Beranda blog Halaman 794

Kedapatan Jual Miras di Bulan Puasa, Polres Bontang Sita Ratusan Botol dari 3 Warung Kelontong

0
Kedapatan Jual Miras di Bulan Puasa, Polres Bontang Sita Ratusan Botol dari 3 Warung Kelontong
Polisi mengamankan ratusan miras dari tiga warung kelontong di Bontang. (ist)

BONTANG – Polres Bontang beserta tim gabungan Operasi Pekat Mahakam 2024, melakukan pengungkapan kasus peredaran miras yang diperjual belikan secara ilegal di Bontang, Minggu (17/3/2024) kemarin.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Samapta, AKP Widodo mengatakan, ada tiga warung kelontong yang kedapatan menjual miras tanpa izin. Tim bergerak cepat menuju ke lokasi sekitar pukul 23.10 Wita.

Pertama, tim mendatangi warung yang berada di Jalan KS. Tubun, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara. Warung tersebut ialah milik JH (55).

“Di sini kami telah mendapatkan sebanyak 295 botol miras dan juga 60 kotak obat batuk,” ucapnya.

Selanjutnya, tim mendatangi warung kelontong kedua yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan. Warung tersebut dimiliki oleh Pa (55).

“Di sini ada sebanyak 75 botol miras,” ungkapnya.

Terakhir, tim mendatangi warung yang berada di Jalan Selat Malaka, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan. Warung ini milik Ef (37).

“Ada sebanyak 67 botol miras, serta 120 kotak obat batuk,” paparnya.

Setelah melakukan penyitaan ratusan botol miras, ketiga pemilik warung ditetapkan sebagai tersangka. Seluruh barang bukti miras yang telah diamankan dibawa menuju Mako Polres Bontang.

Ketiga tersangka tersebut dijerat pasal 2 ayat (1) dan pasal 7 ayat (1) Perda Nomor 7 tahun 2002 tentang larangan penertiban, pengawasan dan penjualan minuman beralkohol.

“Dengan membayar denda minimal Rp 250 ribu, dan maksimal Rp 1,5 juta,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Kadir Tappa: Terapkan 4 Pilar Kebangsaan Tumbuhkan Semangat Kebangsaaan!

0
Kadir Tappa: Terapkan 4 Pilar Kebangsaan Tumbuhkan Semangat Kebangsaaan!
Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ke -12 yang dilaksanakan Abdul Kadir Tappa di Hotel Andika. (Darman/Radarbontang)

BONTANG – Sosialisasi wawasan kebangsaan untuk warga Bontang terkait 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika dilaksanakan Jumat (20/12/23) di Hotel Andika, Jalan Hayam Wuruk Bontang.

Sosialisasi ini dilaksanakan oleh Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim, Abdul Kadir Tappa. Kadir Tappa berharap, dengan sosialisasi ini warga Bontang terus mengingat, mendalami, dan mengaplikasikan pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Sosialisasi wawasan kebangsaan ini sangat penting untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat, terutama mengenai empat pilar kebangsaan. Dalam bermasyarakat kita bisa menerapkan keempat pilar tersebut, sehingga menumbuhkan rasa semangat kebangsaan,” ujar Kadir Tappa dalam sambutannya.

Kadir Tappa: Terapkan 4 Pilar Kebangsaan Tumbuhkan Semangat Kebangsaaan!
Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ke -12 yang dilaksanakan Abdul Kadir Tappa di Hotel Andika. (Darman/Radarbontang)

Adapun narasumber pertama, Mustamin Syam menjelaskan, bahwa masyarakat harus diikat dengan pancasila. Dengan pancasila bernegara pun harus memiliki pondasi, agar tidak mudah runtuh. Sesuai dengan sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Dengan kekuatan 4 pilar ini, kita umat manusia yang beragam, di situ kita bisa membedakan mana yang harus dihindari mana yang dilepaskan. Sebagai umat beragama di situ kita diajarkan saling membantu dan gotong royong,” jelasnya.

Kedua, nilai kemanusiaan, yakni menggunakan tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuai sebagaimana mestinya. Dengan adanya kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup.

Ketiga, nilai persatuan, yakni usaha untuk bersatu dalam kedaulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme, serta mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman bangsa Indonesia.

“Kita dididik di tempat dan bahasa berbeda tapi kita punya Bahasa Indonesia agar kita semua bisa bersatu untuk saling berkomunikasi,” jelasnya.

Yang keempat, nilai kerakyatan, pemerintahan bekerja dari rakyat untuk rakyat dengan musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Lalu pancasila terakhir ialah keadilan sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahir dan batin.

“Negara kita yang merupakan negara kesatuan ini, harus kita kembalikan seperti dahulu, dimana pancasila sangat kental, sehingga kita bisa saling tenggang rasa satu dengan yang lain,” tambahnya.

Kemudian narasumber kedua, Gopi Susanto, Analis Ketahanan Ekonomi Kesbangpol Bontang menjelaskan, dalam bernegara harus ada toleransi, yakni sifat atau sikap menenggang, menghargai, membiarkan, memperbolehkan pendirian, pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya yang bertentangan dengan pendirian sendiri.

Selain itu, terdapat hal-hal yang harus dihindari yakni seperti radikalisme yang merupakan paham atau aliran yang radikal dalam politik, atau paham dan aliran yang menginginkan pembaruan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis.

Terakhir, masyarakat harus menghindari ancaman terorisme yang merupakan perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasa teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal.

“Oleh karena itu negara kita harus kuat, agar menangkis ancaman dari luar sehingga kita tidak mudah untuk dipecah belah,” jelasnya. (Dar/adv)

Editor: Yusva Alam

Kolaborasi Dalam Pemulihan Ekosistem dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Kutai

0
Kolaborasi Dalam Pemulihan Ekosistem dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Kutai
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Taman Nasional Kutai, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan PT. Pupuk Kaltim Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). (ist)

JAKARTA – Balai Taman Nasional Kutai, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT. Pupuk Kaltim Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bersepakat membangun kolaborasi yang bertujuan melaksanakan kegiatan pemulihan ekosistem mangrove, ekosistem dipterokarpa serta konservasi keanekaragaman hayati, khususnya jenis-jenis tanaman endemik dan langka.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Balai Taman Nasional (TN) Kutai, Syaiful Bahri, S.Hut., M.Sc. dan Direktur Pengembangan Pupuk Kaltim, Hanggara Patrianta di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta dan disaksikan langsung oleh Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi, Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si.

Kolaborasi Dalam Pemulihan Ekosistem dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Kutai

Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, Pupuk Kalimantan Timur berkomitmen akan mendukung penguatan fungsi Taman Nasional Kutai dalam empat ruang lingkup kegiatan yaitu: pemulihan ekosistem mangrove, pengawetan flora dan fauna, perlindungan dan pengamanan kawasan, serta penguatan kapasitas kelembagaan Balai Taman Nasional Kutai.

Pada kesempatan ini, Ahmad Munawir menjelaskan bahwa ekosistem mangrove adalah salah satu ekosistem yang memiliki peran dan fungsi serta manfaat yang sangat penting dalam hal ekologi, sosial dan ekonomi, karena itu saya sangat menyambut baik kerja sama ini yang salah satu fokus utamanya adalah melakukan pemulihan ekosistem mangrove di TN Kutai.

Kolaborasi Dalam Pemulihan Ekosistem dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Kutai

Beberapa poin penekanan untuk menjadi perhatian kedua belak pihak terutama pada aspek pelibatan masyarakat. Masyarakat sekitar kawasan ekosistem mangrove yang menjadi lokasi kerja sama mesti dilibatkan dan menjadi bagian dalam kegiatan kerja sama ini.

“Poin lain yang perlu menjadi perhatian adalah pentingnya melakukan mapping/pengumpulan baseline data, hal ini untuk mengukur sejauh mana kerja sama ini nantinya telah memberikan dampak positif terhadap kawasan TN Kutai,” urai Ahmad Munawir.

Lewat kerja sama ini, Pupuk Kalimantan Timur secara konsisten menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dan mendukung program pemerintah, salah satunya melalui program Community Forest.

Program ini bertujuan untuk mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati dengan melakukan penanaman bibit di lahan-lahan yang kurang produktif, seperti lahan pesisir, lahan tidur, tambak maupun lahan kering.

Sebagian kegiatan dalam ruang lingkup PKS dengan Balai Taman Nasional Kutai ini merupakan pengejawantahan dari program Community Forest.

Melalui kerja sama ini, ditargetkan jumlah pohon yang akan ditanam mencapai tiga juta pohon mangrove dan lima ratus ribuan tanaman langka endemik.

Kolaborasi Dalam Pemulihan Ekosistem dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Kutai

Lokasi penanaman tersebar, sebagian besar di Resort Pesisir dan Resort Rantau Pulung dengan luas total kurang lebih 925 hektare.

“Selain penanaman, guna melestarikan keanekaragaman hayati flora dan fauna, dalam kegiatan kerja sama ini juga akan melakukan eksplorasi jenis-jenis anggrek endemik TN Kutai. Kegiatan-kegiatan tersebut tentunya juga akan didukung oleh monitoring dan perlindungan fauna di dalam kawasan konservasi, serta bantuan infrastruktur dan peningkatan kapasitas SDM, Kerja sama ini juga tidak hanya menjadi bukti keberlanjutan komitmen awal Pupuk Kaltim untuk menanam 10 juta pohon hingga 2030 mendatang, namun juga sekaligus upaya untuk melindungi daerah pesisir dari abrasi, memulihkan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi,” imbuh Hanggara Patrianta, Direktur Pengembangan Pupuk Kaltim.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh pihak yang terlibat dalam kolaborasi baik ini berharap kegiatan yang direncanakan dalam kerja sama ini akan berjalan lancar dan membawa manfaat yang optimal tak hanya bagi Balai Taman Nasional Kutai dan Pupuk Kaltim, tapi juga untuk pemberdayaan masyarakat dan lingkungan sekitar. (adv)

BPBD Lakukan Pengawasan Rutin Tempat Wisata hingga Lebaran

0
BPBD Lakukan Pengawasan Rutin Tempat Wisata hingga Lebaran
Kepala BPBD, Usman. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) rutin melakukan pengawasan tempat wisata Kota Bontang hingga lebaran nanti.

Kepala BPBD, Usman mengatakan, bahwa pengawasan rutin ini memastikan tidak adanya aktivitas mencurigakan di sekitar area wisata terutama Beras Basah.

“Kami berkoordinasi dengan anggota kami yang patroli di sana sesuai shiftnya” jelasnya kepada redaksi, Jumat (15/3/24).

Diketahui selama bulan puasa Beras Basah tidak ada pengunjung, sehingga mereka hanya melakukan pemantauan sehari-hari. Pihaknya lebih akan mempersiapkan stafnya untuk lonjakan pengunjung yang terjadi saat lebaran nanti.

Ia mengungkapkan, jumlah pengunjung saat lebaran biasanya meningkat hingga 5 ribu pengunjung. Biasanya pada akhir pekan jumlahnya berkisar 800 hingga 1000 pengunjung.

BPBD akan membangun posko selama masa lebaran, hal itu untuk mengantisipasi terjadi sesuatu saat lonjakan pengunjung terjadi.

“Setelah lebaran sampai seminggu ke depan bakal ada staf yang jaga di sana,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bhabinkamtibmas Kelurahan Belimbing Sirami Jalan Tengah Malam, Begini Tujuannya!

0
Bhabinkamtibmas Kelurahan Belimbing Sirami Jalan Tengah Malam, Begini Tujuannya!
Kegiatan Bhabinkamtibmas Kelurahan Belimbing penyiraman jalan di sepanjang jalan Cipto Mangunkusumo, Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG -Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Belimbing, melakukan kegiatan penyiraman di sejumlah jalan. Hal ini dilakukan agar menghindari aksi balap liar yang dilakukan oleh sekelompok remaja.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Belimbing, Briptu Ilham mengatakan, ini kegiatan perdana yang dilakukan oleh Kelurahan Belimbing di bulan ramadan. Penyiraman jalan dilakukan di sepanjang Jalan Cipto Mangunkusumo dan Arief Rahman Hakim, di bawah pimpinan Kasi Trantib dan Lurah Belimbing.

“Karena semakin marak aksi balap liar, maka kami melakukan penyiraman jalan. Sekaligus kami juga melakukan patroli kepada sejumlah pengendara yang melintas,” ucapnya saat diwawancarai, Sabtu (16/3/2024) kemarin.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Belimbing melakukan penyiraman jalan saat keadaan jalan sudah sangat sepi, untuk menghindari jalan yang membuat licin.

“Kami lakukan penyiraman setelah orang pulang tarawih, ketika semua orang sudah waktunya pulang beristirahat. Jika sudah memasuki jam rawan seperti pukul 23.00 hingga 01.00 Wita langsung kami lakukan penyiraman,” paparnya.

Jikapun menemukan adanya aksi balap liar, Bhabinkamtibmas tidak segan-segan akan melakukan tindakan langsung seperti pemanggilan orang tua, guru, dan ada juga pemberian surat pernyataan.

“Jika kami menemukan, pastinya akan kami beri tindakan fisik langsung seperti push up dan sebagainya. Apalagi dengan surat kendaraan yang tidak lengkap, kami langsung serahkan ke bagian lalu lintas. Karena aksi balap liar ini dilakukan remaja yang masih di bawah umur,” ungkapnya.

Kegiatan penyiraman jalan dan patroli ini juga dibantu oleh Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM), Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari TNI. Untuk stok air yang digunakan pun, Bhabinkamtibmas bekerja sama dengan Damkar PKT.

“Ini termasuk patroli gabungan, kami langsung turun ke jalan kurang lebih berjumlah 25 petugas,” tambahnya.

Pihaknya pun menghimbau kepada anak-anak untuk tidak melakukan aksi atau hal-hal yang sangat tidak bermanfaat. Seharusnya di bulan puasa ini, bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.

“Kami berpesan, hindari kumpulan yang tidak ada tujuan. Lebih baik di rumah, dan manfaatkan waktu yang ada,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Nakes di Rumah Sakit Nekat Curi Handphone Rekan Kerjanya Sendiri

0
Nakes di Rumah Sakit Nekat Curi Handphone Rekan Kerjanya Sendiri
Tersangka RAN (23) salah satu warga asal Loktuan, telah diamankan Sat Reskrim Bontang. (ist)

BONTANG – Sat Reskrim Polres Bontang berhasil mengamakan seorang wanita berinisial RAN (23), salah satu warga Loktuan, yang telah mencuri handphone milik rekan kerjanya sendiri di Rumah Sakit Bontang, Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Sabtu (16/3/2024) kemarin, sekitar pukul 23.30 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim, Iptu Hari Supranoto mengatakan, aksi pencurian dilakukan pelaku yang merupakan salahsatu tenaga kesehatan (nakes), saat korban sedang melakukan pengecasan pada handphone miliknya di laboratorium RS.

Tidak berselang lama, saat hendak akan mengambil handphone miliknya ternyata handphone tersebut sudah lenyap, tidak ada di tempat semula.

“Saat melihat handphone korban, tersangka lalu dengan cepat mengambilnya. Kerugian yang dialami korban senilai Rp 13 juta,” ucapnya.

Saat ini, tersangka RA (23) telah diamankan di Mapolres Bontang, untuk melakukan proses secara hukum.

Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian, “Dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bawa Kabur Motor Saudara, Pasutri Warga Tanjung Laut Indah Diringkus Polisi

0
Bawa Kabur Motor Saudara, Pasutri Warga Tanjung Laut Indah Diringkus Polisi
Pelaku pencurian motor telah diamankan di Kapolsek Bontang Utara. (ist)

BONTANG – Pasangan suami istri MAR (25) dan AAZ, warga Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Utara, telah diamankan polisi lantaran membawa kabur satu unit sepeda motor, pada Kamis (14/3/2024), sekitar pukul 19.30 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kapolsek Bontang Utara, Iptu Lukito mengatakan, telah menerima laporan untuk melakukan penyelidikan pelaku pencurian sepeda motor. Dimana pasangan suami istri ini hendak membawa kabur motor curian tersebut ke Penajam Paser Utara (PPU).

Kasus pencurian motor tersebut sudah berlangsung sejak Selasa (12/3/2024) lalu, sekitar pukul 17.35 Wita. Merasa motornya dibawa kabur, korban langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Bontang Utara.

“Korban mengaku, kalau motornya telah dirampas oleh saudaranya sendiri di depan Pos Polisi Militer (PM), yang berada di Jalan MH. Thamrin,” ucapnya.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih berusaha mencari tahu dan mendalami, apa motif dari pencurian tersebut.

“Untuk para tersangka mereka telah diamankan, sekarang berada di Mapolsek Bontang Utara,” tambahnya.

Tersangka dijerat pasal 374 KUHPidana tentang penggelapan, “Dengan ancaman 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Basri-Najirah Siap Berduet Kembali di Pilkada 2024

0
Basri-Najirah Siap Berduet Kembali di Pilkada 2024
Basri-Najirah siap berpasangan dalam Pilkada 2024. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Basri Rase menyatakan dirinya akan kembali mencalonkan diri pada Pilkada Bontang yang berlangsung pada November 2024 mendatang.

Saat ditanya terkait pasangan yang akan digandengnya, ia tetap berusaha untuk mempertahankan pasangan duet sebelumnya Najirah. Tentu hal tersebut membutuhkan persetujuan kembali dari partai.

“Saya akan kembali maju dan Insyallah berpasangan dengan bu Najirah lagi dong,” katanya kepada redaksi, Jumat (15/3/24).

Selama mengemban tugas sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang sejak 2021 lalu, Basri dan Najirah mengaku hampir semua janji politiknya sudah ditunaikan dalam waktu hampir tiga tahun. Tersisa janji untuk membangun rumah kreasi milenial.

“Alhamdulillah semua janji politik saya dan Bu Najirah sudah terealisasi. Mohon do’a restunya saja untuk pilkada nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Najirah enggan berkomentar banyak. Namun politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini mengaku siap mengikuti instruksi Basri dalam kontes politik tahun ini.

“Saya ikut saja,” tambah Najirah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disdamkartan Cegah Ular Piton Masuk Rumah di HOP 1

0
Disdamkartan Cegah Ular Piton Masuk Rumah di HOP 1
Petugas damkartan saat evakuasi ular piton sepanjang tiga meter di salah satu rumah warga. (Dok. Disdamkartan Bontang).

BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang berhasil mengevakuasi ular piton berukuran 3 meter di salah satu rumah warga, di Jalan Beringin, No.34, Hop 1, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, pada Sabtu (16/3/2024).

Komandan Kompi Disdamkartan Bontang, Norman mengungkapkan, telah menerima laporan yang masuk dari masyarakat, sekitar pukul 01.10 Wita, bahwa ada seekor ular yang berukuran tiga meter masuk ke pekarangan rumah warga melalui pagar belakang rumah.

“Adanya laporan masuk, petugas langsung sigap menuju lokasi,” ucapnya saat diwawancarai.

Tim rescue menangkap ular piton tersebut tidak memakan waktu yang lama, setelah dievakuasi ular langsung dimasukan ke dalam karung untuk dibawa ke Mako Disdamkartan.

“Ketika akan dievakuasi, ular tersebut bersembunyi di dekat tandon. Untungnya ular tidak sampai masuk ke dalam rumah,” tambahnya.

Ada sebanyak tujuh petugas dalam penangkapan ular piton, dua di antaranya adalah bagian medis.

“Pastinya petugas medis juga ikut serta, untuk antisipasi,” paparnya.

Norman menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati dimanapun, karena hewan seperti ular ini akan muncul dimana saja, entah di pemukiman, jalan, atau tempat lainnya.

“Ular akan mendatangi tempat tersebut, dimana ada rantai makanannya. Jadi untuk masyarakat agar tetap berhati-hati,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Yayasan Taman Firdaus Gelar Gebyar Ramadan Perdana

0
Yayasan Taman Firdaus Gelar Gebyar Ramadan Perdana
Suasana Gebyar Ramadan Yayasan Taman Firdaus. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Yayasan Taman Firdaus Kaltim melaksanakan Gebyar Ramadan pertama. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Taman Firdaus, Sabtu (16/3/24).

Acara ini dihadiri oleh peserta didik bersama dengan orang tua murid. Kegiatan ini sekaligus memberikan apresiasi berupa hadiah dari lomba pildacil, Tahfidzul Quran, pesantren kilat, menggambar dan mewarnai kepada peserta didik. Mereka juga melakukan buka bersama.

Pengasuh Yayasan Taman Firdaus, Zakaria Rahman mengatakan, bahwa kegiatan ini dilakukan sekaligus silaturahmi orang tua murid, ia juga berterima kasih karena telah mempercayakan anak-anak mereka ke yayasan tersebut.

Kemudian Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Taman Firdaus, Abdul Kadir Tappa mengungkapkan, bahwa dengan hadirnya yayasan tersebut ia merasa bertanggung jawab untuk mengambil peran dalam membentuk akhlak anak-anak.

Sebelumnya ia sudah pernah membangun Yayasan Islam Terpadu Yabis yang kini telah besar selama lebih dari 30 tahun.

“Saya merasa harus berguna untuk dunia maupun di akhirat, itu sebabnya yayasan ini terbentuk,” jelasnya.

Ia berharap kepada pemerintah dalam membantu bersama dalam pembangunan yayasan ini.

Wali Kota Bontang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Syahruddin mengungkapkan bahwa Peningkatan kualitas secara keilmuan dan keagamaan memang seharusnya seimbang.

“Keseimbangan ini telah dilakukan oleh Yayasan Taman Firdaus, luar biasa,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam