Beranda blog Halaman 794

Kronologis Lengkap Kasus Pencurian di Rumah Owner PT GMS

0
Kronologis Lengkap Kasus Pencurian di Rumah Owner PT GMS
Ilustrasi pencurian. (ist)

BONTANG –  ‘Air susu dibalas air tuba’ bisa jadi pepatah yang tepat ditujukan kepada pelaku pencurian barang berharga di rumah Dirut PT Graha Mandala Sakti (GMS), H Kahar Kalam, Jalan Ahmad Yani, Gang Rawa Indah, RT 9 No 105, Kelurahan Api-Api, Kamis (23/3/2023) lalu.

Bagaimana tidak, pelaku diketahui merupakan pegawai baru di rumah Kahar Kalam. Datang meminta pekerjaan, setelah dikasih pekerjaan malah mengambil barang berharga milik sang majikan.

Dikisahkan Kahar, pelaku yang diketahui bernama Meditrania alias Tera itu baru bekerja di rumahnya sekira 2 minggu terakhir, tepatnya masa-masa sebelum memasuki Bulan Suci Ramadan. Bekerja sebagai petugas kebersihan atau cleaning service.

“Tanggal 8 Maret kemarin dia mulai kerja di rumah,” kata Kahar Kalam saat dihubungi Mediakaltim.com.

Tera bukan warga Bontang. Mengaku asalnya dari Kepulauan Riau. Bekerja nomaden atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain hingga berlabuh di Bontang.

Ketika di Bontang bekerja di percetakan sebelum datang ke rumah Kahar Kalam. Tera datang meminta pekerjaan kepada Pemilik PT GMS itu. Mengaku butuh pekerjaan untuk makan, karena anak dan istrinya belum makan.

“Saya iba dengan kondisinya, maka saya berilah dia pekerjaan. Saya tau bagaimana rasanya pernah jadi orang susah,” imbuh Kahar.

Tera digaji Rp 6 juta per bulan. Makan, rokok, kopi ditanggung. Bahkan diberi fasilitas sepeda motor. Sebelum kejadian, Kahar sempat ingin mendaftarkannya ke BPJS Kesehatan.

Awal Kejadian

Kejadian berawal di hari pertama Ramadan. Kahar selalu meliburkan pegawainya di hari pertama dan kedua Ramadan. Namun begitu Tera tetap meminta masuk untuk bekerja.

Karena Kahar merasa tak pernah berpikiran buruk kepada orang lain, maka dibolehkan Tera bekerja meski pegawai lainnya libur. Ditambah lagi pikiran Kahar, ruang bekerja Tera hanya di bagian luar rumah tidak sampai di dalam.

Restu bekerja di hari libur itu, justru dimanfaatkan Tera untuk melancarkan aksinya di rumah sang majikan. Bermodus menggantikan pekerjaan yang dilakukan istri Kahar saat itu.

“Hari Kamis pagi itu istri saya lagi ngepel di dalam rumah. Tera menawarkan bantuan untuk menggantikan pekerjaan itu. Saya posisi sedang tidur karena jam 6 pagi baru bisa tidur. Saat lengah itu dia beraksi,” bebernya.

2 hari pasca kejadian itu dirinya belum menaruh curiga. Karena diakuinya sekali lagi bahwa dirinya tidak pernah menaruh curiga pada orang lain. Bahkan tidak langsung memeriksa CCTV di rumah pasca kejadian.

Justru pegawai lainnya menaruh curiga, lantaran selama ini tidak pernah terjadi pencurian di rumah bos mereka. Walaupun mayoritas pegawai Kahar memiliki masa lalu yang kelam. Kenapa setelah kejadian itu Tera juga menghilang.

“Nah baru saya cek CCTV ternyata benar pelakunya si Tera. Tertangkap jelas di rekaman video,” katanya.

Dikatakan Kahar, baginya kerugian materiil senilai ratusan juta itu tak begitu masalah baginya. Namun sakit hatinya kepada kelakuan Tera yang baginya tidak bisa dimaafkan.

“Orang tak tahu balas budi,” tegas Kahar.

Terus Mencari Tera

Saat ini Kahar terus berupaya melakukan pencarian Tera yang menghilang setelah kejadian. Kahar melaporkan kepada pihak kepolisian. Menghubungi rekan-rekannya di ormas-ormas daerah lain untuk ikut mencari. Hingga membuat sayembara berhadiah Rp 20 juta bagi penemu Tera.

“Saya baru dapat info dari polisi tadi malam. Istri dan anak Tera saat ini posisi di Balikpapan,” ujarnya.

Diketahui, pasca kejadian Kahar mendatangi rumah Tera, namun Tera sudah pergi dari rumah.

Istrinya tidak mengetahui perbuatan Tera tersebut. Hanya mengatakan, kalau suaminya itu pernah bilang saat ini sudah tobat dari perbuatan kelam di masa lalunya, karena sudah menemukan orang baik. Namun ternyata itu hanya omong kosong.

“Istrinya bilang mau pindah dari Bontang karena sudah tidak ada lagi yang menafkahi di Bontang. bisa saja setelah itu justru mereka janjian di tempat lain,” duganya. (al)

Warga Sering Keluhkan Kondisi Air, Komisi III Dorong PDAM Tirta Taman Perbaiki Pengelolaan Air

0
Warga Sering Keluhkan Kondisi Air, Komisi III Dorong PDAM Tirta Taman Perbaiki Pengelolaan Air
Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal. (ist)

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang terus mendorong PDAM Tirta Taman untuk melakukan perbaikan pengelolaan air, demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Lantaran pelayanan PDAM Tirta Taman kerap dikeluhkan oleh masyarakat Bontang. Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal.

Dikatakan Faisal, wajar kalau masyarakat sering mengeluh, karena memang air yang dihasilkan oleh PDAM Tirta Taman sering keruh dan kuning. Bahkan hal ini seringkali terjadi, sehingga warga pun sering pula mengeluhkan kondisi yang terjadi.

Seperti yang terjadi belakangan ini. Keruhnya air PDAM Tirta Taman di wilayah Loktuan dan sekitarnya. Ramai warga mengeluhkan kondisi tersebut di media sosial.

Hal itu disebabkan ada kerusakan filter di WTP 02 di Loktuan. Sehingga penyaringan air tidak bisa berlangsung maksimal.

Dengan kondisi yang terus berulang ini, Komisi III pun tak bosan-bosan terus mendorong PDAM Tirta Taman untuk memperbaiki pengelolaan air.

“Kalau memang ada kebutuhan peralatan untuk peningkatan pengelolaan itu diajukan aja. Jangan minta alat untuk ngebor terus tapi ternyata tanah atau lumpur aja yang terus keluar,” ujarnya saat dihubungi Mediakaltim.com.

Namun ditambahkan anggota legislatif yang berdomisili di Selambai, Loktuan ini, masyarakat diharapkan bersabar, karena diprediksi tahun 2025 nanti Bontang mengalami krisis air bersih.

Hal itu menjadi salahsatu penyebab PDAM Tirta Taman agak kesulitan menghasilkan air bersih. Lantaran dalam proses pencarian air tanah atau saat pengeboran sulit mendapatkan air yang bersih. Seringnya tanah atau lumpur yang naik.

“Kondisi ini harus mulai dicarikan solusinya dari sekarang,” pungkasnya. (al)

Kahar Kalam Bikin Sayembara Berhadiah Rp 20 Juta

0
Kahar Kalam Bikin Sayembara Berhadiah Rp 20 Juta
Pelaku pencurian di rumah H Kahar Kalam. (ist)

BONTANG –  Terjadi pencurian barang-barang berharga di rumah Pemilik PT Graha Mandala Sakti (GMS), H Kahar Kalam, Jalan Ahmad Yani, Gang Rawa Indah, RT 9, No 105, Kelurahan Api-Api, Kamis (23/3/2023) pagi lalu. Nilainya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Lantaran itu, Kahar Kalam membuat sayembara berhadiah. ‘Bagi siapa saja yang mampu menemukan tersangka bernama Meditrania alias Tera, berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 20 juta,’ isi pesan sayembara tersebut.

Kronologis kejadian berawal Kamis pagi lalu sekitar pukul 07.00 – 08.00 wita. Saat Kahar ingin memakai jam tangan yang biasa dikenakannya di dalam lemari. Saat membuka lemari tersebut, Kahar terkaget karena jam tangan dan barang berharga lainnya telah raib dari tempatnya.

Setelah mengecek CCTV, dirinya mendapati jika pencuri itu tidak lain adalah orang dekatnya sendiri. Pegawai baru di rumahnya yang bekerja sebagai petugas kebersihan bernama Meditrania alias Tera.

“Ciri-cirinya kaki bertato dan gigi ompong,” kata Kahar Kalam.

Rincian barang berharga yang hilang di antaranya adalah cincin 25 gram senilai Rp 30 juta dan cincin 30 gram senilai Rp 35 juta. Lalu ada pula Jam tangan merk Army Swiss seharga Rp 2,5 juta, gelang emas 15 gram senilai Rp 25 juta, jam tangan merk Charles Jordan seharga Rp 4,5 juta.

“Sepeda Motor merk Honda Supra 1 unit senilai Rp 8 juta juga dibawa lari,” imbuhnya.

Total kerugian dari barang-barang berharga itu diperkirakan total senilai Rp 105 juta. Pihaknya saat ini sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bontang. saat ini pihak Polres Bontang sedang menangani kasus pencurian tersebut. (al)

Insentif Guru Swasta Dihentikan, Begini Tuntutan MKKS Bontang!

0
Insentif Guru Swasta Dihentikan, Begini Tuntutan MKKS Bontang!
Rapat Komisi DPRD I bersama dengan MKKS Bontang. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Rapat Kerja Komisi I DPRD Kota Bontang bersama Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Bontang terkait insentif guru swasta tingkat SMA/SMK dilaksanakan, Senin (27/3/23) di Ruang Rapat Sekretariat DPRD Kota Bontang.

Muslimin, Ketua Komisi I DPRD Bontang mengatakan, dari hasil pembahasan rapat ini masih belum menemukan titik temu, sehingga akan segera diupayakan ke provinsi, mengenai kejelasan tentang insentif tersebut.

“Ini masih rapat awal. Keinginan dari guru-guru swasta akan kami selesaikan, terutama perwakilan dari kepala sekolah di tiap-tiap sekolah, serta yang mewakili,” jelasnya.

Diketahui, di tahun 2020 lalu insentif untuk guru-guru swasta dari Bontang pernah diserahkan ke provinsi, namun dikembalikan lagi ke Bontang, dan dihentikan.

Rapat ini membahas pemberhentian insentif tersebut, apakah ada penemuan atau celah hukum yang ditemukan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Namun, hal tersebut tidak dibenarkan. Dalam hal ini DPRD Komisi I akan melaksakan kunjungan kerja ke Bapelitbang provinsi, Dinas Pendidikan Provinsi, dan DPRD Provinsi terkait dengan hal ini.

“Kami juga akan minta dari pimpinan, apakah memang ada temuan sehingga pemberian insentif kepada guru dihentikan,” jelas Muslimin.

Dilanjutkan, untuk pemberian insentif menggunakan APBD tentu akan disisihkan. Jika tidak ada yang melanggar regulasi, karena hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah.

Sementara untuk usulan nominal sendiri belum bisa ditentukan, sebelum adanya kunjungan ke provinsi. Jika sudah ada regulasi pasti akan menghitung nominal.

Untuk insentif dari provinsi memang ada, sekitar Rp 1 juta, namun karena swasta tentu pendapatan berbeda dari guru negeri, maka diharapkan dari Bontang dapat juga memberikan insentif.

“Banyak guru yang menambah jam kerja atau kerjaan sampingan untuk menambah penghasilan. Gaji guru sendiri tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” lanjutnya.

Tujuan memberikan insentif tentu untuk mensejahterkan para guru tersebut. Kemungkinan diharapkan dari pemkot adalah Rp 500 ribu, sehingga total yang didapat diharapkan menjadi Rp. 1,5 juta. (sya)

Pengendara Kena Tegur Polisi, Gegara Beli Takjil Gak Pakai Helm

0
Pengendara Kena Tegur Polisi, Gegara Beli Takjil Gak Pakai Helm
Aipda Ronald saat menegur seorang pengendara tidak pakai helm. (ist)

BONTANG – Sebagian masyarakat masih kurang memahami pentingnya keselamatan berlalulintas. Ini terbukti masih ditemuinya beberapa pengendara sepeda motor, yang masih tidak memakai helm saat berkendara di jalan raya.

Hal tersebut didapati Anggota Sat Lantas Polres Bontang, Minggu (26/3/2023) di salahsatu Bazar Ramadan di Kota Bontang.

Mengetahui hal tersebut, dengan sopan dan tegas Personel Satlantas Polres Bontang, Aipda Ronald R menegur pengendara tersebut. Hal itu terjadi saat melaksanakan tugas mengatur lalu lintas di lokasi Bazar Ramadan di depan Rumah Sakit Amalia.

“Alasan klasih rumah saya dekat pak polisi, hanya mau beli takjil,” ujar Aipda Ronald menirukan ucapan pengendara itu saat ditegur.

Aipda Ronald pun mengimbau tentang tata tertib berlalulintas kepada pengendara sepeda motor tersebut, dan menjelaskan pentingnya memakai helm saat berkendara.

“Helm merupakan pelindung tubuh yang dipakai di kepala. Pada saat sedang mengendarai sepeda motor, baik dekat maupun jauh. Selain itu helm juga merupakan kewajiban sebagai perlengkapan, jika mengendarai sepeda motor sesuai dengan peraturan UU lalulintas,” ungkapnya. (hms)

Apel Gabungan Pam Obvitnas, Begini Arahan VP Pengamanan PKT!

0
Apel Gabungan Pam Obvitnas, Begini Arahan VP Pengamanan PKT!
Personil Pam Obvit Polres Bontang beserta pengamanan internal PT PKT apel gabungan di Kantor Kamtib PT Pupuk Kalimantan Timur. (ist)

BONTANG – Personil Pam Obvit Polres Bontang beserta pengamanan internal PT PKT melaksanakan apel gabungan di Kantor Kamtib PT Pupuk Kalimantan Timur, Senin (27/3/2023).

Apel gabungan dihadiri oleh tujuh personil Polres Bontang, dipimpin oleh Kanit Pam Obvit, Ipda Suyud selaku padal lapangan.

Apel gabungan yang dipimpin oleh VP pengamanan PKT, Adi Ariyanto mengucapkan terimakasih kepada personil pengamanan PT PKT. Dapat melaksanakan pengamanan dengan baik tanpa ada teguran dan pelanggaran, tentunya jangan membuat kita lengah dan tetap harus waspada.

“Kejahatan terjadi karena adanya niat dan kesempatan, mari kita hilangkan peluang kesempatan bagi orang-orang untuk berbuat kriminal,” ucap beliau

Lebih lanjut Adi berpesan, hindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun perusahaan.

Tingkatkan kewaspadaan dalam hal pengawasan terhadap barang. Orang yang keluar masuk perusahaan apabila hari libur lebih ditingkatkan lagi, jangan under estimite, jaga perfoma dan penampilan.

“Barang yang keluar masuk harus ada legalitasnya, berupa surat pengeluaran barang,” pesannya. (hms)

Bagikan Takjil Gratis pada Pengguna Jalan, Anggota Koramil Anggana Cari Keberkahan Ramadan

0
Bagikan Takjil Gratis pada Pengguna Jalan, Anggota Koramil Anggana Cari Keberkahan Ramadan
Aktivitas penuh berkah dari Koramil 0908-03/Anggana. (ist)

BONTANG  – Bulan Suci Ramadan bulan penuh berkah. Umat muslim berlomba-berlomba berbuat kebaikan agar, mendapatkan Keberkahan.

Hal itupun dilakukan oleh Anggota Koramil 0908-03/Anggana bersama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Koramil. Bersama membagikan takjil gratis kepada pengguna jalan raya yang melintas di depan Makoramil 0908-03/Anggana, Sabtu (25/03/2023).

Giat berbagi takjil kali ini dipimpin Bati Tuud Koramil 0908-03/Anggana  Pelda Suryadi beserta anggota Makoramil 0908-03/Anggana Lainnya dan Anggota PSHT Rayon Koramil.

Para anggota TNI tampak bergantian membagikan takjil kepada pengendara motor dan mobil, jelang tiba waktu berbuka puasa.

Pelda Suryadi mengatakan, “Kegiatan ini merupakan program dari Koramil 0908-03/Anggana. Bentuk kepeduliaan kepada masyarakat, dalam upaya mencari keberkahan di Bulan Suci Ramadan yang penuh rahmat dan berkah,” ujarnya.

Danramil 0908-03/Anggana Kapten Inf Leonardo menambahkan, kegiatan pembagian takjil gratis merupakan program dari Koramil 0908-03/Anggana. “Bentuk kepedulian kepada masyarakat yang kesorean di jalan, sehingga tidak sempat untuk berbuka di rumah masing-masing,” pungkasnya.  (Pendim Btg)

Wajarkah Harga Kebutuhan Pokok Naik Tiap Jelang Ramadan?

0
Hubungan Kasus TBC Meningkat dengan Kemiskinan
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Satu minggu terakhir harga telur kembali melonjak, setelah 2 bulan sebelumnya sempat kembali ke harga normal.

Salah satu penjual telur di Pasar Taman Rawa Indah, Murni mengatakan, sulit mendapatkan keuntungan dari penjualan telur.

Untuk telur kecil sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 55 ribu, kini menjadi 63 ribu, untuk ukuran sedang dari harga Rp 58 ribu menjadi Rp 65 ribu, dan untuk ukuran sedang dari Rp 60 ribu menjadi 68 ribu. (radarbontang, 22/3/2023)

Harga cabai dan sejumlah kebutuhan pokok juga terus melonjak naik menjelang Ramadan, pada 7 Maret 2023. Berdasarkan data di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis atau PIHPS Nasional, harga cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit hijau, cabai rawit merah, minyak goreng kemasan bermerk 2, dan gula pasir kualitas premium juga naik.

Makin Tertekan

Gejolak harga pangan menjelang Ramadan menyebabkan kondisi rakyat makin tertekan. Apalagi, lonjakan harga pangan menjelang Ramadan ini terus terjadi berulang setiap tahun.

Kenaikan tidak hanya terjadi pada satu atau dua komoditas pangan, tetapi pada berbagai komoditas pangan. Seharusnya dengan memperhatikan tren peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan dan hari-hari besar keagamaan lainnya, pemerintah sudah melakukan berbagai langkah antisipasi sehingga harga tidak sampai melambung tinggi.

Lonjakan harga tersebut tidak bisa dikatakan sebagai fenomena biasa. Menjaga stabilitas harga pangan sehingga masyarakat mudah mengakses pangan, merupakan tanggung jawab negara untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pokok setiap individu rakyat yang berada dalam kekuasaannya.

Pemerintah harusnya juga berempati kepada rakyatnya yang miskin dengan penghasilan yang sangat minim. Tentu kenaikan harga pangan akan menambah penderitaan baru bagi mereka.

Kapitalisme Gagal

Kondisi ketahanan dan kedaulatan pangan yang terus menurun, merupakan cerminan kegagalan tata kelola pangan dalam sistem kapitalisme neoliberal.

Kebobrokan akibat penerapan sistem ini juga terlihat di dunia dengan makin meluasnya krisis pangan dan kelaparan. Jumlah rakyat yang kesulitan mengakses bahan pangan terus bertambah, bahkan tingkat kelaparan makin parah.

Kegagalan sistem ini menjamin pemenuhan pangan karena hilangnya fungsinya politik negara yang sahih sebagai penanggung jawab untuk menyediakan pangan secara berkelanjutan, berkualitas, dan harga yang terjangkau.

Peran negara dibatasi hanya sekadar regulator dan fasilitator. Di sisi lain penguasaan pangan oleh korporasi justru makin menguat. Korporasi diberikan keleluasaan untuk menguasai seluruh rantai pengadaan pangan mulai dari produksi, distribusi, dan konsumsi berada di tangan korporasi yang tentunya berorientasi mencari untung.

Akibat penguasaan negara yang minim tersebut berakibat pada minimnya penguasaan pasokan pangan negara, juga lemahnya pengawasannya pada rantai tata niaga pangan sehingga para mafia tumbuh subur. Begitu juga di aspek konsumsi, negara juga sangat abai terhadap keamanan dan kualitas pangan yang dikonsumsi rakyat.

Dengan penerapan mekanisme pasar bebas telah menyebabkan penguasaan rantai pengadaan pangan berada di segelintir orang yang akhirnya bisa mengendalikan harga. Maka, tidak jarang terjadi anomali harga ketika pasokan pangan surplus, tetapi harga tetap melambung.

Evaluasi Mendasar

Dibutuhkan evaluasi secara mendasar dan komprehensif dalam tata kelola pangan kita, yaitu dengan penerapan sistem pengelolaan pangan Islam.

Tata kelola ini berpijak pada dua konsep mendasar, yaitu secara politik, Islam yang mengharuskan kehadiran negara secara penuh sebagai penanggung jawab semua kebutuhan rakyat sekaligus menjadi pelindung mereka.

Pemerintahlah yang wajib mengatur semua rantai pangan, yaitu produksi, distribusi, sampai konsumsi rakyat. Negara harus menjamin semua individu rakyat mampu memenuhi kebutuhan pangan dengan layak, berkualitas, dan harga yang terjangkau.

Secara ekonomi, sistem Islam akan menerapkan sistem ekonomi yang adil dan menyejahterakan seluruh rakyat. Di dalamnya diatur dengan rinci tentang hak kepemilikan harta dan cara mendistribusikan kekayaan yang benar sehingga akan terwujud pemerataan ekonomi.

Sistem sanksi dalam islam juga memiliki konsep pengawasan yang ketat dengan adanya kadi muhtasib. Kadi akan mengawasi dan menegakkan hukum secara tegas bagi para pelanggar aturan, seperti mafia, kartel, dan sebagainya.

Wallahualam.

Bulan Puasa Pria Tua Ini Malah Ditangkap Jual Togel

0
Bulan Puasa Pria Tua Ini Malah Ditangkap Jual Togel
Ilustrasi togel. (ist)

BONTANG – Seorang warga Gunung Elai berinisial WK (63) ditangkap Tim Rajawali Polres Bontang bersama Unit Opsnal Polsek Bontang Utara.

Dia ditangkap di Jalan Brigjen Katamso pada Jumat 24 Maret 2023 pukul 22.00 Wita. Penangkapan dilakukan usai polisi mendapat laporan dari masyarakat yang resah dengan keberadaan judi togel.

“Ada informasi, TKP sering digunakan judi togel,” ungkap Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono.

Tersangka ditangkap saat sedang asyik merekap nomor togel. Dia diamankan bersama barang bukti uang tunai hasil penjualan Rp 300 ribu, satu lembar kupon penjualan, lima lembar tabel sio, tiga lemar patio, satu buah buku tafsir mimpi, satu buah rekapan nomor, satu bendel kupon penjualan, dan tiga buah pulpen.

“Atas perbuatannya, WK harus menjalani hukuman selama empat tahun penjara, setelah dijerat pasal 303 KUHPidana tentang perjudian,” pungkasnya. (Humas Polres Bontang).

Kok Bisa Korban dan Pelaku Sama-Sama Jadi Tersangka?

0
Kok Bisa Korban dan Pelaku Sama-Sama Jadi Tersangka?
Ilustrasi penusukan. (ist)

BONTANG – Ditemukan fakta baru dari kasus penikaman di Marangkayu pada Sabtu 18 Maret 2023, yang kini dalam penanganan polisi. Korban yang mendapat tusukan di bagian punggung, justru ikut ditetapkan sebagai tersangka.

AF (19) warga Marangkayu ditetapkan tersangka dan ditangkap pada Jumat 24 Maret 2023 pukul 17.00 Wita. Dia masuk dalam pengungkapan Operasi Pekat yang digelar hingga 10 April 2023 mendatang.

Dikatakan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Marangkayu AKP Slamet Riyadi, penangkapan dilakukan karena tersangka mengeroyok dan melukai korban dengan sajam hingga menyebabkan luka di bagian paha.

“Mabuk bersama, sama-sama menggunakan sajam,” ucapnya.

Diceritakan kronologis kejadian. Sabtu (18/3/2023) pukul 20.00 wita, GU (40) bersama tiga rekannya, salah satunya AF, tengah duduk bersantai sambil mabuk tuak. Teman-teman AF sebanyak 7 orang juga ikut bergabung.

Namun, saat hendak mengantar rekannya pulang, GU berteriak sambil berkata kasar. Hal ini justru menimbulkan emosi AF dan teman-temannya. Hingga akhirnya mengeroyok GU.

“Dia baru sadar kena tusuk di paha pas di jalan pulang,” katanya.

Tak terima dianiaya, korban kemudian kembali ke lokasi membawa sajam jenis mandau dan menusuk AF di bagian punggung.

“Atas dasar itu, mereka sama-sama ditetapkan tersangka,” tandasnya. (Humas Polres Bontang)