Beranda blog Halaman 762

Gas LPG Langka, Pemenuhannya Kewajiban Negara

0
Gas LPG Langka, Pemenuhannya Kewajiban Negara
Emirza, M.Pd. (ist)

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mengenai kesulitan mendapatkan LPG 3 kg bersubsidi, PT Pertamina Patra Niaga di Regional Kalimantan Timur kembali menghimbau kepada masyarakat dengan ekonomi mampu untuk tidak menggunakan LPG 3 kg bersubsidi.

Sejauh ini, Pertamina telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan dan menetapkan beberapa hal seperti akan dilakukan penertiban kepada usaha-usaha di masyarakat yang tidak berhak menggunakan LPG 3 kg bersubsidi dan Pertamina juga akan melakukan pembinaan kepada agen dan pangkalan resmi LPG 3 kg yang tidak menyalurkan sesuai aturan.

Dari Pemerintah Kota juga akan kembali menawarkan program tukar tabung untuk ASN di Kota Balikpapan. Sementara dari Pertamina akan memberlakukan kepada seluruh pangkalan resmi LPG 3 kg untuk menjual produk Non subsidi yaitu Bright Gas guna pemenuhan kebutuhan rumah tangga.

Begitu juga pada Kota Bontang, penyebab kelangkaan elpiji 3 kg dikarenakan keterlambatan pengiriman dan pengisian di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SBPE) Samarinda dan Sangkulirang beberapa waktu lalu. Hal ini dijelaskan Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sekda Bontang, Moch Arif Rochman usai memantau agen dan pangkalan elpiji 3 kg. (radarbontang.com, 6/7/2023)

Kewajiban Negara

Kelangkaan Gas elpiji semakin menyulitkan masyarakat. Kelangkaan dan naiknya gas elpiji akan berdampak pada naiknya kebutuhan lainnya. Hal semacam ini semakin menunjukkan bahwa pemerintah abai dalam mengurusi kebutuhan masyarakat.

Masalah kelangkaan gas ini menjadikan masyarakat menanggung beban mereka sendiri. Rakyat dibiarkan kesusahan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Di saat yang sama Sumber Daya Alam (SDA) justru dikeruk oleh asing. Padahal potensi SDA yang dimiliki oleh Indonesia sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pada sektor pertambangan, negeri ini penghasil gas bumi terbesar. Kekayaan yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jikalau tidak gratis, setidaknya harganya bisa lebih murah dan tidak susah dicari.

Pemenuhan kebutuhan rakyat ini harusnya menjadi tanggung jawab negara. Sayangnya, hal itu tidak mungkin terjadi karena hampir seluruh tambang migas di negeri ini dikelola swasta (asing).

Pertamina hanya menguasai beberapa tambang, itu pun bukan tambang besar. Dengan dalih kecanggihan teknologi dan butuh biaya besar, tambang negeri ini diserahkan pada asing, seperti ExxonMobil dan Chevron sebagai pemain andalan perusahaan migas.

Berhasilnya swasta bermain di bagian hulu, ketersedian gas dan harga migas harus mengikuti ketentuan dunia adalah hasil dari masuknya UU Migas yang liberal. Asing diizinkan masuk untuk mengeruk kekayaan alam, sedangkan anak negeri hanya mendapat sedikit tempat.

Maka, para kapitalislah yang mendapatkan untung, sedangkan bangsa sendiri mendapat buntung. Ujung-ujungnya rakyat juga yang merasakan dampak buruknya seperti kelangkaan dan kenaikan harga gas elpiji. Inilah buah dari liberalisasi.

Pemerintah dapat menyejahterahkan dan meringankan beban masyarakat ketika pengelolaan SDA dikelola dengan benar dan diperuntukkan kepada rakyat. Padahal, tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan gas elpiji sesuai kebutuhan rakyatnya dan meringankan beban masyarakat dari kelangkaan gas elpiji.

Inilah buah dari sistem demokrasi kapitalisme. Pemerintah yang harusnya memperhatikan nasib dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan masyarakat, justru memperhitungkan untung rugi dengan masyarakat. Maka kehidupan rakyat jadi semakin sempit, untuk memenuhi kebutuhan dengan susah payah mencari gas elpiji dengan harga yang juga jadi naik karena kelangkaanya.

Tata Kelola Migas dalam Islam

Islam memiliki tata kelola yang khas dalam mengatur migas, dimana migas merupakan bagian dari SDA. Hal ini diatur berdasarkan sistem ekonomi Islam dengan adanya mekanisme kepemilikan. Islam menetapkan benda-benda tertentu sebagai milik individu, milik negara dan milik umum.

Rasulullah saw. bersabda, “Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api.” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Hadis di atas menyebutkan bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak (hutan, laut, danau, perairan serta tambang dan migas) dikuasai oleh negara.

Maka, haram dimiliki atau dikelola perorangan apalagi asing. Islam mewajibkan negara mengelolanya, kemudian hasilnya diberikan pada rakyat, baik muslim maupun nonmuslim.

Dalam konteks migas yang jumlahnya tak terbatas, Islam menetapkannya sebagai milik umum atau milik umat, bukan milik individu atau milik negara. Sehingga haram bagi negara melakukan swastanisasi maupun kapitalisasi.

Migas yang merupakan milik umat, maka sebagai pemilik kekuasaan dan pemegang amanah kepemimpinan, negara akan berusaha optimal mengelola dan memanfaatkannya untuk kemaslahatan seluruh masyarakat tanpa terkecuali; laki-laki atau perempuan, kaya maupun miskin. Negara tidak akan membiarkan ada pihak manapun menarik keuntungan hingga rakyatnya terzalimi.

Posisi penguasa adalah sebagai pengelola, bukan sebagai pemilik. Maka, pos pemasukan dan pengeluaran dari sumber kepemilikan umum ini menempati pos tersendiri di Batulmal. Semuanya digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan ummat.

Maka, problem kelangkaan gas bukan hanya masalah teknis, tetapi masalah filosofis, ideologis, yuridis, dan politis. Dalam hal ini, Islam menjawab semua masalah tersebut.

Hanya saja, di dalam sistem kapitalisme, sumber daya alam gas seluruh pengelolaannya berada di tangan korporat dengan perspektif keuntungan perusahaan, bukan keuntungan rakyat. Praktik inilah yang menyebabkan kelangkaan elpiji.

Jadi, praktik pengelolaan gas elpiji ini menyelisihi syariat. Maka, sikap muslim terhadap hal itu bukan pasrah dan diam saja, tetapi menunjukkan kepada umat tentang kezaliman pengelolaan gas elpiji versi kapitalisme seraya mengedukasi umat tentang pengelolaan gas elpiji menurut syariat Islam.

Selama 13 abad kepemimpinan Islam, masyarakat merasakan kesejahteraan. Semua hak-hak rakyat terpenuhi dengan baik, sehingga mereka punya kesempatan untuk membangun taraf hidup yang lebih tinggi dan nampak dalam bentuk peradaban yang maju.

Inilah yang saat ini hilang dari umat. Akibat jauh dari kepemimpinan dan tata kelola negara Islam kesengsaraan terus terjadi hari ini seperti susahnya mendapatkan gas elpiji untuk keberlangsungan hidup, alih-alih sejahtera, pemenuhan kebutuhan pokok saja harus diperjuangkan.

Saatnya kita sadar bahwa seluruh persoalan umat, termasuk di dalamnya soal kapitalisasi migas yang menzalimi pemiliknya yaitu rakyat, hanya akan selesai jika umat kembali kepada Islam.

Wallahualam.

Kodim 0908/Bontang Adakan Foot Mobility, Ajang Olahraga Bersama TNI – Polri

0
Kodim 0908/Bontang Adakan Foot Mobility, Ajang Olahraga Bersama TNI - Polri
Dandim 0908/Btg bersama Wawali Najirah dan Kapolres Bontang. (ist)

BONTANG – Dalam rangka menyambut HUT Kodam VI/Mulawarman yang ke 65 tahun, Kodim 0908/Bontang menggelar kegiatan Foot Mobility TNI – Polri dan Forkopimda Kota Bontang, bertempat di Lapangan Apel Kodim 0908/Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Jumat (14/7/2023).

Turut hadir dalam kegiatan antara lain Wawali Kota Bontang, Najirah, Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya, Mayor Arh Rudi Afrika, Dan Den Arhanud 002/ABC,  Kapten Cpm. Agus Setiawan, Dansubdenpom VI/1-1  Bontang, Peltu  Akhmad Fauzi, Yuri Adi Darma, Sekretaris Pengadilan Agama Bontang, anggota Persit Kartika Candra Kirana Cabang XX/Dim 0908/Btg dan anggota Persit Den Arhanud 002/ABC, Seluruh Perwira Kodim 0908/Btg beserta anggota dan seluruh Perwira Polres Bontang.

Kegiatan diawali Senam SKJ 88 yang dilanjutkan Foot Mobility dengan rute dari Makodim 0908/Btg menuju Jalan MH Tamrin ke Jalan R.Suprapto, ke Jalam Mayjen DI. Panjaitan hingga finish di Makodim 0908/Btg.

Dandim 0908/Btg, Letkol Inf Priyo Handoyo mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda Kota Bontang, Kapolres Bontang dan jajaran yang berkenan hadir di Mako Kodim 0908 Bontang dalam rangka Apel Foot Mobility TNI Polri (Olahraga Bersama).

”Kegiatan ini sekaligus diharapkan dapat menumbuhkan sinergitas kedekatan, antara Forkopimda TNI – Polri agar semakin solid dalam menjaga kondusifitas keamanan di Kota Bontang,” kata Letkol Inf Priyo Handoyo. (yah)

Tandatangani HoA, Badak LNG Perkuat Sinergi dengan BUMN Biro Klasifikasi Indonesia

0
Tandatangani HoA, Badak LNG Perkuat Sinergi dengan BUMN Biro Klasifikasi Indonesia
Penandatanganan HoA Badak LNG dengan BKI. (ist)

BONTANG – Pada hari Rabu (12/7/2023), Badak LNG dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI sebagai induk Holding BUMN Jasa Survei atau IDSurvey menandatangani perjanjian kerja sama.

Perjanjian ini tertuang melalui penandatanganan Head of Agreement (HOA) antara President Director & CEO Badak LNG, Gema Iriandus Pahalawan dengan Direktur Operasi BKI, R. Benny Susanto.

Poin-poin kesepakatan yang tertuang dalam HoA diantaranya kerja sama dalam bidang survei kapal kelas BKI, pengembangan sumber daya manusia, serta jasa komersil yang dimiliki oleh BKI. Agenda ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badak LNG dengan BKI pada 9 Juni 2023 lalu di Bontang.

Pada kesempatan ini, President Director & CEO Badak LNG, Gema Iriandus Pahalawan berharap ke depannya akan semakin terbuka peluang dari kerja sama ini.

“Tentu kita berharap sama-sama bisa melakukan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Tugas kita juga sebagai keluarga BUMN untuk bersinergi. Selama ini mungkin kita berpikir sinergi hanya dalam kebutuhan di salah satu pihak, tapi saya harap kita bisa lebih dari itu, kita bisa menciptakan win-win solution. Di Badak LNG ini banyak expertise yang justru dikenal di luar negeri, namun dalam negeri masih kurang gaungnya. Kita harap kerja sama dengan BKI bisa membawa hal yang lebih baik,” ujar Gema.

Selain penandatanganan HoA, pada kesempatan ini juga dilakukan workshop atau diskusi terkait peluang kerja sama terkait dukungan layanan TIC (testing, inspection, certification) guna menunjang kegiatan operasi usaha pencairan dan distribusi LNG.

Direktur operasi BKI dalam sambutannya memberikan apresiasi atas dilaksanakannya tindak lanjut ini.

“Sinergi dengan Badak LNG ini harus kita dukung juga dengan pemberian kepastian atas kualitas pekerjaan yang diberikan, ini penting juga sebagai pembuktian pentingnya sinergi antar BUMN sebagaimana yang dilakukan BKI dengan badak LNG ini. Langkah ini harus bisa memberikan nilai tambah baik dari sisi efisiensi ataupun sisi lainnya,” pungkas Benny.

Beroperasi selama 48 tahun, Badak LNG telah menerima berbagai layanan teknis dan pelatihan dari berbagai kilang LNG dunia.

Layanan tersebut diantaranya program Operations & Maintenance Services, yakni jasa untuk membantu perusahaan LNG dalam mengoperasikan kilang. Kedua, pendampingan pengoperasian kilang baru melalui program Commissioning & Start-Up Assistance (CSUA). Ketiga, menyediakan pelatihan untuk menyiapkan dan mencetak tenaga ahli profesional di industri LNG.

Program terbaru, Badak LNG telah menyelesaikan pelatihan Oil & Gas Maintenance Training Program kepada para trainee dari Timor GAP yang berlangsung selama 9 bulan. (rls)

Berikut Daftar Peserta yang Lulus Tes Tertulis dan Tes Psikologi Calon Anggota Bawaslu Zona 2 Kaltim

0

SAMARINDA – Tim Seleksi Calon Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten/Kota Provinsi Kaltim Zona 2, yang meliputi Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau, telah mengumumkan hasil tes tertulis dan tes psikologi bagi para calon anggota Bawaslu.

Pengumuman ini dilakukan dalam rangka melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Dalam pengumuman tersebut, tim seleksi menyampaikan nama-nama peserta yang berhasil lolos seleksi tes tertulis dan tes psikologi. Berikut adalah nama-nama calon anggota Bawaslu yang lulus seleksi:

Kabupaten Berau:
1. Natalis Lapang Wada
2. Ira Kencana
3. Nadirah
4. Tamjidillah Noor
5. Syamsuddin
6. Abdullah
7. Dexy Sujarwadhy
8. Prithasatyarini
9. Asnar
10. Wahyudi Priya Utama
11. Dedisonjupray
12. Iskandar

Kota Bontang:
1. Aldyartrian
2. Alfiandi Ahdar
3. Erwin
4. Muzarrobyrenfly
5. Syahriah
6. Ismail Usman
7. Kartikahandayani
8. Marianus Pia
9. Lusi Patandung
10. Sulaiman
11. Tahmid
12. Hajar Buhari

Kabupaten Kukar:
1. Syafrudin
2. Sofiyan
3. Yulia Parlina
4. M. Dudi Hari Saputra
5. La Ode Ali Imran
6. Teguh Wibowo
7. Ali Mukid
8. Sri Muliatiningsih
9. Munir Anshory
10. Bambang Irawan
11. Fahrisal
12. Martain
13. Muhammad Sulaiman
14. Hardianda
15. Muhammad Sukri
16. Ahmad Husairi
17. Imam Sholikhin
18. Irvan Tamthawi
19. Hamri Efendi
20. Achmad Damiri

Kabupaten Kutai Timur:
1. Siti Akhlis Muafin
2. Muhammad Idris
3. Juriansyah
4. Andi Ahmad Mappasiling
5. Budi Wibowo
6. Nashirudin
7. Sarif Pandurata Arifin
8. Maya Sari
9. Aji Masyhudi
10. Agustinus Verdi Logo
11. Mustatho
12. Aswadi
13. Abukhaer
14. Bambang Irawan
15. Andi Yusri
16. Sayuti Ibrahim
17. Musbah Ilham
18. Fitriyadi
19. Fitria
20. Mursalim

Kota Samarinda:
1. Daini Rahmat
2. Imam Sutanto
3. Anasiswantirahayu
4. Mohamad Rouf Amrunzamzami
5. Dirman Suhuddin
6. Dwi Haryono
7. Tumenggung Udayana
8. Eko Siswanto
9. Agus Purnomo
10. Edwinfadil Latif
11. Rudi Taufana
12. Roland Sangen Brith
13. Padlansyah
14. Muhaimin
15. Muhammad Isnaini
16. Sugeng Prasetyo
17. Meidy Peranginangin
18. Abdul Muin
19. Yudha Pratama Putera
20. Sarifudin

Para peserta yang telah lolos tes tertulis dan tes psikologi diharapkan untuk mengikuti tes kesehatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 18 Juli 2023, pukul 07.00 WITA.

Tes kesehatan ini akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan dan POLDA Kalimantan Timur Kota Balikpapan. Waktu tes akan diinformasikan melalui surat pemberitahuan.

Selanjutnya, para peserta juga akan mengikuti tes wawancara yang akan berlangsung pada tanggal 17 hingga 21 Juli 2023. Tes wawancara akan dilaksanakan di Sekretariat Tim Seleksi Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Timur, Hotel Bumi Senyiur, Jalan Pangeran Diponegoro No. 17-19, Samarinda.

Peserta tes diminta untuk membawa 4 rangkap makalah personal yang telah disiapkan sebelumnya dan diserahkan kepada Tim Seleksi Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Timur Zona 2 saat pelaksanaan tes kesehatan.

Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan dan masukan terhadap bakal calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Timur Zona 2. Tanggapan dan masukan tersebut dapat disampaikan melalui email timselkabkotakaltimzona2@gmail.com atau langsung ke Sekretariat Tim Seleksi Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Timur Zona 2, yang berlokasi di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda.

Ketua Sekretaris Tim Seleksi Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Timur Zona 2, Johan’s Kadir Putra, S.H., M.H., dan Muhammad Arimin, S.T., berharap agar proses seleksi berjalan dengan baik dan transparan. (MK)

Lomba Ikrar Santri dan Puitisasi Al Quran Buka Event FASI

0
Lomba Ikrar Santri dan Puitisasi Al Quran Buka Event FASI
Penampilan santri TPA At Taubah, Kilometer 3 dan peserta TPA lainnya. (Yusva Alam)

BONTANG

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang            

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun

dan demi bukit Sinai

dan demi kota (Mekah) ini yang aman

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)      

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya

Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Maha benar Allah lagi Maha Agung dengan segala firmannya

Bait demi bait terjemahan Al Quran Surat At Tin ayat 1-8 di atas terdengar lantang, disuarakan 3 anak perempuan usia kisaran 7-8 tahunan di atas panggung. Mengenakan pakaian serupa, kerudung hitam dan gamis putih, ketiganya pun fasih membacakan ikrar santri.

Intonasinya tegas dan lantang. Terkadang sedikit mendayu-dayu. Diiringi gerakan-gerakan pemanis lirik. Bersama-sama mengucapkan ikrar santri. Dilanjutkan membacakan terjemahan Surat At Tin secara bergiliran, bait demi bait terjemahan ayat dibaca bergantian hingga tuntas.

Ketiga anak perempuan itu adalah santri Taman Pendidikan Al Quran (TPA) At Taubah, Kilometer 3 yang sedang mengikuti lomba membaca ikrar santri dan puitisasi Alquran, Kamis (13/7/2023) di Lantai 3, Gedung Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Bontang, Jalan HM Ardans, Pisangan.

Ketiganya merupakan salahsatu dari 33 peserta lomba di tingkat TPA se-Bontang. Lomba ikrar santri dan puitisasi Al Quran ini adalah salahsatu lomba dari sekian banyak nomor lomba di event Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) garapan BKPRMI Bontang, yang diadakan di hari pertama.

“Anak-anak sudah menampilkan yang terbaik. Mereka sudah berani tampil saja kami sudah senang. Ini lomba perdana yang mereka ikuti,” ujar Retno Furi, Guru Ngaji TPA At Taubah yang hadir mendampingi santri-santri binaannya.

Furi sapaannya mengaku senang mendampingi santri-santrinya ikut lomba FASI ini. Lantaran, ini juga pengalaman baru baginya. Banyak pelajaran berharga yang ia dapatkan. Melihat bagaimana penampilan santri-santri dari TPA-TPA lain.

“Wah penampilan mereka bagus-bagus semua. Mereka mempersiapkan lomba dengan sangat matang,” ucapnya.

Di hari pertama lomba FASI ini, selain lomba ikrar santri dan puitisasi Alquran, terdapat beragam nomor yang diperlombakan dan di tempat yang berbeda- beda pula. Seperti lomba mewarnai, kaligrafi, dan sebagainya. Tempat perlombaan di Gedung MUI Bontang, Gedung Perpustakaan Daerah Bontang, dan beberapa masjid di area Jalan HM Ardans.

Rencananya, peresmian pembukaan FASI akan diadakan Jumat (14/7/2023) siang pukul 14.00 wita. Event FASI ini berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 13 – 16 Juli 2023. Diikuti oleh seluruh santri tingkat TKA, TPA, TQA se-Bontang. (al)

Alat Pengisian BBM SPBU Kopkar PKT Roboh, Begini Kronologis Penyebabnya

0
Alat Pengisian BBM SPBU Kopkar PKT Roboh, Begini Kronologis Penyebabnya
Kondisi mesin pengisian BBM SPBU kilometer 6 mengalami kerusakan. (ist)

BONTANG – Salah satu pengendara mobil yang sedang melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kopkar PKT menyebabkan kerusakan pada salahsatu dispenser atau alat pengisian BBM, Kamis (13/7/23) sore.

Kejadian bermula sekira pukul 16.00 wita sore, saat salah satu pengemudi laki-laki kisaran berusia 50 tahun hendak mengisi BBM. Namun tanpa memperhatikan petugas SPBU yang belum mencabut selang pengisian tersebut, ia langsung menginjak pedal gas.

“Saat itu saya tidak ada di lokasi, cuma kronologis dari karyawan, pengemudi tidak memperhatikan. Mungkin dikira sudah ditutup tempat pengisian bensin di mobilnya, jadi selangnya masih nyangkut dan ketarik,” beber Jufri, Pengawas SPBU kilometer 6 menceritakan kronologis kejadian saat dihubungi oleh Radarbontang.com.

Dijelaskannya, selang pengisian bensin tersebut tertarik oleh mobil dan menyebabkan mesin pengisian tersebut terjatuh dan terlepas dari tempat. Untuk kerugian materi belum dapat dipastikan.

Lebih lanjut, kerusakan materi seluruhnya kemungkinan akan ditanggung oleh pengemudi tersebut.

“Tentu kami minta pengemudi untuk bertanggung jawab dan itu harus, karena itu kecerobohan dari pengemudi,” tambahnya. (sya)

Warung Lalapan di Jalan Tembus Kebakaran, Pemilik Alami Luka Bakar

0
Warung Lalapan di Jalan Tembus Kebakaran, Pemilik Alami Luka Bakar
Kondisi dapur warung lalapan usai kebakaran. (Disdamkartan for Radarbontang.com)

BONTANG – Sebuah warung lalapan di Jalan Tembus atau Jalan Cipto Mangunkusumo RT 50, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat harus mengalami musibah kebakaran. Beberapa bagian dapur tempat sehari-hari memasak pesanan pembeli hangus terbakar, Kamis (13/7/2023) sore tadi.

Berdasarkan informasi yang diterima petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang di lapangan, untuk penyebab pasti kejadian kebakaran tersebut belum diketahui pasti. Pihak berwajib masih melakukan penyelidikan.

Namun dugaan sementara, terjadi kebocoran pada selang tabung gas saat sedang memasak. Diduga pula berhubungan dengan kondisi HP pemilik yang sedang dicharge dekat tabung gas tersebut.

“Ini masih dugaan sementara yang diterima petugas di tempat kejadian,” ujar Kadisdamkartan, Amiluddin.

Musibah kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 16.00 wita. Setelah mendapat informasi, petugas damkar langsung menuju tempat kejadian. Namun api sudah berhasil dipadamkan sendiri oleh pemilik warung, Nasruddin (36).

Beruntung api tidak melahap habis bangunan warung tersebut. Hanya beberapa bagian di dapur yang mengalami kerusakan ringan akibat api. Namun kerugian Nasrudin diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 30 juta akibat musibah tersebut.

“Tidak ada korban jiwa, namun pemilik warung mengalami luka bakar di bagian tangan dan kaki,” pungkasnya. (al)

Bayi 8 Bulan Dari Bontang Selatan Juara Lomba Balita Sehat Tingkat Kota

0
Bayi 8 Bulan Dari Bontang Selatan Juara Lomba Balita Sehat Tingkat Kota
Para pemenang berfoto bersama piala dan piagam penghargaan. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Lomba balita sehat tingkat Kota Bontang dilaksanakan di Auditorium Wali Kota Lama, Kamis (13/7/23) dengan tema ‘Balita Sehat Wujudkan Bontang Bebas Stunting.’

Dari total 3 kecamatan di Bontang, salah satu bayi berumur 8 bulan dari Bontang Selatan berhasil memenangkan juara pertama. Rizka yang merupakan ibu dari balita tersebut mengatakan, ia memang rutin ke posyandu.

“Jadi saya memang rutin memeriksakan anak saya ke posyandu, dan memang ketika sebelum lomba ini pihak-pihak kader posyandu cukup memperhatikan dan memonitoring anak saya,” jelasnya

Mulai dari fisik, berat badan, hingga motorik anak dinilai dalam lomba ini. Rizka berharap juga untuk ibu-ibu lain dapat rutin memeriksakan bayi ke posyandu, agar kebutuhan tumbuh kembang anak dapat dipantau dan terpenuhi.

Ketua Pokja 4 PKK Kota, Siti Selamet Mulyati menjelaskan beberapa indikator yang dinilai oleh dokter umum dan dokter spesialis anak. Penilaiannya seperti kelengkapan kartu menuju sehat, pendidikan orang tua, juga kesehatan fisiknya.

“Langsung dilakukan penimbangan, pemeriksaan kesehatan, nanti dari situ skornya akan di total,” bebernya.

PKK sendiri bergerak untuk turut memantau bayi-bayi yang ada di Kota Bontang, karena sesuai dengan anjuran pemerintah bahwa Bontang harus menekan angka Stunting di 2024 mendatang.

“Kami turut membantu pemerintah dalam hal ini. Selain itu juga dengan adanya lomba seperti ini bisa menjadikan contoh kepada para ibu, agar termotivasi membawa bayi mereka ke posyandu agar tumbuh kembang dapat dipantau,” tutupnya. (adv/sya)

Bawa Anak Sembari Mengamen Badut, Pasutri Diamankan Satpol PP

0
Bawa Anak Sembari Mengamen Badut, Pasutri Diamankan Satpol PP
Satpol PP saat mengamankan para pengamen dan pengemis. (Dok. Satpol PP)

BONTANG – Satpol PP kembali menertibkan pengamen dan pengemis di sekitaran Kota Bontang. Penjaringan itu berlangsung selama dua malam dan telah menertibkan setidaknya 7 oknum.

Pengemis dan pengamen dinilai meresahkan warga, sehingga Satpol PP  memastikan warga Bontang tidak lagi terganggu dengan keberadaan mereka.

Kepala Bidang PPUD Satpol-PP, Eko Mashudi menjelaskan, beberapa lokasi penertiban seperti di Simpang 4 Jalan Imam Bonjol, Jalan Ahmad Yani, Jalan DI. Panjaitan, Jalan Brigjend Katamso dan Jalan Sudirman.

Pihaknya mendapati sepasang suami istri menggunakan kostum badut, dan membawa anaknya untuk meminta-minta di Simpang 4 Lampu Merah Jalan Imam Bonjol.

Setelah diperiksa di Rumah Singgah Dinas Sosial, KTP pasutri tersebut tidak beralamatkan di Bontang, melainkan di Samarinda. Mereka beralasan membawa anak karena tidak ada yang menjaga. Satpol PP menganggap hal tersebut melanggar, lantaran menggunakan anak di bawah umur untuk tujuan komersil.

“Aktivitas pasutri tersebut melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penyelenggara Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Serta Perlindungan Masyarakat,” jelasnya saat dihubungi, Rabu (12/7/23).

Dari total 7 oknum yang kami amankan, salah satunya terdapat orang Bontang. Mereka diminta untuk menandatangani surat peringatan, agar tidak melakukan lagi kegiatan mengemis. Jika didapati lagi akan diberikan tindakan tegas.

“Jadi sekarang kita masih melakukan tindakan persuasif kepada pengemis dan pengamen,” tambahnya.

Lebih lanjut, Satpol PP akan meminta bantuan kepada UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) agar bisa berkolaborasi untuk menangani kasus eksploitasi anak dalam kebutuhan komersil. (sya)

272 Lansia dan Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda

0
272 Lansia dan Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda
Distribusi bantuan kepada lansia dan penyandang disabilitas di Pendopo Rujab Wali Kota. (ist)

BONTANG – Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Bontang mendistribusikan bantuan kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) kluster disabilitas dan lanjut usia, Rabu (12/7/2023) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Jumlah penerima manfaat sebanyak 272 jiwa. Terdiri dari 183 lansia dengan total bantuan sembako senilai Rp 82.265 ribu dan 76 disabilitas senilai Rp  33.943 ribu serta bantuan kursi roda, walker, dan tongkat adaktif, tongkat kaki 3 kepada 12 penerima manfaat senilai Rp 18.850 ribu.

“Adanya distribusi bantuan diharapkan dapat mencapai pemenuhan kebutuhan dan hak dasar, pelaksanaan tugas, dan peranan sosial, serta mampu mengatasi masalah dalam kehidupan,” ucap Sekretaris Dinsos Bontang, Kistari dalam sambutannya.

Sementara itu, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Balai Sentra Kartini, Luswi Hadi menjelaskan, bahwa program tersebut merupakan pengembangan dari bansos yang telah ada.

“Penyaluran bantuan ini tidak lepas dari peran pemda dan pusat, yang terus bekerjasama dan aktif membangun komunikasi yang baik, serta didorong motivasi yang kuat dan tulus,” ujar Luswi Hadi.

Sedangkan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kota Bontang, Syahruddin menjelaskan, penyandang disabilitas dan lanjut usia menjadi perhatian khusus bagi pemerintah.

“Oleh karena itu, hal ini pun tertuang dalam visi dan misi pemerintah yaitu Bontang Unggul untuk mewujudkan implementasi keluarga sejahtera,” kata Syahruddin.

“Saya berharap agar penerima bantuan dapat memanfaatkan dengan baik bantuan yang diberikan, sehingga pemenuhan kebutuhan dasar dan kemandirian ekonomi dapat terwujud,” pungkasnya. (hms)