BONTANG – Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo akan datang ke Kota Bontang, Kamis (29/2/24) mendatang.
Presiden Joko Widodo atau akrab dipanggil Jokowi datang ke Kota Bontang untuk melakukan peresmian di PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN). Kedatangannya dipercepat, awalnya ia akan ke Bontang pada tanggal 1 Maret 2024.
Dandim 0908 Kota Bontang Letkol Inf Aryo Bagus Daryanto menjelaskan bahwa Jokowi akan tiba di Bontang sekitar pukul 09.36 wita, ia berangkat dari Samarinda menggunakan helikopter dan mendarat di Bandara LNG Badak.
“Sampai Bontang beliau langsung menuju pabrik dan melakukan peresmian, habis itu makan siang dulu sebelum pergi lagi,” jelasnya saat dihubungi redaksi Radarbontang.
Aryo menjelaskan, bahwa Jokowi hanya beberapa jam saja berada di Kota Bontang dan lanjut menuju Ibu Kota Negara (IKN) untuk melaksanakan peresmian juga.
“Paling lama jam 1 Jokowi sudah take off lagi,” tambahnya.
Adapun personel yang akan diturunkan untuk melakukan pengamanan diantaranya Paspampres, TNI, Polri, semua komponen dari pemerintah kota
“4 subsatgas pam, dengan total 900 personel rencananya akan diturunkan,” tambahnya.
BONTANG – Banyak bangunan dan lahan terbakar di Kota Bontang dalam waktu seminggu terakhir. Kebakaran terjadi disebabkan cuaca panas terik hingga korsleting listrik.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin menjelaskan, kebakaran terjadi dalam waktu yang sangat berdekatan.
“Padahal kemarin baru saja kebakaran bangunan gudang di Jalan Tenis, sekarang kebakaran lagi rumah huni di Berbas Tengah,” ucapnya saat diwawancarai, Sabtu (24/2/2024).
Perlu diketahui, kebakaran terjadi di beberapa tempat. Di antaranya Minggu kemarin terjadi di pabrik daerah Loktuan, Senin (19/2/2024) lalu, kemudian lanjut kebakaran lahan di daerah RSUD Bontang, Senin (19/2/2024) kemarin, kemudian di Jalan Parikesit dan Kampung Masdarling, Selasa (21/2/2024).
“Untuk bangunan akibat adanya korsleting listrik. Sedangkan kebakaran lahan akibat cuaca sangat ekstrim yang memicu kebakaran,” tambahnya.
Sering terjadinya kebakaran ini, Amiluddin menghimbau kepada seluruh masyarakat agar bisa memperhatikan wilayah sekitar, apalagi saat akan berpergian meninggalkan rumah.
Pertama, jika akan pergi pastikan keadaan rumah harus aman, terpenting lagi memeriksa kompor dan colokan arus listrik yang berada di rumah.
“Kompor keadaan mati, bahkan hindari arus listrik atau colokan yang bergandeng. Itu bisa memicu akibat adanya kekonsletan listrik,” paparnya.
Kedua, bagi para perokok aktif agar tidak membuang putung rokok sembarangan, apalagi dengan kondisi masih menyala.
“Jika ada perokok yang membuang putung rokok ke sembarang tempat, itu juga bisa menjadi penyebab kebakaran lahan. Karena dengan cuaca yang sangat ekstrim ini sangat mudah memicu kebakaran,” tutupnya.
BONTANG – Toko bangunan yang berada di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, nyaris hangus terbakar akibat adanya korsleting listrik, Sabtu (23/2/2024), sekitar pukul 21.40 Wita.
Yanto, salah satu saksi mata mengatakan, awalnya ada api kecil yang menyala sehingga memunculkan banyak gumpalan asap yang berasal dari dalam toko bangunan, membuat sebagian warga menghubungi petugas pemadam.
“Katanya ada korslet listrik, jadi api belum sempat menyebar. Akan tetapi gumpalan asapnya besar sampai keluar bangunan,” jelasnya saat diwawancarai.
Tidak berselang lama, petugas Damkartan Bontang langsung turun untuk memadamkan api dan juga asap yang berada di bagian bangunan toko.
Hingga saat ini, masih belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak Damkartan Kota Bontang, atas kejadian tersebut.
BONTANG – Event Organizer (EO) Abang Poteh A.J.A sukses menggelar konser musik pertamanya di Bontang dengan mengundang band yang berasal dari Ibu Kota, Gildcoustic.
Serangkaian penari serta pemusik lokal Bontang, juga mengisi dan membuka acara yang dilaksanakan pada Jumat (23/2/24) malam di lapangan Batalyon Arhanud 7/ABC.
Gildcoustic memasuki panggung kurang lebih pukul 21.30 wita. Mereka membuka penampilannya dengan mengkibarkan sang saka merah putih, diiringi dengan lagu Indonesia Raya yang mereka aransemen menggunakan alat musik yang lebih modern.
Berlanjut dengan melantunkan tembang jawa pop pertama berjudul banyu langit, yang pernah dipopulerkan oleh Didi Kempot. Lagu ini pun sudah menggunakan instrumen lebih modern.
Di tengah konser berlangsung, Roni Ronkads yang juga bintang tamu dalam acara ini, masuk di sela-sela konser berlangsung, mereka pun berdendang hingga lagu terakhir berlangsung.
Penikmat konser ini tidak hanya digandrungi oleh anak-anak muda, namun juga orang dewasa atau orang tua yang ikut meramaikan konser. Bisa dibilang pasar lagu jawa pop kini tengah menjalar ke segala umur.
Erick, Ketua Abang Poteh A.J.A. mengatakan, antusias warga Bontang cukup tinggi, jumlah tiket yang terjual mencapai 3000 tiket. Iapun berencana akan melangsungkan konser kedua di Mei mendatang dengan dua artis yang berbeda.
“Target tiketnya sih lebih dari itu, tapi ini juga sudah seru, bintang selanjutnya juga masih rahasia,” katanya.
BONTANG – Bobot Buaya Riska saat ini terus menurun. Kondisi tersebut diketahui oleh Ketua Masyarakat Sadar Wisata (Masata), Eko Satrya setelah mendapatkan laporan dari Tabang Zoo, tempat penangkaran sementara Buaya Riska saat ini.
Eko mengaku mendapatkan kiriman foto dan video Buaya Riska di Tabang Zoo tersebut, Kamis (22/2/2024) kemarin.
Diketahui bobot Buaya Riska sudah berkurang hingga 400 kilogram, padahal pada Januari lalu sudah berkurang 200 kilogram. Ia diberikan foto dan video yang digunakan sebagai laporan kepada pemerintah pusat, terkait kabar terbaru Buaya Riska.
“Ada di video yang dikirim dari Tabang Zoo sana, saat mulut Buaya Riska terbuka, sangat terlihat kepala lebih besar dari badan,” katanya
Hal ini menjadi catatan, bahwa Buaya Riska adalah tanggung jawab bersama untuk bisa dikembalikan ke habitatnya. Terkait pro kontra penampungan sudah selesai. Masyarakat setuju dengan kembalinya Buaya Riska.
“Tentu kita tidak ingin Riska kenapa-kenapa, karena itu bisa menjadi sorotan,” ucapnya
Buaya Riska merupakan ikon Kota Bontang, dan sudah menjadi sorotan nasional sehingga Buaya Riska harus segera dikembalikan.
Salah satu rumah warga habis dimakan api akibat konslet listrik, di Jalan Zambrut, Berbas Tengah, Bontang. (Dok. Disdamkartan).
BONTANG – Kebakaran yang menghabiskan salah satu rumah warga di Jalan Zambrut, RT 48, Berbas Tengah, diduga adanya konslet listrik. Kejadian tersebut sekitar pukul 15.00 Wita, pada Kamis (22/2/2024) kemarin.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin mengatakan, pihaknya mendapat informasi jika terjadi kebakaran di salah satu rumah warga. Mendengar hal itu, dirinya langsung mengarahkan para petugas Damkartan untuk segera turun ke tempat kejadian.
“Kebakaran rumah huni, kebetulan saat rumah kebakar sang pemilik rumah lagi pergi melaut, jadi keadaan rumah kosong. Sehingga terjadi kebakaran karena adanya kekonsletan listrik,” ucapnya saat diwawancarai via telepon, Jumat (23/2/2024).
Bangunan rumah yang terbuat dari kayu itu pun langsung lenyap dilalap api dalam sekejap beserta dengan isinya, ditambah lagi dengan cuaca yang sangat panas.
“Sekarang ini kondisi alam sedang ekstrim, dan juga panas yang sangat menyengat. Jika ada kebakaran, sangat mudah api menghabiskan semuanya dalam sekejap,” tambahnya.
Untuk pemadaman api Damkartan Bontang menurunkan sebanyak 25 petugas dengan 5 unit armada. Pemadaman tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit.
“Alhamdulillah pemadaman berjalan dengan lancar, tidak ada kendala. Armada juga bisa langsung masuk ke lokasi untuk memadamkan api,” jelasnya.
Amiluddin menambahkan, bahwa beberapa hari lalu sangat banyak sekali kebakaran di Kota Bontang, terlebih lagi berselang waktunya sangat berdekatan. Dirinya pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar bisa lebih berhati-hati lagi. Jika pun ingin keluar rumah pastikan kondisi rumah aman, seperti mengecek kondisi kompor, dan juga arus listrik dalam keadaan mati.
“Sebelum berpergian pastikan kondisi dalam rumah aman, hindari pada colokan listrik yang bergandeng atau terlalu banyak. Kedua, bagi para perokok jangan sembarang membuang puntung rokok, yakinkan jika membuang puntung rokok sudah keadaan benar-benar mati, tidak lagi menyala,” tutupnya.
Kegiatan sosialisasi kebangsaan Kadir Tappa di Hotel Andika. (Syakurah/Radarbontang)
BONTANG – Demi melestarikan 4 pilar yang ada di diri bangsa Indonesia, sosialisasi kebangsaan dilaksanakan oleh anggota DPRD Provinsi Kaltim, Abdul Kadir Tappa, Jumat (23/2/24) di Hotel Andika.
Ia mengatakan, beberapa OPD seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bisa saja memiliki keterbatasan untuk melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Sehingga dengan adanya sosialisasi ini bisa menjadi perantara.
“Dengan penguatan ini juga bisa mengembangkan diri. sehingga tidak terpikirkan lagi korupsi di negara ini,” jelasnya.
Sekretaris Kesbangpol, Mudjiono menjelaskan, bahwa mereka memiliki tugas untuk menjaga kedamaian dan ketentraman masyarakat, dengan menerapkan pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari
“Kalau tidak ditanamkan kembali pada hari ini, bisa lupa, apa lagi kita sering mendapatkan pelajaran pancasila hanya saat sekolah saja, kita kembali belajar di sini,” ujarnya.
Kadir Tappa saat menyampaikan sambutan. (Syakurah/Radarbontang)
Ia menambahkan, di Kota Bontang sendiri sebenarnya sudah mengaplikasikan itu semua dalam kehidupan sehari-hari. Di Bontang sendiri tidak ada kericuhan selama perhitungan suara yang terlaksana setelah pemilu 14 Februari lalu.
Ditambahkan oleh Akademisi, Bilher Hutahaean, bahwa masyarakat harus diikat dengan pancasila. Dengan pancasila bernegara pun harus memiliki pondasi agar tidak mudah runtuh. Sesuai dengan sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Dengan kekuatan umat manusia yang beragam, kita bisa membedakan mana yang harus dihindari mana yang dilepaskan. Dengan menghargai nilai pancasila, kita bisa terhindar dari suap maupun korupsi,” jelasnya.
Kedua, nilai kemanusiaan yakni menggunakan tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuai sebagaimana mestinya. Dengan adanya kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup.
Ketiga, nilai persatuan yakni usaha untuk bersatu dalam kedaulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme, serta mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman bangsa Indonesia.
“Kita dididik ditempat dan bahasa berbeda tapi kita punya Bahasa Indonesia, agar kita semua bisa bersatu untuk saling berkomunikasi,” jelasnya.
Yang keempat, nilai kerakyatan, pemerintahan bekerja dari rakyat untuk rakyat dengan musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Lalu sila terakhir ialah keadilan sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahir dan batin.
“Negara kita yang merupakan negara kesatuan ini harus kita kembalikan seperti dahulu, dimana pancasila sangat kental, sehingga kita bisa saling tenggang rasa satu dengan yang lain,” tambahnya.
BONTANG – Penertiban sampah di Kota Bontang akan makin diperketat. Oleh karena itu, Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait denda untuk pembuangan sampah sembarangan akan mulai disusun.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Syakhruddin menjelaskan, penyusunannya akan dilakukan tahun ini.
“Kami sudah mengajukan ke bagian hukum, kami sedang berupaya, Peraturan Daerah (Perda) nya sudah ada tinggal perwali,” ungkapnya.
Dalam hal ini, memperhatikan Pasal 55 Perda Kota Bontang nomor 11 tahun 2022 berisi tentang pengelolaan sampah, yang mengatur bahwa setiap orang dilarang:
1. Membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan. 2. Melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). 3. Membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah. 4. Membuang sampah dengan volume ukuran besar di Tempat Penampungan Sementara (TPS) atau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). 5. Memasukan sampah dari luar wilayah Kota Bontang ke TPS/TPST/ atau TPA Kecuali mendapat izin dari Walikota. 6. Membuang sampah puing bongkaran bangunan ke TPS/TPST. 7. Menumpuk sampah di luar kontainer/gerobak/ di kawasan TPS/TPST. 8. Membuang sampah yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke TPS/TPST. 9. Mencampur sampah dengan B3. 10. Mengelola sampah yang menyebabkan pencemaran atau perusakan lingkungan.
Jika melanggar, maka sanksi yang dikenakan akan merujuk pada Pasal 65 Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2022, yakni pidana kurungan paling lama selama 6 bulan atau denda paling banyak sebanyak 50 juta.
Syakhruddin berharap tidak ada warga yang harus menerima sanksi tersebut, artinya ia berharap warga Bontang patuh terhadap sampah.
“Kita juga ingin mendisiplinkan warga, jangan sampai ada yang kena denda itu, saya nggak pingin,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa dengan membuang sampah di tempat yang ditentukan akan meningkatkan estetika dan kebersihan Kota Bontang, dan juga sampah rumah tangga dapat diolah dengan baik di tempat-tempat yang sudah ditentukan.
“Kalau alasannya jauh ya nggak bisa, kita sudah fasilitasi jadi mohon kerjasama,” ungkapnya.
BONTANG – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) jatuh setiap tanggal 21 Februari. Tidak hanya perayaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang telah mengaplikasikan dan mengajak aksi minim sampah plastik.
Pengurangan sampah plastik di Kota Bontang, telah banyak dilaksanakan oleh beberapa toko ataupun UMKM yang tidak menggunakan wadah plastik dalam penjualannya.
Syakhruddin, Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengatakan, bahwa pihaknya telah memberikan contoh pengurangan penggunaan sampah dalam kehidupan sehari-hari.
“Contohnya ini saya bawa botol minum sendiri, teman-teman DLH yang lain juga begitu,” terangnya saat ditemui di Seminar HPSN, Kamis (22/2/24).
Pengurangan sampah sekali pakai ini juga diterapkan dalam rapat maupun kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh DLH, dan hal itu sudah diwajibkan sekaligus menjadi percontohan untuk OPD lain.
Dari pantauan Radarbontang.com, seminar HPSN yang diselenggarakan DLH tersebut memberikan snack serta makan siang yang dibungkus dengan kotak dari kardus, dalam kotak snack juga tidak ada botol minum kemasan, isi di kotak makan siang pun dibungkus dengan daun pisang.
“Tidak ada botol minum dalam snack, kami sudah sediakan galon, dan gelas kertas,” katanya.
Hal kecil seperti ini yang mengurangi sampah plastik, mengubah kebiasaan memang bukan hal yang gampang, namun ia ingin mulai dari pemerintah hingga seluruh masyarakat dapat menjaga lingkungan tidak untuk esok hari saja, tapi juga untuk masa depan.
Syakhruddin, Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang. (Syakurah/Radarbontang)
BONTANG – Volume sampah di Kota Bontang mencapai 106 ton per hari. Perhitungan sampah tersebut merupakan data tahun 2023. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, Syakhruddin.
Di tahun 2024 ini volume sampah dinilai meningkat, meskipun begitu ia menjelaskan bahwa tidak ada kenaikan yang signifikan.
“Bertambahnya tidak seberapa, karena akan ada sampah yang didaur ulang pasti,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (22/2/24).
Jumlah sampah tersebut akan berkurang hingga 30 persen saat dibawa lagi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau sekitar 70 ton sampah tiap hari berakhir di TPA. Karena saat sampah masih di dalam kota akan dilakukan pemilahan.
Pemilahan sampah dilakukan oleh Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Penyelenggaraan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), pemulung, dan bank sampah. Tidak hanya itu, tokoh-tokoh modern yang menggerakkan aksi menggunakan barang reusable atau dapat dipakai ulang juga berperan.
“Perusahan dan sekolah-sekolah kan juga diajak mengolah limbah maupun sampah,” tambahnya.
Meskipun 30 persen sampah telah berhasil diolah, ia memiliki target yang belum tercapai, yakni hanya 50 persen sampah saja yang akhirnya dibuang ke TPA. Karena kekhawatiran 4 tahun lagi, TPA kita akan penuh dan tidak bisa menampung lagi sampah jika pengolahan sampah tidak dilakukan dengan maksimal.
“Kalau bisa 50 persen atau 60 persen sampah berhasil didaur ulang, jadi yang dibuang ke TPA sangat sedikit,” harapnya.
Ia juga berharap masyarakat sadar akan darurat sampah yang harus ditangani, seperti tidak menggunakan barang sekali pakai, dan meminimalisir penggunaan plastik.