Beranda blog Halaman 761

Apresiasi Pengendara Tertib, Polres Bontang Bagi-bagi Bunga

0
Apresiasi Pengendara Tertib, Polres Bontang Bagi-bagi Bunga
Polres Bontang bagikan bunga di Simpang 3 Jalan Tembus. (ist)

BONTANG – Ada yang berbeda dari Operasi Patuh Mahakam 2023 kali ini. Dimana Anggota Satlantas Polres Bontang membagi-bagikan bunga kepada para pengendara yang melintas.

Mengutip dari laman resmi Polres Bontang, Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Muhammad Dahlan Djauhari menjelaskan, bahwa pihaknya tidak hanya mengedepankan penindakan dalam pelaksanaan operasi patuh ini, tetapi juga melakukan edukasi kepada para pengendara.

“Kami tidak hanya sekedar menindak dengan memberikan tilang, tetapi memberikan kesempatan kepada masyarakat dengan memberikan teguran dan memperingatkan untuk tidak mengulangi kesalahannya,” ungkapnya.

Dalam proses edukasi kepada pengendara tersebut, dan sebagai wujud apresiasi kepada pengendara yang tertib berlalu lintas, Personil Polres Bontang membagikan bunga kepada pengendara yang melintas di Simpang Traffic Light Jalan tembus Loktuan.

“Kami bagikan 100 bunga kepada pengendara yang lewat, sebagai ucapan terimakasih telah mengendarai kendaraan bermotor dengan tertib, serta membawa kelengkapan surat suratnya,” imbuhnya.

Diinfokan, Operasi Patuh Mahakam 2023 dilaksanakan selama 14 hari terhitung dari tanggal 10 sampai dengan tanggal 23 Juli 2023. Sasaran operasi yakni pengendara yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, seperti melanggar lampu traffic light, balap liar, berkendara sembari bermain ponsel, tidak menggunakan helm, dan melawan arus.

Operasi Patuh Mahakam 2023 sudah sepekan dilaksanakan dengan menjaring pelanggaran sebanyak 296 pelanggar. Di antaranya 40 pengendara dikenakan sangsi tilang dan 256 yang diberi teguran. (hms polres)

Bimtek Kader TPK, Utamakan Perubahan Pola Asuh untuk Kurangi Stunting

0
Bimtek Kader TPK, Utamakan Perubahan Pola Asuh untuk Kurangi Stunting
Bimtek Kader TPK se-Kota Bontang di Auditorium 3D. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kota Bontang dilaksanakan di Auditorium 3 Dimensi, Senin (17/7/23).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim, Sunarto menjelaskan, bimtek kali ini memberitahukan para kader TPK terkait pola asuh yang harus diubah, karena terdapat kriteria stunting. Salah satunya yaitu karena kemiskinan ekstrim, namun di Bontang sendiri tidak didapati kriteria tersebut.

“Di Bontang sendiri yang harus diubah adalah pola asuh, keluarga terhadap anak, kemudian juga akses air bersih. Karena di Bontang ini kemiskinan ekstrim itu nol,” jelasnya.

Mengubah perilaku dinilai tidak mudah, namun karena niat memperbaiki harus tetap dilaksanakan, survei akan kembali dilaksanakan pada Bulan Agustus depan, dan diharapkan stunting dapat berkurang dari 21,6 persen.

Wali Kota Bontang diwakili Staf Ahli Pemerintahan dan Hukum, Dedy Haryanto mengungkapkan, bahwa masyarakat merupakan ujung tombak pemerintah bagi keluarga yang menderita stunting.

“Salah satu tantangan penataan Indonesia 2045 menuju generasi emas adalah stunting,” tegasnya.

Stunting dinilai dapat mengganggu kinerja otak, gangguan kecerdasan, dalam jangka panjang dapat mengganggu cara berpikir otak, dan berkurangnya daya tahan tubuh.

“Saya berharap dengan bimtek ini, tugas TPK dapat dijalankan dengan semestinya dan dimanfaatkan dengan maksimal,” tambahnya.

Pembimbingan keluarga dapat dilakukan dari sebelum pernikahan, agar bisa diberikan bekal agar ke depannya saat akan berencana memiliki anak, kebutuhan ibu dan bayi tercukupi dan menghindari anak dari stunting. (sya)

Dari Seniman ke Dunia Kopi, Kisah Jatuh Bangun Owner Imaji Mendirikan Coffee Shop

0
Dari Seniman ke Dunia Kopi, Kisah Jatuh Bangun Owner Imaji Mendirikan Coffee Shop
Anggota Kopinicus saat berkunjung dan diskusi di Imaji Kopi 2.0. (ist)

BONTANG – Komunitas Kopinicus kembali melanjutkan kunjungan dan silaturahmi ke kedai-kedai atau café kopi di Bontang. Kunjungan ini merupakan agenda Catatan Kopinicus yang sudah memasuki edisi ke-3.

Silaturahmi kali ini tertuju pada Imaji Kopi 0.2 di Jalan HM. Ardans, Pisangan. Kehadiran anggota Kopinicus disambut oleh sang owner, Febri Aji Saputra.

Di silaturahmi tersebut banyak kisah menarik dari sang pemilik, jatuh bangunnya mendirikan Imaji.

Dikisahkan Aji sapaan akrabnya, awal mula mengenal manual brewing karena dikenalkan oleh teman di tahun 2013 silam. Jauh sebelum muncul ide membuka Imaji, dirinya masih bergabung dengan teman di industri kopi, namun tidak berhasil.

Di tahun 2015, Aji semakin menyukai dunia perkopian. Rasa suka dan ketertarikannya pada kopi, mengantarkannya pada keputusan untuk mendalami kopi di lembaga Pelatihan Barista ABCD di Jakarta.

Pasca menyelesaikan pelatihan, Aji terus mendalami secara otodidak dan kembali membuka kedai kopi bareng teman-temannya di Jakarta.

Tahun 2016, Aji memutuskan kembali ke kota asalnya di Bontang. Iapun memberanikan diri membuka coffee shop yang diberi nama Imaji di Bulan Agustus di tahun yang sama.

“Awal saya buka imaji, beberapa kerabat menyangsikan keyakinan saya untuk buka usaha kopi manual brewing di Bontang, lantaran pangsa pasar di Kota Taman yang masih sedikit peminat manual brewing,” ujarnya.

Namun ia tetap membulatkan tekad terus melanjutkan Imaji. Awalnya Imaji buka di Jalan Bhayangkara, yang lokasi tepatnya di teras Aik Gym.

“Selama buka Imaji, selain jadi owner dan barista, saya juga merangkap jadi instruktur fitnes di Aik Gym,” imbuhnya.

Mengapa memberi nama Imaji? karena berasal dari kata imajinasi. Kenapa imajinasi? karena sebelum membuka Imaji, Ia pernah memberi nama kedai kopinya yang dulu ‘pour over.’ Menurutnya, orang Indonesia kesulitan menyebut nama dengan bahasa asing.

Akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia. Terbersitlah ide nama imajinasi yang disingkat jadi imaji. Filosofinya, ketika kita sedang minum kopi muncul imajinasi, akhirnya dipilih nama Imaji.

“Visual logo imaji ini terdiri dari cangkir, v60 filter, dan pensil,” singkatnya.

Aji pun menjelaskan mengapa memilih visual logo pensil. Hal itu lantaran basic ilmunya adalah seni. Dulu berkuliah di Jakarta, karena suatu hal balik ke Bontang dan berkeinginan membuka usaha advertaising. Tapi dikarenakan Bontang tidak terlalu prospek untuk bisnis advertaising, maka ia mencoba bisnis kopi.

“Saya hobi begadang juga. Saya putuskan untuk buka usaha kopi,” tutur Aji.

Logo pensil di imaji ini mengarah ke atas, memiliki filosofi agar ke depannya selalu maju dan berkembang. Visual gelas menggambarkan kalau Imaji itu tempat ngopi. Sedangkan visual pensil pendek ini memiliki filosofi, pensil yang sudah digunakan atau sudah jalan dan berkembang.

Alasan Imaji memilih warna kuning, lantaran warna yang cepat responsif ditangkap mata manusia adalah warna merah kemudian kuning. Kenapa tidak warna merah? karena sudah banyak yang gunakan. Ditambah lagi, psikologi warna memiliki arti arogansi.

“Saya pilih kuning karena kuning menggambarkan kehangatan. Logo imaji ini semua saya desain dan konsep sendiri,” bebernya.

“Imaji memilik tagline ‘sudah ngopi,’ karena berawal kalau ngajak teman buat nongkrong menggunakan kata-kata sudah ngopi? Makanya kata-kata itu saya jadikan tagline untuk Imaji,” imbuhnya.

Di awal menjalankan usaha kopi, Imaji memiliki kendala terbesar tidak adanya pasar kopi di Bontang. Teknik kopi manual brewing masih asing. Masyarakat saat itu lebih familiar kopi hitam dengan gula, bukan manual brewing.

Kendala itu menjadi tantangan bagi Imaji untuk membuat orang menyukai kopi manual brewing.

“Ada cerita dulu pelanggan takut untuk minum espresso, karena stigma minum espresso itu sangat tinggi caffein. Bikin susah tidur,” kata Aji.

Kesulitan kedua menurutnya karena basicnya adalah seniman, maka sangat buta dengan bisnis. Ia memutuskan belajar bisnis dari awal, tahap demi tahap.

Berjalannya waktu, Imaji akhirnya berkembang. Coffee shop yang awalnya berada di lantai dua Aik Gym menambah cabang.

Membuka cabang Imaji 0.2 tepat di Bulan April 2020. Namun saat membuka cabang tersebut, kondisi di Indonesia sedang mengalami pandemi covid-19. Butuh kerja keras untuk mengembangkan Imaji 0.2, karena kondisi pandemi tersebut.

Agar dapat bertahan di industri kopi Bontang, ia berupaya mengikuti trend pasar di Bontang. Dimana penikmat manual brewing ini rata-rata hanya pemilik kedai, sehingga untuk tetap menarik pelanggan memutuskan untuk menambah menu baru yang bisa menjadi pemikat pelanggan.

Selain itu, Imaji dari awal buka dikenal dengan service dari baristanya. Kerap menyapa, bercengkerama, dan berdiskusi dengan pelangganya terkait kopi. Hal itu menjadi pemikatnya.

Imaji di awal buka tidak mau buka menu selain kopi. Semua menu Imaji dulunya menu kopi, baik dingin atau panas. Berkembangnya waktu dan minat pasar di Bontang, akhirnya menyajikan menu non coffee di tahun 2017.

Menu andalan Imaji di awal buka adalah manual brewing. Kemudian menambah menu andalan Vanilla Coffee Latte. Untuk menu makanan andalan di Imaji 0.2 adalah nasi salmon mentai, yang menjadi primadona.

“Bagi pegiat kopi, untuk belajar atau sekolah di lembaga pelatihan kopi itu sebenarnya tidak terlalu penting. Kecuali ingin lebih mendalami apa itu manual brewing dan menjadi barista. Sertifikasi juga perlu, jika ingin bekerja di industri kopi untuk meningkatkan jenjang karir,” menurut Aji.

Di akhir diskusi tersebut, Aji berharap, semoga kopinicus bisa semakin mengumpulkan teman-teman kopi di Bontang. Serta mampu menggaet teman-teman kopi yang belum bergabung. Menggandeng agar bisa ikut ngumpul dan sharing kopi bareng.

“Ke depanya semoga kopinicus dan penggiat kopi di Bontang, bisa bergabung untuk ngadakan kumpul bareng dan bagi-bagi kopi ke masyarakat Bontang.” pungkasnya. (*)

Babinsa Desa Tanjung Limau Monitoring Pemilihan Ketua RT

0
Babinsa Desa Tanjung Limau Monitoring Pemilihan Ketua RT
Babinsa Desa Tanjung Limau, Serka Mahfud (tengah) saat menghadiri pemilihan Ketua RT Pangempang. (ist)

BONTANG – Babinsa Desa Tanjung Limau, Koramil 0908-02/Muara Badak, Serka Mahfud menghadiri kegiatan pemilihan Ketua RT 07 Pangempang, Minggu (16/7/2023). Bertempat di halaman rumah Mahyudin RT 07 Pangempang Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kukar, kehadiran Babinsa guna meningkatkan kondusifitas keamanan di wilayah binaan.

Serka Mahfud mengatakan, keberadaannya selaku Babinsa dalam kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab aparat kewilayahan, dalam memberikan keamanan dan kenyamanan serta menciptakan situasi kondusif bersama masyarakat.

“Saya harap proses pemilihan ini berjalan kondusif dan lancar sampai selesai,” ujarnya,

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat pemilih dalam pemilihan ketua RT, untuk tetap selalu menjaga situasi agar nyaman dan aman.

Sementara itu, Kasipem Tanjung Limau, Lukman mengharapkan agar ketua RT terpilih bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan amanah. Lebih mementingkan kepentingan masyarakat, dari kepentingan yang sifatnya pribadi.

“Yang belum terpilih agar bisa legowo,” ungkap Lukman. (Pendim Btg)

Pria 62 Tahun Diduga Terlibat Perdagangan Orang

0
Pria 62 Tahun Diduga Terlibat Perdagangan Orang
AA diamankan Polres Bontang bersama barang bukti. (ist)

BONTANG – Pria berinsial AA 62 tahun pemilik salah satu wisma di Prakla, Berbas Pantai ditangkap pada Senin 17 Juli 2023 pukul 00.45 Wita dini hari. AA ditangkap atas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasi Humas, Iptu Mandiono menjelaskan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat bahwa ada dugaan kegiatan prostitusi di Jalan Pangeran Diponegoro, RT 16, Kelurahan Berbas Pantai.

Setelah diselidiki, ternyata dipastikan ada kegiatan TPPO. Pihak kepolisian Polres Bontang pun segera melakukan penangkapan pada terduga pelaku AA.

“Tarifnya sekali kencan Rp 1.250.000. Ada bukti nota dan sebuah buku,” jelasnya.

Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut. Termasuk sudah berapa kali tersangka menjajakan korban.

“Kemungkinan ada korban lain, itu masih kami periksa, masih dilakukan pendalaman,” katanya.

Tersangka dijerat pasal 2 Ayat 1 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Dengan ancaman 15 tahun penjara. (al)

Wapres Terjun ke Lokasi, PKT Tancap Gas Garap Pembangunan Pabrik Papua Barat

0
  • PKT usung sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat adat di proyek pembangunan pabrik Papua Barat
  • Pabrik ini nantinya akan menambah kapasitas PKT untuk memenuhi 4,5 hingga 5 juta ton dari perkiraan kebutuhan 6 sampai 7 ton urea nasional pada 2030

JAKARTA – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) bersiap memulai babak baru dalam mewujudkan usaha serta komitmennya untuk mendukung ketahanan pangan nasional dengan rencana pembangunan Proyek Strategis Negara (PSN) berupa pabrik baru pupuk di kawasan industri Fakfak, Papua Barat. Proyek yang merupakan salah satu rencana strategis PKT untuk terus menyesuaikan performa produksi dengan kebutuhan pasar yang semakin meningkat ini akan segera memasuki masa awal pembangunan.

PKT pun sangat berbangga karena pada Jumat, 14 Juli, Wakil Presiden RI, K.H Ma’ruf Amin hadir langsung di kawasan industri Fakfak untuk meninjau langsung area yang nantinya akan menjadi lokasi pembangunan pabrik baru PKT didampingi Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Kehadiran keduanya ini tentu merupakan bukti restu serta komitmen nyata pemerintah untuk mendukung dimulainya PSN Pabrik Fakfak, Papua Barat.

“Hari ini kita akan berbicara tentang masyarakat, tentang bagaimana proses apa yang menjadi aspirasi. Supaya kita bisa melakukan pekerjaan awal di akhir 2023. Saya pikir ini adalah perhatian khusus dari Bapak Wakil Presiden khususnya yang diberikan mandat penuh oleh Bapak Presiden untuk mengurus percepatan pembangunan. Dan di seluruh Kabupaten di wilayah Papua, mungkin proyek yang banyak yang diturunkan dari pusat dalam rangka percepatan melakukan pertumbuhan ekonomi, salah satu diantaranya adalah kabupaten Fakfak. Masa depan Indonesia itu adalah Papua. Pertanian modern ke depan yang akan dikembangkan di wilayah Timur yaitu di Papua. Dan pabrik pupuk yang dibangun di Papua, di Fakfak, itu tidak hanya memenuhi stok dalam negeri tentu juga untuk ekspor,” ujar Bahlil.

Saat ini, proses pembangunan pabrik PKT memang masih dalam tahap yang sangat awal. Meski begitu, PKT sudah mengamankan beberapa infrastruktur terkait dimulainya proyek ini. Salah satunya untuk pasokan gas yang sudah dipastikan akan didapat dari Genting Oil Kasuri Pte.Ltd (GOKPL). Sumber gas yang dipasok untuk proyek pembangunan ini akan diambil dari sumber gas yang telah disepakati yakni Lapangan Asap, Merah dan Kido (AMK) di Kasuri, Papua Barat.

“Dengan adanya dukungan dari kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat terkait, bersama-sama kita dapat mengembangkan Proyek Strategis Nasional ini. Tentunya dari proyek ini kami mengharapkan adanya pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar, serta terjadinya pemerataan pembangunan khususnya di wilayah Indonesia Timur. Terkait dengan pengembangan proyek yang saat ini sedang berlangsung, kami juga mohon doa dan dukungan dari semua pihak. Jika semuanya berjalan dengan lancar, maka pembangunan pabrik ini akan mengantarkan industri pupuk nasional kita menjadi yang terbesar di Asia Pasifik. Ini juga yang menjadi cita-cita PKT sebagai penyokong ketahanan pangan nasional sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah global,” ujar Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi.

Bentuk komitmen untuk memprioritaskan sinergi dengan berbagai pihak terkait juga tertuang dalam Gelar Tikar Adat (Wewowo), yakni kegiatan duduk bersama untuk mencapai kesepakatan yang dilakukan hari ini. Acara ini digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak masyarakat hukum adat dalam memperoleh berbagai masukan dan dukungan penuh terhadap pembangunan kawasan industri pupuk nantinya.

Dengan nilai investasi lebih dari USD 1 miliar, PKT memastikan proyek pembangunan kawasan industri pupuk di Fakfak Papua Barat ini nantinya akan memiliki kapasitas produksi pupuk urea sebesar 1,15 juta ton per tahun dan 825 ribu ton per tahun untuk amonia. Ini merupakan salah satu pengembangan di fase kedua pertumbuhan PKT, yang ditarget mampu terealisasi dalam lima tahun ke depan. Momentum yang sangat tepat, mengingat pada 2030 kebutuhan urea diperkirakan akan mencapai 6 sampai 7 juta ton. Dan dengan beroperasinya pabrik baru ini nanti, PKT siap mendukung ketahanan pangan bagi Indonesia dengan penyediaan 4,5 hingga 5 juta ton atau pemenuhan sekitar 70 hingga 80 persen kebutuhan nasional.

Tak hanya itu, kehadiran pabrik baru PKT ini nantinya diproyeksikan akan memberi kontribusi positif pada pendapatan negara. Potensi pendapatan negara dari pajak penghasilan perorangan senilai diperkirakan akan mencapai Rp 20 miliar per tahun. Dan potensi kontribusi pertumbuhan ekonomi domestik melalui porsi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di proyek ini mencapai nilai Rp 10 triliun. Potensi pendapatan daerah pun diprediksikan akan menyumbang senilai Rp 15 miliar per tahun.

“Ini yang kami sebut dengan multiplier effect. Karena semangat kami di PKT tentu tidak semata-mata hanya untuk profit belaka, tapi juga bagaimana segala inovasi dan aktivitas kami bisa memberikan keberkahan bagi masyarakat. Selama durasi pembangunan proyek, kami memperkirakan penyerapan tenaga kerja 10.000 orang saat masa puncak konstruksi dan sebanyak 400 orang saat operasional. Proyek ini pun diharapkan bisa mendorong tumbuhnya bisnis pendukung kawasan. Sebagaimana praktik-praktik pemberdayaan masyarakat yang telah sukses dilakukan di Bontang, PKT berharap bisa melakukan hal serupa di Fakfak,” tutup Rahmad.

TENTANG PKT
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) merupakan salah satu anggota PT Pupuk Indonesia (Persero) dan menjadi produsen pupuk urea terbesar di Asia Tenggara. PKT memiliki visi menjadi perusahaan di bidang industri pupuk, kimia dan agribisnis kelas dunia yang tumbuh dan berkelanjutan.

Saat ini, PKT memiliki 13 pabrik, di antaranya 5 pabrik amonia berkapasitas 2,74 juta ton/tahun, 5 pabrik urea berkapasitas 3,43 juta ton/tahun dan 3 pabrik NPK berkapasitas 300 ribu ton/tahun. Kinerja PKT pun telah diakui oleh berbagai kalangan dan instansi, terbukti dengan raihan ragam penghargaan selama 45 tahun berkiprah.

Untuk keenam kalinya, akhir 2022 lalu PKT sukses mempertahankan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Nasional Peringkat Emas. Dan di pertengahan 2023, PKT meraih peringkat pertama dunia sektor agrokimia di penilaian ESG Risk Rating Sustainalytics. (adv)

Tertangkap CCTV Curi Jilbab, Pemilik Toko Minta Itikad Baik

0
Tertangkap CCTV Curi Jilbab, Pemilik Toko Minta Itikad Baik
Potongan rekaman CCTV aksi pencurian seorang ibu di Toko Sheva dan toko di kawasan Berbas Tengah. (ist)

BONTANG – Viral di media sosial seorang ibu tertangkap kamera CCTV melakukan tindak pencurian di Toko Sheva, Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari. Bahkan perilaku negatif ibu tersebut, kembali berlanjut di sebuah toko di kawasan Berbas Tengah, dan lagi-lagi tertangkap kamera CCTV.

Kejadian pencurian tersebut berlangsung Jumat (14/7/2023) malam. Di saat kondisi toko sedang ramai pengunjung.

Dijelaskan Lisa, salahsatu karyawan di Toko Sheva, kronologis kejadiannya berawal pelaku diminta lepas alas kaki sebelum masuk toko. Karena kalau mau masuk toko harus dilepas alas kakinya.

Tapi alasan ibu itu kakinya lagi asam urat, sehingga tidak bisa melepas alas kakinya. Tidak lama setelah itu, ibu ini pergi ke rak berisi jilbab. Saat itu  kondisi toko lagi ramai, sehingga dibiarkan saja ibu ini memilih barang yang ia mau beli oleh karyawan toko yang berjaga.

“Tak lama setelahnya ibu itu keluar toko tanpa beli barang apapun. Lalu bos kami kirim video rekaman CCTV, dan mengatakan kalau ibu tadi mencuri satu plastik jilbab yang isinya 10 biji,” bebernya.

Sampai saat ini pihak toko belum melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib. Tapi pemilik toko meminta itikad baik dari ibu itu untuk mengembalikan barang yang dicuri.

Video sudah dishare di medsos. Apabila dalam waktu 2×24 jam tidak ada itikad baik, baru pemilik toko akan melaporkan ke pihak kepolisian. (al)

Prostitusi Anak, Dampak Sistem Rusak

0
Prostitusi Anak, Dampak Sistem Rusak
Agus Fitriani,S.P. (ist)

Oleh:

Agus Fitriani,S.P

(Pendidik Generasi Cerdas Bertaqwa)

Kasus prostitusi anak saat ini sudah sering jadi perhatian kita bersama. Radar Bontang mengabarkan pada hari Selasa tanggal 6 Juni 2023 telah diungkapkan Kapolres Bontang, bahwa anak di bawah umur telah ditawarkan kepada lelaki hidung belang di sebuah hotel di wilayah Berbas Tengah, Bontang Selatan. Tersangka, DJA ditangkap bersama uang tunai senilai Rp 2 juta. Polisi masih mendalami sudah berapa orang korbannya.

A News juga menginformasikan bahwa Satreskrim Polres Berau berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang, di Sambarata, Kecamatan Gunung Tabur, Kamis (8/6/2023). Awalnya, Rabu tanggal 07 Juni 2023, sekitar pukul 23.00 wita Unit Opsnal Reskrim Polres Berau menerima informasi, bahwa adanya kegiatan prostitusi di tempat hiburan yang ada di Kabupaten Berau.

Kasus perdagangan perempuan dan anak, dengan modus dipekerjakan sebagai PSK menurut Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo didampingi Kasubdit IV Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Dit Reskrimum Polda Kaltim, AKBP Teguh Nugroho, sedikitnya ada 26 pelaku dari 26 kasus yang berhasil diungkap. Dan korban sebanyak 29 orang. Kasus ini hampir semua wilayah di Kaltim. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Paser menjadi penyumbang kasus terbanyak. “Di Kabupaten Kukar itu ada lima kasus dan Kabupaten Paser ada empat kasus,” paparnya (kotaku.co.id,16/6/2023)

Upaya Hadapi Prostitusi Anak

KLA (Kota Layak Anak) salah satu upaya yang digadang bisa memfasilitasi anak agar jauh dari tindakan kekerasan dan perdagangan anak. Upaya PKK khususnya Pokja I, yang bergerak di bidang keagamaan serta gotong royong. Rohana, Ketua Pokja I mengungkapkan, bahwa mewujudkan KLA merupakan bentuk dari gotong royong. Adapun pertemuan-pertemuan di kecamatan, kelurahan, dan RT sekaligus sebagai bentuk kontrol terjadinya kekerasan serta perdagangan anak di wilayah tersebut (RadarBontang, 6/6/2023).

Begitu pula di Kab. Berau, Wakil Bupati Berau, H. Gamalis Hafid membuka Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2023, Senin (05/06/23) di ruang rapat Kakaban Setda Berau (BerauKab. go.id,6/6/2023).

Kapitalis Sekuler Kuatkan Prostitusi

Prostitusi anak terjadi namun di sisi lain ada penghargaan KLA atau kota tersebut berusaha mewujudkan KLA. Tidak cukup hanya dengan upaya mewujudkan KLA, harus ada upaya real dan sistemik untuk mencegah prostitusi anak. Prostitusi anak terjadi karena faktor ekonomi dan gaya hidup, inilah akibat penerapan kapitalis sekuler.

Upaya meraih penghargaan KLA berjalan terpisah dengan upaya melindungi anak dari prostitusi. Dalam Islam, anak adalah amanah yang harus dijaga, dilindungi, dan dipenuhi kebutuhannya. Untuk itu, negara yang menjalankan sistem Islam akan menjalankan fungsi tersebut secara maksimal.

Selamatkan Anak dari Prostitusi dengan Islam.

Islam mencegah prostitusi anak dengan upaya sistemis (ekonomi, pendidikan, sosial, dan hukum dll). Pemberlakuan sistem kapitalisme telah mengubah pandangan negara dalam menyelesaikan masalah rakyat. Negara tidak mendasarkan perbuatan pada halal dan haram serta mengadopsi kemanfaatan sebagai asas menilai segala sesuatu.

Memilih cara pandang HAM yang pastinya sekularistik, bukan cara pandang akidah Islam. Dampaknya, kriminalitas perzinaan tidak dapat diberantas. Fenomena prostitusi anak sebenarnya tidak akan terjadi dalam kondisi keluarga telah sejahtera.

Peran orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak berjalan tanpa gangguan, seperti tuntutan ekonomi. Selanjutnya, negara berhasil membangun masyarakat yang memahami perannya menjaga generasi. Tugas menjamin kesejahteraan warganya adalah tugas negara.

Termasuk melindungi generasi dari setiap ancaman terhadap kehormatan mereka. Wajib diterapkan sanksi tegas sesuai syariat terhadap semua bentuk praktik perzinaan serta korporasi, dan jaringan penyedia prostitusi.

Hadis Nabi saw, “Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung, maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri” (HR Al-Hakim, Al-Baihaqi, dan Ath-Thabrani).

Sungguh setiap yang mengambil kebijakan turut menanggung dosa besar atas merebaknya prostitusi anak.

Wallahu ‘alam.

Bapenda Rancang Strategi Tingkatkan Pencapaian PAD

0
Bapenda Rancang Strategi Tingkatkan Pencapaian PAD
Salahsatu pembicara di kegiatan Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Melalui Kolaborasi Menuju Kemandirian Fiskal. (ist)

BONTANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang belum mampu mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai target yang dicanangkan. Lantaran realisasi pengumpulan PAD hingga saat ini masih jauh dari target. Karenanya beragam upaya pun dilakukan untuk mencapai target tersebut.

Oleh karena itu, Bapenda menggelar Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Melalui Kolaborasi Menuju Kemandirian Fiskal, Kamis (13/7), bertempat di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang,

Kepala Bapenda Rafidah dalam laporannya menjabarkan, bahwa realisasi PAD saat ini masih berada di angka 90 Milyar dari target PAD sebesar 215 Milyar. Oleh karena itu, diperlukan beberapa langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan potensi PAD.

Beberapa langkah yang dijabarkan di antaranya; penyusunan regulasi perwali maupun perda yang sesuai dengan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), Inovasi dengan berbagai sistem maupun aplikasi seperti; Sijanda Manis (Sistem Jaringan Data Berbasis Gis), Bapenda Etam, Memperluas Channel Pembayaran  Non Tunai Pajak & Retribusi Daerah Melalui Virtual Account & QRIS, pemutakhiran database wajib pajak, pemasangan peta bidang persil, pemetaan objek pajak melalui foto udara (foto  grametri), profiling data wajib pajak, penghapusan piutang, relaksasi pajak, serta menggali pajak potensial.

Dalam kesempatan tersebut, 2 (dua) narasumber, yaitu Kepala STPN Jogjakarta, Senthot Sudirman memaparkan terkait pentingnya pembangunan  sistem pemetaan zona nilai tanah tunggal multimanfaat, untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui PBB-P2 dan BPHTB.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bontang Heru Maulana memaparkan tentang mewujudkan data pertanahan yang handal, pasca deklarasi Bontang Kota Lengkap.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Syahruddin dalam sambutannya mengajak seluruh pihak yang hadir, untuk berpartisipasi aktif dalam acara ini, menyumbangkan ide-ide, dan pengalaman yang berharga.

“Mari kita berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan merumuskan langkah-langkah konkret untuk mencapai tujuan bersama kita, yaitu kemandirian fiskal Kota Bontang,” imbau Syahruddin. (hms)

HUT ke-65 Kodam VI/Mulawarman, Kodim 0908/Bontang Karya Bakti di SDN 008 Bontang Baru

0
HUT ke-65 Kodam VI/Mulawarman, Kodim 0908/Bontang Karya Bakti di SDN 008 Bontang Baru
Kegiatan karya bakti anggota Kodim 0908/Btg di SDN 008 Bontang Baru. (ist)

BONTANG – Dalam rangka menyambut HUT Kodam VI/Mulawarman ke-65 tahun, Kodim 0908/Bontang beserta jajaran menggelar kegiatan karya bakti. Kegiatan ini bertempat di SDN 008 Bontang Baru, RT 12 Kelurahan Bontang Baru, Sabtu (15/7/2023).

Dandim 0908/Btg, Letkol Inf Priyo Handoyo mengatakan, karya bakti merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut HUT Kodam VI/Mulawarman ke-65 tahun. Sasaran kegiatan meliputi fasilitas umum, yaitu membongkar taman di SDN 008 Bontang Baru, untuk dijadikan parit dengan tujuan agar di saat hujan tidak banjir.

“Kegiatan karya bakti TNI ini merupakan salah satu program kerja TNI AD, khususnya bidang pembinaan teritorial. Bertujuan membangun soliditas yang kokoh antara sesama prajurit dengan pemerintah dan komponen masyarakat. Dengan harapan kemanunggalan TNI dengan rakyat dapat tercipta dengan baik dan maksimal,” jelas Dandim.

“Kita berharap mudah-mudahan setiap kegiatan yang kita laksanakan, selalu mendapat ridho Allah. Agar bermanfaat bagi kehidupan masyarakat bangsa dan negara yang kita cintai,” imbuhnya. (Pendim Btg)