanggulangan bencana dan mobil operasional. Kantor ini sudah penuh sesak,” tambahnya.

Meski menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, Usman menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjalankan tugas dan tanggung jawab sebaik mungkin.

Sebagai informasi, DPRD Kota Bontang merumuskan total 24 rekomendasi dalam LKPJ tersebut, meliputi sektor pendidikan, infrastruktur, lingkungan, komunikasi, hingga statistik.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Satpol PP Rutin Gelar Penertiban, Arianto: 80 Persen Pengemis Bukan Warga Bontang

0
Satpol PP Rutin Gelar Penertiban, Arianto: 80 Persen Pengemis Bukan Warga Bontang
Satpol PP Bontang saat melakukan penertiban. (Ist).

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang, saat ini rutin menggelar patroli penertiban terkait menjamurnya pengemis di wilayah Bontang.

Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani, melalui Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undang Daerah (PPUD), Arianto menyampaikan, bahwa pengemis seperti badut kostum, manusia silver, maupun pengamen yang berada di sekitaran Bontang, saat terjaring razia dinyatakan 80 persen bukan warga Bontang.

Sesuai dengan laporan masyarakat dan identifikasi anggota di lapangan, untuk badut-badut kostum biasanya seringkali beroperasi di pintu keluar Bontang CitiMall (BCM), SPBU, maupun di tempat makan.

Bahkan, rata-rata mereka yang terjaring Satpol PP, saat diminta untuk memperlihatkan kartu identitasnya atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) – nya, mereka semua adalah pendatang dari berbagai kota dan daerah.

“Kita ikuti arahan Wali Kota Bontang, untuk zero kemiskinan ekstrem di Bontang, tetapi kenapa banyak badut, manusia silver yang masih berkeliaran, ternyata saat kami jaring, mereka bukan warga Bontang,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (25/4/2025).

Tidak hanya menjaring pengemis saja, adapun patroli yang akan rutin dilakukan seperti penertiban baliho dengan masa izinnya yang sudah habis, atau tak berizin. Serta penanganan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), atau Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).

“Untuk patroli, ada yang rutin ada juga yang lewat OTT. Kami tindaklanjuti berdasarkan dengan laporan masyarakat, baik dari pihak RT, via WhatsApp, dan kanal di 112,” jelasnya.

Adapun contoh, mengenai anak sekolah yang membolos di waktu jam belajar, Satpol PP Bontang akan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari masuknya laporan masyarakat.

“Personel pun kami gak menentu, untuk patroli rutin biasanya berjumlah 8 orang saja,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Karyawan Bobol Brankas Kantor Sendiri di BTN PKT, Uang Rp 50 Juta Raib

0
Pelaku pembobolan brankas EF telah diamankan Polres Bontang. (Ist).

BONTANG – Tim Rajawali Satreskrim Polres Bontang, berhasil mengungkap kasus pencurian brankas yang terjadi di sebuah kantor di kawasan BTN PKT, Kelurahan Belimbing, Bontang Barat, Kamis (24/4/2025), sekitar pukul 18.30 Wita.

Pelaku berinisial EF (39), salah satu karyawan di kantor tersebut. Pelaku merupakan salah satu warga di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.

Sebelumnya, kasus ini terungkap dari adanya laporan korban berinisial PS, yang dimana PS menerima informasi di Senin (14/4/2024), sekitar pukul 07.30 Wita.

Lemari penyimpanan sudah terbuka, dan brankas yang berisi dengan sejumlah uang serta barang penting hilang dalam sekejap. Setelah dilakukan pengecekan, korban menemukan isi brankas di gudang, dengan uang yang telah berkurang sekitar Rp 50 juta.

“Selain uang tunai, ada pun satu unit handphone yang sempat pelaku bawa,” ucap Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Hari Supranoto.

Tidak hanya itu, terduga EF juga membawa kunci brankas, pahat, serta mengalihkan sebagian uang ke rekening pribadinya di Bank BRI.

Ketika diamankan, saldo yang tersisa tinggal Rp 16,8 juta. Sehingga, barang bukti beserta dengan tersangka, kini telah diamankan di Mako Polres Bontang.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mencari sisa barang bukti lainnya, dan melengkapi berkas penyidikan. Setiap Tindak Pidana tentunya akan kita lakukan upaya upaya Kepolisian sesuai SOP dan Undang Undang,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Gagal Rampok di Hotel CB, Pelaku Kabur Tapi Berhasil Diamankan Polisi

0
Pelaku perampokan yang gagal beraksi di Hotel CB, berhasil diamankan polisi. (Ist).

BONTANG – Tim Rajawali Satreskrim Polres Bontang bersama Unit Reskrim Polsek Bontang Barat berhasil mengamankan pelaku percobaan perampokan di Hotel Cahaya Bone (CB), Jalan Letjend S Parman, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Jumat (25/4/2025), sekitar pukul 02.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Hari Supranoto menyampaikan, penangkapan pelaku merupakan tindak tindak lanjut dari adanya laporan masyarakat.

Dimana, Selasa (22/4/2025) lalu, tepat pukul 08.20 Wita. Salah satu karyawan hotel yang sedang bertugas didatangi seorang pria yang mengaku ingin memesan kamar.

Namun secara tiba-tiba, pria tersebut langsung mengancam dengan pisau. Sehingga karyawan tersebut dengan gesit melakukan perlawanan dan berteriak meminta pertolongan.

“Saat karyawan hendak meminta bantuan dari luar, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motornya,” ucapnya.

Sehingga, dari hasil penyelidikan menunjukkan bahwa motor yang digunakan pelaku dipinjam dari salah satu warga. Terlebih lagi, untuk identitas pelaku pun berhasil diungkap.

“Pelaku berinisial FZ, dengan usia 23 tahun, dia salah satu warga Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan,” paparnya.

Saat ini, pelaku beserta sajam yang dibawanya telah diamankan di Polres Bontang, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Polres Bontang berkomitmen, akan segera menindak lanjuti semua pengaduan maupun laporan masyarakat. Terlebih lagi, untuk masyarakat agar bisa lebih berhati-hati,” tutupnya

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Gelar Reses, Sumardi Prioritaskan Lampu Jalan di Loktuan

0
Gelar Reses, Sumardi Prioritaskan Lampu Jalan di Loktuan
Anggota DPRD Bontang, Sumardi saat melakukan reses di Loktuan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Sumardi menggelar kegiatan reses (jaringan aspirasi masyarakat) di Jalan Pinisi 6, RT.24, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (24/4/2025) malam.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan keluhan serta masukan secara langsung dari masyarakat, dimana masih ada kurangnya fasilitas umum yang kurang memadai.

“Banyak sekali masukan yang mendesak di wilayah Loktuan, mulai dari jalan rusak, pembebasan lahan kuburan di Lempake, penertiban pedagang yang berjualan di trotoar, serta dengan lampu penerang di setiap jalan dan gang,” ucap Sumardi.

Akan tetapi untuk di wilayah RT.45, Sumardi nantinya akan lebih memprioritaskan lampu jalan, dimana masih banyak sekali daerah atau tempat di titik jalan dan gang, yang belum tersentuh dengan adanya penerangan lampu.

“Kalau untuk di RT.45 sendiri, paling prioritas menurut saya adalah lampu jalan. Sebab, di daerah sini masih sangat minim untuk penerangan jalannya,” ungkapnya.

Sebelumnya untuk keluhan lampu, Sumardi telah mendengar sejak lama. Terlebih lagi, penerangan di setiap sudut sangat diperlukan untuk mengantisipasi adanya kumpulan dari sekelompok anak muda, yang menyalahgunakan narkoba.

“Alhamdulillah, nantinya untuk lampu di daerah ini akan terealisasikan 10 lampu, pemasangan insyaallah akan berjalan mulai 10 Mei 2025 mendatang,” katanya.

Menurut Sumardi, dari banyaknya masukan yang disampaikan oleh masyarakat saat reses, semuanya sangatlah penting. Akan tetapi, ada dimana yang menurutnya benar-benar sangat urgent, dan harus diprioritaskan.

“Menurut saya semua masukan dari masyarakat sangat penting, akan tetapi satu persatu kita perbaiki, dan semoga apa yang sudah disampaikan oleh masyarakat bisa terealisasikan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Rumah Sakit Tipe C Siap Dibangun di Bontang Lestari

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyebutkan, pihaknya berencana membangun Rumah Sakit Tipe C di Kelurahan Bontang Lestari (Bonles). Hal itu lantaran wilayah Bonles yang jauh dari pusat kota.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, yang dimana masyarakat Bonles sejak dari dulu hanya mengandalkan pelayanan dari Puskesmas saja, dengan fasilitas yang kurang memadai.

Sehingga Neni ingin, di wilayah Bonles ke depan, harus memiliki pelayanan dengan fasilitas kesehatan yang lengkap, seperti contohnya RS tipe C.

“Setidaknya, bagi masyarakat yang tinggalnya jauh dari pusat kota, tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal,” ucapnya.

Akan tetapi, bagi Neni untuk pembangunan RS tersebut semuanya tidak berjalan dengan instan. Pastinya ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, contohnya seperti pembebasan lahan. Sebab, untuk pembebasan lahan pun sangat membutuhkan waktu yang lama.

“Setiap pembangunan pasti ada prosesnya, seperti pembebasan lahan. Semua tidak ada yang instan,” paparnya.

Neni pun turut menyampaikan, untuk proses pembangunan RS tipe C di wilayah Bontang Lestari, rencana akan dilakukan di 2026 mendatang. Neni ingin, untuk pembangunan pelayanan kesehatan ini, jangan sampai nantinya berhenti di tengah jalan.

“Jadi saya ingin nantinya benar-benar berjalan, maka dari itu harus dipikirkan dengan matang segala prosesnya. Sebab, pembangunan seperti ini membutuhkan anggaran yang besar,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Batal Akuisisi Universitas Trunajaya, Neni Usulkan Mahasiswa Ikut Ujian di UMKT atau Untag

0
Universitas Trunajaya Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang batal mengakuisisi Universitas Trunajaya. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Selasa (22/4/2025) lalu.

Walaupu awalnya berencana akan mengakuisisi Universitas Trunajaya, namun sekarang pihaknya membatalkan. Sebab, untuk melakukan akuisisi termasuk sesuatu yang merepotkan.

Dengan pembatalan akuisisi tersebut, Neni menyarankan untuk mahasiswa nantinya bisa mengikuti ujian di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), atau di Universitas 17 Agustus (Untag) Samarinda.

“Yang penting terdaftar sebagai mahasiswa, kalau tidak terdaftar iya tidak bisa. Tidak mungkin juga ujug-ujug langsung lulus, kan tidak mungkin,” ucapnya.

Neni pun berharap, untuk Universitas Trunajaya nantinya tidak jadi ditutup, kalau bisa harus tetap berlanjut. Neni akan meninjau secara langsung ke Universitas Trunajaya.

Sedikit informasi, sebelumnya Universitas Trunajaya telah dibekukan oleh Kemendikti Saintek karena ada beberapa permasalahan, salah satunya adalah gaji dosen yang belum terbayarkan.

Pihak kampus pun sempat menawarkan hal itu ke Pemkot sebesar Rp 10 miliar, untuk proses akuisisi.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dukung Program Wajib Belajar, Diskdikbud Akan Siapkan Bimbel Gratis

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menyiapkan program bimbingan belajar (bimbel) gratis di tiap kelurahan. Program ini mendukung Wajib Belajar (WAJAR) yang diatur dalam Perwali Nomor 8 Tahun 2008.

Dalam program tersebut pelajar diwajibkan belajar mulai pukul 19.00 hingga 21.00 Wita. Daripada hanya mengandalkan razia, program ini diharapkan menjadi alternatif lain bagi pelajar.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin menjelaskan program ini tengah mereka rampungkan, agar dapat langsung dimasukkan dalam anggaran perubahan 2025 dan dapat diberlakukan di tahun 2026 mendatang. Kebijakan Wajib Belajar perlu dikemas dengan baik untuk menciptakan ruang belajar yang menyenangkan, sehingga pelajar tidak merasa terbebani.

“Program ini akan menyasar dua aspek, seperti peningkatan kualitas pendidikan serta pemberdayaan lulusan baru sebagai tenaga pengajar,” katanya, Selasa (22/4/2025).

Nantinya, setiap kelurahan akan memiliki lima pengajar yang merupakan sarjana baru, masing-masing dari mereka akan membimbing hingga 15 siswa. Dengan begitu, setiap kelurahan dapat menjangkau hingga 75 pelajar dalam satu periode.

“Para pengajar akan diberikan insentif dengan mekanisme melalui e-SIPD serta absensi sebagai bukti keaktifan mereka di lapangan,” pungkasnya

Program serupa pernah dijalankan, namun dinilai kurang maksimal karena mengandalkan guru sekolah. Untuk itu, melibatkan lulusan baru diharapkan agar proses belajar lebih fleksibel dan antusiasme pengajar tinggi.

“Karena kalau hanya razia tertibnya hanya sementara, untuk itu perlu kita siapkan wadah yang nyaman,” tuturnya

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Badut di Loktuan Diamankan Satpol PP, Bakal Dipulangkan ke Samarinda

0
Badut di Loktuan Diamankan Satpol PP, Bakal Dipulangkan ke Samarinda
SATPOL PP Bontang mengamankan badut di wilayah Loktuan. (ist)

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang mengamankan Seorang pria asal Samarinda yang kedapatan mengemis dengan menggunakan pakaian badut, di Jalan Slamet Riyadi, Loktuan, Rabu (23/4/2025).

Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani, melalui Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan, Arianto menyebutkan, tindakan tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum Linmas).

Setelah diperiksa pelaku mengaku sebagai pendatang dari Samarinda dan tidak memiliki KTP, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, berupa uang hasil mengemis sebesar Rp 370 ribu, satu lembar STNK sepeda motor, alat badut dan speaker.

Selanjutnya, ia diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, serta menyatakan bersedia kembali ke daerah asalnya di Kota Samarinda.

“Perlengkapan untuk mengemis kami sita, sedangkan uang hasil kegiatan tersebut hanya kami data,” katanya.

Arianto mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada pengemis jalanan, hal itu agar kegiatan serupa tidak bertambah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam