Beranda blog Halaman 761

Najirah Lepas 152 Jamaah Haji Bontang, Doakan Keberkahan dan Kelancaran

0
Najirah Lepas 152 Jamaah Haji Bontang, Doakan Keberkahan dan Kelancaran
Pelepasan jamaah haji 2024 di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah, melepas keberangkatan 152 jemaah haji Kota Bontang di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Selasa (4/6/24) pagi.

Najirah menyampaikan doa dan harapan, agar para jemaah diberi kelancaran serta keberkahan dalam melaksanakan ibadah suci tersebut. Dia juga mengingatkan para jemaah, untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan, serta memanfaatkan setiap momen dalam ibadah haji dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan.

“Saya berharap para jemaah jaga kesehatan, fokus beribadah, semoga diberikan kelancaran hingga kembali Ke Indonesia dan berkumpul kembali bersama keluarga,” tuturnya.

Para keluarga dan kerabat jemaah haji turut memberikan doa dan dukungan. Mereka menyaksikan dengan haru, saat para jemaah berangkat menuju embarkasi di Balikpapan untuk melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Upacara pelepasan ini menjadi momentum penting bagi para jemaah haji Bontang, Najirah berharga agar perjalanan mereka diberkahi dan kembali dengan penuh keselamatan serta penuh dengan keberkahan. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Dispoparekraf Bakal Bentuk Tim Terpadu di Beras Basah, Ini Fungsinya!

0
Dispoparekraf Bakal Bentuk Tim Terpadu di Beras Basah, Ini Fungsinya!
Kadispoparekraf Kota Bontang, Rafidah (tengah) saat ditemui awak media. (Dwi/MediaKaltim).

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang akan membentuk tim terpadu, yang tugasnya untuk menjaga kebersihan serta keamanan di Pulau Beras Basah. Hal itu diungkapkan Kadisporparekraf, Rafidah kepada wartawan, Senin (3/6/2024).

Rafidah menyatakan, telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, dimana akan dibentuknya sebuah tim terpadu untuk pembersihan tempat dan juga keamanan di Pulau Beras Basah.

“Pihak yang terkait meliputi kelurahan, babinsa, kecamatan, bahkan polairud,” ucapnya.

Rafidah menambahkan, dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) nantinya akan disiapkan terlebih dahulu, sehingga untuk membenahi penataan di Pulau Beras Basah akan sesuai dengan konsep yang telah disiapkan.

“Penataan di Beras Basah harus dilakukan, karena mengingat tempat tersebut adalah salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi,” paparnya.

Adanya penataan di Pulau Beras Basah, Rafidah ingin tempat wisata menjadi rapi dan nyaman bagi para pengunjung.

Sehingga tak lupa dirinya menghimbau, bagi siapa saja yang berkunjung di Beras Basah, bisa tetap memperhatikan sampah yang dibawa dan tetap menjaga kebersihan untuk bersama.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Proyek Renovasi Stadion Bessai Berinta Dianggarkan 10,4 Miliar, Dispopar Target 7 Bulan Rampung

0
Proyek Renovasi Stadion Bessai Berinta Dianggarkan 10,4 Miliar, Dispopar Target 7 Bulan Rampung
Kondisi terkini Stadion Bessai Berinta. (Dwi/Radarbontang.com).

BONTANG – Proyek renovasi Stadion Bessai Berinta atau Lang-Lang ditargetkan akan terselesaikan pengerjaannya selama 7 bulan, dengan anggaran Rp 10,4 miliar. Untuk pengerjaan dimulai 23 Mei hingga 22 Desember 2024.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Rafidah menyampaikan ada beberapa lokasi yang akan diperbaiki. Di antaranya jalanan yang akan diaspal, parit, tempat parkir, panggung, gudang, hingga pagar.

“Semua akan dikerjakan secara bersamaan, tidak satu-satu biar cepat selesai. Bahkan lebih bagus lagi kalau selesai lebih cepat dari yang kami targetkan,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (3/6/2024).

Diketahui, hingga saat ini masih banyak aktivitas atau pedagang yang masih membuka lapaknya, padahal pengerjaan stadion sudah dimulai. Bahkan sebagian pagar di luar pun sudah ditutupi dengan menggunakan seng.

“Sebenarnya untuk akses kami akan tutup mulai 1 Juni, tetapi bagi pedagang yang mempunyai lapak kami beri kelonggaran untuk membongkar lapaknya yang lama, dan pindah sementara di bangunan baru,” paparnya.

Adanya perbaikan stadion, Rafidah ingin nantinya tidak ada masyarakat yang masih beraktivitas atau pedagang yang masih membuka lapaknya. Mengingat nantinya akan banyak material yang masuk.

“Pembongkaran lapak yang lama sampai 15 Juni, dan semua barang pedagang harus sudah pindah ke tempat baru. Setelah itu kalau sudah penetapan pekerjaan dan material sudah datang semua akan ditutup. Hanya pekerja dan yang mempunyai lapak saja yang bisa masuk,” tutupnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Lahan TPU Lempake Makin Sempit, Pemkot Diminta Segera Cari Solusi

0
Lahan TPU Lempake Makin Sempit, Pemkot Diminta Segera Cari Solusi
Komisi III laksanakan sidak TPU Loktuan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lempake, Kelurahan Loktuan, dinilai makin sempit. Tersisa sekira 71 liang siap pakai. Hal itu diungkapkan Komisi III DPRD Bontang saat menggelar sidak, Senin (3/6/24).

Petugas TPU Lempake Loktuan, Bambang berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang segera mencari solusi sebelum lahan pemakaman penuh. Dikhawatirkan hal tersebut akan memicu keributan dengan warga, jika ada yang hendak menguburkan sanak keluarganya, namun tak kebagian lahan.

“Jumlah liang lahat yang tersisa tidak mencapai 100, itu cuma bisa mencukupi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan,” ujarnya.

Bambang tidak ingin sampai ada bentrok dengan warga, jika ada yang akan menggunakan lahan ternyata tidak tersedia, sehingga pemerintah harus segera bertindak terkait pembebasan lahan makam.

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina sependapat dengan Bambang. Ia mendesak agar Pemkot Bontang segera mencari solusi perluasan lahan pemakaman Lempake.

“Perluasan harus segera ini, karena lahan yang bisa terpakai hanya sisa sedikit. Takutnya saat lahan penuh warga akan protes,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Butuh Banyak perbaikan, Komisi III Minta Pemkot Perhatikan Akses Jalan Warga BK

0
Butuh Banyak perbaikan, Komisi III Minta Pemkot Perhatikan Akses Jalan Warga BK
Kondisi terkini di salahsatu wilayah di Bontang Kuala. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rombongan Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, meninjau jembatan di Bontang Kuala (BK), dimana beberapa akses jembatan sangat butuh perbaikan. Mengingat lokasi tersebut adalah salah satu destinasi wisata.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina menyampaikan, sudah ke sekian tahun lamanya, jembatan ini tidak ada sentuhan untuk diperbaiki. Apalagi jembatan ini termasuk akses masyarakat yang tinggal di Bontang Kuala.

“Kita sangat menekankan kepada pemerintah untuk memperhatikan, bagaimana akses yang sangat dibutuhkan masyarakat. Sudah 3 tahun lamanya di sini tidak ada perbaikan sama sekali,” ucapnya saat sidak, Senin (3/6/2024).

Menurutnya yang tersentuh hanya bagian panggung saja, tidak dengan akses jalan.

“Kita harus benar-benar ajukan untuk perbaikan, bahkan kerjaan yang sudah lama belum juga terselesaikan. Untuk itu kesepakatan kita bersama menyampaikan, agar memberi anggaran perbaikan di jembatan Bontang kuala, terkhusus daerah panggung,” jelasnya.

Adanya persoalan seperti ini, DPRD Bontang sangat mendesak pemerintah agar segera membenahi jembatan di Bontang Kuala. Bahkan pemerintah harus serius dalam menindaklanjuti, bagaimana dan seperti apa caranya agar jembatan yang rusak tidak dibiarkan begitu saja.

Pewarta: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Soft Opening Intynet, Wali Kota Dukung Perkembangan Teknologi dan Digitalisasi di Bontang

0
Soft Opening Intynet, Wali Kota Dukung Perkembangan Teknologi dan Digitalisasi di Bontang
Soft Opening Intynet oleh Comtelindo. (ist)

BONTANG – Comtelindo resmi meluncurkan layanan terbarunya, Intynet, dalam acara soft opening yang berlangsung di kantor baru Intynet, Jalan Awang Long, Minggu (2/6/2024) malam.

Wali Kota Basri turut hadir untuk menunjukkan dukungannya terhadap perkembangan teknologi di kota yang dipimpinnya. Dalam kesempatan tersebut, Basri juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba mobile legend yang diselenggarakan oleh Intynet sejak 1 Juni lalu.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung perkembangan teknologi dan digitalisasi di Bontang,” jelasnya.

Ia juga berharap dengan adanya Intynet, masyarakat Bontang, terutama para gamers, dapat semakin berprestasi di kancah internasional.

Lebih lanjut, Dirut Comtelindo, Vicky Firdaus, juga mengungkapkan kebanggaannya atas peluncuran Intynet. Ia harap akan semakin  banyak gamers Bontang yang bisa menuju jenjang internasional.

“Comtelindo, khususnya Intynet, berbangga bisa memberikan solusi inovatif bagi dunia teknologi dan ekosistem digital yang lebih baik di kota Bontang,” ujarnya.

Vicky menambahkan, meskipun sudah ada beberapa provider yang beroperasi, Comtelindo berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam memajukan teknologi di Bontang.

“Kami siap membersamai Kota Bontang untuk menjadi lebih maju, hebat, dan bermartabat,” tambahnya.

Kabid E-Gov Diskominfo, Yudi Pancoro juga hadir, ia mengatakan, peluncuran ini menandai langkah besar bagi Comtelindo dalam memperluas jangkauan layanan internet berkualitas tinggi di Bontang.

“Dengan hadirnya Intynet, diharapkan akses informasi dan komunikasi warga lebih mudah lagi,” tutur Yudi.

Peluncuran Intynet ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan teknologi dan digitalisasi di Bontang, serta mendukung para gamers dan masyarakat untuk lebih berprestasi dan bersaing di level yang lebih tinggi. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Di Bontang ASN Dilibatkan PMT dalam Penurunan Stunting, Sebegitu Genting?

0
Di Bontang ASN Dilibatkan PMT dalam Penurunan Stunting, Sebegitu Genting?
Rahmi Surainah, M.Pd. (ist)

Oleh:

Rahmi Surainah, M.Pd

Alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin

Meningkatnya prevalensi stunting di Bontang menjadi atensi tersendiri bagi pemerintah daerah. Sejumlah upaya pun bakal dilakukan. Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bontang Dasuki mengatakan, penanganan stunting bakal dilakukan by data. Selanjutnya, pihaknya turut menggagas pemberian makanan tambahan (PMT) yang dilakukan oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN). (Bontangpost.id)

PMT oleh ASN tersebut masih berupa gagasan. Evaluasi dilakukan pada tiga bulan pertama, guna mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan tersebut. Jika ada perubahan, maka program serupa akan diterapkan di wilayah kelurahan lain di Bontang.

Dengan melibatkan ASN, yakni penurunan stunting lintas sektor oleh pemerintah daerah menunjukkan upaya penurunan stunting di Bontang tidak kendur. Namun masalahnya bagaimana dengan ASN sendiri apakah mereka mau dan sudah berkecukupan? Solutifkah melibatkan ASN?

Stunting di Bontang Genting

Tingkat stunting semakin tinggi dan pencarian solusi pemerintah pun tidak kendur dan lintas sektor. Dikabarkan prevalensi stunting pada 2023 mencapai 27,4%. Hal itu berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia. Padahal 2022 lalu, angka stunting di Bontang sekitar 21%.

PMT yang dilakukan ASN sebenarnya bukan solusi tepat, meski terlihat sebegitu gentingnya stunting. Banyak faktor penyebab stunting, faktor utama kemiskinan yang tersistem lahir dari ekonomi kapitalisme sekuler. Sebagaimana diketahui Bontang daerah yang kaya. Dikenal sebagai kota industri. Di kota Bontang terdapat sejumlah perusahaan besar di antaranya Badak NGL, Pupuk Kaltim, dan Indominco Mandiri. Di kota ini juga, terdapat salah satu kilang gas alam berbentuk Liquified Natural Gas (LNG) terbesar di dunia.

Tentu ironis bukan angka stunting genting alias naik, padahal kota tersebut kaya. Artinya kekayaan di sana tidak berkorelasi dengan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat khususnya bagi anak-anak yang terkena stunting. ASN yang dilibatkan PMT tentu pendapatan mereka kalah saing dengan pekerja perusahaan tambang. Bisa jadi mereka pun pas-pasan bertahan dalam kehidupan.

Demikianlah konsekuensi yang diterima oleh masyarakat akibat dari tata kelola SDAE yang diserahkan kepada swasta atau asing. Kasus stunting terus naik. Alih-alih menangani akar masalah penyebabnya, pemerintah hanya fokus kepada solusi yang sampai sekarang tidak membuat kasus stunting berhenti.

Selama ini, pemerintah abai akan pemenuhan kebutuhan dasar berupa pangan bagi rakyat. Jangankan gizi, air bersih dan kebutuhan pangan saja masyarakat susah. Akibatnya, banyak rakyat yang kekurangan gizi, termasuk ibu hamil, bayi, dan balita.

Stunting Persoalan Sistem

Stunting memang mendapat perhatian serius dari pemerintah baik daerah maupun nasional termasuk global.  Padahal kalau ditelusuri persoalan stunting merupakan persoalan cabang dari akar kemiskinan, termasuk pola asuh karena pendidikan tidak terjangkau.

Memang pola asuh dan pemenuhan gizi pada anak yang didukung oleh tingkat ekonomi keluarga dan pemahaman pengasuhan terhadap anak tidak semua rumah bisa memenuhinya. Tingkat ekonomi dan pola pengasuhan ini merupakan bagian dari sistem. Sedangkan sistem saat ini membuat orang tua yakni ayah sebagai kepala keluarga pencari nafkah susah dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Ibu pun terpaksa ikut keluar rumah, tidak sedikit melalaikan perannya sebagai isteri dan ibu. Akhirnya, pola asuh anak terbengkalai. Ini baru salah satu dari sistem ekonomi. Belum lagi sistem pendidikan yang tidak memberikan bekal keilmuan sebagai ibu dan ayah dalam mengasuh anak.

Dua sistem di atas merupakan cabang dari sistem kapitalisme yang menyengsarakan rakyat. Kapitalis membuat negeri kaya SDAE namun kemiskinan di mana-mana. SDAE dikeruk untuk asing dan swasta, namun rakyat justru bergelut dengan kemiskinan.

Kemiskinan akan menjadi faktor susahnya keluarga memenuhi kebutuhan hidupnya termasuk akan gizi. Oleh karena itu, penyebab masih tingginya angka stunting sangat kompleks. Paradoks memang Indonesia khususnya Kaltim dan Bontang dengan berlimpah kekayaan SDAE justru anak-anaknya mengalami stunting. Padahal, pemenuhan kebutuhan pokok yang murah dan tersedia serta berkualitas adalah tanggung jawab negara.

Negara harus menyelesaikan persoalan mendasar agar tidak terjebak pada persoalan teknis dan cabang. Tidak cukup dengan melibatkan lintas sektor cakupan ASN tanpa support sistem negara. Individu, keluarga masyarakat dan negara harus berperan, sistem kehidupan lain pun harus mendukung agar kebutuhan pokok terpenuhi, gizi pun tercukupi.

Islam Solusi Atasi Stunting

Dalam Islam, anak-anak tidak hanya diperhatikan dalam hal kesehatan tetapi juga jiwa atau kepribadian yang tangguh. Jika fisik saja lemah bagaimana keadaan mental dan jiwa bisa menjalankan ibadah dan amanah kehidupan?

Oleh karena itu, orang-orang yang takut kepada Allah (khususnya orang tua) pasti menyiapkan anak-anak yang kuat, baik sehat fisik maupun mentalnya. Orang tua khususnya ibu akan berusaha mempersembahkan pemenuhan gizi terbaik terhadap anaknya agar terhindar dari stunting.

Stunting merupakan tanggung jawab semua, baik individu, keluarga, masyarakat, dan negara. Jika individu terbatas dalam lingkungan keluarga misalnya keterbatasan ekonomi maka negara harus mengatasinya yakni dengan menyejahterakan keluarga. Pencegahan dan penyelesaian stunting perlu andil negara. Negara harus memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya untuk rakyat sehingga stunting bisa dicegah.

Ketentuan Islam mengharuskan pemimpin menjadikan rakyat sebagai tuan yang harus dipenuhi kebutuhannya. Sumber daya alam dan energi harus dikelola oleh negara dan diperuntukkan bagi seluruh rakyatnya. Ketika seluruh rakyat sudah terjamin kebutuhan pokoknya, akses pangan bergizi menjadi hal yang mudah dipenuhi. Maka tidak akan ada lagi ditemui kasus stunting yang diakibatkan oleh kemiskinan yang tersistem.

Negara tidak akan tersibukkan dengan perkara teknis dan cabang, karena persoalan akar stunting sudah diselesaikan. Dengan Islam persoalan genting stunting akan berakhir, generasi pun tumbuh sehat lahir dan batinnya.

Wallahu’alam…

Pesan Wali Kota di Pelepasan Siswa TK Darul Furqon: Anakku Jangan Berhenti Belajar, Dunia Penuh Pengetahuan Menarik!

0
Pesan Wali Kota di Pelepasan Siswa TK Darul Furqon: Anakku Jangan Berhenti Belajar, Dunia Penuh Pengetahuan Menarik!
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat sambutan. (Ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase mendatangi pelepasan dan syukuran Pentas Akhir Tahun TK Darul Furqon, yang berlangsung di Aula Dispopar, Minggu (2/6/2024).

Kegiatan ini bukan hanya sekedar perayaan akhir tahun ajaran, akan tetapi juga merupakan momen berharga untuk mengenang perjalanan anak-anak selama berada di TK Darul Furqon.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menyampaikan, bahwa anak-anak telah belajar membaca, menulis, berhitung, bernyanyi, menari, dan berbagai keterampilan lainnya, yang akan menjadi bekal mereka dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Anak-anakku jangan pernah berhenti belajar, dunia penuh dengan pengetahuan menarik. Jangan takut bermimpi dan berusaha meraih cita-cita, serta menjadi anak yang berbakti pada orang tua,” ucapnya saat sambutan.

Di kesempatan yang sama, Basri Rase mengucapkan terima kasih kepada ustad dan ustazah TK Darul Furqon, atas dedikasi dan pengabdian mereka, yang telah mendidik anak-anak dengan baik.

“Terus dukung dan dampingi anak-anak kita dalam belajar, ciptakan lingkungan yang kondusif, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” tutupnya. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Ujian Kenaikan Tingkat INKAI, Wali Kota Ingin Tak Sekedar Formalitas Tapi Dapat Kembangkan Kompetensi

0
Ujian Kenaikan Tingkat INKAI, Wali Kota Ingin Tak Sekedar Formalitas Tapi Dapat Kembangkan Kompetensi
UKT Inkai Bontang. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase menghadiri pembukaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kota Bontang, di Aula SD Vidatra Minggu (2/6/24).

Acara ini juga dihadiri Ketua MSH Kaltim Sunaryo, Ketua INKAI Kaltim, Sukardi, Ketua INKAI Bontang, Imam Zainal, Ketua Forki Bontang, Bagyo Priyono.

Basri merasa bangga dan terhormat bisa hadir di tengah-tengah para pengurus INKAl Kota Bontang, ia juga melihat anak-anak di sana yang memiliki semangat yang luar biasa.

“Saya memberikan dukungan sepenuhnya terhadap kegiatan-kegiatan INKAl yang ada di Kota Bontang ini,” katanya.

Ia menyampaikan pada anak yang melaksanakan ujian kenaikan tingkat, itu bukan hanya sekadar seremonial dan bukan hanya sekedar formalitas, tapi sebuah perjalanan penting dalam rangka pengembangan kompetensi sebagai seorang karateka.

Intinya adalah olahraga apapun itu, kalau kita pantang menyerah dan disiplin serta mengikuti seluruh arahan daripada pelatih. Oleh karena itu diharapkan cita-cita mereka dapat diraih jika bekerja keras, disiplin dan pantang menyerah.

Ia juga yakin dikemudian hari mereka dapat menjadi karateka yang membanggakan Bontang, provinsi, maupun nasional

“Kita harus punya mimpi, kalau orang lain mampu, kenapa kita tidak bisa, kalau orang lain itu bisa juara kenapa kita tidak bisa,” katanya

Basri juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada semua peserta ujian, sambil berterima kasih kepada para ketua INKAI provinsi, rombongan, serta pengurus INKAl Kota Bontang atas dukungannya.

Dia berharap agar kerjasama dan komunikasi antar pihak semakin baik ke depannya, sehingga program-program INKAI dapat disinkronkan untuk melakukan pembinaan yang lebih efektif terhadap para karateka masa depan. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Jaga Kebugaran Tubuh, Basri Ikut Senam Keliling di Kelurahan Gunung Elai

0
Jaga Kebugaran Tubuh, Basri Ikut Senam Keliling di Kelurahan Gunung Elai
Kegiatan senam bersama warga Gunung Elai. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase mengikuti acara senam bersama warga bertema Seruling RT (Senam Rutin Keliling RT) yang diselenggarakan oleh Kelurahan Gunung Elai, Minggu (2/6/24).

Kegiatan Seruling RT kali ini dilaksanakan di RT 18 dan RT 19 Kelurahan Gunung Elai, bertujuan untuk meningkatkan kebugaran warga, menarik partisipasi warga dari berbagai kalangan untuk turut serta dalam rangkaian senam yang digelar secara rutin.

Dengan semangat kebersamaan, warga bergembira bergerak bersama dalam senam yang dipandu oleh instruktur yang berpengalaman. Basri menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kelurahan Gunung Elai, dalam menggelar kegiatan Seruling RT.

Dia juga mengajak seluruh warga untuk aktif berpartisipasi, dalam kegiatan olahraga yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan pikiran.

“Kita harus tetap menjaga kesehatan diri, karena ini juga untuk jangka panjang diri kita sendiri,” tuturnya.

Kehadiran tokoh masyarakat juga menjadi semangat tersendiri bagi peserta senam, menunjukkan dukungan dan kebersamaan dalam upaya menjaga kesehatan bersama. Kegiatan ini dirangkai pemeriksaan kesehatan gratis bekerjasama dengan Tim Puskesmas Bontang Utara I. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam