Beranda blog Halaman 630

Sukses Kelola Pembuangan Sampah, Bontang Diganjar Piala Adipura Kencana Ketiga Kalinya

0
Sukses Kelola Pembuangan Sampah, Bontang Diganjar Piala Adipura Kencana Ketiga Kalinya
Wali Kota Bontang, Basri Rase (kiri) menerima penghargaan Adipura Kencana dari Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin. (Dok)

BONTANG – Kota Bontang berhasil mempertahankan penghargaan Adipura Kencana. Penghargaan itu langsung diterima oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase, pada Selasa (5/3/2024). Penyerahaan penghargaan berlangsung di Kantor Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, di Jakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang, Heru Triatmojo mengatakan, untuk penghargaan diberikan langsung oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin kepada Wali Kota Bontang, Basri Rase. Bontang sukses mempertahankan penghargaan ketiga kalinya ini, lantaran dapat mengelola pembuangan sampah dengan baik.

“Program ini inovasi yang bisa dibanggakan, dapat mengatur jam pembuangan sampah. Terbukti berdasarkan data, Bontang mampu mengurangi populasi sampah 30 persen per harinya,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (6/3/2024).

Sampah yang dikelola menjadi komoditi akan bermanfaat, seperti lilin aromatik yang terbuat dari minyak jelantah dan paving blok terbuat dari sampah plastik. Secara estetik Kota Bontang berhasil mengurangi jumlah tong sampah yang ada.

“Ada juga inovasi Jemput Beli Tabung (Jelita) yang melibatkan sejumlah kelompok swadaya masyarakat. Inovasi ini jadi salah satu program yang berdampak besar terhadap pengurangan sampah,” paparnya.

Kemudian, untuk mengolah sampah anorganik, program sedekah sampah, dilakukan dengan cara mengumpulkan sampah plastik pada suatu tempat, dimana sampah-sampah tersebut akan dijual ke pengepul.

“Hasil penjualan sampah akan disumbangkan ke rumah ibadah dan kegiatan sosial. Bahwa program ini juga mendapat dukungan dari beberapa perusahaan besar di Kota Bontang,” jelasnya.

Perlu diketahui, Kota Bontang sudah tiga kalinya meraih penghargaan Adipura Kencana pada tahun 2013, 2022, dan 2024. Pernah juga Kota Bontang mendapatkan penghargaan Adipura Kencana pada 2016 lalu. Tak hanya itu, 8 kali mendapatkan penghargaan Adipura pada 2008-2012, 2014, 2015, dan juga 2018.

Heru menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Bontang yang telah ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan kota. Terlebih kepada para petugas kebersihan yang telah bekerja keras membersihkan ruang dan sudut kota dari tumpukan sampah.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Bontang, dan juga kepada seluruh petugas kebersihan yang sudah bekerja keras. Semoga piala penghargaan ini bisa terus bertahan,” tutupnya

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Kedapatan Bawa Sabu 11 Gram, Warga Muara Badak Dibekuk Polisi

0
Kedapatan Bawa Sabu 11 Gram, Warga Muara Badak Dibekuk Polisi
Barang bukti yang dibawa Ju (38) saat dilakukan penggeledahan. (ist)

BONTANG – Sat Resnarkoba Polres Bontang telah mengamankan pria berinisial Ju (38), salah satu warga Muara Badak, Desa Muara Badak Ilir, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Rabu (6/3/2024) kemarin, sekitar pukul 19.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan mengatakan, pihaknya menerima informasi dari masyarakat, bahwa di Jalan Cokroaminoto, RT 17, Desa Gas Alam Badak 1, sering dijadikan sebagai tempat transaksi barang haram. Sehingga anggota Sat Resnarkoba Polres Bontang langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami telah mencurigai satu pengendara sepeda motor, saat kami berhentikan geledah badan, ternyata yang bersangkutan kedapatan membawa sabu seberat 11,62 gram,” ucapnya.

Barang bukti yang telah diamankan Polres Bontang meliputi, tujuh bungkus plastik bening berisi sabu seberat 11,62 gram, satu plastik kresek warna hijau, empat lembar tisu, satu buah sedotan berujung runcing, satu bungkus plastik klip, satu celana pendek, satu unit handphone merek Oppo A57, dan satu unit sepeda motor merek Suzuki Smash tanpa nomor polisi.

“Kami masih menyelidiki dari mana asal mula sabu tersebut,” tambahnya.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Bontang Sukses Pertahankan Piala Adipura Kencana Ketiga Kalinya

0
Bontang Sukses Pertahankan Piala Adipura Kencana Ketiga Kalinya
Penerimaan Piala Adipura Kencana di Jakarta Pusat. (Prokompim Bontang)

BONTANG – Piala Adipura Kencana berhasil dipertahankan oleh Kota Bontang di tahun 2023 kemarin, artinya Bontang berhasil mempertahankan Piala Adipura Kencana untuk ketigakalinya.

Bontang kembali dinobatkan menjadi kota yang berhasil dalam kebersihan.

Kembali merayakan keberhasilan tersebut, Wali Kota Bontang, Basri Rase ingin piala Adipura Kencana tersebut diarak keliling Kota Bontang. Hal itu diungkapkan Plh Sekretaris Daerah Pemkot Bontang, Ahmad Suharto, Kamis (7/3/24).

Piala Adipura Kencana akan tiba di Kota Bontang pada Sabtu 9 Maret 2024 mendatang. Setelah itu, arak-arakan akan dimulai dari Tugu Selamat Datang Bontang, kemudian ke Jalan Letjen S Parman melintasi Jalan Brigjen Katamso.

Arak-arakan berlanjut melewati Jalan Cipto Mangunkusumo, mengarah ke Kelurahan Loktuan. Sesampainya di Loktuan akan putar balik melintasi Jalan Bhayangkara dan Jalan MT Haryono.

Setelah itu lanjut ke Jalan Ahmad Yani sampai Simpang Tanjung Laut Indah, menuju KS. Tubun, terakhir akan melewati Jalan Awang Long dan finish di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.

“Rutenya sama seperti tahun lalu,” tambahnya.

Adipura Kencana ialah anugerah tertinggi untuk kabupaten/kota dalam kinerja pengelolaan lingkungan hidup. Penghargaan ini diserahkan langsung dari Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ramadan 1445 H, Kadar Zakat di Bontang Naik, Segini Rincian Besarannya!

0
Ramadan 1445 H, Kadar Zakat di Bontang Naik, Segini Rincian Besarannya!
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Penetapan nilai kadar zakat fitrah, maal, dan fidyah tahun 1445 hijriah, serta hisab rukyat penetapan awal Ramadan 1445 hijriah telah dilaksanakan, Kamis (7/3/24), di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bontang.

Dari hasil pertemuan tersebut ditetapkan bahwa di tahun 2024 ini, kadar zakat untuk wilayah Bontang dan sekitarnya naik mengikuti harga beras di pasaran.

Tahun 2023 lalu, dilihat dari kadar zakat fitrah terendah sebesar Rp 50 ribu, untuk sedang Rp 57 ribu dan yang tertinggi Rp 61 ribu. Dibandingkan dengan tahun 2024 ini, zakat terendah sebesar Rp 60 ribu, sedang Rp 66 ribu dan tertinggi Rp 72 ribu.

“Kenaikan itu dari 16 hingga 20 persen,” jelas Yarkani, Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf Kemenag Bontang.

Sama halnya zakat fidyah yang juga naik 20 sampai 25 persen. Mulai dari yang terendah di 2023 dari Rp. 10 ribu menjadi Rp. 12 ribu di 2023, dan yang tertinggi dari 12 ribu menjadi Rp. 15 ribu.

“Perhitungannya pakai harga beras di pasaran, kan kita tahu sendiri kalau harga beras sekarang melambung sekali,” tambahnya

Dilanjutkan, untuk kepemilikan emas batangan 24 karat minimal 85 gram dengan total harta mencapai Rp 85 juta baru akan diwajib kan membayar sebanyak 2.5 persen, sehingga akan dikeluarkan zakat maalnya 85 gram emas dikali Rp 1 juta dikali 2,5 persen yakni Rp 2.125.000.

“Emas turun tahun ini jadi sejuta saja. Jadi kalau hartanya masih di bawah itu tidak wajib walaupun bedanya tipis, dan emas perhiasan ini tidak dihitung ya,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Harga Beras Merangkak Naik Jelang Ramadan, Butuh Solusi Tuntas

0
Harga Beras Merangkak Naik Jelang Ramadan, Butuh Solusi Tuntas
Emirza Erbayanthi, M.Pd. (ist)

Oleh:

Emirza Erbayanthi, M.Pd

Menjelang Bulan Suci Ramadan, harga beras di Kota Bontang terus melonjak naik. Kenaikan tersebut mulai awal Januari 2024 dan terus naik. Untuk harga beras karungan 25 kilo kualitas standar Rp. 385 ribu, kualitas medium Rp. 395 ribu, kemudian beras premium mencapai Rp. 420 ribu.

Diungkapkan Delima, salah satu supplier beras di Pasar Tradisional Rawa Indah. “Beras 5 kilo aja ini kemarin masih Rp 68 ribu sekarang sudah Rp 80 ribu,” jelasnya.

Imbas kenaikan beras penjualan juga menurun, bahkan Delima mengatakan stok miliknya belum sempat ia tambah lagi, ia masih menyuplai beras-beras dengan kualitas standar dulu. (radarbontang.com, 4/3/2024)

Naiknya Harga Pangan Saat Ramadan

Ramadan bulan mulia, bulan ibadah, inginnya fokus dan tenang untuk ibadah. Namun sayang jelang Ramadan justru dihadapkan dengan beban-beban hidup yang seharusnya sudah diantisipasi sebelum ada lonjakan kenaikan harga.

Kenaikan harga pangan jelang ramadan bukanlah pertama. Di setiap tahunnya selalu terjadi kenaikan harga kebutuhan pangan, dan membuat kecewa masyarakat karena harus mengeluarkan biaya lebih untuk mencukupi kebutuhan dapur jelang ramadan. Harga beras merangkak naik bukti penguasa gagal mengurus rakyatnya dengan baik.

Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menjamin kebutuhan pokok setiap individu rakyatnya. Asas ekonomi kapitalisme yang menjadikan pemerintah hanya sebatas regulator dan fasilitator.

Pemerintah memberikan kebebasan pada pemilik modal untuk mengelola bahan yang ada di pasar, dan pemerintah akan mendapat pajak dari apa yang telah diolah oleh pemilik modal.

Sistem kapitalis abai dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, tidak menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah, serta tidak adanya pengawasan terhadap pedagang nakal yang melakukan penimbunan oleh mafia beras.

Sedang fokus sistem ekonomi kapitalis ini adalah pada besarnya manfaat atau keuntungan. Maka para pemilik modal akan berupaya mendapatkan keuntungan yang besar. Dikarenakan gaya hidup masyarakat yang konsumtif bulan ramadan dan idul fitri, maka dampaknya pada naiknya harga.

Menurut Adam Smith, ketika permintaan barang di pasar lebih tinggi dari pasokannya, tidak semua permintaan itu dengan harga alamiahnya dapat terpenuhi. Akibatnya, sebagian mereka berupaya mendapatkan barang dengan menawarkan harga yang lebih tinggi. Secara otomatis, harga pasar barang itu jadi naik melebihi harga alamiahnya.

Maka, ketika terjadi peningkatan permintaan di atas jumlah barang yang beredar di pasar, harga barang akan naik, begitu juga faktor-faktor produksinya. Kenaikan permintaan itu mendorong produsen untuk meningkatkan jumlah pasokan barang hingga harga-harga kembali normal. Demikianlah siklus yang terjadi secara berulang.

Maka, pemerintah harusnya bergerak dengan melakukan stabilisasi harga bahan pokok, untuk mengantisipasi kenaikan menjelang ramadhan. Sehingga untuk menekan laju kenaikan harga, pemerintah harusnya melakukan sidak sebagai langkah antisipasi dan memastikan ketersediaan stok bahan pokok kebutuhan masyarakat.

Tetapi, antisipasi tersebut tidak bisa menghalangi kenaikan harga. Intervensi ini berdampak pada penimbunan, monopoli harga, hingga praktik pasar gelap di masyarakat.

Pemerintah pun telah memastikan ketersediaan bahan pokok. Tetapi, aspek distribusi stok bahan pokok tersebut kembali pada daya beli masyarakat. Di sinilah ‘hukum rimba’ ala ekonomi kapitalisme bekerja.

Jadi, bagaimana agar harga tetap stabil? Inilah yang membutuhkan pembahasan dengan solusi tuntas mengatasinya.

Solusi Tuntas

Islam menjamin ketersediaan dan kebutuhan umat. Dikarenakan mendistribusikan bahan makanan secara merata, sehingga tidak terjadi kenaikan harga yang menyusahkan masyarakat yaitu dengan sistem ekonomi Islam.

Dalam sistem Islam, pemenuhan seluruh kebutuhan rakyat adalah tanggung jawab negara. Kebutuhan dasar masyarakat adalah hal fitrah yang menuntut adanya pemenuhan. Maka, negara menyelenggarakan pemenuhan kebutuhan sebagai bagian dari pelayanannya terhadap rakyat.

Negara juga berkewajiban menjaga transaksi ekonomi rakyat agar jauh dari hal yang melanggar syariat. Maka dalam memenuhi kebutuhan rakyat, bahkan saat kondisi permintaan sedang tinggi harus sesuai dengan hukum syara.

Pertama, pemenuhan kebutuhan secara fitrah.

Sistem ekonomi kapitalisme hari ini adalah fakta minimnya peran negara dalam pemenuhan kebutuhan rakyat. Negara mencukupkan diri sebagai fasilitator kebijakan, tetapi luput dalam memastikan tercukupinya kebutuhan rakyat, individu per individu. Sehingga, rakyat sendirilah yang berjuang untuk memenuhi kebutuhannya.

Sementara itu, sistem Islam yang menjalankan politik ekonomi Islam akan memosisikan negara sebagai pengurus (raa’in) rakyatnya. Negara wajib memenuhi kebutuhan primer rakyat (sandang, pangan, dan papan) individu per individu.

Politik ekonomi Islam diterapkan oleh negara melalui mekanisme dan kebijakan APBN untuk menjamin kesejahteraan umat manusia. Pendanaannya bersumber dari baitulmal. Jaminan pemenuhan kebutuhan hidup ini bersifat harian dan tidak hanya untuk kaum muslim, melainkan juga nonmuslim yang menjadi warga negara. Hak keduanya tanpa perbedaan.

Maka, pemenuhan kebutuhan ini tetap berjalan, bahkan pada saat rakyat menyambut bulan ramadhan. Artinya, negara bertanggung jawab dalam distribusi berbagai barang kebutuhan masyarakat.

Kedua, mengantisipasi penimbunan.

Penimbunan hukumnya haram secara syar’i karena adanya larangan tegas dalam pernyataan hadis. Diriwayatkan di dalam Shahîh Muslim dari Said bin Al-Musayyib dari Mu’ammar bin Abdullah al-‘Adawi bahwa Nabi saw. bersabda, “Tidaklah melakukan penimbunan, kecuali orang yang berbuat kesalahan.”

Al-muhtakir (orang yang menimbun) adalah orang yang mengumpulkan barang menunggu harganya mahal, lalu menjualnya dengan harga tinggi sehingga menyulitkan masyarakat untuk membelinya.

Jika barang tersebut tidak ada, kecuali pada di penimbun, negara bertanggung jawab untuk menyediakan barang tersebut di pasar. Maka, tidak seorang pedagang bisa mengendalikan dan memonopoli harga di pasar, baik pada hari biasa maupun menjelang ramadhan.

Maka jika terjadi kenaikan harga atau barang tidak tersedia di pasar pada masa peperangan atau krisis politik, hal itu bisa karena dua sebab, yakni adanya penimbunan ataupun kelangkaannya. Jika ketiadaannya adalah akibat penimbunan, sungguh hal itu telah Allah haramkan sehingga akan ada sanksi atasnya.

Jika ketiadaannya adalah akibat dari kelangkaan, negara wajib menyediakan barang di pasar dengan mendatangkannya dari berbagai tempat. Hal ini pernah dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khaththab pada masa paceklik ketika terjadi kelaparan di Hijaz karena kelangkaan makanan.

Beliau mengirim surat dan mendatangkan makanan dari Mesir dan Syam ke Hijaz sehingga kebutuhan masyarakat Hijaz bisa terpenuhi. Inilah bentuk perlindungan negara dalam mencukupi kebutuhan rakyat dan melindungi ekonomi negara, serta membebaskan pasar dari monopoli segelintir orang.

Kenaikan harga kebutuhan menjelang ramadhan adalah kejadian berulang. Antisipasi yang pemerintah jalankan pun sama dan harga di pasar tetap saja mengalami lonjakan. Ini karena akar masalahnya adalah pada sistem ekonomi yang diterapkan dan lemahnya posisi negara dalam melakukan pemenuhan kebutuhan rakyatnya.

Masalah ini bersifat sistemis, maka butuh perubahan yang sistemis juga yang mengganti paradigma kapitalisme dalam menjalankan pelayanan terhadap rakyat. Maka, Islam solusi pengganti kapitalisme untuk menyelenggarakan pemenuhan kebutuhan rakyat secara hakiki dan komprehensif.

Wallahualam.

Mengenal Aloysius Roni, Wajah Baru DPRD dari Dapil Bontang Barat

0
Mengenal Aloysius Roni, Wajah Baru DPRD dari Dapil Bontang Barat
Aloysius Roni, pendatang baru DPRD Bontang, dapil Bontang Barat. (Dok).

BONTANG – Aloysius Roni, salah satu warga Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat berhasil meraih kursi di DPRD Kota Bontang. Roni menjadi salahsatu wajah baru dari dapil Bontang Barat yang bakal menduduki kursi dewan.

Roni berasal dari Partai Golkar, dimana dirinya sukses meraup suara sebanyak 1.508 dari hasil pemilu 14 Februari kemarin.

Dirinya menyatakan, memasuki dunia politik sejak 2014 lalu. Seiring berjalannya waktu dari tahun ke tahun, Roni ditunjuk oleh para seniornya untuk maju menjadi Caleg DPRD Bontang 2024.

“Saya berpolitik bukan suatu hal yang baru, lantaran sempat saya bergabung dengan Partai Hanura. Saya juga sempat mengantarkan Bunda Neni dan Pak Basri untuk menjadi kepala daerah di Bontang,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (6/3/2024).

Pria kelahiran 21 Juni 1984 ini bertekad, jika berhasil meraih kursi DPRD Bontang akan memperjuangkan perhatian pemerintah kepada rumah ibadah di Kota Bontang. Terkhusus di wilayah Bontang Barat, harus mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Fasilitas yang sebenarnya harus diperbaiki akan saya perjuangkan, seperti jalan, jembatan, hingga drainase. Terutama masih banyak sekali rumah ibadah yang saat ini masih minim, sehingga warga meminta bantuan kepada saya,” paparnya.

Perlu diketahui, Roni juga memimpin PT. Titian Enggang Mahakam (TEM) yang bergerak di bidang Main Power atau Sumber Daya Manusia (SDM), dirinya memimpin sekitar kurang lebih 200 orang karyawan.

“Nantinya saya akan perjuangkan kebutuhan masyarakat lebih luas lagi. Tidak hanya dari pemerintah saja, akan tetapi atensi dari perusahaan di wilayah Bontang bisa turut andil dalam pembangunan, terutama di Kecamatan Bontang Barat. Ini menjadi perhatian kita semua,” ungkapnya.

Tidak lupa Roni menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada para pemilih yang sudah memberikan suara kepada dirinya, dan juga kesempatan untuk menjalankan amanah serta kepercayaan masyarakat sehingga dirinya bisa maju sampai menduduki kursi DPRD Bontang.

“Terima kasih banyak kepada masyarakat yang sudah memilih saya, dan juga untuk tim sukses yang telah bekerja keras secara maksimal, itu semua sangat luar biasa,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Optimalkan Pembinaan UMKM, Pupuk Kaltim Dorong Pelaku Usaha FnB Kedepankan Kualitas dan Estetika

0
Optimalkan Pembinaan UMKM, Pupuk Kaltim Dorong Pelaku Usaha FnB Kedepankan Kualitas dan Estetika
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) gelar Pelatihan Food and Beverage (FnB) bagi mitra binaan di sektor usaha makanan dan minuman. (ist)

BONTANG – Kembangkan peluang usaha mandiri dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) gelar Pelatihan Food and Beverage (FnB) bagi mitra binaan di sektor usaha makanan dan minuman selama tiga hari, sebagai bentuk kesinambungan pembinaan agar lebih berdaya saing.

VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi, mengatakan pelatihan ini merupakan tindaklanjut pendampingan bagi usaha binaan agar lebih berkembang dengan meningkatkan peluang usaha sekaligus kualitas produk yang dihasilkan. Dimana sektor makanan dan minuman merupakan jenis usaha yang sangat potensial, serta diharap mampu dioptimalkan mitra binaan dengan berbagai peningkatan dan perbaikan.

“Baik dari sisi rasa, pelayanan dan jenis produk perlu untuk terus ditingkatkan agar usaha yang dijalani bisa terus bersaing dengan usaha sejenis lainnya,” ucap Sugeng, Jumat (1/3/2024).

Dijelaskannya, kesinambungan pembinaan merupakan salah satu sasaran pendampingan Pupuk Kaltim bagi UMKM agar semakin berdaya saing, sehingga produk lokal dapat terus bertumbuh dan tidak kalah dengan usaha sejenis dari luar. Untuk itu, penguatan kapasitas pelaku usaha perlu dilaksanakan secara kontinyu, agar standar kualitas pengelolaan dan pengolahan bahan makanan bisa turut dipahami dengan baik serta diharap makin berdampak terhadap pengembangan lini usaha.

“Dari pembinaan yang dilakukan, diharap pelaku usaha binaan makin berkembang serta dapat menghasilkan produk dengan kualitas estetika yang baik,” tandas Sugeng.

Kesinambungan pembinaan juga bentuk penegasan komitmen Pupuk Katim dalam mendorong penguatan kapasitas UMKM lokal, agar usaha yang dijalankan secara paralel mampu memberikan dampak signifikan dalam mewujudkan kesejahteraan serta kemandirian di Kota Bontang. Pembinaan pun juga diharap bisa menciptakan lapangan kerja baru seiring berkembangnya usaha yang dijalankan, sehingga sektor UMKM makin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Sasaran inilah yang terus dikembangkan Pupuk Kaltim, agar kedepan masyarakat mandiri bisa terwujud dengan peran UMKM didalamnya,” kata Sugeng.

Mewakili Pemkot Bontang, Pengawas Koperasi Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskop UKMP) I Nyoman Tri Darmaweda, mengapresiasi kesinambungan pembinaan Pupuk Kaltim dalam mendorong daya saing UMKM, melalui peningkatan kapasitas usaha binaan agar semakin berkembang.

Optimalkan Pembinaan UMKM, Pupuk Kaltim Dorong Pelaku Usaha FnB Kedepankan Kualitas dan Estetika
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) gelar Pelatihan Food and Beverage (FnB) bagi mitra binaan di sektor usaha makanan dan minuman. (ist)

Dirinya menilai kegiatan ini menunjukkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara Perusahaan bersama Pemerintah Daerah, utamanya menciptakan pertumbuhan iklim usaha yang kondusif di Kota Bontang.

“Kami menilai Pupuk Kaltim sangat fokus terhadap penguatan kapasitas UMKM di Kota Bontang, terlihat dari keaktifan perusahaan memberikan pembinaan secara kontinyu dan menunjukkan hasil nyata terhadap kemajuan UMKM lokal,” terang Nyoman.

Nyoman Tri Darmaweda pun berharap hasil pelatihan ini dapat diimplementasikan dengan baik oleh para peserta dalam mendorong kemajuan usaha, sehingga UMKM lokal dapat terus tumbuh dan berkembang dengan potensi hingga peluang pasar yang lebih terbuka. Begitu pula untuk kualitas produk yang dihasilkan, bisa semakin meningkat untuk menjaga kepercayaan konsumen dengan jaminan penggunaan bahan baku bermutu.

“Maka dari itu kami mendorong hasil pelatihan ini benar-benar bisa diterapkan dengan baik, sehingga usaha yang dijalankan pun semakin tumbuh dan berkembang seiring meningkatnya kepercayaan konsumen,” ucap Nyoman.

Salah satu peserta Hetty Indri, pun menyampaikan terima kasih atas kesinambungan pembinaan Pupuk Kaltim, yang sejauh ini sangat berdampak terhadap kemajuan usahanya. Dikatakan Hetty, sejak menjadi mitra binaan Pupuk Kaltim dirinya banyak mendapatkan manfaat, hingga mampu membuka peluang pasar dengan lebih luas.

Selain pendampingan dan pembinaan untuk peningkatan kapasitas diri, usahanya juga kerap difasilitasi serta dilibatkan pada berbagai kegiatan yang akhirnya makin dikenal oleh pasar.

“Keuntungan inilah yang kami rasakan jadi mitra binaan Pupuk Kaltim. Selain peningkatan kapasitas diri, potensi usaha juga turut berkembang dan usaha kami makin dikenal oleh masyarakat karena dilibatkan pada berbagai kegiatan,” papar Hetty.

Begitu pula dengan pelatihan ini, menjadi bekal baginya dan para peserta lain untuk peningkatan kapasitas usaha, sehingga produk bisa dikembangkan dengan lebih variatif dan inovatif untuk menarik lebih banyak minat konsumen. “Sebab pelatihan seperti ini jarang kami dapatkan, makanya kami antusias dan berharap kedepannya ada lagi kegiatan serupa,” harap Hetty.(adv)

Golkar Rebut 7 Kursi, Neni Moerniaeni: Bismillah, Maju Pilwali Bontang!

0
Golkar Rebut 7 Kursi, Neni Moerniaeni: Bismillah, Maju Pilwali Bontang!
Wali Kota Bontang Periode 2016-2021 Neni Moerniaeni. (ist)

BONTANG – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar November 2024 mendatang, sejumlah partai politik (parpol) sudah mulai ancang-ancang untuk mengusung calonnya. Sejumlah nama pun sudah mulai beredar di masyarakat.

Meski tahapan Pemilu 2024 belum selesai, namun setidaknya parpol telah memiliki gambaran jumlah kursi yang akan direbut, merujuk hasil Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara yang dilaksanakan KPU di seluruh Kabupaten Kota se-Kaltim.

Di Bontang, dipastikan Golkar akan merebut 7 kursi dari 25 kursi di parlemen. Syarat partai atau gabungan partai untuk bisa mengajukan calon kepala daerah, telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Parpol harus memiliki 20 persen dari jumlah kursi atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah. Karena DPRD Bontang memiliki 25 kursi, maka minimal parpol harus memiliki 5 kursi untuk bisa mengajukan calon.

Dari hasil rekapitulasi KPU di tingkat Kota tersebut, Golkar, satu-satunya parpol yang bisa mengusung calon tanpa harus berkoalisi. Sementara parpol lain masing-masing PKB 4 kursi, Gerindra 3 kursi, PDIP 3 kursi, PKS 2 kursi, Nasdem 2 kursi, PAN 2 kursi, Demokrat 1 kursi, dan Gelora 1 kursi.

Bahkan, Golkar sepertinya yang paling siap dengan calon yang akan diusungnya. Jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Pemilu 2024, Golkar juga sudah merilis 12 nama bakal calon (bacalon) yang disiapkan untuk Pilkada 2024.

Dari informasi yang dihimpun Media Kaltim, 12 nama tersebut sudah disepakati dalam rapat pleno DPD I Golkar Kaltim yang dihadiri seluruh pengurus Golkar Kaltim.

Dua belas nama tersebut dinilai merupakan kader-kader terbaik untuk menghadapi kontestasi demokrasi tahun 2024. Adapun 12 nama tersebut yakni:

• Rudi Masud: Bacalon Gubernur Kaltim

• Neni Moerniaeni: Bacalon Walikota Bontang

• Jaffar Abdul Gaffar: Bacalon Walikota Samarinda

• Meiliana: Bacalon Walikota Samarinda

• Rahmad Masud: Bacalon Walikota Balikpapan

• Andi Harahap: Bacalon Bupati Penajam Paser Utara

• Syarifah Masitah: Bacalon Bupati Paser

• Ahmad Saiful Acong: Bacalon Bupati Kutai Barat

• Hasanuddin Masud: Bacalon Bupati Kutai Kartanegara

• Kasmidi Bulang: Bacalon Bupati Kutai Timur

• Syarifatul Syadiah: Bacalon Bupati Berau

• Yohanes Avun: Bacalon Bupati Mahakam Ulu

Dikonfirmasi, Wali Kota Bontang Periode 2016-2021 Neni Moerniaeni menyatakan kesiapannya untuk maju di Pilkada Bontang 2024.

“Rekomendasi itu memang sudah saya terima beberapa bulan lalu. Insya Allah, kalau memang direkomendasikan, Bismillah, maju Pilwali Bontang!” ucap Neni kepada Media Kaltim, Rabu (6/3).

Soal pendampingnya, Neni mengatakan, pencalonan kepala daerah ini masih akan dibicarakan dalam rapat internal partai. Termasuk soal pendampingnya dan koalisi parpol.

“Membangun Bontang itu harus bersama-sama, tentu kita berharap bisa memiliki visi yang sama,” tuturnya.

Beberapa nama dari partai politik di Bontang, saat ini juga sudah mulai beredar. PKB hampir dipastikan akan kembali mengusung Basri Rase yang saat ini masih menjabat sebagai Wali Kota Bontang.

Sementara, Najirah, kader PDIP, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bontang, dipastikan juga akan maju di Pilkada Bontang.

Nama-nama lain yang disebut-sebut punya kans besar untuk maju melalui partai politik seperti Agus Haris (Gerindra), Muhammad Irfan (PAN), Bachtiar Wakkang (Nasdem), dan Sigit Alfian yang telah diusung organisasi masyarakat Ikapakarti.

Penulis/Editor: Agus S

Terpilih Lagi, Caleg Bontang Selatan Berterima Kasih Kembali Dipercaya

0
Terpilih Lagi, Caleg Bontang Selatan Berterima Kasih Kembali Dipercaya
Maming (kiri), Nursalam (kanan). (ist)

BONTANG – Usai pemilu 2024 kemarin, terdapat beberapa Anggota DPRD Bontang periode sebelumnya yang kembali menduduki kursi anggota legislatif. Dua di antaranya dari dapil Bontang Selatan, yaitu Nursalam dan Maming.

Nursalam kembali duduk untuk yang keempat kalinya sebagai perwakilan rakyat. Bertahan di kursi DPRD merupakan hal yang patut ia syukuri, karena ia merasa masyarakat terus mempercayainya berturut-turut.

“Meskipun tetap banyak halang dan rintang menjadi kebanggaan tersendiri saat dapat terpilih kembali,” ujarnya saat dihubungi redaksi, Rabu (6/3/24).

Dari ratusan caleg baru dan lama yang hadir, ia tetap akan mengemban amanah dengan baik untuk masyarakat Bontang.

Ia juga berharap, dengan adanya wajah baru dari Bontang Selatan, akan ada semangat baru dalam ketegasan mengawasi dan menyampaikan aspirasi. Terutama para wajah baru tersebut, masih berjiwa pemuda yang berani maju.

“Mereka pasti bisa menambah spirit disiplin serta inovasi, apalagi masih muda,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Maming, yang terpilih kedua kalinya di DRPD Kota Bontang. Ia juga ingin dengan adanya orang baru bisa menambah kebersamaan.

Maming ingin kembali menggalakkan pembenahan wilayah yang masih banjir, terutama di dekat kantor Kecamatan Bontang Selatan yang sekarang masih dalam proses pengadaan terkait dibukanya lahan untuk pembuatan polder-polder di daerah Tanjung Laut.

“Banjir di wilayah Bukit Indah menjadi atensi buat saya,” jelasnya.

Tidak hanya di wilayah Bontang Selatan, tentu penanganan banjir yang ada di Kota Bontang juga digalakkan, ia mengingatkan bahwa semua harus berproses.

“Seperti yang kita lihat, penanganan banjir sudah massif di Kota Bontang ini,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kisah Sugito, Karyawan Tambang yang Persiapkan Masa Pensiunnya dengan Berkebun Alpukat

0
Kisah Sugito, Karyawan Tambang yang Persiapkan Masa Pensiunnya dengan Berkebun Alpukat
Kisah Sugito, Karyawan Tambang yang Persiapkan Masa Pensiunnya dengan Berkebun Alpukat

BONTANG – Masa pensiun kerap menjadi momok bagi sebagian orang. Berbeda halnya dengan Sugito, yang sudah mempersiapkan masa purna tugasnya itu jauh-jauh hari.

Sebagai persiapan, karyawan tambang ini telah membeli lahan 2 hektar yang ditanami buah-buahan ekonomis, dan sudah dirawatnya sejak ia masih berstatus sebagai karyawan. Begitu masa pensiun itu tiba, ia berharap sudah bisa menikmati hasilnya.

Sugito menceritakan, bahwa angan-angannya setelah purna tugas nanti ingin menjadi petani sepertinya akan terwujud. Lahan 2 hektar yang dibelinya di Desa Martadinata, Kutai Timur itu sudah mulai memperlihatkan hasilnya, bahkan sebelum dirinya memasuki pensiun.

Lahan itu ia tanami sekitar 300 pohon alpukat, karena ia tahu harga buah hijau lonjong itu stabil dan sangat diminati masyarakat.

“Melihat potensi ekonomis buah alpukat ini, akan indah waktunya setelah pensiun kerja. Saya tidak risau lagi setelah purna tugas, karena sudah ada aktivitas untuk mengisi waktu luang,” beber pria berputra tiga ini.

Tak hanya ditanami alpukat sebagai tanaman utama, namun ada juga tanaman lain seperti pohon langsat, lemon, pisang, dan lombok. Selain itu, fasilitas seperti sumur, pondok, serta toiletnya sudah tertata dengan baik.

“Saya juga punya impian kebun ini bisa jadi tempat wisata belanja buah alpukat. Pengunjung bisa memetik sendiri dan memilih dengan sepuasnya,” ujar perantauan asal Magetan yang juga Ketua RT ini.

Ditambahkannya, aligator merupakan jenis alpukat yang buahnya sangat bagus dan rasanya nikmat sekali. Hal itu sudah dibuktikkan dengan kawan – kawannya yang sudah pernah membeli hasil panennya, setelah membeli pasti kembali membeli lagi.

“Bahkan teman-teman sering pesan, kalau panen lagi tolong diantarkan saja ke rumah. Jadi jualnya tidak merepotkan, modal whatshap saja sudah laris manis,” seru karyawan yang punya hobi ngonthel dan anggota Bontang Onthel Comunity Bontang itu.

Penulis: Darman

Editor: Yusva Alam