Beranda blog Halaman 795

Mau Masuk Puasa Harga Telur Malah Meroket

0
Mau Masuk Puasa Harga Telur Malah Meroket
Pedagang Telur di Pasar Taman Rawa Indah (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Satu minggu terakhir harga telur kembali melonjak, setelah 2 bulan sebelumnya sempat kembali ke harga normal.

Salah satu penjual telur di Pasar Taman Rawa Indah, Murni mengatakan, sulit mendapatkan keuntungan dari penjualan telur.

Untuk telur kecil sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 55 ribu, kini menjadi 63 ribu, untuk ukuran sedang dari harga Rp 58 ribu menjadi Rp 65 ribu, dan untuk ukuran sedang dari Rp 60 ribu menjadi 68 ribu.

“Kalau jual ukuran kecil biasanya cuma balik modal saja. Selama harga naik, per piring cuma dapat untung 3 sampai 5 ribu, ” jelasnya.

Kenaikan harga telur lagi-lagi membuat warga berpikir ulang untuk membelinya. Ia tidak berani mengambil banyak dari suplier agar telur dapat terjual habis dan tidak busuk.

“Saya ambil biasa 2 kali seminggu, untungnya ada pelanggan tetap, jadi tetap habis. Ada juga yang beli eceran awalnya tidak jadi beli, tapi mau tidak mau kembali,” lanjutnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga pasti terjadi, apalagi sudah mendekati bulan Ramadan. Permintaan telur akan lebih banyak sehingga harga ikut naik. (sya)

Daftar Zakat Fitrah, Maal, dan Fidyah Tahun Ini

0
Daftar Zakat Fitrah, Maal, dan Fidyah Tahun Ini
Rakor Penetapan nilai kadar zakat fitrah, maal, dan fidyah tahun 1444 hijriah dan hisab rukyat penetapan awal Ramadan 1444 hijriah (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Rapat Koordinasi (Rakor) penetapan nilai kadar zakat fitrah, maal, dan fidyah tahun 1444 hijriah dan hisab rukyat penetapan awal Ramadan 1444 hijriah dilaksanakan Rabu (22/3/23), di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bontang.

Tahun 2023 ini zakat fitrah naik mengikuti harga beras di pasaran.

Tahun 2022 lalu, dilihat dari harga zakat terendah sebesar Rp 42 ribu, untuk sedang Rp 48 ribu dan yang tertinggi Rp 52 ribu. Sedangkan tahun 2023 ini, zakat terendah sebesar Rp 50 ribu, sedang Rp 57 ribu dan tertinggi Rp 61 ribu.

Untuk fidyah justru turun. Mulai dari yang terendah di 2022 dari Rp 15 ribu menjadi Rp 10 ribu di 2023, dan yang tertinggi dari Rp 25 ribu menjadi Rp 12 ribu.

“Untuk fidyah turun, karena kalau tahun lalu kita menghitung harga makanan di warung termurah sampai termahal. Tahun ini kita pakai beras, jadi kita menghitung sesuai harga beras per kilogram di pasaran,” jelas Yarkani, Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf Kemenag Bontang.

Dilanjutkan, untuk kepemilikan emas batangan 24 karat minimal 85 gram dengan total harta mencapai Rp 95.200 juta baru akan diwajib kan membayar sebanyak 2.5 persen dengan jumlah Rp 2.380 juta.

“Kalau masih di bawah itu tidak wajib, walaupun bedanya misalnya hanya Rp 100 ribu, dan emas perhiasan ini tidak dihitung ya,” tambahnya.

Sementara itu, hisab rukyat penetapan awal Ramadan mengikuti dari pemerintah pusat, yang berarti Kamis (23/3/23) besok, masyarakat Bontang sudah dapat melaksanakan ibadah puasa.

Muhammad Hamzah, Kepala Kemenag Bontang berharap masyarakat dapat mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan oleh negara, “Mudah-mudahan ini dapat menjadi panduan bagi masyarakat Bontang sebagaimana berzakat sebaik-baiknya” tutupnya. (sya)

Pasangan Suami Istri di Guntung Kompak Edarkan Sabu

0
Pasangan Suami Istri di Guntung Kompak Edarkan Sabu
Pelaku sudah diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Pasangan suami istri ditangkap Anggota Sat Resnarkoba Polres Bontang di rumahnya di Jalan Tari Enggang, Gang Kanjar, Kelurahan Guntung, Selasa (21/3/2023) malam kemarin tepatnya pukul 19.10 Wita. Pelaku berinisial PR dan S itu diduga menyalahgunaan dan mengedarkan narkoba jenis sabu.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastya melalui Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono mengatakan, yang tertangkap pertama adalah sang istri PR. Namun karena perbuatan sang istri sepengetahuan suami S, ditambah hasilnya digunakan bersama, maka S ikut digelandang ke Mako Polres Bontang.

Kejadian penangkapan berawal dari informasi terkait peredaran narkoba di wilayah Guntung, yang diterima kepolisian dari masyarakat Guntung. Sekira 1 Minggu sebelum penangkapan.

Kemudian pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Diperoleh informasi jika tersangka menjual dan mengedarkan narkotika jenis sabu.

Informasi tersebut ditindak lanjuti dengan menangkap tersangka PR pada Selasa malam kemarin.

“Saat itu tersangka PR keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy KT-3858-SO warna putih,” ujar Iptu Mandiyono.

Sesaat setelah penangkapan dilakukan penggeledahan di dashbor sepeda motornya. Ditemukan 1 buah botol permen di dalamnya, terdapat 4 bungkus plastik diduga berisi narkotika jenis sabu dibungkus kertas tisu.

“Tersangka dibawa ke rumahnya dan dilakukan penggeledahan,” imbuhnya.

Di dalam kamar ditemukan di lemari, barang bukti berupa 19 bungkus plastik diduga berisi narkotika jenis Sabu dalam dompet warna hitam, 1 buah bong/alat hisap, timbangan digital beserta barang bukti lainnya.

Menurut tersangka PR, sabu tersebut diperoleh dengan cara dikirim bersama paket barang melalui jasa mobil travel dari seseorang di Samarinda. Tindak pidana narkotika yang dilakukan PR tersebut sepengetahuan suaminya  S.

Uang hasil penjualannya digunakan bersama-sama untuk keperluan sehari-hari, karena yang bersangkutan tidak bekerja.

Selanjutnya kepada saksi dan tersangka ditunjukkan barang bukti yang ditemukan. Tersangka mengakui jika barang bukti yang ditemukan tersebut adalah miliknya. Tersangka dan barang bukti dibawa ke Mako Polres Bontang untuk dilakukan penyidikan.

“Keduanya dijerat dengan pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (al)

Anak Hilang di Depan SMA YPK Sudah Dipertemukan dengan Orangtuanya

0
Anak Hilang di Depan SMA YPK Sudah Dipertemukan dengan Orangtuanya
Bocah laki-laki dan ayahnya (2 dari kanan) foto bersama Aipda Bambang (3 dari kanan) dan securty KJS. (Ist)

BONTANG – Ramai beredar di media sosial video anak hilang yang ditemukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Belimbing, Aipda Bambang Soemantri.

Hal itu dibenarkan oleh Aipda Bambang saat dikonfirmasi oleh Mediakaltim.com, Rabu (22/3/2023).  Namun dijelaskannya, bahwa sang anak sudah dipertemukan dengan orangtuanya.

Diceritakan Aipda Bambang, bocah laki-laki berusia 5 tahun itu ditemukannya saat melintas di depan Gedung SMA YPK, Jalan S Komplek PC VI PKT sekira pukul 8.30 wita.

“Anak itu sedang duduk di bawah pohon lagi nangis. Karena saya curiga maka saya datangi. Tapi anak ini gak bisa ngomong terus-terusan nangis,” ujarnya.

Kemudian dirinya menghubungi security KJS sebagai pihak keamanan di perumahan PC VI PKT. Lalu menghubungi pula forum RT Kelurahan Belimbing dan pihak-pihak terkait. Untuk menginformasikan keberadaan orangtua si anak.

Setelah informasi tersebut menyebar, sekira pukul 09.30 wita orangtuanya datang mengambil anaknya. Rupanya kediaman orangtuanya tidak jauh dari tempat anak itu ditemukan, yaitu di Jalan Melati PC VI PKT.

Katanya, berdasarkan penuturan orangtuanya, si anak keluar rumah tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya.

Saat itu ibunya ingin pergi berbelanja ke Pasar Telihan. Sementara si anak ditinggal bersama ayahnya. Namun tanpa diketahui keduanya si anak keluar rumah mengejar ibunya yang sudah berangkat ke pasar. Sementara si ayah sedang di dapur membuat kopi.

“Ayahnya tidak tau kalau anaknya keluar rumah. Dipikir ayahnya si anak ikut ibunya belanja ke pasar,” ungkapnya. (al)

Cegah Stunting dengan Islam, Begini Caranya!

0
Cegah Stunting dengan Islam, Begini Caranya!
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Hampir tujuh juta anak dan 180 ribu di antaranya terancam meninggal akibat stunting. Angka stunting masih berada persentase 24,4%. Oleh karenanya, PKK Kota Bontang launching program gerakan makan ikan untuk cegah stunting.

Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase mengapresiasi inovasi PKK Kelurahan Gunung Elai, yang membuat brownis berbahan dasar tepung ikan lele. Hal itu disampaikan saat menghadiri launching program gerakan makan ikan untuk cegah stunting. Diadakan oleh Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Gunung Elai di Balai Pertemuan Umum (BPU) RT 9, Senin (6/3/23). (radarbontang.com)

Warga Bontang sangat kreatif dalam membuat makanan maupun cemilan berbahan dasar ikan. Dengan brownis tersebut harapannya anak-anak tidak bosan dengan makanan yang itu-itu saja, meski patut dipertanyakan, apakah memanfaatkan ikan yang diolah menjadi berbagai makanan bisa mencegah stunting?

SDA Melimpah, Tetapi Banyak Anak Kurang Gizi

Paradoks problem anak stunting dan kurang gizi terjadi di negeri berlimpah kekayaan sumber pangan dan energi. Negeri ini memang kaya SDA, tetapi miskin pemimpin amanah yang bertanggung jawab menyejahterakan rakyatnya. Terbukti, angka stunting terus meningkat akibat penerapan kapitalisme saat ini.

Guru Besar Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Purwiyatno Haryadi, M.Sc. pernah mengatakan, “Dari sisi kesehatan, bagaimana bisa mengatasi stunting melalui bidang keamanan pangan, seperti kurangnya infrastruktur air bersih? Produksi pangan yang tidak sesuai kaidah cara produksi pangan yang baik (CPBB) menjadi tantangan keamanan pangan di Indonesia.” (Republika).

Pemerintah tidak memastikan perlindungan kesehatan publik dengan membenahi standar keamanan pangan nasional. Butuh merevitalisasi posyandu dan penyuluhan untuk pemberian makanan pada ibu hamil agar terpenuhi nutrisinya.

Dan memastikan terpenuhinya makanan setiap individu rakyat. Mustahil stunting bisa teratasi bila terus melakukan penyuluhan untuk mengonsumsi makanan sehat, sedangkan ketersediaan makanannya tidak mencukupi.

SDA negeri ini menjadi bancakan negara-negara penjajah tanpa meninggalkan apa pun untuk rakyat. Yang tersisa hanya penderitaan dan kemiskinan.

Kemiskinan

Ada banyak hal yang menjadi penyebab stunting di Indonesia.  Namun, kemiskinanlah yang menjadi penyebab paling utama. Kemiskinan erat kaitannya dengan kemampuan menyediakan bahan makanan bergizi yang berhubungan langsung dengan kecukupan pemenuhan gizi.

Kemiskinan berpengaruh terhadap akses terhadap layanan pendidikan, yang terkait dengan pola asuh dan pola pemberian makanan yang tepat. Dengan demikian langkah paling tepat untuk mengatasi stunting adalah pengentasan kemiskinan. Atau dengan kata lain, jaminan kesejahteraan adalah kunci penanganan dan pencegahan stunting.

Islam sebagai Solusi

Penyebab stunting adalah karena minimnya kesejahteraan rakyat. Dalam sistem Islam, kesejahteraan rakyat akan dijamin melalui beberapa mekanisme.

Pertama, ditetapkan setiap muslim laki-laki, khususnya kepala rumah tangga, bertanggung jawab bekerja untuk menafkahi keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini akan didukung dengan lapangan pekerjaan memadai yang disediakan negara, sehingga masing-masing keluarga sejahtera, sehingga tercukupi kebutuhan pokok keluarga, anak-anak terpenuhi nutrisinya dan terhindar dari stunting.

Kedua, mendorong masyarakat untuk saling tolong-menolong jika terjadi kesulitan atau kemiskinan yang menimpa individu masyarakat. Keluarga dan tetangga membantu mereka yang berada dalam kondisi kekurangan, yaitu dengan aturan Islam seperti zakat, sedekah, dan lainnya.

Ketiga, Islam menerapkan sistem ekonomi Islam. Dalam hal kepemilikan, baik individu, umum, dan negara, semua diatur untuk kemakmuran rakyat. Negara menjamin kehidupan setiap individu masyarakat untuk mendapatkan sandang, pangan, dan papan yang layak.

Islam mengupayakan agar pertanian dapat ditingkatkan untuk memproduksi kebutuhan pangan. Tidak ada impor pangan yang akan mematikan harga jual masyarakat. Kebijakan pemimpin Islam dalam ketahanan pangan negara dipastikan untuk memenuhi gizi dan nutrisi masyarakat.

Kebijakan Islam adalah politik untuk melayani rakyat, bukan kapitalisasi kepentingan atau keberpihakan pada korporasi. Pemimpin Islam adalah pengurus yang bertanggung jawab atas rakyatnya sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Imam (Khalifah) raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab terhadap rakyatnya.” (HR Ahmad dan Bukhari)

Solusi masalah stunting membutuhkan upaya terstruktur/sistemis yang membutuhkan peranan negara dengan memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan dasar, juga pendidikan dan kesehatan yang gratis juga berkualitas.

Stunting bukan hanya dipandang sebatas kurangnya pengetahuan terhadap pemenuhan gizi, tapi karena kondisi kemiskinan yang memaksa warga ada pada kondisi serba kurang (miskin). Maka, kondisi stunting akan terus ada selama permasalahan miskin ini tidak diatasi.

Semua ini hanya bisa diwujudkan dan diatasi secara tuntas ketika Islam diterapkan secara kaffah (menyeluruh) oleh negara sekaligus dijadikan aturan bagi seluruh bidang kehidupan.

Wallahualam.

Bikin Bingung, Modus Operasi Pelaku Pencurian di Toko Emas Bahagia!

0
Bikin Bingung, Modus Operasi Pelaku Pencurian di Toko Emas Bahagia!
Kondisi display pasca pencurian. Terlihat kotak display kosong dan wadah plastik yang digunakan sebagai modus operasi. (ist)

BONTANG – Modus operasi pelaku pencurian kalung emas di Toko Emas bahagia adalah dengan membuat bingung pemilik toko. Hal itu diungkapkan Rusni, Pemilik Toko Emas Bahagia di Jalan Sultan Hasanuddin RT 12, Berbas Tengah.

Diceritakan Rusni, saat itu ketiga pelaku datang ke tokonya menjelang waktu Salat Jumat. Saat itu masih ada 2 orang pembeli lainnya. Sebelum melayani ketiganya, Rusni diberi isyarat oleh pelaku untuk melayani 2 orang pembeli itu terlebih dahulu.

Ketika mulai melayani ketiga pelaku, Rusni mengaku dibuat bingung. Lantaran ketiganya tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Hanya satu pria yang bisa namun itupun terbata-bata. Sementara 1 pria dan 1 wanita yang lain menggunakan bahasa isyarat.

“Si wanita nunjuk-nunjuk lehernya kasih tau kalau mau lihat kalung,” kata Rusni.

Kemudian si wanita minta keluarkan semua kalung emas yang ada di kotak display yang dia tunjuk. Tambah lagi yang pria menyuruh Rusni mengambilkan kotak plastik. Agar digunakan sebagai wadah menaruh kalung-kalung yang ditunjuk, untuk ditaruh di wadah plastik itu.

“Kotak plastik itu memang saya ambil dan saya pegang kuat-kuat. Semua kalung yang dia tunjuk saya keluarkan dan taruh di kotak plastik itu,” bebernya.

Dirinya juga mengaku bingung kenapa kok mau mengeluarkan semua kalung yang ditunjuk. Padahal selama berjualan tidak pernah seperti itu. Mengeluarkan kalung satu per satu saja jika ada pembeli yang ingin melihat.

“Bingung saya kok bisa saya keluarkan semua kalung yang ada di 3 kotak display itu. 20 tahun saya jualan tidak pernah seperti itu,” ungkapnya.

Saat kejadian memang dirinya benar-benar dibuat bingung. Si wanita berusaha mengaduk-ngaduk kalung di dalam kotak plastik. Diangkat satu persatu lalu dikembalikan lagi ke wadahnya. Sedangkan pria di sebelahnya terus mengajak berbicara.

“Mungkin karena dibuat bingung itu saya gak sadar kalau ternyata 6 kalung emas itu raib dibawa mereka,” sesalnya.

Modus operasi pelaku yang diceritakannya itu ternyata sama yang dilakukan pelaku di kota-kota lainnya. Berdasarkan rekaman CCTV dan informasi dari kerabat dan keluarga-keluarganya di daerah lain, Rusni meyakini aksi pelaku sama persis yang dilakukan di tokonya.

“Saya lihat CCTV aksi mereka sama persis dengan di toko saya kemarin. Pakaiannya pun sama persis,” pungkasnya. (al)

Diduga WNA Timur Tengah, Pelaku Pencurian di Toko Emas Bahagia

0
Diduga WNA Timur Tengah, Pelaku Pencurian di Toko Emas Bahagia
Toko Emas Bahagia sudah mulai berjualan usai kejadian pencurian Jumat lalu. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemilik Toko Emas Bahagia, Rusni menduga ketiga kawanan pencuri kalung emas di tokonya Jumat (17/3/2023) lalu merupakan Warga Negara Asing (WNA). Diduga berasal dari wilayah Timur Tengah.

Dugaan Rusni berdasarkan pada pengamatannya selama kejadian pencurian. Selama kejadian dari awal sampai akhir Rusni memperhatikan cara bicara dan logat pelaku.

Dikatakannya, tiga pelaku tersebut terdiri dari 1 wanita dan 2 pria. Ketiganya tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Hanya satu pria yang paling tinggi di antara mereka, yang bisa berbicara bahasa Indonesia namun itu juga dengan terbata-bata.

“Dari suaranya kedengaran kalau logat-logat Arab yang dipakai,” ujar Rusni saat diwawancara media ini.

Sementara itu seorang pria dan wanita yang lainnya tidak banyak berbicara. Namun hanya menggunakan bahasa isyarat selama kejadian. Seperti menunjuk lehernya untuk menyatakan ingin melihat kalung, dan sebagainya.

“Walaupun pakai isyarat tapi nada suara mereka juga terdengar khas Timur Tengah,” imbuhnya.

Dikatakannya, dirinya juga memiliki rekaman CCTV dari toko sembako di dekat tokonya. Saat itu seorang pria dari ketiga pelaku yang bisa bahasa Indonesia terbata-bata itu, membeli minuman di toko tersebut. Percakapannya dengan kasir toko terekam CCTV. Terdengar logatnya merupakan logat khas Timur Tengah.

“Ada saya punya rekamannya pas dia lama menunggu 2 temannya, trus beli minuman di toko sebelah,” pungkasnya. (al)

Beraksi di Kota Lain, Pelaku Pencurian di Toko Emas Bahagia

0
Beraksi di Kota Lain, Pelaku Pencurian di Toko Emas Bahagia
Screenshoot rekaman CCTV saat pelaku melancarkan aksinya di salahsatu toko emas di Balikpapan. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemilik Toko Emas Bahagia, Rusni meyakini ketiga pencuri emas di tokonya, Jumat (17/3/2023) lalu juga melancarkan aksinya di beberapa daerah di Kaltim. Seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bengalon.

Setelah kejadian itu, dirinya mendapatkan rekaman video CCTV dari keluarganya yang juga penjual emas di Berbas Tengah. Video itu menampilkan tayangan 1 pria dan 1 wanita sedang mencoba membeli emas di sebuah toko di Balikpapan.

“Saya yakin ini orang yang sama dengan pencuri di toko saya. Dari info keluarga saya mereka beraksi di Balikpapan,” ujarnya dengan tegas.

Keyakinan itu lantaran pakaian yang dikenakan pria dan wanita di video tersebut, sama persis dengan pakaian pelaku pencurian di tokonya. Jaket, topi, dan maskernya sama persis menurut Rusni.

Ditambah lagi modus operasinya juga sama. Pelaku menyuruh pemilik toko untuk mengambil kotak plastik. Lalu meminta kalung-kalung emas yang telah dipilih pelaku untuk dimasukkan semua di dalam kotak plastik tersebut.

“Saat kalung sudah dimasukkan kotak, yang perempuan coba mengaduk-aduk kalung seakan-akan memilih yang disukai. Mereka membuat bingung pemilik toko. Saya juga diperlakukan sama,” bebernya menjelaskan modus pelaku.

Saleha, keluarga Rusni yang menemani saat kejadian juga menambahkan, kalau dirinya mendapat info dari saudaranya di Samarinda yang juga penjual emas. Bahwa pelaku tersebut berhasil melancarkan aksinya di daerah Lambung Mangkurat, Samarinda.

“Di Bengalon juga mereka beraksi. Info dari keluarga saya,” ujar Saleha saat mendampingi Rusni ketika diwawancara media ini.

Keduanya menyesalkan kenapa informasi tersebut baru mereka terima pasca kejadian. Jikalau info tersebut diterima sebelum kejadian, kemungkinan mereka bisa mencegahnya.

Saat ini video CCTV dan informasi terkait pelaku sudah disebarkan ke semua kerabat dan keluarga pemilik toko emas. (al)

Diduga Ingin Sasar Tempat Lain Sebelum ke Toko Emas Bahagia

0
Diduga Ingin Sasar Tempat Lain Sebelum ke Toko Emas Bahagia
Screenshoot rekaman CCTV sebelum kejadian pencurian emas di Toko Bahagia. (Yusva Alam)

BONTANG – Sebuah rekaman CCTV menampilkan tayangan detik-detik sebelum kawanan pencuri melancarkan aksinya di Toko Emas Bahagia, Jalan Sultan Hasanuddin RT 12, Kelurahan Berbas Tengah, Jumat (17/3/2023) lalu.

Rekaman video itu diperoleh Rusni, Pemilik Toko Emas Bahagia dari kerabatnya yang juga pemilik Toko Emas H Dona.

Video tersebut diperolehnya lantaran 3 pelaku pencurian emas di tokonya, diduga ingin melancarkan aksinya di Toko Emas H Dona yang posisinya di seberang Toko Emas Bahagia.

Dari rekaman video terlihat, ketiga kawanan yang terdiri dari 1 wanita dan 2 pria bertopi itu hendak masuk ke Toko Emas H Dona.

Saat itu posisi pintu toko terlihat tutup sebagian. Namun ketiganya tetap mencoba masuk ke dalam toko.

Ketiganya berdialog dengan pemilik toko. Namun pemilik toko tetap melarangnya untuk masuk, dan terlihat menyuruh ketiganya pergi ke toko yang lain.

“Memang waktu itu menjelang Salat Jumat jadi banyak toko-toko yang tutup. Toko saya belum tutup karena masih ada orang beli,” ujar Rusni.

Kemungkinan setelah gagal beraksi di Toko Emas H Dona, ketiganya mengarahkan operasinya ke Toko Emas Bahagia. (al)

Mayat Pria Tak Beridentitas Ditemukan Mengambang di Sekitar Pantai Jodoh

0
Mayat Pria Tak Beridentitas Ditemukan Mengambang di Sekitar Pantai Jodoh
Proses evakuasi oleh kepolisian dibantu masyarakat sekitar. (ist)

BONTANG – Sosok mayat pria ditemukan mengapung di Kampung Jawi-Jawi, sekitar Pantai Jodoh, Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Senin (21/3/2023). Mayat yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan seorang nelayan yang akan berangkat melaut.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastye melalui Humas Iptu Mandiyono menjelaskan kronologis kejadian.

Tepat Senin pagi kemarin sekira pukul 07.00 wita, saksi pertama W (38) hendak berangkat melaut mencari ikan. Kondisi saat itu perairan sedang surut.

Di perjalanan, warga Jalan Dermaga Baru, Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak itu tiba – tiba melihat sesosok tubuh mengambang dalam keadaan tengkurap di atas laut di daerah Jawi – Jawi Pantai Jodoh.

“Saksi mendekati mayat dan menunggu kapal nelayan lainnya yang melintas, untuk meminta bantuan agar dapat menarik mayat tersebut ke pinggir dermaga,” ujar Iptu Mandiyono.

Kemudian saksi 2 HU (40) tiba di TKP. Membantu W untuk mengikat korban. Kemudian HU kembali melakukan kegiatan ke empang. Sedangkan W membawa mayat tersebut ke Dermaga Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak.

“Sesampainya di dermaga, masyarakat menginformasikan kejadian tersebut kepada Ketua RT untuk kemudian dilaporkan ke Polsek Muara Badak,” imbuhnya.

Selanjutnya mayat dibawa ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda untuk divisum

“Hingga saat ini tidak ada warga setempat yang merasa kehilangan keluarganya, baik saat memancing atau pergi kerja nelayan,” pungkas Mandiyono. (al)