Beranda blog Halaman 630

Pemilik Rumah Mencak-mencak Dapati Penyewa Ketahuan Timbun Sampah di Kontrakan

0
Kondisi dalam kontrakan Nurfa yang dipenuhi dengan tumpukan sampah. (Screenshot IG Bontangterkini).

BONTANG – Salah satu pemilik kontrakan di daerah Bukit Indah mengeluhkan kontrakan miliknya yang dibuat kotor oleh sang penyewa. Pemilik kontrakan tersebut mendapati kontrakannya dalam kondisi menumpuk dan berserakan sampah. Hal ini disampaikan langsung oleh Nurfa, pemilik kontrakan.

Nurfa menceritakan, sang penyewa mengontrak di tempatnya dengan keadaan lingkungan yang sangat kotor dan jorok.

“Penyewa kontrakan ini seperti hidup dengan sampah di dalam, intinya tidak mau bersih-bersih. Bahkan sampah dan barang-barang penyewa ini bercampur menjadi satu,” ucapnya saat dihubungi, Minggu (28/9/2025).

Diketahui, penyewa ini telah mengontrak di tempat tersebut kurang lebih sekitar dua tahun lamanya. Mempunyai dua anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Karena kontrakan saya jadi penuh sampah, saya suruh penyewa ini untuk pindah. Dia pun pergi tanpa membawa barangnya, dan tak juga membereskan sampah-sampahnya yang ada,” tambahnya.

Mendapati perlakuan seperti itu, Nurfa sangat merasa kesal. Sebab dari penyewa tersebut tak ada sama sekali rasa tanggung jawabnya terhadap sampah-sampahnya yang ada di kontrakan. Terlebih lagi, sang penyewa pun juga sempat menunggak untuk pembayaran kontrakan.

“Kalau dihubungi selalu ada saja alasannya, padahal barang-barangnya masih ada semuanya dalam kontrakan. Bilang mau datang buat bereskan semua, sampai sekarang pun tidak ada muncul sama sekali,” jelasnya.

Tak hanya itu saja yang membuat Nurfa menjadi geram, ternyata penyewa ini juga sempat berhutang di warung mertuanya dengan totalan sekitar Rp 6,5 juta, tanpa sepengetahuan sang pemilik kontrakan.

“Utangnya itu untuk rokok dan segala macam, dan dia memintanya kalau tidak sama anakku ya sama suami ku. Setiap ditagih juga selalu janji terus, sampai sekarang tidak ada kabar,” ungkapnya.

Adanya kejadian seperti ini, Nurfa berharap nantinya tidak akan terjadi di tempat dan pemilik kontrakan lainnya di wilayah Bontang, sebagai antisipasi untuk menerima penyewa yang benar-benar bisa menjaga lingkungan serta membayar dengan tepat waktu.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Fraksi Rakyat Dorong Reformasi Politik, Yudi Syamhudi Tegaskan Perlu Saluran Langsung di Parlemen

0
Ketua Fraksi Rakyat, Yudi Syamhudi Suyuti (tengah), memberikan keterangan kepada wartawan usai Kongres Nasional Fraksi Rakyat di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA – Ketua Fraksi Rakyat, Yudi Syamhudi Suyuti, menegaskan Kongres Nasional Fraksi Rakyat yang digelar di Gedung Serbaguna Senayan, Sabtu (27/9/2025), bertujuan membuka ruang partisipasi politik langsung bagi rakyat di parlemen.

Menurutnya, gagasan Fraksi Rakyat lahir dari meningkatnya ketidakpercayaan publik terhadap partai politik dan DPR, terutama pasca-kerusuhan 25–31 Agustus 2025. “Kongres Fraksi Rakyat ini adalah menegaskan sikap kita peduli kepada negara, bahwa diperlukan saluran rakyat langsung di parlemen selain dari fraksi partai politik,” ujarnya.

Yudi menjelaskan, ide ini sebenarnya sudah dirintis sejak 2020, namun baru menemukan momentum sekarang. Ia menolak wacana pembubaran DPR, tetapi mendorong pemulihan lembaga tersebut agar kembali dipercaya rakyat. “Kami tidak setuju DPR dibubarkan, tapi bagaimana caranya DPR dipulihkan kembali oleh rakyat, agar rakyat merasa memiliki lagi negaranya, yaitu dengan adanya Fraksi Rakyat,” tegasnya.

Fraksi Rakyat, lanjut Yudi, diharapkan menjadi wadah partisipasi politik yang seimbang dengan fraksi partai politik dan diakui secara resmi di DPR maupun MPR. “Fraksi Rakyat bisa menjadi alat partisipasi langsung dan kekuatan rakyat,” tambahnya.

Terkait mekanisme, Yudi menyebut ada dua jalur yang tengah didorong. Pertama, melalui perubahan konstitusi di MPR. Kedua, lewat revisi undang-undang politik, termasuk UU Pemilu dan UU Partai Politik. “Dengan peristiwa kemarin, Presiden Prabowo mendorong terjadinya reformasi politik yang juga disambut pimpinan DPR. Reformasi politik ini akan dilakukan dalam waktu dekat,” jelasnya.

Ia menegaskan, reformasi politik yang dimaksud adalah perubahan struktural dalam fungsi legislatif, sehingga memungkinkan hadirnya Fraksi Rakyat sebagai saluran resmi politik rakyat di parlemen.

Reporter: Fajri/MKN
Editor: Agus S

Mega Proyek IKN: Gedung MPR Senilai Triliunan Siap Berdiri, Target Selesai 2027

0
Berdiri berdampingan dengan Istana Negara, Gedung MPR di KIPP IKN dikerjakan dalam waktu 750 hari. (Foto: Atmaja Riski/MKN)

NUSANTARA – Pembangunan Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN) segera dimulai. Proyek besar ini akan menghadirkan tiga bangunan utama, yakni MPR A, MPR B, dan MPR C, yang mencakup ruang utama dan fasilitas pendukung.

Menurut dokumen resmi pengadaan, pekerjaan konstruksi ditargetkan berlangsung selama 750 hari kalender. Masa pengerjaan dihitung sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) hingga serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO). Skema yang digunakan adalah Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Otorita IKN, Almi Mardhani, menyebut proses tender diharapkan berjalan lancar sehingga kontrak bisa ditandatangani pada akhir Oktober 2025. “Harapan kami, pekerjaan bisa berjalan sekitar 27 sampai 28 bulan, sehingga dapat selesai pada Desember 2027,” ujarnya.

Dengan berdirinya gedung legislatif dan yudikatif di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, maka kelengkapan trias politica di ibu kota baru akan terwujud. Sebelumnya, kawasan eksekutif sudah lebih dulu dikerjakan sejak 2022.

Pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif ini direncanakan dimulai pada akhir 2025 atau awal 2026. Kehadiran kompleks baru tersebut menjadi syarat penting sebelum pemindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke IKN benar-benar dilakukan.

Penulis: Rizki/MKN
Editor: Agus S

Turnamen HMB Cup Badminton 2 Resmi Bergulir, Agus Haris Lakukan Servis Perdana

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, melakukan servis perdana sebagai tanda dimulainya Turnamen HMB Cup Badminton 2. (Foto: prokopimbontang)

BONTANG – Turnamen HMB Cup Badminton 2 resmi dibuka Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mewakili Wali Kota Bontang pada Sabtu pagi (27/9/2025) di Gedung Karya Putra Badminton Sport Center, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

Agenda yang digelar Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) Cabang Bontang ini diikuti ratusan peserta, pengurus, hingga alumni dari berbagai angkatan.

Acara pembukaan turut dihadiri Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang Heri Keswanto, Ketua Umum Pengurus Pusat HMB Supiansyah, Ketua HMB Cabang Bontang Riska Djikiro, serta jajaran pengurus dan tamu undangan.

Agus Haris bersama jajaran undangan memberikan arahan dan semangat kepada para peserta turnamen. (Foto: prokopimbontang)

Agus Haris menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen ini sebagai wadah membangun semangat sportivitas dan kebersamaan di kalangan pemuda. Ia juga menekankan nilai-nilai disiplin, pendidikan, dan budaya sebagai fondasi membentuk generasi Bontang yang unggul.

“Disiplin adalah kunci kesuksesan, baik di lapangan olahraga maupun dalam kehidupan. HMB adalah wadah yang tepat bagi anak muda untuk berkembang dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkot Bontang berkomitmen mendukung pengembangan generasi muda lewat berbagai program, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat dan beasiswa mahasiswa. Di hadapan para pelajar, Agus Haris juga berpesan agar berani bermimpi besar. “Tempatkan cita-cita setinggi langit agar semangat mencapainya terus tumbuh,” tambahnya sambil menyampaikan salam dari Wali Kota Bontang yang sedang menghadiri pertemuan APEKSI di Palangkaraya.

Sekretaris Panitia, Annida, dalam laporannya menyebutkan turnamen ini diikuti 32 peserta atau 16 tim, berlangsung selama dua hari hingga Minggu (28/9/2025) hari ini. Ketua HMB Cabang Bontang, Riska Djikiro, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga penjaringan bibit atlet muda sekaligus mempererat silaturahmi. Sementara Ketua Umum PP HMB, Supiansyah, menegaskan turnamen ini diharapkan berlanjut tiap tahun sebagai ajang pembinaan dan sportivitas.

Pembukaan ditandai dengan servis perdana oleh Wakil Wali Kota Agus Haris yang dilanjutkan pertandingan eksibisi antara pasangan Wakil Wali Kota dan Ketua Komisi A DPRD melawan pasangan Ketua Umum PP HMB dan Pengurus HMB Cabang Bontang. Pertandingan berlangsung seru dan menjadi hiburan bagi peserta maupun penonton.

Penulis: Syahura
Editor: Agus S

Tantangan Fiskal dan Dukung IKN, Wali Kota Neni Dorong Kota se-Kalimantan Bersatu

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan sambutan pada Muskomwil V APEKSI Regional Kalimantan di Palangkaraya. (Foto: prokopimbontang)

PALANGKARAYA – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang juga menjabat Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), menekankan pentingnya sinergi antar kota di Kalimantan dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Pesan itu disampaikan saat menghadiri Musyawarah Komwil V APEKSI Regional Kalimantan di Hotel SwissBell Palangkaraya, Sabtu (27/9/2025).

Para wali kota se-Kalimantan bersama perwakilan APEKSI Pusat saat pembukaan Muskomwil V di Palangkaraya. (Foto: prokopimbontang)

Mengusung tema “Kota Kalimantan, Kota Masa Depan untuk Indonesia Emas”, forum tersebut menyoroti peran strategis kota-kota di Kalimantan dalam menyokong pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Neni menyebut APEKSI menjadi wadah untuk menyatukan gagasan antar pemerintah kota. Ia menegaskan pentingnya memperkuat konektivitas antarwilayah, terlebih dengan adanya pembangunan IKN yang diharapkan menjadi pusat peradaban baru.

Ia juga menyinggung tantangan fiskal yang kini dihadapi banyak daerah, termasuk Bontang yang mengalami penurunan dana transfer pusat. Neni berharap pemerintah pusat dapat memberikan dana bagi hasil (DBH) yang lebih adil bagi kota-kota penghasil sumber daya alam.

“Kota seperti Bontang harus berjuang untuk mendapatkan haknya. Melalui kolaborasi di APEKSI, kita bisa mencari solusi bersama,” tegasnya.

Muskomwil kali ini juga menetapkan kepengurusan baru APEKSI Komwil V periode 2025–2028. Wali Kota Pontianak dipercaya menjadi Ketua, didampingi Wali Kota Banjarbaru sebagai Wakil Ketua I dan Wali Kota Palangkaraya sebagai Wakil Ketua II.

Sebagai Ketua Komwil V sebelumnya, Neni mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota APEKSI atas kerja sama yang terjalin, serta apresiasi khusus kepada tuan rumah Wali Kota Palangkaraya. Ia juga menyampaikan salam untuk penerusnya. “APEKSI adalah rumah kita, harapan kita bersama. Mari kita bangun kota-kota Kalimantan agar berdaya saing, berkelanjutan, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Musyawarah ini dihadiri Dewan Pengurus APEKSI Pusat, para wali kota se-Kalimantan, termasuk Wali Kota Tarakan dan Wali Kota Palangkaraya Farid Nafarin. Selain sidang pleno, kegiatan juga diisi dengan Ladies Program bagi para istri wali kota. Acara ditutup dengan semangat bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas kota demi masa depan Kalimantan yang lebih baik.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Persiba Balikpapan Tundukkan Tuan Rumah PSIS Semarang 2-1

0
Salah satu pemain Persiba Balikpapan saat dijaga ketat oleh pemain PSIS Semarang. (Persiba Balikpapan)

BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan berhasil menundukkan tuan rumah PSIS Semarang dengan skor 2-1 di Stadion Jatidiri, Sabtu (27/9/2025).

Duel pekan ketiga Liga 2 Championship 2025/2026 ini berlangsung menegangkan hingga menit terakhir, dengan drama gol telat dan penalti yang gagal dimanfaatkan tuan rumah.

PSIS Semarang lebih dulu unggul di menit ke-24 melalui gol Dani. Namun, pergantian pemain yang dilakukan pelatih Persiba, M Nasuha, di babak kedua mengubah jalannya pertandingan.

Gol penyeimbang tercipta pada menit ke-84 lewat sundulan Takumu Nishihara, memanfaatkan umpan lambung dari Kodai yang sempat dibelokkan Bintang.

Hanya empat menit berselang, Takumu kembali jadi penentu setelah tendangannya dari titik putih membawa Persiba berbalik unggul 2-1.

Drama kian memanas ketika PSIS Semarang mendapat penalti pada menit ke-91. Namun, eksekusi sang kapten, Ahmad, melambung di atas mistar.

Peluang terakhir tuan rumah juga gagal setelah tendangan bebas membentur pagar betis Persiba.

Wasit akhirnya meniup peluit panjang, memastikan kemenangan dramatis tim tamu. Dengan hasil ini, Persiba Balikpapan naik ke posisi ketiga klasemen sementara Liga 2.

Pewarta: Aprianto
Editor: Yusva Alam

Status Ratusan Honorer Non-Database di Kaltim Masih Menggantung, Pemprov Masih Tunggu Arahan Kemen PAN-RB

0
(Kiri) Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Yuli Fitriyanti (Kanan). Rizqi Pratama sebagai perwakilan dari para tenaga honorer. Foto: Hanafi/MKN

SAMARINDA – Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Yuli Fitriyanti, menyampaikan, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), terkait kondisi ratusan tenaga honorer non-database di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang belum mendapat kejelasan status.

Menurutnya, upaya untuk memperjuangkan tenaga honorer tersebut sudah dilakukan sejak Mei lalu. BKD bahkan telah menyampaikan surat resmi yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Kaltim kepada KemenPAN-RB.

“Bahkan surat permohonan itu langsung diteken Gubernur Kaltim,” jelasnya saat diwawancarai usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I di Gedung E, Komplek DPRD, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Jum’at sore (27/09/2025).

Hal yang sama kembali ditempuh pada Agustus, namun hingga saat ini Kaltim tetap diminta bersabar menunggu petunjuk teknis dari kementerian.

“Intinya seluruh persoalan honorer di Kaltim sudah kami sampaikan. Tapi sampai sekarang kami tetap harus menunggu instruksi,” begitu jelasnya, lagi.

Ia menegaskan, BKD tidak memiliki kewenangan membuat kebijakan sendiri di luar arahan pusat. Selain fokus pada pengangkatan ASN tahap I dan II, BKD juga masih menangani urusan terkait PPPK paruh waktu.

“Masalah honorer ini kan dialami semua daerah, jadi kemungkinan memang harus diselesaikan bertahap. Mudah-mudahan bisa segera ada keputusan,” katanya.

Yuli memastikan pihaknya terus mengawal agar tenaga honorer non-database tidak terabaikan, termasuk memfasilitasi pertemuan lebih lanjut dengan kementerian. “Kepala daerah juga mendukung penuh agar ada solusi nyata untuk persoalan ini,” demikian ucapnya.

Dari sisi tenaga honorer, Rizqi Pratama, perwakilan non-database, menuturkan bahwa hasil komunikasi sebelumnya dengan KemenPAN-RB sempat memberi harapan. Ada peluang bagi mereka untuk diangkat sebagai ASN, meski secara bertahap dan menunggu giliran.

“Kami diminta terus berkoordinasi dengan kementerian sampai regulasi khusus benar-benar keluar,” terang Rizqi di kesempatan lain.

Rizqi menyebutkan, jumlah honorer non-database di Kaltim masih berkisar 600 orang, sementara data BKD hanya mencatat sekitar 300. Ia mencontohkan langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang menaikkan status honorer dengan mengubah kontrak menjadi Surat Keputusan (SK).

“Contohnya ada yang awalnya hanya sopir atau petugas keamanan, lalu dialihkan menjadi pengelola venue, operator, dan tenaga operasional lainnya. Harapannya, pola seperti ini juga bisa diterapkan di Kaltim,” tutupnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yusva Alam

Perdana Ikut di KKSS Bontang Cup 2025, Sragen FC Sukses Raih Kemenangan

0
Tim sepak bola Sragen FC berfoto bersama sebelum pertandingan dimulai. (Darman/RadarBontang).

BONTANG – Paguyuban Sragen (Sragen FC) turut serta dalam memeriahkan ajang sepak bola kategori U-40 di KKSS Bontang Cup 2025, yang berlangsung di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Sabtu (27/9/2025).

Suharto, Kapten Sragen FC mengatakan, turnamen ini pertama kalinya diikuti Paguyuban Sragen, walaupun paguyuban Sragen ini telah berdiri sejak 2016 lalu.

“Pemain kami ini campuran, ada dari Setda bahkan juga dari ASN. Semua bergabung menjadi satu disini, dengan motivasi guyub rukun,” ucapnya saat ditemui, Sabtu (27/9/2025) sore.

Karena sebagai pendatang di Kota Bontang, Paguyuban Sragen pun telah konsisten dan selalu memupuk motivasi dari pada sesepuh, untuk bisa menjadi contoh terbaik dari paguyuban yang ada.

“Motivasinya tetap untuk guyub rukun, adapun dalam paguyuban untuk tetap bisa membentuk kesatuan antar sesama, dimana kita semua di dalam paguyuban sudah bersama dan menjadi satu,” tutupnya.

Diketahui, di ajang KKSS Bontang Cup 2025 ini, Sragen FC berhasil menang melawan B-Legend dengan skor 1-0.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Wawali: Kualitas Paling Utama

0
Rapat evaluasi MBG digelar Pemkot Bontang di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. (Dwi S/Radarbontang.com)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar rapat evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk para siswa-siswi di tiap sekolah yang telah berjalan sejak Juli 2025 lalu.

Forum ini menjadi upaya pemkot dalam menjawab berbagai kekhawatiran masyarakat, sekaligus memastikan jika program unggulan tersebut tetap berjalan dengan optimal dan aman untuk dikonsumsi para siswa.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan bahwa keluhan yang masuk dari berbagai pihak, pastinya akan diterima secara terbuka. Bahkan semua masukan yang ada, menjadi bahan evaluasi untuk ke depan, dan dirinya sangat apresiasi atas keterbukaan seluruh pihak dalam menyampaikan keluhan yang ada.

“Sangat perlu diketahui bahwa evaluasi ini bukan hanya bentuk tanggung jawab moral Pemkot saja, akan tetapi juga sebagai langkah konkrit dalam memastikan keberlangsungan dan kualitas program, karena itu paling utama,” ucapnya.

Sehingga Wawali menekankan, jika tidak boleh puas hanya karena program ini sudah berjalan. Tetapi harus terus mengevaluasi, memperbaiki, dan memastikan bahwa makanan yang diterima oleh anak-anak benar-benar layak konsumsi dan bergizi.

“Jangan sampai terjadi lagi makanan basi atau tidak segar. Ini soal kepercayaan dan juga kesehatan anak-anak kita. Kita ingin MBG ini bukan hanya sekadar program makan gratis, tapi benar-benar menjadi pilar pendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas,” jelasnya.

Adapun Agus Haris turut menghimbau kepada seluruh Satuan Pelaksana Pengelola Gizi (SPPG) di Bontang, agar semakin memperketat pengawasan dalam proses pengolahan dan juga dalam distribusi makanan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sektor Pariwisata Kaltim Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Pasca Migas

0
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi (kerudung orange) saat diwawancara awak media. Foto: Hanafi/MKN

SAMARINDA – Sektor pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) perlahan mulai menanjak. Bahkan mulai diproyeksikan sebagai penopang utama, seiring capaian provinsi ini yang berhasil meraih peringkat keempat dalam Indeks Pembangunan Pariwisata Nasional 2024 dengan skor 4,54.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyebut prestasi tersebut menjadi pijakan penting. “Ini bukan hanya angka di atas kertas, melainkan bukti bahwa Kaltim punya potensi besar untuk bersaing dengan destinasi lain di Indonesia. Ke depan, pariwisata akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujarnya dalam acara Bincang-Bincang Pariwisata, Pariwisata untuk Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Timur, yang diselenggarakan di Samarinda Theme park jalan DI Panjaitan, Jumat (26/9).

Kebangkitan pariwisata Kaltim tidak lepas dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) meningkat tajam sejak proyek IKN bergulir. Ribuan orang datang menghadiri rapat, pameran, hingga pertemuan skala nasional, yang secara langsung mendorong tingkat hunian hotel, restoran, hingga transportasi lokal.

Dispar Kaltim mencatat, kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ikut melonjak. Bahkan, untuk memperkuat pasar wisatawan regional, pemerintah provinsi sedang menjajaki rute penerbangan langsung Samarinda–Brunei Darussalam.

“Jika rute ini terealisasi, wisatawan dari Brunei, Malaysia, dan Singapura tak perlu lagi transit di Jakarta. Mereka bisa langsung masuk ke Samarinda atau Balikpapan,” jelas Ririn.

Meski potensinya besar, kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim masih minim. Angkanya belum menembus 10 persen, jauh di bawah daerah pariwisata mapan seperti Bali atau Yogyakarta. Ririn mengakui kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diatasi.

“Kalau ingin sejajar dengan destinasi besar, kita harus memperbaiki akses, menambah atraksi, dan memastikan kenyamanan wisatawan. Tidak bisa hanya mengandalkan potensi alam yang sudah ada,” tegasnya.

Dispar Kaltim menyiapkan beberapa langkah strategis. Pertama, diversifikasi ekonomi kreatif berbasis budaya dan alam. Kedua, memperbanyak event bertaraf nasional hingga internasional yang bisa menarik wisatawan dalam jumlah besar. Ketiga, memperkuat infrastruktur pendukung, terutama akses jalan menuju daerah wisata di Mahakam Ulu dan Kutai Barat yang saat ini sedang digenjot oleh Dinas Pekerjaan Umum.

Ririn menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor. Konsep kolaborasi pentahelik antara pemerintah, swasta, BUMN, perbankan, komunitas, dan media massa disebut menjadi kunci utama. “Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Kaltim memiliki ratusan destinasi potensial, mulai dari wisata alam di Derawan dan Labuan Cermin, wisata budaya Dayak, hingga wisata minat khusus seperti jelajah sungai Mahakam. Jika akses semakin mudah dan fasilitas terus ditingkatkan, peluang menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi sangat terbuka.

“Harapan kami, wisatawan yang datang bukan hanya sekali, tapi kembali lagi dan membawa cerita positif. Dari situlah multiplier effect pariwisata akan dirasakan, bukan hanya bagi pelaku usaha, tapi juga masyarakat sekitar,” tutup Ririn.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yusva Alam