Beranda blog Halaman 696

Gadis Di Bawah Umur Disetubuhi Pacar, Orangtua Lapor Polisi

0
Gadis Di Bawah Umur Disetubuhi Pacar, Orangtua Lapor Polisi
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Seorang pria di Jalan Poros Bontang melakukan tindak asusila terhadap gadis di bawah umur yang tak lain kekasihnya sendiri. Polsek Marangkayu berhasil meringkus pelaku.

Pria 20 tahun berinisial Sa dilaporkan oleh orangtua korban. Pelaku kemudian ditangkap di Gunung Menangis, Marangkayu, Kukar pada Selasa (28/8/2023) pukul 15.00 Wita.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Marangkayu Iptu Fahrudi, mengatakan bahwa mereka melakukan perbuatan layaknya suami istri sebanyak dua kali, di tempat yang berbeda. Yakni pada September 2022, dan April 2023.

“Masih kami dalami, apakah benar baru dua kali, atau lebih, apakah ada TKP lain lagi atau tidak,” katanya dikutip dari situs Polresbontang.com.

Diketahui korban masih berumur 14 tahun. Kini korban telah dalam pendampingan P2TP2A.

Tersangka pun dijerat pasal 81 ayat (2) undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Editor: Yusva Alam

Visi Selambai Jadi Kampung Wisata Didukung Pemerintah Daerah dan Pusat

0
Visi Selambai Jadi Kampung Wisata Didukung Pemerintah Daerah dan Pusat
Gapura Selambai. Kampung ini terus dipercantik hari demi hari. (ist)

BONTANG – Visi Kampung Selambai, di Kelurahan Loktuan menjadi kampung wisata ke depannya terus mendapat dukungan, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal pasca Pengesahan Perubahan-APBD Bontang Tahun 2023 melalui rapat paripurna ke-16 masa sidang 3, Jumat (18/8/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Dijelaskan anggota dewan yang berdomisili di Selambai ini, bahwa dukungan nyata sudah ditunjukkan oleh pemerintah daerah dan pusat.

Untuk pemerintah pusat terbukti dengan kehadiran Anggota Komisi V DPR RI beberapa waktu lalu. Bahkan dikatakan Faisal, bantuan pembangunan jalan cor tersebut sudah sampai tahap review DED. Diharapkan bulan 8 ini tahapan tersebut sudah selesai. Pasca Review DED di bulan 9 dan 10 memasuki proses lelang.

“Ini bukti keseriusan pemerintah pusat bantu Bontang, khususnya Selambai. Semoga sebelum Juni Tahun 2024 pembangunan jalan cor itu sudah kelar. Sebelum masa jabatan presiden berakhir,” bebernya.

Bantuan dari pusat ini akan diwujudkan di sepanjang pesisir Kampung Selambai. Mulai dari RT 03 ke RT 02, dan ke RT 01. Dimana rute ini memang rute yang sudah direncanakan sebagai akses wisata ke depannya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah pun ikut mendukung pembenahan kampung di ujung Loktuan ini. perbaikan-perbaikan jembatan kayu ulin terus dilakukan, lalu penataan bak sampah, hingga APAR.

“Kami terus kawal pembenahan di Kampung Selambai. Semoga ke depannya kampung wisata benar-benar terwujud di Selambai,” pungkasnya. (adv/al)

Wacana Jalan Tembus Sepanjang Pesisir Loktuan

0
Wacana Jalan Tembus Sepanjang Pesisir Loktuan
Ide jalan tembus di sepanjang pesisir Loktuan dimulai dari Masjid Terapung. (ist)

BONTANG – Wacana jalan tembus di wilayah Kelurahan Loktuan pernah dilontarkan Wali Kota Bontang, Basri Rase. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal pasca mengikuti Pengesahan Perubahan-APBD Bontang Tahun 2023 melalui rapat paripurna ke-16 masa sidang 3, Jumat (18/8/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Dijelaskan Faisal, beberapa waktu yang lalu wali kota pernah mewacanakan ide membuat jalan tembus dari Masjid Terapung menuju Kantor Kelurahan Loktuan. Rutenya menyusuri sepanjang wilayah pesisir Loktuan dimulai dari Kampung Selambai.

Ide tersebut menurut wali kota bisa menjadi salahsatu solusi untuk kasus-kasus emergency yang terjadi di Loktuan. Apabila sewaktu-waktu terjadi musibah kebakaran dan semacamnya, ataupun kondisi jalanan macet, warga bisa menggunakan jalan tembus tersebut sebagai akses keluar.

Ide itu dibutuhkan lantaran wilayah Loktuan dikelilingi oleh lautan, sehingga dibutuhkan akses alternatif bagi warga Loktuan sebagai langkah pengamanan apabila terjadi sesuatu.

“Walaupun baru sebatas wacana, saya mendukung ide tersebut. Semoga saja ke depan dapat benar-benar terwujud,” ujar Faisal. (adv/al)

Pengunjung Keluhkan Gedung MTQ Kotor dan Kurang Penerangan, Ini Tanggapan PUPRK

0
Pengunjung Keluhkan Gedung MTQ Kotor dan Kurang Penerangan, Ini Tanggapan PUPRK
Tangkapan video situasi di dalam Gedung MTQ Lang-Lang. (Ist)

BONTANG – Seorang pengunjung mengeluhkan fasilitas penerangan di Gedung MTQ yang berada di dalam Stadion Bessai Berinta Lang-lang, Jalan KS. Tubun, Kelurahan Api-Api.

Keluhan tersebut diposting dalam bentuk video di sosial media Facebook, Selasa (22/8/23).

Dalam postingannya, pengunjung tersebut berencana akan melaksanakan Sholat Magrib, namun saat ingin mengambil wudhu dan menuju toilet, mereka harus melewati ruangan gelap sehingga suasana terkesan mencekam.

Diketahui, pemilik akun Facebook tersebut adalah Azna Tamrin. Ia menunjukkan kondisi Gedung MTQ yang tidak hanya gelap, tetapi juga toilet dan tempat wudhu kotor.

“Minimal lampu sama airnya nyalahlah kasian,” keluhnya dalam video itu.

Ia memposting 3 vidio berbeda yang menggambarkan kondisi mushola dalam vidio terlihat gelap dan tidak ada kipas angin, sajadah pun terlihat kurang layak.

“Jangankan kipas angin buat adem-adem gituloh,” lanjutnya saat memasuki area mushola.

Azna memposting vidio tersebut dengan caption “Sedikit penampakan mushola di Lang-Lang, ini kalo aku gak bareng paksu sholatnya mungkin aku dah ngibrit kabur cari masjid sekalian pulang aja wes, airpun ga ngalir, syukur banget uda wudhu dari rumah. Nggak kebayang yang mau buang air masuk toilet sini gimana,” tulisnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Dinas PUPRK Bontang, Iskandar menjelaskan, bahwa gedung tersebut merupakan salah satu aset Dinas PUPRK yang rencananya baru akan diberikan kepada dinas terkait.

“Statusnya masih aset PUPRK dan baru mau diserahkan ke Dispopar,” jelasnya saat dihubungi redaksi, Rabu (23/8/23)

Sebelumnya, gedung tersebut sempat diisi oleh Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), namun sekarang sudah tidak ada yang berkantor di sana. Hal tersebut membuat kebersihan Gedung MTQ tidak terurus. Pemeliharaannya juga masih diajukan. (adv/sya)

Macet Saat Kapal Sandar di Pelabuhan Loktuan Dikeluhkan Anggota Dewan

0
Macet Saat Kapal Sandar di Pelabuhan Loktuan Dikeluhkan Anggota Dewan
Pelabuhan Loktuan saat kapal sandar. (ist)

BONTANG – Mewakili warga Selambai, Kelurahan Loktuan dan sekitarnya, Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal mengeluhkan kondisi macet di Pelabuhan Loktuan saat kapal bersandar kepada Wali Kota Bontang.

Hal itu disampaikannya saat Rapat Pengesahan Perubahan-APBD Bontang Tahun 2023 melalui rapat paripurna ke-16 masa sidang 3, Jumat (18/8/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Diungkapkan Politisi dari Partai Nasdem ini, setiap ada kapal bersandar di Pelabuhan Loktuan, maka kondisi macet tidak terelakkan. Lantaran lalu lintas penjemput penumpang maupun penumpang kapal itu sendiri yang berlalu lalang di pelabuhan menimbulkan kemacetan.

Aktivitas kemacetan di jalanan menuju pelabuhan dikatakannya luar biasa macet. Sehingga membuat warga sekitar pelabuhan terganggu.

“Setiap ada kapal kami merasa terganggu. Warga sekitar kesulitan keluar masuk wilayahnya. Bahkan toko-toko di pinggir jalan pun terimbas,” keluh Faisal.

Wali Kota Bontang menanggapi keluhan tersebut dengan mengatakan, pihaknya akan berusaha melakukan pembebasan lahan di sekitar pelabuhan. Hal itu menjadi solusi kemacetan yang terjadi saat kapal bersandar.

“Parkiran pelabuhan di perubahan ini kami akan lakukan apraisal pembebasan lahan. Ada beberapa yang akan kita apraisal untuk pembebasan lahan di pelabuhan. Lainnya seperti perbaikan folder, sekolah, pemakaman, dsb. Mudahan tahun depan bisa dibebaskan. Kalau sudah dibebaskan semoga parkirannya semakin bagus,” jelas Basri. (adv/al)

Pendataan Warga Miskin Pesisir Tak Maksimal, Pemkot Terkendala Kewenangan

0
Pendataan Warga Miskin Pesisir Tak Maksimal, Pemkot Terkendala Kewenangan
Ilustrasi kampung pesisir Bontang. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking menyoroti pendataan warga miskin yang dirasa kurang maksimal. Khususnya pendataan warga miskin yang berada di kawasan pesisir Bontang.

Hal itu diungkapkannya saat Pengesahan Perubahan-APBD Bontang Tahun 2023 melalui rapat paripurna ke-16 masa sidang 3, Jumat (18/8/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Dijelaskan Raking, mengapa pendataan di kawasan pesisir dirasa kurang, lantaran masih banyaknya warga pesisir yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Pendataan warga di kampung-kampung pesisir tidak maksimal. Bantuan-bantuan pemerintah yang seharusnya bermanfaat buat masyarakat miskin belum terlalu dirasakan oleh warga pesisir,” ungkapnya.

Menurut Wali Kota Bontang menanggapi sorotan tersebut, bahwa masalah kemiskinan selalu jadi perhatian bagi Pemkot Bontang. Namun begitu, pemkot menemui kendala terkait pendataan warga miskin ini. Lantaran data yang dipakai pemkot merupakan data dari Kementerian Sosial RI.

“Masalahnya kita gak punya kewenangan untuk pendataan secara objektif dan riil di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa kriteria kemiskinan ini juga terkadang menjadi permasalahan sendiri. Karena menurutnya masih banyak orang yang sebenarnya mampu namun mengaku miskin.

“Coba lihat di kantor pos kalau ada yang antri bantuan pakai hape, pakai motor, karena ingin dapatkan bantuan-bantuan dari Kementerian Sosial, Kementerian Tenaga Kerja dan lain sebagainya,” ucap Basri. (adv/al)

Keluhan Sekolah Diterima, Pemkot Alokasikan Anggaran Relokasi SDN 007 Guntung

0
Keluhan Sekolah Diterima, Pemkot Alokasikan Anggaran Relokasi SDN 007 Guntung
Kunjungan lapangan Wali Kota Bontang, Basri Rase ke SDN 007 BU. (Syakurah)

BONTANG – Pemkot Bontang bakal menyiapkan anggaran untuk relokasi bangunan SDN 007 di Kelurahan Guntung. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bontang, Basri Rase saat meninjau langsung sarana dan prasarana (sapras) SDN 007 Guntung, Rabu (23/8/23)

Dalam kunjungan tersebut, pihak sekolah berterima kasih kepada Pemkot Bontang yang telah merespon proposal yang diajukan. Respon tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Sekda dan Wali Kota Bontang melihat langsung kondisi sekolah lokasi kemarin dan hari ini.

Kepala sekolah SDN 007 Bontang Utara, Nurmiani menjelaskan, beberapa fasilitas utama yang kurang yakni toilet. SDN 007 BU memiliki total 589 peserta didik dan 31 tenaga pengajar, namun toilet yang tersedia hanya 6 saja.

“Untuk idealnya, setidaknya kita memiliki 17 toilet untuk peserta didik sebanyak itu,” terangnya.

Terdapat juga toilet yang ada septi tanknya, namun aliran limbahnya tidak ada, sehingga ketika merembes biasanya ada ular. Pembuatan aliran limbah juga bermasalah karena sudah serba mepet dengan pemukiman.

Selain itu, aroma amoniak juga kerap tercium selama proses mengajar, sehingga menyebabkan beberapa siswa mengeluh tidak bisa bernafas dan lain sebagainya.

Ruang kelas yang juga terbatas membuat pengajaran dijadikan 2 shif, yakni pagi dan siang.

“Karena lapangan kecil, biasanya siswa yang upacara hanya kelas 4,5, dan 6. Itupun mereka tidak mengenal lencang depan, karena kalau mereka lencang depan tidak akan cukup,” tambahnya.

Wilayah tersebut juga dapat tergenang air jika hujan lebih dari 10 menit, bahkan saat dilihat di lokasi sudah terdapat air menggenang karena diguyur hujan pada pagi hari.

Wali Kota Bontang, Basri Rase yang melihat langsung kondisi sapras sekolah tersebut menyatakan, kurang layaknya fasilitas di sana sehingga akan ditindaklanjuti dengan mengalokasikan anggaran terkait lokasi, serta dana pembangunan sekolah dengan dinas pendidikan.

“Seharusnya SD ini bisa menjadi sekolah terpadu, sehat dan hijau, termasuk WC, kantin, perpustakaan, dan UKS. Sekali membangun harus yang berjangka panjang, karena kita menyikapi masyarakat yang tentu makin banyak,” tegasnya.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Yuk Dukung Malahing Jadi Desa Wisata Favorit ADWI 2023! Begini Caranya

0
Yuk Dukung Malahing Jadi Desa Wisata Favorit ADWI 2023! Begini Caranya
Desa Wisata Malahing di malam hari. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang meminta dukungan seluruh masyarakat Bontang agar Desa Wisata Malahing dapat menjadi juara favorit dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023.

Diketahui, Malahing telah menjadi salah satu nominasi desa wisata dalam ADWI Tahun 2023 di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Kampung di atas laut ini masuk nominasi di antara 75 desa wisata seluruh Indonesia.

Mengutip dari Instagram Dispopar Bontang, dukungan kepada Desa Malahing berupa vote video Malahing dengan cara like, comment, dan subscribe di channel youtube Kemenparekraf RI dengan klik link di bawah ini:

https://www.youtube.com/watch?v=vzOF9ja13nY&ab_channel=Kemenparekraf

Kadispopar, Ahmad Aznem mengatakan, batas waktu memberikan vote video Malahing dimulai 21 – 25 Agustus 2023. Karenanya dia memohon dukungan seluruh warga Bontang untuk memberikan dukungan.

“Dengan dukungan kita semua, semoga Desa Wisata Malahing bisa mendapatkan Anugerah Desa Wisata Indonesia terfavorit,” harapnya. (adv/al)

Penyandang Tuna Rungu Sudah Bisa Dapat SIM, Begini Proses Mendapatkannya

0
Penyandang Tuna Rungu Sudah Bisa Dapat SIM, Begini Proses Mendapatkannya
Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya saat menyerahkan simbolis SIM kepada Penyandang tuna rungu. (ist)

BONTANG – Terhitung sejak Senin (21/8/2023), Sat Lantas Polres Bontang mulai menerbitkan SIM bagi penyandang disabilitas tuna rungu atau tuli. Kebijakan ini diberlakukan secara serentak di wilayah Polda Kalimantan Timur.

“Para penyandang tuna rungu ini dalam memperoleh SIM tetap harus mengikuti proses yang ada. Seperti layaknya orang-orang pada umumnya,” ungkap Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya mengutip dari situs Polresbontang.com.

“Total ada 19 anak penyandang tuna rungu yang mengurus SIM, yang lolos 6 orang,” ungkapnya.

Untuk mempermudah komunikasi, para petugas sudah mendapatkan pelatihan. Selain itu, para penyandang tuna rungu juga membawa pendamping.

Kapolres menjelaskan bagi mereka yang lolos akan diberikan stiker berupa gambar tidak bisa mendengar.

“Ada dua stiker dipasang di helm dan dasbor belakang motor. Kalau mobil di kaca belakang,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Bontang didampingi Kasat Lantas AKP M D Djauhari memberikan SIM secara simbolis kepada enam penyandang tuna rungu, yang dinyatakan telah lolos dan layak untuk mendapatkannya.

Editor: Yusva Alam

Sapras Memprihatinkan, Pemkot Didesak Segera Relokasi SDN 007 Guntung

0
Sapras Memprihatinkan, Pemkot Didesak Segera Relokasi SDN 007 Guntung
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris saat meninjau lokasi sekolah bersama Pemkot Bontang. (ist)

BONTANG – Kondisi sarana dan prasarana (sapras) di SDN 007 Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara bisa dikatakan cukup memperihatinkan. Lantaran banyak sekali permasalahan yang membuat aktivitas belajar mengajar terganggu.

Beberapa permasalahan yang ada di sekolah ini di antaranya sebagian bangunannya masih menggunakan kayu, kondisi WC yang tidak layak, keterbatasan ruang kelas dan bau amoniak pabrik yang kerap mengganggu aktivitas belajar mengajar. Serta sering menjadi daerah langganan banjir.

Selain itu diungkapkan Kepala Sekolah SDN 007 Guntung, Nurmiani ruang kelasnya terbatas, tidak tidak punya pagar dan security, khususnya yang di bagian belakang sekolah.

“Kadang guru lepas pengawasan terhadap anak-anak. Hujan 10 menit langsung banjir. WC sangat tidak memadai kalau hujan airnya meluap dan jadi sarang ular,” ujarnya, Selasa (22/8/2023).

Ditambahkan Nurmiani, bahwa sekolah ini terpaksa menerapkan proses belajar mengajar harus secara bergiliran, lantaran kondisi ruang kelas yang terbatas. Sekolah merupakan satu-satunya sekolah yang menampung 18 RT di Kelurahan Guntung, mencapai 589 siswa.

“Kami berharap kepada pemerintah agar bisa dibuatkan sekolah yang lebih layak. Bau amoniak sangat menyengat dan mengganggu proses belajar mengajar. Banyak anak-anak tidak kuat sampai tidak masuk sekolah. Semoga bisa relokasi ke tempat yang lebih bagus,” harapnya.

Sapras Memprihatinkan, Pemkot Didesak Segera Relokasi SDN 007 Guntung

Sekretaris Daerah Aji Erlynawati menanggapi permasalahan itu dengan segera menindaklanjuti usulan itu, dan kemungkinan akan merelokasi sekolah.

“Memang fasilitasnya kurang representatif, baik WC, ruang UKS-nya, ruang belajar terbatas. Ditambah tengah-tengah sekolah ada rumah warga, juga bau amoniak yang cukup mengganggu. Mungkin memang solusinya akan kita lakukan relokasi,” ujarnya saat meninjau sekolah.

Namun begitu, sebelum merelokasi pihaknya tetap akan membuat masterplan rencana pembangunan sekolah terlebih dahulu, yang lengkap dan detail sesuai standar sembari menyiapkan lahan.

“Rencananya tahun 2024 buat masterplan dulu. Tahun 2025 baru bisa proses pembangunan. Lokasi sudah pernah kami tinjau bersama Disdik, di dekat Rusunawa Guntung. Luas lahannya 1,5 hektare,” bebernya.

Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris yang hadir dalam tinjauan lapangan tersebut, turut mendesak agar usulan tersebut bisa segera terealisasi. Paling tidak segera dibuat tahap perencanaan terkait relokasi sekolah tersebut

“Harus ditunjang sapras yang baik, agar mencapai pembelajaran yang baik. Maka itu saya mendesak pemerintah harus segera merealisasikan permintaan para guru-guru di sekolah ini, untuk segera mungkin buat masterplan secepatnya. Jadi 2025 bisa segera dibangun,” imbuhnya. (adv/al)