Beranda blog Halaman 357

Libur Nataru di IKN Berjalan Aman dan Lancar, Polsek Sepaku Perketat Pengamanan

0
Libur Tahun Baru, Polsek Sepaku lakukan pengamanan aktivitas masyarakat di jantung IKN. (Dok. Polsek Sepaku)

PENAJAM PASER UTARA — Lonjakan kunjungan masyarakat ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 direspons dengan peningkatan pengamanan oleh jajaran kepolisian. Polsek Sepaku secara intensif melakukan pengawalan aktivitas publik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN melalui pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Minggu (4/1/2026).

Pengamanan difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas dan antisipasi kepadatan kendaraan di sejumlah titik strategis yang berpotensi rawan. Beberapa lokasi prioritas di antaranya persimpangan Jalan Sumbu Kebangsaan Barat serta simpang tiga Kompleks Perkantoran Bank Indonesia (Koperbi).

Personel Polsek Sepaku disiagakan di lapangan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama masa libur panjang. Kehadiran aparat di titik-titik tersebut dinilai penting mengingat tingginya aktivitas pengunjung di kawasan jantung pemerintahan nasional.

Kapolres Penajam Paser Utara, Andreas Alek Danantara, melalui Kapolsek Sepaku, Syarifuddin, menjelaskan bahwa KRYD merupakan langkah preventif Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di kawasan strategis nasional seperti KIPP IKN.

“Kehadiran personel di lapangan terus kami tingkatkan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat. Pengaturan lalu lintas ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus meminimalisir potensi gangguan kamtibmas di wilayah KIPP IKN,” terang AKP Syarifuddin, Minggu (4/1/2026).

Selama pelaksanaan KRYD di masa libur Nataru, situasi keamanan di kawasan KIPP IKN terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas berjalan lancar dan terkendali tanpa adanya kejadian menonjol yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Kesiapsiagaan personel Polsek Sepaku ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung kelancaran kegiatan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan di kawasan Ibu Kota Nusantara yang tengah menjadi pusat perhatian publik.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Enam Jabatan Kepala Dinas Terisi, Wali Kota Bontang Lantik Pejabat Baru

0
Pelantikan 6 kepala dinas oleh Wali Kota Bontang (Syakurah)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang resmi mengisi enam jabatan kepala dinas yang sebelumnya kosong melalui pelantikan dan pengambilan sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Senin (5/1/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, sebagai bagian dari penyegaran birokrasi dan penguatan kinerja organisasi perangkat daerah.

Enam pejabat yang dilantik merupakan hasil dari proses seleksi terbuka dan ditetapkan untuk mengisi posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Pengisian jabatan ini sekaligus menutup kekosongan pimpinan pada sejumlah dinas dan badan yang selama ini dijabat oleh pelaksana tugas.

Untuk jabatan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP), posisi yang sebelumnya dijabat Kamilan kini dipercayakan kepada Eko Arisandi. Sementara itu, jabatan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang sebelumnya diisi Sony Suwito, kini diemban oleh Muhammad Syahbirin.

Perubahan juga terjadi pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Jabatan kepala badan yang sebelumnya dijabat Syahruddin, kini resmi diisi oleh Natalia Trisnawati. Selanjutnya, posisi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) yang sebelumnya dipimpin Rafidah, kini dijabat Eko Mashudi.

Untuk sektor komunikasi dan informasi, jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang sebelumnya dipegang Anwar Sadat, kini dipercayakan kepada Andi Hasanuddin Akmal. Adapun jabatan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) resmi diisi oleh M. Taupan Kurnia S.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan para pejabat yang dilantik untuk bekerja profesional, menjaga integritas, serta melaksanakan tugas sesuai sumpah dan janji jabatan.

Pelantikan enam kepala dinas ini diharapkan mampu memperkuat kinerja pemerintahan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong percepatan program pembangunan di Kota Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

16 Hari Tol Balsam–IKN/Kalsel Dibuka Fungsional, Hanya 3 Laka dan Puluhan Kendaraan Bermasalah Ban

0
Yudi Hardiana, Kepala BBPJN Kaltim. (Istimewa)

NUSANTARA — Selama 16 hari dibuka secara fungsional terbatas, ruas Tol Balikpapan–Samarinda–IKN/Kalsel mencatat arus lalu lintas yang relatif lancar dengan tingkat kecelakaan rendah. Meski volume kendaraan cukup tinggi, insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi tergolong minim dan tidak menimbulkan korban serius.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim), Yudi Hardiana, menyampaikan bahwa selama periode operasional fungsional tersebut hanya tercatat tiga insiden kecelakaan lalu lintas.

“Insiden yang terjadi merupakan kecelakaan tunggal. Nabrak waterbarrier,” ucapnya, Minggu (4/1/2026) malam.

Menurut Yudi, tidak ada kecelakaan berat selama masa operasional terbatas tol tersebut. Seluruh insiden dapat ditangani di lapangan tanpa mengganggu arus lalu lintas secara signifikan.

Berdasarkan data Lintas Harian Rata-rata (LHR), persoalan yang paling banyak dialami pengguna jalan bukanlah kecelakaan, melainkan gangguan teknis kendaraan. Tercatat sebanyak 30 kendaraan mengalami pecah atau bocor ban selama melintas di ruas tol tersebut.

Selain itu, terdapat 17 kendaraan mengalami gangguan mesin, 14 kendaraan mengalami overheat, 11 kendaraan kehabisan bahan bakar minyak (BBM), serta 3 kendaraan kehabisan air aki. Seluruh data tersebut tercatat dalam laporan harian operasional tol.

“Semua data lengkap di sini (rekapan LHR),” sebut Yudi.

Dari sisi volume lalu lintas, selama periode fungsional terbatas tercatat total 93.957 kendaraan melintasi Tol Balsam–IKN/Kalsel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53.109 kendaraan bergerak dari arah Balikpapan dan Samarinda menuju IKN dan Kalimantan Selatan.

Sementara itu, arus kendaraan dari arah sebaliknya, yakni dari IKN dan Kalimantan Selatan menuju Balikpapan dan Samarinda, tercatat sebanyak 40.848 kendaraan.

Data BBPJN Kaltim juga mencatat adanya 5.366 kendaraan yang singgah di rest area segmen 5B selama masa operasional tersebut. Keberadaan rest area dinilai cukup membantu pengguna jalan untuk beristirahat dan menangani gangguan ringan pada kendaraan.

Yudi menegaskan, data ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pengelola untuk meningkatkan kesiapan infrastruktur, pelayanan, serta mitigasi risiko sebelum tol tersebut beroperasi secara penuh.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Pembunuhan Istri di Muara Wahau, Polisi Selidiki Dugaan Motif Cemburu

0
Proses evakuasi korban pembunuhan di Muara Wahau (Dok: Polres Kutim)

SANGATTA — Kasus pembunuhan dalam lingkup rumah tangga menggemparkan warga Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. Seorang perempuan muda berinisial H (24) meregang nyawa setelah diduga dibunuh oleh suaminya sendiri, RAI (29), di sebuah toko pakaian di Desa Wahau Baru, Minggu (4/1/2026) sore.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.30 Wita di sebuah toko baju di Jalan Poros SP 2. Korban ditemukan meninggal dunia di tempat kejadian perkara dengan luka serius akibat bacokan dan gorokan di bagian leher. Polisi memastikan senjata yang digunakan pelaku adalah senjata tajam jenis parang.

Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pelaku berhasil diamankan tak lama setelah peristiwa berdarah itu terjadi.

“Benar, telah terjadi tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku sudah diamankan beserta barang buktinya. Saat ini penyidik masih mendalami motif dan kronologi kejadian,” ujar AKBP Fauzan saat dikonfirmasi, Minggu malam.

Dari hasil pemeriksaan awal, aparat kepolisian menduga pembunuhan tersebut dipicu oleh rasa cemburu. Pelaku mencurigai korban memiliki hubungan dengan pria lain setelah korban diketahui tidak pulang ke rumah selama dua hari.

Kapolsek Muara Wahau, Sumartono, menjelaskan bahwa sebelum kejadian korban sedang berada di meja kasir bersama seorang saksi. Pelaku kemudian datang ke toko dan mengajak korban berbicara di salah satu sudut toko yang saat itu masih ramai oleh pengunjung.

“Terjadi cekcok mulut. Pelaku mempertanyakan keberadaan korban selama dua hari terakhir dan menuduh korban bersama pria lain. Emosi pelaku memuncak setelah korban mengakui sempat bertemu pria tersebut,” jelasnya.

Dalam kejadian tersebut, pelaku diketahui telah membawa parang sepanjang sekitar 60 sentimeter yang disembunyikan di balik hoodie hitam yang dikenakannya. Saat pertengkaran memanas, pelaku langsung menyerang korban tanpa memberi kesempatan menyelamatkan diri.

“Pelaku membacok korban di beberapa bagian tubuh dan menggorok leher korban hingga korban meninggal dunia di TKP,” tambah Kapolsek.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah parang, satu hoodie hitam, serta satu unit telepon genggam milik korban. Sementara jenazah korban telah dibawa ke Puskesmas Muara Wahau II untuk kepentingan visum dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Saat ini, pelaku ditahan di Polsek Muara Wahau untuk menjalani proses hukum. Penyidik menjerat pelaku dengan pasal berlapis terkait pembunuhan dan penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman pidana penjara jangka panjang. Polisi menegaskan penyidikan masih terus berjalan guna mengungkap secara menyeluruh latar belakang dan rangkaian peristiwa kasus tersebut.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Penikaman di Simpang Otista Samarinda, Satu Pelaku Diamankan Polisi

0
Kapolsek Samarinda Kota Kompol I.G.N. Adi Suarmita saat diwawancarai. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Insiden pertikaian berdarah kembali mengguncang Kota Samarinda. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk serius dalam kejadian di simpang tiga Jalan Otto Iskandar Dinata dan Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (5/1/2026) siang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.19 Wita dan sempat membuat situasi di lokasi mencekam. Korban mengalami luka tusuk parah dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kapolsek Samarinda Kota, I.G.N. Adi Suarmita, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban sempat dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie, namun nyawanya tidak tertolong.

“Informasi terakhir, yang bersangkutan meninggal dunia. Kami masih menunggu kedatangan keluarga korban untuk langkah selanjutnya,” ujar Kompol Adi saat dikonfirmasi di Mapolresta Samarinda pada sore hari.

Dalam penanganan cepat di lapangan, aparat kepolisian berhasil mengamankan satu orang pria berinisial V yang diduga kuat sebagai pelaku penikaman. Pelaku diamankan tidak lama setelah kejadian berlangsung.

“Untuk saat ini, kami amankan satu orang berinisial V. Pelaku diamankan di TKP dengan bantuan masyarakat, kemudian langsung dibawa ke Polsek Samarinda Kota,” jelasnya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu bilah pisau dapur yang diduga digunakan untuk menusuk korban di bagian ulu hati. Barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami motif di balik aksi penikaman tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan olah tempat kejadian perkara kembali dilakukan guna memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.

“Motif belum bisa kami ungkapkan. Setelah pemeriksaan tersangka selesai, baru bisa kami sampaikan. Kami harus memastikan keterangan saksi-saksi sinkron agar tidak menjadi polemik di luar,” tegas Kompol Adi.

Terkait identitas korban, polisi menyebut korban merupakan warga Samarinda berdasarkan dokumen kependudukan yang ditemukan. Keluarga korban, didampingi tetangga, telah mendatangi SPKT Polsek Samarinda Kota untuk membuat laporan resmi.

Menanggapi beredarnya video kejadian di media sosial, Kapolsek Samarinda Kota juga mengimbau masyarakat yang memiliki rekaman sebelum atau saat terjadinya cekcok untuk membantu proses penyidikan.

“Bagi masyarakat atau rekan media yang memiliki video awal sebelum kejadian, khususnya saat cekcok terjadi, kami harap dapat mengirimkannya ke Polsek Samarinda Kota sebagai bahan pendalaman,” pungkasnya. (Dim)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Infrastruktur Dasar Belum Optimal, Layanan Wisata Maratua Masih Perlu Pembenahan

0
Pulau Maratua yang dikenal sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Kalimantan Timur masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya pada infrastruktur penunjang pariwisata.

BERAU — Status Pulau Maratua sebagai destinasi wisata bahari berkelas internasional belum sepenuhnya ditopang kesiapan infrastruktur dasar yang memadai. Sejumlah keterbatasan layanan publik masih menjadi pekerjaan rumah yang berpotensi memengaruhi kenyamanan wisatawan sekaligus keberlanjutan sektor pariwisata di wilayah terluar Kabupaten Berau tersebut.

Camat Maratua, Arianto, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata di Pulau Maratua tidak bisa hanya mengandalkan keindahan alam. Dukungan infrastruktur, khususnya yang menyentuh kebutuhan dasar wisatawan dan pelaku usaha, masih harus diperkuat.

Ia mengungkapkan, ada dua persoalan utama yang hingga kini paling sering dikeluhkan, yakni keterbatasan jaringan telekomunikasi dan layanan transportasi laut.

“Masih banyak PR yang harus kami benahi agar wisatawan merasa nyaman. Keluhan paling sering kami terima yaitu jaringan telekomunikasi yang belum merata,” ujarnya.

Menurut Arianto, akses sinyal yang tidak stabil bukan hanya berdampak pada pengalaman wisatawan, tetapi juga menyulitkan aktivitas pelaku usaha pariwisata. Mulai dari pengelola penginapan, jasa transportasi laut, hingga pemandu wisata, semuanya membutuhkan konektivitas yang andal untuk mendukung operasional harian.

Selain persoalan telekomunikasi, ia juga menyoroti keterbatasan transportasi laut menuju dan di sekitar Maratua. Ketersediaan speedboat dinilai belum ideal, baik dari sisi jumlah armada maupun standar pelayanan yang menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang.

“Transportasi ini menyangkut keselamatan. Kami ingin para pengusaha jasa penyeberangan benar-benar memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan penumpang,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai daerah tujuan wisata unggulan, layanan transportasi laut seharusnya dikelola dengan standar yang jelas, mengingat mobilitas wisatawan sangat bergantung pada jalur laut.

Pihak kecamatan, lanjut Arianto, telah menyampaikan berbagai persoalan tersebut kepada pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Perhubungan Berau, pengelola pariwisata, serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Maratua agar pembenahan dapat dilakukan secara bertahap dan terintegrasi.

“Kami sudah sampaikan ke Dishub, pengelola pariwisata, dan Pokdarwis. Harapannya ada perbaikan bersama agar Maratua semakin siap menerima wisatawan,” pungkasnya. (Srn)

Editor: Agus S

Penutupan Libur Nataru, Arus Kendaraan ke IKN Tembus 10.981 Unit

0
Pengunjung ke IKN tertarik melihat Istana Negara dari dekat dan mengabadikan dengan berfoto. (Atmaja/MKN/istimewa)

NUSANTARA — Antusiasme masyarakat mengunjungi Ibu Kota Nusantara mencapai puncaknya pada hari terakhir libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 yang bertepatan dengan masa libur sekolah. Hingga Minggu (4/1/2026) sore, kawasan inti pemerintahan IKN dipadati puluhan ribu pengunjung dari berbagai daerah.

Berdasarkan data pos pemeriksaan Jalan Sumbu Kebangsaan Barat, tercatat sebanyak 10.981 kendaraan masuk ke kawasan IKN hingga pukul 18.07 Wita. Jumlah tersebut terdiri atas 3.506 sepeda motor, 7.458 mobil, serta 17 unit bus dan minibus.

Dengan asumsi kapasitas kendaraan yang melintas, jumlah pengunjung yang memasuki Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) diperkirakan mencapai sekitar 37.136 orang dalam satu hari.

“Sebanyak itu pengunjung yang hadir,” ujar Helena Lin Legi, salah satu ASN Otorita Ibu Kota Nusantara yang bertugas piket di KIPP selama libur Nataru.

Ia menjelaskan, data tersebut telah direkap dan menjadi bagian dari laporan internal, termasuk untuk disampaikan ke jajaran kedeputian terkait sebagai bahan evaluasi pengelolaan kunjungan publik ke IKN.

Pantauan di lapangan menunjukkan lonjakan kendaraan menyebabkan hampir seluruh kantung parkir yang disiapkan penuh. Area parkir di Rest Area, Sumbu Timur, hingga Taman Kusuma Bangsa terisi maksimal sejak siang hari.

Selain itu, ratusan kendaraan roda dua terlihat parkir di sepanjang jalan dekat Pos Sumbu Barat akibat keterbatasan ruang parkir. Kepadatan pengunjung juga terlihat menyebar di berbagai titik dalam KIPP, mulai dari kawasan Kemenko 1 dan 2, selasar Kemenko 3, hingga Jalan Grande.

Salah satu titik yang paling menyita perhatian pengunjung adalah akses menuju Istana Negara. Antrean panjang terlihat di Jalan Grande, dengan pengunjung bergantian masuk untuk melihat bangunan Istana dari jarak dekat dan mengabadikan momen kunjungan mereka.

Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Kalimantan Timur, tetapi juga dari luar daerah. Beberapa di antaranya diketahui datang dari Solo, Jawa Tengah, dan wilayah lain di Pulau Jawa.

Tingginya minat masyarakat di hari terakhir libur Nataru ini kembali menegaskan daya tarik IKN sebagai destinasi baru, sekaligus menjadi catatan penting bagi pengelola untuk pengaturan arus kendaraan dan pengunjung ke depan.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Cekcok Sesama Karyawan Berakhir Penikaman, Pelaku Diamankan Polsek Segah

0
Pria yang diduga melakukan penikaman terhadap rekan kerjanya berhasil diamankan jajaran Polsek Segah.

BERAU — Insiden kekerasan antar rekan kerja terjadi di lingkungan Perumahan PT BKL, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau. Seorang karyawan mengalami luka tusuk serius setelah konflik internal berujung aksi penikaman yang terjadi pada penghujung 2025.

Kapolsek Segah, Lisinius Pinem, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan kejadian berlangsung pada Rabu, 31 Desember 2025, sekitar pukul 22.30 Wita.

Korban diketahui berinisial B (43) mengalami luka tusuk di bagian perut kanan bawah dekat pinggul. Sementara terduga pelaku berinisial I (26), yang merupakan rekan kerja korban dan sama-sama berstatus karyawan di perusahaan tersebut.

Menurut Lisinius, pihak kepolisian menerima laporan awal dari RSUD Abdul Rivai pada Kamis, 1 Januari 2026, sekitar pukul 05.15 Wita. Usai menerima laporan, personel Polsek Segah langsung menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi korban sekaligus menggali keterangan awal terkait kejadian.

“Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula dari kesalahpahaman antar sesama karyawan. Korban yang berusaha melerai justru menjadi sasaran penikaman dari arah samping,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami satu luka tusuk di bagian perut kanan bawah. Setelah ditikam, korban sempat menyelamatkan diri dan mendapat penanganan awal di klinik perusahaan, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Abdul Rivai untuk menjalani tindakan operasi.

Pihak kepolisian kemudian melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara, mengamankan sejumlah saksi, hingga membawa terduga pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Setelah pemeriksaan intensif terhadap saksi-saksi dan terduga pelaku, sekitar pukul 18.00 Wita pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Penikaman dilakukan menggunakan senjata tajam jenis badik yang kemudian dibuang ke sungai,” jelas Lisinius.

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian milik korban dan pelaku, di antaranya baju, celana panjang, ikat pinggang, serta satu buah dodos. Sementara senjata tajam yang digunakan pelaku hingga kini masih dalam proses pencarian dan belum ditemukan.

“Saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara pelaku sudah kami amankan untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (Srn)

Editor: Agus S

Libur Akhir Tahun Dongkrak Arus Wisata Derawan, Ribuan Penumpang Padati Dermaga Sidayang

0
Suasana di Dermaga Sidayang Tanjung Batu beberapa hari terakhir. (MKN)

BERAU — Gelombang wisata libur akhir tahun membawa dampak langsung pada arus penyeberangan laut di Kabupaten Berau. Dermaga Sidayang Tanjung Batu mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang menuju Pulau Derawan, memaksa pengelola mengoptimalkan seluruh fasilitas demi menjaga kelancaran layanan.

Kepala UPTD Dermaga Sidayang Tanjung Batu, Suprapto, menyampaikan bahwa selama periode 20 hingga 30 Desember 2025 tercatat sebanyak 4.451 wisatawan menyeberang melalui dermaga tersebut menuju Derawan.

“Puncak arus terjadi pada 25 Desember. Dalam satu hari, jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 958 orang,” katanya.

Ia menjelaskan, lonjakan tersebut didominasi wisatawan dari luar daerah. Selain dari Jakarta dan Surabaya, penumpang juga datang dari berbagai provinsi di Kalimantan, seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Dari Kalimantan Timur sendiri, arus terbesar berasal dari Samarinda dan Balikpapan.

Tingginya volume penumpang mendorong pengelola dermaga mengambil langkah antisipatif. Salah satunya dengan mengoperasikan jetty utama yang biasanya hanya difungsikan pada kondisi tertentu, guna mengurai kepadatan dan mempercepat proses keberangkatan kapal.

“Kami memaksimalkan seluruh fasilitas yang tersedia. Untuk armada, speed boat reguler tetap beroperasi dan kondisinya aman,” jelasnya.

Menurut Suprapto, pengaturan operasional dilakukan secara bertahap agar arus penyeberangan tetap terkendali tanpa mengurangi aspek keselamatan penumpang. Koordinasi dengan operator kapal dan petugas lapangan juga diperkuat selama periode puncak liburan.

Memasuki 30 Desember hingga malam pergantian tahun, arus penumpang mulai menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini dipengaruhi oleh pilihan banyak wisatawan yang menetap lebih lama di Derawan untuk merayakan malam Tahun Baru.

“Sebagian besar wisatawan memilih menikmati malam tahun baru langsung di Derawan, sehingga arus balik belum terlihat signifikan,” pungkasnya. (Srn)

Editor: Agus S

APBD Perubahan Kaltim Menanti Evaluasi DPRD, Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas

0
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud saat diwawancarai di Samarinda, (K. Irul Umam/MKN).

SAMARINDA — Pembahasan kinerja pelaksanaan APBD Perubahan Kalimantan Timur belum dapat disimpulkan secara rinci. DPRD Kaltim masih menunggu tahapan resmi evaluasi setelah penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur yang dijadwalkan dalam beberapa bulan ke depan.

Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, mengatakan evaluasi menyeluruh baru bisa dilakukan setelah LKPJ disampaikan secara resmi. Menurutnya, DPRD belum berada pada posisi untuk menilai secara detail capaian maupun kekurangan pelaksanaan APBD Perubahan sebelum proses tersebut berjalan.

“Evaluasi itu nanti setelah LKPJ disampaikan, sekitar tiga bulan ke depan. Sekarang kita belum bisa menyampaikan apa yang kurang dan apa yang lebih,” ujarnya.

Meski demikian, Hasanuddin menilai komunikasi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sejauh ini berjalan cukup baik. Koordinasi antarlembaga dinilai tetap terjaga, meskipun DPRD belum melakukan peninjauan lapangan secara langsung terkait pelaksanaan program APBD Perubahan.

Ia menjelaskan, DPRD biasanya melakukan kunjungan daerah pemilihan ke seluruh kabupaten dan kota di Kaltim untuk melihat secara langsung realisasi bantuan dan program pemerintah. Namun hingga saat ini, agenda kunjungan dapil tersebut belum dilaksanakan.

“APBD perubahan ini kita belum ada kunjungan dapil. Biasanya dewan turun ke 10 kabupaten dan kota untuk melihat langsung bantuan dan program yang diberikan pemerintah,” jelasnya.

Dalam gambaran awal APBD Perubahan, Hasanuddin mengungkapkan bahwa sektor infrastruktur masih menjadi salah satu fokus utama. Perhatian pembangunan tidak hanya diarahkan ke wilayah perkotaan, tetapi juga ke daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses, termasuk Kabupaten Mahakam Ulu.

“Rencananya infrastruktur jalan akan diupayakan sampai ke Mahulu. Artinya ke depan kondisi jalan tidak seperti dulu lagi, akan jauh lebih baik,” katanya.

Selain Mahakam Ulu, pembangunan infrastruktur juga direncanakan menyasar wilayah lain seperti Kabupaten Berau. DPRD bahkan disebut turut diajak oleh Gubernur Kalimantan Timur untuk meninjau langsung sejumlah daerah sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan sinkronisasi pembangunan.

Hasanuddin menegaskan, DPRD akan memberikan penilaian yang lebih komprehensif setelah seluruh tahapan evaluasi dan peninjauan lapangan dilakukan, agar pelaksanaan APBD Perubahan benar-benar berjalan sesuai kebutuhan daerah dan kepentingan masyarakat.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S