Beranda blog Halaman 796

Belum Berubah, Banjir dan Air Bersih Masih Prioritas di Musrenbang RKPD

0
Belum Berubah, Banjir dan Air Bersih Masih Prioritas di Musrenbang RKPD
Wali Kota Bontang, Basri Rase (Syakurah)

BONTANG – Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2024 dilaksanakan Selasa (21/3/23) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Musrenbang RKPD masih memprioritaskan penanganan banjir juga air bersih, yang merupakan masalah menahun di Kota Bontang.

Pemkot Bontang telah merencanakan pembangunan polder di Kelurahan Gunung Telihan. Hal itu disebabkan banjir di Bontang seringkali bukan hanya karena air pasang, tetapi juga karena adanya kiriman air.

Pembangunan waduk di Kelurahan Kanaan juga merupakan salah satu upaya mengurangi banjir kiriman. Sehingga, nantinya waduk dan polder dapat mengurangi kiriman air ke Kota Bontang.

Selain itu, pembangunan bendali di Desa Suka Rahmat turut mengendalikan banjir hingga 40 persen.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa debit air di Kota Bontang masih kurang sebanyak 180 liter per detik. Oleh sebab itu diharapkan, provinsi segera menyelesaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional di Marangkayu.

“Saya harap dengan itu, bisa menjadi solusi kelangkaan sumber air di Bontang,” harap Wali Kota Bontang, Basri Rase.

Basri juga mengatakan, komitmen keseriusannya untuk pemkot yang didukung bantuan dari provinsi, sehingga rencana ini dapat dilaksanakan semaksimal mungkin.

“Pemkot Bontang berkomitmen untuk lebih serius mengatasi masalah banjir dan persediaan air di Kota Bontang,” tutupnya. (adv/sya)

Sempat Ditunda, Puskesmas Perbantuan di Guntung dan Bontang Kuala Kembali Diusulkan

0
Sempat Ditunda, Puskesmas Perbantuan di Guntung dan Bontang Kuala Kembali Diusulkan
Sekertaris Dinkes Bontang, Jainuddin. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Pembangunan puskesmas pembantu kembali diusulkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang. Wilayah yang disarankan adalah di Kelurahan Guntung dan Bontang Kuala pada APBD Tahun 2024.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekretaris Dinkes Bontang, Jainuddin pada awak media saat ditemui di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (20/3/2023).

Dikatakan, langkah ini dilakukan untuk memudahkan warga daerah pesisir yang sakit atau dalam keadaan darurat, “Kalau di Guntung itu kan dekat dari Pulau Gusung, jadi mereka bisa berobat di situ sama halnya dengan Bontang Kuala warga Malahing juga dekat,” jelasnya.

Sebelumnya, rencana itu batal karena dianggap waktu yang terlalu singkat untuk serapan anggaran, padahal rencana pembangunan itu sudah  masuk dalam tahap perencanaan dan telah dianggarkan.

Rencana tersebut telah diajukan pada APBD perubahan tahun 2022 lalu, dengan anggaran Rp 2,5 miliar, sedangkan Bontang Kuala senilai Rp 1,7 miliar.

“Kita sudah ajukan kemarin, namun karena ada recofusing anggaran akhirnya mundur ke September 2022. Jadi kami memilih untuk tidak merealisasikan, karena waktunya terlalu mepet takut tidak terkejar kalau tetap dipaksa pengerjaannya,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika puskesmas perbantuan di Guntung pihaknya telah mengajukan bantuan kepada PT Pupuk Kaltim.

“Kami berharap puskesmas yang di Guntung itu bisa dibantu dari PKT. Tapi pengajuannya masih belum jelas, terakhir katanya masih di manajemen,” ungkap Jainuddin. (sya)

Pimpin Upacara Bendera di SDN 001 Bonsel, Babinsa Tanjung Laut Beri Pesan Begini ke Siswa!

0
Pimpin Upacara Bendera di SDN 001 Bonsel, Babinsa Tanjung Laut Beri Pesan Begini ke Siswa!
BabinsaTanjung Laut, Serka Dwi Siswanto saat menjadi irup. (ist)

BONTANG  – BabinsaTanjung Laut, Serka Dwi Siswanto menjadi instruktur upacara (irup) pada upacara pengibaran bendera merah putih di SDN 001 Bontang Selatan (Bonsel), Kelurahan Tanjung Laut, Senin (20/3/2023).

Ada pemandangan tak biasa saat upacara bendera di SDN 001 Bonsel. Upacara yang biasa dipimpin oleh guru ataupun kepala sekolah, namun saat itu dipimpin tentara.

Serka Dwi Siswanto dipercaya menjadi irup. Bahkan kehadiran babinsa tersebut memantik semangat maupun motivasi para guru serta pelajar. Semakin antusias mengikuti upacara pengibaran bendera.

Dalam amanatnya, Serka Dwi Siswanto mengimbau para pelajar agar lebih meningkatkan kedisiplinan dan menjaga kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan. Tidak mengesampingkan sikap patuh serta taat terhadap aturan sekolah, hingga nasihat–nasihat para guru.

“Sebagai pelajar fokuslah belajar lebih rajin dan giat lagi, demi menggapai cita–cita. Perjalanan adik–adik masih panjang, raihlah hasrat setinggi mungkin, agar jadi kebanggaan orang tua. Patuhilah guru dan hargai sesama teman, agar lingkungan sekolah menjadi nyaman,” imbaunya.

Tidak luput pula menyematkan pesan ataupun penekanan, agar para siswa–siswi menghilangkan sikap arogansi. Menghindari kenakalan lainnya yang dapat merugikan diri sendiri bahkan mencoreng citra nama sekolah.

“Bapak berharap semua untuk tidak berkelahi, melawan guru, apalagi coba–coba menggunakan narkoba. Sekali coba akan sulit lepas. Muaranya akan merusak masa depan, bahkan bisa berujung kematian. Kurangi bermain game online, agar jadi generasi yang bersih dan sukses,” pungkasnya. (Pendim Btg)

Kenapa Jatah Kuota Solar Subsidi Tahun 2022 Tidak Habis? Begini Jawaban Pertamina!

0
Kenapa Jatah Kuota Solar Subsidi Tahun 2022 Tidak Habis? Begini Jawaban Pertamina!
Pengisian solar di SPBU Kopkar PKT. (Syakurah)

BONTANG – Pernyataan BPH Migas bahwa Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar Bontang di Tahun 2022 lalu tidak mampu dihabiskan SPBU di Kota Taman, menjadi pertanyaan Anggota DPRD Bontang.

Hal itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pimpinan dan Anggota DPRD Bontang bersama Kapolres Kota Bontang, Sales Branch Manager III Kalimantan Timur-Utara (Kaltimut) PT Pertamina, Pimpinan SPBU Tanjung Laut, terkait ‘Kebijakan Pemerintah Kota Bontang yang melarang kendaraan besar untuk mengisi BBM bersubsidi jenis solar di SPBU Tanjung Laut,” Senin (20/3/2023) kemarin di Gedung DPRD Bontang.

Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam menceritakan, bahwa Pemkot dan DPRD Bontang telah datang ke BPH Migas. Hal ini sebagai aksi nyata dalam mewujudkan keinginan naiknya kuota solar subsidi.

“Kami bersama Pemkot Bontang sudah menemui BPH Migas,” ujar Rustam.

Terdapat pertanyaan besar dari hasil pertemuan itu. Rustam menceritakan, jika BPH Migas masih melakukan evaluasi. BPH Migas belum bisa menambah kuota, lantaran menurut mereka kuota tahun 2022 yang diberikan tidak mampu dihabiskan.

“Kata BPH Migas kuota tahun 2022 saja masih sisa, bagaimana mau ditambah lagi,” bebernya.

Hal itulah yang menjadi tanda tanya bagi Rustam dan anggota DPRD yang lain. Mengapa jatah 17.771 kiloliter masih bisa tersisa, padahal antrian selalu panjang?

“Ada yang salah dengan hal ini. Masa antrian selalu panjang tapi kuota gak habis. Baru antri 2 jam sudah teriak solar habis,” imbuh Anggota Komisi I DPRD Bontang, Raking menimpali pernyataan Rustam.

Menjawab pertanyaan tersebut, Robi Kurniawan, Sales Branch Manager III Kalimantan Timur-Utara (Kaltimut) PT Pertamina mengatakan ada kesalahpahaman dalam masalah ini.

Diketahui, realisasi penyaluran solar berdasarkan Diskop-UKMP tahun lalu mencapai 17.200 kiloliter dari total 17.771 kiloliter. Sehingga, masih tersisia 57 kiloliter.

Permasalahannya ada pada perubahan jatah kuota yang terjadi di akhir-akhir tahun.

Dikatakannya, bagi SPBU waktu tersebut terlalu mepet. Sementara jumlah SPBU di Bontang hanya 4 yang aktif, sedangkan 1 SPBU lagi kondisinya kembang kempis. Ditambah lagi kapasitas tanki yang dimiliki SPBU terbatas. Hal ini yang menyebabkan SPBU tidak mampu menghabiskan jatah kuota solar subsidi tahun 2022 lalu.

“Beda lagi kalau misalkan perubahan kuota itu terjadi di awal-awal tahun. Tentu kita akan mudah membaginya dan menghabiskannya,” beber Robi.

“Saya juga heran kenapa BPH Migas bisa mengatakan hal itu,” imbunya.

Karena itu, pihaknya juga masih menunggu hasil evaluasi dari BPH migas.

“Harapan kita bersama dengan Pemkot dan DPRD Bontang, paling tidak kuota solar subsidi tahun 2023 ini sama dengan tahun lalu. Itu harapan kita,” harapnya.

Diketahui, BPH Migas memberikan kuota BBM bersubsidi jenis solar di Bontang tahun 2022 kemarin sebanyak 17.771 kiloliter. Namun di tahun 2023 ini, kuota solar turun menjadi 15.789 kiloliter. Artinya, ada pengurangan hingga 1.468 kiloliter atau 12 persen. (al)

Pemkot–DPRD Perjuangkan Naiknya Kuota Solar Subsidi, Begini Upayanya!

0
Pemkot–DPRD Perjuangkan Naiknya Kuota Solar Subsidi, Begini Upayanya!
RDP Pimpinan dan Anggota DPRD Bontang bersama Kapolres Kota Bontang, Sales Branch Manager III Kalimantan Timur-Utara (Kaltimut) PT Pertamina, dan Pimpinan SPBU Tanjung Laut. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemkot dan DPRD Kota Bontang saat ini tengah memperjuangkan kenaikkan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersusbsidi jenis solar di Kota Bontang. Lantaran di tahun 2023 ini jatah kuota solar bersubsidi Bontang mengalami penurunan.

Hal itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pimpinan dan Anggota DPRD Bontang bersama Kapolres Kota Bontang, Sales Branch Manager III Kalimantan Timur-Utara (Kaltimut) PT Pertamina, Pimpinan SPBU Tanjung Laut, terkait ‘Kebijakan Pemerintah Kota Bontang yang melarang kendaraan besar untuk mengisi BBM bersubsidi jenis solar di SPBU Tanjung Laut,” Senin (20/3/2023) kemarin di Gedung DPRD Bontang.

Diketahui, BPH Migas memberikan kuota BBM bersubsidi jenis solar di Bontang tahun 2022 kemarin sebanyak 17.771 kiloliter. Namun di tahun 2023 ini, kuota solar turun menjadi 15.789 kiloliter. Artinya, ada pengurangan hingga 1.468 kiloliter atau 12 persen.

Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam menceritakan, bahwa aksi nyata yang telah dilakukan Pemkot dan DPRD Bontang dalam mewujudkan naiknya kuota solar subsidi, adalah dengan menemui BPH Migas. Hal itu sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

“Kami bersama Pemkot Bontang sudah menemui BPH Migas,” ujar Rustam.

Hasil dari pertemuan tersebut dirinya menceritakan, jika BPH Migas masih melakukan evaluasi. BPH Migas belum bisa menambah kuota, lantaran menurut mereka kuota tahun 2022 yang diberikan tidak mampu dihabiskan.

“Kata BPH Migas kuota tahun 2022 saja masih sisa, bagaimana mau ditambah lagi,” bebernya.

Hal itulah yang menjadi tanda tanya bagi Rustam dan anggota DPRD yang lain. Mengapa jatah 17.771 kiloliter masih bisa tersisa, padahal antrian selalu panjang?

“Ada yang salah dengan hal ini. Masa antrian selalu panjang tapi kuota gak habis. Baru antri 2 jam sudah teriak solar habis,” imbuh Anggota Komisi I DPRD Bontang, Raking menimpali pernyataan Rustam.

Sementara itu, Robi Kurniawan, Sales Branch Manager III Kalimantan Timur-Utara (Kaltimut) PT Pertamina mengapresiasi langkah Pemkot dan DPRD Bontang dalam menemui BPH Migas untuk mengatasi persoalan kuota solar subsidi ini.

Dikatakannya, dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim baru Berau dan Bontang yang datang ke BPH Migas. Guna mengatasi turunnya jatah kuota solar subsidi yang juga dialami beberapa daerah lain di Kaltim. Seperti di Kutim, Tenggarong, dan Samarinda.

“Tidak sia-sia karena keluhan ini akan dinotice. Kami akan tindaklanjuti hasil dari pertemuan itu,” ujarnya menjawab pertanyaan tersebut. (al)

237 Kasus TBC Anak di Tahun 2022, Meroket Dibanding Sebelumnya

0
237 Kasus TBC Anak di Tahun 2022, Meroket Dibanding Sebelumnya
Seminar Pencegahan TBC 2023. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Dalam rangka menyambut hari Tuberkulosis (TBC) se-dunia tanggal 24 Maret, Dinkes Bontang mengadakan seminar bertema ‘Ayo bersama akhiri TBC, Indonesia bisa.’ Seminar pencegahan TBC pada anak diadakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (20/3/23).

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui udara. Kemenkes RI menunjukkan bahwa angka pasien TB anak sebanyak 63.111 kasus, untuk Kota Bontang sendiri kasus TB anak pada tahun 2021 sebanyak 81 anak dan tahun 2022 naik menjadi sekitar 237 kasus anak.

Indonesia berada di peringkat kedua dengan kasus TBC terbanyak di dunia, dengan peringkat pertama adalah India.

“Di awal tahun 2023 ini di bulan Januari sampai Februari tercatat 24 kasus TB anak yang ditemukan dan diobati,” ungkap Muhammad Ramsi, Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Bontang.

Walaupun TBC mudah menular dan menyebabkan kematian, namun penyakit ini dapat disembuhkan dengan meminum obat secara teratur sampai benar-benar dinyatakan sembuh oleh dokter, sehingga bisa memutus rantai penularan TBC.

Jika tidak teratur minum obat, penderita TBC akan sulit sembuh. Resiko menularkan dan bisa menjadi resisten terhadap obat, sehingga pengobatan akan menjadi lebih lama.

“Kalau sudah tidak teratur, pengobatan bisa sekitar 18 sampai 24 bulan. Dibanding dengan TBC yang resisten obat, lama pengobatan sekitar 6 sampai 9 bulan,” jelas Dokter Arlita Putri, narasumber dari RSUD Tamam Husada.

Selain paru-paru, TBC dapat mengenai organ tubuh lainnya, seperti otak, kulit, tulang, jantung, usus, ginjal dan hati. Sehingga, vaksin Bacillus Calmette Guerin atau BCG adalah vaksin yang memberikan perlindungan terhadap infeksi TBC. Baik diberikan pada anak saat masih bayi.

“Vaksinasi 80 persen dapat mencegah TBC berat pada anak,” imbuh Arlita.

Dilanjutkan, jika anak terkena TBC, ada baiknya orang tua juga harus melakukan pemeriksaan kemungkinan TBC, sehingga rantai penularan dapat terputus. (sya)

Asisten II: Perangi TBC Laiknya Covid-19!

0
Asisten II: Perangi TBC Laiknya Covid-19!
Seminar memperingati hari TBC se-dunia di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang melaksanakan seminar bertema ‘Ayo bersama akhiri TBC, Indonesia bisa.’ Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Tuberkulosis (TBC) se-dunia, Senin (20/3/23) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Wali Kota Bontang, Basri Rase diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Lukman menyampaikan bahwa TBC merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui udara.

“TB pada anak biasanya tertular dari kontak erat orang dewasa dengan pemeriksaan dahal positif,” jelasnya.

Adapun faktor resiko yang berperan penting dalam penularan TB yaitu, status gizi dan status imunisasi BCG yang biasanya diberikan saat masih bayi. Sumber penularan baik dalam atau sekitar rumah juga lingkungan terdekat lainnya, misalnya taman bermain, dan sekolah.

Dijelaskan lebih lanjut, menurut WHO (2020) dalam global tuberkulosis pada anak dapat menyebabkan terjadinya gangguan tumbuh kembang dan berisiko stunting, karena status gizi yang buruk, bahkan sampai pada kematian.

Melakukan investigasi kontak adalah salah satu cara menemukan pasien TB secara aktif, termasuk TB pada anak. Upaya ini dilakukan berbasis keluarga dan masyarakat, melalui kegiatan investigasi kontak pada anak yang kontak erat dengan pasien TB.

“Jadi sistem penularan ini sama seperti covid kemarin. Penyebaran virus melalui udara. Karena kita sudah berhasil melawan covid, kita harus memerangi TBC sama seperti covid ini, agar tidak ada lagi korban meninggal karena TBC,” harapnya.

Siapa saja dapat terserang TBC, tidak peduli laki-laki atau perempuan, tua atau muda bahkan anak-anak dapat terinfeksi. Untuk terhindar dari TBC, dianjurkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta makanan bergizi, etika batuk yang benar dan tetap menggunakan masker jika batuk.

“Untuk penanganan penderita positif TBC, pemerintah memberikan obat secara gratis yang bisa didapat di puskesmas terdekat,” bebernya. (adv/sya)

Harga Komoditas di Pasar Tradisional Melonjak Jelang Ramadan

0
Harga Komoditas di Pasar Tradisional Melonjak Jelang Ramadan
Monitoring komoditas di Pasar Taman Rawa Indah (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) bersama DPRD Bontang mulai melaksanakan monitoring harga di Pasar Taman Rawa Indah, Senin (20/3/23).

Hal ini disebabkan naiknya harga komoditas di beberapa pasar tradisional. Harga melonjak karena tingginya permintaan masyarakat menjelang Bulan Ramadan.

Kepala Bidang Koperasi Diskop UKMP Bontang, Nur Hidayah mengatakan, untuk solusi sementara adalah dengan menggelar pasar murah. Rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan Ramadan, bersama-sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3).

“Nanti, dengan menggelar pasar murah pastinya akan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, untuk stok makanan di Kota Bontang tetap akan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Adapun harga komoditas yang mengalami kenaikan, yaitu cabai keriting merah satu kilonya seharga Rp 60 ribu dari harga awal Rp 40 ribu, kemudian cabai rawit Rp 90 ribu dari harga awal Rp 50 ribu, Sedangkan cabai rawit biasa dijual dengan harga Rp 80 ribu, dua kali lipat dari harga normal Rp 40 ribu.

Bahan komoditas yang mengalami kenaikan lainnya, yaitu satu ekor ayam ukuran kecil dijual dengan harga Rp 50 ribu, ukuran sedang Rp 55 ribu, dan ayam berukuran besar Rp 60 ribu.

“Harga beras belum turun, justru semakin naik. Untuk satu kilo beras biasa Rp 12 ribu, beras kualitas medium Rp 13 ribu, dan kualitas premium Rp 16 ribu,” beber Andi salah satu pedagang di Pasar Taman Rawa Indah. (sya)

Polsek Bontang Selatan Peringatkan Toko Emas, Ini Isi Pesannya!

0
Polsek Bontang Selatan Peringatkan Toko Emas, Ini Isi Pesannya!
Kapolsek Bontang Selatan, AKP Abdul Khoiri saat sosialisasi ke toko-toko emas. (ist)

BONTANG – Pasca kejadian pencurian di Toko Emas Bahagia, Jumat (17/3/2023) lalu, pihak Kepolisian Bontang Selatan langsung melakukan tindakan pencegahan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Dengan melaksanakan sosialisasi kepada toko-toko emas yang berada di wilayah hukum Polsek Bontang Selatan.

Kapolsek Bontang Selatan, AKP Abdul Khoiri menjelaskan, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk mengimbau para pemilik toko-toko emas. Mulai dari sekitar Plaza Andhika di Berbas Tengah sampai ke wilayah Pasar Rawa Indah.

“Baru sebagian yang kami imbau,” ujarnya saat ditemui Mediakaltim,com, Senin (20/3/2023) kemarin.

Pihaknya mendatangi satu persatu toko-toko emas tersebut. Lalu mengimbau agar tidak menjual sendirian. Minimal 2 orang yang berjaga saat toko beoperasi.

“Saat kejadian di Toko Emas Bahagia, pemilik berjaga sendirian. Mungkin karena dibuat bingung oleh ketiganya, terjadilah pencurian itu,” ujarnya.

Lalu juga mengingatkan agar memasang CCTV. Lantaran masih ada toko-toko emas yang disambanginya belum memasang CCTV.

“Masih ada salahsatu toko emas di Pasar Rawa Indah yang belum memasang CCTV,” ungkapnya.

Dikatakannya, sosialisasi ini juga dilakukan lantaran saat ini waktu mendekati bulan puasa. Pihaknya mengingatkan agar lebih meningkatkan kewaspadaan. (al)

Toko Emas Bahagia Disatroni Pencuri, Emas Senilai Rp 58 Juta Raib

0
Toko Emas Bahagia Disatroni Pencuri, Emas Senilai Rp 58 Juta Raib
Toko Emas Bahagia jadi sasaran pencuri Jumat kemarin. (ist)

BONTANG – Kawanan pencuri kembali beraksi di Kota Taman, sebutan Kota Bontang, Jumat (17/3/2023) lalu. Kali ini korbannya Toko Emas Bahagia di Jalan Sultan Hasanuddin RT 12 Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya melalui Kapolsek Bontang Selatan, AKP Abdul Khoiri menjelaskan kronologis kejadian.

Pada hari Jumat kemarin menjelang waktu Salat Jumat atau tepatnya pukul 11.30 wita, Toko Emas Bahagia didatangi 3 orang yang bermaksud membeli emas.

“Pemilik toko diminta untuk mengeluarkan kalung emas dari etalase sesuai yang ditunjuk oleh pembeli tersebut,” ujar AKP Khoiri.

Pemilik toko telah banyak mengeluarkan emas sesuai permintaan ketiga orang tersebut. Dengan permintaan tersebut, pemilik toko merasa curiga, lalu karena merasa takut menghubungi anaknya. Meminta untuk menemaninya.

Ketiga orang yang bermaksud untuk membeli emas tersebut pergi setelah dijelaskan, bahwa toko akan tutup karena masuk waktu Jumatan.

“Orang-orang itu mengatakan akan kembali lagi, sekira pukul 16.00 wita,” imbuhnya.

Kemudian ketiganya pergi dari toko. Usai ketiganya pergi, pemilik toko beserta anaknya merapikan dan menyusun emas di etalase. Keduanya mendapati 6 buah kalung emas dengan total berat 64 gram telah raib.

“Pelapor mengalami kerugian Rp 58.880 juta. Atas kejadian tersebut pelapor merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut di Polsek Bontang Selatan,” ungkapnya.

Saat ini laporan tersebut sedang tahap penyelidikan. Pihak kepolisian berencana untuk meminta keterangan dari saksi-saksi, untuk dapat mengetahui identitas dan keberadaan pelaku. (al)