Beranda blog Halaman 102

Bupati Angela Pimpin Rakor Persiapan Piltikam Serentak di Mahulu

0
(Duduk kedua kanan) Bupati Angela Idang Belawan didampingi Sekda Mahulu, Stephanus Madang saat memimpin Rakor Piltikam di Ruang Rapat Kantor Bupati.//foto-Istimewa.

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Pemungutan Suara Pemilihan Petinggi Kampung (Piltikam) serentak se-Kabupaten Mahulu Tahun 2026.

Rakor tersebut dipimpin langsung Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Mahulu, Rabu (6/5/2026) pagi.

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Mahulu, Stephanus Madang, Kabag Ops Polres Mahulu Kompol Sugiharto, Danramil Long Bagun 0912-03 sekaligus Perwira Penghubung Kodim 0912 Kutai Barat-Mahulu Mayor Inf Agus Sutanto, Kasatpol PP Kresensius Charles, Kepala Kesbangpol, para camat, kepala OPD, serta pejabat di lingkungan Pemkab Mahulu.

Dalam rakor tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mahulu, Surianto, memaparkan tahapan pelaksanaan Piltikam mulai dari persiapan awal, masa kampanye, masa tenang, pemungutan suara hingga kesiapan panitia pelaksana dan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK).

“Kesiapan panitia pelaksana, BPK, keamanan dari Polri dan TNI serta dukungan camat menjadi bagian penting dalam menyukseskan pelaksanaan Piltikam,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Mahulu, Kompol Sugiharto, menegaskan pihak kepolisian siap mendukung penuh pengamanan pelaksanaan Piltikam serentak.

“Kami mendukung sepenuhnya pelaksanaan Piltikam ini dan akan bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, menekankan bahwa pemilihan petinggi kampung merupakan bentuk nyata demokrasi di tingkat kampung yang menjadi fondasi penting dalam sistem pemerintahan daerah.

“Petinggi memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Angela, pelaksanaan Piltikam serentak juga menjadi momentum penting yang mencerminkan kedewasaan demokrasi masyarakat kampung di Mahulu.

“Ia berharap pelaksanaan ini dapat berjalan lancar sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara warga masyarakat,” katanya.

Untuk diketahui, Pemilihan Petinggi Kampung serentak di Mahulu akan dilaksanakan di 24 kampung dengan total 25 Tempat Pemungutan Suara (TPS). (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Amankan Aset Negara, PLN UIP KLT Perkuat Legalitas Tower SUTT 150 kV di Kotabaru

0
PLN UPP KLT 4 melakukan koordinasi bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Kotabaru terkait penguatan legalitas dan pengamanan aset ketenagalistrikan PLN.

KOTABARU – Membangun infrastruktur kelistrikan berarti juga menjaga aset negara yang melekat di dalamnya. Hal ini ditegaskan PLN UIP KLT melalui PLN UPP KLT 4 dengan memperkuat legalitas 4 tower SUTT 150 kV Sei Durian–Tarjun di Kabupaten Kotabaru melalui penerimaan Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB).

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN UIP KLT dalam memastikan setiap aset ketenagalistrikan tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga aman secara legal. Dalam kesempatan yang sama, PLN UPP KLT 4 turut melakukan koordinasi pengamanan aset pada jalur SUTT 150 kV Tanah Grogot–Sei Durian sisi Provinsi Kalimantan Selatan yang melintasi wilayah Kabupaten Kotabaru.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pertanahan Kabupaten Kotabaru, Kecamatan Pulau Laut Utara, Selasa (28/4/2026), dihadiri oleh Assistant Manager KPPU PLN UPP KLT 4, Afrianto Ramadhan bersama tim, serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kotabaru, I Made Supriadi, bersama jajaran. Dalam kesempatan tersebut, penyerahan Sertipikat HGB dilakukan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kotabaru kepada PLN UPP KLT 4 yang diwakili oleh Afrianto Ramadhan.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyampaikan bahwa pengamanan aset negara menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugas PLN dalam membangun dan menjaga infrastruktur ketenagalistrikan. Menurutnya, aset yang telah dibangun harus memiliki dasar legal yang kuat agar dapat dikelola secara tertib, aman, dan berkelanjutan.

“Setiap infrastruktur kelistrikan yang dibangun PLN merupakan aset negara yang harus dijaga. Karena itu, PLN UIP KLT terus memastikan legalitas aset terpenuhi, tercatat dengan baik, dan terlindungi secara hukum. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan layanan listrik untuk rakyat,” ujar Basuki.

Basuki menegaskan, kepastian hukum atas aset bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi bentuk keseriusan PLN dalam menjaga infrastruktur strategis agar dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap aset ketenagalistrikan yang dibangun benar-benar memiliki pijakan legal yang kuat. Dengan legalitas yang tertib, pengelolaan aset dapat berjalan lebih optimal dan risiko di kemudian hari dapat diminimalkan,” tambahnya.

Sementara itu, Manager PLN UPP KLT 4, Rizal Hikmahtiar, menjelaskan bahwa 4 Sertipikat HGB yang diterima menjadi penguatan penting terhadap status legal aset tower SUTT 150 kV Sei Durian–Tarjun. Secara teknis, legalitas tersebut menjadi dasar bagi PLN dalam melakukan pengelolaan, pemeliharaan, hingga pengamanan aset di lapangan.

“Empat sertipikat HGB ini menjadi bukti penguatan legal atas aset tower PLN di Kabupaten Kotabaru. Dengan dokumen yang sudah lengkap, PLN memiliki dasar yang lebih kuat dalam menjaga dan mengamankan aset tersebut sesuai ketentuan,” jelas Rizal.

Rizal menambahkan, PLN UPP KLT 4 juga terus mempersiapkan langkah pengamanan aset pada jalur SUTT 150 kV Tanah Grogot–Sei Durian, khususnya pada sisi Kalimantan Selatan. Hal ini dilakukan agar jalur transmisi yang memiliki peran penting dalam sistem kelistrikan lintas wilayah dapat tetap terjaga dari sisi legal, teknis, maupun operasional.

“Jalur SUTT 150 kV Tanah Grogot–Sei Durian merupakan infrastruktur penting yang perlu dikawal secara menyeluruh. Karena itu, pengamanan aset harus dilakukan sejak awal melalui koordinasi yang baik, dokumen yang lengkap, serta pelaksanaan yang sesuai prosedur,” ungkap Rizal.

Melalui langkah ini, PLN UIP KLT menegaskan bahwa pengamanan aset negara menjadi bagian penting dari pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Tidak hanya memastikan proyek berjalan dan sistem kelistrikan semakin andal, PLN UIP KLT juga memastikan setiap aset yang dibangun terlindungi secara hukum, tertib secara administrasi, dan siap mendukung keberlanjutan layanan kelistrikan bagi masyarakat Kalimantan. (Bom)

Pick Up Terjun ke Jurang di Pertigaan Jalan Tembus

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb6mei2026/mobile/

Neni Temukan Kendala Bantuan Sosial di Tanjung Laut Indah Bagi Penyandang Disabilitas

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meninja langsung terkait RTLH di wilayah Kelurahan Tanjung Laut Indah. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menemukan persoalan sosial saat melakukan peninjauan di RT.18, Kelurahan Tanjung Laut Indah. Dalam kunjungannya, ia mendapati salah satu anak penyandang disabilitas yang seharusnya menerima bantuan sosial bulanan sebesar Rp300 ribu, belum mendapatkan haknya akibat kendala sinkronisasi data.

Temuan tersebut langsung mendapat perhatian serius. Sehingga Neni langsung menginstruksikan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Bontang, untuk melakukan perbaikan data secara cepat dan akurat, agar bantuan dapat segera disalurkan kepada yang berhak.

“Tidak boleh ada yang terlewat. Semua anak kategori disabilitas wajib menerima bantuan. Program harus berbasis data yang akurat dan terukur,” tegasnya beberapa waktu lalu.

Ia menekankan bahwa validitas data menjadi kunci utama, dalam keberhasilan program bantuan sosial. Oleh karena itu, koordinasi antara perangkat daerah, kelurahan, hingga tingkat RT harus diperkuat, guna memastikan tidak ada lagi warga yang terabaikan.

Selain menyoroti persoalan bantuan sosial, Neni juga mendorong peran aktif masyarakat dalam memperkuat kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Ia mengarahkan Ketua RT untuk mengaktifkan program “Tengok Tetangga”, sebagai upaya memantau kondisi warga secara langsung.

Menurutnya melalui program tersebut, setiap permasalahan sosial dapat lebih cepat terdeteksi dan ditangani secara bersama-sama, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

“Jangan lupa juga untuk terus menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, melalui kegiatan kerja bakti rutin. Sebab kebersihan itu bagian terpenting dalam kehidupan,” tambahnya.

Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah, dalam menciptakan lingkungan yang sehat, tertata, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi di tengah masyarakat.

“Kami sangat berharap seluruh program sosial dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, khususnya bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

19 Warga Terima Bantuan, Wali Kota Tinjau Progres RTLH di Tanjung Laut Indah

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni gelar peninjauan progres RTLH di wilayah Tanjung Laut Indah. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meninjau langsung progres pelaksanaan program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Senin (4/5/2026).

Peninjauan difokuskan di kawasan Jalan KS Tubun, di wilayah RT.29 dan Jalan Sultan Syahrir di RT.18. Program RTLH ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam mewujudkan target zero kawasan kumuh, sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

Di Kelurahan Tanjung Laut Indah, ada sebanyak 19 warga tercatat sebagai penerima bantuan stimulan, masing-masing senilai Rp50 juta per unit yang dialokasikan, melalui anggaran 2025 lalu.

Saat kunjungannya, Neni meninjau langsung tiga rumah penerima bantuan, yakni milik Kajab, Noor Sahibah, dan Saparli. Ia melihat kondisi rumah yang telah direnovasi, serta mendengarkan langsung pengalaman warga setelah mendapatkan bantuan tersebut.

Sejumlah warga mengaku merasakan perubahan signifikan, mulai dari kondisi bangunan yang lebih kokoh hingga lingkungan rumah yang lebih sehat dan nyaman. Bahkan, beberapa di antaranya menyebut rumah mereka kini tidak lagi terdampak banjir seperti sebelumnya.

“Program ini bukan hanya memperbaiki fisik rumah, tetapi juga kualitas hidup masyarakat. Melalui renovasi ini, rumah warga kini jauh lebih layak dan sehat. Rumah yang sehat harus dijaga kebersihannya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar warga penerima bantuan, dapat menjaga dan merawat rumah yang telah diperbaiki, sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Maka pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program RTLH, agar berjalan sesuai target, baik dari sisi kualitas pembangunan maupun ketepatan sasaran penerima,” pungkasnya.

Dengan adanya program ini, Pemkot Bontang berharap dapat terus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Tekankan Penanganan Terpadu Penyalahgunaan Zat Adiktif pada Anak

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melakukan kunjungan kerja. (Ist).

BONTANG – Kunjungan kerja yang dilakukan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, difokuskan pada upaya sinkronisasi program sosial, khususnya dalam menangani kasus penyalahgunaan zat adiktif pada anak yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.

Dalam pertemuan ini melibatkan Kepala BNN Kota Bontang, Satpol PP, serta lurah setempat, terungkap adanya tiga lokasi yang menjadi perhatian khusus, karena dinilai rawan terhadap praktik penyalahgunaan zat adiktif di kalangan anak-anak.

Sehingga Neni menegaskan bahwa penanganan persoalan ini tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui langkah terpadu lintas sektor. Ia meminta agar Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), untuk segera diaktifkan kembali di seluruh kelurahan sebagai garda terdepan, dalam pencegahan dan penanganan di tingkat masyarakat.

“Saya minta IBM segera diaktifkan kembali di seluruh kelurahan. Penanganan harus terintegrasi antara DSPM dan Dinkes, hingga PPA-TP2A. Kita arahkan anak-anak ini ke Rumah Singgah untuk mendapatkan rehabilitasi yang lebih terstruktur dan pendampingan secara langsung,” jelasnya, Senin (4/5/2026).

Selain fokus pada rehabilitasi, Neni juga menekankan akan pentingnya langkah preventif melalui penguatan pengawasan lingkungan, serta penegakan regulasi terhadap penjualan zat yang berpotensi disalahgunakan.

“Pasang CCTV dan lampu penerangan di titik-titik rawan. Saya juga instruksikan Satpol PP dan Dinkes untuk melakukan razia penjualan obat batuk, di warung kecil yang kerap disalahgunakan. Kita harus memutus aksesnya dari hulu,” tegasnya.

Selain itu ia turut menambahkan, keberhasilan penanganan kasus ini sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

Lebih lanjut, Neni mendorong penguatan kolaborasi antar lembaga melalui integrasi sistem data dan pengawasan berbasis teknologi. Menurutnya, satu data yang akurat dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas akan mempermudah koordinasi dan pengambilan kebijakan.

“Kita perlu satu data dan SOP yang jelas, termasuk pemanfaatan Rumah Singgah sebagai pusat rehabilitasi, serta dukungan sistem monitoring berbasis spasial oleh Diskominfo,” bebernya.

Maka dengan langkah terpadu dan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berharap upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan zat adiktif, pada anak dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Capai 17 Persen, Neni Soroti Angka Stunting di Tanjung Laut

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat mengunjungi Kelurahan Tanjung Laut. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyoroti tingginya angka stunting di Kelurahan Tanjung Laut yang mencapai 17 persen, atau sebanyak 151 anak. Kondisi ini dinilai memerlukan perhatian serius dan langkah cepat, dari seluruh pihak terkait guna menekan angka stunting.

Dalam kunjungannya, Neni menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Angka ini cukup tinggi dan tidak bisa dianggap biasa. Kita harus bergerak bersama, memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sejak dalam kandungan hingga usia balita,” ucapnya, Senin (4/5/2026).

Selain itu, Neni juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis, untuk menekan angka stunting, mulai dari pendataan secara by name by address, pemantauan rutin terhadap ibu hamil dan balita, hingga pemberian intervensi gizi yang tepat.
“Maka di dalam program ini akan melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga dengan dukungan lintas sektor,” tambahnya.

Neni turut menekankan akan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan stunting. Edukasi mengenai pola makan sehat, pemberian ASI eksklusif, serta sanitasi lingkungan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh masyarakat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi vertikal dan sektor swasta, guna mempercepat penanganan stunting. Intervensi tidak hanya difokuskan pada anak yang sudah terindikasi stunting, tetapi juga pada upaya pencegahan sejak dini.

“Kita menargetkan penurunan signifikan bahkan menuju zero stunting. Ini membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah yang terarah dan dukungan bersama, pemerintah optimistis angka stunting di Kelurahan Tanjung Laut dapat ditekan, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Bontang Jemput Bola Tawarkan Videotron, Dorong Peningkatan PAD

0
Videotron milik DPMPTSP. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah. Salah satu upaya yang kini digencarkan adalah menawarkan layanan penyewaan videotron kepada perusahaan melalui strategi jemput bola.

Langkah ini dilakukan untuk memperluas pemanfaatan videotron sebagai media promosi, baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat umum. DPMPTSP menilai, keberadaan videotron memiliki potensi besar sebagai sarana publikasi yang efektif di ruang terbuka.

Bendahara Penerimaan Retribusi Aset dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) DPMPTSP Bontang, Nur Aini, mengatakan bahwa promosi masih terus digencarkan karena fasilitas tersebut tergolong baru.

“Videotron ini baru dibangun pada 2025 dan mulai dimanfaatkan awal tahun ini, sehingga kami masih terus melakukan promosi,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini masih banyak perusahaan di Bontang yang belum mengetahui bahwa videotron milik pemerintah daerah dapat disewa untuk kepentingan promosi.

“Selama ini mungkin masyarakat atau perusahaan mengira hanya untuk kegiatan pemerintah. Karena itu kami lakukan sosialisasi langsung ke perusahaan, atau istilahnya jemput bola,” jelasnya.

Menurutnya, layanan ini terbuka luas, tidak hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mempromosikan produk, kegiatan, maupun informasi lainnya melalui media digital tersebut.

Strategi jemput bola ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan videotron sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Penipuan Mengatasnamakan OSS RBA Marak, DPMPTSP Bontang Imbau Warga Waspada

0
Pelayanan DPMPTSP Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Praktik penipuan yang mengatasnamakan layanan perizinan berusaha berbasis risiko atau Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) mulai meresahkan masyarakat. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mengungkapkan telah menerima laporan dari warga terkait modus tersebut.

Sedikitnya tiga orang dilaporkan menerima pesan mencurigakan dari pihak yang mengaku sebagai perpanjangan tangan PTSP Bontang. Pesan tersebut berisi komunikasi yang mengarah pada upaya penipuan, seperti permintaan data maupun iming-iming percepatan layanan.

“Sebenarnya ini masalah nasional. Tiap daerah pasti ada saja kasus penipuan ini,” ujar kepala DPMPTSP, Muhammad Aspiannur, Rabu (6/5/2026).

Fenomena ini pun memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terlebih karena pelaku diduga memanfaatkan data yang berkaitan dengan sistem OSS RBA. Hal itu menimbulkan dugaan bahwa informasi tertentu berhasil diakses secara tidak sah.

“Dengan adanya informasi pribadi yang mereka miliki, ini menunjukkan ada kemungkinan data diambil dari sistem OSS. Namun pengelolaan OSS ini sepenuhnya berada di pusat,” lanjutnya.

DPMPTSP Bontang menegaskan bahwa pihak daerah tidak memiliki kewenangan penuh terhadap sistem OSS, sehingga langkah perbaikan dan pengamanan berada di tangan pemerintah pusat.

Sementara itu, pemerintah daerah hanya dapat mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan layanan resmi.

Masyarakat diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap pesan atau panggilan dari pihak yang tidak jelas, terutama yang meminta transfer uang, data pribadi, atau menawarkan jasa percepatan berbayar. Seluruh layanan resmi OSS hanya dapat diakses melalui kanal resmi pemerintah.

DPMPTSP juga mengajak warga untuk segera melapor jika menemukan indikasi penipuan serupa, guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

“Selalu cek email, biasanya kode billing akan dikirim kesana, tidak hanya lewat WA saja,” tuturnya.(sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Mutasi Pejabat di Bontang, DPMPTSP Dorong Layanan Publik Lebih Optimal

0
Kepala DPMPTSP, Muhammad Aspiannur. (Syakurah)

BONTANG – Pergeseran sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bontang diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Muhammad Aspiannur, menyebut mutasi jabatan merupakan strategi organisasi untuk menjaga ritme kinerja tetap produktif.

Menurutnya, perubahan posisi dalam birokrasi bukan sekadar pergantian, tetapi bagian dari penyegaran agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif.

“Dengan adanya pergeseran ini, diharapkan kinerja semakin meningkat dan pelayanan publik bisa lebih optimal,” katanya, Selasa (5/5/2026).

Dalam rotasi tersebut, Vinson yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPMPTSP kini menempati posisi baru sebagai Kepala Bagian Pemerintahan di Sekretariat Daerah Kota Bontang

Selain itu, Mustamin Syam yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian DPMPTSP, kini mengemban amanah sebagai Camat Bontang Barat.

Seiring pergeseran tersebut, sejumlah posisi strategis di DPMPTSP juga diisi pejabat baru. Ida Idris dipercaya menjabat Sekretaris DPMPTSP, sementara Ponny Sundari mengisi posisi Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian.

Aspiannur menekankan pentingnya komitmen dan integritas dalam menjalankan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan yang cepat dan berkualitas kepada masyarakat.

Ia turut menyampaikan penghargaan kepada pejabat sebelumnya atas dedikasi selama menjalankan tugas di lingkungan DPMPTSP (sya/adv)

Editor: Yusva Alam