Beranda blog Halaman 705

Batasan Anggota Banggar DPRD Bontang Dipertanyakan, Ketua DPRD: Akan Kita Musyawarahkan

0
Batasan Anggota Banggar DPRD Bontang Dipertanyakan, Ketua DPRD: Akan Kita Musyawarahkan
Andi Faizal Sofyan Hasdam. (ist)

BONTANG – Pembahasan mengenai jumlah anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bontang menjadi salah satu fokus utama dalam penyusunan Tata Tertib (Tatib) DPRD. Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tatib DPRD Bontang, Rustam, menyatakan bahwa penyusunan tatib yang mencakup 24 bab dan 229 pasal telah mencapai tahap akhir.

“Kami telah menyusun draft tata tertib yang mencakup berbagai aturan baru dan perubahan signifikan, termasuk dalam penetapan anggota Banggar. Kami pastikan aturan ini dapat diterima semua pihak dan sejalan dengan ketentuan peraturan pemerintah,” ujar Rustam.

Menurut Rustam, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018, jumlah anggota Banggar harus setengah dari total anggota DPRD. Dengan jumlah anggota DPRD Bontang sebanyak 25 orang, muncul diskusi apakah jumlah anggota Banggar akan ditetapkan sebanyak 12 atau 13 orang.

“Ini bukan sekadar soal angka, tetapi juga tentang efektivitas dan representasi yang optimal. Jadi, apakah dibulatkan ke 12 atau 13, masih perlu diskusi lebih lanjut dengan semua pihak,” lanjut Rustam.

Untuk memastikan keputusan yang diambil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Rustam mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengadakan konsultasi dengan Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Dalam Negeri. Konsultasi ini dilakukan untuk memperkuat keabsahan aturan yang disepakati oleh DPRD Bontang.

“Kami ingin memastikan semua aturan yang kami susun sesuai dengan ketentuan pusat. Oleh karena itu, kami perlu mendapat masukan dan klarifikasi dari pihak berwenang agar tidak terjadi kesalahan penerapan di kemudian hari,” jelas Rustam.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, juga menegaskan bahwa pembahasan mengenai jumlah anggota Banggar masih dalam proses dan akan dimusyawarahkan lebih lanjut. “Ini adalah keputusan yang akan berdampak pada kinerja dewan secara keseluruhan, sehingga penting bagi kami untuk memusyawarahkan ini secara tuntas dan mencapai kesepakatan bersama,” ungkap Andi Faiz.

Andi Faiz menambahkan bahwa semua keputusan akan dibuat berdasarkan musyawarah mufakat. “Kami berusaha agar aturan yang dihasilkan bukan hanya formalitas, tetapi juga benar-benar mendukung kelancaran kinerja dewan,” pungkasnya.

Dengan demikian, penetapan jumlah anggota Banggar DPRD Bontang masih dalam tahap pembahasan dan akan ditentukan melalui musyawarah bersama, dengan mempertimbangkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (adv)

Dukung Pengembangan Pendidikan dan Startup, Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp1 Miliar ke ITS Surabaya

0

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung sektor pendidikan dan pengembangan bisnis startup, melalui pemberian bantuan pendanaan senilai Rp1 miliar kepada Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Bantuan ini ditujukan untuk renovasi co-working space dan Program Inkubasi Startup, sebagai upaya nyata perusahaan dalam mendorong inovasi dan pengembangan sumber daya manusia.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Pupuk Kaltim dalam memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan, khususnya ITS yang telah banyak berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia perusahaan.

“Kami ingin lebih erat lagi dengan ITS, karena ada sekitar 142 tenaga kerja di Pupuk Kaltim banyak dari lulusan ITS, dari total 1.300 tenaga kerja,” tutur Soesilo, usai meresmikan bantuan di Ruang Rapim Gedung Rektorat ITS, Selasa (15/10/2024).

Dijelaskan Soesilo, bantuan pendanaan renovasi co-working space bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi mahasiswa ITS dalam belajar di luar ruangan. Sementara itu, program inkubasi startup dirancang sebagai wadah bagi para pelaku startup yang ingin mengembangkan pemikiran dan ide kreatifnya.

Soesilo pun menyebut Pupuk Kaltim akan terus bersinergi dengan ITS, dalam upaya pengembangan sumberdaya manusia yang andal dan berdaya saing. Salah satunya komitmen jangka panjang untuk berkontribusi dalam program dana abadi senilai Rp1 miliar. Dana ini akan diperuntukkan bagi mahasiswa yang membutuhkan dalam bentuk beasiswa.

“Melalui sinergi yang terjalin, Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Indonesia,” tambah Soesilo.

Melalui kerja sama ini, Pupuk Kaltim dan ITS optimis dapat bersama mendorong inovasi, pengembangan sumber daya manusia, dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di Indonesia. Dimana Pupuk Kaltim juga memiliki program penghantaran tuntas ke PTN, yang mencakup layanan pemilihan jurusan di PTN, pengenalan prospek kerja, pemahaman kemampuan, pengenalan jurusan, pengenalan perguruan tinggi, layanan konsultasi siswa dan orang tua, serta penghantaran PTN melalui SNMPTN, SBMPTN, dan tes mandiri.

“Dukungan pada program dana abadi ini juga melihat banyak sekali kami bantuan teman-teman ITS dalam berbagai project yang dilakukan Pupuk Kaltim,” katanya.

Salah satu proyek yang tengah dikerjakan Pupuk Kaltim yakni pembangunan pabrik pupuk di Fakfak Papua Barat, yang telah groundbreaking pada November 2023. Pabrik ini nantinya akan memenuhi kebutuhan pupuk pertanian di wilayah Indonesia Timur.

Selain itu, Pupuk Kaltim juga tengah dalam perencanaan pembangunan pabrik Soda Ash di Bontang, Kalimantan Timur, guna pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang saat ini masih impor. Dari banyaknya proyek dan penelitian yang sedang berlangsung, perusahaan memerlukan update ilmu dan inovasi dalam pengembangannya, yang diharap dapat diperoleh melalui kerjasama dengan ITS.

“Kami akan bangun satu pabrik di Fakfak Papua Barat, pabrik Amonia dan Urea yang nanti bisa berkontribusi untuk produktivitas pertanian di Indonesia Timur,” lanjut Soesilo.

Rektor ITS Bambang Pramujati, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Pupuk Kaltim. Gedung Inkubator ITS saat ini menaungi 22 perusahaan startup, dengan empat di antaranya dibiayai oleh Pupuk Kaltim.

Keempat startup tersebut adalah Jokeen (engineering solution), Dismore (sales digital), Cekka (home decor berbahan serat alam), dan 3D Expert (konsultasi desain dan manajemen).

“Kami berusaha memfasilitasi mahasiswa melalui Gedung Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif ini. Selain mencari pekerjaan juga menciptakan pekerjaan melalui perusahaan-perusahaan startup, kami juga mencarikan pembiayaan,” ujar Bambang.

Bambang juga menyambut baik rencana kontribusi Pupuk Kaltim untuk Dana Abadi beasiswa. Terlebih saat ini ITS juga memberikan beasiswa, kepada 350 mahasiswa per bulan sebesar Rp1 juta melalui investasi Dana Abadi. Dengan adanya kontribusi tambahan dari Pupuk Kaltim, diharapkan lebih banyak mahasiswa yang dapat terbantu.

“Jangan pernah ada mahasiswa mundur karena biaya, dan program dana abadi menjadi cara termudah untuk memutus rantai putus kuliah,” tegasnya. (adv)

Alfin Rausan Fikry, Pemimpin Muda Siap Bawa Perubahan di Komisi C DPRD Bontang

0
Alfin Rausan Fikry, Pemimpin Muda Siap Bawa Perubahan di Komisi C DPRD Bontang
Alfin Rausan Fikry. (ist)

BONTANG – Dalam Rapat Paripurna ke-10 Masa Sidang I DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry resmi terpilih sebagai Ketua Komisi C DPRD Bontang, Kamis (17/10/2024).

Alfin, yang merupakan politisi muda dari Partai Golkar, menyatakan bangga atas kepercayaan yang diberikan, meskipun ia juga menyadari besarnya tanggung jawab yang kini ia emban.

“Bangga pasti, tapi tanggung jawab ini sangat besar, apalagi saya membawa nama generasi muda. Tentu ekspektasi dari masyarakat sangat tinggi, dan saya harus bisa menjawab tantangan ini,” ujar Alfin.

Dijelaskannya bahwa prioritas utamanya sebagai Ketua Komisi C adalah memperkuat kinerja komisi melalui rapat internal untuk membahas agenda-agenda penting yang akan dihadapi.

Ia menekankan pentingnya penentuan prioritas dalam menangani berbagai isu yang menjadi tanggung jawab Komisi C.

“Kami akan segera melakukan rapat internal untuk membahas apa saja yang menjadi PR dan skala prioritas untuk Komisi C. Langkah ini penting agar pekerjaan dapat terarah dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Sebagai Ketua Komisi C, Alfin memiliki tanggung jawab terhadap sejumlah mitra kerja penting yang berperan dalam pembangunan dan pelayanan publik di Bontang, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Dinas Perhubungan. Selain itu, Komisi C juga bermitra dengan Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Susunan Komisi C DPRD Kota Bontang
– Ketua: Alfin Rausan Fikry
– Wakil Ketua: Muhammad Sahib
– Sekretaris: Joni Alla’padang
– Anggota: Sem Nalpa Mario Guling, Yassier Arafat, Sumardi, Bonnie Sukardi.

Selain memimpin Komisi C, Alfin juga dipercaya menjadi anggota Badan Musyawarah DPRD Bontang. Ia akan bekerja sama dengan 11 anggota lainnya, termasuk tiga pimpinan DPRD Kota Bontang, dalam mengatur berbagai agenda penting DPRD ke depan.

Alfin berharap kepemimpinannya di Komisi C dapat membawa perubahan positif bagi Kota Bontang, terutama dalam bidang pembangunan infrastruktur, penataan kota, dan pelayanan publik.

“Ini adalah tanggung jawab besar, dan saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memberikan kontribusi nyata bagi Bontang,” tutupnya.(adv)

DPRD Bontang Sahkan Revisi Tata Tertib, Komisi Berganti Nama dan Aturan Rapat Disesuaikan

0
DPRD Bontang Sahkan Revisi Tata Tertib, Komisi Berganti Nama dan Aturan Rapat Disesuaikan
Penyerahan rancanangan peraturan DPRD mengenai tata tertib DPRD Kota Bontang. (ist)

BONTANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menyelenggarakan Rapat Paripurna ke-9 Masa Sidang I untuk mengesahkan Rancangan Peraturan DPRD mengenai Tata Tertib DPRD Kota Bontang. Rapat yang berlangsung di Bontang Lestari pada Kamis (17/10/2024) ini dihadiri 21 anggota dewan dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, bersama Wakil Ketua DPRD, Maming dan Sitti Yara.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz, menyatakan bahwa agenda utama rapat adalah persetujuan terhadap perubahan kedua Tata Tertib DPRD Kota Bontang Nomor 1 Tahun 2019. “Kami persilakan panitia khusus (pansus) DPRD untuk menyampaikan laporan pembahasan rancangan perubahan kedua tata tertib ini,” ujar Andi Faiz dalam pembukaannya.

Ketua Pansus Tata Tertib DPRD Kota Bontang, Rustam, yang diwakili oleh anggota pansus Heri Keswanto, memaparkan bahwa pansus telah melakukan sejumlah pembahasan internal terkait jadwal rapat kerja (raker), kunjungan kerja, serta konsultasi untuk merampungkan rancangan tersebut. Pembahasan dilakukan sebanyak enam kali, ditambah lima kunjungan kerja ke beberapa daerah, termasuk Kabupaten Kutai Timur, Maros, Tabalong, Polewali Mandar, dan Universitas Mulawarman di Samarinda.

Beberapa perubahan penting dalam tata tertib ini meliputi:

  1. Penambahan definisi tata tertib dan LKPJ dalam ketentuan umum.
  2. Perubahan nama komisi, dari Komisi 1, 2, dan 3 menjadi Komisi A, B, dan C.
  3. Penyesuaian nama mitra kerja keempat komisi pada Pasal 55.
  4. Penyesuaian waktu dan pelaksanaan rapat.
  5. Harmonisasi pasal-pasal sesuai aturan terbaru.

Heri menambahkan bahwa rancangan tata tertib ini telah disesuaikan dengan harmonisasi dari Kementerian Hukum dan HAM serta difasilitasi oleh biro hukum Provinsi Kalimantan Timur. “Rancangan peraturan ini kini dikembalikan kepada pimpinan untuk mendapat persetujuan bersama dari seluruh anggota DPRD,” tuturnya.

Pada akhir rapat, Andi Faiz menyerahkan rancangan peraturan ini kepada forum untuk disetujui. Seluruh anggota DPRD pun secara mufakat menyetujui perubahan tata tertib tersebut.

Rapat Paripurna ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja DPRD Kota Bontang untuk masa depan. (adv)

Editor: Yusva Alam

3 Unsur Pimpinan DPRD Resmi Dilantik

0
3 Unsur Pimpinan DPRD Resmi Dilantik
Pelantikan 3 unsur pimpinan DPRD (ist)

BONTANG – Tiga unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Bontang resmi dilantik, Kamis (17/10/2024) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bontang.

Berdasarkan surat keputusan Pj Gubernur Kalimantan Timur per 14 Oktober 2024, resmi ditetapkan Andi Faizal Sofyan Hasdam dari partai Golkar sebagai ketua DPRD Bontang, kemudian wakil ketua 1 Sitti Yara  dari PKB dan wakil ketua 2 Maming dari PDI Perjuangan.

Penetapan diresmikan untuk masa jabatan 2024-2029. Pelantikan disertai dengan pengambilan sumpah atas tiga unsur pimpinan

“Penentuan unsur pimpinan didasari jumlah perolehan kursi dalam pemilihan legislatif,” ujar Sekretaris DPRD Bontang, Yessy Waspo.

Partai dengan kursi terbanyak dapat terpilih menjadi ketua DPRD. Kemudian perolehan kursi selanjutnya dapat menjadi wakil ketua 1 dan 2.

Andi Faizal Sofyan Hasdam, Ketua DPRD terpilih MK mengungkapkan bah dengan terbentuk unsur pimpinan ini diharapkan agar kolaborasi dengan pemerintah semakin baik.

“Kami harap makin baik lagi kolaborasi antar unsur-unsur forkopimda hingga masyarakat sehingga terwujud pembangunan Kota Bontang yang berkelanjutan,” terangnya. (Adv/sya)

Editor : Yusva Alam

Legislator Ini Dukung Penambahan Kapal untuk Siswa dan Pengajar Pesisir, Dorong Pemerintah Segera Anggarkan

0
Legislator Ini Dukung Penambahan Kapal untuk Siswa dan Pengajar Pesisir, Dorong Pemerintah Segera Anggarkan
Anggota DPRD Bontang, Muhammad Shahib, mendukung penambahan kapal untuk siswa dan pengajar pesisir. (ist)

BONTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Muhammad Shahib, mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang yang telah memberikan perhatian khusus terhadap layanan pendidikan di daerah pesisir. Salah satu bentuk perhatian tersebut adalah penyediaan transportasi laut berupa kapal dan ketinting bagi tenaga pendidik serta siswa di kawasan pesisir, seperti Tihi-Tihi dan Selangan.

Transportasi laut ini disediakan untuk mempermudah akses para pengajar yang bertugas di daerah pesisir, serta siswa yang tinggal di wilayah pesisir namun bersekolah di kota. “Kapal ini diperuntukkan agar guru dan murid bisa lebih mudah bersekolah, karena disediakan fasilitas kapal untuk akses ke sekolah,” ujar Shahib.

Shahib menilai langkah yang diambil oleh Disdikbud sangat tepat, mengingat pentingnya penyediaan transportasi bagi para pengajar dan siswa di daerah pesisir. Menurutnya, hal ini mendesak karena banyak keluhan terkait sulitnya akses transportasi bagi guru yang mengajar di sekolah pesisir serta siswa yang bersekolah di kota.

Fasilitas kapal tersebut sudah ada sejak dua tahun terakhir. Namun, Shahib menegaskan perlunya penambahan jumlah kapal untuk mengatasi keterbatasan yang masih dirasakan saat ini. “Penambahan kapal untuk transportasi ini memang perlu dilakukan, karena jumlahnya masih kurang. Semakin cepat dianggarkan, semakin baik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDN 015 Selangan, Abdul Kadir Zaelani, menyampaikan bahwa fasilitas kapal yang disediakan sangat membantu para pengajar. Ia tidak lagi harus memikirkan biaya transportasi seperti sewa kapal, bahan bakar, maupun upah pengemudi kapal. “Fasilitas kapal ini sangat membantu kami para pengajar,” ungkapnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Nama Komisi di DPRD Bontang Bakal Berubah untuk Penyegaran

0
Nama Komisi di DPRD Bontang Bakal Berubah untuk Penyegaran
Ketua Pansus Tatib DPRD Kota Bontang, Rustam (ist).

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang telah mempersiapkan pembentukan komisi baru di periode 2024-2024. Sebelumnya, nama komisi menggunakan angka I, II, dan III. Kini akan diubah menggunakan abjad menjadi Komisi A, B, dan C.

Ketua Panitia Khusus Tata Tertib (Pansus Tatib) DPRD Kota Bontang, Rustam menyampaikan di tahun periode baru jabatan 2024-2029 telah bersepakat akan mengubah nama komisi tersebut, untuk memberikan suasana yang berbeda dari sebelumnya.

“Seperti halnya, komisi I berubah menjadi A, Komisi II berubah menjadi B, dan Komisi III menjadi C,” ucapnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Perubahan nama komisi dilakukan dalam rangka pembaharuan struktur, agar berbeda dari periode yang sebelumnya. Akan tetapi, dalam perubahan nama komisi tersebut, untuk fungsinya masih terbilang sama seperti dulu, tidak ada yang berubah.

“Ini hanya perubahan nama komisi saja, untuk fungsinya masih tetap sama tidak ada yang berubah,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk pekan depan nantinya telah direncanakan untuk tatib DPRD Kota Bontang, yang mana memasuki tahapan harmonisasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI.

Hal ini telah diusulkan ke Biro Hukum Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), agar mendapatkan Nomor Registrasi (Noreg). Maka saat ini, DPRD Bontang menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim terkait penetapan pimpinan DPRD definitif. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Tatib DPRD Bontang Masuk Tahap Harmonisasi, Siapkan Pembentukan AKD

0
Tatib DPRD Bontang Masuk Tahap Harmonisasi, Siapkan Pembentukan AKD
Anggota DPRD Kota Bontang, Rustam. (ist)

BONTANG – Tata Tertib (Tatib) DPRD Kota Bontang kini memasuki tahapan harmonisasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan untuk mengusulkan ke Biro Hukum Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) guna mendapatkan Nomor Registrasi (Noreg).

Anggota DPRD Kota Bontang, Rustam, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim terkait penetapan pimpinan DPRD definitif. Setelah itu, barulah DPRD Kota Bontang akan memulai proses pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

“Setelah SK Gubernur keluar, barulah kami bisa membentuk AKD,” ujarnya saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Rustam juga menjelaskan bahwa pengesahan tata tertib akan dilakukan setelah pimpinan definitif dilantik. Setelah itu, anggota DPRD akan disebar ke tiga komisi melalui fraksi-fraksi, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ia menambahkan bahwa pembagian mitra kerja antar komisi diupayakan tetap proporsional, meskipun ada sedikit perubahan pada nama-nama komisi. Namun, beban kerja di setiap komisi akan disesuaikan agar tetap seimbang.

“Tidak banyak perubahan, hanya nama komisi yang berbeda. Selebihnya masih sama seperti periode sebelumnya,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Atlet Bontang Raih 4 Emas di PON XXI Aceh, Begini Kata Ketua KONI Bontang!

0
Atlet Bontang Raih 4 Emas di PON XXI Aceh, Begini Kata Ketua KONI Bontang!
Event PON XXI di Aceh - Sumut. (Ist).

BONTANG – Atlet Kota Bontang sukses meraih medali di event Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXI di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) 2024 beberapa waktu lalu. Para atlet Bontang berhasil meraih 4 medali emas, 8 perak, dan 9 perunggu.

Ketua KONI Kota Bontang, Jamaluddin menyampaikan, bahwa untuk Kota Bontang sendiri, dimana sesuai dengan hasil rekapan yang telah disebutkan melalui Surat Keputusan (SK), Bontang telah mendapatkan 4 emas, 8 perak dan 9 perunggu. Jika ditambahkan lagi dengan atlet yang mengikuti eksebisi PON di Cabang Olahraga (Cabor) Pickball, Kota Bontang juga berhasil meraih 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Sehingga total mendapatkan 5 emas, 10 perak, dan 11 perunggu.

“Untuk yang terlampir di SK, hanya ada 4 keping emas, 8 perak dan 9 perunggu. Tetapi kalau dijumlah secara keseluruhan dengan yang eksebisi, Kota Bontang berhasil meraih 5 emas, 10 perak dan 11 perunggu,” ucapnya saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (15/10/2024).

Sehingga dengan demikian, saat ini Jamal beserta pihaknya sedang menyusun rekapan hasil perolehan medali tersebut untuk disampaikan ke pemerintah, melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait, tentang usulan berapa besaran nilai bonus yang akan diberikan.

“Saat ini kita masih susun rekapannya untuk disampaikan ke pemerintah, karena keberhasilan ini semuanya bukan tentang atlet, akan tetapi ada mereka yang mempunyai pelatih di masing-masing cabor,” paparnya.

Sehingga Jamal berharap, dengan nantinya pembagian bonus yang diberikan tidak hanya dari satu sisi saja, melainkan harus melihat secara keseluruhan. Karena keberhasilan atlet juga berasal dari para pelatih dan official, dimana mereka para atlet menjadi atlet yang handal dan berprestasi.

“Saya ingin ada penghargaan dan apresiasi juga terhadap pelatih di masing-masing cabor tempat mereka bernaung dan berlatih. Saya ingin mereka semua juga mendapatkan itu, karena telah memberikan support terhadap masing-masing atlet yang berjuang,” jelasnya.

Jamal juga menyampaikan, bahwa prestasi ini mengalami peningkatan dari tahun- tahun sebelumnya.

“Kalau berkaca dan berbicara pada pengalaman yang lalu, menurut saya Bontang pertama kalinya meraih sampai 4 emas. Artinnya apa, bahwa kita semua mengakui peningkatan prestasi ini tidak lepas dari semua pihak yang turut membantu,” ungkapnya.

Maka dari itu, Jamal ingin nantinya Pemerintah Kota (Pemkot) harus bisa memperhitungkan masa depan mereka (atlet) seperti halnya mendapatkan pekerjaan yang layak atau sebagainya.

Bahkan, Pemkot juga harus memperhatikan secara khusus untuk fasilitas atau peralatan latihan dan tanding di masing-masing cabor, karena untuk saat ini cabor yang berada di wilayah Kota Bontang masih terbilang sangat minim dan terbatas terkait peralatan yang mereka miliki.

Sedikit informasi, Cabor yang mengikuti event PON di Aceh – Sumut meliputi binaraga, bowling, cricket, dayung, futsal, Golf, Judo, Jujitsu, Kabaddi, Kurash, Layar, menembak, panahan, pencak silat, soft tenis, squarh, dan Taekwondo.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kapolda Kaltim Beri Penghargaan kepada Pemkot Bontang atas Kerjasama Pemetaan Potensi ASN

0

BONTANG – Kapolda Kaltim memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang atas komitmennya dalam melakukan pemetaan potensi dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) secara berkelanjutan.

Penghargaan ini diberikan melalui kerjasama dengan Assessment Center Polri. Acara penyerahan penghargaan tersebut berlangsung Selasa, 15 Oktober 2024, di Ruang Assessment Center Polda Kaltim.

AKBP Yusep Dwi Prastiya, S.H., S.I.K., M.H., Kabag Binkar Biro SDM Polda Kaltim, dalam sambutannya menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada Pemkot Bontang atas kepercayaannya kepada Assessment Center Polri dalam pemetaan SDM yang profesional.

“Pemkot Bontang telah menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas SDM-nya, dan kami sangat bangga bisa menjadi mitra dalam penyelenggaraan assessment yang terukur, tepat, dan terpercaya,” ungkapnya.

Menurutnya, Assessment Center Polri adalah metode penilaian yang terstandar dan digunakan untuk mengukur potensi serta memprediksi keberhasilan seseorang dalam suatu jabatan.

Penilaian ini dilakukan melalui simulasi dan alat ukur kompetensi, yang dipandu oleh para assessor yang kompeten.

Sudi Priyanto, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang, turut mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Ia menyebutkan bahwa penghargaan tersebut membuktikan pentingnya kerjasama antara Pemkot Bontang dan Polda Kaltim dalam memetakan kompetensi ASN di lingkungan pemerintahan.

“Kami sangat bangga dengan kualitas Assessment Center Polri yang telah terakreditasi A oleh Badan Kepegawaian Negara, dan berharap kerjasama ini dapat terus ditingkatkan di masa mendatang,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Kombespol Adi Sumirat, S.I.K., M.H., M.M., CPHR, bersama para assessor Polri, turut memberikan arahan kepada peserta assessment (assessee) mengenai tata cara pelaksanaan assessment.

Ia berharap seluruh peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik, sehingga proses assessment dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal dalam pemetaan potensi dan kompetensi secara optimal. (adv)