Beranda blog Halaman 798

Reklamasi hingga Nursery, Kepedulian PT IMM pada Lingkungan

0
Reklamasi hingga Nursery, Kepedulian PT IMM pada Lingkungan
Awak media diberi kesempatan menanam bibit pohon di area arboretum 30 Gemilang. (Yusva Alam)

BONTANG – PT Indominco Mandiri (IMM) membuktikkan mampu mengelola tambang ramah lingkungan. Ditunjukkan dengan lahan-lahan bekas tambang yang telah direklamasi, bahkan sebagian sudah menjadi hutan rimbun. Hal itu terbukti dari pengamatan media ini saat mengikuti Good Mining Practice Tour yang digelar PT IMM, Kamis (16/3/2023) diikuti oleh awak media dari tingkat nasional, provinsi, hingga lokal Bontang.

Kepala Teknik Tambang PT Indominco Mandiri Era Tjahya Saputra mengatakan, program ini diadakan memang untuk mengenalkan kepada awak media massa terkait aktivitas lain perusahaan selain menambang batubara. Anak perusahaan PT Indo Tambangraya Megah (ITM) ini memang sudah fokus mereklamasi atau menghijaukan lahan eks tambang sejak 20 tahunan terakhir.

“Kami sadari selain menambang kami juga punya tanggung jawab untuk kembali menghijaukan ekosistem hutan,” ujarnya.

Diketahui, sejak mulai beroperasi tahun 1997, IMM memiliki total konsesi 24 ribu hektar. Dari total tersebut baru 11 ribu hektar yang dieksplorasi. Dari 11 ribu hektar ini, 9 ribu hektar sudah direklamasi dan sudah terbukti menjadi hutan rimbun. Sedangkan 13 ribu hektar sisanya dijadikan sebagai wilayah penyangga, atau dibiarkan tetap menjadi hutan alami.

Pojok Literasi di Perpustakaan Daerah Bontang

Kegiatan ini start di Perpustakaan Daerah Bontang dengan mengikuti peresmian Pojok literasi Tambang PT IMM. Pojok literasi ini dibangun IMM dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat, agar memahami seputar dunia tambang.

Lantaran disebutkan Kepala Teknik Tambang PT IMM, Era Tjahya Saputra, masih banyak pandangan negatif masyarakat terhadap dunia tambang. Karenanya dengan hadirnya pojok literasi ini, dapat mengedukasi masyarakat agar stigma-stigma negatif yang berkembang dapat memudar.

“Stigma negatif di masyarakat sulit untuk kami counter semua. Semoga dengan hadirnya pojok literasi tambang ini dapat memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat terkait aktifitas tambang yang sebenarnya,” ujar era.

Pojok literasi IMM diresmikan Sekda Bontang, Aji Erlynawati. Dihadiri Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti dan Bunda Literasi, Hapidhah Basri Rase.

Mengunjungi Arboretum 30 Gemilang

Tujuan berikutnya adalah Arboretum 30 Gemilang. Arboretum ini merupakan salahsatu lahan eks tambang yang telah direklamasi. Sejak ditanami tahun 2001 silam, saat ini terbukti area tersebut sudah mulai menghijau. Beragam jenis tanaman dan pohon-pohon tumbuh di area itu, bahkan hewan-hewan pun banyak yang hidup.

Bayu Setiawan, Superintendant Rehabilitasi PT IMM mengatakan, di kawasan seluas 65 hektar ini terdapat 40 jenis tumbuhan. 10 jenis tanaman pokok reklamasi dan 30 jenis tanaman yang tumbuh secara alami. Terdapat pula jenis satwa liar, 13 jenis mamalia dan 53 jenis burung.

Dari data 2014 silam, ada sekitar 50 orang hutan di dalam Arboretum 30 Gemilang.

“Ada juga jejak beruang dan macan dahan,” ungkap Bayu Setiawan yang menjadi tour guide di kegiatan kali ini.

Area ini juga berfungsi sebagai lokasi edukasi. Banyak tamu yang berkunjung seperti pelajar. Ada pula jalur tracking sepanjang 800 meter. Pengunjung dapat menelusuri jalur ini untuk menikmati kawasan arboretum.

“Kawasan ini jadi sarana edukasi ke masyarakat. Agar masyarakat paham bahwa perusahaan juga tetap memperhatikan lingkungan,” tuturnya.

Nursery

Usai beristirahat makan siang dan salat zuhur di Danau Kanahuang, awak media diajak menuju nursery IMM atau area pembibitan tanaman. Di atas lahan sekira 2 hektar ini, IMM bekerjasama dengan UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan berbagai jenis varietas tanaman. Salahsatu tanaman unggulan adalah buah melon yang memiliki kadar kemanisan sampai 17.

“Kalau di pasaran tingkat kemanisan melon paling tinggi 10. Kami bisa mencapai angka 17,” ujar Bayu menerangkan.

Perusahaan memiliki program bagi karyawan yang dapat mengumpulkan biji-biji buah akan mendapatkan reward. Sesuai dengan seberapa banyak biji yang dikumpulkan.

“Di area ini kapasitas maksimal 1,2 juta bibit yang mampu dikembangkan. Biji-biji yang dikumpulkan karyawan dibawa ke nursery ini untuk dikembangbiakkan,” imbuhnya.

PLTS

Setelah mengunjungi nursery, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju area Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berada di daerah Santan.

PLTS ini mulai dioperasikan sejak tahun 2020. Menggunakan teknologi smart microgrid dan berkapasitas 3 Megawatt dengan energi simpanan 2 MW.

PLTS ini mampu memasok energi untuk operasional Pelabuhan Bontang, menghemat bahan bakar, dan mengurangi biaya perawatan, sekaligus mengurangi emisi karbon.

Melihat Peternakan dan Produksi Minyak Kelapa Warga

Dari PLTS awak media diajak mengunjungi area peternakan sapi. Area ini merupakan area sekitar tambang yang dibebaskan oleh IMM. Meski milik perusahaan, namun area ini dapat digunakan masyarakat sekitar untuk meningkatkan potensi masyarakat.

“Perusahaan membantu dana, masyarakat yang menyalurkan potensi di lahan ini,” kata Bayu.

Di area ini masyarakat dapat beternak sapi, memanfaatkan kotoran sapi untuk jadi biogas, lalu juga memproduksi minyak kelapa. Ada pula gedung traning center, tempat perusahaan mengedukasi masyarakat dengan beragam pelatihan yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar.  (adv/al)

Edukasi Masyarakat, PT IMM Bangun Pojok Literasi di Perpustakaan Daerah

0
Edukasi Masyarakat, PT IMM Bangun Pojok Literasi di Perpustakaan Daerah
Peresmian pojok literasi tambang PT IMM di Perpustakaan Daerah Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – PT Indominco Mandiri (IMM) bekerjasama dengan Pemkot Bontang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang membangun pojok literasi di salahsatu sudut Perpustakaan Daerah Bontang. Pojok Literasi IMM ini diresmikan Kamis (16/3/2023) lalu oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, Aji Erlynawati.

Kepala Teknik Tambang PT IMM, Era Tjahya mengatakan, tujuan didirikannya pojok literasi tambang ini adalah untuk mengedukasi masyarakat Bontang seputar dunia tambang. Agar stigma negatif terkait dunia tambang yang berkembang di masyarakat perlahan memudar.

“Banyak hal negatif yang ada di pikiran masyarakat terkait tambang saat ini. Kami tidak bisa mengcounter semua pandangan itu. Semoga dengan pojok literasi ini semakin membuka pikiran masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakannya, banyak hal positif yang bisa didapat dengan keberadaan tambang. Seperti peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Dirinya pun berterima kasih kepada Pemkot Bontang yang telah memfasilitasi pojok literasi tambang ini. Pihaknya akan berupaya terus melengkapi sarana yang dibutuhkan di pojok literasi ini, karena saat ini dirasa masih kurang.

“Semoga masyarakat semakin tercerahkan dengan beragam informasi seputar tambang IMM yang tersedia di pojok literasi ini,” harapnya.

Kadis DPK Bontang, Retno Febriaryanti mengatakan, pihaknya siap membantu perusahaan tambang untuk mengedukasi masyarakat. Agar masyarakat semakin terbuka pemikirannya terkait apakah benar perusahaan tambang itu merusak lingkungan atau tidak.

“Semoga hadirnya pojok literasi ini juga semakin meningkatkan jumlah pemustaka yang datang berkunjung ke Perpustakaan Daerah Bontang,” ujarnya.

Selaku tuan rumah pun pihaknya berharap perusahaan lain juga ikut melakukan hal yang sama. Dirinya mengajak perusahaan-perusahaan untuk bersama-sama mendidik dan mensejahterakan masyarakat.

“Kami berharap bisa membangun ruangan lain yang dapat mengakomodir perusahaan-perusahaan lainnya yang ingin berkontribusi di perpustakaan daerah ini,” bebernya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, Aji Erlynawati menambahkan, tidak semua perpustakaan daerah memilik pojok literasi semacam ini. Hal ini merupakan inovasi yang luar biasa. Artinya sinergi antara Pemkot Bontang dan perusahaan berjalan baik.

“Saat ini anak muda lebih suka berselancar di dunia maya. Semoga hadirnya pojok literasi tambang ini dapat mengedukasi masyarakat khususnya anak-anak muda tentang dunia tambang,” harapnya.

Dirinya pun berharap dengan sinergi ini akan mendapatkan apresiasi baik di tingkat lokal maupun nasional. Lantaran masih minimnya pojok literasi perusahaan yang hadir di perpustakaan daerah.

“Akan saya sampaikan ke rekan-rekan yang lain bahwa ada pojok informasi semacam ini di Perpustakaan Daerah Bontang,” pungkasnya sembari meresmikan pojok literasi tambang IMM ini. (adv/al)

Babinsa Anggana Hadiri HUT ke-12 SMPN 06

0
Babinsa Anggana Hadiri HUT ke-12 SMPN 06
Perayaan HUT ke-12 SMPN 06 Anggana. (ist)

BONTANG – Babinsa Koramil 0908-03/Anggana, Sertu Cuncun menghadiri HUT ke-12 SMPN 06 di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (16/03/2023).

Perayaan tahun ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi, para guru pendidik, staf, dan kepala sekolah SMPN 06 Anggana. Dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan yang dipentaskan para siswa-siswi SMPN 06 Anggana, yang sangat memukau tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Sertu Cuncun menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar SMPN 06 Anggana, “Semoga semakin berprestasi, semakin maju dan sukses di masa yang akan datang, serta semoga bisa menjadi wadah untuk penerus-penerus bangsa menuntut ilmu,” ujarnya.

Sertu Cuncun juga berharap, semoga SMPN 06 Anggana bisa melahirkan anak-anak berprestasi yang bermoral dan berbudi pekerti yang baik. Babinsa juga berpesan kepada siswa siswi, sebagai generasi muda penerus bangsa, agar menjauhi segala bentuk narkoba dan minuman keras serta hal-hal negatif, yang bisa merugikan dan merusak diri sendiri maupun orang lain.

“Jangan bangga sampai di sini, karena masih banyak yang perlu ditingkatkan dan prestasi-prestasi yang harus dicapai. Tingkatkan kedisiplinan tegakkan aturan-aturan yang ada, sehingga mutu sekolah bisa tercapai,” tegasnya. (Pendim Btg).

Koramil 0908-02/Muara Badak Dikunjungi Anak-anak TPA Al Qolam

0
Koramil 0908-02/Muara Badak Dikunjungi Anak-anak TPA Al Qolam
Kunjungan anak-anak TPA Al Qolam ke Koramil 0908/Muara Badak. (ist)

BONTANG – Bati Tuud Koramil 0908-02/Muara Badak, Peltu Sunaryo menerima Anak TPA Al Qolam, dalam rangka mengunjungi Kantor Koramil 0908-02/Muara Badak di Jalan Bina Karya 2, Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (16/3/2023).

“Inti dari kunjungan tersebut agar anak didik TPA Al Qolam mengenal lingkungan TNI, khususnya di Koramil 0908-02/Muara Badak,” ujar Peltu Sunaryo.

Dikatakannya, memberikan sedikit gambaran tentang tugas koramil dan pengarahan tentang bela negara, serta memberikan cerita kepahlawanan dan memberi wawasan kebangsaan.

“Diharapkan anak-anak mengetahui tentang TNI. Termotivasi untuk bercita-cita menjadi TNI yang bertugas menjaga keutuhan NKRI. Dalam diri anak akan tertanam jiwa cinta tanah air dan membela bangsa dan negara,” imbuhnya.

Selain itu, anak-anak juga diajak mengenal lingkungan di sekitar Koramil 0908-02/Muara Badak.

“Usia pada taman kanak kanak adalah masa golden age, sehingga apa yang dilihat akan tertanam pada dirinya. Pembelajaran usia TK sekarang menitik beratkan pada pendidikan karakter. Sehingga anak diharapkan bisa tercapai cita-citanya yang tinggi dengan karakter yg baik. Anak Indonesia jadi anak yang berguna bagi Nusa dan Bangsa,” pungkasnya. (Pendim Btg)

Komitmen Dalam Upaya Pengelolaan Lingkungan, Mitra Binaan Badak LNG Terima Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

0
Komitmen Dalam Upaya Pengelolaan Lingkungan, Mitra Binaan Badak LNG Terima Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pengendalian pencemaran dan Kerusakan Lingkungan melaksanakan Rapat Kerja Teknis tahun 2023 dengan tajuk Co-evaluation.

Dalam rangkaian acara tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memberikan penghargaan kepada komunitas masyarakat yang dibina perusahaan dan secara aktif turut serta dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Dari seluruh Indonesia, hanya 2 (dua) komunitas yang mendapatkan penghargaan ini. Salah satunya mitra binaan Badak LNG, yakni Saung Pandu.

Bertempat di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Ketua Kelompok Saung Pandu Mitra Binaan Badak LNG Adul Rahmansyah menerima penghargaan dari Menteri KLHK Siti Nurbaya pada 15 Maret 2023.

“Alhamdulillah kami dari Saung Pandu mendapatkan penghargaan. Terima kasih kepada Badak LNG yang selalu mendukung kegiatan kami serta memberikan edukasi-edukasi pelestarian lingkungan kepada kami. Semoga penghargaan ini semakin menumbuhkan semangat kelompok kami untuk terus peduli terhadap pengelolaan lingkungan,” ungkap Adul.

Pemberdayaan masyarakat dalam program Saung Pandu dilakukan dalam sinergi masyarakat dan perusahaan. Berawal dari perselisihan sengketa lahan dengan perusahaan, Badak LNG berhasil menggandeng masyarakat untuk bekerja sama untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui usaha budidaya perikanan dan kolam pemancingan dengan mengedepankan efisiensi energi.

Usaha ini dikelola secara mandiri oleh kelompok masyarakat Saung Pandu dengan memanfaatkan lahan terbuka dan air olahan limbah domestik perusahaan.

Air tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan budidaya ikan air tawar, dimana air yang digunakan sudah memenuhi standar baku mutu.  Dari usaha ini menghasilkan tenaga terampil budidaya ikan hingga menghasilkan omzet jutaan rupiah setiap bulannya. (adv)

Sengketa Kepemilikan Lahan, Warga RT 38 Tanjung Laut Ajukan Banding

0
Sengketa Kepemilikan Lahan, Warga RT 38 Tanjung Laut Ajukan Banding
Warga RT 38 Tanjung Laut saat mengajukan banding di Pengadilan Negeri Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Warga Jalan Selat Madura, RT 38, Kelurahan Tanjung Laut berbondong-bondong mendatangi Pengadilan Negeri Bontang, Kamis (16/3/23) untuk mengajukan banding dalam hak kepemilikan lahan di wilayah tersebut.

Surati salah satu warga di RT 38, yang sudah menempati lahan tersebut selama 26 tahun menjelaskan, bahwa lahan di RT 38 secara tiba-tiba pada tahun 2019 diakui milik seseorang bernama Munifah. Warga yang sudah puluhan tahun tinggal di lahan tersebut tidak terima akan hal tersebut.

“Selama puluhan tahun kami tinggal di sana, kami bayar pajak dan tidak pernah ada masalah,” jelas Surati.

Tanah tersebut dulu milik PT Tirta Manggala yang akhirnya ditinggalkan, sehingga warga memilih untuk menggunakan lahan tersebut sebagai pemukiman. Dikatakan tanah itu nantinya bisa dikembalikan ke pemerintah.

“Dari perwakilan PT Tirta Manggala sendiri sudah memberitahu ketua RT, bahwa lahan tersebut dipersilahkan untuk ditempati,” imbuh Erni, mantan Ketua RT 38.

Warga mengatakan, bahwa pihak Munifah telah melakukan sidang pada tahun 2022 lalu. Namun, warga mendapatkan banyak kejanggalan, sehingga meminta untuk mengajukan banding.

Sebelumnya warga juga sering diteror agar segera pindah dari lahan tersebut. Plang penggusuran juga pernah dipasang. Sehingga diputuskan tanggal 6 April 2023 mendatang sidang banding akan dilakukan.

“Nanti dari pihak RT 38 akan ada 4 pengacara dari Samarinda,” jelas Juwoto, Ketua RT 38 saat ini. (sya)

Bahauddin: Pernikahan Dini Penyebab Stunting di Bontang!

0
Bahauddin: Pernikahan Dini Penyebab Stunting di Bontang!
Bahauddin, Kepala Dinas PPKB Bontang. (ist)

BONTANG – Stunting di Kota Bontang seringkali diakibatkan oleh pernikahan dini. Karenanya disarankan menikah di usia minimal 19 tahun. Hal itu diungkapkan Bahauddin, Kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang.

“Kami masih memberikan rekomendasi kepada warga yang melakukan pernikahan dini, ” jelasnya saat ditemui awak media di Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting dan Klarifikasi Data Penurunan Kemiskinan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (16/3/23)

Bahauddin menyarankan bagi wanita, untuk menikah pada usia 19 tahun. Karena jika menikah sebelum 19 tahun, ukuran panggul masih kecil sehingga sulit untuk melahirkan.

“Boleh saja menikah sebelum 19 tahun, tapi kalau hamil sebaiknya sudah berumur 19 tahun, kadang gizi ibunya juga belum terpenuhi jadi berpotensi stunting,” bebernya.

Oleh sebab itu, DPPKB Bontang akan menyusun peraturan wali kota (perwali) terkait pencegahan pernikahan dini, serta mengatur edukasi pernikahan dini.

“Perwali tersebut sudah mulai disusun, semoga bisa lekas selesai,” harapnya.

Dengan hadirnya perwali, nantinya diharapkan dapat mengedukasi warga, tidak hanya anak-anak dan remaja, tapi juga orang dewasa atas bahaya dan dampak dari pernikahan dini.

Diketahui, Tahun 2022 lalu angka stunting di Kota Bontang di angka 21 persen, masih jauh dari target penurunan 14 persen pada tahun 2024 mendatang yang telah dicanangkan Pemkot Bontang.

Bahauddin menegaskan, tahun 2023 ini stunting di Bontang harus turun menjadi 16 persen. (sya)

Jelang Ramadan, BKDIB Siapkan 175 Mubalig untuk Seluruh Masjid di Bontang

0
Jelang Ramadan, BKDIB Siapkan 175 Mubalig untuk Seluruh Masjid di Bontang
Suasana salah satu masjid di Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Jelang Bulan Ramadan, Badan Koordinasi Dakwah Islam Bontang (BKDIB) telah menyebar jadwal mubalig sebagai pengisi ceramah agama di seluruh masjid di Kota Taman, sebutan Kota Bontang.

Sekretaris BKDIB Bontang, Jumadil mengatakan, dirinya telah membuat jadwal kepada para mubalig di Kota Bontang yang bertugas melaksanakan ceramah di masjid-masjid yang tersebar di Kota Bontang.

Dari data BKDIB, ada sebanyak 107 masjid dan musala, serta ada 175 mubalig binaan BKDIB yang akan ditugaskan selama Bulan Ramadan.

“Binaan mubalig BKDIB akan ditugaskan di masjid-masjid dan musala,” kata Jumadil, Kamis (16/3/2023).

Sementara, masjid binaan BKDIB yang berada di pulau atau pesisir akan dibantu dalam hal akomodasi yang siap antar jemput mubalig.

“Kalau yang di pesisir Bontang Lestari akan disiapkan armada yang siap antar jemput. Kalau yang di atas laut kerja sama dengan takmirnya. BKDIB menyiapkan mubalig, takmirnya nanti yang menjemput seperti di pulau Selangan, Tihi-tihi dan Malahing,” jelasnya.

Ia mengatakan, BKDIB juga melakukan pembinaan kepada para mubalig, serta mubalig melakukan pembinaan kepada majelis taklim di masyarakat.

“Kalau BKDIB melakukan pembinaan kepada mubalig binaan BKDIB,” pungkasnya. (yah)

Syarifah: Disdukcapil Harus Dukung Suksesnya Pemilu 2024!

0
Syarifah: Disdukcapil Harus Dukung Suksesnya Pemilu 2024!
Asisten III, Syarifah Nurul Hidayati mewakili wali kota dalam Rakorda Disdukcapil (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) forum penyelenggaraan adminduk provinsi kabupaten/kota se-Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2023 dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (16/3/23).

Dalam hal ini, Wali Kota Bontang Basri Rase diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Pemerintahan, Syarifah Nurul Hidayati mengungkapkan apresiasinya kepada jajaran Dinas Kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) se-Kaltim, atas capaiannya menata administrasi kependudukan.

Hal tersebut dikhususkan kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Perlindungan Anak Provinsi Kaltim sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah yang selalu mengawasi kinerja disdukcapil di daerah, sehingga semua program yang terkait dengan penataan administrasi kependudukan, dapat terlaksana dengan baik.

“Hal ini tidak terlepas dari perintah tegas satu komando dari ditjen disdukcapil kementrian dalam negeri, yang berwenang menyelenggarakan pemeriksaan dan pelaksanaan kebijakan, sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” jelasnya.

Diungkapkan pula, Kepala Disdukcapil Bontang telah menjalankan tugas dan fungsi pokoknya dengan baik, dalam membantu wali kota melaksanakan urusan kependudukan dan pencatatan sipil, bahkan telah berhasil mendapatkan penghargaan dari direktorat kependudukan pencatatan sipil.

Tahun ini menjadi tahun yang berat untuk disdukcapil daerah, karena selain disibuki dengan pelayanan yang sesuai target secara nasional.

Disdukcapil juga diminta mendukung suksesnya penyelenggaraan pemilu 14 Februari dan pilkada serentak tanggal 27 November 2024 mendatang, melalui sinkronisasi data pemilih dengan data penduduk dan menyediakan akses pemanfaatan data kependudukan untuk KPU.

“Jadi KPU akan memverifikasi data kependudukan atau NIK, jangan sampai nanti orangnya sudah tidak ada tapi namanya masih mencoblos,” tandasnya.

Diharapkan juga, seluruh disdukcapil provinsi dapat mendukung percepatan penggunaan kependudukan digital. Dalam hal ini, target 2023, seluruh ASN di Bontang harus sudah menggunakan Kartu Tanda Kependudukan digital tersebut. (adv/sya)

Sosialisasikan Perda Pariwisata, Kadir Tappa: Dapat Tingkatkan Perekonomian Kaltim!

0

BONTANG – Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Kadir Tappa kembali mengadakan sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2022, tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dilaksanakan di Hotel Andika, Jumat (17/3/23).

Kegiatan ini diselenggarakan, bertujuan agar masyarakat Bontang teredukasi dan dapat membantu Bontang menjadi Kota Pariwisata pasca industri.

Menghadirkan 2 pemateri, yaitu Selamat Said Sanib, Trainer dan Motivator serta Ramli Mansurina, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang.

Kadir Tappa sangat mendukung penuh hadirnya perda ini. Lantaran dapat meningkatkan perekonomian di Kaltim dan Bontang khususnya.

Namun dibutuhkan penguatan SDM guna mendukung suksesnya pariwisata di Kaltim. Dikatakanya Kadir Tappa pembentukan SDM harus dilakukan sejak dini, agar dapat menghasilkan SDM yang berkualitas.

Sebagai salah satu wilayah yang ada di Kalimantan Timur, Bontang siap memajukan perekonomian warga.

“Beri anak-anak kita pendidikan yang terbaik, agar ke depannya bisa ikut memajukan kota ini,” harapnya.

Sementara itu, Ramli menjelaskan, bahwa perda tersebut guna mengakomodasi dinamika kepariwisataan global, nasional, dan lokal pemindahan ibu kota, pembangunan pariwisata berkelanjutan dan ekowisata sebagai tema utama.

“Perda ini disusun dalam menyambut Kalimantan Timur menjadi Ibu Kota Negara (IKN),” jelasnya.

Tujuan lainnya, menjadikan Kaltim sebagai tempat destinasi ekowisata berkelas dunia yang berdaya saing, mensejahterakan masyarakat, dan berkelanjutan.

Ekowisata berbasis hutan, sungai, gunung, danau, pesisir/pantai, pulau-pulau, goa, karst dan budaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan Said Sanib menambahkan, perilaku kreatif dapat didorong dengan adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, sehingga bisa membuat ide-ide untuk keberlangsungan tempat wisata.

“Pengelolaan manusia itu penting, sehingga tercipta generasi penerus untuk saling bertukar pikiran, dalam mengelola dan membuat pengembangan destinasi wisata,” pungkasnya. (adv/dar)