Beranda blog Halaman 356

Perahu Karam di Sungai Mahakam Sangasanga, Satu Penumpang Masih Dicari

0
Suasana pencarian korban di perairan Sungai Mahakam, Sangasanga. (Istimewa)

TENGGARONG — Sebuah perahu yang mengangkut tiga orang dilaporkan karam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di wilayah Desa Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, Senin (5/1/2026) malam. Insiden tersebut terjadi di sekitar depan jetty PT Astiku Sakti dan mengakibatkan satu orang penumpang dinyatakan hilang.

Peristiwa karamnya perahu itu terjadi sekitar pukul 19.25 Wita. Dari tiga penumpang di dalam perahu, dua orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara satu penumpang lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Korban yang dinyatakan hilang diketahui bernama Rizki Tri Handoko, warga RT 8 Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga. Saat kejadian, korban disebut mengenakan seragam kerja PT Astiku Sakti berwarna hijau lengkap dengan celana jeans biru.

“Perahu tenggelam di Sungai Astiku, Mas Rizki masih dalam pencarian ini,” ujar salah seorang relawan melalui pesan singkat WhatsApp.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan di sekitar lokasi kejadian. Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Pos Sektor Sangasanga bersama sejumlah relawan menyisir perairan Sungai Mahakam dengan peralatan seadanya, dibantu warga setempat.

Kondisi arus sungai dan minimnya penerangan di malam hari menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Meski demikian, tim gabungan tetap berupaya maksimal untuk menemukan korban secepat mungkin.

Pihak terkait masih menghimpun informasi lebih lanjut mengenai penyebab karamnya perahu tersebut. Aparat dan tim penyelamat juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi air di Sungai Mahakam, agar lebih berhati-hati dan memperhatikan aspek keselamatan saat beraktivitas di perairan.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Penikaman di Simpang Otista Samarinda, Korban Tewas Usai Ditusuk di Ulu Hati

0
Suasana mencekam di tempat kejadian perkara. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Aksi kekerasan kembali menggemparkan Kota Samarinda. Seorang warga tewas setelah menjadi korban penikaman dalam pertikaian berdarah di simpang tiga Jalan Otto Iskandar Dinata–Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (5/1/2026) siang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.40 Wita dan sontak membuat situasi di lokasi berubah mencekam. Korban mengalami luka tusuk serius di bagian ulu hati yang menyebabkan kondisinya kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.

Saksi mata di lokasi kejadian, Yosi, menuturkan insiden bermula dari pertengkaran hebat. Ia melihat dua orang berboncengan mendatangi korban. Salah satu pelaku langsung melakukan pemukulan, sementara pelaku lainnya mengeluarkan senjata tajam dan menikam korban.

“Awalnya bertengkar, lalu datang dua orang berboncengan. Yang satu memukul, yang satu lagi menikam pakai pisau tepat di ulu hati,” ujar Yosi.

Melihat korban bersimbah darah di dekat pembatas jalan, Yosi sempat berupaya menghentikan kendaraannya untuk menolong. Namun, ia mengurungkan niat tersebut setelah salah satu pelaku berbalik mengejarnya sambil membawa pisau.

“Saya terpaksa lari menyelamatkan diri karena salah satu pelaku mengejar,” katanya.

Yosi juga menyebutkan bahwa terdapat tiga orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Selain dua pria pelaku pemukulan dan penikaman, seorang perempuan sempat terlihat berada di lokasi dan mencoba melerai pertikaian.

Kekerasan tidak berhenti meski korban telah terkapar. Menurut saksi, pelaku masih melakukan tendangan ke arah tubuh korban yang sudah tidak berdaya di jalan.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Satria dan dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie dalam kondisi koma. Namun, setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan korban meninggal dunia akibat luka tusuk yang sangat dalam.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Samarinda Kota maupun Polresta Samarinda belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun motif pengeroyokan maut tersebut. Aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi untuk memburu para pelaku yang melarikan diri.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Puluhan Ojol Datangi PN Jakpus, Suarakan Dukungan untuk Nadiem di Sidang Chromebook

0
Puluhan driver ojek online beri dukungan untuk Nadiem Makarim. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA — Suasana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat tampak berbeda saat sidang perdana perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim. Puluhan hingga ratusan pengemudi ojek online memadati area pengadilan untuk menyampaikan dukungan secara terbuka.

Sejak pagi, para pengemudi ojek online berdatangan ke kompleks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sebagian di antaranya mengikuti jalannya persidangan dari dalam gedung, sementara lainnya menggelar aksi damai di luar area pengadilan dengan membawa poster dan spanduk dukungan.

Salah satu poster yang mencuri perhatian bertuliskan, “OJOL ADA KARENA NADIEM! PEJUANG ASPAL BERSAMA NADIEM!” Poster tersebut dibentangkan di depan gedung pengadilan sebagai simbol solidaritas para pengemudi terhadap sosok yang mereka nilai berjasa dalam menghadirkan lapangan penghidupan.

Kuasa hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir, mengaku cukup terkejut dengan besarnya dukungan yang datang dari kalangan pengemudi ojek online. Menurutnya, kehadiran mereka merupakan bentuk apresiasi atas dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh para mitra pengemudi.

“Saya juga cukup terkejut melihat banyak dukungan. Kehadiran Gojek memang telah mengangkat citra dan kehidupan para pengemudi,” ujar Ari Yusuf Amir di Pengadilan Tipikor, Senin (5/1/2026).

Tim penasihat hukum menilai dukungan tersebut muncul secara organik dan tidak direkayasa. Para pengemudi, kata dia, merasakan langsung manfaat dari inovasi yang pernah dihadirkan Nadiem sebelum menjabat sebagai menteri, sehingga memilih hadir memberikan dukungan moral di tengah proses hukum yang sedang berjalan.

Selain pengemudi ojek online, dukungan juga datang dari berbagai kalangan lain. Sejumlah tokoh perfilman dan seniman nasional terlihat hadir di ruang sidang untuk mengikuti jalannya persidangan, menandakan luasnya simpati publik terhadap Nadiem.

Tim hukum menegaskan bahwa para pendukung meyakini Nadiem tidak memiliki niat jahat dalam menjalankan tugas negara. Mereka menilai proses hukum harus dijalani secara terbuka, adil, dan berbasis pada fakta persidangan.

“Semua yang dilakukan Nadiem adalah bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara, bukan untuk memperkaya diri,” tegas Ari.

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, tim kuasa hukum menyatakan siap menyampaikan nota keberatan atau eksepsi setelah dakwaan dibacakan. Langkah tersebut diambil agar publik dapat menilai perkara ini secara objektif berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan. (Fajri)

Editor: Agus S

Posko Nataru Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Layani 18.346 Penumpang

0
Penutupan posko Nataru Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

BALIKPAPAN — Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan secara resmi menutup Posko Terpadu Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada Senin (5/1/2026). Penutupan posko menandai berakhirnya masa layanan intensif selama periode libur akhir tahun.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, menyampaikan bahwa penyelenggaraan posko yang berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 berjalan aman, lancar, dan tanpa kendala operasional berarti. Seluruh aktivitas penerbangan selama masa Nataru terpantau stabil dengan dukungan penuh petugas lintas instansi.

“Selama periode masa angkutan Nataru, seluruh aspek operasional di bandara terpantau stabil. Saya juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh instansi terkait yang tergabung dalam posko terpadu,” ujarnya.

Iwan menjelaskan, puncak arus mudik terjadi pada 22 Desember 2025 dengan 137 penerbangan dan 19.147 penumpang. Sementara puncak arus balik tercatat pada 4 Januari 2026 dengan 127 penerbangan dan jumlah penumpang mencapai 18.346 orang.

“Kami bersyukur layanan angkutan Nataru tahun ini berjalan sangat baik. Berkat koordinasi yang solid antara TNI, Polri, Otoritas Bandara, AirNav, Basarnas, pihak maskapai, serta seluruh stakeholder lainnya, aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan dapat terjaga. Selama periode ini tidak terjadi gangguan keamanan maupun kecelakaan kerja,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2025, Bandara SAMS Sepinggan mencatat 48.292 pergerakan pesawat, melayani 5.271.140 penumpang, serta mengelola kargo sebesar 55.583 ton. Capaian tersebut menegaskan posisi bandara ini sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Timur.

Dari sisi rute penerbangan, tujuan Jakarta menjadi rute paling diminati penumpang sepanjang 2025. Rute favorit lainnya menyusul ke Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan Tarakan.

Meski posko Nataru telah ditutup secara fisik, manajemen bandara memastikan standar pelayanan prima tetap berjalan. Seluruh fasilitas pendukung, mulai dari area check-in, ruang tunggu, hingga fasilitas sanitasi, akan terus dipelihara demi kenyamanan pengguna jasa.

“Penutupan posko bukan berarti pengawasan menurun. Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan udara di awal tahun 2026,” pungkas Iwan.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Belum Ada Kepastian CPNS 2026, Pemkot Bontang Arahkan Pengadaan ASN ke 2027

0
Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto (Syakurah)

BONTANG — Wacana pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 belum memiliki kepastian. Pemerintah Kota Bontang hingga kini masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait pengadaan aparatur sipil negara (ASN) di tahun tersebut.

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menegaskan bahwa sampai awal 2026 belum ada regulasi atau sinyal resmi mengenai pembukaan CPNS, termasuk untuk Kota Bontang.

“Untuk pengadaan CPNS, sampai sekarang belum ada kebijakan dari pemerintah pusat. Kemungkinannya justru di 2027,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Selain bergantung pada kebijakan nasional, Pemkot Bontang juga harus memperhitungkan kemampuan keuangan daerah, terutama komposisi belanja pegawai. Menurut Sudi, pengadaan ASN tidak bisa dilakukan secara terburu-buru tanpa perencanaan matang karena harus sejalan dengan kondisi fiskal daerah.

Ia menjelaskan, jika ke depan pemerintah pusat membuka kembali pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), maka Pemkot Bontang telah menetapkan skala prioritas. Fokus utama diarahkan pada pemenuhan tenaga guru dan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, yang bersentuhan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.

“Kalau ke depan ada pengadaan, yang menjadi prioritas utama itu guru dan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis. Karena ini menyangkut pelayanan dasar kepada masyarakat,” jelasnya.

Untuk sektor pendidikan, Sudi memaparkan bahwa pada 2026 terdapat sekitar 31 guru yang akan memasuki masa pensiun. Jika Pemkot Bontang menerapkan kebijakan zero growth, maka minimal jumlah guru yang pensiun tersebut harus ditutup melalui pengadaan ASN baru.

“Guru yang pensiun di 2026 itu ada 31 orang. Artinya, kalau mau menutup dari jumlah yang pensiun saja, minimal kita butuh 31 guru, dengan catatan tidak ada penambahan rombongan belajar,” katanya.

Namun demikian, apabila terjadi penambahan rombongan belajar, maka kebutuhan tenaga pendidik otomatis akan meningkat. Dalam kondisi tersebut, Dinas Pendidikan akan mengajukan tambahan formasi agar beban mengajar tetap seimbang dan seluruh rombel terlayani.

Sementara itu, untuk sektor kesehatan, khususnya dokter spesialis, kebutuhan akan dihitung kembali secara lebih rinci. Sudi mengakui bahwa pada pengadaan sebelumnya Pemkot Bontang sempat membuka formasi dokter spesialis, namun belum mendapat respons dari pelamar.

“Kemarin sempat dibuka, tapi tidak ada yang daftar dokter spesialis. Jadi nanti bisa kita buka lagi,” ujarnya.

Selain melalui jalur pengadaan CASN, pemenuhan kebutuhan dokter spesialis juga direncanakan melalui skema tugas belajar. Dokter yang saat ini bertugas di Bontang dapat diberi penugasan untuk menempuh pendidikan spesialis, sehingga kebutuhan layanan kesehatan tetap terpenuhi dalam jangka menengah.

Langkah tersebut dinilai lebih realistis sekaligus berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Bontang, sembari menunggu kepastian kebijakan pengadaan ASN dari pemerintah pusat.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Usai Dilantik, Wali Kota Bontang Beri Penugasan Strategis kepada Enam Kepala Dinas

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Dwi/RadarBontang).

BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara resmi melantik enam kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Bontang, Senin (5/1/2026) pagi. Pelantikan tersebut sekaligus diikuti penyampaian arahan dan penugasan strategis kepada para pejabat yang baru dilantik.

Enam kepala dinas yang dilantik masing-masing mengisi posisi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf), Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Usai pelantikan, Neni menyampaikan langsung arahan dan tugas khusus kepada masing-masing kepala dinas. Penyampaian tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota dan menekankan pentingnya kerja terukur, fokus, serta berdampak langsung bagi masyarakat.

Untuk Kepala Dispoparekraf, Neni menekankan agar fokus pada pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal dan peningkatan prestasi olahraga. Ia meminta potensi wisata pesisir dan ekonomi kreatif digarap secara serius agar sektor pariwisata dapat menjadi mesin ekonomi baru di luar sektor migas.

Sementara kepada Kepala BPKAD, Neni menegaskan pentingnya penatausahaan aset daerah yang tertib dan akuntabel. Pengelolaan keuangan daerah, kata dia, harus mendukung efisiensi belanja tanpa mengabaikan dampak sosial bagi masyarakat.

“Pengelolaan keuangan harus rapi dan akuntabel, efisien dalam belanja, tetapi tetap memberi manfaat sosial yang maksimal,” jelasnya.

Kepada Kepala Bapenda, Neni menilai peran badan tersebut sangat strategis sebagai tulang punggung kemandirian fiskal daerah. Ia meminta agar digitalisasi pajak daerah terus diperkuat, disertai perluasan basis pajak melalui inovasi yang berkelanjutan.

Untuk Kepala Dishub, Neni memberikan penugasan tegas terkait pembenahan transportasi publik dan penataan parkir. Ia menekankan tidak boleh lagi ada praktik parkir yang mengambil hak pejalan kaki, termasuk penggunaan trotoar sebagai area parkir.

“Permasalahan transportasi publik harus segera dituntaskan. Penataan parkir juga harus tegas, jangan sampai trotoar dipakai parkir,” tegasnya.

Di sektor komunikasi dan informatika, Neni meminta Diskominfo menjadi garda terdepan dalam mewujudkan konsep smart city. Keterbukaan informasi publik, penguatan keamanan siber, serta integrasi data satu pintu di lingkungan Pemkot Bontang menjadi fokus utama.

Adapun kepada Kepala DKUMPP, Neni menekankan pentingnya pendampingan serius terhadap UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing tinggi. Produk lokal diharapkan tidak hanya bertahan di pasar daerah, tetapi mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Pelantikan dan penugasan ini menandai komitmen Pemkot Bontang untuk mendorong kinerja perangkat daerah yang lebih terarah, responsif, dan berorientasi pada hasil nyata bagi pembangunan kota.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Polder Tanjung Laut Mulai Dibangun Tahun Ini, Anggaran Rp43 Miliar Disiapkan untuk Atasi Banjir

0
Neni Moerniaeni Wali Kota Bontang (Syakurah)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang memastikan proyek pembangunan polder atau kolam retensi di kawasan Tanjung Laut mulai direalisasikan pada tahun 2026. Program strategis ini disiapkan sebagai solusi jangka panjang penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan utama di sejumlah wilayah kota.

Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa pembangunan polder Tanjung Laut telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta didukung bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Total anggaran yang disiapkan untuk proyek tersebut mencapai sekitar Rp43 miliar.

Ia menegaskan, seluruh proses pembebasan lahan yang selama ini menjadi kendala utama kini telah diselesaikan. Dengan rampungnya tahapan tersebut, pemerintah daerah dapat segera memulai pekerjaan fisik di lapangan.

“Mudah-mudahan banjir bisa selesai. Ini sebenarnya sudah direncanakan sangat lama. Alhamdulillah, beberapa proses baru bisa tuntas kemarin, bahkan deadlinenya sampai akhir tahun,” ujar Neni, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, polder Tanjung Laut tidak hanya dirancang sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga memiliki fungsi tambahan yang memberi nilai lebih bagi kota. Pemerintah berencana mengintegrasikan kawasan tersebut dengan konsep urban tourism agar dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik.

“Jadi bukan hanya mengatasi banjir, tapi juga bisa menjadi kawasan yang indah dan bermanfaat bagi masyarakat serta berpotensi menambah PAD,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan polder tersebut mampu menekan risiko genangan di wilayah-wilayah rawan banjir, sekaligus menjadi bagian dari penataan kota yang lebih berkelanjutan. Pemerintah Kota Bontang menargetkan proyek ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengendalian banjir dalam jangka menengah hingga panjang.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Setelah Dua Kali Tertunda, Nadiem Makarim Hadiri Sidang Perdana Perkara Chromebook

0
Nadiem Anwar Makarim menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA — Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, akhirnya menghadiri sidang perdana pembacaan dakwaan dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek periode 2019–2022. Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

Persidangan ini sebelumnya sempat dua kali ditunda lantaran kondisi kesehatan terdakwa yang masih dalam masa pemulihan pascaoperasi pada akhir 2025. Kehadiran Nadiem kali ini menandai dimulainya proses persidangan pokok perkara yang menyedot perhatian publik.

Penasihat hukum Nadiem menyampaikan bahwa kliennya tetap memilih hadir meski masih menjalani perawatan, sebagai bentuk itikad baik untuk mempercepat proses hukum sekaligus menjawab sorotan publik terkait kasus tersebut.

“Nadiem kondisinya masih perawatan, tapi beliau akan hadir sidang,” ujar penasihat hukum Ari Yusuf Amir kepada wartawan di PN Jakarta Pusat sebelum persidangan dimulai.

Nadiem tiba di kompleks pengadilan sekitar pukul 10.18 WIB. Mengenakan kemeja hijau muda, ia tampak tersenyum singkat kepada awak media yang menunggu di area masuk gedung. Saat ditanya mengenai kondisi kesehatannya, Nadiem menjawab singkat.

“Alhamdulillah sehat,” ucapnya sebelum memasuki ruang sidang.

Pantauan di lokasi persidangan menunjukkan sejumlah pihak hadir memberikan dukungan kepada terdakwa. Di antaranya pengemudi ojek daring, anggota keluarga inti, serta beberapa tokoh perfilman dan seniman yang mengikuti jalannya sidang secara langsung.

Dalam perkara pengadaan Chromebook dan CDM ini, jaksa menyebut dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp2,18 triliun. Kerugian tersebut dikaitkan dengan program digitalisasi pendidikan serta pengadaan layanan Chrome Device Management yang dinilai tidak memiliki urgensi.

Sebelumnya, tiga terdakwa lain dalam perkara yang sama telah lebih dahulu menjalani proses persidangan. Sementara satu tersangka lainnya masih berstatus buron. Dakwaan juga menyebut adanya pihak-pihak yang diperkaya dari proyek tersebut, termasuk Nadiem yang kini duduk sebagai terdakwa.

Proses persidangan selanjutnya dijadwalkan akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan lanjutan sesuai ketentuan hukum acara pidana. (Fajri)

Editor: Agus S

Libur Nataru di IKN Berjalan Aman dan Lancar, Polsek Sepaku Perketat Pengamanan

0
Libur Tahun Baru, Polsek Sepaku lakukan pengamanan aktivitas masyarakat di jantung IKN. (Dok. Polsek Sepaku)

PENAJAM PASER UTARA — Lonjakan kunjungan masyarakat ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 direspons dengan peningkatan pengamanan oleh jajaran kepolisian. Polsek Sepaku secara intensif melakukan pengawalan aktivitas publik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN melalui pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Minggu (4/1/2026).

Pengamanan difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas dan antisipasi kepadatan kendaraan di sejumlah titik strategis yang berpotensi rawan. Beberapa lokasi prioritas di antaranya persimpangan Jalan Sumbu Kebangsaan Barat serta simpang tiga Kompleks Perkantoran Bank Indonesia (Koperbi).

Personel Polsek Sepaku disiagakan di lapangan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama masa libur panjang. Kehadiran aparat di titik-titik tersebut dinilai penting mengingat tingginya aktivitas pengunjung di kawasan jantung pemerintahan nasional.

Kapolres Penajam Paser Utara, Andreas Alek Danantara, melalui Kapolsek Sepaku, Syarifuddin, menjelaskan bahwa KRYD merupakan langkah preventif Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di kawasan strategis nasional seperti KIPP IKN.

“Kehadiran personel di lapangan terus kami tingkatkan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat. Pengaturan lalu lintas ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus meminimalisir potensi gangguan kamtibmas di wilayah KIPP IKN,” terang AKP Syarifuddin, Minggu (4/1/2026).

Selama pelaksanaan KRYD di masa libur Nataru, situasi keamanan di kawasan KIPP IKN terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas berjalan lancar dan terkendali tanpa adanya kejadian menonjol yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Kesiapsiagaan personel Polsek Sepaku ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung kelancaran kegiatan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan di kawasan Ibu Kota Nusantara yang tengah menjadi pusat perhatian publik.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Enam Jabatan Kepala Dinas Terisi, Wali Kota Bontang Lantik Pejabat Baru

0
Pelantikan 6 kepala dinas oleh Wali Kota Bontang (Syakurah)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang resmi mengisi enam jabatan kepala dinas yang sebelumnya kosong melalui pelantikan dan pengambilan sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Senin (5/1/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, sebagai bagian dari penyegaran birokrasi dan penguatan kinerja organisasi perangkat daerah.

Enam pejabat yang dilantik merupakan hasil dari proses seleksi terbuka dan ditetapkan untuk mengisi posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Pengisian jabatan ini sekaligus menutup kekosongan pimpinan pada sejumlah dinas dan badan yang selama ini dijabat oleh pelaksana tugas.

Untuk jabatan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP), posisi yang sebelumnya dijabat Kamilan kini dipercayakan kepada Eko Arisandi. Sementara itu, jabatan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang sebelumnya diisi Sony Suwito, kini diemban oleh Muhammad Syahbirin.

Perubahan juga terjadi pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Jabatan kepala badan yang sebelumnya dijabat Syahruddin, kini resmi diisi oleh Natalia Trisnawati. Selanjutnya, posisi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) yang sebelumnya dipimpin Rafidah, kini dijabat Eko Mashudi.

Untuk sektor komunikasi dan informasi, jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang sebelumnya dipegang Anwar Sadat, kini dipercayakan kepada Andi Hasanuddin Akmal. Adapun jabatan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) resmi diisi oleh M. Taupan Kurnia S.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan para pejabat yang dilantik untuk bekerja profesional, menjaga integritas, serta melaksanakan tugas sesuai sumpah dan janji jabatan.

Pelantikan enam kepala dinas ini diharapkan mampu memperkuat kinerja pemerintahan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong percepatan program pembangunan di Kota Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S