Beranda blog Halaman 915

Perkuat Kinerja dengan Inovasi, Pupuk Kaltim Efisiensi hingga Rp77 Miliar

0

BONTANG – Perkuat budaya inovasi dalam mendorong efisiensi dan efektivitas kinerja di lingkungan perusahaan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menggelar Pupuk Kaltim Innovation Award (PIA) ke-35 tahun 2023, sebagai ajang bagi para karyawan pegiat inovasi untuk melahirkan berbagai ide inovatif di berbagai bidang.

Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi karyawan mendorong inovasi yang dikembangkan agar semakin teruji, sehingga ke depan mampu memberikan dampak yang lebih signifikan bagi Pupuk Kaltim.

Ketua Panitia PIA 2023 Rully Darmawan menyampaikan, PIA tahun ini diikuti oleh 823 makalah inovasi di lingkungan Pupuk Kaltim, dengan nilai penghematan mencapai Rp77 Miliar atau naik sekitar 16 persen dari sebelumnya. Hal ini melihat gagasan inovatif yang dilahirkan para peserta mampu menciptakan nilai tambah dalam mendorong efisiensi di berbagai bidang, sehingga nilai penghematan pun makin ditingkatkan secara optimal.

Sejalan dengan tema Growing with Innovation, PIA tahun ini pun menjadi representasi bahwa inovasi merupakan suatu keharusan untuk terus ditingkatkan, sehingga Pupuk Kaltim sebagai salah satu industry leader tanah air makin tumbuh dan berkembang dengan berbagai gagasan inovatif untuk menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Hal ini mengingat inovasi merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga keberlanjutan, agar industri dapat terus bertahan dan bertumbuh dalam menghadapi berbagai tantangan,” ucap Rully, saat Awarding PIA ke-35 di Hotel Equator Bontang, Kamis (9/11/2023).

Kegiatan ini juga diisi Innovation Talk dengan mendatangkan pakar untuk sharing knowledge bersama karyawan, serta booth exhibition yang menampilkan berbagai kreativitas inovasi di lingkungan Pupuk Kaltim dan anak perusahaan. Dari hal tersebut, diharap makin menumbuhkan semangat inovasi melalui berbagai gagasan yang yang dikembangkan para inovator di lingkungan Pupuk Kaltim.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, mengatakan Inovasi pada saat ini telah menjadi kebutuhan dan keharusan bagi setiap elemen perusahaan, guna menghadapi kondisi global di tengah era VUCA dan penuh disrupsi. Kata dia, inovasi merupakan investasi terbaik agar perusahaan mampu menjawab berbagai permasalahan, sekaligus menyesuaikan diri dalam menghadapi tantangan yang ada.

“Melalui inovasi kita dapat mendorong performa dan efisiensi dengan berbagai perbaikan, untuk mengoptimalkan profitabilitas serta kinerja ditengah tantangan industri yang terus bergerak dinamis,” ujar Soesilo.

Dijelaskannya, inovasi di lingkungan Pupuk Kaltim setiap tahun terus menunjukkan peningkatan signifikan dengan berbagai pengembangan yang dilakukan. Baik yang merujuk pada lesson learn atas suatu kondisi yang terjadi, maupun sengaja digagas untuk mendukung kinerja perusahaan. Hal ini menunjukkan jika insan Pupuk Kaltim sepenuhnya menyadari inovasi merupakan suatu keharusan, sehingga telah menjadi budaya kerja Perusahaan dalam mendorong kinerja.

“Dan PIA 2023 ini membuktikan jika semangat inovasi terus berkembang dari tahun ke tahun. Dimana ada 800 lebih gugus yang berpartisipasi, dan diharap tahun depan bisa lebih meningkat lagi,” tambah Soesilo.

Dirinya pun meyakini setiap insan Pupuk Kaltim mampu menghasilkan karya inovatif untuk mendorong perbaikan, sehingga efisiensi akan lebih meningkat melalui ide kreatif yang digagas. Untuk itu, Soesilo pun mendorong insan Pupuk Kaltim senantiasa menjaga serta meningkatkan semangat inovasi, sehingga berbagai pengembangan yang telah direncanakan Pupuk Kaltim mampu terlaksana dengan baik.

Selain itu, segala gagasan inovatif yang lahir juga menjadi bukti kepedulian insan Pupuk Kaltim terhadap budaya mutu dalam mendukung kinerja perusahaan, hingga mampu menemukan jawaban dari berbagai tantangan. Bahkan dari inovasi, Pupuk Kaltim tidak hanya mampu berprestasi di kancah nasional, tapi juga level internasional yang jelas berdampak terhadap daya saing perusahaan..

“Melalui inovasi, Pupuk Kaltim semakin mengokohkan diri sebagai perusahaan terdepan di industri petrokimia, sekaligus siap menghadapi segala tantangan industri masa kini, sehingga perusahaan dapat terus tumbuh serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan perekonomian nasional,” pungkas Soesilo. (ADV/MK)

Sepeda Motor RT Mulai Dibagikan di Bontang Selatan, Baru 100 Motor Datang

0
Sepeda Motor RT Mulai Dibagikan di Bontang Selatan, Baru 100 Motor Datang
Motor untuk RT yang telah tiba di Kecamatan Bontang Selatan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pembagian sepeda motor untuk Ketua RT di Kecamatan Bontang Selatan dimulai, Rabu (15/11/2023). Total sebanyak 201 RT yang tersebar di Kecamatan Bontang Selatan.

Salah satu ketua RT yang menghadiri kegiatan penyerahan motor untuk RT, Abdul Muis, Ketua RT 62 Berbas Tengah bersyukur atas realisasi ini, yang merupakan salah satu cara untuk melayani masyarakat.

“Akhirnya terealisasikan juga, pasti sangat membantu untuk kami para ketua RT,” ungkapnya.

Ia berharap nantinya akan ada pembahasan terkait perawatan dan pembayaran surat-surat untuk motor tersebut. Karena sama dengan motor dinas lainnya yang diberikan uang bensin ataupun perbaikan.

Camat Bontang Selatan, Kamsal mengatakan, belum semua ketua RT bisa menerima motor tersebut, karena belum seluruhnya datang. Sehingga dari 6 kelurahan di Bontang Selatan, dua kelurahan sisanya masih harus menunggu.

“Total RT 201, motor yang datang baru 100 lebih, jadi dua kelurahan sisanya menunggu sebentar,” ungkapnya.

Adapun harapan dari Wali Kota Bontang, Basri Rase agar motor tersebut dapat digunakan dengan bijak, karena ketua RT dinilai sangat penting untuk memastikan semua warganya terpantau dan terpenuhi kebutuhannya, terutama dalam bersosialisasi antar masyarakat.

“Dengan adanya motor ini saya harap para ketua RT dapat lebih maksimal dalam memberikan pelayanan,” katanya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Modus Bawa Barcode Berbeda-beda, 2 Pengetap dan 4 Operator di 2 SPBU Diamankan

0
Modus Bawa Barcode Berbeda-beda, 2 Pengetap dan 4 Operator di 2 SPBU Diamankan
Kasat Reskrim Polres Bontang mengadakan konferensi pers. (Dwi).

BONTANG – Polres Bontang kembali mengungkap kasus pengetapan Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bontang, Rabu (15/11/2023).

Dalam konferensi pers yang digelar Polres Bontang, terdapat tiga orang pelaku pengetapan. Di antaranya tersangka RS (57) selaku pengetap, WN (30), NA (40) selaku operator dan SR (32) selaku pengawas, di SPBU Akawy Bontang, Sabtu (11/11/2023) yang beralamat di Jalan MT. Haryono.

Kasat Reskrim Polres Bontang, Iptu Hari Supranoto mengatakan, dalam pengetapan BBM terdapat dua kasus. Dimana kasus pertama empat orang di antaranya operator, pengetap, dan pengawas.

“Kami telah mengamankan satu pengetap dan tiga orang lainnya yang ikut terlibat dalam pengetapan,” ucapnya.

Para tersangka melakukan pengisian BBM secara berulang kali, pengisian tersebut dilakukan beberapa kali dalam sehari.

“Pengisian berulang, dalam sehari di jam yang berbeda. Dia juga membawa tiga kartu barcode yang berbeda saat sedang melakukan pengisian,” paparnya.

Saat ini, barang bukti yang diamankan adalah satu unit mobil sedan berwarna merah dengan plat KT 1202 DL.

Sementara itu, Polres Bontang menangkap dua orang tersangka yakni MH (41) dan NA (22) sebagai pengetap dan operator di SPBU KM 6.

“Untuk lokasi kedua berada di SPBU KM 6, mereka selaku operator dan pengawas,” ungkapnya.

Keenam tersangka pun dikenakan pasal 40 angka 9 UU RI nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang atas perubahan ketentuan Pasal 55 UU RI nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.

“Dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda Rp 60 miliar. Kami tidak tinggal diam pada pelaku pengetap BBM,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Sediakan Sapras Khusus Disabilitas

0
DPMPTSP Sediakan Sapras Khusus Disabilitas
Jalur Disabilitas DPMPTSP Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyiapkan sarana dan prasarana bagi difabel sebagai wujud pelayanan prima untuk semua.

“Hal tersebut sebagai bentuk peningkatan pelayanan yang menyeluruh untuk seluruh warga dan masyarakat Kota Bontang tanpa terkecuali,” kata Analis Kebijakan Ahli Muda Perizinan DPMPTSP Kota Bontang, Isma Istikhari, Rabu (15/11/23).

Penyandang disabilitas merupakan kelompok minoritas yang harus mendapatkan perhatian yang sama, seperti masyarakat pada umumnya.

“Sama dengan masyarakat pada umumnya, penyandang disabilitas dan lansia tetap harus mendapatkan pelayanan secara merata. Bahkan kita juga menyiapkan loket khusus,” katanya.

Oleh sebab itu, DPMPTSP telah menyiapkan jalur khusus masuk di depan pintu DPMPTSP dan lahan parkir khusus. Adapun penyangga agar mereka dapat melintas lebih aman.

Lebih lanjut, ia minta masyarakat tidak menggunakan lahan parkir khusus disabilitas. Namun, ada saja yang masih parkir di tempat yang sudah diberikan tanda khusus disabilitas.

“Kadang ada juga yang parkir, padahal sudah dikasih tanda. Ini menjadi salah satu penilaian menuju pelayanan prima,” jelasnya. (sya/adv)

Ruang ICU RSUD Bontang Dilengkapi Alat-alat Medis dan SDM Tersertifikasi

0
Ruang ICU RSUD Bontang Dilengkapi Alat-alat Medis dan SDM Tersertifikasi
Ruang ICU RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Fasilitas Intensive Care Unit (ICU) yang dimiliki RSUD Taman Husada Kota Bontang telah dilengkapi dengan beberapa alat-alat medis. Seperti alat ventilator hingga alat USG, dan alat fasilitas medis lainnya yang telah lengkap.

Kepala Instalasi Intensive Care Unit (ICU) RSUD Taman Husada Bontang, dr Arditya Maulana, M.Ked.Klin, Sp.An mengatakan, Instalasi ICU menggunakan alat-alat medis yang lengkap untuk pelayanan pasien.

Ia mengatakan tindakan yang dilakukan di ruang ICU cukup bervariasi hingga tindakan cuci darah bagi pasien.

“Pasien yang menggunakan mesin nafas beberapa kasus tidak mungkin dipindahkan ke ruang biasanya,” kata dr Arditya.

Selain itu, dr Arditya menambahkan, dalam sebulan ruang ICU kapasitas pasien bisa mencapai 60 persen.

“RSUD Bontang, ICU nya gabungan bersama PICU,” katanya.

Sementara untuk jumlah tenaga SDM di ruang ICU, dr Arditya mengatakan ada sebanyak 3 dokter anestesi dan ada sebanyak 27 perawat.

“SDM perawat kita bagi ketika melakukan perawatan, setiap shif dengan observasi ketat dengan satu tim keperawatan. Perawat juga telah melakukan sertifikasi keperawatan 63 persen,” ungkapnya.

Dr Arditya mengharapkan masyarakat tidak perlu khawatir untuk berobat ke RSUD Bontang, di mana instalasi ICU sudah memiliki berbagai fasilitas alat medis yang lengkap.

“Kita termasuk rumah sakit dengan kelengkapan alat-alat medis,” terangnya. (adv/yah)

Kecamatan Bontang Selatan Sajikan 2 Ribu Kue Tetu di Festival Kuliner 2023

0
Kecamatan Bontang Selatan Sajikan 2 Ribu Kue Tetu di Festival Kuliner 2023
Kegiatan Festival Kuliner Kue Tetu 2023 di halaman Kantor Kecamatan Bontang Selatan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kecamatan Bontang Selatan menyelenggarakan Festival Kuliner Kue Tetu 2023, Rabu (15/11/23) di Halaman Parkir Kecamatan Bontang Selatan.

Sebanyak 2 ribu Kue Tetu disajikan dalam acara ini. Dibagikan secara gratis untuk para undangan yang hadir, selain itu ada juga demo kegiatan memasak yang ditampilkan dalam rentetan kegiatan ini.

Camat Bontang Selatan, Kamsal mengatakan, acara ini diselenggarakan dalam rangka ulang tahun Kota Bontang sekaligus salah satu 77 event yang ada di Kota Bontang.

“Pembuatan kue ini memberdayakan langsung warga Bontang Selatan untuk pembuatannya, nantinya bisa menjadi kegiatan rutin,” ungkapnya.

Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai promosi wilayah dan promosi kuliner Kota Bontang yang cukup beragam, termasuk kue Tetu yang khas dari Sulawesi Barat.

Wali Kota Bontang, Basri Rase berharap, jika event ini berlangsung kembali, harus membuat lebih banyak makanan khas daerah yang berbeda-beda, sehingga kue yang berasal daerah-daerah lain juga bisa dirasakan oleh warga Bontang.

Penulis: Syakura

Editor: Yusva Alam

Kelurahan Satimpo Raih 2 Penghargaan dari Pemkot Bontang

0
Kelurahan Satimpo Raih 2 Penghargaan dari Pemkot Bontang
Lurah Satimpo, Maryono saat menerima penghargaan dari Pemkot Bontang. (ist)

BONTANG – Kelurahan Satimpo meraih memenangkan 2 kejuaraan di malam Penghargaan HUT Kota Bontang, yang digelar oleh Pemerintah Kota Bontang, Minggu (12/11/23) malam.

Lurah Satimpo, Maryono mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya kepada seluruh Tim Kelurahan Satimpo, yang telah bekerja keras dalam melaksanakan pelayanan.

“Kalau bukan karena kerjasama dari seluruh tim, Satimpo tidak bisa mendapatkan kejuaraan tersebut,” ungkapnya.

Diketahui, Satimpo berhasil mendapat juara di dua kategori, yakni Juara Pertama di kategori Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan Juara Dua kategori Kelurahan Sehat.

“PPID kami dapat posisi pertama, setelah tahun lalu kami juara ketiga. Pencapaian ini dilandasi keterbukaan informasi yang diberikan, serta layanan yang baik dan tanggap ke warga Satimpo,” jelasnya.

Maryono mengatakan, publikasi seluruh kegiatan Satimpo terjaring dengan baik, sehingga Diskominfo Bontang memberikan posisi pertama tersebut. Hal tersebut dapat dilihat dari sosial media kelurahan yang selalu aktif dan update dalam berbagai kegiatan.

Selain itu, Satimpo juga dinilai memberikan dampak positif bagi warga sekitar, terbukti dengan meraih Juara Dua kategori Kelurahan Sehat.

“Penilaian ini memiliki kurun waktu satu tahun, para penilai menganalisis bagaimana kesehatan masyarakat, lingkungan sekitar, perilaku dan pola hidup yang sehat,” ujarnya.

Dirinya berharap, pihaknya selalu bersinergi dengan masyarakat sekitar dalam hal memajukan Satimpo untuk yang lebih baik. Pihaknya juga akan mulai mempersiapkan dari sekarang agar tahun depan bisa memenangkan di kategori yang lainnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Fungsi Alat EEG Milik RSUD Bontang, Bantu Periksa Gelombang di Otak

0
Fungsi Alat EEG Milik RSUD Bontang, Bantu Periksa Gelombang di Otak
spesialis saraf, dr Shinta Fithri Hayati Azis, Sp.N. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Kota Bontang memiliki alat Electroencefalografi (EEG), yang digunakan oleh dokter spesialis saraf dalam memeriksa gelombang otak di kepala pasien.

Dokter Spesialis Saraf RSUD Bontang, dr Shinta Fithri Hayati Azis, Sp.N menjelaskan, alat EEG yang digunakan di klinik saraf tersebut berfungsi untuk mengetahui gelombang listrik otak di kepala, ketika ada gejala kejang atau pernah mengalami benturan/cedera otak. Semua gelombang yang ada di otak dapat diketahui atau dilihat dari alat EEG.

“Setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan EEG, dapat juga diperiksa Quantum EEG. Untuk melihat distribusi gelombang di otak, dalam menentukan stimulasi apa yang dibutuhkan nanti,” kata dr Shinta, Selasa (14/11/2023) saat ditemui.

Beberapa pasien dapat diperiksa sesuai dengan penyakit yang diderita dengan melihat brain mapping.

“Untuk pasien-pasien pada saat pemeriksaan, akan dilakukan sesuai dengan prosedur pemeriksaan menggunakan EEG kemudian diinterpretasi hasilnya oleh dokter spesialis,” jelasnya.

Lanjut dr Shinta, alat EEG baru tersebut memeriksa saraf dan dapat juga berfungsi sebagai Elektro Neuro-Miografi (ENMG), yang dapat memeriksa saraf terjepit atau gangguan fungsi saraf.

“Bisa melihat kecepatan hantaran saraf seperti saraf kejepit dan gangguan fungsi saraf. Jadi bisa mengetahui penyebabnya,” ungkapnya.

Ketika ada gangguan saraf apabila cukup berat maka akan mempengaruhi otot dan bisa membedakan gangguan otot dan saraf.

“Alatnya baru dan penggunaannya mudah digunakan. Lebih efisien cara penggunaannya. Bisa mendeteksi gelombang epilepsi dan gelombang abnormal lainnya. Bisa membedakan gelombang otak kanan dan otak kiri. Bisa juga QEEG atau brain mapping,” jelasnya.

Setelah pemeriksaan menggunakan EEG, kata dr Shinta semua dapat diketahui diagnosa yang dialami pasien-pasien. “Misalnya bisa menilai sumber regio otak yang bermasalah. Bisa mengetahui masalah otak yang pernah mengalami benturan. Dapat juga digunakan Medical Check Up untuk otak,” pungkasnya. (adv/yah)

Kasus Ayah Kandung Lecehkan Anaknya, Abdul Malik: Pengawasan Lingkungan Perlu Diperhatikan

0
Kasus Ayah Kandung Lecehkan Anaknya, Abdul Malik: Pengawasan Lingkungan Perlu Diperhatikan
Abdul Malik, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang. (Dwi).

BONTANG – Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik mengatakan perlunya pengawasan lingkungan yang sangat ketat pada anak. Mulai dari lingkungan bermain, sekolah, ataupun lainnya.

Hal itu diungkapkannya, menanggapi kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya yang berusia 8 tahun, belakangan ini.

“Persoalan tersebut tentunya tidak lepas dari persoalan lingkungan, dalam artian kenapa hal seperti itu bisa terjadi,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (14/11/2023) kemarin.

Dimana, dalam kasus ini peran orang tua sangat dibutuhkan dalam pengawasan. Lebih mengetahui lagi sisi pengawasan anak di lingkungan pendidikan, tempat ibadah, teman sebayanya, atau sebagainya.

“Ini menjadi catatan, dimana peran seorang ayah, peran seorang ibu, untuk pengawasan terhadap putra putrinya. Bahkan ini juga bisa menjadi perhatian semua pihak, adanya upaya pencegahan,” bebernya.

Tentunya untuk upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan dari satu institusi saja, akan tetapi keterlibatan para pihak antaranya baik orang tua, lingkungan masyarakat, serta para penyelenggara pemerintah.

“Mungkin secara norma setiap orang memahami, akan tetapi yang jadi pertanyaan ada hal apa di tengah-tengah sosial masyarakat kita sekarang ini. Dalam artian proses pendidikan, maupun keadaan lingkungan keluarga,” ungkapnya.

Abdul malik juga menambahkan, dengan harapan ke depan tentunya kesadaran bersama, baik sebagai orang tua, sebagai tokoh pemimpin lingkungan di sekitar, di tingkat Rukun Tetangga (RT), dan lainnya. Kemudian juga sisi pengawasan, dari pemerintah untuk menciptakan lingkungan juga lebih ditingkatkan. Tidak kalah penting, dari sisi media dalam memberikan edukasi.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Polisi Hentikan Kasus, Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak Kandung Meninggal Dunia

0
Polisi Hentikan Kasus, Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Anak Kandung Meninggal Dunia
Ilustrasi kasus pelecehan seksual. (ist)

BONTANG – Terduga pelecehan seksual terhadap anak kandungnya yang berusia 8 tahun, dikabarkan meninggal dunia, Senin (13/11/2023) lalu. Kini polisi sudah menghentikan kasusnya, lantaran terduga pelaku sudah meninggal dunia.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Reskrim Iptu Hari Supranoto menjelaskan, kabar tersebut didapat dari pelapor, yang dimana terduga pelaku meninggal dunia akibat memiliki penyakit ginjal.

“Terduga pelaku meninggal pagi di rumahnya, yang dimana tersangka dari ayah korban memiliki riwayat penyakit ginjal,” paparnya saat diwawancarai, Rabu (15/11/2023).

Sebelum menerima kabar meninggalnya dugaan pelaku, pihaknya berencana akan melanjutkan kasus itu, karena pemeriksaan psikologi anak yang telah menjadi korban sudah mendapatkan hasil.

Saat ini Tim Reskrim Polres Bontang kini tengah memastikan penyebab kematian, dan meminta surat keterangan meninggal dunia terduga pelaku.

“Kita berencana akan menggelar kasusnya, dan menetapkan tersangka. Karena hasil tes psikologi korban memang ada indikasi pelecehan seksual,” ucapnya.

Dengan adanya informasi meninggal dunia terduga pelaku, polisi akan memberhentikan kasus pelaporan dugaan kasus pelecehan seksual oleh ayah kandung.

“Kita akan berhentikan penindakan kasusnya, karena terduga pelaku telah meninggal dunia,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam