Beranda blog Halaman 632

Kelurahan Gunung Elai Pantau Pemberlakuan WAJAR di Beberapa RT Perum BSD

0
Kelurahan Gunung Elai melakukan patroli terkait program WAJAR di beberapa RT di BSD. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menyatakan program Wajib Belajar (WAJAR) telah dimulai. Untuk itu Wali Kota Bontang meminta seluruh OPD, Kecamatan Hingga Kelurahan bekerjasama menyukseskan program tersebut.

Salah satunya, Kelurahan Gunung Elai, Senin (28/4/2025) bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa dan FKPM Patroli Wajar 19-21 di Cafe wilayah BSD, “Kami melakukan patroli di beberapa RT,” pungkasnya.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Wali Kota Bontang Nomor 8 Tahun 2008. Para siswa dilarang berkeliaran tanpa alasan yang jelas, adapun mereka dapat dikenakan sanksi jika terus menerus melanggar.

Para pelajar diminta untuk belajar secara mandiri pada pukul 19.00 hingga 21.00 Wita. Ia menjelaskan program ini berlaku hari Senin hingga Jumat. Pada hari libur nasional dan akademik akan dikecualikan.

“Selama kita melakukan patroli kami tidak mendapati anak-anak nongkrong, semoga seterusnya aman,” ujarnya.

Ia menuturkan pihaknya siap untuk mendukung 17 program Wali Kota Bontang selama 100 hari pertama menjabat. Diluar itu, WAJAR sangat bermanfaat untuk melatih disiplin para pelajar. Terutama untuk bersaing dalam hal pendidikan.

“Pelajar di Kota Bontang harus memiliki daya saing, untuk itu perlu adanya tindak disiplin, dan masyarakat harus berperan aktif juga,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Dorong Warga Bontang untuk Salat Subuh Berjamaah

0
Pemkot Dorong Warga Bontang untuk Salat Subuh Berjamaah
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Gerakan Salat Subuh Berjamaah sejak, Jumat (25/4/2025).

SE Nomor 100.3.4.3/694/KESRA/2025 ini ditujukan pada seluruh kepala perangkat daerah, lurah se-Kota Bontang, Ketua RT se-Kota Bontang serta seluruh masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati menyebutkan bahwa, himbauan tersebut bagian dari Program 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang periode 2025-2030.

“SE ini bentuknya hanya himbauan, membantu Wali Kota Bontang menjalankan salah satu program 100 hari kerja,” katanya, Senin (28/4/2025).

Dalam SE tersebut disampaikan sebagai berikut:

1. Kepala Perangkat Daerah agar menjadi teladan dan menggerakkan seluruh staf dan jajarannya untuk melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid atau musala terdekat, serta mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini di lingkungan kerja masing-masing.

2. Lurah agar menyosialisasikan gerakan salat subuh berjamaah kepada seluruh masyarakat di wilayahnya, berkoordinasi dengan pengurus masjid dan musala, serta memfasilitasi pelaksanaan salat subuh berjamaah di tingkat kelurahan.

3. Ketua Rukun Tetangga agar menjadi penggerak utama di tingkat lingkungan tempat tinggal, mengajak dan mengkoordinasikan warga untuk melaksanakan salat subuh berjamaah secara rutin di masjid atau musala terdekat.

4. Seluruh masyarakat agar turut serta aktif dalam gerakan salat subuh berjamaah di masjid atau musala terdekat.

Wali kota nantinya juga akan memantau apakah gerakan salat subuh berjamaah ini berjalan sesuai arahan, “Pasti ada info untuk beliau (wali kota). Diharapkan sholat subuh berjamaahnya ke Rumah Ibadah dekat tinggal masing-masing,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sempat Mengeluh Sakit, Kru Kapal TB Sedayu 01 Meninggal Dunia di Atas Kapal

0
Jenazah saat diperiksa tim medis. (ist)

BONTANG — Seorang kru Kapal Asis TB Sedayu 01 ditemukan meninggal dunia di atas kapal pada Senin, 28 April 2025 sekitar pukul 14.40 Wita. Korban berinisial S, pria berusia 68 tahun asal Semarang, ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi kapal saat berlayar di sekitar perairan EUP, Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang.

Keterangan Saksi, sebelum ditemukan meninggal Korban diketahui rutin mengonsumsi obat setiap hari. Pada hari kejadian, korban sempat mengeluh kepada saksi STR (KKM kapal), bahwa ia merasakan sakit di dada dan perut serta sulit buang angin.

Sekitar pukul 13.30 Wita, korban memasuki kamar mandi kapal. Ketika saksi hendak berwudhu, kamar mandi diketahui terkunci. Usai melaksanakan salat, saksi kembali mengecek dan menemukan korban tergeletak di lantai kamar mandi. Bersama kapten kapal, pintu akhirnya didobrak dan korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernapas.

Korban kemudian dibawa ke Pelabuhan Tanjung Laut Indah menggunakan Kapal Motor Pandu, dan diperiksa oleh tim dari Dinas Kesehatan dan RSUD Taman Husada Bontang. Korban dinyatakan meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil visum dari RSUD menunjukkan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal sekitar lima jam sebelum pemeriksaan, dengan riwayat penyakit hipertensi dan keluhan nyeri dada serta perut. Atas permintaan keluarga, jenazah akan dipulangkan dan dimakamkan di Tugu Rejo, Semarang, Jawa Tengah.

Kapolres Bontang melalui Kasat Reskrim AKP Hari mengungkapkan, “Polres Bontang turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa ini dan berkomitmen untuk memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.” ujarnya. (rls)

Editor: Yusva Alam

Truk Tangki BBM Terguling di Jalan Poros Bontang – Samarinda, Saat Ini Masih Tahap Evakuasi

0
Truk Tangki BBM Terguling di Jalan Poros Bontang - Samarinda, Saat Ini Masih Tahap Evakuasi
Truk yang menguling di Jalan Poros Bontang-Samarinda. (tangkapan layar).

BONTANG – Terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Poros Bontang-Samarinda, lebih tepatnya di KM 73, Senin (28/4/2025).

Dari video yang beredar di grup WhatsApp, terlihat truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) terguling di badan jalan. Truk itu terguling menutupi akses jalan.

Muatan yang berasal dari dalam tangki tersebut pun tumpah di jalan raya.

“Saya belum bisa memberikan informasi, karena anggota belum ada mengirimkan laporan. Sekarang pun masih olah TKP, dan tahap evakuasi kendaraan,” ucap Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo, saat dikonfirmasi.

Tahapan dalam evakuasi truk tersebut berlangsung sejak satu jam yang lalu, bahkan hingga sampai detik ini pihak kepolisian masih melangsungkan proses di lokasi kejadian.

“Evakuasi masih berlangsung sampai saat ini,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Program Wajar Mulai Berlaku, Bakal Ada Perubahan Jam Belajar

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat diwawancara awak media. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Program Wajib Belajar (Wajar) di wilayah Kota Bontang sudah mulai diterapkan. Akan tetapi waktu pelaksanaannya bakal berubah. Hal ini merupakan usulan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bontang.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan, untuk pelaksanaan program wajar, awalnya ditetapkan mulai pukul 19.00 Wita hingga 21.00 Wita. Namun berubah mulai pukul 20.00 Wita, sampai dengan 22.00 Wita. Sebab, proses belajar mengajar akan lebih leluasa dilakukan, saat setelah melaksanakan salat magrib dan salat isya.

“Dari PGRI meminta, untuk jam pelaksana diubah. Kalau bisa sehabis salat magrib dan isya, sampai di jam 22.00 Wita. Biar lebih fokus sehabis salat,” ucapnya, Senin (28/4/2025).

Sehingga, dengan adanya usulan mengubah jam pelaksana di program wajar tersebut, dianggap sangat masuk akal. Mengingat, anak-anak harus melaksanakan ibadah terlebih dahulu, baru disusul dengan kegiatan belajarnya.

“Kalau dari saya, setuju saja. Lebih enak lagi, belajar sesudah pelaksanaan salat. Jadi proses belajarnya tidak ada lagi jeda, dan anak-anak sehabis belajar langsung istirahat,” ungkapnya.

Namun begitu, perubahan jadwal wajar tak bisa dilakukan semena-mena, sebab di program wajar telah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali), yang dimana ada kajiannya dan persetujuannya dari berbagai pihak terkait.

“Nantinya masih akan kita bahas lagi, untuk pengubahan di jam wajar. Karena kita tidak bisa langsung mengambil keputusan secara sepihak,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

RSUD Butuh Alat Endoskopi untuk Memaksimalkan Pelayanan di Klinik Penyakit Dalam

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Kota Bontang memerlukan penambahan alat pemeriksaan untuk kelengkapan pelayanan pasien. Direktur Utama RSUD Bontang, Suhardi mengatakan saat ini pihaknya perlu menambahkan alat endoskopi bagi klinik penyakit dalam.

Alat endoskopi berfungsi untuk melihat bagian dalam tubuh. Alat ini berbentuk seperti selang yang dilengkapi dengan kamera dan lampu, yang dapat dimasukkan melalui lubang alami di tubuh atau melalui sayatan kecil.

“Misalkan untuk melihat kondisi lambung, dan sebagainya, tentunya nanti dokternya juga akan perlu disekolahkan untuk mengoperasikan alat tersebut,” ujarnya, Jumat (25/4/2025).

Selama ini pemeriksaan endoskopi selalu dilakukan rujukan ke RSUD A.W Sjahranie di Samarinda. Untuk itu pihaknya sedang dalam tahap perencanaan untuk pengajuan, karena perlunya alat serta SDM yang memadai.

“Nanti untuk SDM bisa kita upgrade dokter-dokter yang sudah ada di RSUD ini,” tambahnya.

Ia memberikan contoh penyakit yang dapat diperiksa dengan alat endoskopi, seperti penyakit pencernaan, contoh tukak lambung, gastritis, radang usus, kanker usus besar, penyakit asam lambung (GERD), obstruksi usus, batu empedu, dan lainnya.

Penyakit saluran pernapasan, seperti polip hidung, kanker tenggorokan, dan lainnya; Penyakit reproduksi dengan melihat kondisi dalam rahim; Penyakit saluran kemih seperti kanker kandung kemih dan penyakit lainnya seperti penyakit sendi (artroskopi).

“Banyak kegunaan alat ini, kita harap dapat segera direalisasikan,” pungkasnya. (sya/ADV)

Editor: Yusva Alam

Bontang Ikuti Lomba Kota Sehat

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat memimpin rapat di Dispoparekraf. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemkot Bontang tengah mempersiapkan syarat untuk mengikuti lomba Kota Sehat. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris pun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung di Kantor Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Bontang, Sabtu (26/4/2025).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berusaha untuk memenuhi berbagai indikator dalam program Kota Sehat tersebut. Waktu yang tersisa untuk pengumpulan syarat pun tidak banyak, hanya tinggal tersisa hingga besok malam sampai di pukul 24.00 Wita.

“Kami sudah koordinasikan dengan seluruh OPD, untuk bisa menyiapkan data dan dokumen pendukung,” ungkapnya.

Diketahui untuk pencapaian indikator, telah mengalami peningkatan. Dari yang sebelumnya mencapai di 69 persen, kini sudah menjadi di 74 persen.

“Alhamdulillah untuk progres kita terus meningkat, sehingga kami instruksikan kepada semua perangkat daerah dan dinas terkait, agar menuntaskan semua kelengkapan indikator paling lambat besok malam,” jelasnya.

Menurut Wawali, ada beberapa indikator penting yang masih perlu dipenuhi, terutama dari segi dokumentasi administrasi dan bukti koordinasi lintas sektor.

Terlebih lagi untuk setiap perangkat daerah juga diminta melengkapi dokumen seperti surat administrasi, bukti koordinasi hingga ke tingkat provinsi, serta dokumentasi berupa foto kegiatan.

“Paling penting adalah bukti administrasi sebagai dasar awal, mulai dari situlah baru bisa diwujudkan kebutuhan setiap indikator,” katanya.

Ada beberapa indikator yang menjadi perhatian khusus, di antaranya meliputi penyediaan kawasan tanpa rokok di setiap lingkungan perusahaan, fasilitas ramah anak di lokasi wisata, serta akses sanitasi layak di kawasan pesisir.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Utamakan Disiplin Waktu, Wawali Semprot Lagi OPD Masih Datang Terlambat

0
Utamakan Disiplin Waktu, Wawali Semprot Lagi OPD Masih Datang Terlambat
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat rapat bersama OPD. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kali kedua Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), yang masih saja datang terlambat saat waktu rapat.

Bagi Agus Haris, kedisiplinan itu menjadi hal yang sangat utama, terlebih lagi datang tepat waktu saat kegiatan rapat berlangsung menjadi salah satu kunci, agar nantinya bisa menjadi lebih fokus.

“Saya tidak katakan bandel, itu cuman bahasanya. Hanya saja, kemungkinan mereka belum menjadi kebiasaan, untuk datang rapat di tepat waktu,” katanya saat diwawancarai, Sabtu (26/4/2025).

Selain terlambat, menurut Wawali kegiatan rapat yang diwakilkan atau perwakilan yang dikirim untuk mendatangi rapat, menjadi suatu kebiasaan nantinya ke depan. Apalagi yang mewakili bukanlah di bidangnya.

“Walaupun ini baru 50 hari kami kerja, kalau bisa semuanya harus dibiasakan. Datang rapat tepat waktu, adapun jangan sampai diwakilkan untuk yang datang rapat,” tambahnya.

 

Mengingat kedisiplinan waktu menurut Wawali sangat penting untuk segala hal, agar seluruh pegawai bisa lebih menghargai waktu, terutama waktu di jam-jam penting seperti rapat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Galian C Ilegal Masih Beroperasi, ESDM Kaltim Minta Warga Laporkan Aktivitas Tambang Tanpa Izin

0
Truk membawa material pasir dari salah satu lokasi di pinggir Jalan Soekarno Hatta. (ist)

BONTANG – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur merespon terkait masih beraktivitasnya Galian C di Kanaan, walaupun sudah dilarang beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto menegaskan, Kota Bontang tidak memiliki wilayah peruntukan pertambangan, baik batu bara maupun galian C. Hal ini diperkuat oleh Joko Istanto yang menyatakan beberapa lokasi galian C masuk dalam kawasan hutan lindung.

Kepala Dinas ESDM, Bambang Arwanto melalui Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Minerba) Dinas ESDM Kaltim, Achmad Prannata, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Kaltim untuk menindak adanya aktivitas ilegal tersebut

“Kapolda meminta masyarakat melaporkan jika melihat aktivitas tersebut, serta mengambil bukti berupa video yang dikirim bisa langsung ke Kapolres Bontang, ajak Kasat Reskrim nya,” ucapnya saat dihubungi Kamis (24/04/2025).

Hal tersebut tidak hanya melanggar Undang-undang Minerba dalam hal legalistas, adapun pelanggaran lainnya yaitu dampak kerusakan lingkungan. Untuk itu, perangkat daerah diajak untuk memantau aktivitas galian ilegal. Terlebih hal tersebut sudah masuk ranah pidana dan mengganggu lingkungan dan hutan.

“Aktivitas ini jelas tidak berizin. Sampaikan saja ke Kasat Reskrim, jika tidak ada tanggapan saya akan sampaikan ke Kapolda bahwa tidak ada tanggapan,” terangnya.

Adapun Call Center Layanan Aktivitas Tambang Ilegal di nomor +62 851 8337 5390 agar bukti kuat dapat segera ditindaklanjuti.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Warga Malahing Dilatih Kesiapsiagaan Bencana

0
Pelatihan serta simulasi yang diberikan BPBD kepada masyarakat Kampung Malahing. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang memberikan pelatihan serta simulasi kepada warga Kampung Malahing, jika terjadi bencana di wilayah tersebut.

Kepala BPBD, Usman melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi menjelaskan, Kampung Malahing rawan terjadi bencana kebakaran maupun angin puting beliung. Untuk itu simulasi ini dilakukan mengingat di sana juga merupakan kampung wisata.

“Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Kesiapsiagaan Nasional Bencana 2025,” katanya, Sabtu (26/4/2025).

Tidak hanya dilatih untuk menyelamatkan masyarakat, BPBD juga memberikan pengarahan apa saja yang mereka harus lakukan saat terdapat wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut. Kesiapsiagaan tersebut sekaligus menjadikan Malahing Kampung wisata yang ramah bencana.

“Hal ini sesuai dengan Sapta Pesona, bagaimana menciptakan pariwisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung,” tambahnya.

Di sana juga telah dipasangkan rambu-rambu jalur evakuasi, serta titik kumpul. BPBD menjelaskan masyarakat harus tahu dan terbiasa untuk mengetahui jalur evakuasi bagi masyarakat dan pengunjung, sehingga tidak hanya sebagai pajangan.

Selain masyarakat, kegiatan tersebut melibatkan karang taruna, pemuda pariwisata, dan RT. Penyisiran wilayah juga perlu dilakukan jika terdapat orang sakit ataupun lansia yang harus menjadi prioritas.

“Dengan begitu semua akan merasa aman karena masyarakat lebih waspada,” pungkasnya.

Kapal-kapal penyelamatan BPBD juga telah disiapkan di dua pos yang berada di pelabuhan Tanjung Laut Indah serta Bontang Kuala. Jika terdapat bencana di tengah laut, pos mana yang terdekat akan berangkat melakukan penyelamatan.

Dengan pelatihan tersebut masyarakat bisa siaga sejak dini, dan jika terdapat keadaan darurat mereka dapat menghubungi layanan melalui 112.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam