Beranda blog Halaman 916

Nelayan Curi Home Theater, Pelaku Tetangga Korban

0
Nelayan Curi Home Theater, Pelaku Tetangga Korban
Pelaku yang juga tetangga korban diamankan polisi. (ist)

BONTANG – Tim Rajawali Polres Bontang berhasil mengungkap kasus pencurian yang dilakukan seorang nelayan di Bontang.

Sa 47 tahun warga Tihi-Tihi, Bontang Lestari ditangkap, Jumat (28/4/2023) pukul 18.00 wita.

Pencurian tersebut terjadi pada 2 Agustus 2022 pukul 03.00 di Perumahan Korpri, Bontang Lestari.

Tersangka mencuri 1 unit ponsel, TV, dan home theater.

“Korban mengalami kerugian Rp 6 juta,” kata Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Reskrim, Iptu Yohanes Bonar Adiguna.

Tersangka melakukan aksinya saat rumah korban kosong. Diketahui, rumah dalam keadaan tidak terkunci. Padahal keduanya bertetangga di Tihi-Tihi.

“Dua rumahnya, satu lagi di Perumahan Korpri,” sebutnya.

Kini tersangka dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. (hms)

Tak Jadi Dipenjara, Korban Maafkan Pencuri HP di Dealer Astra

0
Tak Jadi Dipenjara, Korban Maafkan Pencuri HP di Dealer Astra
Pelaku saat ditahan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Pelaku pencurian Handphone di Dealer Astra beberapa waktu lalu tak jadi dipenjara. Lantaran korban memaafkan pelaku dan kasus berakhir damai.

Polisi melakukan penghentian pengusutan perkara, melalui restorative justice terhadap kasus wanita paruh baya berinisial Nu (46) yang diringkus Unit Reskrim Polsek Bontang Utara, Sabtu (1/4/2023) lalu.

Nu yang sempat ditahan di rutan Polres Bontang kini resmi dibebaskan, setelah korban mencabut laporannya pada hari Jumat (28/4/2023) pukul 16.00 wita.

“Korban mencabut laporannya dan memaafkan perbuatan tersangka. Tersangka menyesal dan meminta maaf, karena khilaf saat menemukan HP tidak mengembalikan ke pemiliknya, malah dibawa ke konter untuk diinstal ulang,” ujar Kapolsek Bontang Utara, Iptu Tri Soediantoro.

Diberitakan sebelumnya, unit Reskrim Polsek Bontang Utara di Backup Team Rajawali Polres Bontang menangkap seorang pelaku pencurian 1 unit Hand Phone merk Realme 8 di Dealer Astra Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Utara. (hms)

10 Bulan ke Depan, 500 Warga Bakal Terima BPNT Rp 200 Ribu per Bulan

0
10 Bulan ke Depan, 500 Warga Bakal Terima BPNT Rp 200 Ribu per Bulan
Najirah, Wakil Wali Kota Bontang (kuning) saat menyerahkan BPNT secara seremonial. (ist)

BONTANG – Kegiatan pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilaksanakan di Basement Bank Kaltimtara, Kamis (27/4/23) kemarin.

Sebanyak 500 warga Bontang menerima BPNT senilai Rp 200 ribu per bulan. Bantuan ini akan dilaksanakan selama 10 bulan ke depan, mulai Maret hingga Desember 2023.

Wakil Wali Kota Bontang, Najirah mengatakan, bantuan tersebut merupakan salah satu program Pemkot Bontang yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat, untuk membeli bahan pangan sehari-hari.

BPNT daerah merupakan bantuan sosial yang disalurkan non tunai dari pemerintah daerah, melalui uang elektronik lewat Bank Kaltimtara. Selanjutnya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan yang telah ditentukan elektronik warung.

“500 warga yang menerima ini, sebelumya telah melalui proses verifikasi oleh dinas terkait. Warga yang membutuhkan menjadi sasaran,” jelasnya.

Tambahan, jumlah besaran bantuan pangan non tunai, total sebesar Rp 2 juta rupiah, untuk diberikan 10 bulan ke depan.

“Jadi bantuan ini diberikan bertahap selama sepuluh bulan ke depan, setiap bulan akan diberikan Rp 200 ribu. Diberikan penuh karena tidak ada potongan admin dan sebagainya,” tutupnya. (sya)

Pemotor Wanita Lawan Arah, Tabrak Xenia di Bukit Indah

0
Pemotor Wanita Lawan Arah, Tabrak Xenia di Bukit Indah
Lakalantas di kawasan Bukit Indah. Bemper depan Xenia penyok. (ist)

BONTANG – Terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Ir. H. juanda, Bukit Indah. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.58 Wita tepat di depan Dunia Fried Chicken, Jumat (28/4/23).

Kecelakaan ini melibatkan 1 pemotor wanita dan 1 mobil Xenia putih dengan pengemudi laki-laki.

Sunarsih, saksi mata membeberkan kronologis kejadian. Diceritakan, pengemudi wanita itu mengendarai laju sepeda motornya. Pemotor wanita tersebut mengambil jalur lawan, sehingga menabrak mobil Xenia yang datang dari arah berlawanan. Xenia itu dikendarai seorang oleh laki-laki berumur sekitar 25 tahun ke atas.

“Tadi saya liat yang naik motor, laju tapi ambil jalur lain,” terangnya.

“Saya sempat tanya, katanya tinggal di Tanjung Laut, dekat pelabuhan, masih bisa jawab, tapi terbaring dia,”imbuh Sunarsih.

Eko yang juga salah satu saksi mata menambahkan, pemotor wanita tersebut berusia sekira 20 tahun. Memakai kaca mata hitam, sementara letak matahari membelakangi pengemudi.

“Kemungkinan dia tidak terlalu lihat jalanan, jadi ambil jalur sebelah, padahal mobilnya tidak laju, tapi lumayan parah juga,” ucapnya.

Saat ini pengemudi motor sudah dibawa ke Rumah Sakit Amalia untuk diperiksa, dan pengemudi mobil tidak mengalami luka sama sekali. hanya bagian bemper depan penyok. (sya)

Masalah THR, Ketua DPRD Minta Disnaker Sidak Perusahaan Rekanan Pemkot

0
Masalah THR, Ketua DPRD Minta Disnaker Sidak Perusahaan Rekanan Pemkot
Andi Faiz minta Disnaker jangan fokus perusahaan swasta di masalah THR. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, agar sidak atau mengunjungi perusahaan swasta rekanan Pemkot Bontang atau BUMD terkait masalah Tunjangan Hari Raya (THR). Memastikan sudah bayar THR atau belum?

Andi Faiz meminta jangan hanya fokus pada perusahaan-perusahaan swasta maupun BUMN.

Menurutnya, yang jadi masalah dan perlu sebenarnya disidak atau dikunjungi disnaker adalah ke perusahaan-perusahaan swasta yang bermitra dengan pemkot. Seperti perusahaan penyuplai tenaga keamanan dan cleaning service. Lantaran menurutnya, sering kali ada pembayaran THR yang telat.

“Pegawai-pegawainya takut melapor karena adanya intimidasi atau takut diberhentikan,” ujarnya.

“Termasuk di perusahaan-perusahaan BUMD. Bisa lah sekali-kali Disnaker tanyakan ke PT LBB, apakah THR sudah dibayarkan? jangankan THR, gaji aja saya dengar udah telat beberapa bulan,” imbuhnya.

Dirinya merasa kasihan dengan karyawan-karyawannya. Rata-rata karyawan perusahaan yang bermitra dengan pemerintah atau karyawan perusahaan BUMD itu, dikatakannya tidak berani melapor walaupun dijamin kerahasiaannya. Karena ancamannya pemecatan.

“Ya coba aja Disnker kunjungi. Mudahan sih sudah tidak ada permasalahan THR di Bontang,” sarannya.

Ditambahkannya, kalau untuk perusahaan swasta yang tidak bermitra dengan pemerintah atau BUMN, dirinya meyakini tidak ada masalah. Lantaran DPRD Bontang sering memanggil pihak-pihak tersebut dan tidak pernah ada masalah.

“InshaAllah THR untuk perusahaan-perusahaan swasta atau BUMN tidak ada masalah. Seperti dari tahun ke tahun, alhamdulillah lancar. Sudah kami panggil semua terkait THR nya untuk karyawan-karyawannya, dan aman aja,” pungkasnya. (adv/al)

Pelaku Hanya Diminta Ganti Rugi, Kasus Pencurian Clamp Scaffolding di Berbas Tengah

0
Pelaku Hanya Diminta Ganti Rugi, Kasus Pencurian Clamp Scaffolding di Berbas Tengah
Kasus pencurian berakhir damai. (ist)

BONTANG – Dua pelaku pencurian clamp scaffolding tertangkap basah. Pelaku merupakan karyawan di perusahaan tempat kejadian perkara.

Pelaku diketahui berinisial AS 25 tahun dan AA 27 tahun tinggal di mes tempatnya bekerja. Mereka bahkan telah melakukan pencurian lebih dari sekali.

“Sudah berkali-kali tapi dimaafkan lagi sama majikannya karena sudah dianggap anak sendiri,” kata Bhabinkamtibmas Berebas Tengah, Aipda Rudiantoro.

Dari pengakuan kedua pelaku, uang hasil penjualan digunakan untuk ngoteng. “Buat ngelem juga,” ujarnya.

Namun begitu kasus pencurian di Berebas Tengah ini berakhir damai. Pencurian yang dilakukan pada Selasa 25 April 2023 di gudang tempat kedua pelaku bekerja itu, membuat korban mengalami kerugian hingga Rp 15 juta.

Korban memaafkan keduanya dan hanya meminta ganti rugi barang yang dicuri. Keduanya mesti membayar Rp 15 juta dibagi dua. Sementara dua penadah juga diminta mengembalikan barang tersebut.

“Tapi karena sudah dikirim ke Samarinda, jadi penadah bayar Rp 9 juta dibagi dua untuk ganti clamp scaffolding yang dijual dua pelaku,” tutupnya. (hms)

Nursalam Minta Dispopar Lebih Serius Desak Provinsi Limpahkan Kewenangan Beras Basah

0
Nursalam Minta Dispopar Lebih Serius Desak Provinsi Limpahkan Kewenangan Beras Basah
Nursalam ingin masalah Beras Basah segera selesai. (ist)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam meminta Pemkot Bontang dalam hal ini Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) agar lebih serius lagi mengurus masalah kewenangan Pulau Beras Basah. Lantaran sampai saat ini masalah tersebut belum kelar juga.

Menurut Salam, permasalahan kewenangan Pulau Beras Basah ini sudah sejak lama terjadi, namun sampai saat ini belum ada titik temu solusinya.

Provinsi Kaltim dianggap tidak tegas dalam melimpahkan kewenangan, tetapi juga tidak mengurus pulau tersebut dengan baik. Dispopar pun kurang serius mendesak agar diberikan wewenang untuk mengurus pulau tersebut.

“Kalau mau masalah cepat selesai Dispopar harus lebih serius lagi mendesak ke provinsi, agar kewenangan tersebut dilimpahkan ke Bontang,” ujarnya.

Dirinya juga kurang begitu memahami masalah aturan kewenangan itu. Ia mempertanyakan mengapa Pulau Kedindingan bisa masuk kewenangan Pemkot Bontang, tetapi Pulau Beras Basah tidak bisa.

“Apa bedanya Pulau kedindingan dengan Beras Basah? Kok bisa beda kewenangan,” imbuhnya.

Belum kelarnya masalah kewenangan itu, mengakibatkan objek wisata andalan Kota Bontang itu seakan tak ada yang mengurus. Setiap momen liburan, dengan meningkatnya jumlah pengunjung menyisakan dampak negatif. Sampah-sampah berserakan, penyewaan tenda yang tidak terkoodinir mengakibatkan objek wisata itu terlihat kumuh, dan lain sebagianya. (adv/al)

Ketua DPRD Dukung Rencana Wali Kota Naikkan Gaji Honorer

0
Ketua DPRD Dukung Rencana Wali Kota Naikkan Gaji Honorer
Ada 3 faktor penyebab Andi Faisal mendukung rencana wali kota. (ist)

BONTANG –  Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam mendukung rencana Wali Kota Bontang, Basri Rase untuk menaikkan gaji tiga profesi yang bekerja di lingkungan Pemkot Bontang, yaitu tenaga honorer, guru pesisir, dan dokter senior.

Menurut Ical sapaan akrabnya, ada beberapa faktor yang mendukung rencana Wali Kota Bontang untuk menaikkan penghasilan tiga profesi tersebut.

Pertama, saat ini tengah terjadi kenaikan inflasi. Kedua, karena angka UMK Bontang juga mengalami kenaikan mencapai Rp 3,4 juta. Ketiga, proyeksi APBD perubahan meningkat di akhir 2023 yang mencapai Rp 2,2 triliun.

“Tiga faktor ini yang membuat saya sangat mendukung rencana wali kota,” ujarnya.

Namun begitu, dirinya meminta agar jangan hanya 3 profesi itu saja yang mendapatkan kenaikan pendapatan. Tetapi profesi-profesi lainnya juga dapat, seperti Ketua RT, guru ngaji, dan lain sebagainya.

“Tentunya kenaikkan menyesuaikan anggaran yang dimiliki Pemkot Bontang,” imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, tahun ini Wali Kota Bontang Basri Rase menjanjikan kenaikan penghasilan bagi tiga profesi yang bekerja di lingkungan Pemkot Bontang. Basri menyebutkan, tiga profesi itu ialah tenaga honorer, guru pesisir, dan dokter senior.

Untuk tenaga honorer gaji yang diberikan akan setara dengan Upah Minimum Kota (UMK) Bontang. Yakni Rp 3,4 juta. Tak hanya itu, para tenaga honorer akan mendapat tunjangan transportasi. Guru pesisir pun akan mendapatkan tunjangan transportasi dan pemberian tunjangan tambahan bagi dokter senior. (adv/al)

Polisi Ciduk Pelaku Pencurian HP

0
Polisi Ciduk Pelaku Pencurian HP
Pelaku diamankan di mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Seorang pria berinisial IS (26), dibekuk Tim Rajawali Polres Bontang lantaran melakukan tindak pidana pencurian. IS diringkus di rumahnya Jalan Pangandaran, Berbas Pantai, Kamis (27/4/2023) kemarin.

Awalnya diungkapkan Kapolres Bontang AKBP, Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Reskrim Iptu Yohanes Bonar Adiguna, kejadiannya pada Februari 2023.

Saat itu korban, hendak berangkat Salat Jumat. Adapun HP merk VIVO Y93 warna Ocion Blue digunakan oleh anaknya yang berusia 4 tahun untuk menonton Youtube. Namun sepulangnya, HP tersebut sudah raib.

“Korban mengalami kerugian Rp 2,5 juta,” katanya.

Tersangka telah ditahan di Mapolres Bontang, dia dijerat pasal 362 KUHPidana tentang pencurian. “Ancaman maksimal lima tahun penjara,” tutupnya. (hms)

Cabuli Pacar hingga Hamil 3 Bulan, Pelaku Dibekuk Polisi

0
Cabuli Pacar hingga Hamil 3 Bulan, Pelaku Dibekuk Polisi
Tersangka diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Seorang pria warga Tanjung Laut berinisial MR dibekuk Tim Rajawali Polres Bontang di kediamannya, Rabu (26/4/2023) sekira pukul 17.30 wita lalu.

MR ditangkap lantaran pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus pencabulan yang dilakukan MR.

Diketahui, tersangka dan korban menjalin hubungan pacaran. Keduanya bahkan melakukan hubungan layaknya suami istri di rumah tersangka.

“Dari pengakuan korban, dia dipaksa, diancam juga disebarkan aibnya kalau sampai tersangka diputusin,” ungkap Kapolres Bontang AKBP, Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Reskrim Iptu Yohanes Bonar Adiguna.

Persetubuhan itu tak hanya dilakukan sekali, tapi hingga 10 kali. Bahkan saat ini korban hamil 3 bulan.

“Orangtua korban yang melaporkan tersangka ke Polres,” katanya.

Tersangka pun dikenai pasal 289 KUHPidana tentang pencabulan. “Ancaman maksimal 9 tahun penjara,” tegasnya. (hms)