Beranda blog Halaman 797

Sambut Ramadan, Babinsa Berbas Pantai Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Masjid

0
Sambut Ramadan, Babinsa Berbas Pantai Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Masjid
Serma Firman ikut membersihkan lingkungan masjid bersama warga. (ist)

BONTANG – Babinsa Kelurahan Berbas Pantai, Serma Firman beserta  masyarakat binaan melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan masjid. Kegiatan ini dalam rangka menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadan 1444 Hijjriyah 2023, bertempat di Mesjid Assalam RT 22, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Minggu (19/03/2023).

Serma Firman mengatakan, dengan menanamkan semangat gotong royong, pelaksanaan kerja bakti pembersihan masjid ini sebagai bentuk kedekatan TNI kepada masyarakat.

Ia menuturkan, menjelang bulan suci Ramadan ini masjid-masjid harus benar-benar disiapkan terutama kebersihannya, karena demi kelancaran ibadah. Mengingat di bulan tersebut kegiatan ibadah akan lebih sering dilakukan.

“Kapan saja dan dimana saja, kami TNI khususnya babinsa selalu siap membantu rakyat. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat, untuk menyambut bulan yang penuh mulia yaitu bulan suci Ramadan,” ungkap Serma Firman.

Ia menambahkan, kegiatan bersih – bersih rumah ibadah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, selain itu juga untuk memupuk semangat gotong royong, mempererat silaturahmi di masyarakat. (pendim Btg)

Pendidikan Sekuler, Bom Waktu Hancurnya Peradaban

0
Pendidikan Sekuler, Bom Waktu Hancurnya Peradaban
Asna Abdullah

Oleh : Asna Abdullah

“Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.’’ Ir Soekarno.

Ungkapan di atas memang benar adanya, karena pemuda adalah generasi agen perubahan, penerus peradaban, di pundak generasi lah berlangsung estafet kepemimpinan menuju kesuksesan sebuah peradaban yang mampu mengguncang dunia.

Namun apa yang terjadi ke depannya jika generasi hari ini mengalami dekadensi moral, rusak cara berfikirnya, rusak adabnya, bermental illness? Maka bisa dipastikan rusak dan hancur pulalah sebuah peradaban.

Kriminalitas remaja (yang awalnya berupa kenakalan remaja) sudah menjadi peristiwa yang hampir setiap hari disuguhkan oleh media, mulai dari tawuran, kasus narkoba, bullying perundungan, sex bebas di kalangan remaja, melawan orangtua dan guru, sampai perlakuan kekerasan dan perlakuan tak hormat. Beberapa bulan ini berita tentang kekerasan anak dan remaja massif diberitakan.

Seorang remaja berinisial MA, usia 20 tahun melakukan aksi penganiayaan terhadap temannya karena dendam pernah dikeroyok beberapa waktu lalu. Aksi MA dilakukan di Lapangan Voli Kampung Baru, Kelurahan Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, Bontang – Kaltim, Jumat (25/11/2022) sekira pukul 01.30 Wita.

Menurut keterangan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya, melalui Kasat Reskrim Iptu Bonar Hutapea, dugaan sementara motif penganiayaan tersebut karena balas dendam tersangka karena dikeroyok oleh korban dan teman-temannya. (KITAMUDAMEDIA, Bontang).

Di Berau Kalimantan Timur Sebanyak 6 remaja pembobol sekolah ditangkap polisi. Mereka membobol dua sekolah berbeda dan menggasak laptop hingga uang tunai senilai Rp. 135 juta. Keenam pelaku masing-masing berinisial DW 18 tahun, NB 16 tahun, DN 17 tahun, FS 21 tahun, ME 15 tahun, dan NT 15 tahun. (detik.com/sulsel/).

Di lembaga pendidikan yang berbeda di Samarinda, usai pelajaran olahraga seorang pelajar remaja ngamuk dengan membawa parang panjang ke sekolahnya, berkeliling sekolah sambil teriak memanggil nama guru olahraganya. (toraja.tribunnews.com)

Yang lebih menyedihkan dan membuat kita mengelus dada adalah kejadian di lembaga pendidikan yang lain di samarinda, seorang santri meregang nyawa usai dihajar seniornya hanya karena uang Rp 200 ribu. (www.niaga.asia.com)

Ada apa ini, mengapa kriminalitas remaja kian hari kian marak terjadi, adakah ini menandakan bahwa di dunia pendidikan dan lingkungan sosial remaja telah terjadi permasalahan besar?

Kekerasan Remaja Buah Pendidikan Sekuler

Maraknya kasus kriminalitas remaja yang tidak berujung ini seolah menjadi bom waktu yang mengkhawatirkan bagi kelanjutan kehidupan akan datang.  Menyikapi ini maka pemerintah mengambil langkah untuk menjadikan pendidikan karakter sebagai program prioritas, harapannya agar anak bangsa mempunyai karakter pancasila, yakni jadi anak yang religius, nasionalis, integritas, mandiri, gotong royong.

Namun program ini menemui kebuntuannya, karena pada prakteknya jauh panggang dari api, bagaimana mungkin mencetak anak yang religius jika di sekolah pelajaran agama sangat minim hanya diberi porsi 10%. Menjauhkan pelajaran agama dari pendidikan nasional juga nampak dalam Peta Jalan Pendidikan 2020-2035, di sana kata agama dihilangkan.

Aroma kapitalistik di dunia pendidikan saat ini sangat begitu nyata. Output pendidikan bukan lagi demi membentuk kepribadian Islam tapi hanya berorientasi pada prestasi akademik dan lapangan kerja.

Kurikulumnya memang didesain untuk mempersiapkan generasi masuk dunia kerja, walhasil fokusnya hanya mencari materi semata, tidak perduli halal haram.

Belum lagi kemiskinan sistemik menjadikan generasi menghadapi tekanan hidup yang luar biasa, kurang kasih sayang dari orangtua yang terpaksa harus bekerja keras demi meraih pundi pundi rupiah untuk bertahan hidup, tak jarang ibupun turut andil untuk membantu perekonomian keluarga, pada akhirnya ini berujung pada generasi yang sibuk memenuhi kebutuhannya sendiri atau untuk mencari bahagianya sendiri dengan mengalihkan ke narkoba, miras, tawuran dan yang lain.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem mengungkapkan “kita akan membuat terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM, SDM siap kerja, siap berusaha, yang link dan matched antara pendidikan dan industri (kumparan.com, 23/10/2019).

Ungkapan Nadiem Makariem tersebut seakan mempertegas bahwa arah pendidikan hari ini bertujuan hanya untuk kepentingan materi, dan tidak untuk menghasilkan generasi cemerlang dan mulia.

Harus disadari oleh semua pihak bahwa banyaknya kasus kekerasan di kalangan remaja adalah karena dijauhkannya agama Islam dari kehidupan mereka. Masyarakat terus ditakut-takuti dengan isu ‘Islam radikal’ di kalangan remaja. Padahal banyak pelajar yang mereka tuding terpapar radikalisme adalah mereka yang taat beribadah dan berakhlak mulia, bahkan banyak yang berprestasi.

Sementara itu, sebagian remaja yang lain terbiasa dengan kata-kata umpatan dan kasar, melawan orang tua dan guru, serta melakukan perundungan.

Sekularisme juga semakin masif di dunia pendidikan. Sistem pendidikan hanya mementingkan prestasi akademik dan berorientasi pada lapangan kerja, bukan demi membentuk kepribadian Islam. Pelajaran agama di sekolah dan di kampus amat minim. Itu pun hanya diajarkan dalam bentuk hafalan untuk mengejar target kurikulum dan ujian kenaikan kelas.

Sistem Pendidikan Islam

Berbeda dengan sistem pendidikan Islam yang menjadikan akidah Islam/keimanan sebagai dasar pendidikan. Dalam sistem pendidikan Islam, kepada para pelajar ditanamkan keimanan kepada Allah Swt. dan ketaatan pada ajaran Islam. Dengan begitu, setiap ilmu yang dipelajari menjadikan mereka semakin beriman dan bertakwa.

Membentuk kepribadian Islam (syakhshiyyah islamiah) adalah tujuan pendidikan. Remaja diarahkan menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan beragam untuk berkontribusi bagi umat.

Remaja dibentuk pola pikir dan pola sikapnya agar senantiasa selaras dengan Islam. Untuk itu, pengajaran Islam diberikan kepada mereka agar menjadi petunjuk kehidupan yang praktis.

Negara, Penjamin Utama agar Remaja Aman dari Perilaku Kekerasan

Tidak hanya sistem pendidikan yang harus dibenahi oleh negara. Namun, juga segala informasi yang beredar di masyarakat tidak boleh ada yang mempertontonkan perilaku kekerasan sebagai perbuatan biasa.

Negara harus berani memblokir media yang menyajikan berbagai tayangan yang tidak mendidik dan tidak mencerdaskan masyarakat, apalagi sampai menjadi jalan bagi semua perilaku maksiat. Sebab tidak ada kebaikan sedikit pun pada setiap perbuatan yang melanggar syariat.

Begitu pula dalam sistem pergaulan, interaksi antar anggota masyarakat harus dijaga agar tidak ada perbuatan yang dapat membahayakan mereka. Juga sistem ekonomi, harus dapat menjamin terpenuhinya seluruh kebutuhan orang per orang dengan cara yang mudah dan makruf. Hal ini akan menutup celah bagi orang untuk berpikir pendek dengan melakukan tindakan kekerasan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Selanjutnya adalah sistem sanksi yang tegas sehingga membuat orang berpikir seribu kali jika melakukan tindak kekerasan yang sama serta benar-benar membuat jera pelakunya.

Semua ini hanya ada pada negara yang menerapkan Islam di seluruh sistem kehidupan, tidak pada negara demokrasi yang justru menjauhkan Islam dari kehidupan manusia. Dan negara yang seperti ini hanya negara Khilafah Islamiah yang akan tegak kembali sesuai dengan janji Allah Swt..

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Akan tetapi, barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS An-Nur : 55). [MNews/Rgl]. (*)

Sering Dipinjamkan, Pria Ini Malah Bawa Kabur Motor Temannya

0
Sering Dipinjami, Pria Ini Malah Bawa Kabur Motor Temannya
Barang bukti diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG –  Team Rajawali Sat Reskrim Bontang bersama Unit Opsnal Polsek Muara Badak berhasil mengamankan seseorang yang melakukan tindak pidana penggelapan. Pria berinisial A (24) ditangkap pihak kepolisian Minggu (19/3/2023) sekira pukul 10.30 Wita, lantaran membawa kabur sepeda motor temannya.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kasat Reskrim Iptu Bonar Hutapea mengatakan, penggelapan tersebut terjadi karena rekan pelaku terlanjur menaruh kepercayaan kepada pelaku. Namun pelaku tidak amanah pada kepercayaan yang diberikan, justru membawa kabur sepeda motor milik rekannya.

Dijelaskan kronologis kejadian. Awalnya A sering meminjam sepeda motor kepada pelapor. Karena A sering meminjam dan menggunakan motor tersebut, maka pelapor sudah menaruh kepercayaan. Meminjamkan 1 unit sepeda motor dengan KT-2896-QG merk Honda GENIO Type C1M02N42L0 A/T tahun 2021, warna hitam.

Setelah meminjam selama beberapa hari warga Kelurahan Gunung Telihan itu tidak mengembalikan sepeda motor itu. Bahkan tidak dapat di hubungi.

“Pelapor melaporkan kejadian itu ke Mako Polres Bontang. Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian materil Rp 21 juta,” ujarnya.

Pelaku berhasil diamankan oleh team di Desa Badak Mekar RT 02 Kecamatan Muara Badak. Pelaku pada saat diamankan tidak melakukan perlawanan.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mako Polres Bontang. Dia dijerat pasal 374 KUHPidana tentang penggelapan. “Ancaman lima tahun penjara,” pungkasnya. (al)

Pemkot Bontang Juara Ke-3 Nasional Realisasi Pendapatan Daerah Tertinggi 2022

0
Pemkot Bontang Juara Ke-3 Nasional Realisasi Pendapatan Daerah Tertinggi 2022
Pemkot Bontang terima penghargaan pendapatan daerah tertinggi. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang kembali mengukir prestasi. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang, sukses meraih juara ke-3 tingkat nasional untuk kategori kota dengan realisasi Pendapatan Daerah Tertinggi Tahun 2022.

Mewakili Pemkot Bontang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Lukman menerima penghargaan tersebut. Diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta, Kamis (16/3/2023).

Penghargaan yang diterima telah membuktikan kerja keras Pemkot Bontang dalam mengelola pendapatan daerah. Hal itu tentunya dipengaruhi berbagai faktor, seperti pembangunan infrastruktur dan peningkatan aktivitas ekonomi di segala sektor.

Diinformasikan bahwa juara pertama diraih oleh Kota Samarinda dan Juara kedua oleh Banjarbaru. Sementara itu, untuk kategori Pemerintah Provinsi, Pemprov Kalimantan Timur meraih peringkat pertama Realisasi Pendapatan Daerah Tertinggi Tahun 2022. (hms)

Bocah 2 Tahun Tewas Tenggelam di Kolong Rumah

0
Bocah 2 Tahun Tewas Tenggelam di Kolong Rumah
Ilustrasi bocah tenggelam. (ist)

BONTANG – Seorang bocah laki-laki berusia dua tahun ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di Berbas Pantai.

Kapolsek Bontang Selatan AKP Abdul Khoiri mengatakan, insiden tersebut terjadi pada Jumat (17/3/2023) sekitar pukul 16.30 wita. Saat itu korban terlihat sedang bermain dengan teman-temannya di depan rumah.

Namun, setengah jam kemudian, ibunya mencari bocah itu dan tidak bisa menemukannya. “Korban ditemukan dalam kondisi terapung di atas permukaan air laut di bawah kolong depan rumahnya,” kata Khoiri.

Bocah itu kemudian dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Korban direncanakan dimakamkan di TPU Pisangan Belimbing. Atas kejadian ini, Kapolsek Khoiri menyarankan agar orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain di luar rumah. Terutama warga yang tinggal di dekat pantai atau laut.

“Ini untuk mencegah agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di masa depan,” pesannya. (hms)

Sembunyikan Sabu di Kotak Rokok, Pria di Nyerakat Kiri Ditangkap Polisi

0
Sembunyikan Sabu di Kotak Rokok, Pria di Nyerakat Kiri Ditangkap Polisi
Ma sudah diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Polres Bontang berhasil mengungkap kasus narkoba. Pria berinisial Ma (42) ditangkap di rumahnya di Nyerakat Kiri, Bontang Lestari, pada Jumat 17 Maret 2023, pukul 13.10 Wita.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Reskoba Iptu M Yazid mengatakan, tersangka ditangkap di depan rumahnya saat sedang memperbaiki sepeda motor.

Saat digeledah ditemukan barang bukti sabu sebanyak 7 poket sabu atau seberat 3,64 gram. Ma mengakui sabu itu diperoleh dari seseorang di Samarinda.

“Disembunyikan dalam kotak rokok, disimpan di atas lemari kamar,” ungkapnya.

Selain itu polisi turut menyita barang bukti lainnya seperti bong sabu, bungkus rokok, sedotan runcing, dompet, dan ponsel.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara. (hms)

Rakor Penentuan Zakat dan Hisab & Rukyat Digabung

0
Rakor Penentuan Zakat dan Hisab & Rukyat Digabung
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Bontang, Yarkani. (ist)

BONTANG – Jelang Bulan Suci Ramadan 1444 H, Kementerian Agama (Kemenag) Bontang akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penentuan nilai kadar zakat (fitrah dan maal) serta fidyah 1444 H/2023 M. kegiatan itu rencananya bakal digabung dengan Rakor Hisab & Rukyat penentuan awal Ramadan 1444 H.

Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Bontang, Yarkani menjelaskan, rakor dijadwalkan digelar Rabu (22/3/2023) di Aula Kemenag Kota Bontang, Jalan Kapten Piere Tendean 20 B, Bontang Kuala.

Penggabungan dua rakor ini dimaksudkan agar lebih efektif, “ Ya, kita gabung saja biar lebih efektif,” kata Yarkani, Sabtu (18/3/2023).

“Peserta yang diundang adalah MUI, Baznas, Pengadilan Agama, UPZ, Ormas Islam dan instansi terkait lainnya,” jelas Yarkani.

Walaupun nilai kadar zakat tahun ini diprediksi ada kenaikan, namun diharapkan tidak terlalu signifikan. Masyarakat dapat mempersiapkan diri dan mental spiritual menyongsong bulan yang penuh barokah dan maghfirah ini. (yah)

Panen Perdana di Kampung Kreasi Labu Madu

0
Panen Perdana di Kampung Kreasi Labu Madu
Panen perdana di Kampung Kreasi Labu Madu. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Dana stimulan RT merupakan program pemerintah untuk dimanfaatkan sebagai peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Bontang. Oleh sebab itu, Kelurahan Belimbing memanfaatkannya untuk budidaya labu madu.

Dwi Andriyani, Lurah Belimbing menceritakan, pada awal tahun 2022 lalu, kelurahan bersama Ketua RT 31 mulai mempelajari cara budidaya labu madu tersebut.

“Jadi kami pelajari bagaimana labu tersebut dapat tumbuh, kapan waktu yang tepat untuk memberikan pupuk, serta bagaimana perawatannya,” jelas Dwi.

Di RT 31 Kelurahan Belimbing terdapat lahan yang cukup luas. Setelah berhasil mempelajari budidaya labu madu, penanamannya barulah menggunakan stimulan RT dan dalam skala yang lebih banyak pada  November 2022 lalu.

“Panennya sekitar 3 bulan sekali, dan ini kita panen untuk pertama kalinya,” ungkapnya saat ditemui awak media di acara Aksi Ber-Acting Kelurahan Belimbing, Sabtu (18/3/23)

Dalam budidaya labu tersebut juga sudah menggunakan Teknologi Tepat Guna (TTG), dimana penyiramannya dilakukan menggunakan penyiram otomatis yang waktunya dapat ditentukan.

Ia juga menjelaskan terkait mengapa pemilihan labu madu untuk dibudidaya. Karena tanaman tersebut tidak sulit untuk dirawat, peminatnya banyak, dan harga jual yang lumayan tinggi.

“Jadi di luaran labu madu kadang bisa Rp 40 ribu sekilo, karena termasuk buah premium, tapi kami jual Rp 25 ribu aja perkilo,” bebernya.

Dikatakan, nantinya labu madu tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan makanan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Labu Madu juga dapat diolah menjadi berbagai macam makanan ringan.

“Ada sekitar 10 jenis makanan yang menggunakan labu ini, seperti puding, donat, kemudian kalau dikeringkan bisa jadi stik atau kreker,” beber Dwi.

Pengolahan makanan dilakukan oleh dasawisma RT 31 beserta galeri mitra, yang sering melakukan pengolahan makanan, dan dikemas sehingga bisa dijual kembali. (sya)

Kelurahan Belimbing Cegah Stunting dengan Ber-Acting

0
Kelurahan Belimbing Cegah Stunting dengan Ber-Acting
Asisten I, Dasuki mewakili Wali Kota Bontang saat memberikan sambutan. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Kelurahan Belimbing mengadakan kegiatan Aksi Bersama Cegah Stunting (Ber-Acting) di wisata kampung kreasi labu madu, Kelurahan Belimbing, Sabtu (18/3/23).

Kegiatan ini diawali dengan senam bersama, juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan penyakit tidak menular, serta penjualan beberapa produk UMKM dari kelurahan-kelurahan.

Kelurahan Belimbing sekaligus melaksanakan panen labu madu yang merupakan produk hasil dari stimulan RT. Lurah Belimbing, Dwi Andriyani mengatakan, walaupun warganya ada yang tinggal di lingkup perumahan, tidak bisa dihindari, stunting juga tetap ada.

“Di Kelurahan Belimbing sendiri, sejak 2023 ini terhitung, sebanyak 57 anak terkena stunting,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Wali Kota Bontang Basri Rase yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dasuki, mengatakan, bahwa stunting bukan hanya masalah di Bontang, tetapi juga nasional.

“Alhamdulillah, stunting 2021 lalu turun dari 26,3 persen menjadi 21 persen di tahun 2022, jadi 2023 ini harusnya bisa lebih dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Ia juga mengharapkan kesanggupan seluruh warga serta pihak-pihak yang berpengaruh, untuk mewujudkan 2024 stunting menurun hingga 14 persen, agar Indonesia Emas dapat terwujud pada tahun 2045 mendatang.

Oleh sebab itu, dari kementerian koordinator Pemantau Masa Kerja (Menko PMK) selalu memantau produktifitas tiap-tiap daerah, agar dapat bergerak dengan cepat dalam aksi penurunan stunting.

Dilanjutkan, kreatif orang dewasa dalam mengolah makanan menjadi makanan yang familiar untuk anak-anak harus diasah, sehingga anak dapat mengonsumsi makanan tanpa pilih-pilih.

“Pemberian Makanan Tambahan (PMT) itu wajib ya, lurah dan camat yang hadir harus bantu genjot itu juga ke warganya,” ungkap Dasuki. (adv/sya)

Babinsa Loktuan Monitoring Pembukaan MTQ Kecamatan Bontang Selatan

0
Babinsa Loktuan Monitoring Pembukaan MTQ Kecamatan Bontang Selatan
Kegiatan monitoring oleh Babinsa Loktuan di pembukaan MTQ Kecamatan Bontang Selatan. (ist)

BONTANG – Babinsa Koramil 0908-01/Loktuan, Serka Dwi Siswanto melaksanakan monitoring pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ ) Ke XVIII Tingkat Kecamatan Bontang Selatan. Kegiatan ini bertempat di Gedung Aini Rasifa, Kelurahan Tanjung Laut, Kamis (16/3/2023) malam.

Serka Dwi Siswanto mengatakan, Koramil 0908-01/Loktuan melalui babinsa siap mendukung pelaksanaan kegiatan MTQ ini agar berjalan tertib dan lancar.

Sementara itu, Danramil 0908-01/Loktuan, Kapten Inf Niko Katani mengatakan, kehadiran babinsa di acara MTQ ini merupakan salah satu kegiatan komunikasi sosial (Komsos) dengan masyarakat, terutama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Ini sebagai bentuk rasa kepedulian dari pemerintah melalui TNI, juga untuk membina kerjasama yang baik antar babinsa dan masyarakat di bidang keagamaan.

Danramil berharap MTQ tingkat Kecamatan Bontang Selatan ini menjadi pendorong semangat untuk membentuk generasi yang berkarakter Qur’ani.

“Nilai sebuah MTQ bukan pada piala dan juara, tapi pada muatan dakwah yang dipancarkannya,” tutupnya. (Pendim Btg)