Beranda blog Halaman 631

THM di Bontang Ditutup Sementara Selama Ramadan, Boleh Buka Lagi 7 Hari Pasca Lebaran

0
THM di Bontang Ditutup Sementara Selama Ramadan, Boleh Buka Lagi 7 Hari Pasca Lebaran
Satpol PP saat sosialisasi langsung ke THM. (Dok. Satpol PP).

BONTANG – Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Taman, julukan Kota Bontang, akan ditutup sementara menjelang datangnya Bulan Ramadan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang, Ahmad Yani menjelaskan, untuk penutupan THM akan dilakukan sejak Rabu (6/3/2024) sampai 7 hari setelah lebaran. Hal ini dilakukan sesuai dengan edaran yang berlaku.

“Selama Bulan Ramadan tidak diperbolehkan membuka tempat hiburan, dan pastinya nanti di waktu malam hari kami akan melakukan patroli keliling. Untuk lebih lanjutnya masih akan dirapatkan,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (5/3/2024).

Tidak seperti sebelum-sebelumnya, dulunya untuk memberi imbauan dilakukan adanya pertemuan pada satu tempat dan berkumpul bersama, akan tetapi untuk sekarang dan tiga tahun terakhir ini langsung diadakan pendekatan dan datang ke lokasi.

“Kami lakukan pendekatan ke lokasi, sehingga anggota langsung menyebar ke semua tempat. Kami lakukan sistem seperti ini agar bisa meninjau secara langsung,” paparnya.

Ahmad berpesan, dilakukannya kegiatan seperti ini agar bisa menghargai sesama umat beragama, apalagi menjelang Ramadan, bulan yang suci bagi umat Islam.

“Ini dilakukan supaya kami yang beragama Islam lebih khusyuk dalam menjalankan puasa,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Melaju Kencang, Remaja Tabrak Mobil Parkir di Bukit Indah

0
Melaju Kencang, Remaja Tabrak Mobil Parkir di Bukit Indah
Kondisi sepeda motor yang menabrak mobil parkir di Bukit Indah, Bontang. (ist)

BONTANG – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Ir Juanda, Bukit Indah, Kelurahan Tanjung Laut, Selasa (5/3/2024) siang. Pengendara sepeda motor menabrak mobil yang tengah parkir.

Diketahui, korban merupakan remaja. Sepeda motor yang digunakan adalah Honda Beat dengan nomor polisi KT 3220 QC, dengan kondisi motor menyangkut di bawah bak mobil bagian belakang.

Keterangan dari beberapa saksi mata yang berada di lokasi kejadian menjelaskan, pemuda tersebut membawa kendaraannya dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga pengendara tidak bisa mengendalikan motornya sendiri.

“Anaknya bawa motor sangat laju, sampai terpental. Untung saja tidak jatuhnya di tengah jalan,” ucap salah satu saksi yang enggan disebut namanya.

Pasca kecelakaan korban tidak sadarkan diri, sehingga korban langsung dilarikan ke RS Amalia untuk dilakukan penanganan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wajah Baru dari Bontang Selatan, Perjuangkan Infrastruktur, Ingin Pemuda Bontang Berkarya

0
Wajah Baru dari Bontang Selatan, Perjuangkan Infrastruktur, Ingin Pemuda Bontang Berkarya
Heri Keswanto (kiri), Alfin Rausan Fikry (kanan) salahsatu wajah baru dari Bontang Selatan.

BONTANG – Kecamatan Bontang Selatan memunculkan beberapa wajah baru di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang.

Di antaranya adalah Alfin Rausan Fikry yang merupakan calon legislatif (caleg) muda kelahiran Bontang 17 Desember 1999. Ia berhasil terpilih dengan memiliki suara terbanyak di Bontang Selatan.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat khususnya Bontang Selatan, yang telah mempercayakan suara mereka untuk saya,” ungkapnya saat dihubungi redaksi.

Pemuda yang akrab disapa Alfin ini merupakan Caleg DPRD Bontang melalui Partai Golkar Bontang. Ia mengatakan tujuannya maju ke dunia politik ini murni karena keinginan diri sendiri.

Ia merasa harus bermanfaat bagi masyarakat Bontang dan memperjuangkan banyak hal, apalagi untuk para pekerja di Kota Bontang dengan membangun SDM yang berkualitas.

“Saya ingin hak-hak para pekerja di Kota Bontang bisa saya perjuangkan,” ujarnya.

Jiwa kepemudaannya juga menjadi dorongan moril, menjadi jalan untuk memperjuangkan suara kaum milenial dan kebutuhan masyarakat pada umumnya.

Sama halnya dengan Heri Keswanto, merupakan caleg Gerindra pertama yang berasal dari Kelurahan Bontang Lestari. Keinginannya maju ke kursi DRPD Bontang adalah ingin aspirasi warga Bontang Lestari dapat tersampaikan.

“Industri dan kantor pemerintahan ada di Bontang Lestari, tapi di sini masih tertinggal dari Bontang kota sana,” jelasnya.

Ia menjelaskan, masih banyak jalanan di gang-gang yang belum tersentuh pengaspalan ataupun pengecoran. Selain itu juga masalah air, masih ada rumah di Bontang Lestari belum tersentuh aliran air.

“Mereka masih pakai sumur kalau ambil air,” terangnya.

Terdapat juga sumur salah satu wilayah di Bontang Lestari yang hancur serta tercemar akibat perusahaan. Padahal sumur tersebut digunakan untuk air minum.

“Bertahun-tahun tempat pemerintahan di sana tapi pembangunan tertinggal, harus segera menjadi koreksi ini,” tambahnya.

Ia berharap dengan ia mewakili suara warga Bontang, wilayah tersebut makin maju infrastrukturnya. Terlebih lagi wilayah sana juga terbilang kurang penerangan di malam hari, sehingga sangat berbahaya untuk warga lokal.

Heri maupun Alfin juga sama-sama memiliki keinginan agar kota Bontang memiliki wadah untuk anak muda berkarya dan tidak kaku. Tempat berdiskusi bersama-sama anak muda Kota Bontang juga tidak ada, apalagi tempat untuk menyalurkan hobi.

“Contohnya saja musik, di Kota Bontang belum ada wadah itu, untuk olahraga ada, tapi minim, nanti akan saya sampaikan itu,” tambah Heri.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disiplinkan Pengendara, Polres Bontang Gelar Razia 14 Hari

0
Disiplinkan Pengendara, Polres Bontang Gelar Razia 14 Hari
Kasat Lantas Bontang, MD Djauhari. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Operasi Keselamatan Mahakam 2024 telah digelar Polres Bontang sejak, Senin (4/3/2024) kemarin, razia ini dilakukan selama 14 hari ke depan.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Lantas, AKP MD Djauhari mengatakan, ada 8 jenis pelanggaran yang akan dirazia, contohnya seperti tidak menggunakan helm SNI atau memakai sabuk pengaman, pengendara membonceng lebih dari satu orang, membawa kendaraan dengan pengaruh alkohol, menggunakan handphone saat berkendara, melawan arus, pengendara masih di bawah umur, berkendara dengan keadaan laju, dan terakhir kendaraan yang melebihi muatan.

“Kami akan lakukan razia kepada para pengendara yang masuk dalam 8 pelanggaran tersebut,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (5/3/2024).

Razia ini bertujuan untuk tetap mendisiplinkan para pengendara, agar bisa lebih taat pada peraturan-peraturan saat mengendara. Sehingga menghindari adanya kejadian kecelakaan lalu lintas.

“Pastinya menghindari kecelakaan, dan juga tetap disiplin saat berkendara itu sangat perlu. Jangan saat ada razia seperti ini, baru semuanya tertib,” jelasnya.

Jika ada pengendara yang telah melanggar peraturan tersebut, tidak segan-segan Polisi Lalu Lintas (Polantas) akan memberikan teguran langsung, bahkan mendapatkan surat tilang.

“Sudah banyak kecelakaan lalu lintas, kita harus tegas. Sehingga, selain kita menghindari hal seperti itu, kita juga harus disiplin terhadap aturan berkendara, semisal surat-surat kendaraan yang lengkap,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kapal Nelayan Kerap Rusak Tabrak Pondasi Pipa Air Bersih di Laut, Edi: Kami Sudah Pasang Rambu

0

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang meminta pipa yang mengaliri air bersih ke Kampung Malahing untuk dibenahi lagi, karena beberapa nelayan mengalami kerusakan kapal akibat menabrak pondasi pipa tersebut.

Ia pun meminta pemerintah kota (pemkot) untuk memberikan ganti rugi atas kerusakan kapal para nelayan tersebut.

Kabid Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air PUPRK, Edi Suprapto mengatakan, bahwa jalur pipa tersebut sebelumnya sudah diberikan rambu-rambu, namun masih dilewati oleh para  nelayan.

“Sambil dikerjakan kami juga sekaligus memberikan rambu-rambu,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (4/3/24) .

Menanggapi ganti rugi yang diminta, pihaknya akan membicarakan hal tersebut langsung bersama para nelayan.

Adapun pembangunan pipa air bersih tersebut, sebelumnya sudah pernah dibahas langsung bersama dengan nelayan, sehingga perencanaan pembangunannya sudah sesuai dengan rencana awal.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Bontang bersama nelayan telah melakukan konfirmasi terkait kerusakan kapal nelayan yang bocor hingga tenggelam akibat menabrak pondasi pipa air bersih.

Salah satu nelayan yang kapalnya langsung tenggelam setelah menabrak pondasi tersebut, Ardiansyah menyebutkan, bahwa kerugian secara menyeluruh mencapai belasan juta rupiah.

“Sampai Rp10 jutaan, karena mesin kapal termasuk. Mesin sudah kami bongkar dan bersihin, belum tahu masih bisa nyala tidak karena kemarin terendam,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Nelayan Sering Tabrak Pipa Air Bersih ke Malahing, Pemkot Diminta Carikan Solusi

0

BONTANG – Seorang nelayan mengalami musibah setelah kapal miliknya yang ia gunakan untuk melaut, menabrak pondasi pipa air bersih yang mengaliri air untuk Kampung Malahing.

Nelayan tersebut berasal dari Kelurahan Bontang Kuala bernama Ardiansyah. Ia mengatakan kejadian ini bukan yang pertama kalinya sejak pipa tersebut terbentang dari Bontang Kuala sampai Kampung Malahing.

“Pipanya terbentang di jalur yang memang biasa lalu lintas kapal,” jelasnya, Senin (4/3/24).

Naasnya saat kapal milik Ardiansyah menabrak pondasi pipa tersebut, kapalnya langsung tenggelam.

Kapal tersebut menabrak saat air laut sedang surut. Pasalnya pipa tersebut tidak menyentuh dasar, melainkan berada di atas tiang yang diberikan pondasi sehingga ketika surut, kapal nelayan akan bergesekan dengan pondasi tersebut.

Ardiansyah sendiri sudah tidak dapat melaut sejak Sabtu (2/3/24) lalu. Sedangkan nelayan adalah mata pencahariannya. Ia mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah dan berharap adanya ganti rugi dari pemerintah.

“Untuk kapal sama mesinnya sekitar Rp 10 jutaan, kami berharap ada ganti rugi karena itu satu-satunya mata pencaharian,” tandasnya.

Menanggapi itu Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina saat sidak berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang segera memperbaiki pipa tersebut, dan memberikan rambu di jalur pipa tersebut melintang.

Mereka pun akan melakukan tinjauan tersebut Selasa (5/3/24) besok, “Harusnya Senin ini, tapi anggota PU nggak datang,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air PUPRK mengatakan, bahwa pihaknya terlambat datang, sehingga saat sampai di lokasi rombongan Komisi III sudah tidak ada.

“Kami berangkat dari Bontang Lestari, karena pagi ada pertemuan sebentar, ternyata sudah tidak ada orang,” ungkapnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pembangunan Gedung SMP Negeri 1 Bontang Dihentikan, Begini Alasannya!

0

BONTANG – Rombongan anggota Komisi III DPRD Kota Bontang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terkait proyek pembangunan gedung sekolah di SMP Negeri 1 Bontang, Senin (4/3/2024).

Pembangunan tidak berlanjut berdasarkan dengan hasil konsultasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mengatakan, pengerjaan proyek diberhentikan pada akhir tahun lalu. Dirinya menganggap bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) tidak bijak dalam persoalan anggaran yang ada. Padahal progresnya sudah berjalan 75 persen.

“Intinya saya merasa sangat kasihan terhadap murid-murid di sini, sudah terganggu jam belajarnya ditambah lagi pembangunan gedung tidak terselesaikan. Apalagi dengan kondisi yang seperti ini, sangat membahayakan,” ucapnya saat sidak.

Amir menginginkan supaya pemkot bisa mencari solusi atau jalan alternatif. Karena ini adalah suatu hal yang sangat harus di prioritaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono menjelaskan, adanya proyek pembangunan di gedung SMP Negeri 1 secara mekanis tidak bisa dilanjutkan lagi, dan untuk kelanjutan pada APBD perubahan 2024 akan dilakukan penjadwalan ulang.

“Ini tidak selesai dan mereka juga tidak sanggup melanjutkannya. Sebelumnya kita sempat menanyai, tetapi mereka mengatakan tidak menyanggupi. Entah dengan alasan tidak ada modal atau sebagainya,” jelasnya.

Seperti adanya drainase dan juga pemasangan pada paving blok. Hasil pertimbangan regulasi berdasarkan arahan TAPD akan dilanjutkan pada 2025 mendatang, dimana skema pembangunan gedung tersebut single years, hanya satu tahun anggaran.

“Mau gimana lagi, iya memang tidak bisa dilanjutkan. Saya sebagai kepala dinas sangat prihatin. Karena skema pembangunan ini bukan multiyears, pembangunan tidak bisa berlanjut di tahun ini,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Lahan 7 Hektar di Kanaan Habis Terbakar, Pondok Kebun Milik Warga Ikut Lenyap

0

BONTANG – Kebakaran lahan dan hutan kembali terjadi di Kelurahan Kanaan, <span;>Minggu (3/3/2024) kemarin, sekitar pukul 16.44 Wita. Kebakaran ini menghabiskan lahan seluas 7,63 hektar.

Tidak hanya itu, bahkan salah satu pondok kebun milik warga ikut lenyap dimakan api,

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi menjelaskan, ada informasi masuk dari masyarakat sekitar di wilayah Alam Sejati 77, ada api yang telah menyambar hutan dan lahan tersebut.

Sehingga Tim BPBD langsung bergerak cepat menuju ke lokasi kejadian. Para petugas langsung sigap dan bergerak cepat dengan membawa peralatan pemadaman api, serta alat bantu lainnya.

“Karena api yang menjalar begitu cepat, dengan kondisi lahan yang kering serta angin kencang, kebakaran menghabiskan lahan dan hutan seluas 7,63 hektar, serta ada pondok kebun milik masyarakat yang ikut terbakar. Untungnya kondisi pondok kosong, hanya terdapat perlengkapan keperluan berkebun saja,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (4/3/2024).

Pemadaman hutan dan lahan ini dibantu oleh tim gabungan yang meliputi KPHP Santan, MPA Bonles, Polri, PMK Bontang, Relawan 87, Kelana Bonles, dan juga masyarakat sekitar. Pemadaman api berlangsung hingga pukul 22.30 Wita.

“Syukurnya banyak yang membantu untuk memadamkan, itu pun kami memadamkan api sekitar kurang lebih 6 jam,” tambahnya.

Eko menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama untuk masyarakat yang memiliki lahan agar bisa berpartisipasi menjaga lahannya dari bahaya kebakaran.

Tidak hanya membakar sampah, begitu pula bagi masyarakat yang akan membersihkan lahan, diminta untuk tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar semak dan perdu yang ada di lahan tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Jelang Ramadhan, Harga Beras Perlahan Merangkak Naik

0

BONTANG – Menjelang Bulan Suci Ramadhan, harga beras di Kota Bontang terus melonjak naik. Kenaikan tersebut mulai awal Januari 2024 dan terus naik.

Hal itu diungkapkan Delima, salah satu supplier beras di Pasar Tradisional Rawa Indah. Harga beras paling signifikan berkisar awal Januari, setelah itu harga terus meningkat.

“Ini beras tiap datang pasti naik terus harga, bisa-bisa berkelanjutan,” tambahnya.

Untuk harga beras karungan 25 kilo kualitas standar Rp. 385 ribu, kualitas medium Rp. 395 ribu, kemudian beras premium mencapai Rp. 420 ribu. Ia mengatakan kenaikan ini akan terus berlanjut hingga bulan puasa.

“Beras 5 kilo aja ini kemarin masih Rp 68 ribu sekarang sudah Rp 80 ribu,” jelasnya.

Imbas kenaikan beras penjualan juga menurun, bahkan Delima mengatakan stok miliknya belum sempat ia tambah lagi, ia masih menyuplai beras-beras dengan kualitas standar dulu.

“Untuk saat ini beras eceran termurah dihargai Rp 14 ribu,” ujarnya.

Salah satu penjual beras eceran dan toko sembako, Andi mengungkapkan, tidak banyak menyetok beras di tokonya, karena saat pelanggan mengetahui harga beras mereka akan lebih memilih belanja langsung di supplier.

“Nggak ambil banyak, mereka ke supplier aja di sebelah, karena lumayan kalo kita jual bedanya sampai Rp 2 ribu,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Golkar Raih 7 Kursi, Andi Faiz Bakal Maju Cawalkot?

0
Golkar Raih 7 Kursi, Andi Faiz Bakal Maju Cawalkot?
Andi Faizal Sofyan Hasdam. (ist)

BONTANG – Partai Golkar berhasil merebut 7 kursi dari 25 kursi yang diperebutkan pada Pemilu 2024. Disusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 4 kursi, Gerindra 3 kursi, PDIP 3 kursi, PKS 2 kursi, Nasdem 2 kursi, PAN 2 kursi serta Demokrat dan Gelora masing-masing mendapatkan 1 kursi.

Perhitungan perolehan kursi ini merujuk hasil Rapat Pleno Rekapitulasi Perhitungan Suara yang telah rampung dilakukan KPU Kota Bontang, pada Minggu (3/3) dini hari.

Dengan perolehan 7 kursi ini, artinya Partai Golkar sudah bisa mengusung sendiri calon kepala daerah tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Untuk diketahui, syarat untuk mengajukan calon kepala daerah setidaknya, parpol harus memiliki 5 kursi di parlemen. Lantas siapa yang akan diusung Partai Golkar di Pilkada yang akan digelar November 2024 mendatang?

Ketua DPD Partai Golkar, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengaku saat ini pihaknya masih fokus menunggu penetapan yang akan dilakukan oleh KPU. “Nanti kita lihat ya,” kata Andi Faizal saat dihubungi Media Kaltim.

Apakah dirinya akan maju sebagai calon kepala daerah? Ketua DPRD Bontang ini mengaku belum membicarakan seputar pengajuan pencalonan kepala daerah, karena akan dirapatkan khusus. Termasuk soal koalisi dengan partai lain.

“InsyaAllah, secepatnya kita akan membicarakan itu,” jawabnya singkat.

Perolehan Kursi di Pemilu 2024:
– Golkar (7 kursi)
– PKB (4 kursi)
– Gerindra (3 kursi)
– PDIP (3 kursi)
– PKS (2 kursi)
– Nasdem (2 kursi)
– PAN (2 kursi)
– Demokrat (1 kursi)
– Gelora (1 kursi)

Penulis/Editor: Agus S