Beranda blog Halaman 670

Atlet Prestasi Kurang Diperhatikan, Pemkot Diminta Buka Peluang Kerja

0
Atlet Prestasi Kurang Diperhatikan, Pemkot Diminta Buka Peluang Kerja
Ilustrasi Atlet prestasi Bontang. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta Pemkot Bontang memperhatikan dunia olahraga di Bontang. Lantaran banyak atlet berprestasi masih kurang mendapat perhatian serius.

Diungkapkan Faiz, banyaknya pencapaian yang diraih para atlet berprestasi di Bontang sering luput dari perhatian pemerintah daerah.

Salah satunya dicontohkan cabang olahraga (Cabor) pencak silat yang bahkan bisa mewakili dan mengharumkan nama Kota Bontang juga Kalimantan Timur di tingkat nasional. Namun mereka justru kesulitan saat mencari kerja di kotanya (Bontang) sendiri.

“Harusnya para atlet-atlet berprestasi ini bisa mendapat peluang kerja Misalnya, diangkat menjadi pegawai TKD dilingkup Pemkot Bontang, atau diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui jalur atlet berprestasi,” ujarnya.

Tidak hanya bonus, pemberian peluang kerja ini juga diperlukan sebagai jaminan  masa depan para atlet. Maka itu diperlukan perhatian pemerintah dalam menjalin komunikasi yang baik utamanya bagi semua cabor.

“Hal ini memang perlu disuarakan, agar para atlet juga merasa diperhatikan sama pemerintah. Tak hanya sekedar bonus prestasi, tapi ada jaminan bagi mereka (atlet) ini di masa depannya,” timpalnya.

Politikus Partai Golkar ini pun ke depan berencana bakal memanggil para atlet berprestasi di Kota Bontang, untuk mendengar apa yang menjadi keinginan mereka kepada pemerintah

“Kami (DPRD) akan mengakomodir hal-hal yang disampaikan para atlet-atlet berprestasi ini,” pungkasnya. (al/adv)

Warga Guntung Temukan Ikan-Ikan Mati, Diduga Tercemar Limbah

0
Warga Guntung Temukan Ikan-Ikan Mati, Diduga Tercemar Limbah
Temuan Ikan mati. (ist)

BONTANG – Warga di Kelurahan Guntung mendapati banyaknya temuan ikan mati di perairan sekitar wilayah Guntung pada Senin (9/10/23) malam.

Saat dikonfirmasi, Lurah Guntung, Denny Febrian menjelaskan, bahwa ikan-ikan tersebut tidak hanya didapat di Sungai Guntung, melainkan sepanjang muara hingga ke Pelabuban Kelurahan Loktuan.

“Didapatnya mulai dari muara di Sungai Guntung sampai ke pelabuhan sana, dan lumayan banyak yang mati, kami mendapatkan laporan tersebut juga dari warga,” jelasnya saat dihubungi Selasa (10/10/23) oleh Redaksi Radarbontang.com.

Lebih lanjut, pihak kelurahan telah melakukan koordinasi dengan OPD terkait, agar dilakukan pengambilan sample air dan sample ikan yang ditemukan sudah mengambang di atas air.

“Kami koordinasi dengan dinas lingkungan hidup, dan baru akan dilakukan penelitian terkait penyebab kematian ikan tersebut,” ujarnya.

Sampai saat ini belum dapat dijelaskan penyebabnya. Namun Denny sempat berdiskusi dengan seseorang yang bekerja di bidang perikanan. Dijelaskannya, terdapat dua kemungkinan penyebab kematian ikan tersebut, yakni perubahan cuaca ektrim ataupun pencemaran oleh limbah.

“Kami belum tau penyebab pastinya, tapi pengambilan sample akan dilakukan sesegera mungkin, karena tidak mungkin untuk dibiarkan berlama-lama. Untuk limbah sebenarnya belum pernah terjadi,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

IPSI Bontang Angkat Andi Faiz Jadi Ketua Periode 2023-2027

0
IPSI Bontang Angkat Andi Faiz Jadi Ketua Periode 2023-2027
Andi Faizal Sofyan Hasdam saat dilantik jadi Ketua IPSI beebrapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) resmi mengangkat Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam sebagai Ketua IPSI Bontang Periode 2023-2027.

Dihadiri ratusan atlit pencak silat dari 10 perguruan pencak silat di Bontang, Andi Fais resmi dikukuhkan dan diambil sumpahnya, bersama jajaran pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bontang Periode 2023-2027, di Gedung Disporapar.

Dalam Sambutannya, Andi Faiz mengatakan, sebelum pengukuhan telah digelar beberapa kegiatan dan dilakukan penandatangan deklarasi kesepakatan bersama ketua dan pengurus dari 10 perguruan pencak silat yang dihadiri sebanyak 7.770 warga pencak silat di Kota Bontang. Pada deklarasi kesepakatan tersebut, ada 2 point penting yang harus ditanamkan dengan baik.

“Pertama kita harus tunduk dan patuh pada peraturan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IPSI. Kedua kita harus menciptakan kerukunan dan ketertiban, untuk membawa kebaikan dan kemakmuran di Kota Bontang,” ujarnya.

Tak lupa Andi Faiz juga turut mengucapkan terimakasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepadanya dan berharap bisa menjalankan amanah tersebut dengan baik.

“Menjadi Ketua IPSI ke depan, menjadi sebuah proses yang panjang, tentunya akan penuh dinamika. Kenapa saya ingin menjadi Ketua IPSI, karena saya melihat ada 2 aspek di IPSI, pertama prestasi dan sisi sumber daya manusianya,” timpalnya.

Selain itu, dikatakan Andi Faiz bahwa IPSI memiliki sisi prestasi yang harus didukung dengan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), dan bagaimana meningkatkan fasilitas sarana prasarananya. Hal ini pun menjadi tantangan bagi dirinya sebagai Ketua IPSI Kota Bontang, bagaimana menciptakan atlit berprestasi yang lahir dari Kota Bontang untuk mewakili Kalimantan Timur.

“Makanya saya mencari tahu apa saja kekurangan-kekurangan di Kota Bontang terkait dengan pencak silat ini,” terangnya.

Di antara perguruan silat yang hadir adalah; Persaudaraan Setia Hati Terate, Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Kelatnas Indonesia Perisai Diri, Pencak Silat Cempaka Putih, Pencak Silat Joko Tole, Persinas Asad, IKSPI Kera Sakti, Naga Pertapa, Pagar Nusa, Persaudaraan Setia Hati Winongo. (al/adv)

Penari Jepen Pemantapan di Lang-Lang, Paduan Suara BoChiCho Ramaikan HUT Bontang

0
Penari Jepen Pemantapan di Lang-Lang, Paduan Suara BoChiCho Ramaikan HUT Bontang
Penari Jepen pemantapan gerakan di Lang-Lang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sebanyak 37 sekolah negeri dan swasta terlibat dalam Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang dalam menampilkan Tari Jepen massal. Sekira 2 ribu penari Jepen berasal dari pelajar SMP, SMA dan SMK Bontang akan meramaikan perayaan HUT ke-24 Kota Bontang pada 12 Oktober mendatang.

Kasi Kebudayaan Disdikbud Bontang, Nur Irwansyah menjelaskan, konsep Tari Jepen kali ini sedikit berbeda dari tahun lalu. Dimana tahun lalu mengenakan selendang berwarna hijau dan merah, tahun ini menggunakan selendang berwarna oranye. Baik penari Jepen putra maupun putri.

Nantinya, ribuan penari Jepen bakal mengenakan udeng. Untuk putra mengenakan udeng khas Kota Bontang, sedangkan untuk putri mengenakan udeng berbentuk segitiga.

“Ini sebagai bentuk promosi produk lokal. Agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, tapi nanti akan dikembalikan. Karena jadi inventarisasi Disdikbud,” jelasnya, Selasa (10/10/2023).

Selanjutnya, ribuan penari Jepen akan memantapkan gerakan di Lapangan Lang-Lang, usai berlatih secara mandiri selama tiga bulan di masing-masing sekolah, yang didampingi oleh Sanggar Tari Sekar Arum.

“Sampai besok mereka latihan di Lapangan Lang-Lang. Biar penampilan di hari H nanti berjalan maksimal,” ujarnya.

Ditambahkan Kadisdikbud Bontang, Bambang, bahwa akan ada tambahan penampilan dari Bontang City Choir (BoCiCho) yang baru saja memenangkan gold medal kategori koreo terbaik di event lembah strait internasional Bitung choir festival 2023.

“Tiga hari lalu mereka mendapatkan juara tersebut dan akan tampil lagi di HUT Kota Bontang,” tutupnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Kanreg VIII BKN Apresiasi Pemkot Bontang Atas Komitmen Peningkatan Kualitas Data ASN Terintegrasi SIASN

0

KANTOR Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (Kanreg 8 BKN) memberikan piagam penghargaan sebagai wujud apresiasi kepada Pemkot Bontang atas Komitmen Peningkatan Kualitas Data ASN Terintegrasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN).

Pemberian penghargaan tersebut ditandatangani Kepala Kanreg 8 BKN A. Darmuji, S.Sos, M.Si yang diserahkan Kepala Bidang Informasi Kepegawaian Bagus Adi Noegroho, ST kepada yang mewakili Walikota Bontang, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Syahruddin, SE, M.A,M.Eng didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang Drs. Sudi Priyanto, M.Si pada Senin 9 Oktober 2023.

SIASN merupakan aplikasi yang bertujuan untuk mengintegrasikan data ASN secara nasional meliputi seluruh Instansi Pemerintah Pusat dan Instansi Pemerintah Daerah.

Ini menjadi bagian dari reformasi yang harus memberikan dampak bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, BKN mengimplementasikan digitalisasi manajemen ASN dalam SIASN.

Menurut Sudi Priyanto, bahwa sebelumnya pihaknya telah memiliki Simpeg (Sistem Informasi Kepegawaian) yang merupakan aplikasi kepegawaian untuk melingkupi seluruh data kepegawaian ASN Kota Bontang, karena selama ini telah berjalan efektif maka bersama BKN telah dilakukan integrasi dua arah antara Simpeg dengan SIASN.

“Ini merupakan rangkaian informasi dan data Pegawai ASN yang disusun secara sistematis, menyeluruh, dan terintegrasi berbasis teknologi,” katanya.

Lebih lanjut upaya yang dilakukan adalah mencoba meningkatkan kualitas data dengan melakukan updating data secara berkelanjutan bersama Tim BKPSDM dengan admin perangkat daerah/ UPT/ kelurahan se Kota Bontang.

“Inilah yang kemudian diapresiasi oleh Kanreg BKN sebagai wujud komitmen intansi pemerintah daerah dalam menyiapkan data kepegawaian yang berkulitas. Dengan harapan akan memberikan kemudahan bagi kami bersama BKN dalam melakukan proses layanan kepegawaian secara menyeluruh kepada ASN Kota Bontang,” bebernya.

Sementara Darmuji, mengatakan upaya yang dilaksanakan Pemkot Bontang merupakan langkah yang baik dalam menyelesaikan disparitas data ASN. “Hal lain yang juga menjadi apresiasi kami adalah dukungan kegiatan pembekalan/pelatihan yang diberikan kepada admin perangkat daerah sehingga mangetahui dan mampu membantu peremajaan data secara lengkap dan bertanggungjawab,” bebernya.

Peremajaan dan pembaharuan data secara mandiri untuk mewujudkan data yang akurat, terkini, terpadu, dan berkualitas guna meningkatkan kualitas layanan managemen ASN adalah suatu proses yang harus berlangsung secara terus menerus, dengan tujuan:

1. Pelaksanaan LAYANAN PUBLIK MANAJEMEN ASN, yaitu:

  • Perencanaan pengadaan ASN
  • Perekrutan dan orientasi untuk mendapatkan talenta terbaik
  • Pengembangan kapasitas, melalui pengurangan kesenjangan kompetensi
  • Penilaian Kinerja dan pemberian penghargaan untuk meningkatkan kinerja berkelanjutan
  • Promosi, Rotasi dan Pengembangan karir menuju ASN yang dinamis
  • Purnabakti melalui pemberian apresiasi yang layak

2. Mewujudkan SATU DATA ASN YANG BERKUALITAS guna mendukung penyusunan kebijakan ASN berbasis data. (ADV)

Diprotes Atlit Bonus Lebih Banyak Manajer, Dispopar Ubah Sistem Pembagian

0
Diprotes Atlit Bonus Lebih Banyak Manajer, Dispopar Ubah Sistem Pembagian
Situasi penandatanganan bonus porprov di Aula Dispopar. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Ketidaksesuaian bonus bagi cabang olahraga (cabor) yang meraih mendali dalam Porprov VII di Kabupaten Berau pada tahun 2022 lalu, membuat para pelatih, manager serta official menolak untuk menandatangani pencairan bonus.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Ahmad Aznem menilai, jika satu cabor hanya dihitung satu pelatih, sehingga perhitungan mereka dirasa sudah pas.

“Saya tidak tahu kalau satu cabor pelatih bisa sampai tiga, dan manager sama official juga ada bonus sendiri,” jelasnya Senin (9/10/23).

Ia menjelaskan, bahwa walaupun pelatih, manager, dan official menolak untuk tanda tangan, hal tersebut tidak mempengaruhi pencairan bonus yang nantinya akan dikirim ke BPKAD.

“Kami akan infokan ke BPKAD, walaupun ada yang tidak ditandatangani tidak apa, karena mereka sudah memberikan nomor rekening jadi ya tetap kami transfer. Kalau tidak diterima kami akan tetap kembalikan ke kas daerah,” jelasnya.

Adapun sistem perhitungan bonus pada tahun 2018 untuk manager hingga official, dikalkulasikan berdasarkan total perolehan medali memang diterapkan saat Porprov Kaltim di Kutim. Namun, kini Dispopar mengganti sistem tersebut, tidak diterapkan lantaran mendapatkan protes dari para atlit.

“Kemarin atlit komplain, kenapa lebih banyak bonus untuk manager daripada atlit. Karena kalkulasinya, misalkan satu atlit dapat emas satu dan dalam cabornya memperoleh 10 emas, kalau dikalkulasi lebih banyak untuk manager,” jelasnya.

Kepala Bidang Olahraga, Muhtar menambahkan, untuk bonus atlit pada anggaran murni 2023 senilai Rp 5 miliar. Jumlah tersebut termasuk untuk kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) sehingga tersisa Rp 4 miliar.

“Pada APBD perubahan 2023 Dispopar hanya mendapatkan tambahan 6 miliar untuk bonus atlit. Jadi total Rp 10.5 miliar,” ungkapnya.

Adapun jumlah yang diberikan seperti berikut. Untuk yang mendapatkan medali emas perorangan Rp 50 juta, Perak Rp 25 juta dan Perunggu Rp 15 juta. Untuk grup 2 sampai 5 orang mendali emas mendapat Rp 75,3 juta, perak Rp 50 juta, perunggu Rp 22,5 juta

Kemudian untuk grup 6 sampai 10 orang, medali emas mendapatkan Rp. 112.5 juta, perunggu Rp 56.2 juta, perak Rp 33.7 juta dan jika lebih dari 10 orang untuk emas Rp 168.7 juta, perak Rp 84.3 juta, dan perunggu Rp 50.6 juta.

Sementara itu untuk manager yang emas mendapat Rp 25 juta, perak Rp 15 juta, perunggu Rp 10 juta. Kemudian untuk pelatih emas Rp 30 juta, perak Rp 17 juta, perunggu Rp 12 juta. Terakhir untuk official medali emas mendapat Rp 10 juta, perak Rp 7.5 juta, dan perunggu Rp 5 juta.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Dewan Kembali Usulkan Tambahan Insentif Guru Honorer Sekolah Swasta

0
Dewan Kembali Usulkan Tambahan Insentif Guru Honorer Sekolah Swasta
Ilustrasi guru honorer sekolah swasta. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris mengungkapkan, bahwa DPRD Bontang kembali mengusulkan agar insentif para guru honorer di sekolah swasta jenjang PAUD hingga SMP dinaikkan.

Menurutnya, guru swasta ini memiliki peran penting dalam mendidik karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, sama seperti halnya para guru-guru di sekolah negeri.

“Para guru swasta memiliki hak yang sama untuk mendapat kenaikan insentif. Karena mereka sama-sama berjuang mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.

Jumlah APBD-Perubahan 2023 yang mencapai Rp 2,5 triliun dinilai AH sapaan akrabnya, cukup untuk mencover tambahan insentif kepada dua ribu guru honorer di kota taman.

“Saat ini guru tingkat SMA dan SMK ranahnya sudah di Pemprov Kaltim. Saya rasa kalau anggaran segitu, bisalah mencover permintaan tambahan insentif para guru swasta,” timpalnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Swasta (PGS) Bontang Baidlowi mengatakan, sudah 10 tahun terakhir tidak ada kenaikan insentif bagi para guru swasta. Ia pun meminta agar besaran kenaikan insentif minimal bisa 50 persen. Apalagi harga bahan pangan pokok di pasaran terus meningkat.

“Ini sudah angka yang tepat, tiap guru maksimal mendapat kenaikan Rp 1,5 juta tiap bulan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aji Erynawati menjelaskan, bahwa memang belum mencantumkan untuk penambahan insentif guru honorer. Sebab, regulasi terkait itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018. Sementara, terkait kondisi keuangan daerah dijelaskan Aji tidak ada masalah.

Namun, pemkot tidak mau menabrak regulasi. Ia pun belum bisa mematok target terkait apakah penambahan ini akan diajukan tahun depan.

“Memang usulan untuk penambahan insentif guru honorer ini muncul di detik-detik sebelum pembahasan APBD perubahan. Kami belum bisa tambah karena ketentuannya pakai Perda. Jadi harus revisi perda dulu,” terangnya. (al/adv)

Pemerintah Diminta Perhatikan Pemeliharaan dan Kebersihan Masjid Terapung

0
Pemerintah Diminta Perhatikan Pemeliharaan dan Kebersihan Masjid Terapung
Masjid Terapung Darul Irsyad Selambai. (ist)

BONTANG – Masjid Terapung Darul Irsyad Selambai, Loktuan, kurang mendapatkan perhatian pemerintah. Hal itu terbukti dengan minimnya perawatan pada masjid yang telah diresmikan dan difungsikan pada awal Maret 2022 lalu.

Hal itu disayangkan Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Faisal.

Diungkapkan anggota dewan yang berdomisili di Selambai tersebut, Masjid Terapung saat ini menjadi ikon wisata religi kota taman yang banyak dikunjungi masyarakat, namun sangat disayangkan kurang mendapat perhatian terkait pemeliharaan fasilitas masjid.

“Padahal sudah setahun diresmikan, tapi kurang diperhatikan pemeliharaan fasilitasnya,” ujarnya.

Dirinya meminta agar kebersihan masjid lebih dijaga dan dikelola dengan baik. Selain petugas kebersihan, juga bisa melibatkan dan mengajak para jemaah masjid.

“Petugas kebersihan kerjanya cuma Senin sampai Jumat, jadi Sabtu Minggu tidak ada yang bersihkan, apalagi kalau ada kapal datang, banyak penumpang kapal pakai toilet itu,” ungkap Politikus Partai Nasdem ini. (al/adv)

Andi Faiz Apresiasi Rampungnya Pembangunan Lift di Pasar Tamrin

0
Andi Faiz Apresiasi Rampungnya Pembangunan Lift di Pasar Tamrin
Pasar Taman Rawa Indah. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengapresiasi rampungnya fasilitas Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), yaitu pembangunan lift. Hadirnya lift bakal mempermudah mobilisasi angkutan barang dagangan dan para pembeli.

Menurutnya, alasan sepinya pengunjung di Pasar Tamrin dikarenakan akses yang sulit, sehingga para pedagang memilih mengosongkan lapaknya di pasar berlantai 4 tersebut dan memilih untuk berjualan di luar.

“Sejak awal salah satu yang jadi keluhan pedagang adalah akses yang sulit di pasar, sehingga banyak yang milih jualan di luar. Pemerintah memang sudah seharusnya berbenah,” ujarnya.

Maka itu, dirinya berharap dengan adanya pembenahan fasilitas yang ada di pasar bisa meningkatkan geliat ekonomi di pasar semakin baik lagi. Para pedagang pun bisa kembali lagi berjualan di dalam pasar.

“Para pedagang di luar pasar diharapkan dapat pindah dan kembali mengisi kios-kios yang telah disediakan. Area luar pasar bisa disterilkan menjadi lebih rapi dan bersih,” terangnya.

Maka itu, Politikus Partai Golkar ini meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait, agar segera berkoordinasi terkait rencana relokasi kepada para pedagang di luar, agar bisa segera pindah ke dalam pasar.  Arus lalu lintas pun menjadi aman dan tidak terganggu lagi.

“Tinggal dorongan dari semua pihak agar penataan pasar lebih baik lagi. Mungkin bisa dibuatkan surat perintah kapan mereka harus pindah, jadi tidak mendadak, usahakan upaya persuasif,” tandasnya. (al/adv)

Nominal Tak Sesuai Komitmen, Pelatih dan Manajer Atlit Tolak Tandatangan Bonus

0
Nominal Tak Sesuai Komitmen, Pelatih dan Manajer Atlit Tolak Tandatangan Bonus
Penandatanganan bonus atlit. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Para pelatih, manajer, serta official Cabang Olahraga (cabor) enggan menandatangani administrasi pencairan bonus Porprov VII 2022. Hal itu dikarenakan besaran yang diberikan, dinilai tidak sesuai dengan perjanjian awal.

Kondisi itu terjadi saat penyerahan penghargaan serta bonus dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII 2022 lalu. Pengambilan bonus tersebut dilakukan di Aula Dispopar, Senin (9/10/23)

Pelatih Cabor Judo, Sulis Subiarti mengaku kecewa dengan keputusan tersebut. Karena sebelumnya pemerintah menjanjikan bonus yang diterima setidaknya akan bernominal sama seperti porprov sebelumya.

“Pemerintah sempat menyampaikan saat penyerahan bonus secara simbolis, bahwa setidaknya nominal yang kami terima akan sama dengan tahun lalu. Tapi pas datang ke sini kita lihat beda, kami akan ajukan ke wali kota beserta DPRD nanti,” jelasnya.

Pada Poprov sebelumnya, besaran penghargaan dan bonus didapat dengan mengalikan jumlah medali yang diraih, namun kini hanya dihitung dengan medali tertinggi yang didapat.

Adapun penghargaan yang didapat Cabor Judo Bontang yakni, empat medali emas, dua medali perak, dan 18 medali perunggu.

Hal yang sama diungkapkan Pelatih Panjat tebing, Yusnaini. Ia juga merasa kecewa dengan keputusan tersebut, karena persiapan Poprov kemarin cukup memakan waktu yang lama dan uang akomodasi yang banyak ditombok.

“Uang akomodasi ditanggung pemerintah hanya 40 persen, yang berarti hanya 8 dari 16 personil yang tercover,” jelasnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam