Beranda blog Halaman 981

Bawa Anak Sembari Mengamen Badut, Pasutri Diamankan Satpol PP

0
Bawa Anak Sembari Mengamen Badut, Pasutri Diamankan Satpol PP
Satpol PP saat mengamankan para pengamen dan pengemis. (Dok. Satpol PP)

BONTANG – Satpol PP kembali menertibkan pengamen dan pengemis di sekitaran Kota Bontang. Penjaringan itu berlangsung selama dua malam dan telah menertibkan setidaknya 7 oknum.

Pengemis dan pengamen dinilai meresahkan warga, sehingga Satpol PP  memastikan warga Bontang tidak lagi terganggu dengan keberadaan mereka.

Kepala Bidang PPUD Satpol-PP, Eko Mashudi menjelaskan, beberapa lokasi penertiban seperti di Simpang 4 Jalan Imam Bonjol, Jalan Ahmad Yani, Jalan DI. Panjaitan, Jalan Brigjend Katamso dan Jalan Sudirman.

Pihaknya mendapati sepasang suami istri menggunakan kostum badut, dan membawa anaknya untuk meminta-minta di Simpang 4 Lampu Merah Jalan Imam Bonjol.

Setelah diperiksa di Rumah Singgah Dinas Sosial, KTP pasutri tersebut tidak beralamatkan di Bontang, melainkan di Samarinda. Mereka beralasan membawa anak karena tidak ada yang menjaga. Satpol PP menganggap hal tersebut melanggar, lantaran menggunakan anak di bawah umur untuk tujuan komersil.

“Aktivitas pasutri tersebut melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penyelenggara Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Serta Perlindungan Masyarakat,” jelasnya saat dihubungi, Rabu (12/7/23).

Dari total 7 oknum yang kami amankan, salah satunya terdapat orang Bontang. Mereka diminta untuk menandatangani surat peringatan, agar tidak melakukan lagi kegiatan mengemis. Jika didapati lagi akan diberikan tindakan tegas.

“Jadi sekarang kita masih melakukan tindakan persuasif kepada pengemis dan pengamen,” tambahnya.

Lebih lanjut, Satpol PP akan meminta bantuan kepada UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) agar bisa berkolaborasi untuk menangani kasus eksploitasi anak dalam kebutuhan komersil. (sya)

272 Lansia dan Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda

0
272 Lansia dan Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda
Distribusi bantuan kepada lansia dan penyandang disabilitas di Pendopo Rujab Wali Kota. (ist)

BONTANG – Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Bontang mendistribusikan bantuan kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) kluster disabilitas dan lanjut usia, Rabu (12/7/2023) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Jumlah penerima manfaat sebanyak 272 jiwa. Terdiri dari 183 lansia dengan total bantuan sembako senilai Rp 82.265 ribu dan 76 disabilitas senilai Rp  33.943 ribu serta bantuan kursi roda, walker, dan tongkat adaktif, tongkat kaki 3 kepada 12 penerima manfaat senilai Rp 18.850 ribu.

“Adanya distribusi bantuan diharapkan dapat mencapai pemenuhan kebutuhan dan hak dasar, pelaksanaan tugas, dan peranan sosial, serta mampu mengatasi masalah dalam kehidupan,” ucap Sekretaris Dinsos Bontang, Kistari dalam sambutannya.

Sementara itu, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Balai Sentra Kartini, Luswi Hadi menjelaskan, bahwa program tersebut merupakan pengembangan dari bansos yang telah ada.

“Penyaluran bantuan ini tidak lepas dari peran pemda dan pusat, yang terus bekerjasama dan aktif membangun komunikasi yang baik, serta didorong motivasi yang kuat dan tulus,” ujar Luswi Hadi.

Sedangkan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kota Bontang, Syahruddin menjelaskan, penyandang disabilitas dan lanjut usia menjadi perhatian khusus bagi pemerintah.

“Oleh karena itu, hal ini pun tertuang dalam visi dan misi pemerintah yaitu Bontang Unggul untuk mewujudkan implementasi keluarga sejahtera,” kata Syahruddin.

“Saya berharap agar penerima bantuan dapat memanfaatkan dengan baik bantuan yang diberikan, sehingga pemenuhan kebutuhan dasar dan kemandirian ekonomi dapat terwujud,” pungkasnya. (hms)

Babinsa Desa Perangat Selatan Hadiri Lokakarya Kesehatan

0
Babinsa Desa Perangat Selatan Hadiri Lokakarya Kesehatan
Foto bersama seluruh peserta dan pemateri yang terlibat di Lokakarya Mini Lintas Sektor Bidang Kesehatan Kecamatan. (ist)

BONTANG – Babinsa Desa Perangat Selatan Koramil 0908-02/Muara Badak, Pelda Fadli mewakili Danramil 0908-02/Muara Badak, Kapten Inf Roekita menghadiri kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor Bidang Kesehatan Kecamatan, Rabu (12/7/2023).

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Puskesmas Perangat dan Puskesmas Marangkayu, bertempat di Gedung BPU Desa Perangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kukar.

Pelda Fadli mengatakan, Koramil 0908-02/Muara Badak bersama Forkopimca Marangkayu mendukung penuh program dari Puskesmas Perangat dan Puskesmas Marangkayu, untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan mendapat dukungan dan masukan dari lintas sektoral, sehingga dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, serta menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Marangkayu,” jelas Pelda Fadli.

Kepala Puskesmas Marangkayu, dr. Bayu Suriansyah mengungkapkan, di pelaksanaan kegiatan ini, puskesmas sebagai implementasi terhadap amanat permenkes tentang manajemen puskesmas.

“Serta sebagai bentuk dukungan kepada puskesmas dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyelenggara layanan kesehatan di wilayah,” ungkapnya.

Sementara Kepala Puskesmas Prangat, dr Sabriani menyampaikan, dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, bukanlah menjadi tanggung jawab sektor kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama secara kolektif semua elemen bangsa, baik yang memiliki keterkaitan langsung maupun tidak.

“Karena kesehatan memiliki relasi dan dampak besar pada semua sektor, seperti ekonomi, pendidikan, sosial dan sebagainya. Semua hal tidak akan berjalan jika pelaku atau manusianya tidak sehat,” ungkapnya. (Pendim Btg)

IRT Terlibat Sabu Ditangkap Bersama Pemasoknya

0
IRT Terlibat Sabu Ditangkap Bersama Pemasoknya
IRT dan pemasoknya sudah diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Keterlibatan narkotika bisa menimpa siapa saja, baik anak-anak hingga orang dewasa. Begitupun ibu rumah tangga.

Buktinya, pihak kepolisian baru saja menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial Ro (34) warga Tanjung Laut, Bontang Selatan, Rabu (12/7/2023) pukul 15.00 Wita.

Diungkapkan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba Iptu M Yazid wanita itu menjual sabu ke polisi yang menyamar.

“Kita amankan saat membawa narkoba 1 poket atau 0,29 gram yang digenggam di tangan kanannya pas di depan rumah,” ungkapnya.

Sabu itu didapat dari seorang pria berinisial AS 38 tahun yang juga ditangkap di lokasi yang sama bersama 3 poket sabu seberat 1,05 gram yang disimpan di saku jaket sebelah kanan.

Polisi juga mengamankan uang hasil penjualan narkoba sebesar Rp 300 ribu dan handphone.

Keduanya dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (hms)

ASN Bontang Belajar Melayani Masyarakat

0
ASN Bontang Belajar Melayani Masyarakat
Sekda Bontang, Aji Erlynawati saat memberikan arahan kepada peserta ASN. (Yahya)

BONTANG –  Pemkot Bontang terus berupaya meningkatkan keterampilan SDM di lingkungan kepegawaian. Salahsatu yang akan ditingkatkan adalah keterampilan pelayanan pada masyarakat.

Karenanya Pemkot Bontang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang mengadakan pelatihan pelayanan prima bertema mewujudkan ASN Ber-Akhlak untuk Bontang Hebat dan Beradab, Rabu (12/7/2023) di Grand Equator Hotel.

Pelatihan pelayanan prima ini menghadirkan trainer nasional, Anggi V Goenadi.

Sekretaris Daerah (Sekda), Aji Erlynawati mengatakan, pelaksanaan pelatihan ini sangat diperlukan bagi peningkatan keterampilan ASN di lingkungan Pemkot Bontang. Pelayanan prima dibutuhkan bagi ASN yang berada di pelayan terdepan suatu instansi.

“Bagaimana kita latih keprofesionalitas dalam bekerja. Materi-materi ini dapat diaplikasikan tak hanya saat bekerja, namun juga dalam kehidupan di luar pekerjaan seperti komunikasi kepada masyarakat,” kata Aji Erlynawati.

Dirinya tidak pernah menganggap remeh pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan Pemkot Bontang. Setiap pelatihan yang diadakan akan dapat meningkatkan profesionalitas ASN.

“Saya berharap pelatihan ini memberikan dampak pada pegawai pemerintah, untuk menambah referensi dalam berbagai hal,” lanjutnya.

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto menambahkan, pelatihan memberikan porsi yang cukup dalam pengembangan kompetensi, sesuai dengan rencana aksi pengembangan SDM. Pelatihan diikuti 40 peserta dari seluruh instansi yang terdiri dari pejabat struktural dan pelayanan terdepan.

“Salah satunya kegiatan pelatihan pelayanan prima yang dikelola BKPSDM yang dapat menjangkau seluruh instansi,” kata Sudi Priyanto. (yah)

Puskeswan Pastikan Bontang Bebas Antraks

0
Puskeswan Pastikan Bontang Bebas Antraks
Ilustrasi pemusnahan hewan terkena antraks. (ist)

BONTANG – Kasi Pelayanan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Peternakan (DKPPP) Bontang drh Riyono memastikan, penyakit antraks tidak ditemukan di Bontang.

Walaupun Bontang mulai rutin melakukan pengiriman hewan ternak seperti sapi dan kambing, semenjak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai mereda, namun sebelum pengiriman sudah rutin melakukan uji lab, sehingga penyakit pada hewan akan terdeteksi.

“Ini ada permohonan kambing masuk 100 ekor dan sapi 39 ekor. Kenaikan harga juga tidak ada. Untuk antraks, hanya menggunakan surat keterangan pemeriksaan tanpa sample uji laboratorium,” jelasnya.

Beberapa hewan ternak dikirim dari Sulawesi dimana daerah tersebut masih bersih dari PMK dan Antraks. Namun, 6 bulan terakhir tidak ada kasus penyakit hewan menular, syarat untuk pengiriman ternak dinilai cukup efektif dalam mengurangi penyebaran.

“Dengan menaati peraturan lalu lintas hewan, insyallah hewan-hewan yang masuk ke Kota Bontang tidak membawa wabah atau penyakit,” tutupnya.

Diketahui, Penyakit Antraks yang menyerang hewan ternak seperti sapi dan kambing mulai mewabah belakangan ini. Penyakit ini bermula di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta yang mengakibatkan beberapa orang meninggal pada Juni lalu.

Virus antraks dapat menular melalui kontak langsung maupun konsumsi hewan atau daging sapi yang terinfeksi. Virus antraks sendiri memiliki daya tahan yang tinggi di permukaan, seperti tanah.

Mengutip dari situs resmi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, antraks adalah penyakit bakterial bersifat menular akut pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.

Dalam Bahasa Yunani, antraks berarti batu bara. Istilah ini digunakan karena kulit korban yang terkena antraks akan berubah menjadi hitam. Antraks sendiri lebih sering menyerang hewan herbivora liar dan yang telah dijinakkan.

Penyakit antraks bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia.

Bacillus anthracis sebagai penyebab penyakit antraks, bersifat gram positif, berbentuk batang, tidak bergerak dan membentuk spora. Bentuk vegetatif dari bakteri ini dapat tumbuh subur di dalam tubuh, dan segera menjadi spora apabila berada di luar tubuh ketika kontak dengan udara luar. Spora ini dengan cepat akan terus menyebar melalui air hujan.

Hewan ternak dapat terinfeksi penyakit antraks, apabila memakan pakan atau meminum air yang terkontaminasi spora tersebut, atau jika spora mengenai bagian tubuh yang luka. Ternak penderita antraks kemudian dapat menulari ternak yang lain melalui cairan (eksudat) yang keluar dari tubuhnya. Cairan ini kemudian mencemari tanah sekelilingnya dan dapat menjadi sumber untuk munculnya wabah berikutnya. (sya)

Dekatkan TNI dan Rakyat, Babinsa Desa Prangat Baru Komsos dengan Warganya

0
Dekatkan TNI dan Rakyat, Babinsa Desa Prangat Baru Komsos dengan Warganya
Serka Imam saat komsos dengan warga. (ist)

BONTANG – Babinsa Desa Prangat Baru Koramil 0908-02/Muara Badak Kodim 0908/Bontang, Serka Imam Muhaimin melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan Bapak Waras dan Bapak Sutrisno, warga RT 04, Desa Prangat baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kukar.

Hal itu dilakukan bertujuan untuk mempererat hubungan TNI dan rakyat, juga untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan.

Serka Imam mengatakan, keakraban dan kebersamaan akan tercipta dalam kegiatan komsos bersama warga binaannya.

“Komsos merupakan cerminan kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya Babinsa kepada masyarakat wilayah binaannya,” ungkapnya.

Keberadaan Babinsa di tengah-tengah masyarakat dapat memberi manfaat dan berdaya guna langsung maupun tidak langsung, dan kehadirannya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Dengan Babinsa yang selalu memantau wilayah  binaannya, maka akan tahu permasalahan di wilayah binaannya. Sehingga jika ada permasalahan dapat dengan cepat diatasi dan diselesaikan.

“Komsos merupakan tugas yang dilaksanakan sehari-hari oleh setiap Babinsa, sebagai sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” pungkasnya. (hms)

Si Jago Merah Lahap Rumah Warga di Berbas Tengah, Ini Dugaan Penyebabnya

0

BONTANG – Kebakaran rumah kembali terjadi, Selasa (12/7/2023) malam tadi. Salahsatu rumah warga di Kelurahan Berbas Tengah menjadi korban amuk si jago merah.

Muktar, salahseorang warga yang beralamat di Jalan Sutoyo RT 53 No 4, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan tak menduga malam tadi rumahnya akan dilahap si jago merah.

Ia tidak mengetahui pasti apa penyebab kebakaran tersebut. Lantaran saat kejadian sekira pukul 22.00 wita, dirinya sedang tidur terlelap. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Saat kejadian berlangsung, pihak FKPM Berbas Tengah bergerak cepat melaporkan kejadian ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) yang segera bertindak dengan menurunkan 1 unit armada dan tim pemadam kebakaran.

“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan, dan tidak ada kendala berarti saat proses pemadaman,” ujar Kadisdamkartan, Amiluddin

Berdasarkan informasi yang diterima anggotanya di lapangan dari warga sekitar, penyebab kebakaran tersebut diduga karena banyaknya peralatan elektronik yang dicolokan.

“Banyaknya colokan itu menumpuk di satu terminal, hingga menimbulkan percikan api. Masih dugaan sementara korsleting listrik,” tutupnya. (al)

Simpan IPhone Dalam Tas, Dicuri Rekan Kerja

0

BONTANG – Tim Rajawali dan Polsek Bontang Utara berhasil mengungkap kasus pencurian.

TW pria 32 tahun Warga Loktuan, Bontang Utara ditangkap di rumahnya pada Selasa (11/7/2023) pukul 18.00 Wita.

Dijelaskan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Bontang Utara Iptu Tri Sudiantoro, Kejadiannya pada Sabtu (20/5/2023) pukul 07.10 Wita.

Korban yang hendak bekerja ke pabrik Pupuk Kaltim menyimpan handphonenya di sebuah tas di dalam shelter atau ruangan. Namun saat jam istirahat tiba, barang berharganya sudah raib.

“Korban mengalami kerugian Rp 7,2 juta,” sebutnya.

Usut punya usut, ponsel itu dicuri oleh teman kerjanya sendiri. Namun, polisi masih mendalami modus dari tersangka.

“Yang jelas HP nya itu dipakai sendiri sama tersangka,” ujarnya.

Tersangka pun dijerat pasal 362 KUHPidana tentang pencurian. Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (hms)

Muncul di Dapur, Ular Cobra Hitam Kagetkan Warga Jalan Pipa

0

BONTANG – Seekor ular cobra berwarna hitam mengejutkan warga di Jalan Pipa PKT, Selasa (11/7/2023). Pasalnya, ular itu tetiba muncul di dapur.

Seorang warga yang berdomisili di Jalan Pipa PKT, No 20, RT 23, Kecamatan Bontang Utara bernama Yusron kaget bukan kepalang. Lantaran saat ingin mencuci tangan di dapur, ia melihat seekor ular berwarna hitam bergerak-gerak di bawah wastafel. Kejadian itu terjadi sekira pukul 12.00 wita.

Mengetahui kejadian itu, Yusron segera melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) saat itu juga.

Muncul di Dapur, Ular Cobra Hitam Kagetkan Warga Jalan Pipa
Petugas damkar saat evakuasi ular cobra di bawah wastafel. (Damkar for Radarbontang.com)

Mendapat laporan, petugas Piket Regu 3 Mako Damkar tim rescue segera menuju ke lokasi untuk mengevakuasi ular jenis cobra berukuran kurang lebih 1 meter tersebut.

Dengan membawa perlengkapan standar, anggota Damkar berhasil mengamankan ular tersebut sekira pukul 13.00 wita.

“Itu jenis Ular Cobra Naja Sumatra. Sudah kami amankan,” ungkap Kadisdamkartan, Amiluddin. (al)