Beranda blog Halaman 692

Polres Bontang Gelar Apel Gabungan, 1.226 Personel Turun Amankan Pilkada

0
Polres Bontang Gelar Apel Gabungan, 1.226 Personel Turun Amankan Pilkada
Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing saat apel berlangsung. (Ist).

BONTANG – Polres Bontang menggelar apel gabungan dalam rangka kegiatan pergeseran pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Apel berlangsung di Lapangan Apel Polres Bontang, Senin (25/11/2024) pagi.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing menyampaikan, bahwa untuk pengamanan saat Pilkada berlangsung, ada sebanyak 1.266 personel yang turun untuk pengamanan. Terdiri dari 240 personel Polres Bontang, 40 personel BKO staf Polda Kaltim, 100 personel Brimob Polda Kaltim, 40 personel BKO Dit Samapta Polda Kaltim, serta 846 personel Linmas.

Nantinya, masing-masing personel akan disebar ke 277 TPS, yang dimana pengamanan tidak hanya berlangsung di Kota Bontang saja, akan tetapi juga mengamankan di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, yakni Marangkayu dan Muara Badak.

“Untuk mendukung operasi Mantap Praja di Polres Bontang, saya melepaskan sebanyak 110 personel Polres Bontang, yang akan melaksanakan PAM TPS di wilayah Kecamatan Muara Badak dan Marangkayu,” ucapnya.

Adapun nantinya selama pemungutan suara berlangsung, anggota PAM TPS selalu melakukan pengawasan terhadap gerak-gerik masyarakat yang akan melakukan pencoblosan, termasuk di lingkungan sekitar TPS guna untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Anggota PAM TPS tidak diperkenankan meninggalkan tempat selama proses berjalannya Pilkada, karena sudah menjadi tanggung jawabnya,” paparnya.

Sehingga, Kapolres Bontang berharap untuk pelaksanaan pengamanan di Pilkada 2024 nantinya, dapat berjalan dengan kondusif, aman, dan lancar.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kuota BBM Bersubsidi Jangan Dibatasi!

0
Kuota BBM Bersubsidi Jangan Dibatasi!
Emirza Erbayanthi, M.Pd. (ist)

Emirza Erbayanthi, M.Pd
(Pemerhati Sosial)

Pemkot Bontang telah mengajukan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk 2025. Pada dasarnya besaran pengajuan kuota BBM bersubsidi berdasarkan rata-rata tingkat kebutuhan selama satu tahun ini. Di tambah peningkatan jumlah kendaraan roda dua maupun empat di Bontang.

Angka pengajuan kuota BBM masih menunggu kepastian final dari BPH Migas. Diharapkan jika dengan usulan ini dipenuhi maka tidak ada lagi antrean mengular di tiap SPBU Bontang. (kaltimpost.jawapos.com)

Mengapa BBM murah atau BBM bersubsidi dibatasi, padahal itu semua dibutuhkan rakyat? Apa akar masalahnya? Bagaimana agar rakyat tidak lagi kesusahan mendapatkan BBM murah?

BBM Bersubsidi Beban?

Pemerintah berulang kali mengatakan bahwa tujuan adanya pembatasan pembelian BBM adalah upaya agar subsidi tepat sasaran. Harapannya, pembeli adalah benar-benar rakyat yang membutuhkan dan jumlahnya dibatasi agar semua terbagi.

Tetapi, rakyat semakin sulit mengakses BBM karena terbatasnya BBM. Sungguh miris rakyat kecil yang ingin BBM murah, tapi BBMnya dibatasi. Semua ini jelas makin menyulitkan rakyat mengakses BBM yang saat ini pun keberadaannya mulai langka.

BBM nonsubsidi Pertamax malah makin dimudahkan, misalnya dengan pembuatan besar-besaran Pertashop yang menjual Pertamax. Ada kasta subsidi dan nonsubsidi semakin memperlihatkan negara berjual beli dengan rakyat bukan unsur mengurus rakyat.

Kuota BBM bersubsidi tidak seharusnya dibatasi mengingat Kaltim kaya akan minyak. Tidak seharusnya mahal dan antri mengular.

Mengapa ya, pemerintah begitu tega membatasi BBM bersubsidi?

Dalam sistem Kapitalisme sekuler saat ini subsidi seakan beban negara, sehingga ada target pengurangan bahkan penghapusan subsidi. Mereka menganggap bahwa subsidi adalah beban APBN yang jika terus diberikan kepada rakyat, APBN akan makin defisit.

Selain itu, sistem kapitalis ini memiliki standar negara ideal, yaitu negara tanpa subsidi. Ketergantungan rakyat pada subsidi dianggap sebagai bentuk ketakmandirian dan menghambat kemajuan suatu negara.

Maka, pembatasan subsidi sedikit demi sedikit sebagai upaya menuju negara sehat. Namun, benarkah subsidi adalah beban APBN?

Anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2024 ditetapkan sekitar Rp 329,9 triliun. Jumlah ini meningkat dari realisasi tahun anggaran 2023 sebesar Rp 269,6 triliun. (Newsdetik.com, 15/07/2024).

Selain itu, belanja APBN untuk infrastruktur dari Dirjen Bina Konstruksi menyampaikan bahwa di tahun 2024 Pemerintah menetapkan anggaran infrastruktur nasional sebesar Rp423,4 triliun atau 12,73% dari Rp3.325,1 triliun total anggaran belanja negara. (binakronstruksi.pu.go.id, 24/07/2024)

Ditambah belanja negara untuk proyek-proyek lainnya, seperti IKN yang merupakan proyek oligarki. Tentu jumlah subsidi sangat kecil dibandingkan utang dan biaya pembangunan infrastruktur yang bukan untuk rakyat. Pada akhirnya, lebih cocok apabila menyebut beban APBN yang sesungguhnya adalah utang dan proyek oligarki, bukan subsidi.

Demokrasi Kapitalisme

Kebijakan subsidi juga sering didompleng kepentingan kapitalis. Contohnya aplikasi untuk membayar Pertalite saja, ada opsi menggunakan jasa pembayaran melalui LinkAja dengan biaya admin untuk top up sebesar Rp1.000. Coba kalikan dengan banyaknya pengguna, lalu bayangkan potensi keuntungan yang didapat pengusaha.

Memang bukan rahasia lagi jika implementasi kebijakan subsidi menjadi ladang basah para pemburu rente dalam mengerat dana. Alih-alih membuat subsidi ini tepat sasaran, justru sebaliknya, kebijakan ini malah makin terlihat keberpihakannya pada pengusaha dan oligarki saja.

Karena subsidi pada sistem ekonomi kapitalisme diposisikan sebagai pemberian negara yang merupakan beban bagi APBN. Dalam sistem ekonomi kapitalisme, negara bukan pengatur urusan umat, termasuk kesejahteraannya.

Negara hanya berperan sebagai regulator antara swasta dan rakyat sehingga kebijakan untuk menyelesaikan konflik antara keduanya.

Mirisnya lagi, regulasi yang dibuat slalu memihak pengusaha. Ini karena sistem politik demokrasi ada politik transaksional antara pengusaha dan penguasa.

Wajar jika penguasa akan mengakomodasi seluruh kepentingan pengusaha, karena telah menyokong sebelum jadi penguasa hingga duduk di kursi kekuasaan. Maka, penyebab sulitnya rakyat mendapatkan BBM bersubsidi adalah aturan main sistem ekonomi kapitalisme dan sistem politik demokrasi.

Kapitalisme menghilangkan peran negara dalam mengurusi umat. Sistem ini yang menjadikan APBN juga selalu defisit. Liberalisasi kepemilikan membuat sumber APBN yang melimpah (pengelolaan SDA) malah dikuasai swasta.

Sistem demokrasi juga melahirkan para birokrat yang kerjanya menjamin para kapitalis bisa terus mendapatkan harta. Karena merekalah yang telah menyokong kebutuhan segelintir elite untuk bisa tetap berkuasa. Sistem ini yang menghimpun para pemangku kebijakan tidak mengenal skala prioritas.

Mereka terus membangun infrastruktur megah yang tidak ada hubungannya dengan maslahat umat, padahal APBN sudah defisit. Jadilah utang terus meningkat. Tetapi, keberadaan APBN yang ada malah beban karena pemasukan terbesarnya dari pajak rakyat.

Berlandaskan Syariat

Negara dalam Islam menerapkan APBN yang berlandaskan syariat (baitulmal). Subsidi bukan dimaknai pemberian negara yang membebani APBN, tetapi sebagai tanggung jawab negara.

Negaralah akan menjamin kebutuhan rakyatnya, termasuk BBM murah. Begitu juga dengan kebutuhan pokok lainnya, seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, keamanan, pendidikan akan dijamin negara.

Baitulmal memiliki sumber dana yang tidak membebani rakyat. Dikarenakan kepemilikan dalam Islam mengharamkan privatisasi atas SDA melimpah yang dibutuhkan umat. Sehingga kebutuhan hidup seluruh rakyat terpenuhi dan merata.

Alokasi baitulmal disalurkan untuk kemaslahatan umat, sehingga menjadikan kehidupan rakyatnya sejahtera. Alokasi belanja akan dipilih prioritasnya. Maka pembangunan infrastruktur untuk memudahkan rakyat menjalani kehidupannya.

Keunggulan baitulmal tidak bisa diterapkan dalam sistem demokrasi kapitalisme. Pemangku kebijakan tidak akan membiarkan kepemilikan dibatasi karena dapat merugikan pengusaha.

Proyek-proyek “mubazir” yang menguntungkan oligarki akan sulit dieksekusi. Karena, konsep baitulmal adalah ancaman. Maka itu, BBM subsidi sulit didapat dan kehidupan makin terimpit adalah akibat penerapan sistem demokrasi kapitalisme.

Begitu pun APBN yang berlandaskan syariat, tidak bisa diterapkan karena sistem Islam tidak utuh diterapkan. Sehingga, penting untuk kita sadang Islam kaffah, agar kuota BBM bersubsidi tidak dibatasi dan rakyat bisa hidup sejahtera.

Wallahualam.

Simpan Sabu di Kotak Rokok, Warta Guntung Diamankan Polisi

0
Simpan Sabu di Kotak Rokok, Warta Guntung Diamankan Polisi
Tersangka LW (23) telah diamankan Polres Bontang. (Ist).

BONTANG – Sat Resnarkoba Polres Bontang, berhasil mengamankan satu pemuda pria berinisial LW (23), salah satu warga Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, lantaran memiliki sabu seberat 7,55 gram, Minggu (24/11/2024) sekitar pukul 14.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan menyatakan, dari laporan masyarakat yang telah mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika jenis sabu, di Jalan Tari Enggang, Kelurahan Guntung, Kota Bontang.

Sehingga tim melakukan pengintaian, dan mencurigai seseorang yang mengendarai sepeda motor tanpa plat. Saat dilakukan penggeledahan badan, ditemukan satu poket sabu yang tersimpan di kotak rokok.

Selanjutnya, pengembangan dilakukan ke tempat tinggal tersangka yang berada di Jalan Pipa, Sidrap. Di lokasi tersebut, ditemukan lagi lima poket sabu.

“Jadi total secara keseluruhan, berat sabu 7,55 gram,” ucapnya.

Tak hanya itu, barang bukti lainnya yang berhasil diamankan meliputi pipet kaca, sedotan runcing, beberapa plastik klip, alat hisap, handphone, kotak rokok bermerek Sampoerna Mild, serta satu unit sepeda motor Honda Blade.

“Tersangka beserta alat bukti, telah kami amankan di Mapolres Bontang,” paparnya.

Kini tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat (2) atau pasal ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pasca Cuti Wali Kota Kembali Bekerja, Jalankan Program Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi Hijau

0
Pasca Cuti Wali Kota Kembali Bekerja, Jalankan Program Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi Hijau
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat meninjau pengelolaan sampah. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase kembali bekerja usai menjalani cuti kampanye. Di awal kembalinya bekerja, Basri mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Bontang Lestari, Minggu (24/11/2024).

Kunjungan ini untuk melaksanakan program yang akan mengubah sampah menjadi sumber ekonomi hijau, untuk mengurangi volume sampah.

“Kita ingin sampah tidak hanya menjadi masalah, tapi juga peluang. Contohnya ini, batako dari sampah plastik yang tidak memiliki nilai. Ini bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ucapnya.

Karena ini menjadi satu inovasi yang diperkenalkan adalah alat pemusnah sampah plastik, tanpa bahan bakar yang mampu melebur sampah pada suhu 1.000 derajat celcius. Sehingga alat ini sangat efektif, untuk mengubah sampah menjadi abu dalam jumlah yang sangat kecil.

“Kemarin kami telah uji coba, lima truk sampah plastik diolah dengan alat ini, dan hasilnya begini abunya tidak sampai satu kilogram. Kalau alat ini terbukti efektif, akan kita sempurnakan,” paparnya.

Dengan demikian, Basri ingin solusi signifikan untuk mengurangi beban TPA, dengan teknologi ini, nantinya bisa meminimalkan limbah plastik yang sudah masuk ke TPA, sekaligus menghasilkan produk hilir seperti batako atau bahan lain yang bisa dijual kembali.

Selain alat pembakar sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah mulai untuk mengolah plastik, dengan metode pencacahan dan pengepresan. Hasil olahan ini nantinya, akan dijual untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.

Basri menargetkan pendekatan ekonomi hijau ini dapat menjadi sumber Energi Baru Terbarukan (EBT), salah satunya dengan memanfaatkan gas metana dari sampah organik.

“Saya ingin ke depan, sampah itu benar-benar menjadi sumber ekonomi baru. Sampah yang dulu dianggap tidak berguna, kini bisa menjadi sumber daya yang menggerakkan ekonomi dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Basri pun telah menginstruksikan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang, untuk bisa melakukan identifikasi potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari sampah.

Sedikit informasi, untuk data DLH Kota Bontang di 2023 lalu, Kota Bontang menghasilkan sebanyak 106 ton sampah per hari, dengan 75 ton di antaranya masuk ke TPA.

Namun, berkat pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R, jumlah sampah yang masuk ke TPA berhasil berkurang sekitar 31 ton saja, dengan kapasitas alat baru yang mampu mengolah hingga 10 ton sampah per hari,

“Langkah ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Sampah harus menjadi berkah, bukan beban,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tolak Politik Uang, Pemuda Bontang Kuala Nyatakan Sikap Tegas Jelang Pilkada

0
Tolak Politik Uang, Pemuda Bontang Kuala Nyatakan Sikap Tegas Jelang Pilkada
Deklarasi MBKB menyatakan tolak politik uang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Puluhan pemuda yang menamakan diri Masyarakat Bontang Kuala Bersatu (MBKB) menyatakan sikap tegas menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), untuk menolak politik uang. Deklarasi digelar, Sabtu (23/11/2024) kemarin.

Koordinator Pelaksana Deklarasi, Agus Susanto menyampaikan bahwa, politik uang tidak hanya merusak tatanan demokrasi, akan tetapi juga melemahkan integritas pemerintahan yang akan terpilih. Sehingga pihaknya mengajak masyarakat, untuk bersatu melawan praktik yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

“Politik uang adalah bentuk penghinaan terhadap hak rakyat. Kami, pemuda Bontang Kuala, berdiri teguh menolak segala bentuk iming-iming materi yang mencederai demokrasi. Pilkada harus menjadi momentum perubahan, bukan ajang transaksional,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, disampaikan oleh Tokoh Pemuda Bontang Kuala, Agung Anugerah Saputra menyatakan, akan menekankan pentingnya menjaga kedamaian selama proses Pilkada 2024 berlangsung. Menurutnya, semangat persatuan harus menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Pilkada bukan ajang perpecahan, tetapi kesempatan untuk memilih pemimpin terbaik. Mari kita jadikan Pilkada 2024 sebagai cerminan demokrasi yang damai, adil, dan penuh kebijaksanaan,” ungkapnya.

Sebab, mengingatkan semua elemen masyarakat, termasuk para kandidat, tim sukses, dan pemilih, untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menerima hasil Pilkada dengan lapang dada.

Deklarasi ini menjadi langkah konkret para pemuda di Bontang Kuala, dalam mewujudkan Pilkada yang bersih dan bermartabat. Serta, politik uang diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk memilih pemimpin berdasarkan kapasitas dan rekam jejak, bukan atas dasar imbalan materi.

“Kami percaya bahwa masa depan Kota Bontang, terletak pada keberanian kita semua melawan praktik curang. Demokrasi yang bersih akan melahirkan pemimpin sejati yang bekerja untuk rakyat,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

27 November Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional

0
27 November Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Pemerintah resmi mengumumkan hari libur nasional pada hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang jatuh pada, Rabu (27/11/24).

Koordinator Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kota Bontang, Azis Maidy Muspa mengatakan, bahwa hal tersebut diputuskan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 33 tahun 2024 tentang hari pemungutan suara Pilkada sebagai hari libur nasional.

“Sesuai keputusan presiden, surat tersebut juga sudah ditandatangani tanggal 21 November kemarin,” ujarnya.

Surat keputusan tersebut dibuat guna memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada warga negara Indonesia, untuk menggunakan hak pilihnya. Untuk itu dengan adanya libur nasional ini masyarakat Bontang dapat memaksimalkan kesempatan tersebut untuk menggunakan hak suaranya.

“Kami berharap partisipasi masyarakat lebih tinggi dalam Pilkada kali ini,” tambahnya.

Terdapat 545 daerah yang menggelar pilkada serentak, terdiri dari 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota. Warga Bontang dapat melakukan pengecekan di cekdptonline.kpu.go.id.

Adapun pemilihan ini ditujukan untuk memilih gubernur, wali kota, bupati, serta wakilnya di sejumlah daerah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bawaslu Bontang Tertibkan APK di Masa Tenang Pilkada

0
Bawaslu Bontang Tertibkan APK di Masa Tenang Pilkada
Bawaslu Bontang menertibkan APK di sepanjang jalan protokol. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bontang menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) di masa tenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Sabtu (23/11/2024) malam.

Ketua Bawaslu Kota Bontang, Aldy Artian menyampaikan, saat ini sudah memasuki masa tenang jelang Pilkada, dimana dalam segala hal apapun yang berbau unsur kampanye, harus segera diberhentikan. Penertiban APK akan dilakukan mulai dari jalan protokol, hingga masuk ke wilayah-wilayah terpencil di Kota Bontang.

“Jadi untuk rute malam ini, kita lakukan penertiban di jalan protokol terlebih dahulu. Baru besok paginya kita lanjutkan, untuk menertibkan ke seluruh wilayah,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Tidak hanya itu, memasuki masa tenang jelang Pilkada, Bawaslu Kota Bontang juga menghimbau untuk seluruh masyarakat agar bisa mematuhi aturan yang ada. Tidak hanya APK yang terpasang di sepanjang jalan dan posko saja, akan tetapi juga menertibkan stiker yang terpajang di kendaraan masing-masing tim Pasangan Calon (Paslon).

“Semuanya harus diturunkan, tanpa terkecuali. Termasuk dengan stiker pada kendaraan,” paparnya.

Diketahui, masa tenang menjelang Pilkada 2024 akan berlangsung selama tiga hari, sebelum dilakukan pemungutan suara pada 27 November 2024. Bahkan, selama masa tenang berlangsung, dilarang keras untuk melakukan kegiatan kampanye, baik secara langsung maupun lewat Sosial Media (Sosmed).

Bawaslu Kota Bontang melakukan penertiban APK, bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polres Bontang, TNI, serta tim gabungan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tingkatkan Keamanan Lingkungan, Kelurahan Berbas Pantai Launching Program Gebrak Maling

0
Tingkatkan Keamanan Lingkungan, Kelurahan Berbas Pantai Launching Program Gebrak Maling
Launching Inovasi GEBRAK MALING oleh Kelurahan Berbas Tengah. (ist)

BONTANG – Kelurahan Berbas Tengah luncurkan inovasi Gerakan Bersama Menjaga Keamanan Lingkungan (GEBRAK MALING) guna mewujudkan ketentraman dan ketertiban lingkungan, Jumat (22/11/24).

Inovasi GEBRAK MALING ini melibatkan seluruh elemen masyarakat yaitu FKPM, LINMAS, Karang Taruna, LPM, Forum RT hingga PKK di wilayah Berbas Tengah.

Inovasi ini merupakan langkah nyata yang diinisiasi oleh Nirmaya Deasari sebagai Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban Umum yang merupakan aksi perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP).

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama berperan aktif dan berkomitmen, dalam menjaga keamanan lingkungan dan mewujudkan wilayah yang aman dan kondusif,” jelas Lurah Berbas Tengah, Abdul Malik Rifai.

Melalui inovasi Gebrak Maling ini terdapat 4 kegiatan utama yang akan dilakukan yaitu, membentuk Satgas GEBRAK MALING, pemetaan sistem keamanan RT, kolaborasi penanganan ketentraman dan ketertiban umum melalui patroli bersama, sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah.

Dalam acara launching ini juga dilaksanakan pendatangan komitmen bersama, sebagai wujud siap mendukung berjalannya inovasi ini sesuai dengan tujuan yg diharapkan.

Selain itu juga hadir Kapolsek Bontang Selatan, AKP. Muh Rakib Rais, memberikan sosialisasi terkait ketentraman dan ketertiban umum. Acara ditutup dengan pemakaian simbolis rompi Satgas GEBRAK MALING oleh Kapolsek Bontang Selatan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Rampungkan Pelatihan Pepemimpinan Administrator, 8 Pejabat Bontang Dilepas oleh Kapuslatbang KDOD LAN

0

BONTANG – Selama lebih dari tiga bulan, sejak dimulai pada 31 Juli 2024, sebanyak 40 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III dari berbagai instansi, termasuk delapan peserta dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, telah menyelesaikan proses pembelajaran. Pelatihan ini ditutup dengan upacara pelepasan oleh Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah LAN (Puslatbang KDOD LAN), Muhammad Aswad, pada Sabtu, 23 November 2024.

Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa pejabat, seperti Ishak Yassir, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan; Sudi Priyanto, Kepala BKPSDM Kota Bontang; Rakhmadi, Kepala BKPSDM Kabupaten Kutai Kartanegara; dan Yuli Permata Mora, Kepala BKPSDM Kabupaten Kutai Barat.

Dalam sambutannya, Muhammad Aswad menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil lulus dalam kegiatan ini. Ia juga menekankan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), tuntutan untuk terus mengembangkan diri semakin besar.

“Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 telah diamanatkan kewajiban pengembangan kompetensi bagi ASN. Hal ini menuntut ASN untuk terus belajar agar negara dapat berkembang menuju kemajuan yang kita cita-citakan bersama. Dalam Asta Cita, juga ditegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu hal utama untuk mendukung pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” jelasnya.

Sebanyak 13 peserta memperoleh predikat “Sangat Memuaskan,” 25 peserta mendapat predikat “Memuaskan,” satu peserta memperoleh predikat “Baik,” dan satu peserta ditunda kelulusannya.

Dua peserta dari Pemkot Bontang yang meraih predikat “Sangat Memuaskan” adalah:

  1. Irmita Prima Ningrum, S.Sos (Sekcam Bontang Utara);
  2. Dra. Eviyanti (Kepala Bidang Pengelolaan dan Penyelamatan Arsip, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan).

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menyampaikan rasa syukur atas kelulusan delapan pejabat administrator Kota Bontang dalam PKA Angkatan III Tahun 2024.

“Harapan kami, ASN Kota Bontang mampu memiliki mental yang kuat, kemampuan berpikir sistematis, tanggap, dan solutif. Mereka juga diharapkan mampu berinteraksi sosial dengan lebih mengedepankan rasa simpati dan empati, memiliki jejaring pertemanan yang luas untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas, serta mampu mengawal keberlanjutan inovasi aksi perubahan masing-masing,” ujarnya.

Sudi juga mengucapkan terima kasih kepada Puslatbang KDOD LAN atas penyelenggaraan pelatihan dan dukungan terhadap program pengembangan SDM aparatur di Kota Bontang.

“Kerja sama yang terjalin sangat baik ini kami harapkan terus berlanjut untuk mendukung berbagai program peningkatan kualitas SDM aparatur di Kota Bontang,” pungkasnya. (adv)

Dulu Sering Banjir, Kini Sungai di Samping Gedung PMI Diubah Jadi Wisata Warna Warni

0
Dulu Sering Banjir, Kini Sungai di Samping Gedung PMI Diubah Jadi Wisata Warna Warni
Peresmian Wisata Warna Warni Kelurahan Gunung Elai. (ist)

BONTANG – Kelurahan Gunung Elai meresmikan tempat wisata warna warni, Sabtu (23/11/24). Tempat wisata tersebut berada di Sungai Samping Gedung PMI Bontang.

Wilayah tersebut akan menjadi tempat destinasi baru bagi warga Gunung Elai. Tempat tersebut dulu dikenal dengan daerah banjir, sekarang pihaknya telah menyulap menjadi wisata warna warni.

“Kita ubah citra tempat ini sehingga wisata warna warni ini dikunjungi oleh banyak orang,” ujar Lurah Gunung Elai, Sulistyo.

Selanjutnya, lokasi tersebut bakal diperuntukkan untuk menggerakan UMKM warga sekitar. Sungai warna warni dan lokasi ini ke depan akan menjadi pusat semua event Kelurahan Gunung Elai.

Camat Bontang Utara, Muhammad Nur turut hadir dalam peresmian tersebut, ia harap inovasi kegiatan ini untuk UMKM warga Gunung Elai dan meningkatkan kesejahteraan bagi warga sekitar.

Maka dari itu beliau berpesan kepada seluruh Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), agar saling berkolaborasi dengan kelurahan untuk menjaga dan mensukseskan inovasi wisata warna warni ini terus berkelanjutan.

“Mari kita jaga tempat ini agar kedepannya dapat terus menjadi tempat wisata bagi daerah lain juga,” katanya.

Kegiatan launching wisata warna warni ini dikemas dengan berbagai acara. Diawali dengan Senam Seruling RT, Lomba mewarnai dan Lomba Memasak antar PKK RT yang disponsori oleh PT PLN dan PT. Segar Harum Kalimantan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam