Beranda blog Halaman 763

Puskeswan Pastikan Bontang Bebas Antraks

0
Puskeswan Pastikan Bontang Bebas Antraks
Ilustrasi pemusnahan hewan terkena antraks. (ist)

BONTANG – Kasi Pelayanan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Peternakan (DKPPP) Bontang drh Riyono memastikan, penyakit antraks tidak ditemukan di Bontang.

Walaupun Bontang mulai rutin melakukan pengiriman hewan ternak seperti sapi dan kambing, semenjak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai mereda, namun sebelum pengiriman sudah rutin melakukan uji lab, sehingga penyakit pada hewan akan terdeteksi.

“Ini ada permohonan kambing masuk 100 ekor dan sapi 39 ekor. Kenaikan harga juga tidak ada. Untuk antraks, hanya menggunakan surat keterangan pemeriksaan tanpa sample uji laboratorium,” jelasnya.

Beberapa hewan ternak dikirim dari Sulawesi dimana daerah tersebut masih bersih dari PMK dan Antraks. Namun, 6 bulan terakhir tidak ada kasus penyakit hewan menular, syarat untuk pengiriman ternak dinilai cukup efektif dalam mengurangi penyebaran.

“Dengan menaati peraturan lalu lintas hewan, insyallah hewan-hewan yang masuk ke Kota Bontang tidak membawa wabah atau penyakit,” tutupnya.

Diketahui, Penyakit Antraks yang menyerang hewan ternak seperti sapi dan kambing mulai mewabah belakangan ini. Penyakit ini bermula di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta yang mengakibatkan beberapa orang meninggal pada Juni lalu.

Virus antraks dapat menular melalui kontak langsung maupun konsumsi hewan atau daging sapi yang terinfeksi. Virus antraks sendiri memiliki daya tahan yang tinggi di permukaan, seperti tanah.

Mengutip dari situs resmi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, antraks adalah penyakit bakterial bersifat menular akut pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.

Dalam Bahasa Yunani, antraks berarti batu bara. Istilah ini digunakan karena kulit korban yang terkena antraks akan berubah menjadi hitam. Antraks sendiri lebih sering menyerang hewan herbivora liar dan yang telah dijinakkan.

Penyakit antraks bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia.

Bacillus anthracis sebagai penyebab penyakit antraks, bersifat gram positif, berbentuk batang, tidak bergerak dan membentuk spora. Bentuk vegetatif dari bakteri ini dapat tumbuh subur di dalam tubuh, dan segera menjadi spora apabila berada di luar tubuh ketika kontak dengan udara luar. Spora ini dengan cepat akan terus menyebar melalui air hujan.

Hewan ternak dapat terinfeksi penyakit antraks, apabila memakan pakan atau meminum air yang terkontaminasi spora tersebut, atau jika spora mengenai bagian tubuh yang luka. Ternak penderita antraks kemudian dapat menulari ternak yang lain melalui cairan (eksudat) yang keluar dari tubuhnya. Cairan ini kemudian mencemari tanah sekelilingnya dan dapat menjadi sumber untuk munculnya wabah berikutnya. (sya)

Dekatkan TNI dan Rakyat, Babinsa Desa Prangat Baru Komsos dengan Warganya

0
Dekatkan TNI dan Rakyat, Babinsa Desa Prangat Baru Komsos dengan Warganya
Serka Imam saat komsos dengan warga. (ist)

BONTANG – Babinsa Desa Prangat Baru Koramil 0908-02/Muara Badak Kodim 0908/Bontang, Serka Imam Muhaimin melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan Bapak Waras dan Bapak Sutrisno, warga RT 04, Desa Prangat baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kukar.

Hal itu dilakukan bertujuan untuk mempererat hubungan TNI dan rakyat, juga untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan.

Serka Imam mengatakan, keakraban dan kebersamaan akan tercipta dalam kegiatan komsos bersama warga binaannya.

“Komsos merupakan cerminan kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya Babinsa kepada masyarakat wilayah binaannya,” ungkapnya.

Keberadaan Babinsa di tengah-tengah masyarakat dapat memberi manfaat dan berdaya guna langsung maupun tidak langsung, dan kehadirannya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Dengan Babinsa yang selalu memantau wilayah  binaannya, maka akan tahu permasalahan di wilayah binaannya. Sehingga jika ada permasalahan dapat dengan cepat diatasi dan diselesaikan.

“Komsos merupakan tugas yang dilaksanakan sehari-hari oleh setiap Babinsa, sebagai sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” pungkasnya. (hms)

Si Jago Merah Lahap Rumah Warga di Berbas Tengah, Ini Dugaan Penyebabnya

0

BONTANG – Kebakaran rumah kembali terjadi, Selasa (12/7/2023) malam tadi. Salahsatu rumah warga di Kelurahan Berbas Tengah menjadi korban amuk si jago merah.

Muktar, salahseorang warga yang beralamat di Jalan Sutoyo RT 53 No 4, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan tak menduga malam tadi rumahnya akan dilahap si jago merah.

Ia tidak mengetahui pasti apa penyebab kebakaran tersebut. Lantaran saat kejadian sekira pukul 22.00 wita, dirinya sedang tidur terlelap. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Saat kejadian berlangsung, pihak FKPM Berbas Tengah bergerak cepat melaporkan kejadian ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) yang segera bertindak dengan menurunkan 1 unit armada dan tim pemadam kebakaran.

“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan, dan tidak ada kendala berarti saat proses pemadaman,” ujar Kadisdamkartan, Amiluddin

Berdasarkan informasi yang diterima anggotanya di lapangan dari warga sekitar, penyebab kebakaran tersebut diduga karena banyaknya peralatan elektronik yang dicolokan.

“Banyaknya colokan itu menumpuk di satu terminal, hingga menimbulkan percikan api. Masih dugaan sementara korsleting listrik,” tutupnya. (al)

Simpan IPhone Dalam Tas, Dicuri Rekan Kerja

0

BONTANG – Tim Rajawali dan Polsek Bontang Utara berhasil mengungkap kasus pencurian.

TW pria 32 tahun Warga Loktuan, Bontang Utara ditangkap di rumahnya pada Selasa (11/7/2023) pukul 18.00 Wita.

Dijelaskan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Bontang Utara Iptu Tri Sudiantoro, Kejadiannya pada Sabtu (20/5/2023) pukul 07.10 Wita.

Korban yang hendak bekerja ke pabrik Pupuk Kaltim menyimpan handphonenya di sebuah tas di dalam shelter atau ruangan. Namun saat jam istirahat tiba, barang berharganya sudah raib.

“Korban mengalami kerugian Rp 7,2 juta,” sebutnya.

Usut punya usut, ponsel itu dicuri oleh teman kerjanya sendiri. Namun, polisi masih mendalami modus dari tersangka.

“Yang jelas HP nya itu dipakai sendiri sama tersangka,” ujarnya.

Tersangka pun dijerat pasal 362 KUHPidana tentang pencurian. Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (hms)

Muncul di Dapur, Ular Cobra Hitam Kagetkan Warga Jalan Pipa

0

BONTANG – Seekor ular cobra berwarna hitam mengejutkan warga di Jalan Pipa PKT, Selasa (11/7/2023). Pasalnya, ular itu tetiba muncul di dapur.

Seorang warga yang berdomisili di Jalan Pipa PKT, No 20, RT 23, Kecamatan Bontang Utara bernama Yusron kaget bukan kepalang. Lantaran saat ingin mencuci tangan di dapur, ia melihat seekor ular berwarna hitam bergerak-gerak di bawah wastafel. Kejadian itu terjadi sekira pukul 12.00 wita.

Mengetahui kejadian itu, Yusron segera melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) saat itu juga.

Muncul di Dapur, Ular Cobra Hitam Kagetkan Warga Jalan Pipa
Petugas damkar saat evakuasi ular cobra di bawah wastafel. (Damkar for Radarbontang.com)

Mendapat laporan, petugas Piket Regu 3 Mako Damkar tim rescue segera menuju ke lokasi untuk mengevakuasi ular jenis cobra berukuran kurang lebih 1 meter tersebut.

Dengan membawa perlengkapan standar, anggota Damkar berhasil mengamankan ular tersebut sekira pukul 13.00 wita.

“Itu jenis Ular Cobra Naja Sumatra. Sudah kami amankan,” ungkap Kadisdamkartan, Amiluddin. (al)

Turunkan Angka Stunting, Pemkot Gelar Aksi Pertama di Kaltim

0

BONTANG –  Pemkot Bontang terus berupaya menurunkan angka kasus stunting. Kali ini upayanya adalah menggelar Diseminasi Audit Kasus Stunting (Aksi) ke-1 tahun 2023, bertempat di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Selasa (11/7/2023).

Diketahui, diseminasi audit kasus stunting ini merupakan diseminasi pertama yang dilaksanakan di Kaltim. Fokus audit kali ini adalah di wilayah Kelurahan Tanjung Laut dan Tanjung Laut Indah.

Di kegiatan Aksi itu, tim pakar memaparkan hasil audit yang telah dilakukan, yakni 3 ibu hamil beresiko yang diaudit oleh tim pakar dr.Khairul dan 3 calon pengantin (catin) beresiko yang diaudit oleh dr.Putu.

Dari hasil audit diharapkan ibu hamil diedukasi dan diberikan asupan gizi, tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri, asi ekslusif bagi bayi, serta mendapatkan makanan pendamping asli.

Bagi bayi dengan gizi buruk akan mendapat layanan tata laksana gizi buruk, pemantauan tumbuh kembang, serta imunisasi dasar yang lengkap.

Sedangkan untuk pelayanan ditingkat keluarga, catin akan diberikan pengetahuan terkait keluarga berencana, pemeriksaan kesehatan pra nikah, pendampingan bagi keluarga beresiko stunting, pemberian bantuan tunai bersyarat bagi keluarga miskin dan rentan (target nasional 10 juta keluarga), bantuan iuran jaminan kesehatan nasional bagi penduduk berpendapatan rendah, serta pemberian pengetahuan terkait stunting dan pola hidup bersih.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Syahruddin mengajak seluruh pihak untuk mengentaskan stunting dengan sungguh-sungguh.

“Tahun 2045 disebut tahun generasi emas jadi di masa depan mereka diharapkan tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan cerdas. Maka ini jadi fokus kita bersama untuk mengentaskan stunting di Bontang,” ujar Syahruddin.

Peningkatan kualitas penyiapan kehidupan keluarga juga sangat penting, sehingga pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, sanitasi serta air minum.

Dari pertemuan tersebut, tentunya pemerintah berharap terdapat tindak lanjut dan evaluasi perubahannya ke depan, sehingga kasus stunting dapat semakin berkurang mencapai target nasional.(hms)

Basri Tak Permasalahkan Penggunaan Gas Melon di Rumah Makan, Ini Sebabnya

0

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase punya pendapat yang berbeda dengan Diskop UMKM dalam masalah kelangkaan elpiji 3 kg.

Dimana dalam beberapa waktu terakhir ini elpiji melon, sebutan untuk elpiji 3 kg sulit ditemukan masyrakat. Sehingga Diskop UMKM mengambil langkah yang salahsatunya mengimbau penggunaan elpiji melon dibatasi hanya untuk UMKM dengan pendapatan di bawah Rp 800 ribu per harinya.

Imbauan itu lantaran sempat didapati 10 rumah makan dan kafe yang masih menggunakan LPG 3 kilogram. Kesepuluh rumah makan itu diimbau untuk menukarnya dan menggunakan LPG 5,5 kilogram.

Penggunaannya untuk restoran dan rumah makan dianggap tidak sesuai dengan peruntukan. Imbauan tersebut sudah tersebar.

Pendapat berbeda diungkapkan Wali Kota, bahwa dirinya tidak mempermasalahkan penggunaan elpiji melon tersebut oleh rumah makan dan sejenisnya.

Ia lebih mempermasalahkan pajak dari rumah makan, yang masih dirasa kurang hingga saat ini.

“Jadi sebenarnya untuk restoran dan rumah makan yang harus kita perhatikan itu justru pajak retribusinya,” ucapnya

Retribusi dan pajak daerah dari pelaku usaha dinilai dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini dinilai masih rendah. Sehingga ia berharap para pelaku usaha bisa membayarkan kewajibannya.

“Pajak kita ini kecil terus tidak pernah naik, sementara jika kita ambil contoh satu rumah makan penghasilan perhari bisa berjuta-juta, sementara itu pajaknya hanya Rp 100 ribu perbulan,” jelasnya.

Ditanyai perihal pemasangan sambungan jaringan gas baru, ia menyebut belum mengetahui apakah pemasangan tersebut bisa dilakukan lagi dan masih di usulkan ke BPH Migas Pertamina. (Sya)

Babinsa Koramil 0908-02/Muara Badak Ajarkan Wawasan Kebangsaan di SMPN 3 Muara Badak

0
Babinsa Koramil 0908-02/Muara Badak Ajarkan Wawasan Kebangsaan di SMPN 3 Muara Badak
Serma Didy Patimura saat menyampaikan materi dasar PBB. (ist)

BONTANG – Guna meningkatkan wawasan kebangsaan bagi generasi muda, Babinsa Desa Suka Damai Koramil 0908-02/Muara Badak, Kodim 0908/Bontang, Serma Didy Patimura mengisi kegiatan belajar mengajar dengan materi wawasan kebangsaan di SMP Negeri 3 Desa Suka Damai, Kecamatan Muara Badak Kab Kukar, Senin (10/7/2023).

Serma Didy mengatakan, penyampaian materi wawasan kebangsaan (wasbang) bagi siswa-siswi SMP Negeri 3 Desa Suka Damai ini, bertujuan untuk memberikan wawasan ilmu dan kedisiplinan bagi mereka. Materi ini harus diberikan kepada para generasi muda penerus bangsa.

“Agar rasa cinta tanah air, jiwa patriotisme, menjaga persatuan dan kesatuan, semangat gotong royong, semangat nasionalisme. dan saling menghormati antara satu dengan yang lain tertanam sejak dini. Dengan harapan bangsa Indonesia kedepan akan menjadi bangsa yang maju, bermartabat, dan tidak mudah terpecah belah,” jelasnya.

Peserta dalam kegiatan ini sekira 50 siswa siswi. Setelah diberikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara, para siswa dan siswi ini diberikan materi praktik pendisiplinan berupa materi dasar PBB (Peraturan Baris Berbaris). (hms)

Proyek LNG Hub Badak LNG Diminati Investor Malaysia dan China

0
Proyek LNG Hub Badak LNG Diminati Investor Malaysia dan China
PT Surya Integrasi Energi (SIE) datang melihat kondisi sarana dan fasilitas Kilang LNG Badak yang akan dikembangkan menjadi fasilitas LNG Hub. (ist)

BONTANG – Menghadapi permintaan energi bersih yang terus berkembang, Badak LNG berupaya mewujudkan peluang menjadi pusat distribusi LNG yang strategis.  Komitmen tersebut diperkuat dengan rencana pengembangan proyek LNG Hub yang inovatif dan berkelanjutan yang menarik banyak investor, di antaranya PT Surya Integrasi Energi (SIE) beserta partner investor dari Malaysia dan China.

Dengan kapasitas penyimpanan LNG mencapai 600.000 m3 yang dimiliki Badak LNG, proyek LNG Hub dapat mendukung ketersediaan energi bersih secara global. LNG dapat didistribusikan kepada pelanggan di berbagai sektor, termasuk industri, transportasi, dan masyarakat umum.

Keseriusan investor tersebut dalam mendukung proyek LNG Hub ditunjukkan dengan kedatangan langsung untuk melihat kondisi sarana dan fasilitas Kilang LNG Badak yang akan dikembangkan menjadi fasilitas LNG Hub.

Selain melihat fasilitas kilang, investor dari Malaysia dan China tersebut didampingi oleh Pemerintah Kota Bontang, juga berkesempatan meninjau lahan di sekitar Kilang LNG Badak, yaitu di daerah Bontang Lestari untuk potensi dijadikan pabrik green hydrogen masa depan, dan pengupayaan kolaborasinya dengan fasilitas yang ada di Kilang LNG Badak.

Dalam kesempatan ini, Suparman selaku perwakilan dari PT SIE mengungkapkan, dirinya kagum dengan Badak LNG.

“Sebagai perusahaan yang sudah berjalan lebih dari 45 tahun saya cukup kagum dengan Badak LNG. Fasilitas kilang masih terawat dan berfungsi dengan baik. Selain itu, lingkungan pemukiman dan kilang juga sangat bersih. Semoga nantinya dapat terjalin kerjasama yang baik dengan Badak LNG,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan tercipta dampak positif bagi industri LNG dan energi Indonesia, khususnya Kota Bontang dan memainkan peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (rls)

PKK Bontang Kuala Juara Satu Lomba Posyandu Balita

0
PKK Bontang Kuala Juara Satu Lomba Posyandu Balita
Perwakilan PKK Kelurahan Bontang Kuala saat menerima penghargaan. (ist)

BONTANG – Lomba posyandu balita dan BKB tingkat Kecamatan Bontang Utara telah dilaksanakan, Jum’at (7/7/23). Kecamatan Bontang Utara mengumumkan salah satu posyandu di Kelurahan Bontang Kuala berhasil meraih juara pertama.

Adapun indikator penilaian dibagi menjadi dua, yang pertama pokja posyandu yang di dalamnya meliput kebijakan pokja, program kerja, peran serta kader data balita dua tahun terakhir, dan keaktifan dalam penyuluhan.

Kemudian kriteria kedua yaitu posyandu itu sendiri, seperti kelembagaan yang jelas, ketatalaksanaan posyandu, hasil kegiatan, dan integrasi program.

“Memang posyandu dari Kelurahan Bontang Kuala ini memenuhi kriteria-kriteria tersebut, dan setelah semua kecamatan mengumumkan pemenangnya, penilaian posyandu tingkat kota akan dilaksanakan,” jelas Vike, Sekretaris PKK Bontang Utara.

Adapun harapan PKK Kelurahan Bontang Kuala, Candra Kirana mengungkapkan bahwa besar harapan mereka dengan adanya dukungan dari berbagai pihak pada persiapan lomba selanjutnya.

“Kami berharap bisa kembali menjadi juara di tingkat kota dan dapat mewakili Bontang di tingkat provinsi,” harapnya. (adv/sya)