Beranda blog Halaman 671

Diskominfo Kaltim Siapkan Pergub, Rizal Ingatkan Jangan Jadi Alat Pembunuh Kritik untuk Pemerintah

0
Diskominfo Kaltim Siapkan Pergub, Rizal Ingatkan Jangan Jadi Alat Pembunuh Kritik untuk Pemerintah
Kepala Diskominfo Kaltim Faisal (kanan) menerima penghargaan Wartawan Legend Award 2023 untuk kategori Tokoh Kemerdekaan Pers. Penghargaan diserahkan Rizal Efendi. (ist)

BONTANG – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, HM Faisal, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang dalam proses penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) yang akan mengatur regulasi kerjasama dengan media massa, sebagaimana yang telah diterapkan Kota Bontang melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bontang. Rencana ini sebelumnya telah disampaikan Faisal dalam berbagai pertemuan dengan organisasi perusahaan pers.

Pernyataan ini disampaikan lagi Faisal saat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi ‘Konvensi Media Siber: Menuju Pers yang Sehat’, yang digelar Diskominfo Bontang di Ballroom Hotel Grand Mutiara Kota Bontang pada Sabtu (7/10).

Dalam kesempatan tersebut, Faisal mengungkapkan bahwa instansi yang dipimpinnya dipercayakan untuk mengelola anggaran yang diperuntukkan bagi media massa. Hal ini karena pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan pembinaan kepada media massa.

Namun, diakui Faisal, ada dilema dalam pengalokasian anggaran, mengingat saat ini terdapat sekitar 600 media massa yang terdaftar, namun hanya 43 media yang telah terverifikasi Dewan Pers.

“Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam pengaturan media massa, bukan untuk menghambat atau mematikan, melainkan untuk memastikan bahwa media-media tersebut beroperasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Dewan Pers,” ungkap Faisal.

Selain itu, Faisal juga mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, anggaran yang dialokasikan untuk media cukup besar. “Saya apresiasi yang telah dilakukan Kota Bontang dengan menerbitkan SK Wali Kota. Ini juga akan kami jadikan rujukan dalam penyusunan Pergub,” tambahnya.

Rencana penerbitan Pergub ini juga mendapatkan dukungan dari Wartawan Senior, Rizal Effendi. Namun, Rizal mengingatkan bahwa dalam pembuatan Pergub yang mengatur kerjasama media, jangan dijadikan alat untuk membungkam atau membunuh integritas dan idealisme wartawan.

“Tugas pemerintah adalah membantu membina dunia pers. Pers yang menyampaikan kritik tidak boleh dihentikan. Saat ini, ada pemerintah daerah yang ingin menghentikan kritik media melalui kerjasama media,” tegasnya.

Sementara itu, Charles Siahaan, Ahli Pers dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Diskominfo Kaltim untuk segera menerbitkan Pergub yang akan mengatur kerjasama dengan media massa.

Langkah ini dianggap penting dalam memperbaiki regulasi terkait media online, yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam dunia jurnalistik di era digital. “Kami akan mendukung perbaikan regulasi ini. Semua media tidak harus dibina; jika ada media yang tidak memenuhi syarat sebagai perusahaan pers yang diatur oleh Dewan Pers, maka tidak perlu dibina,” tegasnya.

Pendapat serupa juga disampaikan Intoniswan, ahli pers lainnya dari PWI Kaltim. Ia menekankan pentingnya regulasi yang mengatur media online, namun juga menegaskan bahwa media online yang belum terverifikasi oleh Dewan Pers harus mendapatkan pembinaan.

“Media online yang telah mematuhi kode etik jurnalistik dan beroperasi secara baik harus diakui dan dihargai,” ungkapnya.

Ia berharap dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur yang mengatur kerjasama dengan media massa, akan terjadi peningkatan kualitas dan integritas media di Kaltim, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik. (RB)

Doa dan Haul di Malam Wartawan Legend Award, Berikut Daftar Jurnalis yang Telah Berpulang

0
Doa dan Haul di Malam Wartawan Legend Award, Berikut Daftar Jurnalis yang Telah Berpulang
Munanto saat memimpin doa untuk puluhan jurnalis Kaltim yang telah meninggal dunia. (ist)

BONTANG – Momen khusus “Doa dan Haul” digelar untuk mengenang para wartawan Kaltim yang telah berpulang, Sabtu (7/10) malam. Acara ini menjadi bagian dari penganugerahan Wartawan Legend Award 2023, yang merupakan ajang apresiasi dan penghargaan kepada tokoh internal dan eksternal pers Kaltim, yang digelar Diskominfo Kota Bontang di Hotel Grand Mutiara Bontang

Sebelum rangkaian acara nostalgia para wartawan legend dimulai, pembacaan doa dan haul dipimpin Munanto, salah satu pengurus PWI Kaltim Acara ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada puluhan jurnalis yang telah meninggalkan dunia.

Berikut adalah daftar nama wartawan Kaltim yang telah meninggal dunia:

  1. Oemar Dahlan
  2. Horas Siregar (Koran Panggilan Waktoe, Koran Kalimantan Timoer, Koran Warta Oemoem)
  3. Maradja Sajoethi Loebis (Surat kabar Persatoen, salah satu surat kabar pertama yang beredar di Kaltim, bersama Surat Kabar Perasaan Kita)
  4. Anang Atjil Kesoema Wira (Surat Kabar Perasaan Kita)
  5. Hiefni Effendi (Mingguan Meranti)
  6. Yazirwan Uyun (RRI)
  7. Achmad Bintoro (Tribun Kaltim)
  8. Rizal Juraid (Kaltim Post)
  9. Yudi (Sapos)
  10. Ikram (Klik Bontang)
  11. Margarita Sarita (Tribun Kaltim)
  12. Iwan (RRI)
  13. Badrul Munir (Kaltim Post)
  14. Bangun Subekti (Kaltim Post)
  15. Darkuni (Kaltim Post)
  16. Robert Effendi (Kaltim Post)
  17. Agus Winarno (Kaltim Post)
  18. Mas Suleiman Manuntung
  19. Abd Muis
  20. Imron Rosyadi (LKBN Antara/ SCTV)
  21. Hendra (TVRI Kaltim)
  22. Henny (Kaltim Pos)
  23. Anang Suryono (Suara Kaltim)
  24. Yusmanto (Kaltim Post)
  25. Ridwan Alkaff (Sapos)
  26. Hari Diyo (Suara Kaltim)
  27. Hendra (Suara Kaltim)
  28. Fuad Arief (Suara Kaltim)
  29. Sudin Hadimulya (Koran Sampe)
  30. Muryadi (RRI)
  31. Hamal Hamid (RRI)
  32. Sofyan Asnawi (Suara Pembaruan)
  33. Syahranuddin (Harian AB)
  34. Johansyah Balham (Meranti)
  35. Achmad Mauluddin
  36. Agung K (Suara Kaltim)
  37. Gayatri (RRI Pro 2)
  38. Junaedi (TVRI)
  39. Saleh Jaya (Suara Kaltim)
  40. Rusheliansyah (TVRI Kaltim)
  41. Iwan (Suara Kaltim)
  42. Johansyah Ibrahim (Suara Kaltim)
  43. Sulaiman Amir (Mimbar Masyarakat)
  44. Tamrin Yunus
  45. Arif (Samarinda Pos)
  46. Sarjono (Poskota Kaltim)
  47. Purwadi (Poskota Kaltim/Suara Kaltim)
  48. Soeratno (Selamet Tabloid Solidaritas)
  49. Masdiansyah (RRI)
  50. Hamidin (Sampe)
  51. Taufiqurahman (TVRI)
  52. Ahmad Mauluddin (Kaltim Post)
  53. Achmad Jeck (Koran Meranti)
  54. Jamhari Ismail (Koran Sampe)
  55. Zainal Abidin (Manuntung/Kaltim Post)
  56. Kojim (TVRI)
  57. Masdari Ahmad (RRI)
  58. Mugni Baharuddin (Tabloid Menara)
  59. Anang Anwari (Mingguan Gelora)
  60. Rita Susena (Mimbar Masyarakat)
  61. Rifadin SKM (Meranti)
  62. Sukadi (Suara Kaltim)
  63. Yadi AM (Suara Kaltim)
  64. Habul Hasan (Kaltim Post)
  65. Syahrium Jafar (Suara Kaltim)
  66. Syahrani (DNsul)
  67. Iwan Syaifiansyh
  68. Adif Asegaf
  69. Edy Riyanto (RRI)
  70. Masrudiansah (Cucung)
  71. Indrawati (RRI)
  72. Ardin Katoeng (RRI)
  73. Anwar Mawardi (Katoeng RRI)
  74. Syaiful (Kompas)
  75. Ahmad Noor (Sampe)
  76. Korrie Layun Rampan (Sentawar Pos)
  77. Istiah Ahmad (Manuntung/Kaltim Post)
  78. Sofyan Edi (Suara Kaltim Tenggarong)
  79. Hernanda (Tabloid Solidaritas)
  80. Suprihadi (Malindo Pos)
  81. Vera Margahadi (Malindo Pos)
  82. Susianto (Balikpapan Pos)
  83. Ujang S Sudarno
  84. Mawar Sikumbang (Kaltim Post)
  85. Zulkifli (Tabloid Solidaritas)
  86. Sujani
  87. Wahyuliansyah
  88. Salamon (wartawan Antara yang tertabrak mobil saat memperbaiki motornya.)
  89. Abdul Rasyid (Gelora Mahardhika di Tanjung Selor)
  90. Reza Fahlevi (Koran Kaltim)
  91. Adi Darma (Meranti). (RB)

Wartawan Legend dan Pemilik Media Bahas Strategi Media Siber di Era Digital

0
Wartawan Legend dan Pemilik Media Bahas Strategi Media Siber di Era Digital
Ilona Juwita, narasumber dari Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menerima kenang-kenangan dari Ketua Panitia Charles Siahaan. (ist)

BONTANG – Media siber memiliki peran yang semakin penting dalam mendistribusikan berita dan informasi kepada masyarakat. Dalam Konvensi Media Siber dengan tema “Menuju Pers Sehat,” para wartawan legend dan pemilik media berdiskusi tentang bagaimana mereka bisa memanfaatkan peluang untuk mendapatkan ‘kue’ iklan di era digital.

Konvensi yang dikemas dalam rangkaian Wartawan Legend Award 2023 ini digelar di Hotel Grand Mutiara Kota Bontang, Sabtu (7/10).

Salah satu topik yang dibahas bagaimana pemilik media siber bisa memanfaatkan peluang mendapatkan iklan di era di mana konsumen media memiliki banyak pilihan, termasuk video dan audio. Hal ini dikupas oleh Ilona Juwita, narasumber dari Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang dipandu moderator Felanans Mustari, Pemimpin Redaksi Kaltimkece.id.

“Para pemilik media harus berusaha menghadirkan konten yang relevan dan mudah dikonsumsi. Konten-konten ini sangat populer dan mudah diakses oleh masyarakat. Tantangannya, apakah para pemilik media siap untuk mengambil peluang ini dengan baik? Maka perlu memahami teknisnya dan memaksimalkan platform yang dimiliki untuk mendistribusikan kontennya,” jelas Ilona, yang juga Direktur PT Promedia Punggawa Satu, sebagai mitra Google.

Dalam paparannya, ia juga mengungkapkan data tentang belanja konsumen terhadap teknologi dan iklan media. Dikatakannya, belanja konsumen terhadap teknologi media cenderung tumbuh, tetapi distribusinya bervariasi.

“Beberapa platform seperti video streaming dan layanan musik memiliki pangsa pasar yang besar, sementara media cetak tradisional mengalami penurunan. Dalam konteks belanja iklan, media digital menjadi pilihan utama,” tambahnya.

Namun demikian, ia mengingatkan kepada para pemilik media bahwa jika ingin mendapatkan porsi iklan yang lebih besar, mereka perlu fokus tidak hanya pada platform online tetapi juga mengoptimalkan konten lain agar sesuai dengan kebijakan iklan global. “Konten yang berkualitas dan sesuai dengan etika iklan menjadi kunci untuk mendapatkan peluang iklan yang baik,” sebutnya.

Menurutnya, mengelola media online memerlukan strategi yang cerdas untuk mendapatkan pemasukan yang signifikan, dan salah satu peluang besar adalah melalui kerjasama dengan Google.

Ia pun membahas cara-cara untuk memanfaatkan Google sebagai sumber iklan yang menguntungkan sehingga tidak hanya bergantung pada pendanaan dari kerjasama pemerintah.

Pertanyaan teknis muncul tentang bagaimana media online dapat berhasil mendapatkan iklan dari Google. Seiring dengan pertumbuhan industri ini, media perlu memahami teknis yang ada.

Dalam diskusi, para peserta setuju bahwa penting untuk belajar bersama-sama dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Industri media tidak dapat dihentikan, dan pertumbuhannya akan terus berlanjut. Oleh karena itu, penting untuk menjaga agar industri media selaras dengan evolusi teknologi.

Salah satu cara untuk memaksimalkan pendapatan melalui Google adalah dengan mengoptimalkan konten media online. Dalam hal ini, pengelola media perlu fokus pada kualitas dan etika iklan yang sesuai dengan kebijakan global. Konten berkualitas dan sesuai etika menjadi kunci untuk menjaga peluang iklan yang baik.

Pentingnya memahami data belanja iklan juga dibahas dalam diskusi. Media perlu memahami karakteristik pengguna serta kebutuhan mereka. Dengan memahami karakteristik pengguna, media dapat menawarkan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Selain itu, diskusi menyoroti bagaimana media online dapat memanfaatkan teknologi untuk memproduksi konten dengan cepat dan efisien. Platform berbasis bot diperkenalkan sebagai salah satu solusi untuk membantu produksi konten yang lebih efisien. (RB)

Tak Hadir di Wartawan Legend Award 2023, Jurnalis Senior Alwy AS Tetap Berikan Semangat

0
Tak Hadir di Wartawan Legend Award 2023, Jurnalis Senior Alwy AS Tetap Berikan Semangat
Melalui koneksi zoom, Alwi AS hadir menyapa peserta Wartawan Lengend Award 2023. Tangkapan layar. (ist)

BONTANG – Malam Wartawan Legend Award 2023 yang diselenggarakan di Kota Bontang menjadi momen yang istimewa bagi para insan pers pada Sabtu (7/10) malam. Sayangnya, salah satu tokoh penting dalam dunia jurnalistik di Kalimantan Timur, yaitu Wartawan Senior Alwi AS, harus absen dalam acara tersebut.

Melalui koneksi zoom, KH Sayyid Alwy AS dengan tulus meminta maaf kepada seluruh peserta yang hadir di malam penghargaan tersebut. Dia menjelaskan bahwa alasan ketidakhadirannya adalah kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Meskipun jarak memisahkan mereka, Alwi dengan tegas menyatakan bahwa nuraninya saat ini ada di Kota Bontang.

Tidak hanya meminta maaf, dalam kesempatan tersebut, Alwi AS juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada semua wartawan yang hadir. Baginya, malam Wartawan Legend Award memiliki nilai penting dalam mempererat tali persahabatan antara rekan-rekan jurnalis, baik yang telah lama berkecimpung dalam dunia pers maupun yang baru memulai karir.

Menurutnya, membangun masyarakat yang melek informasi, kebersamaan, dan kesatuan adalah impian bersama. Dalam era teknologi informasi siber yang semakin maju, keterampilan sebagai penyambung antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan.

Alwi AS juga mengingatkan wartawan senior untuk bangga menjadi bagian dari salah satu pilar demokrasi, yaitu pers. “Perguruan tinggi, pengadilan, lembaga legislatif, dan pers adalah empat pilar demokrasi. Banggalah menjadi wartawan, karena Anda adalah salah satu bagian dari pilar penting ini. Bersikap independen, tetap teguh pada kebenaran, keadilan, dan demokrasi,” pesan Alwi AS kepada rekan-rekan seprofesinya.

Acara ini dihadiri oleh para wartawan legend dan wartawan junior. Hadir juga tokoh-tokoh penting, seperti Danrem 091/ASN Brigjen TNI Yudhi Prasetiyo, Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Dandim 0908 Bontang Letkol Inf Priyo Handoyo, Anggota DPRD Bontang Nursalam, mantan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, mantan Wakil Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang juga merupakan tokoh pers, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur, HM Faisal, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bontang Anwar Saadat.

Malam penghargaan ini tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan prestasi wartawan, tetapi juga sebagai apresiasi bagi para tokoh dan pejabat yang selama ini mendukung kemerdekaan pers di Kalimantan Timur. (RB)

Apresiasi Bagi Pejabat dan Tokoh Pers di Wartawan Legend Award 2023

0
Apresiasi Bagi Pejabat dan Tokoh Pers di Wartawan Legend Award 2023
Para penerima penghargaan berfoto bersama. (ist)

BONTANG – Sabtu (7/10/2023) malam menjadi momen yang istimewa di Ballroom Hotel Grand Mutiara, Bontang, ketika sejumlah tokoh dan pejabat menerima penghargaan dalam acara “Wartawan Legend Award 2023.”

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi dan penghargaan kepada tokoh internal dan eksternal tokoh pers yang dinilai berjasa dalam membangun kehidupan Pers serta memiliki kepedulian tinggi dengan dunia pers. Berikut ini adalah daftar penerima penghargaan dalam berbagai kategori:

Kategori Partisipan Award:

  • PT Indominco Mandiri
  • PT Berau Coal
  • PT Pupuk Kaltim
  • PT Badak LNG
  • PT Pertamina Patra Niaga
  • Pertamina Hulu Sanga-sanga
  • PT Kaltim Metanol Industri
  • Ketua DPC Masata Bontang
  • Bank Kaltimtara

Kategori Partner dan Spesial Reward:

  • Nursalam: Spesial Jurnalisme Award Anggota DPRD Bontang
  • Anwar Saadat: Spesial Jurnalisme Award Kepala Diskominfo Bontang
  • Partner Jurnalisme Award Bazarnas Kaltim
  • Partner Jurnalisme Award Kapolda Kaltim

Kategori Wartawan Berdedikasi dan Menginspirasi:

  • Wartawan Bidang Budaya dan Pariwisata: Hamdani
  • Wartawan Bidang Olahraga: Saadillah Hasbullah
  • Wartawan Bidang Loyalty Jurnalisme Award: Rizal Effendi

Kategori Tokoh Kemerdekaan Pers Kaltim:

  • Ir. H. Isran Noor MSi: Gubernur Kaltim Periode 2018-2024
  • Hadi Mulyadi SSi MSi: Wakil Gubernur Kaltim Periode 2018-2024
  • HM Faisal: Kepala Diskominfo Kaltim. (RB)

Festival Media Siber 2023, Basri: Media Berperan Penting di Karir Saya

0
Festival Media Siber 2023, Basri: Media Berperan Penting di Karir Saya
Para pendukung event Festival Media Siber 2023 berfoto bersama wali kota. (ist)

BONTANG – Festival Media Siber 2023 dimulai dengan digelarnya Welcome Dinner di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (6/10). Festival Media Siber akan berlangsung hingga 8 Oktober 2023 dengan mencakup dua acara utama. Yakni Konvensi Media Siber dan Wartawan Legend Award yang digelar di Hotel Grand Mutiara Bontang.

Sejumlah tokoh penting dan pejabat hadir, seperti Anggota DPRD Bontang Nursalam, sebagai penginisiasi kegiatan Festival Media bisa digelar di Bontang. Hadir juga Kepala Dinas Kominfo Kota Bontang Anwar Sadat, pengurus organisasi perusahaan pers seperti SMSI (Serikat Media Siber Indonesia), JMSI (Jaringan Media Siber Indonesia), AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) Kaltim, dan para wartawan legend.

“Selamat datang di Kota Bontang para peserta Festival Media Digital 2023 dan para wartawan legend,” kata Wali Kota Bontang Basri Rase yang menyambut peserta.

Menurut Basri, di era industri 4.0, media telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, terutama dalam konteks digitalisasi. Media juga telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan daerah dan pengawalan kebijakan pemerintah.

Diungkapkannya bahwa media memiliki peran penting dalam perjalanan karir politiknya, dan ia merasa berhutang budi kepada media atas dukungannya. “Terima kasih saya sampaikan kepada rekan-rekan media. Tanpa mereka, saya tidak akan menjadi seperti ini, dikenal oleh banyak orang dan masyarakat luas,” ujarnya.

Dalam acara ini, penghargaan “Wartawan Legend Award” untuk kategori bidang Pemerintahan diserahkan Ketua Panitia Charles Siahaan dan diterima Wali Kota Bontang Basri Rase. (RB)

Membangun Data Kepegawaian yang Lengkap dan Akurat, BKPSDM Bontang Libatkan Petugas Admin Data Perangkat Daerah

0

BONTANG – Kelengkapan data kepegawaian yang akurat memiliki peran penting dalam memperlancar berbagai proses layanan kepegawaian, serta proses pengambilan keputusan dan kebijakan yang berkaitan dengan pegawai.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang, Drs. Sudi Priyanto, M.Si.

Menurut Sudi, saat ini pengurusan layanan kepegawaian telah beralih dari cara lama yang manual dengan mengumpulkan fotokopi berkas, yang kini telah berubah menjadi layanan berbasis data digital. Ada tiga cara yang kami gunakan saat ini untuk menyimpan dan mengelola data pegawai, yaitu melalui:

1. Penyimpanan arsip pegawai di record center, berupa fisik lembaran/fotokopi kertas dari berkas seluruh pegawai.
2. Elektronik tatanaskah, melalui alih media berkas pegawai menjadi format digital.
3. Data pegawai pada Simpeg dan SIASN.

Perlu juga diingat bahwa BKN telah membangun satu data ASN sesuai dengan rencana nasional Pemerintah dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diatur dalam Peraturan Presiden 39/2019 tentang Satu Data ASN dan Peraturan Presiden 95/2018 tentang SPBE.

Manfaat dari satu data ASN antara lain adalah memudahkan Pejabat Pembina Kepegawaian dalam implementasi sistem merit, pemetaan pegawai, manajemen talenta, serta pengembangan kompetensi ASN. Perumusan kebijakan akan berdasarkan data, yang akan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan memperpendek rantai birokrasi. Selain itu, efektivitas pengawasan dan pengendalian pelaksanaan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria Manajemen ASN akan meningkat.

“Oleh karena itu, dalam rangka terus memperbaiki kualitas data kepegawaian, kami akan melibatkan peran admin kepegawaian di masing-masing perangkat daerah, UPT, dan kelurahan se Kota Bontang, yang bertugas membantu peremajaan data pegawai secara terus-menerus. Kami harus bekerja sama untuk mewujudkan validitas data pegawai, sehingga seluruh dinamika berkas dan data yang berkaitan dengan identitas, riwayat jabatan dan pangkat/golongan, riwayat keluarga, riwayat pendidikan dan pengembangan kompetensi, penghargaan, dan lain-lain dari masing-masing pegawai dapat terupdate dengan cepat dan tepat,” ungkapnya.

Selama ini ada ruang yang belum direspon dengan cepat, di antaranya yang menyangkut perubahan data/riwayat keluarga. Perubahan riwayat keluarga ini kadang tidak tersampaikan ke BKPSDM, sehingga bahkan beberapa tahun kemudian perubahan data tersebut belum juga terupdate.

“Oleh karena itu, nanti peran admin perangkat daerah/UPT/Kelurahan adalah merespon perubahan data/berkas riwayat kepegawaian pegawai di lingkungan kerjanya masing-masing, sekaligus membantu BKPSDM dalam proses updating datanya, yang akan disinkronisasi dengan data kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bontang,” bebernya.

“Momen yang baik ini juga kami gunakan untuk melakukan evaluasi secara internal, misalnya mengurai tugas tim BKPSDM dalam penginputan data yang terintegrasi, sehingga perubahan/penambahan data/berkas layanan kepegawaian seperti SK Kenaikan pangkat, Kenaikan gaji berkala, SK mutasi, SK tugas belajar, cuti, SLKS, dan lain-lain dari setiap layanan kepegawaian dan pengembangan kompetensi pegawai dapat diinput kedalam sistem aplikasi SIASN secara tuntas,” sambungnya.

Agar data pegawai tetap terjaga dan terlindungi, maka pihaknya akan menandatangani Pakta Integritas bersama, dan menetapkan petugas admin kepegawaian tersebut melalui keputusan Walikota Bontang dengan dipandu dan dimonitor oleh tim dari Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Jadi, nanti ada SOP dan tata tertib yang memperjelas alur proses bisnis dan bersifat mengikat dalam proses updating data pegawai ini,” pungkasnya. (ADV)

Perpustakaan Baru Dianggap Mampu Sejahterakan Masyarakat

0
Perpustakaan Baru Dianggap Mampu Sejahterakan Masyarakat
Ilustrasi perpustakaan. (ist)

BONTANG – Adanya perpustakaan baru akan sangat berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Bontang. Lantaran perpustakaan baru akan memiliki wewenang dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat, sesuai dengan minat yang diinginkan.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Bontang Maming beberapa waktu lalu.

“Selain menyediakan buku panduan juga akan memberi pelatihan. Contohnya cara membuat keripik ikan dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Dikatakannya, perpustakaan akan menyerap tenaga kerja di Kota Bontang. Ia juga mendorong pemerintah untuk mengalokasikan anggaran untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan perpustakaan itu nantinya.

“Tentunya itu juga akan berpengaruh pengurangan jumlah pengangguran di Bontang. Kehadiran perpustakaan baru tentunya berdampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Maka dari itu, dia berharap pembahasan terkait raperda perusahaan segera dituntaskan. Guna bisa secepatnya memberi dampak luas dan signifikan yang akan dirasakan oleh masyarakat Kota Bontang.

Diketahui, dari 49 pasal Raperda terkait pengadaan perpustakaan sudah selesai dibahas oleh Komisi I DPRD Bontang dan Tim Pembahasan Raperda. Akan tetapi, masih ada pembahasan tertunda di Pasal 31 mengenai pengadaan perpustakaan di sekolah. (al/adv)

Inovasi ‘Simas Pinter’ Milik DPK Diapresiasi Raking

0
Inovasi ‘Simas Pinter’ Milik DPK Diapresiasi Raking
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking mengapresiasi inovasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, yaitu Sistem Pengawasan Kearsipan Internal (Simas Pinter).

Simas Pinter adalah sistem pengarsipan berbasis teknologi, yang diperuntukan untuk memantau penyelenggaraan kearsipan di seluruh perangkat daerah di lingkup Pemerintahan Bontang.

Menurutnya, inovasi itu akan mampu memberikan peningkatan layanan.

Kendati demikian, dirinya mengingatkan bahwa pengadaan ini harus dikoordinasikan kepada seluruh OPD. Sebab, ia khawatir adanya perkembangan teknologi kearsipan ini, tidak sejalan dengan kemampuan pengoprasiannya.

“Apakah mereka sudah mampu dan bisa memanfaatkan atau tidak. Itu harus dikoordinasikan,” ungkapnya saat diwawancarai wartawan, Jumat (06/10/2023).

Selain itu, ia juga menekankan jangan sampai inovasi tersebut menjadi sia-sia. Apabila OPD tidak siap menggunakan sistem terbaru itu.

“Harus dipersiapkan baik dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mengoprasikan dan hal lainnya yang sekiranya perlu diperhatikan. Jangan sampai jadi inovasi yang sia-sia,” tambahnya. (al/adv)

Maming Ingin Pengadaan Sapras Pelayanan Kesehatan dan Keluarga Segera Terealisasi

0
Maming Ingin Pengadaan Sapras Pelayanan Kesehatan dan Keluarga Segera Terealisasi
Anggota Komisi I DPRD Bontang, Maming. (ist)

BONTANG – Anggota Komisi I DPRD Bontang, Maming sangat mendukung realisasi raperda terkait pengadaan sarana dan prasarana pada pelayanan kesehatan dan keluarga. Ia mengharapkan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

“Kami tentunya turut menekankan perealisasian raperda terkait sapras ini bisa segera rampung dan bisa segera direalisasikan,” ungkapnya saat diwawancarai, Jumat (6/10/2023).

Diketahui, hingga kini Komisi I DPRD Bontang masih terus mengkaji Raperda terkait Penyelenggaraan Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Salah satu pembahasannya yakni mengenai pengadaan sarana dan prasarana (sapras) pada pelayanan kesehatan dan keluarga.

Adapun salah satu yang menjadi pembahasan utama ialah pengadaan sapras untuk pos pelayanan terpadu (posyandu), pos lansia, dan Pelayanan Keluarga Berencana (KB), yang menjadi pusat perhatian dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga. Sebab saat ini belum ada kantor resmi untuk posyandu, pos lansia, dan layanan KB di Kota Taman -sebutan Bontang-. Bahkan layanan ini masih sering ditemui di teras-teras warga.

Dalam raperda tersebut mengatur pembangunan sarana dan prasarana layanan kesehatan kesehatan dan pendukung lainnya. Sehingga nantinya dapat mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan keluarga. Rencananya raperda tersebut ditargetkan akan selesai dan diimplementasikan pada Oktober 2023.

“Harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga di Bontang,” ucapnya.

Dia juga turut menyampaikan dalam pengadaan sapras nantinya, hal pertama yang dia tekankan adalah kejelasan lahan yang akan digunakan. Jika sudah memiliki lahan, maka pembangunan insfrastruktur dapat segera dilakukan.

“Legalitasnya harus jelas agar ke depannya tidak menjadi masalah,” pungkasnya. (al/adv)