Beranda blog Halaman 693

Status Lahan di RT 02 dan 03 Bonles Terus Berpolemik, Legislatif Desak Pemkot Segera Selesaikan

0
Status Lahan di RT 02 dan 03 Bonles Terus Berpolemik, Legislatif Desak Pemkot Segera Selesaikan
Ilustrasi kawasan hutan lindung. (ist)

BONTANG – Status lahan di wilayah RT 02 dan 03 Kelurahan Bontang Lestari (Bonles) masih terus berpolemik. Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris pun meminta pemerintah daerah segera melakukan kajian untuk segera menyelesaikan masalah.

Polemik status kepemilikan lahan itu antara Kelompok Tani Bangun Kutai Bersatu dengan warga bernama Yuli yang mengaku pemilik lahan tersebut

“Kami minta pemerintah segera mempertegas seperti apa status lahan yang berada di tengah kawasan Hutan Lindung (HL) itu,” ujarnya, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP), beberapa waktu lalu.

Menurut Politisi Partai Gerindra itu, mengenai status lahan ini rentan terjadi polemik, lantaran pemerintah dinilai belum menata secara baik legalitas lahan yang dimiliki para petani-petani di lokasi tersebut.

“Melalui dinas terkait, harusnya pemerintah memberi arahan-arahan soal tata ruang lahan itu. Biar tidak ribut-ribut antar masyarakat kelompok tani yang ada di sana,” timpalnya.

Perwakilan Kelompok Tani Bangun Kutai Bersatu, Ashir Budiono mengaku, pihaknya telah menggarap lahan di areal tersebut sejak tahun 2015. Kemudian di tahun 2020 pihaknya secara resmi melaporkan aktivitas mereka kepada pemerintah.

“Setahu saya lahan yang kami garap itu tidak bisa diperjualbelikan, karena statusnya hutan lindung. Jadi pertanyaan kami apakah bisa status lahan hutan lindung itu dimiliki perorangan,” tanya Ashir.

Sementara itu, Yuli mengklaim pembukaan lahan itu telah dilakukan sejak tahun 1982 dan kemudian di tahun 1987 lahan seluas 2,5 hektar tersebut ia beli. Di Tahun 2021 lahan tersebut sudah diperkuat dengan putusan pengadilan.

“Suratnya segel dan sudah ada semua putusan pengadilannya,” terangnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pertanahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Bontang, Ishak mengungkapkan, jika dihitung dari bibir jalan sekira 146 meter, maka sebagian besar lahan itu berpotensi masuk dalam kawasan hutan lindung. Namun Ia belum bisa memastikan soal status lahan tersebut. Sebab, pihaknya belum melakukan kajian titik koordinat lahan secara langsung.

“Kalau sesuai data tahun 1982 kawasan itu ditetapkan sebagai hutan lindung. Tapi akan kita kaji dulu titik koordinatnya untuk memastikan,” terangnya.

Dipertegas oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Santan, Endang Mustinah, bahwa status wilayah Bontang Lestari masuk dalam kawasan Hutan Lindung (HL). Sesuai aturan yang berlaku, pengelolaan HL tidak boleh dilakukan secara perorangan.

“Sementara kelompok tani yang diperbolehkan adalah kelompok tani hutan, yang diregistrasi Dinas Kehutanan melalui KPHP sebagai petugas lapangan. Jadi bukan kelompok tani pada umumnya, tapi kelompok tani hutan,” imbuhnya. (adv/al)

Gaji Karyawan PT LBB Kembali Nunggak, Andi Faiz Desak Pemkot Bertindak Tegas

0
Gaji Karyawan PT LBB Kembali Nunggak, Andi Faiz Desak Pemkot Bertindak Tegas
Masalah gaji karyawan PT LBB kerap kali terjadi. Pemkot diminta bertindak tegas. (ist)

BONTANG – Keterlambatan gaji karyawan PT Laut Bontang Bersinar (LBB) mendapat sorotan legislatif. Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mendesak Pemkot Bontang, agar segera menindak tegas LBB, lantaran kejadian ini bukan pertama kali terjadi.

“Kasihan karyawannya tidak ada kepastian dalam mendapatkan hak-hak nya setiap bulan. Seperti gaji karyawan tidak dibayar, BPJS Ketenagakerjaan tidak dibayar, dulu seperti ini juga dan terulang lagi,” ujar Andi Faiz beberapa waktu lalu.

Padahal menurut Andi Faiz, pendapatan PT. LBB cukup besar jumlahnya sekira Rp 500 juta. Baginya tak masuk akal jika perusahaan tidak mampu membayar gaji para karyawannya.

Pendapatan besar tapi tidak memiliki fasilitas penunjang kerja kantor, seperti laptop. Padahal jika LBB itu dikelola dengan baik, potensi pendapatan buat daerah disebut  Andi Faiz sangat luar biasa jumlahnya.

“Hanya bermodal pulpen dan kertas saja sudah bisa mendapat cuan yang jelas. Sayang sekali kalau pengelolaan seperti ini trus dibiarkan. Kenapa tidak diganti saja ini PT. LBB, pemkot harus tegas, kasihan karyawan-karyawan,” tandasnya.

Diberitakan, PT LBB kembali menunggak gaji karyawannya. Sebanyak 23 karyawan PT LBB kembali mengeluhkan molornya pembayaran gaji di bulan Agustus ini.

Salah seorang pekerja yang enggan disebut namanya mengatakan, bahwa tunggakan itu bukan hanya gaji tetapi juga BPJS Ketenagakerjaan sejak Juli 2023.

“Seharusnya setiap tanggal 26 kita sudah gajian. Juli kemarin saja dipanjar dua kali,” ujarnya belum lama ini. (adv/al)

DPRD Bontang Raih Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2023

0
DPRD Bontang Raih Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2023

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang berhasil meraih Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2023 untuk kategori Kota Kecil Terbaik dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, di Auditorium Dr. Ir. Soedjarwo Gedung Mandala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, pada Selasa (29/8/2023).

Andi Faizal menekankan bahwa penghargaan ini menjadi sebuah momentum untuk lebih meningkatkan keberlanjutan lingkungan di Bontang. “Ini adalah sebuah titik balik bagi kita semua untuk lebih serius dalam menjaga lingkungan, terutama di kota industri seperti Bontang,” ujar Andi Faizal.

Menurut Andi Faizal, pemerintah dan DPRD Kota Bontang memiliki strategi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Mulai dari program pengadaan petugas kebersihan, hingga perda perlindungan lingkungan, kami telah menyiapkan berbagai strategi,” kata Andi Faizal.

Andi Faizal juga menekankan peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Dengan segala regulasi yang ada, kami berharap masyarakat Bontang dapat menjadi pilar dalam menjaga kelangsungan lingkungan hidup,” lanjutnya.

Penghargaan ini juga dianggap sebagai sebuah validasi atau pengakuan atas upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dan DPRD Kota Bontang.

“Penghargaan ini adalah bukti bahwa upaya kita selama ini mendapat pengakuan. Ini juga menjadi pemicu bagi kita untuk lebih baik lagi,” tutur Andi Faizal.

Politikus Partai Golkar ini berharap, bahwa penghargaan ini akan menjadi katalis bagi perubahan positif dalam pengelolaan lingkungan di Bontang. “Kami ingin Bontang menjadi lebih baik lagi, terutama dalam aspek lingkungan. Penghargaan ini menjadi semacam ‘alarm’ bagi kita semua untuk lebih peduli,” pungkasnya.

Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan akan ada semangat baru dari pemerintah dan masyarakat Bontang untuk terus berinovasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya di kota yang dikenal sebagai pusat industri ini. (adv)

Editor: Yusva Alam

Kurangi Angka DBD, Begini Cara Kerja Implementasi Inovasi Wolbachia

0
Kurangi Angka DBD, Begini Cara Kerja Implementasi Inovasi Wolbachia
Jentik nyamuk di dalam ember yang sudah dimasukkan Wolbachia (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Dalam konferensi pers pra launching implementasi inovasi Wolbachia untuk Kota Bontang, Jumat (1/9/23) di Public Safety Center, dijabarkan bagaimana Wolbachia dapat bekerja untuk mengurangi Demam Berdarah Dengue (DBD).

Epidemiolog Ahli Muda, Adi Permana menjelaskan, Wolbachia adalah bakteri alami yang dapat ditemukan pada 70 persen spesies serangga, di antaranya lalat buat, lebah, kupu-kupu, dan lain-lain. Bakteri ini bukan bakteri baru, dan mungkin saja secara tidak sengaja kita sudah ‘makan’ bakteri ini.

Bakteri ini aman untuk manusia, sehingga manusia tidak mungkin terinfeksi. Hal ini sudah diriset Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, yang telah melakukan analisis risiko melibatkan 24 ahli independen berbagai latar belakang keahlian dari berbagai institusi pendidikan ternama di Indonesia pada tahun 2016.

Wolbachia inangnya memang pada serangga, oleh sebab itu dalam tubuh manusia dia tidak bisa bertahan.

”Bakteri tersebut diekstraksi dan disuntikkan ke telur nyamuk. Pengerjaannya waktu itu dilakukan di salah satu universitas di Australia,” jelasnya.

Kemudian mereka bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Indonesia, dan berlanjutlah kegiatan tersebut di Indonesia. Setelah bakteri Wolbachia berhasil diinjeksikan ke telur nyamuk, maka selanjutnya secara turun temurun bateri tersebut akan ada di nyamuk khususnya Aedes Aegypti.

Selanjutnya telur nyamuk Aedes Aegypti tadi dikirim dari Balai Besar Penelitian dan pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga ke Bontang. Telur berkembang biak secara alami menjadi nyamuk dewasa. Nyamuk betina berwolbachia yang selanjutnya bisa disebut nyamuk baik, kawin dengan nyamuk jantan akan menghasilkan telur nyamuk berwolbachia.

“Nyamuk-nyamuk dewasa berwolbachia atau nyamuk baik itu nanti yang diharapkan terus berkembang biak. Diharapkan nantinya seluruh nyamuk Aedes Aegypti di Bontang mengandung wolbachia,” bebernya.

Dalam pengembangbiakan tersebut nantinya, akan ada kader-kader yang ditunjuk oleh kelurahan untuk meletakkan ember yang diisi telur nyamuk Aedes aegypti yang berwolbachia. Kemudian tiap dua minggu sekali akan berkeliling mengganti air dalam ember tersebut, dan memastikan nyamuknya menetas. Karena nyamuk berwolbachia berumur pendek, sehingga setelah menetas dan terbang ia harus segera kawin dan menyebarkan bakteri Wolbachia tersebut.

Perlu dukungan dari seluruh pihak pemerintah, lintas sektor, perusahaan, dan utamanya masyarakat, untuk dapat menjadi lokasi atau penitipan ember-ember penetasan nyamuk berwolbachia tersebut.

”Sebelum launching beberapa tahapan kegiatan sudah dilakukan di antaranya sosialisasi tingkat kecamatan dan kelurahan, pre OJT Koordinator Lapangan (Korlap), dan OJT Sosialisasi Implementasi Tingkat Kecamatan,” imbuhnya.

Setelah launching akan dilanjutkan dengan OJT korlap dan Kader, pemetaan lokasi penitipan ember nyamuk baik, dan rilis telur-telur nyamuk berwolbachia. Rilis tahap awal atau tahap I di 6 kelurahan dijadwalkan minggu ke-4 September 2023. Tahap selanjutnya akhir Desember 2023.

Prosesnya penyebaran dinilai cukup panjang, penyebaran nyamuknya kurang lebih 6 bulan, mengembangbiakkan secara alami nyamuk baik atau nyamuk berwolbachia. Diharapkan dalam satu tahun ke depan  jumlah populasi nyamuk baik atau nyamuk wolbachianya sudah mencapai 80% dari populasi nyamuk Aedes aegypti di Bontang.

Hasil implementasi inovasi wolbachia di Kota Jogjakarta dan Kabupaten Bantul selama periode 2017-2020 mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77% dan menurunkan angka pasien dirawat hingga 86%.

Isnadhon Sokeh dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilker Bontang menjelaskan, akan ada identifikasi dari jentik atau nyamuk dewasa yang sudah menyebar di lingkungan Kota Bontang yang sudah diberikan ember jentik tersebut, tim tersebut nantinya akan memilah mana nyamuk yang Aedes aegypti dan bukan juga mana yang betina maupun jantan.

Nantinya nyamuk terpilih akan dikirim ke laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) di Banjarbaru untuk diperiksa.

“Nanti dengan pemeriksaan tersebut akan kita lihat apakah terdapat Wolbachia di dalamnya atau tidak, sehingga kita mengetahui efektivitas selama program ini berjalan,” ujarnya

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Bontang Terpilih Pilot Project, Inovasi Wolbachia Bakal Dilaunching 5 September

0
Bontang Terpilih Pilot Project, Inovasi Wolbachia Bakal Dilaunching 5 September
Konferensi pers pra launching implementasi inovasi Wolbachia untuk Kota Bontang. (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Konferensi pers pra launching implementasi inovasi Wolbachia untuk Kota Bontang dilaksanakan sebagai persiapan launching Bontang Berwolbachia Serentak (Bawis) di Public Safety Center, Jumat (1/9/23).

Kegiatan ini merupakan inovasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, untuk mengurangi populasi nyamuk Aedes Aegypti di suatu daerah, sehingga angka kasus dan kematian Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat berkurang.

Kemenkes dijadwalkan pada 5 September 2023 mendatang, akan melaunching Implementasi Inovasi Wolbachia di Kota Bontang, yang rencananya dilaksanakan di area parkir Bontang Kuala.

Bontang satu-satunya wilayah yang mewakili Kalimantan Timur menjadi Pilot Project Inovasi Wolbachia DBD. Hal ini sesuai dengan keputusan menteri kesehatan nomor 1341 tahun 2022 tentang penyelenggaraan pilot project teknologi Wolbachia di 5 kota yaitu Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang dan Bontang.

“Alasan Bontang terpilih menjadi pilot project mewakili Kaltim, karena Bontang merupakan endemis DBD, jumlah kasus tinggi, adanya kasus kematian setiap tahun karena DBD, serta komitmen Pemkot Bontang dalam upaya pengendalian DBD,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati.

Program ini dilaksanakan di seluruh kelurahan, yang rencananya akan terbagi dalam 2 tahapan. Tahap pertama 6 kelurahan, kemudian dilanjutkan 9 kelurahan. Ini yang membedakan implementasi wolbachia di kota lain yang terpilih.

Sebagai program nasional, pendanaan implementasi inovasi wolbachia di Kota Bontang berasal dari dana pemerintah pusat, APBD, serta sumber-sumber potensi lain di Kota Bontang di antaranya adalah CSR.

“Hingga saat ini dana yang dikeluarkan dari anggaran murni dan perubahan kurang lebih hampir 1 miliar,” jelasnya

Sementara itu epidemiolog ahli muda, Adi Permana menambahkan, nantinya akan disebar 4.911 titik di seluruh Bontang. Jumlah ini sudah diperhitungkan dengan radius 75×75 meter per kelurahannya.

“Ini kita letakkan di tempat yang ada pemukimannya saja, termasuk sekolahan dan perkantoran. Kalau pabrik dan tempat kesehatan seperti rumah sakit itu tidak perlu,” bebernya.

Untuk daerah pesisir seperti Malahing dan Tihi-tihi juga akan diberikan. Untuk tahap awal ini akan dilaksanakan selama 6 bulan, hingga Bulan Mei tahun 2024 mendatang. Sehingga akan membutuhkan 1.6 juta telur nyamuk untuk perkembang biakannya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Siap Beroperasi, Bus Listrik Pupuk Kaltim Mejeng di Peresmian BRT Bandung Raya

0

KOMITMEN PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam mendorong dekarbonisasi dengan menekan penggunaan energi fosil di lingkungan perusahaan, secara bertahap terus dikembangkan dengan memulai peralihan kendaraan operasional dari sebelumnya menggunakan BBM menjadi moda transportasi listrik.

Setelah diawali motor listrik, komitmen Pupuk Kaltim berlanjut dengan memulai penggunaan mobil listrik untuk operasional perusahaan yang berjalan sejak Juni 2023. Hal ini merupakan tindaklanjut program net zero carbon emission yang dikembangkan Pupuk Kaltim, sejalan dengan prinsip Environment, Social and Governance (ESG).

Dalam waktu dekat, perusahaan pupuk terbesar di Asia Tenggara ini pun segera menambah unit transportasi operasional menggunakan bus listrik, yang kini tengah dalam persiapan dengan jenis MD 8E Cross Medium Bus dari pabrikan Mobil Anak Bangsa (MAB).

Bus ini memiliki panjang 8 meter dan kapasitas baterai LiFePO 560,28V 228 Ah dan 127,74 KWh dengan transmisi AMT 4 kecepatan. Memiliki ukuran sedang, bus ini lebih fleksibel di jalanan menyesuaikan kondisi jalanan perkotaan maupun luar jalan protokol berukuran lebar. Selain itu, Pupuk Kaltim juga akan menambah unit bus listrik dengan panjang 12 meter.

Wajah unit transportasi ramah lingkungan itu pun turut dipamerkan pada rangkaian peresmian Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya, oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di Kota Baru Parahyangan Bandung Barat beberapa waktu lalu.

VP Pelayanan Umum Pupuk Kaltim Wirza Eka Putra, mengungkapkan penggunaan bus listrik dalam mendukung aktivitas dan operasional perusahaan, merupakan kesinambungan komitmen Pupuk Kaltim mengedepankan prinsip ESG dengan berbagai peningkatan program setiap tahun.

Dikatakan Wirza, setelah motor dan mobil listrik, kini saatnya Pupuk Kaltim bergerak cepat untuk pengadaan bus listrik sebagai kendaraan operasional, agar daya tampung unit antar jemput di lingkungan perusahaan bisa mengakomodasi lebih banyak penumpang. Hal ini mengingat mobilitas di kawasan perusahaan yang cukup intensif, sehingga sarana pendukung dengan kapasitas yang jauh lebih besar perlu disiapkan untuk kelancaran aktivitas.

“Saat ini bus masih tahap uji coba dan persiapan unit. Dalam waktu dekat baru akan dirilis dan dioperasikan sebagai tambahan sarana transportasi baru berbasis listrik di kawasan perusahaan,” ucap Wirza, Kamis (31/8/2023).

Wirza menyebut Pupuk Kaltim secara bertahap akan terus memperbanyak kendaraan listrik guna menekan penggunaan bahan bakar fosil dalam operasional perusahaan. Kedepannya, langkah ini pun akan didukung penyediaan charging station berlisensi untuk pengisian daya seiring makin masifnya penggunaan.

“Pupuk Kaltim akan terus meningkatkan komitmen dalam mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan, sebagai langkah nyata penerapan ESG Perusahaan,” tambah Wirza.

SVP SDM Pupuk Kaltim Ardi Harto Mulyo, mengatakan Pupuk Kaltim secara konsisten terus berfokus terhadap penerapan ESG di lingkungan perusahaan, guna mencapai target Net Zero Emission pada 2060 dan Nationally Determined Contribution (NDC) hingga 32 persen di tahun 2030. Penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari komitmen tersebut, khususnya realisasi net zero carbon emission, guna menekan penggunaan energi fosil di lingkup bisnis Perusahaan.

“Dari hal itu, pertumbuhan usaha yang menitikberatkan pada keseimbangan kinerja sesuai prinsip ESG juga ditarget berjalan lebih maksimal dengan penggunaan kendaraan listrik secara bertahap,” papar Ardi.

Langkah tersebut pun menilik prestasi Pupuk Kaltim yang berhasil menduduki peringkat tertinggi penerapan ESG dunia untuk kategori agrochemical, berdasarkan ESG Risk Rating Morningstar Sustainalytics tahun 2023.

Dimana serangkaian program dalam menekan emisi karbon dilaksanakan secara komprehensif dengan berbagai pengembangan, seperti green ammonia, pembangunan pabrik soda ash, community forest hingga pemanfaatan sumber energi terbarukan.

Penggunaan mobil listrik juga upaya Pupuk Kaltim menjawab tantangan industri masa kini, dengan terus menggali inovasi untuk menerapkan praktik bisnis secara berkelanjutan. Sehingga manfaat tak hanya berdampak bagi pertumbuhan usaha, tapi juga menitikberatkan pada aspek keberlanjutan hingga kemandirian masyarakat sesuai kaidah ESG.

“Melalui kendaraan listrik, Pupuk Kaltim semakin meneguhkan posisi sebagai pionir transformasi industri hijau di Indonesia, dan inovasi ini akan terus ditingkatkan kedepannya,” pungkas Ardi Harto Mulyo. (adv)

Dua Wartawan Radarbontang.com Berkompeten, Lulus UKW Muda dan Utama

0
Dua Wartawan Radarbontang.com Berkompeten, Lulus UKW Muda dan Utama
Suasana UKW yang berlangsung di Badak Learning Center. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Wartawan Radarbontang.com berhasil meraih predikat kompeten pada Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang berlangsung di Badak Learning Center (BLC), selama 2 hari Rabu dan Kamis (30-31/8/2023). UKW ini diadakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang bekerjasama dengan PT Badak LNG.

Redaktur Radarbontang.com, Yusva Alam dinyatakan kompeten pada level utama, dan Reporter Lapangan, Syakurah yang lulus di tingkat muda.

UKW ini diadakan bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas serta keprofesionalan wartawan yang ada di Bontang maupun luar Bontang. Terdapat 2 jenjang yang diujikan, yakni jenjang muda dan utama serta diikuti 19 peserta dari Bontang, Kutim, Samarinda, dan Balikpapan.

Jenjang muda terdiri dari 13 peserta dan jenjang utama diikuti 6 peserta. Di tingkat muda terdapat 10 modul dan utama terdiri dari 9 modul yang harus di kerjakan oleh seluruh peserta. Mulai dari ilmu dasar jurnalistik, hingga manajemen produksi berita.

Ketua PWI Bontang, Suriadi Said mengatakan, dari 19 peserta terdapat 5 wartawan dinyatakan belum berkompeten. Hal itu lantaran terdapat nilai  dari salah satu modul di bawah 70.

“2 peserta berhasil meraih nilai tertinggi. Satu dari jenjang muda yakni Kiki dan Bambang dari jenjang utama,” ujarnya.

Suasana UKW yang berlangsung di Badak Learning Center. (Syakurah/Radarbontang)

Perwakilan dari PWI Pusat, Fathurrohman mengungkapkan, bahwa PWI telah berhasil mencetak belasan ribu wartawan yang berkompeten. Sehingga marwah sebagai jurnalis yang profesional harus dijaga.

“Sampai hari ini, PWI sudah mencetak wartawan berkompeten sebanyak 17.874, termasuk 14 orang hari ini yang lulus,” beber pria yang sekaligus juga penguji utama.

Dengan memiliki wartawan yang kompeten, ia berharap media dapat mempertahankan produk atau hasil jurnalistik berkualitas, disenangi pembaca, serta tetap sesuai kaidah Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Kami melaksanakan UKW ini dengan prosedur yang sudah sesuai standar nasional, dan untuk yang belum dinyatakan kompeten masih ada kesempatan,” imbuhnya.

Senior Manager Corporate Communication Badak LNG, Yuli Gunawan mengatakan, ini merupakan usaha PT Badak untuk membantu menciptakan wartawan yang profesional dan kompeten.

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial, bagaimana keberadaan perusahaan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh stakeholder, termaksud wartawan,” jelasnya.

Harapannya adalah wartawan di Bontang bisa menjadi wartawan yang profesional dan bermanfaat dalam memberikan berita kepada masyarakat.

Penulis : Syakurah

Editor: Yusva Alam

Tawarkan Keindahan Wisata Laut, Kampung Malahing Binaan Pupuk Kaltim Raih Juara 3 ADWI 2023

0

KAMPUNG atas air Malahing binaan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), raih Juara 3 kategori Kampung Wisata Maju pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Penghargaan diserahkan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo di Jakarta, Minggu (27/8/2023).

Ketua RT 30 Malahing Nasir Lakada, mengatakan penghargaan ini merupakan buah perjuangan masyarakat dengan dukungan berbagai pihak di Kota Bontang, hingga Malahing berhasil menjadi salah satu destinasi desa wisata unggulan di Indonesia.

Prestasi ini pun tak lepas dari pembinaan Pupuk Kaltim melalui program Better Living in Malahing, sehingga kawasan tersebut mampu bertransformasi menjadi kampung wisata dengan daya tarik budaya dan potensi alam menarik di Kota Bontang.

Sejak program Better Living in Malahing, berbagai perubahan dilakukan Pupuk Kaltim bagi masyarakat dengan serangkaian program. Mulai perbaikan tata kelola lingkungan dan pengembangan potensi kawasan, peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat hingga peluang ekonomi dari berbagai sektor usaha penunjang wisata.

“Kami ucapkan terima kasih atas pembinaan dan pendampingan Pupuk Kaltim selama ini, sehingga Malahing mampu mencapai prestasi pada ADWI 2023. Termasuk juga Pemkot Bontang, yang terus mendorong kami untuk berbenah dengan berbagai dukungan yang diberikan,” ungkap Nasir, Senin (28/8/2023).

VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Malahing menjadi salah satu desa wisata unggulan di Indonesia pada ADWI 2023. Terlebih dari 7.000 lebih desa yang masuk nominasi, Malahing mampu meraih posisi ketiga pada ketagori desa wisata maju dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan.

Menurut Sugeng, prestasi ini menjadi langkah baru bagi Malahing untuk terus memajukan sekaligus meningkatkan potensi yang dimiliki, utamanya pengembangan sektor pariwisata yang dijalankan agar makin berdampak terhadap kemandirian masyarakat.

“Selamat kepada Kampung Malahing yang berhasil meraih prestasi sebagai juara 3 desa wisata maju pada ADWI tahun ini. Perjuangan sejak masuk nominasi 75 besar pada 2022 lalu akhirnya membuahkan prestasi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia,” ucap Sugeng.

Dijelaskan Sugeng, pendampingan program Better Living in Malahing sengaja digagas Pupuk Kaltim untuk memberikan nilai tambah, dengan menciptakan wajah baru bagi kampung atas air tersebut. Dimana sejak 2001, Pupuk Kaltim telah memberikan berbagai bantuan yang bersifat charity untuk menangani berbagai persoalan yang ada.

“Berbagai bekal keterampilan juga diberikan, baik bagi nelayan dalam meningkatkan produktivitas melaut dan sektor budidaya kelautan, hingga keterampilan ibu rumah tangga untuk menciptakan berbagai peluang ekonomi,” tutur Sugeng.

Saat ini masyarakat Malahing jauh lebih berdaya dengan beragam keterampilan dan sektor usaha. Diantaranya inovasi olahan rumput laut menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti sabun, sirup, makanan ringan, budidaya teripang dan rumput laut, kemampuan membatik dengan produk usaha Batik Malahing, hingga homestay sebagai penunjang pariwisata di kawasan tersebut.

Pengembangan kapasitas usaha pun dilakukan yaitu kemampuan manajemen dan promosi untuk menyasar pangsa pasar yang jauh lebih luas. Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan kualitas lingkungan juga sepenuhnya disadari masyarat, dibuktikan makin hijaunya kawasan Malahing beberapa tahun terakhir.

Meski telah exit program pada 2022, namun pembinaan tetap diberikan untuk peningkatan kapasitas sumberdaya manusia pengelola, agar kemandirian masyarakat yang telah disiapkan selama pengembangan Better Living in Malahing makin berjalan optimal.

Salah satunya, peningkatan kapasitas pengelola pariwisata seiring masuknya Malahing nominasi 100 besar ADWI 2022, agar berbagai peningkatan pengelolaan kawasan tersebut makin maksimal melalui peran masyarakat bersama Pemerintah dan Pupuk Kaltim.

Kolaborasi pengembangan Malahing dinilai perlu dilakukan, mengingat pembinaan yang dilakukan Pupuk Kaltim selama ini mengacu pada konsep pentahelix sebagai unsur pembangunan potensi wisata.

“Dimana keterlibatan seluruh elemen masyarakat seperti pemerintah, akademisi, perusahaan, komunitas hingga media massa, ditujukan untuk mengembangkan kearifan dan sumberdaya lokal dalam mengangkat sektor pariwisata daerah,” tutur Sugeng.

Kini Malahing siap menjadi destinasi ekowisata unggulan di Kota Bontang, yang bisa dinikmati dan dikunjungi masyarakat secara terbuka. Selain menawarkan keindahan dengan konsep wisata laut, pengunjung juga bisa menikmati beragam fasilitas seperti snorkling, belajar membatik dan budidaya rumput laut, hingga melihat dari dekat proses pembuatan berbagai produk olahan hasil inovasi ibu rumah tangga Malahing.

“Semoga dengan prestasi ADWI tahun ini, masyarakat Malahing semakin berdaya dan sejahtera, serta membawa manfaat bagi Kota Bontang secara umum,” tambah Sugeng.

Wali Kota Bontang Basri Rase, melalui Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Ahmad Aznem, turut menyampaikan selamat atas keberhasilan Malahing pada ADWI 2023. Dirinya juga mengapresiasi kontribusi Pupuk Kaltim dalam membina masyarakat Malahing, yang diikuti perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan di kawasan pesisir Bontang tersebut.

Wajah baru Malahing dengan masyarakat yang lebih berdaya dengan beragam usaha dan keterampilan yang dimiliki, kini menjadikan kawasan ini sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Bontang dan Kalimantan Timur.

“Ini menjadi bukti bahwa sektor pariwisata Bontang memiliki keunggulan yang bisa dilirik oleh wisatawan luar daerah. Semoga Kampung Malahing menjadi destinasi pilihan bagi para pendatang yang berkunjung ke Bontang,” kata Aznem.

Menparekraf Sandiaga Uno, menyampaikan selama tiga tahun terakhir dirinya yakin jika desa wisata di Indonesia siap mendunia, meski pada 2021 lalu program pengembangan desa wisata sempat diragukan karena situasi pandemi.

Menurut Sandiaga, tekad kuat dan semangat memajukan ekonomi menjadi latar belakang lahirnya program ADWI, yang juga didukung kepala daerah hingga pemangku kepentingan desa wisata. Seiring dengan tema “Dari Desa untuk Indonesia Bangkit, Pariwisata Berkelas Dunia”, Sandiaga berharap desa wisata dapat berkembang sebagai simbol kebangkitan ekonomi nasional melalui kegiatan wisata berkelas dunia.

“Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi juga catatan perjalanan spiritual bagi kita. Selama tiga tahun terakhir membangkitkan ekonomi dari desa, bersama masyarakat desa yang semangatnya luar biasa,” kata Sandi Uno. (adv)

BIGFest Resmi Dibuka, Kenalkan Data Geospasial ke Warga Bontang

0
BIGFest Resmi Dibuka, Kenalkan Data Geospasial ke Warga Bontang
Wawali Najirah (kiri) membuka secara resmi event Bigfest. (ist)

BONTANG – Satu lagi event pariwisata dihadirkan di Kota Bontang. Innovation Geospasial (BIG) Festival diselenggarakan pada Senin (28/8) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Event tersebut merupakan salah satu dari 77 event pariwisata. Diadakan  guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bontang.

Dalam laporannya, Kepala Bapelitbang Kota Bontang Amiruddin mengatakan, BIGFest dimaksudkan untuk memperkenalkan inovasi serta data geospasial kepada masyarakat.

“Diharapkan melalui kegiatan ini, dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait data geospasial serta komitmen pemerintah dalam penyelenggaraan data,” ucap Amiruddin mengutip dari situs Ppid.bontangkota.go.id.

Diketahui, pelaksanaan BIGFest sendiri digelar sekaligus dengan Rakor Jaringan Informasi Geospasial Daerah, Rakernis Kelitbangan Tingkat Provinsi serta Rapat Forum Satu Data Indonesia Kota Bontang.

Adapun peserta BIGFest sejumlah 300 orang dan berasal dari Bappeda Provinsi Kaltim, Balitbangda Provinsi Kaltim, Bappeda Kabupaten/Kota se-Kaltim, Diskominfo Kabupaten/Kota se-Kaltim, Diskominfo Kabupaten/Kota se-Kaltim, OPD se-Kota Bontang serta Perguruan Tinggi se-Kaltim.

Membuka secara resmi kegiatan BIGFest, Wawali Najirah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Semoga selama beberapa hari ke depan rangkaian acara BIGFest dapat berjalan dengan baik,” harap Najirah.

Menutup sambutannya, Ia mengajak seluruh stake holder untuk selalu berinovasi dan memperkokoh komitmennya dalam penyelenggaraan data khususnya data geospasial.

Editor: Yusva Alam

Jaringan Narkoba Dibongkar Dalam Waktu Semalam, Tiga Pengedar Sabu Dibekuk

0
Jaringan Narkoba Dibongkar Dalam Waktu Semalam, Tiga Pengedar Sabu Dibekuk
Ketiga pengedar narkoba sudah diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang berhasil membongkar jaringan narkoba dalam waktu semalam. Tiga orang sekaligus berhasil diringkus.

Setelah sebelumnya dilakukan pengintaian, tiga warga Teluk Pandan akhirnya ditangkap pada Senin (28/8/2023) pukul 16.30 Wita.

Awalnya polisi menangkap pria berinisial AAR 28 tahun di wilayah Prakla, Berbas Pantai. Dia ditangkap bersama barang bukti 1 poket sabu seberat 0,54 gram yang disimpan di dalam bungkus obat.

“Dia ditangkap saat menunggu seseorang, apakah pembeli, nah itu masih mau diperiksa,” kata Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba Iptu M Yazid dikutip dari situs Polresbontang.com.

Ternyata sabu itu didapatkan dari seorang pria berinisial JY 30 tahun. Setelah dilakukan pengejaran, dia berhasil ditangkap pada pukul 18.15 Wita di sebuah rumah di Teluk Pandan, Kutai Timur.

Pemasok untuk JY juga ikut diringkus di Teluk Pandan pada pukul 23.00 Wita. Ialah pria berinisial Ha 31 tahun.

“Masih kami dalami modus mereka mengedarkan sabu termasuk didapat dari mana,” sebutnya.

Kini mereka dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Editor: Yusva Alam