Beranda blog Halaman 704

Ini Saran Siti Yarra untuk Penyelenggaraan BCC Dan Pawai Budaya di Tahun Berikutnya

0
Ini Saran Siti Yarra untuk Penyelenggaraan BCC Dan Pawai Budaya di Tahun Berikutnya
Siti Yarra, Waki Ketua DPRD Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Siti Yarra, mengapresiasi kegiatan Bontang City Carnival (BCC) dan Pawai Budaya yang diselenggarakan pada Sabtu (19/10/24). Ia menyarankan agar kegiatan ini dapat diselenggarakan lebih cepat, mengingat para peserta telah mempersiapkan diri sejak awal, tetapi kemudian harus menunggu lama hingga siang hari.

“Anak-anak sekolah terutama, mereka bangun subuh dan sampai di sini harus dijemur dulu beberapa jam sebelum tampil,” terangnya.

Meskipun demikian, ia menilai kegiatan ini sangat positif karena memperkenalkan seni dan budaya, yang pada akhirnya dapat dikenalkan kepada anak-anak. Indonesia, termasuk Bontang, sudah dikenal dengan keberagaman budayanya.

“Saran saya, kalau bisa pawai budaya dibuatkan acara tersendiri, supaya kebudayaan kita tetap terjaga,” jelasnya.

Siti Yarra turut memeriahkan kegiatan ini dengan mengenakan pakaian adat dari Sulawesi, dan ia berencana akan mengenakan pakaian adat dari Sumatra pada tahun 2025 mendatang. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Andi Faizal: Tingkatkan PAD, Bontang Harus Lepas dari Ketergantungan Migas

0
Andi Faizal: Tingkatkan PAD, Bontang Harus Lepas dari Ketergantungan Migas
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal, menekankan pentingnya diversifikasi sumber pendapatan asli daerah (PAD) untuk meningkatkan perekonomian kota. Menurutnya, Bontang perlu segera beralih dari ketergantungan pada sektor minyak dan gas bumi (migas) yang selama ini menjadi sumber utama PAD kota.

Dalam sebuah rapat bersama para pemangku kepentingan di Bontang, Andi Faizal mengungkapkan bahwa ketergantungan yang terlalu besar pada migas dapat menimbulkan risiko besar bagi perekonomian kota, terutama jika terjadi fluktuasi harga atau kebijakan baru di tingkat nasional yang mempengaruhi industri tersebut. Ia mengajak pemerintah daerah dan sektor swasta untuk menggali potensi lain yang dapat mendukung perekonomian Bontang, seperti sektor pariwisata, perikanan, dan industri kreatif.

“Kita tidak bisa selamanya bergantung pada migas. Ada banyak potensi di Bontang yang bisa kita kembangkan untuk meningkatkan PAD, dan ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Andi Faizal.

Ia juga menyoroti perlunya perencanaan strategis yang berkelanjutan untuk mengembangkan sektor-sektor potensial tersebut. Selain itu, ia mendorong adanya regulasi yang mendukung iklim investasi dan pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di Bontang, agar ekonomi daerah lebih kuat dan berdaya tahan.

“Melalui diversifikasi ekonomi, Bontang bisa lebih mandiri dan tidak lagi terpengaruh secara signifikan oleh naik-turunnya harga migas. Kita harus menciptakan kondisi ekonomi yang stabil dan berkelanjutan,” tambahnya.

Andi Faizal berharap agar pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan berbagai pihak untuk merealisasikan visi ini, sehingga Bontang bisa menjadi kota dengan perekonomian yang lebih beragam dan kuat. (adv)

Semarak Bontang City Carnival 2024, Sekretariat DPRD Hadirkan Budaya Toraja dan Bugis

0
Semarak Bontang City Carnival 2024, Sekretariat DPRD Hadirkan Budaya Toraja dan Bugis
Sekretariat DPRD Bontang turut meriahkan Bontang City Carnival (BCC) dan Pawai Budaya dengan menampilkan kostum adat Toraja dan Bugis, Sabtu (19/10/2024). (ist)

BONTANG  – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang ke-25 berlangsung semarak dengan diselenggarakannya Bontang City Carnival (BCC) dan Pawai Budaya pada Sabtu, 19 Oktober 2024.

Ribuan warga turun ke jalan untuk menyaksikan kemeriahan pawai yang menghadirkan beragam budaya Nusantara. Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Sekretariat DPRD Bontang, yang turut berpartisipasi dengan mengenakan pakaian adat Toraja dan Bugis Sulawesi Selatan.

Pawai dimulai dari Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, melintasi Jalan Awang Long, dan berakhir di Jalan R. Suprapto, Simpang Empat Rumah Sakit Amalia. Sekretaris DPRD Bontang, Yessi Waspo, menyatakan bahwa keikutsertaan Sekretariat DPRD dalam pawai ini adalah bentuk dukungan dan semangat menyambut perayaan ulang tahun kota yang istimewa ini.

“Alhamdulillah, kami sangat antusias memeriahkan HUT Kota Bontang ke-25 dengan berpartisipasi dalam pawai budaya ini. Ini adalah momen penting untuk menunjukkan kekayaan budaya kita dan semangat kebersamaan,” ujar Yessi Waspo.

Perayaan kali ini terasa semakin meriah dengan kehadiran 2.300 pelajar dari berbagai sekolah di Bontang, yang menampilkan tari jepen kreasi sebagai pembukaan acara. Tema “Kreativitas Bontang Istimewa, Budaya Nusantara Maju” yang diusung BCC 2024 berhasil menampilkan kekayaan budaya Nusantara dan menyatukan masyarakat dalam suasana kebanggaan terhadap warisan budaya.

Kemeriahan Bontang City Carnival 2024 tidak hanya diikuti oleh Sekretariat DPRD Bontang, tetapi juga melibatkan 89 peserta, terdiri dari 29 peserta karnaval dan 60 peserta pawai budaya. Dengan beragam penampilan dari berbagai daerah, BCC 2024 berhasil menunjukkan kekayaan budaya Indonesia kepada warga Bontang. (adv)

Heri Keswanto: Bontang City Carnival 2024, Ajang Persatuan Lewat Keberagaman Budaya

0
Heri Keswanto: Bontang City Carnival 2024, Ajang Persatuan Lewat Keberagaman Budaya
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto. (ist)

BONTANG – Bontang City Carnival (BCC) 2024 berhasil mencuri perhatian ribuan warga dengan kemeriahan parade budaya di simpang Ramayana, Jalan MH Thamrin, Sabtu (19/10/2024).

Sebagai puncak perayaan HUT ke-25 Kota Bontang, karnaval yang mengusung tema “Kreativitas Bontang Istimewa, Budaya Nusantara Maju, dan Melestarikan Budaya Indonesia” ini menghadirkan keragaman budaya dari seluruh Nusantara, menampilkan tarian, kostum, dan atraksi seni yang memukau.

Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, yang hadir menyaksikan langsung acara tersebut, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Ia memuji kemeriahan BCC 2024 yang menampilkan keberagaman budaya sebagai simbol persatuan dan harmoni di Bontang.

“Saya sangat terkesan dengan penampilan berbagai kesenian dan budaya yang mencerminkan kebersamaan dan keragaman yang harmonis di Bontang. Ini benar-benar membanggakan,” ujar Heri, Sabtu (19/10/2024).

Menurutnya, kreativitas yang diperlihatkan para peserta karnaval menunjukkan betapa eratnya ikatan sosial dan kebersamaan di Kota Bontang.

Selain itu, Heri menilai acara seperti Bontang City Carnival sangat penting untuk melestarikan seni dan budaya lokal, serta menjadi ajang edukasi bagi generasi muda. Ia berharap karnaval ini bisa menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya Nusantara.

“Ini adalah kesempatan emas bagi para pelaku seni untuk unjuk kebolehan, sekaligus mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga tradisi dan budaya,” tambahnya.

BCC 2024 diikuti oleh 29 kelompok peserta karnaval dan 60 kelompok pawai budaya yang menampilkan berbagai atraksi dari seluruh penjuru Indonesia. Salah satu sorotan utama acara adalah penampilan 2.300 penari Jepen yang terdiri dari pelajar SMP dan SMA se-Bontang, menciptakan suasana semarak dan kebersamaan yang terasa kuat di sepanjang jalannya acara.

Selain kemeriahan di panggung karnaval, BCC 2024 juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM yang turut memanfaatkan kesempatan ini untuk berjualan di sekitar lokasi acara. Antusiasme warga yang tinggi turut memperkuat ikatan sosial antarwarga, menjadikan acara ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ajang mempererat solidaritas masyarakat Bontang.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, saya yakin Bontang akan semakin kompak dan harmoni antarwarga akan semakin kuat,” tutup Heri.

Bontang City Carnival 2024 tidak hanya menjadi selebrasi budaya, tetapi juga menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan yang menyatukan dan membangun masyarakat yang lebih solid. Diharapkan acara ini dapat terus berkembang dan menjadi tradisi yang membanggakan bagi Kota Bontang di tahun-tahun mendatang. (adv)

Faisal Apresiasi Bontang City Carnival 2024, Tekankan Pentingnya Kenyamanan Penonton dan Dukungan UMKM

0
Faisal Apresiasi Bontang City Carnival 2024, Tekankan Pentingnya Kenyamanan Penonton dan Dukungan UMKM
Bontang City Carnival (BCC) 2024. (ist)

BONTANG – Bontang City Carnival (BCC) 2024 yang digelar pada Sabtu, 19 Oktober 2024, di Simpang Tiga Ramayana, sukses menarik perhatian ribuan warga.

Tak hanya itu, acara meriah ini juga mendapat apresiasi dari anggota DPRD Bontang, Faisal, yang turut hadir menyaksikan karnaval penuh warna tersebut. Dalam keterangannya, Faisal memuji keamanan yang ketat selama acara, namun menekankan perlunya peningkatan kenyamanan bagi para penonton di masa mendatang.

“Keamanan di acara ini cukup ketat, terlihat dari pemasangan pagar yang mengelilingi area karnaval. Hal ini patut diapresiasi,” ujar Faisal.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya menyediakan tempat duduk bagi penonton agar mereka dapat menikmati acara dengan lebih nyaman.

Selain itu, Faisal menyoroti keluhan beberapa penonton terkait tinggi pagar yang menghalangi pandangan mereka terhadap parade karnaval. “Beberapa penonton kesulitan melihat pertunjukan karena pagar yang terlalu tinggi. Kami berharap panitia bisa mempertimbangkan hal ini pada penyelenggaraan berikutnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Faisal juga menyarankan agar panitia mempertimbangkan aspek kenyamanan secara menyeluruh, termasuk menyediakan tempat duduk yang memadai dan ruang yang lebih luas bagi penonton untuk menikmati pertunjukan. “Kalau penonton diberi ruang yang lebih nyaman, acara akan semakin meriah dan bisa dinikmati dengan lebih baik,” tambahnya.

Tak hanya memperhatikan kenyamanan penonton, Faisal juga memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Menurutnya, UMKM yang berjualan di sekitar lokasi acara perlu ditata dengan baik dan difasilitasi agar mereka dapat meraih manfaat maksimal dari acara besar seperti ini.

“UMKM perlu ditata dengan lebih baik, misalnya dengan menyediakan payung untuk berjualan, sehingga mereka juga bisa nyaman dan mendukung kegiatan seperti BCC ini dengan baik,” jelas Faisal.

Di sisi lain, Bontang City Carnival 2024 juga menampilkan beragam budaya dan etnis dari seluruh penjuru Bontang, menciptakan suasana yang meriah dan penuh warna. Faisal berharap keberagaman yang ditampilkan oleh peserta karnaval ini dapat semakin memperkuat persatuan dan rasa kebersamaan di antara warga Bontang.

“Mudah-mudahan, dengan keberagaman yang ditampilkan di BCC tahun ini, masyarakat Bontang bisa semakin kompak dan saling mendukung satu sama lain,” tutupnya.

Bontang City Carnival 2024 tidak hanya menjadi ajang hiburan tahunan yang dinanti-nanti, tetapi juga menjadi wadah bagi warga untuk menunjukkan kebersamaan dan solidaritas mereka. Diharapkan, masukan dari berbagai pihak, termasuk Faisal, dapat diimplementasikan pada acara-acara serupa di masa mendatang, sehingga perayaan ini semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Bontang. (adv)

Sosialisasikan Ketentuan Tugas Belajar ‘SMART PNS’, BKPSDM Kota Bontang Ajak Diskusi Pengelola Kepegawaian Perangkat Daerah

0
BONTANG – Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam meningkatkan kualitas manajemen kepegawaian, khususnya peningkatan kualifikasi pendidikan PNS melalui program tugas belajar, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan sosialisasi SMART PNS.

Kegiatan yang berlangsung pada 17 Oktober 2024 di Auditorium Gedung Graha Taman Praja Bontang Lestari ini merupakan tindak lanjut dari inovasi yang digagas Wendi Andriansyah selaku Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2024 Puslatbang KDOD LAN dengan judul SMART PNS.

Hadir sebagai peserta pada kegiatan ini adalah Kepala Subbag Umum dan Kepegawaian bersama pengelola kepegawaian dari 31 perangkat daerah, serta Kepala Puskesmas dan Kepala Subbag Tata Usaha dari 6 UPT Puskesmas yang ada di Kota Bontang.

Rangkaian kegiatan acara dimulai dengan sambutan dan pengarahan dari Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, yang menyampaikan bahwa perlu ada ketentuan yang mengatur secara lugas, tegas, dan terperinci mengenai tata cara pelaksanaan tugas belajar bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

Hal ini sekaligus menjadi langkah penguatan terhadap pelaksanaan sistem merit yang memberikan ruang kesempatan yang adil dan objektif bagi ASN yang berkeinginan mengembangkan diri melalui peningkatan kualifikasi pendidikan yang diselaraskan dengan kebutuhan instansi.

“Kami berharap partisipasi aktif dari seluruh rekan-rekan yang hadir berupa masukan dan saran yang bersifat konstruktif, sehingga penyelenggaraan tugas belajar dapat berjalan dengan semakin baik dan tertib,” ujarnya.

  

Pengarahan lebih lanjut tentang SMART PNS disampaikan oleh Wendi Andriansyah yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pengadaan, Mutasi, dan Pengembangan SDM. Ia menjelaskan bahwa SMART PNS merupakan inovasi dalam meningkatkan kualitas manajemen kepegawaian, khususnya peningkatan kualifikasi pendidikan PNS melalui tugas belajar di Kota Bontang yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Inovasi ini muncul akibat adanya beberapa permasalahan dalam pengelolaan tugas belajar yang berdampak pada kualitas pemenuhan kualifikasi pendidikan PNS Kota Bontang.

Sosialisasi ini dilakukan karena Peraturan Wali Kota Bontang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Tugas Belajar di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang belum sepenuhnya tersosialisasikan dan terlaksana. SMART PNS akan menjadi jawaban atas beberapa permasalahan, di antaranya: belum adanya penyusunan kebutuhan tugas belajar PNS Kota Bontang, pengusulan penetapan SK Tugas Belajar yang sering terlambat, ketegasan aturan jangka waktu tugas belajar, serta belum optimalnya penyampaian informasi tugas belajar.

Kondisi tersebut diharapkan akan terhubung dengan penetapan alokasi anggaran untuk tugas belajar yang dibiayai melalui APBD Kota Bontang, serta penetapan prioritas program studi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kota Bontang. Ia berharap, setelah sosialisasi ini, seluruh perangkat daerah dapat menyusun kebutuhan tugas belajar di masing-masing perangkat daerahnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan uji petik terhadap 7 Standar Pelayanan dan 8 Standar Operasional Prosedur yang telah disusun sebagai tolak ukur dalam memberikan pelayanan kepada PNS. Selain itu, telah disusun juga Pedoman SMART PNS sebagai panduan BKPSDM dalam pengelolaan tugas belajar. (adv)

Peran Penting Kader Posyandu Tangani Stunting, Dewan Usulkan Kenaikan Insentif

0
Peran Penting Kader Posyandu Tangani Stunting, Dewan Usulkan Kenaikan Insentif
Heri Keswanto, Anggota DPRD Bontang (ist)

BONTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Heri Keswanto menyatakan perlu adanya penambahan kader yang bersentuhan langsung dengan masyarakat terkait dengan stunting.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan lapangan kepada kader-kader Posyandu yang mengeluhkan makin banyaknya tugas yang mereka emban.

“Karena kalau mereka saja yang kerja, bisa seharian. Padahal honor mereka hanya Rp 300 ribu per bulan dengan memegang banyak job desk,” terangnya, Sabtu (12/10/2024).

Padahal di Kota Bontang sendiri penanganan stunting sedang gencar-gencarnya karena kasus yang sempat turun namun naik kembali. Sementara kebijakan presiden diminta untuk mencapai 14 persen pada tahun 2024 ini.

Mulai dari pemerintah hingga kader Posyandu telah melakukan berbagai skema penurunan stunting, namun hal tersebut tidak berbanding lurus dengan honor yang diterima mulai dari pemeriksaan balita, pemberian makanan tambahan, pemberian telur hingga memastikan makanan dari pemerintah sampai di mulut anak yang berisiko stunting.

Yang menjadi permasalahan saat ini adalah jumlah kunjungan Posyandu yang berkurang lantaran banyak orang tua yang menghindari sang anak untuk diklaim stunting, dan itu menjadi PR tambahan untuk para kader Posyandu. (adv/sya)

Editor : Yusva Alam

Legislator Ini Soroti Pendidikan di Wilayah Pesisir

0
Legislator Ini Soroti Pendidikan di Wilayah Pesisir
Anngota DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto (ist)

BONTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menyoroti pendidikan di wilayah pesisir yang belum merasakan pendidikan yang layak.

Ia beharap kepada pemerintah Kota Bontang  dapat meninjau langsung wilayah pesisir terutama dalam hal transportasi. Ia berharap kepada pemerintah Kota Bontang dapat bekerja sama dengan perusahaaan untuk pengadaan kapal

“Mungkin Pjs Wali Kota dapat memberikan kenang-kenangan kepada kita dalam membantu pendidikan di pesisir,” ujarnya saat paripura HUT Bontang, Sabtu (12/10/2024).

Dengan adanya bantuan dari perusahaan tentu itu akan membantu pemerintah untuk meningkatkan salah satu fasilitas pendidikan di Kota Bontang.

Hal ini dinilai penting karena sebagai salah satu bentuk untuk peningkatan sumber daya manusia di wilayah pesisir. Ia menyayangkan jika anak-anak pesisi harus berehenti sekolah lantaran masalah transportasi yang minim.

“Lebih cepat pasti lebih baik, karena ini termasuk yang darurat, terangnya,” tutupnya. (adv/sya)

Editor : Yusva Alam

Alat Kelengkapan Dewan Resmi Dibentuk, Berikut Susunan Anggotanya!

0
Alat Kelengkapan Dewan Resmi Dibentuk, Berikut Susunan Anggotanya!
Rapat Penetapan komisi DPRD Bontang (ist)

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang telah menetapkan anggota Komisi A, B dan C, Kamis (17/10/2024) di Ruang Rapat 2 DPRD Bontang.

Penetapan ini dilakukan setelah membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Adapaun para fraksi diminta untuk mengajukan nama dari masing-masing fraksinya.

Dalam pembentukan fraksi juga dilakukan penyusunan Badan Musyawarah, Badan Kehormatan dan Bapemperda.

Ketua DPRD Kota Bontang mengatakan untuk Badan Anggaran (Banggar)DPRD masih dalam pembahasan karena jumlah anggota DPRD yang ganjil sehingga masih dalam pembentukan.

“Nanti kita akan diskusikan terlebih dahulu ke kementrian dalam negeri, karena jumlah banggar itu separuh dari total anggota DPRD sementara kita ganjil,” terangnya. (Adv/Sya)

Berikut adalah susunan AKD DPRD Kota Bontang:

Komisi A
Ketua: Heri Keswato
Wakil Ketua: Ubayya Bengawan
Sekretaris: Saeful Rizal
Anggota: Aloysiud Roni, Muhammad Irfan dan M. Yusuf

Komisi B
Ketua: Rustam
Wakil Ketua: Winardi
Sekretaris: Ridwan
Anggota: Nursalam, Suharno, Faisal, Junaidi dan PAW dari Agus Haris

Komisi C
Ketua: Alfin Rausan Fikry
Wakil Ketua: Muhammad Sahib
Sekretaris: Joni Alla’padang
Anggota: Yassier Arafat, Sem Nalpa Mario Guling, Sumardi, Bonnie Sukardi

Badan Musyawarah
Ketua: Andi Faizal Sofyan Hasdam
Wakil 1: Sitti Yara
Wakil 2: Maming
Anggota: Nursalam, Ubayya Bengawan, Alfin Rausan Fikry, Joni Alla’ Padang, Heri Keswanto, Muhammad Sahib, Saeful Rizal, Sumardi, Junaidi

Badan Kehormatan
Ketua: Yassier Arafat
Wakil Ketua: Bonnie Sukardi
Anggota: Winardi, Heri Keswanto, Heri Keswanto, Muhammad Sahib, Ridwan.

Bapemperda
Ketua: Nursalam
Wakil Ketua: Sem Nalpa Mario Guling
Anggota: Ubayya Bengawan, Winardi, Suharno, Faisal, Muhammad Irfan, Muhammad Yusuf. (adv/sya)

Editor : Yusva Alam

Terminal Bus Terlambat Beroperasi, Dewan Akan Panggil Dinas Terkait

0
Terminal Bus Terlambat Beroperasi, Dewan Akan Panggil Dinas Terkait
Anggota DPRD Kota Bontang, Faisal (ist)

BONTANG – Terminal Bus Kota Bontang telah lama melakukan masa renovasi, namun hingga kini jadwal pengoperasiannya terus diundur lantaran terdapat akses di bagian belakang terminal yang diminta oleh warga agar tidak ditutup.

Faisal Anggota DPRD Kota Bontang menyatakan jika memang akses yang sudah ada sejak dahulu itu tidak merugikan pihak terminal bus tidak apa dibiarkan, begitupun sebaliknya.

“Mungkin SOP-nya tidak boleh ada pintu lain, tapi tentu tetap harus lihat kondisi lapangan,” terangnya, Kamis (17/10/2024).

Setelah komisi-komisi di DPRD terbentuk, pihaknya akan memanggil dinas terkait agar untuk mendengar langsung apa yang menjadi kendala dalam pengoperasian terminal tersebut.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa penjual yang sejak dahulu sudah berjualan disana ada baiknya dilibatkan kembali, dan disediakan tempat yang memang diperuntukkan mereka untuk berjualan.

“Kalau memang bisa memberdayakan UMKM kita kenapa tidak,” terangnya.

Sama halnya dengan jumlah personil yang masih kurang di terminal. Pihak provinsi telah memberikan MoU meminta bantuan untuk penambahan pelayanan personil dari Bontang. Ini dinilai akan makin memberdayakan warga Bontang sendiri. (Adv/sya)

Editor : Yusva Alam