Beranda blog Halaman 915

Kasus Pelecehan Oknum Honorer Pemkot, AH: Sanksi Berat Jika Terbukti!

0
Kasus Pelecehan Oknum Honorer Pemkot, AH: Sanksi Berat Jika Terbukti!
AH ingin pemkot tingkatkan social control di masyarakat. (ist)

BONTANG – Apabila oknum honorer Pemkot Bontang terbukti melakukan tindakan pelecehan seksual kepada anak tirinya, oknum tersebut harus disanksi berat. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris beberapa waktu lalu.

“Kalau bicara dari sisi profesinya sebagai tenaga honorer di Pemkot Bontang, oknum itu harus dikeluarkan dari pekerjaannya jika terbukti melakukan. Tapi kalau dari sisi pidana, itu urusan polisi,” ujar Politisi Partai Gerindra tersebut.

Diakuinya, kejadian semacam ini sudah seringkali berulang. Karenanya dirinya meminta pemerintah untuk bekerjasama dengan semua pihak, agar meningkatkan social control. Membentuk trantib atau kerjasama dengan para tokoh dan pemuka agama, agar terus mengimbau masyarakat.

“Apabila social control itu berjalan, maka pelaku-pelaku yang memiliki niat buruk itu akan berpikir keras untuk melancarkan aksinya. Akan semakin banyak keluarga yang merasa aman karena terus dibantu pengawasan,” imbuhnya.

Namun begitu ditambahkan pria yang akrab disapa AH ini, dalam kasus semacam ini keluarga memiliki peranan paling penting untuk menjaga keluarganya. Karena itu jangan pernah memberikan kesempatan kepada pelaku untuk melancarkan aksinya.

Diketahui beberapa waktu lalu, seorang oknum honorer di Pemkot Bontang melakukan tindakan pelecehan seksual kepada anak tirinya. Namun dengan kejadian itu istri dan anaknya belum melaporkan ke pihak kepolisian. (adv/al)

Kapolres: Pelecehan Oknum Honorer Tak Perlu ke Ranah Hukum

0
Kapolres: Pelecehan Oknum Honorer Tak Perlu ke Ranah Hukum
Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum honorer Pemkot Bontang kepada anak tirinya beberapa waktu lalu, tidak perlu ada tidak lanjut laporan kepada kepolisian. Hal itu diungkapkan Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya saat mengamankan aksi damai May Day di Simpang 3 Ramayana, Senin (1/5/2023).

Dikatakannya, korban adalah seorang anak, di mana wali atau pendamping korban harus berkenan, agar anak tersebut membuat laporan langsung ke kepolisian.

“Bukan berarti polisi tidak bergerak, kami mengumpulkan data pelaku, Kemudian kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar ada tindakan dari sisi kepegawaian,” jelasnya saat ditemui redaksi, Senin (1/5/23).

Kepolisian tidak dapat bergerak secara hukum, karena harus ada pelaporan dalam hal itu. Polisi juga tidak dapat memaksa keluarga korban. Ditakutkan jika polisi makin terlibat adalah kondisi anak yang semakin mengalami trauma.

“Jadi, kami lebih melakukan tindakan persuasif terhadap keluarga korban,” ucapnya.

Pihak kepolisian menyerahkan keseluruhan pendamping korban kepada UPT. PPA. Hal tersebut diharapkan dapat membantu psikologi korban.

“Kami tidak ingin pas korban lihat polisi dia malah makin takut, jadi pendampingan full oleh PPA,” tutupnya. (sya)

Aksi May Day Kondusif, Kapolres: Buktikkan Warga Bontang Beradab

0
Aksi May Day Kondusif, Kapolres: Buktikkan Warga Bontang Beradab
Kapolres dan Dandim di kerumunan aksi damai. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Aksi damai May Day atau Hari Buruh yang dilaksanakan di Simpang Tiga Ramayana, Senin (1/5/23) terlaksana dengan kondusif.

Kapolres Bontang AKBP, Yusep Dwi Prasetya mengatakan, aspirasi yang telah disampaikan dengan damai membuktikan bahwa warga Bontang hebat dan beradab.

“Aksi damai terlaksana dengan kondusif, sehingga kebijakan aksi damai ini telah memperlihatkan kualitas kita sendiri,” ungkapnya.

Suara generasi penerus bangsa diharapkan menjadi inspirasi untuk warga Bontang yang lain, agar berani menyuarakan aspirasi dari masyarakat. Saat menyampaikan aspirasi, harus dengan toleransi di jalan, karena kenyamanan pengguna jalan diharapkan tidak terganggu.

“Aspirasi-aspirasi selanjutnya boleh disampaikan, namun saya harap dapat disampaikan dengan cara benar dan baik,” lanjut kapolres.

Sementara itu, Dandim 0908/Bontang, Letkol Inf Priyo Handoyo menambahkan, aspirasi yang disampaikan telah diserap dan diterima dengan baik. Sehingga nanti forkopimda akan segera memberitahukan kepada Pemkot Bontang.

“Seluruh elemen pemerintahan tidak pernah menutup diri, apabila forkopimda menyampaikan hal-hal kecil, apalagi terkait tenaga kerja kita,” ucapnya.

Diharapkan dengan suara masyarakat Bontang dalam aksi damai ini, dapat membantu membangun Kota Bontang agar menjadi lebih baik.

“Semua butuh waktu dan proses, seluruh stakeholder tentu berperan di sini,” imbuhnya.

Adapun perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bontang mengharapkan, dalam waktu dekat mereka dapat bertemu dengan Wali Kota Bontang atau DPRD Bontang, agar dapat menyampaikan langsung poin-poin penting dalam aksi damai tersebut.  (sya)

Amir Tosina Berharap Renovasi Terminal Bus Bontang Tingkatkan Jumlah Penumpang

0
Amir Tosina Berharap Renovasi Terminal Bus Bontang Tingkatkan Jumlah Penumpang
Renovasi terminal diharapkan Amir Tosina dapat tingkatkan jumlah penumpang. (ist)

BONTANG – Sepinya penumpang di Terminal Bus Bontang mendapat tanggapan dari Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina. Amir berharap dengan rencana renovasi terminal tersebut, dapat kembali meningkatkan jumlah penumpang.

Diakuinya, Terminal Bus Bontang memang mengalami penurunan jumlah penumpang beberapa tahun belakangan ini. Menurutnya, hal itu dikarenakan kondisi terminal yang kurang layak. Sehingga membuat warga Bontang lebih memilih moda transportasi yang lain, ketimbang naik bus di terminal antarkota dalam provinsi itu.

Ia pun berharap renovasi terminal yang direncanakan pasca lebaran ini, akan benar-benar terwujud. Sehingga kondisi terminal akan berubah lebih baik dalam setiap sisi.

“Jika sudah direnovasi ruang tunggu jadi layak, ada videotronnya, menampilkan jadwal keberangkatan secara update, sarana prasarana diperbaiki, serta perbaikan-perbaikan lainnya, saya rasa warga Bontang akan kembali tertarik ke Terminal Bus Bontang,” ungkapnya. (adv/al)

Peduli Kebersihan Laut, Relawan Kumpulkan 386,9 Kilogram Sampah di Beras Basah

0
Peduli Kebersihan Laut, Relawan Kumpulkan 386,9 Kilogram Sampah di Beras Basah
Kegiatan relawan membersihkan sampah-sampah di Pulau Beras Basah. (ist)

BONTANG – Permasalahan sampah di Pulau Beras Basah setiap momen liburan seakan menjadi momok. Sampah berserak hasil kunjungan wisatawan ini tak pernah menemui solusi setiap tahunnya.

Permasalahan inipun menjadi perhatian berbagai kalangan, salahsatunya Komunitas Peduli Sampah (KPS). Guna mengatasi permasalahan tersebut, KPS berinisiatif mengadakan kegiatan Gerakan Pungut Sampah Laut, yang berlangsung 2 hari, Sabtu dan Minggu (29-30/4/2023) kemarin.

Kegiatan ini diikuti sekira 83 relawan, yang turun ke lapangan membersihkan sampah-sampah di objek wisata andalan Kota Bontang tersebut. Beberapa relawan di antaranya 87 Rescue, Pramuka Saka Bakti Husada, Komunitas I Care, Pokdarwis Berbas Pantai, Duta Peduli Sampah, Bontang Adventurer Community, Borac, TCYB, Fosbon, Fordasi, Rimba Indonesia, ngammock Bontang, RK, dan Masata serta beberapa aktivis lingkungan lainnya.

Muhammad Saipul, Koordinator Komunitas Peduli Sampah mengatakan, kegiatan ini tak hanya membersihkan sampah, namun juga dilakukan untuk memberikan edukasi kepada para pengunjung, agar dapat membuang sampah pada tempatnya dan membawa pulang sampah kembali ke daratan.

“Kegiatan kali ini berhasil mengangkut sampah sebanyak 386,9 Kilogram. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai 398,6 Kilogram,” ujarnya.

Sampah-sampah yang terkumpul terdiri dari:

  1. Sampah botol plastik/gelas plastik 63,6 Kg
  2. Plastik kemasan 7,4 kg
  3. Sampah residu 293,1 kg
  4. Sampah styrofoam 7,3 kg
  5. Sampah botol kaca 10,4 kg
  6. Kaleng 1,3 kg
  7. Aluminium 3,8 kg

“Di kegiatan ini juga dilakukan sharing session dan deklarasi ‘Laut Bukan Tempat Sampah’ bersama beberapa komunitas yang hadir,” imbuhnya.

Dari hasil sharing session dihasilkan poin-poin sebagai berikut:

  1. Mendorong prinsip sampahku tanggung jawabku (Pengunjung harus membawa kembali pulang sampah yang dihasilkan oleh pengunjung di tempat wisata khususnya di Pulau Beras Basah).
  2. Menghimbau pelaku wisata kuliner di Pulau Beras Basah agar tidak membuang sampah ke laut dan membawa sampahnya kembali pulang ke daratan.
  3. Mendorong Pemkot Bontang untuk membentuk Pokja Peduli Sampah, dengan melibatkan komunitas dan organisasi yang peduli terhadap lingkungan, agar menjadi ranger/relawan edukator sampah di Pulau Beras Basah.
  4. Mendorong Pemkot Bontang untuk memfasilitasi komunitas/organisasi/pemuda untuk melakukan ‘gerakan pungut sampah laut’ berupa transportasi penyebrangan dan konsumsi ranger/relawan edukator sampah di Pulau Beras Basah.
  5. Menghimbau kepada pemerintah agar tidak menyediakan tong sampah di Pulau Beras Basah, apabila tidak menyediakan transportasi kapal khusus pengangkutan sampah di Pulau Beras Basah.
  6. Menghimbau kapal-kapal pengangkut pengunjung menuju ke Pulau Beras Basah, agar selalu mengingatkan kepada pengunjung, agar membawa sampahnya pulang kembali ke daratan.

“Stop buang sampah ke laut, laut bukan tempat sampah!,” tegas Saipul. (al)

Pekerja Suarakan Hak-Haknya di Aksi Damai May Day

0
Pekerja Suarakan Hak-Haknya di Aksi Damai May Day
BONTANG – Aksi damai Hari Buruh Internasional (May Day) digelar di Simpang Tiga depan Ramayana Kota Bontang, Senin (1/5/2023). Sejumlah aliansi serikat buruh, pekerja, dan elemen mahasiswa bersatu menyuarakan aspirasi kelas pekerja. Aksi damai kali ini diikuti puluhan peserta aksi dari lintas elemen. Elemen yang tergabung yakni dari FSP KEP KSPI Bontang, SBSI 92, Badan Eksekutif Mahasiswa STTIB dan BEM di Bontang. Dijaga ketat anggota TNI-Polri bersama personel gabungan. Marten, orator dari FSP KEP KSPI Bontang mengatakan, fungsi serikat pekerja di perusahaan atau tempat kerja haruslah mengawasi jalannya hak-hak pekerja. Sementara itu, orator lainnya mengungkapkan, bahwa perusahaan di Kota Bontang harus menjalankan perda yang telah ada di Disnaker Kota Bontang. “Disnaker Kota Bontang harus menegur perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan,” katanya. (yah)

BONTANG – Aksi damai Hari Buruh Internasional (May Day) digelar di Simpang Tiga depan Ramayana Kota Bontang, Senin (1/5/2023). Sejumlah aliansi serikat buruh, pekerja, dan elemen mahasiswa bersatu menyuarakan aspirasi kelas pekerja.

Aksi damai kali ini diikuti puluhan peserta aksi dari lintas elemen. Elemen yang tergabung yakni dari FSP KEP KSPI Bontang, SBSI 92, Badan Eksekutif Mahasiswa STTIB dan BEM di Bontang.

Dijaga ketat anggota TNI-Polri bersama personel gabungan.

Marten, orator dari FSP KEP KSPI Bontang mengatakan, fungsi serikat pekerja di perusahaan atau tempat kerja haruslah mengawasi jalannya hak-hak pekerja.

Sementara itu, orator lainnya mengungkapkan, bahwa perusahaan di Kota Bontang harus menjalankan perda yang telah ada di Disnaker Kota Bontang.

“Disnaker Kota Bontang harus menegur perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan,” katanya. (yah)

Tuntutan Serikat Pekerja di Hari Buruh Internasional Kali Ini

0
Tuntutan Serikat Pekerja di Hari Buruh Internasional Kali Ini
Ilustrasi aksi May Day. (ist)

BONTANG – Hari Buruh Internasional (May Day) diperingati setiap tanggal 1 Mei. Merupakan aksi yang selalu diperingati para buruh atau kelas pekerja.

Memperingati hari buruh internasional kali ini, Ketua Serikat Pekerja PAMA Unit Kerja Site (UKS) Indo, Burhanuddin mengatakan, peringatan kali ini hanya menekankan pada komitmen perusahaan, dalam menyuarakan kesejahteraan buruh atau pekerja dengan tetap memerhatikan hak-hak pekerja.

“Secara umum sama. Semangatnya bagaimana buruh ke depan menjadi sejahtera. Bukan hanya dituntut kewajibannya tapi juga diperhatikan hak dan kewajibannya,” kata Burhanuddin, Senin (1/5/2023).

Ia menambahkan, buruh juga dituntut agar dapat semakin berpikir kritis kepada perusahaan, agar tidak semakin tertindas.

“Kami perjuangkan hak pekerja, menyikapi Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Ya termasuk hubungannya dengan undang-undang baru, yakni UU Cipta Kerja dengan memproteksi dalam PKB, yang menurut kami krusial. Kami sepakatnya di PKB,” jelasnya.

SP Pama UKS Indo sepakat, dalam hal ketika ada tafsir undang-undang yang merugikan karyawan atau pekerja pihaknya akan terus menolak.

“Pada dasarnya SP Pama sepakat menolak sesuatu yang merugikan pekerja/karyawan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris FSP KEP KSPI DPC Bontang, Supriyono mengungkapkan, ada beberapa tuntutan dari Federasi Serikat Pekerja (FSP), yakni menolak UU Ciptaker, menuntut pemerintah dan stakeholder dalam proses pemenangan investasi di Kota Bontang, wajib ramah terhadap hak pekerja atau buruh.

“Kami ajak serikat pekerja dan buruh melakukan rekonsiliasi, dalam mengawal aturan ketenagakerjaan di Kota Bontang,” ungkap Supriyono.

Informasi yang dihimpun, terdapat 43 jumlah serikat pekerja dan serikat buruh Kota Bontang, baik dari perusahaan dan non perusahaan. (yah)

Rencana Naikkan Gaji Honorer, AH Minta Pemkot Berhitung Cermat

0
Rencana Naikkan Gaji Honorer, AH Minta Pemkot Berhitung Cermat
AH ingin pemkot berhitung secara cermat sebelum naikkan gaji honorer. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris mendukung penuh rencana Wali Kota Bontang yang menjanjikan kenaikan penghasilan, bagi tiga profesi yang bekerja di lingkungan Pemkot Bontang, yaitu tenaga honorer, guru pesisir, dan dokter senior.

Namun begitu, politikus yang akrab disapa AH itu meminta pemkot berhitung secara matang sebelum mewujudkan rencana tersebut.

AH mengatakan, apabila Pemkot Bontang mewujudkan rencana tersebut menggunakan sumber APBD yang mengandalkan Dana Bagi Hasil (DBH), harus berhitung secara cermat. Lantaran APBD dari DBH ini tidak tentu angkanya setiap tahunnya.

“DBH itu kan bergantung pada pembagian dari pemerintah pusat, yang mendapatkan setoran dari perusahaan di Bontang. Tentu kalau bicara bisnis angkanya tidak bisa dipastikan,” ujarnya.

Ditambahkannya, berbeda kalau pemkot menggunakan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Angka PAD sudah dapat diprediksi, karena pemkot sendiri yang memungut dan mengontrolnya.

“Sudah sejak dulu DPRD dorong pemkot, untuk menaikkan pendapatan tenaga-tenaga yang bekerja di lingkungan pemkot maupun di luar pemkot namun masih berhubungan, seperti Ketua RT atau guru ngaji,” imbuhnya. (adv/al)

Usulkan Terminal Sementara di Dalam Kota, Amir Tosina: Mudahkan Akses Warga

0
Usulkan Terminal Sementara di Dalam Kota, Amir Tosina: Mudahkan Akses Warga
Amir Tosina berharap terminal sementara di dalam kota. (ist)

BONTANG – Rencananya pasca Idulfitri 1444 H, renovasi Terminal Bus Bontang akan segera dimulai. Namun begitu, terminal bus sementara belum juga ditentukan lokasinya hingga saat ini.

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mengatakan, sudah menyarankan kepada Dishub Bontang agar lokasi terminal sementara berada di dalam kota saja. Lokasi yang disarankan meminjam di tanah kosong belakang Anugerah Terang milik PT Badak NGL.

Disarankan lantaran posisinya strategis di tengah kota, sehingga memudahkan akses bagi warga Bontang yang ingin menggunakan bus antarkota.

“Kami sarankan sudah 4 atau 5 bulan lalu sebelum rencana renovasi terminal direalisasikan. Katanya, Dishub masih kaji dulu amdal lalu lintasnya. Tapi sampai saat ini belum juga ada kejelasannya,” ungkapnya.

Amir pun mendengar kabar yang belum bisa dipastikan kebenarannya, bahwa terminal sementara akan menyewa di terminal patas Samarinda Lestari, yang lokasi di dekat Simpang 3 Bontang –Sangatta.

Dirinya pun menyayangkan apabila benar informasi tersebut. Karena menggunakan Terminal Samarinda Lestari artinya harus mengeluarkan dana yang cukup besar untuk menyewa lokasi.

“Lebih baik uangnya dipakai untuk membantu warga yang membutuhkan,” imbuhnya.

Ia pun menyarankan agar terminal sementara itu berada di dalam kota saja, walaupun tak sesuai dengan ide yang pihaknya ajukan tersebut. Agar mudah terjangkau oleh warga Bontang. (adv/al)

2 Pemotor Tewas Usai Tabrak Bemper Depan Truk CPO

0
2 Pemotor Tewas Usai Tabrak Bemper Depan Truk CPO
Ilustrasi laka lantas. (ist)

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali terjadi di Jalan Poros Bontang – Sangatta, tepatnya di Kecamatan Teluk Pandan, Kutim, Jumat (28/4/2023) kemarin sekira pukul 15.00 wita.

Laka lantas kali ini melibatkan 5 pengendara sepeda motor dengan truk tangki CPO. Mengakibatkan 2 korban jiwa.

Petugas Lapangan Satlantas Polsek Kutim membeberkan kronologis kejadian. Saat itu 5 pengendara sepeda motor yang semuanya laki-laki usia remaja, iring-iringan dari arah Sangatta menuju Bontang. Lalu pemotor 1 berinisiatif menyalib sebuah mobil dari arah kanan yang diikuti semua pemotor di belakangnya.

Naas saat menyalib tersebut, para pemotor ini tak memperhatikan ada truk tangki CPO yang datang dari arah berlawanan. Pemotor 1 dan 2 lolos dari kecelakaan. Namun pemotor 3 menabrak bagian ujung bemper kanan truk, dan berimbas kepada pemotor 4 dan 5.

“Pemotor 4 alami luka ringan. Pemotor 3 meninggal di tempat, dan pemotor 5 sempat mengalami luka parah dan kaki patah sebelum akhirnya meninggal dunia di RSUD Taman Husada,” beber petugas tersebut.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga sudah dijelaskan tentang kronologis kejadian. Pihak keluarga pun menerima kejadian itu dengan lapang hati. Jenazah pun sudah dibawa keluarga ke tempat asalnya di Muara Wahau.

“Truk sudah diamankan Polsek Teluk Pandan, Kutim. Supir pun sudah dimintai keterangan sebagai saksi,” pungkasnya. (al)