Beranda blog Halaman 696

Workshop Pestapora, Dispoparekraf Bontang Harap Bantu Tingkatkan PAD

0
Workshop Pestapora, Dispoparekraf Bontang Harap Bantu Tingkatkan PAD
Kegiatan Workshop Event Organizer dan Pertunjukan Konser di Objek Wisata Bontang. (ist)

BONTANG – Workshop Pestapora dengan tema Pelatihan Event Organizer dan Pertunjukan Konser di Objek Wisata Bontang digelar dan resmi dibuka oleh Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang, Muhammad Ihsan di Hotel Grand Mutiara, Rabu (6/11/24).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber daru Ibu Kota yang membidangi EO dan musisi yaitu, Founder Pestapora Kiki Aulia Ucup serta Musisi Killing Me Inside, Machdis Arie Aswara Saleh, seorang Putra Bontang yang mengembangkan karir hingga nasional.

Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 100 orang. Turut pula hadir narasumber dari Praktisi dan Akademisi Event Manegement, Dharma Nababan beliau juga merupakan Tenaga Ahli di bidang pariwisata.

Ihsan menyampaikan apresiasinya pada kegiatan ini, pasalnya industri kreatif ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah.

“Searah dengan tujuan pemkot Bontang, ini salah satu perwujudan untuk peningkatan pariwisata di Kota Bontang,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan, menambah wawasan serta pengalaman kepada para pelaku event organizer atau industri kreatif Bontang untuk berani membuat event-event besar yang berskala nasional.

Dengan adanya kegiatan tersebut dapat memberikan kebermanfaatan kepada perekonomian masyarakat, juga meningkatkan kesejahteraan warga Kota Bontang.

Selain itu, diharapkan acara yang akan diselenggarakan bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang dengan melibatkan UMKM dan wisata-wisata yang ada di Kota Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Debat Perdana, Paslon 03 Unggulkan Kartu Juara

0
Debat Perdana, Paslon 02 Unggulkan Kartu Juara
Paslon 03, Najirah-Muhammad Aswar dalam debat publik. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang Najirah dan Muhammad Aswar menyampaikan program unggulannya dalam debat perdana yang dilaksanakan Minggu (10/11/24) di Hotel Grand Mutiara.

Paslon nomor urut 03 ini menjelaskan terkait Kartu Juara sebagai inovasi terbaru, jika mereka terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bontang 2024.

Sesuai tema dalam debat ini tentang Pembangunan Sumber Daya Manusia Kompetitif dalam Mewujudkan Bontang Sentosa 2045, mereka pun menawarkan Kartu Juara untuk membantu orang tua, dalam pemenuhan kebutuhan sekolah anaknya.

Nantinya, Kartu Juara berfungsi sebagai ATM untuk masing-masing anak sekolah. Kartu tersebut akan berisi saldo yang digunakan untuk membeli keperluan mereka bersekolah.

“Isi saldo yang kami berikan Rp 2,5 Juta. Orang tua murid bisa membeli barang seperti tas atau sepatu sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Aswar menambahkan melalui Kartu Juara pemberian bantuan untuk anak sekolah akan lebih efisien. Dan karena penggunaan kartu tersebut hanya dapat digunakan di Kota Bontang nantinya mereka akan ikut memberdayakan UMKM lokal dalam penyediaan barang.

Hal itu tidak hanya bermanfaat bagi orang tua murid, tapi juga berdampak kepada pergerakkan UMKM Kota Bontang sehingga perputaran ekonomi akan terus berjalan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Angka Stunting Masih Tinggi, Paslon 02 Sebut Insentif Kader Posyandu Harus Dinaikkan

0
Angka Stunting Masih Tinggi, Paslon 02 Sebut Insentif Kader Posyandu Harus Dinaikkan
Paslon 02, Sutomo Jabir-Nasrullah dalam debat publik. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Stunting menjadi salah satu permasalahan yang tersorot di Kota Bontang. Dalam debat publik yang dilaksanakan oleh KPU Kota Bontang, Minggu (10/11/24) kemarin paslon 02, Sutomo Jabir-Nasrullah menanggapi bahwa penanganannya perlu melewati beberapa tahap.

“Stunting ini terintergrasi dengan yang lain seperti, ekonomi, pendidikan dan sebagainya,” ujar Sutomo Jabir.

Sehingga saat berbicara terkait kesehatan terdapat tiga tahap, yang pertama adalah tahap edukasi, pemerintah harus terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar mengetahui bagaimana hidup sehat.

“Kalau perlu mulai dari sekolah-sekolah, karena ini awal mulanya,” terangnya.

Yang kedua adalah preventif, hal ini masuk dalam kegiatan seperti imunisasi, cek berkala dan sebagainya. Dan terakhir adalah kuratif atau pengobatan.

Tahap pertama dan kedua biasanya akan didapatkan di posyandu ataupun puskesmas. Untuk itu pihaknya akan menguatkan peran puskemas maupun posyandu yang ada di Kota Bontang.

Posyandu harus menjadi ujung tombak penangulangan stunting ini, oleh karena itu kader-kader posyandu harus ditingkatkan perannya kemudian diangkat insentifnya supaya bisa mengedukasi dan membantu menanggulangi penyebab stunting.

“Kalau gaji kader posyandu hanya Rp 300 ribu perbulan, bagaimana bisa mereka bekerja dengan sepenuh hati sementara mereka harus seharian bekerja,” katanya.

Untuk itu ia mengungkapkan jika ia dan pasangannya terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang ia akan menaikkan insentif tersebut. Tidak berhenti disitu, adapun fasilitas posyandu masih sangat minim.

Ia mengatakan bahwa stunting tidak hanya masalah kebersihan ataupun nutrisi saja. Tapi bagaimana fasilitator seperti posyandu atau puskesmas belum memiliki fasilitas lengkap untuk melawan stunting itu sendiri.

“Kalau tempatnya tidak sehat, bagaimana kita dapat menciptakan masyarakat yang bebas stunting,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disorot Soal Banjir, Begini Tanggapan Basri saat Debat Paslon

0
Disorot Soal Banjir, Begini Tanggapan Basri saat Debat Paslon
Paslon 01 Basri-Chusnul dalam debat publik. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01, Basri Rase – Chusnul Dhihin menanggapi pernyataan pasangan nomor urut 02 terkait penangan banjir yang katanya masih menggenang di banyak wilayah.

Paslon 02 Sutomo Jabir-Nasrullah mempertanyakan selama masa kepemimpinannya yang sudah berjalan selama empat tahun tersebut, mengapa saat hujan deras ataupun air pasang, banjir masih melanda beberapa wilayah.

“Saya dengar katanya penanganan berhasil, tapi saat kemarau, banjir rob saja masih tinggi,” tanyanya, Minggu (10/11/24) .

Menanggapi hal tersebut, Basri menjelaskan bahwa masa kepemimpinannya baru berlangsung selama 3,5 tahun, dan selama di awal masa kepemimpinannya mereka masih dalam masa pandemi sehingga ada fokus lain yang harus dilakukan.

Untuk itu, Basri menjelaskan bahwa penanganan banjir sebenarnya sudah berlangsung cukup gencar setelahnya. Dan saat itu wilayah yang masih tergenang oleh banjir adalah 515 hektar, kemudian di tahun 2024 ini sudah berkurang hingga 190 hektar.

“Itu sudah berkurang banyak sekali, pengurangan banjir ini sudah sampai 68 persen” terangnya.

Dirinya menambahkan bahwa selama 3,5 tahun kepemimpinannya, banjir sudah dapat berkurang hingga 68 persen, apalagi jika ia memimpin sampai 5 tahun.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Paslon Najirah – Aswar Fokus Program Stunting di Bontang

0
Paslon Najirah - Aswar Fokus Program Stunting di Bontang
Paslon nomor urut tiga, Najirah - Muhammad Aswar. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pasangan calon (Paslon) nomor urut tiga, Najirah – Aswar ingin menuntaskan permasalahan stunting di Kota Bontang, jika nantinya terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Najirah menegaskan, bahwa pihaknya telah memiliki program unggulan, yakni 3M, untuk tunjangan program Menikah, Melahirkan, dan Meninggal. Karena menurut mereka, dengan adanya program 3M ini adalah salah satu program yang paling utama untuk dijalankan.

“Program stunting saat ini masih terbilang cukup tinggi, jadi kita fokuskan dengan penanganan stunting,” ucapnya saat konferensi pers, Minggu (10/11/2025).

Bahkan, Najirah menyatakan akan menaikan insentif untuk seluruh kader posyandu, yang dimana banyak sekali keluhan terkait rendahnya insentif untuk kader Posyandu yang ada.

“Tentunya, kami nantinya akan menaikan insentif untuk para kader Posyandu, karena peran kader Posyandu sangat penting. Masih banyak sekali orang tua yang tidak terlalu memperhatikan bagaimana tumbuh kembangnya anak,” paparnya.

Sehingga, Paslon nomor urut tiga sangat berkomitmen untuk mengatasi permasalahan stunting. Bagaimana komitmennya untuk memperkuat program kesehatan di Kota Bontang, agar kedepan kasus stunting khususnya di Kota Bontang bisa segera turun.

“Perkembangan, tumbuh kembang anak sangat utama. Apalagi kualitas kesehatan anak-anak. Pastinya nanti akan kami lakukan pendataan ulang terkait anak-anak yang terindikasi stunting, agar anak-anak yang mengalami stunting dapat penanganan yang terarah,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Paslon Sutomo – Nasrullah Janjikan Tak Akan Ada Anak Putus Sekolah

0
Paslon Sutomo - Nasrullah Janjikan Tak Akan Ada Anak Putus Sekolah
Paslon nomor urut dua, Sutomo Jabir - Nasrullah. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pasangan calon (Paslon) nomor urut dua, yakni Sutomo Jabir – Nasrullah akan berjanji, jika nantinya terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, mereka menyebutkan bahwa nantinya semua anak harus sekolah, tidak ada lagi yang sampai putus sekolah.

Karena, menurut Sutomo – Nasrullah bidang pendidikan adalah salah satu prioritas utama yang wajib dijalankan. Mengingat anak-anak harus wajib belajar minimal sampai 13 tahun.
“Anak-anak harus sekolah semuanya, minimal sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Intinya tidak ada lagi kata-kata sampai anak putus sekolah, anggaran tidak akan habis walaupun satu anak dikasih Rp 1 juta per tiap anak,” ucapnya, Minggu (10/11/2024) kemarin.

Tidak hanya itu, Paslon Sutomo – Nasrullah juga menyatakan untuk bisa menghadapi tantangan sebagai kota industri, semua anak pastinya membutuhkan pendidikan yang cukup dan juga layak.

“Bagaimana kota industri bisa berjalan, jika anak-anak ada sampai yang tidak sekolah,” paparnya.

Sehingga, Paslon nomor urut dua mengklaim jika pendidikan di Kota Bontang sangat perlu diprioritaskan. Agar anak-anak di Kota Bontang memiliki pendidikan yang baik, untuk bisa memajukan Kota Bontang.

“Pastinya jika kami terpilih, pendidikan adalah prioritas. Baik sekolah negeri maupun swasta, kami nantinya akan memberikan subsidi. Tidak hanya bagi anak sekolah, ini juga akan berlaku untuk para tenaga pendidik,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Berhasil Atasi Banjir Hingga 68 Persen, Basri: Jika Terpilih Lagi, Kita Tuntaskan!

0
Berhasil Atasi Banjir Hingga 68 Persen, Basri: Jika Terpilih Lagi, Kita Tuntaskan!
Paslon nomor urut satu, Basri Rase - Chusnul Dhihin. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut satu, Basri Rase – Chusnul Dhihin mengklaim akan menuntaskan permasalahan banjir yang ada di Bontang, jika nantinya terpilih.

Saat konferensi pers berlangsung, Basri Rase membenarkan bahwa selama 2,5 tahun, dirinya bisa mengatasi permasalahan banjir hingga 68 persen.

Diketahui, ada sekitar 515 hektar kawasan di Kota Bontang yang masih tergenang air. Bahkan, Basri menyatakan untuk saat ini, angka tersebut berhasil dikurangi menjadi 190 hektar.

“Dulunya waktu zaman covid, kami tidak bisa berbuat banyak. Semua aktivitas bahkan terbatas, akan tetapi dengan begitu saya mampu mengatasi banjir dalam waktu kurun 2,5 tahun,” ucapnya saat konferensi pers, Minggu (10/11/2024) kemarin.

Sehingga, Basri menerangkan jika nantinya dirinya terpilih kembali untuk menjadi Wali Kota Bontng, Basri akan tuntaskan permasalahan banjir yang ada di Kota Bontang.

“Banjir dengan kurun waktu 2,5 tahun aja bisa, bagaimana jika nantinya dengan 5 tahun mendatang. Tenang saja, semuanya bisa teratasi,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

KPU Bontang Gelar Debat Perdana, Tekankan Pentingnya Kompetisi Sehat

0
Ketua KPU Bontang, Muzarroby Renfly (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang menggelar debat publik perdana Pilkada Bontang 2024 pada Minggu (10/11/2024), memberikan kesempatan kepada empat pasangan calon (Paslon) untuk memaparkan visi, misi, dan program mereka kepada masyarakat. Dalam pembukaannya, Ketua KPU Bontang, Muzarroby Renfly, menyampaikan harapannya agar para calon tetap berfokus pada penyampaian program tanpa saling menjatuhkan.

“Kami berharap Paslon 1, 2, 3, dan 4 dapat memaparkan visi misi serta program mereka dengan baik, sehingga masyarakat Kota Bontang bisa memahami secara mendalam,” ungkap Muzarroby.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa debat ini bertujuan untuk memberi informasi yang jujur dan konstruktif kepada masyarakat, agar mereka dapat membuat pilihan terbaik dalam Pilkada Bontang pada 27 November mendatang. Muzarroby juga berharap debat berjalan kondusif dan menjadi ajang edukasi politik bagi masyarakat.

“Dengan adanya debat ini, kami berharap masyarakat Bontang bisa menjadi pemilih yang matang, sehingga kota kita tetap aman dan kondusif selama proses Pilkada,” tambahnya.

Debat perdana ini mengusung tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Kompetitif dalam Mewujudkan Bontang Sentosa 2045,” memberikan pandangan tentang bagaimana setiap pasangan calon akan mengembangkan SDM yang unggul dan kompetitif untuk masa depan Bontang yang lebih sejahtera.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Neni Moerniaeni – Agus Haris: Santai Hadapi Debat, Fokus pada Penyampaian Visi

0
Paslon nomor urut empat, Neni Moerniaeni - Agus Haris (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pasangan calon (Paslon) nomor urut empat, Neni Moerniaeni – Agus Haris, menyatakan siap mengikuti debat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bontang 2024.

Paslon nomor urut empat mengakui bahwa dalam menghadapi debat perdana ini, mereka tidak melakukan persiapan khusus. Bahkan, mereka merasa percaya diri dalam menjawab semua pertanyaan yang akan diajukan.

“Dari kami tidak ada persiapan khusus, hanya penyampaian visi dan misi saja,” ujar Neni dalam konferensi pers.

Pasangan ini juga mengungkapkan bahwa mereka tidak merasa tegang dan menilai suasana debat sebagai hal yang biasa. Menurut Neni, mereka sudah siap dengan segala pertanyaan yang akan diberikan.

Pada kesempatan yang sama, calon Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menuturkan bahwa mereka akan mengikuti semua aturan yang berlaku selama sesi debat. “Pastinya kami siap mengikuti alur,” tutup Agus.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Debat Pilkada Bontang: Sutomo-Nasrullah Angkat Visi Bontang Sejahtera dan SDM Kompetitif

0
Paslon nomor urut dua, Sutomo Jabir - Nasrullah (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pasangan calon (Paslon) nomor urut dua, Sutomo Jabir dan Nasrullah, tiba lebih awal di lokasi debat Pilkada Bontang 2024 yang digelar pada Minggu (10/11/2024).

Sutomo menyatakan bahwa mereka menghadapi debat dengan santai tanpa persiapan khusus, mengandalkan pemahaman dari interaksi langsung dengan masyarakat sebagai dasar penyampaian visi dan misi.

“Kami hadapi debat ini dengan santai, tanpa persiapan khusus. Semua yang kami sampaikan berasal dari pengalaman langsung bersama masyarakat,” ujar Sutomo dalam konferensi pers sebelum debat.

Sutomo menjelaskan bahwa tema ini diangkat untuk menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan kualitas SDM di Bontang, dengan harapan dapat mencapai kesejahteraan dan kemajuan di kota ini.

“Kami ingin memaparkan strategi untuk meningkatkan kualitas SDM yang unggul demi tercapainya Kota Bontang yang sejahtera,” tambahnya.

Selain itu, Sutomo menyatakan keyakinannya bahwa semua paslon yang maju dalam Pilkada Bontang memiliki tujuan yang sama, yaitu membawa Bontang ke arah yang lebih baik. “Saya yakin, semua paslon punya keinginan yang sama untuk memajukan Kota Bontang. Mari kita optimis bersama,” tutupnya.

Debat ini menjadi momentum penting bagi Sutomo-Nasrullah untuk menyampaikan program kerja dan visi mereka kepada masyarakat, sekaligus meyakinkan pemilih akan arah pembangunan yang mereka tawarkan.

Penulis: Dwi S.
Editor: Agus S