Beranda blog Halaman 982

Pagar Kantor DPM-PTSP Rusak Parah Ditabrak Mobil Plat Merah

0
Mobil jenis Innova plat merah bernomor polisi (nopol) KT 525 D yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi menabrak pagar. Foto: tangkapan layar

BONTANG – Pagar pembatas hingga pintu utama Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) tiba-tiba rusak parah, Jumat (15/10/2021) sore.

Penyebabnya, sebuah mobil Innova plat merah bernomor polisi (nopol) KT 525 D yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi menabrak pagar. Alhasil, bagian depan mobil berwarna silver itu ringsek. Sementara kaca kantor yang beralamatkan di Jalan Awang Long itu pecah berserakan.

Sartika Dewi, salah satu saksi mata mengatakan, awalnya mobil bergerak dengan kecepatan normal saat masuk ke area parkir Kantor DPM-PTSP. Mobil lalu berhenti sejenak untuk mengambil penumpang. Saat penumpang tersebut naik, mobil tiba-tiba melaju kencang hingga menabrak pagar dan pintu. “Kejadiannya cepat sekali. Pengendaranya ada dua orang, laki-laki semua,” terangnya.

Menurut informasi yang dihimpun, hingga saat ini belum diketahui penyebab kejadian ini, termasuk kondisi kedua pemuda di dalam mobil tersebut. (bms)

Donor Darah HUT ke-22 Bontang, Terkumpul 71 Kantong Darah

0

BONTANG – Donor darah menjadi salah satu kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-22 Bontang. Hasilnya, sebanyak 71 kantong darah berhasil dikumpulkan.
Kegiatan sosial ini berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang Jalan Awang Long, Kamis (14/10/2021).

Bekerjasama dengan PMI Bontang, kegiatan ini merupakan aksi sosial dengan sasaran ASN dan masyarakat umum. Hal tersebut disampaikan penanggung jawab kegiatan Donor Darah Arif Supriyadi saat ditemui redaksi mediakaltim.com.

“Ada banyak kegiatan yang kami laksanakan dalam rangka HUT Bontang, salah satunya donor darah. Acara ini merupakan kegiatan sosial dengan target 100 pendonor dari ASN dan masyarakat umum. Saat pelaksanaan ternyata kebanyakan (pendonor) dari masyarakat umum,” terang Arif.

Arif menambahkan, setelah selesai memberikan darahnya, para pendonor mendapat cinderamata dan kupon undian doorprize yang akan diundi pada 22 Oktober 2021.

“Kami memberikan cinderamata dalam bentuk tumblr, suplemen seperti kacang hijau dan vitamin penambah darah, dan tak lupa kupon doorprize yang diundi pada 22 Oktober di akun instagram bontang_hebat,” jelas Arif.

Dandy, salah satu pendonor yang ditemui mediakaltim.com mengungkapkan, ini kali kesembilan dia mendonorkan darah.
“Saya sudah 8 kali donor, ini yang kesembilan dan Alhamdulillah rutin. Tahu info donor darah juga dari PMI Bontang,”ucap Dandy.

Lain halnya dengan Marlina, salah satu penjual kue di pasar ini mengaku sudah lama tidak mendonor, dan mengetahhi kegiatan donor darah melalui Facebook.

“Saya pernah donor tapi sudah lama sekali. Tau infonya dari Facebook, dan langsung datang kesini. Tapi Insya Allah kedepannya mau rutin donor,” jelas Marlina.

PMI Kota Bontang menurunkan 6 personel dalam kegiatan ini, diantaranya 2 admin dan 4 tenaga kesehatan. (ahr)

26 Sekolah Kantongi Izin PTM Terbatas Tahap Kedua

0
Pelaksanan PTM terbatas di SMPN 4 Bontang belum lama ini. (dok)

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang kembali mengeluarkan izin rekomendasi menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tahap kedua. Kali ini, izin diberikan kepada 26 sekolah dari jenjang SD dan SMP yang telah mengajukan, semuanya dibolehkan menggelar PTM terbatas.

Hal itu setelah Disdikbud meninjau langsung kesiapan 18 SD dan 8 SMP tersebut terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah. Seperti ketersediaan masker, sarana cuci tangan dan hand sanitizer, alat pengukur suhu tubuh, jalur kedatangan dan kepulangan siswa, rekomendasi orang tua, hingga capaian vaksinasi guru dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan tersebut. “Semuanya sudah memenuhi ketentuan prokes,” ujar Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud, Saparuddin, belum lama ini.

Saat ini, kata Sapar, terdapat beberapa sekolah yang kembali mengusulkan PTM terbatas. Namun pihaknya memilih menunda untuk dimasukkan ke tahap ketiga. Penambahan 26 sekolah di tahap kedua kali ini, sambung Sapar, melengkapi 15 sekolah yang sebelumnya sudah mengantongi izin PTM terbatas. Sehingga total satuan pendidikan di bawah naungan Disdikbud Bontang yang dibolehkan PTM terbatas, hingga saat ini sebanyak 41 sekolah. (bms)

PRIORITAS VAKSIN PELAJAR
Dalam rangka mendukung pelaksanaan PTM terbatas, Dinas kesehatan (Dinkes) juga telah dan akan terus memprioritaskan pelajar untuk mendapat vaksinasi khususnya yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Bontang, Bahauddin. Apalagi belum lama ini, Bontang kembali mendapat  vaksin sebanyak 1.500 vial merek Sinovac.

Berdasarkan infografis vaksinasi Covid-19 yang dirilis Dinkes Bontang per Kamis (14/10/2021), persentase cakupan vaksin pelajar atau remaja usia 12-17 tahun telah mencapai 82,6% untuk dosis pertama, dan 32,2% untuk dosis kedua. Grafik persentase tersebut selalu mengalami kenaikan akibat gencarnya penyuntikan yang dilakukan ke kalangan pelajar Bontang. (bms)

Bantuan Sepeda Motor V-xion untuk SMKN 2 Bontang

0

BONTANG – Mendukung SMKN 2 Bontang sebagai SMK Pusat Keunggulan, PT Surya Timur Sakti Jatim memberikan bantuan berupa satu unit Sepeda Motor V-xion pada acara serah terima dari pihak PT Surya Timur Sakti Jatim dengan SMKN 2 Bontang.

Acara serah terima bantuan dilaksanakan di Kampus SMKN 2 Bontang, Jl. Cumi-cumi No 01, Kel. Tanjung Laut Indah, pada hari Kamis tanggal 14 Oktober 2021. Hadir fasilitator dari BBPPMPV Cianjur, Kepala Sekolah, pihak PT Surya Timur Sakti Jatim, dan para pengajar.

Kepala SMKN 2 Bontang Mardijanti, S.Pi, M.Pd menyambut baik bantuan unit sepeda motor V-xion yang diserahkan PT Surya Timur Sakti Jatim. “Dengan bantuan unit sepeda motor ini, diharapkan dapat membantu kami dalam proses kegiatan belajar mengajar dan sinergi antara sekolah kami dengan PT. Surya Timur Sakti Jatim sebagai mitra DUDIKA dapat terus meningkat dalam rangka memajukan dunia Pendidikan, khususnya di SMKN 2 Bontang,” katanya.

Trisno L Sihombing dari PT Surya Timur Sakti Jatim, berharap bantuan-bantuan ini bisa menjadi sarana belajar praktek yang efektif bagi taruna-taruni SMKN 2 Bontang, khususnya program keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Dan program pemberian bantuan ini merupakan program rutin PT Surya Timur Sakti Jatim kepada sekolah-sekolah yang menjadi binaan dalam rangka mendukung dunia pendidikan. (rls/dar)

 

Warga Malahing Bakal Menikmati Air Bersih, Anggaran Dialokasikan Tahun 2022, Pakai Jalur Pipanisasi Bawah Laut 

0
Malahing, kampung di atas air segera menikmati layanan air bersih dari PDAM Bontang. Foto: Rusdin

BONTANG – Warga Kampung Melahing atau Malahing di RT 30, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan bakal menikmati air bersih. Rencananya air bersih akan didistribusikan oleh PDAM Bontang dari Bontang Kuala melalui pipanisasi.

Menurut Wali Kota Bontang Basri Rase, perencanaan dan anggaran sudah disiapkan di APBD Bontang tahun 2022. “Iya, kita harapkan bisa segera terelasasi dan warga bisa segera menikmati air bersih langsung dari PDAM,” tutur Basri Rase.

Terpisah, Direktur PDAM Bontang Suramin menjelaskan, untuk mengaliri air bersih ke Malahing, maka diperlukan pipa di bawah laut. “Maka harus memasang pipa sepanjang 3 kilometer,” ujarnya.

Anggaran untuk pemasangan pipa teresebut berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bontang. “Mereka nanti yang mengerjakan. Insya Allah kami support kebutuhan air bersih ke Malahing,” sebutnya.

Pemukiman Malahing Bontang. Foto: Lulu

Sementara itu, Ketua RT 30 Malahing Nasir Lakada mengaku sudah lama warga Malahing dijanjikan air bersih melalui PDAM. Ada 2 opsi pemenuhan air bersih untuk warganya. Pertama, pemasangan pipanisasi melalui penggalian jalur laut. Opsi kedua pemasangan tandon air di Bontang Kuala. “Kalau dari kami mintanya pemasangan pipanisasi,” katanya.

Dikatakannya, PDAM dan Pemkot juga sudah melalukan survei lapangan. “PDAM sekali melakukan pengukuran jarak dari BK ke Malahing. Kalau Pemkot sudah dua kali,” tambahnya. “Tapi belum tahu kapan dikerjakannya,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pulau Malahing yang berada di pesisir Bontang telah menjadi daya tarik bagi wisatawan lantaran keunikan dan produk hasil lautnya. Namun, karena lokasinya di tengah laut, tidak ada sumber air bersih. Warga juga berharap rencana ini bisa segera terealisasi mengingat sudah 20 tahun masyarakat Malahing kesulitan air bersih. (ahr/red)

Dominasi Hari Terakhir Gulat, Kaltim Rebut Dua Emas

0
Pegulat Kaltim Hendry Hidayat (bawah) berusaha mengunci pegulat putra DKI Jakarta M Rudiansyah (atas) saat bertanding pada final gulat gaya greco-roman kelas 87 kg

PAPUA – Para pegulat Kalimantan Timur mendominasi hari terakhir pertandingan gulat PON XX Papua dengan merebut dua medali emas dan satu perunggu dari tiga kelas gaya grego roman di GOR Head Sai, Merauke, Kamis (14/10).

Papang Ramadhan mengawali medali emas bagi Kaltim di kelas 130 kilogram dalam pertandingan dengan menggunakan sistem kompetisi menghadapi semua pegulat di kelasnya. Medali perak kelas ini diraih Axel Manuella B. dari Jawa Timur dan perunggu disabet Aditya Eka Lazuardi dari Jawa Barat.

Medali emas kedua Kaltim dipersembahkan Ashar Ramadhani di kelas 97 kilogram usai mengalahkan Agus Fajar dari Jawa Timur dalam pertarungan selama 99 detik dengan kemenangan mutlak 9-0. Medali perunggu diraih Riska Adam dari Kalimantan Selatan.

Sementara itu, pegulat Kaltim Henry Hidayat yang berlaga di kelas 87 kilogram berada di posisi ketiga dan harus puas membawa pulang medali perunggu. Medali emas nomor ini diraih Lulut Gilang dari Jawa Timur usai menaklukkan pegulat tuan rumah Sumurung Siregar.

Pelatih gulat Kaltim Edy Juanidi menyatakan lega dengan pencapaian anak didiknya di hari terakhir pertandingan. “Kami kehilangan sejumlah target medali emas pada pertandingan awal, kami bersyukur pada hari terakhir bisa menambah dua emas dan satu perunggu,” kata Edy.

Secara keseluruhan tim gulat Kaltim meraih empat emas, dua perak dan enam perunggu untuk menempati peringkat kedua di bawah Jawa Timur sebagai juara umum dengan tujuh emas, tujuh perak dan dua perunggu. “Kami akan mengevaluasi hasil PON ini, tentunya kami sudah berusaha maksimal meskipun target enam medali emas gagal kami wujudkan,” kata Sekretaris Pengprov PGSI Kaltim Sumarlani.

Ia mengakui bahwa persiapan tim gulat Kaltim menghadapi PON kali ini berbeda dengan sebelumnya, khususnya tidak adanya program uji coba ke luar negeri karena pandemi covid-19. “Banyak pelajaran yang bisa diambil dari PON ini. Kami akan berusaha kembali untuk regenerasi atlet karena sejumlah punggawa PON tahun ini bakal pensiun,” tandas Sumarlani. (mi/red)

Bonus Rp 718 Juta untuk Kafilah MTQ Bontang

0
Kepala Bagian Aguswati, Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bontang,

BONTANG – Kafilah Kota Bontang yang sukses merebut predikat juara kedua di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 42 Provinsi Kaltim, digelontor bonus ratusan juta rupiah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bontang, Aguswati mengatakan, Pemkot telah menyiapkan dana Rp 718 juta bagi para peserta dan pelatih yang telah mengharumkan nama Bontang pada pagelaran MTQ ke 42, yang digela Juni lalu di Kota Bontang. “Penyerahan secara simbolis telah dilakukan saat HUT Kota Bontang kemarin,” kata Aguswati.

Nominal bonus bagi peserta ini telah tertuang dalam surat keputusan bernomor 35/LPTQ-BTG/VI/2021. Nominalnya dibagi dalam klasifikasi cabang lomba perorangan dan beregu. “Ini merupakan wujud apresiasi kepada peserta dan pelatih,” tuturnya.

Sementara pencairan dilakukan melalui rekening penerima dalam kurun waktu 10 hari ke depan. Seperti diketahui, kontingen Bontang diisi 58 peserta, 10 pelatih, dan 12 official. Terdapat 9 mata lomba yang dipertandingkan. Yakni tilawah, qiraat, hafalan alquran, tafsir, fahm, syaraah, khat, karya tulis, dan hadis nabi.

Kafilah Bontang meraih 74 poin. Juara satu sembilan orang, juara dua tujuh orang, dan juara tiga delapan orang. Sementara kontingen Kukar yang dinobatkan sebagai juara umum berhasil mendulang 83 poin.

Prestasi kafilah Bontang di ajang MTQ ini jauh lebih baik dibandingkan tahun 2019. Saat itu, Bontang hanya berada di urutan keempat. (ahr/red)

Besaran bonus dibagi atas 4 kategori;
– Pertama peserta berprestasi perorangan,
– Kedua berprestasi beregu,
– Ketiga pelatih berprestasi,
– Keempat peserta berprestasi perorangan (MTQ) Nasional.

Uang Pembinaan Peserta Berprestasi Perorangan
• Juara 1 Rp 17 juta dengan jumlah 7 orang
• Juara 2 Rp 15 juta dengan jumlah 9 orang
• Juara 3 Rp 13 juta dengan jumlah 8 orang
• Juara harapan 1 Rp 5 juta dengan jumlah 5 orang
• Juara harapan 2 Rp 4 juta dengan jumlah 3 orang
• Juara harapan 3 Rp 3 juta dengan jumlah 8 orang

Uang Pembinaan Peserta Beregu
• Juara 1 Rp 10 juta dengan jumlah 6 orang
• Juara 2 Rp 8 juta dengan jumlah 3 orang
• Juara 3 Rp 7 juta dengan jumlah 3 orang

Uang Pembinaan Pelatih Berprestasi
• Juara 1 Rp 10 juta dengan jumlah 10 orang
• Juara 2 Rp 8 juta dengan jumlah 1 orang
• Juara Harapan 1 Rp 5 juta dengan jumlah 1 orang

Uang Pembinaan Peserta Berprestasi Perorangan (MTQ Nasional)
• Juara 3 Rp 25 juta dengan jumlah 1 orang.

Sasar 1000 Orang, Polres Bontang Galakkan Penyuntikan Dosis Kedua

0
Kapolres dan Waka Polres Bontang meninjau vaksinasi dosis kedua untuk masyarakat dan pelajar. (ist)

BONTANG – Gerai Vaksin Presisi terus dimanfaatkan Polres Bontang dalam membantu pemerintah meningkatkan cakupan vaksinasi di Kota Taman. Beberapa hari terakhir, vaksinasi terus digalakkan baik untuk masyarakat umum maupun pelajar.

Teranyar, Polres Bontang menggelar penyuntikan vaksin dosis kedua jenis Sinovac untuk masyarakat dengan sasaran 1.000 orang, Senin (11/10/2021). Rinciannya, 500 orang di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, dan 500 di Auditorium Taman Tiga Dimensi.

“Kami apresiasi antusias masyarakat yang begitu besar untuk ikut divaksin. Kami minta mereka untuk tetap menerapkan prokes (protokol) meskipun sudah divaksin dua kali,” ujar Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi saat meninjau langsung ke lokasi.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat yang belum divaksin, untuk segera mendaftarkan diri baik penyuntikan yang dilakukan TNI-Polri, ataupun instansi pemerintah setempat. Selain ke masyarakat umum, Gerai Vaksin Presisi juga menyasar pelajar Bontang.

Rabu (13/10/2021) kemarin, ratusan pelajar SMP Negeri 5 menerima vaksin dosis kedua, yang diselenggarakan di Gedung Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim. “Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah,” beber Wakapolres Bontang, Kompol Damus Asa saat meninjau ke lokasi.

Dalam vaksinasi itu, sambung Wakapolres, turut melibatkan 40 vaksinator beserta tenaga pendukung. Target yang disuntik sebanyak 615 pelajar. Namun vaksin yang disediakan sebanyak 506 vial jenis Sinovac. “Harapan kami, kekebalan kolektif di kalangan pelajar juga segera terbentuk,” pungkasnya.

Menurut pantauan Mediakaltim.com, pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan prokes ketat. Seperti seluruh peserta memakai masker, menjaga jarak, dilakukan pengecekan suhu tubuh seleum masuk ruang vaksinasi, dan tersedianya sarana cuci tangan atau hand sanitizer.

Berdasar infografis capaian vaksinasi Covid-19 yang dirilis Dinkes Bontang per Rabu (13/10/2021), dari total sasaran sebanyak 134.666 orang, saat ini yang sudah disuntik dosis pertama mencapai 87.054 orang atau 64,6%. Adapun dosis kedua sebanyak 57.315 orang atau 42,6%. Kategori sasarannya mencakup Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), pelayanan publik, lansia usia di atas 60 tahun, masyarakat umum dan rentan, hingga remaja usia 12-17 tahun. (bms)

Website Beasiswa Bontang Sulit Diakses, Dikeluhkan Orangtua dan Mahasiswa

0
Hari kedua pendaftaran Beasiswa Bontang, banyak yang tidak bisa mengakses website. Foto: istimewa

Sejak dibuka Selasa (12/10), banyak mahasiswa mengeluhkan susahnya melakukan pendaftaran ke laman website pendaftaran Beasiswa Bontang, http://e-beasiswa.bontangkota.go.id/home/. Hingga Rabu (13/10) malam tadi, keluhan disampaikan orangtua dan mahasiswa yang berusaha untuk melakukan pendaftaran.

“Saya sudah coba dari kantor, begitu juga anak saya, tetap tidak bisa membuka websitenya. Mungkin sibuk atau down ya,” tanya Supriyadi, orangtua mahasiswa di grup whatsapp Update Media Kaltim, jejaring Radar Bontang.

Hal yang sama juga dialami yan lain. “Iya ini saya coba register sama temanku, tapi masih belum bisa, webnya error,” kata Suardi, salah satu anggota grup, meneruskan pesan mahasiswa yang ingin melakukan pendaftaran.

Terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bontang, Aguswati menduga, karena baru dua hari dibuka, jumlah pelamar membludak maka situs website sulit diakses. Ia pun menyarankan agar terus membuka berulang kali, karena sudah ada yang bisa mengakses dan melakukan pendaftaran. “Saya juga akan tanyakan dengan Diskominfo,” katanya. (ahr/red)

 

Mengenal Bahasa Isyarat Bersama Komunitas Genap Tuli Bontang

0
BONTANG – Bukanlah suatu kelemahan bagi mereka yang terlahir dengan memiliki gangguan pendengaran. Sejatinya, mereka sama seperti kita yang normal. Hanya saja dalam hal berkomunikasi, mereka punya caranya sendiri yaitu menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang mereka pakai sehari hari. Penyebutan istilah untuk mereka pun bukanlah ‘Tunarungu’ melainkan ‘Tuli’. Karena arti ‘Tunarungu’ sendiri adalah adanya kerusakan terhadap pendengaran. Mereka memilih ‘Tuli’ sebagai identitas, karena mereka punya cara yang berbeda dalam berkomunikasi. Lahirnya komunitas Genap Tuli Bontang pada Maret 2018, menjadi wadah untuk para teman tuli untuk belajar juga berkumpul bersama teman tuli lainnya dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kota Bontang. Komunitas yang memiliki slogan ‘Bergerak Dalam Senyap’ ini memiliki tujuan agar keberadaan teman tuli di Bontang lebih banyak diketahui oleh masyarakat. Karena menurut mereka, selama ini masih banyak orang-orang yang memandang mereka sebelah mata. Tujuan lainnya pun mengenalkan Bisindo kepada masyarakat agar tau bahwa teman tuli memiliki cara yang asik dalam berkomunimasi. “Jadi Genap ini terbentuk karena kami ingin mengenalkan Bisindo kepada masyarakat, agar mereka bisa belajar dan paham ketika berkomunikasi dengan teman tuli,” ucap Ketua Genap Tuli Bontang Shasmitha didampingi oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI) Nurul Baity saat menjadi bintang tamu dalam program Podcast “Meja Tamu” Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Belajar Bahasa Isyarat Bersama Genap Tuli Bontang”. Program tersebut tayang di kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (13/10/2021), kerjasama antara mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang. Dengan membuka kelas Bisindo merupakan salah satu cara mereka mengenalkan Bisindo kepada masyarakat. “Setelah komunitas kami terbentuk, kami mulai buka kelas Bisindo untuk umum, untuk sama sama belajar dan mengenal Bisindo,”kata Shasmitha dan diterjemahkan oleh Nurul Baity. Sebagai JBI, Nurul merasa senang karena dapat menjadi jembatan teman tuli dalam berkomunikasi dengan teman dengar. Bahkan sampai saat ini, ia terus belajar untuk terus bisa memperbanyak kosakata dalam Bisindo. “Saya pun sebagai JBI masih belajar mba, karena masih banyak kosakata yang harus dipelajari dan dipahami,” kata Nurul. Pemilihan cara berkomunikasi, lanjut Nurul, teman tuli lebih memilih berkomunikasi menggunakan Bisindo dibandingkan dengan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Karena menurut mereka, Bisindo lebih gampang diterapkan dibanding SIBI. “Teman tuli se-Indonesia itu lebih memilih menggunakan Bisindo, karena itu melekat dengan bahasa mereka sehari-hari. Sedangkan SIBI tiap kata nya memiliki makna yang dalam, jadi kadang membuat teman tuli kebingungan,” ucapnya. Pada segmen terakhir Podcast MejaTamu, Shasmitha dan Nurul mengajarkan kepada pemirsa beberapa Bisindo yang sering digunakan, mulai dari kata tanya, kata sapaan, warna, keluarga, dan nama nama hari. (ahr)

BONTANG – Bukanlah suatu kelemahan bagi mereka yang terlahir dengan memiliki gangguan pendengaran. Sejatinya, mereka sama seperti kita yang normal. Hanya saja dalam hal berkomunikasi, mereka punya caranya sendiri yaitu menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang mereka pakai sehari hari.

Penyebutan istilah untuk mereka pun bukanlah ‘Tunarungu’ melainkan ‘Tuli’. Karena arti ‘Tunarungu’ sendiri adalah adanya kerusakan terhadap pendengaran. Mereka memilih ‘Tuli’ sebagai identitas, karena mereka punya cara yang berbeda dalam berkomunikasi.

Lahirnya komunitas Genap Tuli Bontang pada Maret 2018, menjadi wadah untuk para teman tuli untuk belajar juga berkumpul bersama teman tuli lainnya dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kota Bontang.

Komunitas yang memiliki slogan ‘Bergerak Dalam Senyap’ ini memiliki tujuan agar keberadaan teman tuli di Bontang lebih banyak diketahui oleh masyarakat. Karena menurut mereka, selama ini masih banyak orang-orang yang memandang mereka sebelah mata.

Tujuan lainnya pun mengenalkan Bisindo kepada masyarakat agar tau bahwa teman tuli memiliki cara yang asik dalam berkomunimasi. “Jadi Genap ini terbentuk karena kami ingin mengenalkan Bisindo kepada masyarakat, agar mereka bisa belajar dan paham ketika berkomunikasi dengan teman tuli,” ucap Ketua Genap Tuli Bontang Shasmitha didampingi oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI) Nurul Baity saat menjadi bintang tamu dalam program Podcast “Meja Tamu” Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Belajar Bahasa Isyarat Bersama Genap Tuli Bontang”. Program tersebut tayang di kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (13/10/2021), kerjasama antara mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang.

Dengan membuka kelas Bisindo merupakan salah satu cara mereka mengenalkan Bisindo kepada masyarakat. “Setelah komunitas kami terbentuk, kami mulai buka kelas Bisindo untuk umum, untuk sama sama belajar dan mengenal Bisindo,”kata Shasmitha dan diterjemahkan oleh Nurul Baity.

Sebagai JBI, Nurul merasa senang karena dapat menjadi jembatan teman tuli dalam berkomunikasi dengan teman dengar. Bahkan sampai saat ini, ia terus belajar untuk terus bisa memperbanyak kosakata dalam Bisindo. “Saya pun sebagai JBI masih belajar mba, karena masih banyak kosakata yang harus dipelajari dan dipahami,” kata Nurul.

Pemilihan cara berkomunikasi, lanjut Nurul, teman tuli lebih memilih berkomunikasi menggunakan Bisindo dibandingkan dengan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Karena menurut mereka, Bisindo lebih gampang diterapkan dibanding SIBI. “Teman tuli se-Indonesia itu lebih memilih menggunakan Bisindo, karena itu melekat dengan bahasa mereka sehari-hari. Sedangkan SIBI tiap kata nya memiliki makna yang dalam, jadi kadang membuat teman tuli kebingungan,” ucapnya.

Pada segmen terakhir Podcast MejaTamu, Shasmitha dan Nurul mengajarkan kepada pemirsa beberapa Bisindo yang sering digunakan, mulai dari kata tanya, kata sapaan, warna, keluarga, dan nama nama hari. (ahr)