Beranda blog Halaman 606

Kantongi Sabu 15,60 Gram, Warga Jalan Poros Bontang-Sangatta Diamankan Polisi

0
Kantongi Sabu 15,60 Gram, Warga Jalan Poros Bontang-Sangatta Diamankan Polisi
Tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Bontang. (ist)

BONTANG – Sat Resnarkoba Polres Bontang berhasil mengamankan pria berinisial AM (19) salah satu warga di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur. Pria itu tertangkap basah memiliki sabu seberat 15,60 gram, Kamis (16/5/2024) kemarin.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan mengatakan, mendapatkan informasi dari masyarakat yang dipercaya, bahwa di Jalan Arif Rahman Hakim, KM 3, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, seringkali tempat tersebut dijadikan transaksi barang haram narkotika jenis sabu.

Anggota Sat Resnarkoba Polres Bontang akhirnya menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan di daerah tersebut, tepat pukul 10.00 Wita anggota telah mencurigai seseorang yang sedang berjalan keluar dari penginapan.

“Kami melakukan penangkapan, dan saat digeledah badan serta bajunya ditemukan 30 poket sabu,” ucapnya.

Selain itu, ada beberapa barang bukti yang telah diamankan meliputi enam bungkus plastik klip, satu botol minyak rambut, satu pipet kaca, dan satu handphone merek Samsung A04S berwarna hitam.

“AM mengaku kalau sabu tersebut adalah miliknya,” tambahnya.

Kini tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Mapolres Bontang, untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

“Kami masih terus lakukan penyelidikan, dari mana asal sabu ini berasal,” paparnya.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Basri Ingin Bontang Miliki Peternakan Kambing dan Domba

0
Basri Ingin Bontang Miliki Peternakan Kambing dan Domba
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Jumat (17/5/24) ini Wali Kota Bontang, Basri Rase berencana akan memanggil penyedia hewan ternak dari Malang, guna membantu pengembangan peternakan kambing dan domba di Kota Bontang.

Sesuai amanat dari Presiden RI, Joko Widodo agar ke depannya Kota Bontang dapat menyiapkan ekonomi hijau, dalam rangka mendukung program unggulan setiap kota.

Hal itu ditekankan karena hingga saat ini Jokowi mengungkapkan, kalau tiap daerah yang ia datangi belum memiliki ciri khas, tidak ada yang menonjol. Padahal di Indonesia sendiri potensi ekonomi hijau sangat luar biasa. Ekonomi hijau sendiri adalah ekonomi yang berbasiskan alam.

“Sumber pertanian banyak, lahan pertanian dan peternakan banyak, tapi tidak termanfaatkan secara baik,” ujarnya.

Karena dari alam, penggunaan teknologi serta dana dinilai tidak memerlukan biaya yang sangat banyak.

Dengan adanya dorongan ekonomi hijau ini, tentu akan menunjang Kota Bontang sebagai penyangga IKN, dimana pada Juli mendatang Jokowi akan mulai beraktivitas di IKN.

Hadirnya IKN ini tentu menjadi tantangan dan juga peluang bagi Kota Bontang untuk meningkatkan perekonomian daerah dan kemandirian masyarakat.

Nantinya Basri akan memanggil seluruh stakeholder untuk mendengar persentase terkait pembuatan peternakan itu. Para pedagang ternak di Kota Bontang dalam hal ini bisa bekerjasama dengan wilayah di luar negeri.

“Salah satu pemilik peternakan dari Malang nanti persentase, mereka nanti bantu kita hingga pasar kita bisa sampai Australia alias ekspor,” tambahnya.

Diketahui di Bontang sendiri kebutuhan hewan ternak seperti kambing bisa mencapai 300 ekor setiap bulannya, dan selama ini mayoritas diambil dari luar pulau. Apalagi saat Hari Raya Iduladha kebutuhan akan makin meningkat. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Dorong Kelurahan Satimpo Jadi Kampung Madu, Basri: Tiap Kelurahan Harus Miliki Potensi

0
Dorong Kelurahan Satimpo Jadi Kampung Madu, Basri: Tiap Kelurahan Harus Miliki Potensi
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat sambutan di peresmian kantor baru Kelurahan Satimpo. (ist)

BONTANG – Terkenal dengan produksi madunya, Wali Kota Bontang, Basri Rase ingin Kelurahan Satimpo bisa menjadi pusat kampung madu di Kota Bontang.

Ia ingin dalam waktu dekat pihak kelurahan segera mendeklarasikan wilayahnya menjadi kampung madu. Karena dilihat dari kantor baru Satimpo, terdapat lahan kosong di depan kantor tersebut. Sehingga wilayah yang cukup luas tersebut dapat dijadikan peternakan lebah.

“Nanti kita bantu untuk tiang ulin guna meletakkan lebah-lebah di sana,” jelas Basri saat meresmikan Kantor Kelurahan Satimpo, Kamis (15/5/24).

Ia ingin tiap kelurahan memiliki ciri khas, seperti Kelurahan Satimpo yang terkenal dengan madunya, kemudian Kelurahan Telihan dengan budidaya jamur, Kelurahan Api-api dengan budidaya ikan lele, dan akan digali kembali tiap-tiap kelurahan di Kota Bontang.

“Nanti saya akan berikan arahan ke tiap kelurahan untuk menseriusi budidaya di wilayahnya,” tambah Basri.

Hal ini tentu akan berpengaruh pada pendapatan daerah dan tidak selalu bertumpu kepada industri di Kota Bontang. Basri ingin kemandirian masyarakat.

“Tidak hanya menunggu ada TA di pabrik, katena potensi alam kita sebenarnya ada,” ujarnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

KPU Bontang Nyatakan Basri-Chusnul Tidak Penuhi Syarat Calon Independen

0
KPU Bontang Nyatakan Basri-Chusnul Tidak Penuhi Syarat Calon Independen
Basri rase dan Chusnul Dhihin. (Ist)

BONTANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang menyatakan pasangan Basri Rase-Chusnul Dhihin tidak memenuhi syarat bakal calon kepala daerah melalui jalur independen.

KPU Kota Bontang telah menerima data dan dokumen persyaratan dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bontang Tahun 2024, pada Penyerahan Dokumen Syarat Dukungan, Kamis (16/5/24).

Untuk pemeriksaan pemenuhan syarat jumlah dukungan, dokumen yg diserahkan melalui website Silon 16.395. Dengan rincian persebaran dukungan Bontang selatan 8.452, Bontang Barat 1.459 dan Bontang utara 6.484.

Berdasarkan keputusan Syarat dukungan minimal Pemilih yakni 13.160, agar status jumlah dukungan minimal dalam penyerahan dapat memenuhi syarat dukungan minimal.

Azis Maidy Muspa, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU mengatakan, sejak menyerahkan berkas persyaratan pada hari terakhir Minggu 12/5/24, KPU telah memberikan waktu selama 3×24 jam untuk pihak paslon perseorangan mensubmit data ke Silon dengan tenggat waktu pukul 23.59 wita

Namun pihak paslon tidak bisa menyelesaikan proses submit di Silon dalam tenggat waktu tersebut, sehingga pasangan Basri dan Chusnul Dhihin dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

KPU Kota Bontang hanya menerima dokumen fisik berupa Surat Penyerahan Dukungan (MODEL PENYERAHAN.DUKUNGAN. KWK) dan Model B.JUMLAH.DUKUNGAN. KWK. Dengan keadaan Belum Terkirim di Silon hingga batas waktu 3X24 Jam Sejak diterbitkan tanda penerimaan dan berita acara penerimaan

“Pihak paslon harus menyerahkan berupa dokumen digital atau soft copy yang diunggah melalui Silon,” jelasnya.

Sehingga Data dan dokumen Bakal Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Bontang Tahun 2024 tersebut telah diperiksa sebagaimana terlampir dalam lampiran tanda pengembalian dan dinyatakan dikembalikan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Menakar Relevansi Advokasi Pencegahan Perkawinan Anak Atasi Pernikahan Usia Dini

0
Menakar Relevansi Advokasi Pencegahan Perkawinan Anak Atasi Pernikahan Usia Dini
Mira Ummu Tegar. (ist)

Oleh:

Mira Ummu Tegar

Aktivis Muslimah Balikpapan

 

Pernikahan dini

Sebaiknya janganlah terjadi

Namun putih cinta membuktikan

Dua insan tak dapat terpisahkan….

 

Syair lagu diatas merupakan soundtrack sinetron ‘pernikahan dini’ yang booming di tahun 2000 an.Tentu dari judulnya dipastikan tema yang diangkat adalah pernikahan usia dini yang terjadi karena by insiden atau hamil di luar nikah. Sejak saat itu dan sampai hari ini persoalan pernikahan usia dini masih terus menjadi permasalahan fundamental bagi negeri ini.

Demikian halnya di Kota Bontang. Dalam rangka pencegahan perkawinan anak usia dini. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bontang, Lukman secara resmi membuka acara Advokasi Pergerakan dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Perkawinan Anak. Kegiatan digelar di Auditorium Taman 3 Dimensi Bontang, Kamis, 2 Mei 2024.

Dalam sambutannya, Lukman mengatakan kegiatan advokasi dan sosialisasi ini sangat membantu dalam mengantisipasi dan mencegah perkawinan anak usia dini. Data yang diperoleh dari pengadilan Agama Kota Bontang tentang dispensasi nikah pada 2023 lalu mengalami peningkatan kasus mencapai 31 perkara. Hal ini disebabkan karena maraknya hamil di luar nikah.(Beritakaltim.co 2/5/2024).

Liberal Biang Persoalan Hamil di Luar Nikah

Hamil di luar nikah sudah menjadi hal yang lumrah dan mewabahi generasi muda saat ini. Perkara yang diawali aktivitas pacaran dan gaul bebas ini menjadi tren dan gaya hidup hampir melanda seluruh lapisan masyarakat negeri ini. Miris memang, namun demikian faktanya. Sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (18/07/2023), menurut data Komnas Perempuan, dispensasi perkawinan anak meningkat 7 kali lipat sejak 2016. Sepanjang tahun tersebut, total permohonan dispensasi pada 2021 meningkat menjadi 59.709 dan mayoritas karena hamil di luar nikah. Ini yang terdata, bagaimana dengan yang tidak terdata dan kemungkinan lebih banyak lagi.

Pergaulan bebas dan aktivitas pacaran merupakan aktivitas yang lahir dari kehidupan liberal/bebas yang berlandaskan pemahaman kapitalisme sekuler. Dimana aturan kehidupan dipisahkan dari aturan agama, yang kemudian melahirkan konsep kebebasan. Sehingga perilaku manusia tidak lagi berlandaskan halal dan haram namun bebas sekehendak hatinya. Hal inilah yang menjadi biang persoalan hamil di luar nikah.

Upaya pemerintah Kota Bontang tentu perlu diapresiasi, namun apakah hal itu menyolusikan? Maka jika ditilik dari akar persoalan adalah  kehidupan liberal/bebas yang lahir dari sistem kapitalisme sekuler maka bisa dipastikan Advokasi Pencegahan Perkawinan Anak bukanlah solusi tepat. Dan jelas negara gagal dalam melindungi generasi dari pergaulan bebas yang berujung pada hamil di luar nikah.

Pemerintah membatasi usia nikah dan larangan menikah usia dini ditekan namun faktor penyebabnya dibiarkan bahkan difasilitasi. Kita bisa lihat bagaimana tontonan baik di media televisi maupun sosmed justru mengajarkan dan merangsang generasi melakukan aktivitas pacaran dan gaul bebas. Belum lagi konsep kebebasan yang diadopsi membuat setiap orang bebas mengekspresikan pemikiran dan perbuatannya seperti mengumbar aurat, pornoaksi, pornografi dan sebagainya.

Melihat kondisi ini relevankah yang dilakukan Advokasi Pencegahan Perkawinan Anak, sementara gempur kebebasan justru menghantam generasi. Maka perlu dikaji ulang dan mencari alternatif solusi pencegahan hamil di luar nikah. Dan hal itu hanya ada dalam Islam.

Islam Solusi Tuntas Hamil di Luar Nikah

Islam memiliki seperangkat aturan yang tersistem antara satu dengan yang lainnya. Ada sistem pergaulan Islam yang membatasi interaksi antara laki-laki dan perempuan kecuali pada 4 hal yakni pendidikan, kesehatan, muamalah/jual-beli dan khitbah. Laki-laki dan perempuan kehidupannya terpisah (kecuali kepada mahramnya) sebagaimana terpisahnya shaf laki-laki dan perempuan saat sholat berjamaah.

Laki-laki wajib menundukkan pandangan dan perempuan wajib menutup auratnya. Sebagaimana firman Allah SWT, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya” (TQS. An-Nur {24}: 30).

Dan “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri kaum Mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu.” (TQS. Al-ahzab {33}: 59).

Sistem pendidikannya pun akan melahirkan generasi yang bersyaksiyah Islam karena kurikulumnya berbasis pada aqidah Islam. Ketaqwaan individu, yang menyadari bahwa dia adalah seorang hamba yang wajib taat dengan syariat Allah SWT, maka perilaku seseorang muslim adalah terikat dengan hukum syara yakni halal haram tidak bebas sebagaimana paham liberal sekuler.

Kemudian kontrol masyarakat yang saling bersinergi beramal makruf nahi mungkar saling menjaga dalam ketaatan kepada Rabb-Nya.

Negara tidak akan mentolerir media-media, baik media cetak, televisi ataupun sosmed yang memuat tontonan yang mengantarkan pada kemaksiatan. Dan ada sanksi tegas bagi pelaku zina yakni rajam bagi yang sudah menikah dan hukum cambuk bagi yang belum menikah.

Setidaknya demikian Islam dalam menjaga dan mencegah generasi terjerumus pada perkara hamil di luar nikah karena pergaulan bebas dan pacaran. Maka jelaslah hanya Islam yang mampu memberikan solusi tuntas baik pada perkara hamil di luar nikah maupun perkara lainnya karena sejatinya Islam turun sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman.

“Dengannya (kitab suci) Allah menunjukkan kepada orang yang mengikuti ridho-Nya jalan-jalan keselamatan, mengeluarkannya dari berbagai kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya dan menunjukkan kepadanya (satu) jalan yang lurus.” (TQS. Al- Maidah {16}: 5).

Wallahu a’lam bishowab.

Wujudkan Akuntabilitas Jabatan, 6 Orang JPTP Bontang Ikuti PKN

0
Wujudkan Akuntabilitas Jabatan, 6 Orang JPTP Bontang Ikuti PKN
Suasana Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IX Tahun 2024. (ist)

BONTANG – Sebagai upaya pengembangan kompetensi manajerial Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk menjamin terwujudnya akuntabilitas jabatan, Puslatbang KDOD LAN menggelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IX Tahun 2024 yang dibuka secara resmi oleh PLT. Kepala LAN RI, Dr. Muhammad Taufik, DEA, Senin 13 Mei 2024 bertempat di Auditorium Puslatbang KDOD LAN di Samarinda.

Mengusung tema ‘Transformasi Kebijakan Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan untuk Mendukung Pengentasan Kemiskinan,’ kegiatan ini dihadiri juga oleh Sekda Provinsi Kaltim Dra. Sri Wahyuni, MPP, serta Sekretaris Daerah dan Asisten yang berasal dari Pemerintah Provinsi/ Kabupaten/ Kota asal peserta.

Dalam sambutannya, Sekda Prov Kaltim menyampaikan dukungan terhadap pelatihan ini. Terlebih tema yang diangkat sangat selaras dengan upaya membantu dan mendorong pengentasan kemiskinan, hilirisasi sektor perkebunan, pertanian dan pariwisata yang berkelanjutan. Seraya memotivasi agar proyek perubahan dari masing -masing peserta PKN ini akan menjadi inovasi yang melahirkan legacy sebagai JPTP Pratama di instansi masing-masing.

“Anda harus benar-benar faham dimana titik lemah yang ada, agar dapat memberikan kontribusi maksimal kepada masyarakat. Kita harus dapat memberikan jaminan setiap rupiah yang kita belanjakan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, yang dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, angka pengangguran, serta indeks pembangunan manusia,” ujarnya menjelaskan.

“Dan yang tak kalah penting nya juga adalah memperhatikan stakeholder management, dengan melibatkannya dalam proses implementasi kinerja,” tambahnya.

Wujudkan Akuntabilitas Jabatan, 6 Orang JPTP Bontang Ikuti PKN

Selanjutnya dalam sambutan dan arahannya PLT. Kepala LAN RI, menyampaikan bahwa saat ini model birokrasi pemerintahan yang sudah usang harus segera dibenahi, terutama dari hasil survei ASN BerAKHLAK yang menunjukkan komponen ‘Adaptif’ yang masih kurang. Dikarenakan masih menganut model kepemimpinan gaya lawas yang bersifat otoriter, tidak efektif dan tidak mampu mengelola organisasi dengan baik.

“Kita harus mampu menciptakan instansi menjadi power house untuk kemajuan Indonesia ke depannya,” ucapnya.

Pada kegiatan PKN ini Pemerintah Kota Bontang menyertakan 6 orang JPTP yang terdiri dari:
1. Dr. Suhardi, Sp.JP, Direktur RSUD Taman Husada;
2. Yessy Waspo Prasetyo, SE, MAP, Sekretaris DPRD;
3. drg. Toetoek Pribadi Ekowati, M.Kes, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat;
4. Anwar Sadat, SP, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika;
5. Syaharuddin, SE, M.A.M.Eng, Kepala BAPENDA
6. Deddy Haryanto, SE, M.Si, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Wujudkan Akuntabilitas Jabatan, 6 Orang JPTP Bontang Ikuti PKN

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut Asisten Administrasi Umum Setda Kota Bontang, Drs. Ahmad Suharto, M,Si, yang menyampaikan harapan, agar seluruh peserta PKN khususnya dari Pemerintah Kota Bontang, dapat mengikuti seluruh kegiatan dan proses pembelajaran secara serius dan bersungguh-sungguh, sehingga memperoleh manfaat dalam meningkatkan kompetensi manajerial, guna membangun iklim kerja yang berkualitas dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan di perangkat daerahnya masing-masing.

Pelatihan ini diikuti peserta dari berbagai Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota: Provinsi Kaltim, Kota Bontang, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kab Kutim, Kab Kubar, Kab PPU, Kab Berau, Kab Malinau, Kab Bulungan, Kab Tana Tidung, Kab Banjar, Kab Parigi Moutong, Kab Buton Tengah dan Kab. Bantaeng, yang berlangsung hingga Bulan September 2024 mendatang. (adv)

Editor: Yusva Alam

Mengenal Chusnul Dhihin, Pengusaha Ayam Crispy yang Kini Terjun ke Dunia Politik

0
Mengenal Chusnul Dhihin, Pengusaha Ayam Crispy yang Kini Terjun ke Dunia Politik
Chusnul Dhihin pemilik Dunia Fried Chicken Bontang. (ist)

BONTANG – Nama Chusnul Dhihin sudah melekat dengan Dunia Fried Chiken, bisnis kuliner ayam crispy yang telah sukses dirintisnya di Kota Taman (sebutan Kota Bontang) sejak beberapa tahun ini. Kini setelah sukses merintis usaha, pria yang terkenal dermawan itu mencoba peruntungannya di dunia politik.

Chusnul Dhihin, anak keenam dari sembilan bersaudara, lahir di Bojonegoro 27 Mei 1968, ia lahir dari orang tua yang juga merupakan seorang pengusaha.

Singkat cerita Chusnul Dhihin dan keluarga pindah ke Pulau Kalimantan, tepatnya di Samarinda pada tahun 1981. Chusnul mencoba dunia wirausaha sejak duduk di bangku SMA tahun 1986. Tidak jauh-jauh dari usahanya kini, ia dulu juga menjual ayam crispy.

“Dari SMA kelas 1 sudah kepikiran jual ayam krispi,” ujarnya.

Setelah lulus SMA, ia melajutkan pendidikan ke bangku kuliah di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tahun 1990. Namun karena mengalami kendala ia tak sempat menyelesaikan pendidikannya. Ia pun memutuskan untuk pindah ke Bontang.

Dirinya memulai bisnis ayam crispy di Kota Bontang sejak tahun 1992 yang dinamankan ITN, bisnis tersebut terbilang cukup ramai saat itu, namun krisis moneter yang terjadi di tahun 1998 sangat berpengaruh pada bisnisnya hingga mengalami kebangkrutan.

Tidak pantang menyerah, ia kembali membuka usahanya pada tahun 2002 dengan mengganti nama Dunia Fried Chicken (DFC). Harapannya dengan nama itu ia dapat membuka usaha yang mendunia. Kini DFC telah telah memiliki 6 outlet di Kota Bontang dan 1 outlet di Sangatta. Usaha ayamnya tersebut banyak digemari oleh masyarakat Bontang.

Selain itu, Chusnul juga aktif di majelis. Merupakan pengurus Mejelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (NU) Bontang Selatan, anggota Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU), Pengurus Wilayah Jamiyyah Rukyah Aswaja (JRA) Kaltim, Owner PT Saibah Travel Umroh dan Haji, serta Pembina Majelis Sholawat HCD.

Pengusaha kuliner yang hobi bersepeda ini, setiap tahunnya kerap memberangkatkan jamaah dan karyawannya untuk ibadah umroh bersama dirinya. Ia rutin bersepeda tiap pagi dan mendatangi beberapa outletnya.

Awal Terjun ke Dunia Politik

Diceritakannya, awal dirinya terjun ke dunia politik lantaran keisengan memasang spanduk di antara spanduk para bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Namun dari keisengan itu justru membuat ia dilirik oleh salah satu organisasi masyarakat (ormas) yakni Pusat Perhubungan Masyarakat (PHM) yang mengajaknya terjun ke politik.

Ia memasang spanduk juga dengan harapan ada yang meminang dirinya, agar masuk ke dalam dunia politik itu.

“Awalnya iseng pasang spanduk, tapi saya juga mau mengabdi lebih kepada masyarakat,” terangnya.

Tidak tanggung-tanggung, Chusnul langsung dipinang oleh Basri Rase yang saat ini menjabat Wali Kota Bontang. Basri mengjaknya bergabung sebagai bakal calon wakil wali Kota Bontang, tanpa berpikir panjang ia langsung menerima tawaran tersebut.

“Tidak main-main, orang 01 nya Bontang yang meminang,” ujarnya senang.

Ditanya terkait visi misinya, Chusnul Dhihin mengatakan, akan menjadikan Kota Bontang lebih maju, dan yang pastinya mendukung visi misi Wali Kota Bontang.

Biodata

Nama : H. Chusnul Dhihin
TTL : Bojonegoro, 27 Mei 1968
Orang tua : H. Ahmad Syafi’i (alm) dan Hj. Muslikah (alm)
Anak : Muhammad Bagus Setiawan, Fawaid Rafsanjani, Sarah Mikyal Balqis, Hamam Abdurrahman

Riwayat Pendidikan :

SD Al Khoiriyah Samarinda
MTs Negeri Samarinda
SMAN 1 Samarinda

Riwayat Organisasi :

Pengurus Mejelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (NU) Bontang Selatan
Anggota Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU)
Pengurus Wilayah Jamiyyah Rukyah Aswaja (JRA) Kaltim
Owner PT Saibah Travel Umroh dan Haji
Pembina Majelis Sholawat HCD.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

PT KDM Serah Terima Bantuan Rumah Tak Layak Huni, Basri: Program Ini Turunkan Angka Kemiskinan

0
PT KDM Serah Terima Bantuan Rumah Tak Layak Huni, Basri: Program Ini Turunkan Angka Kemiskinan
Serah terima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni, di Kantor Kelurahan Api-Api, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) mengadakan Serah Terima Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang berlangsung di Kantor Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (15/5/2024). Kegiatan ini merupakan program CSR dari PT KDM ini dihadiri Wali Kota Bontang, Basri Rase.

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, adanya bantuan seperti ini termasuk salah satu cara untuk menurunkan angka kemiskinan yang ada di Kota Bontang. Karena telah diketahui, angka kemiskinan di Kota Bontang sendiri masih menjadi salah satu permasalahan yang sangat ekstrim.

“Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada PT KDM, telah mengadakan program bantuan seperti ini. Semoga nantinya masih bisa terus berlanjut,” ucapnya saat sambutan.

Ini termasuk kontribusi perusahaan kepada pemerintah, dimana menciptakan Kota Bontang menuju kota sehat dan mengurangi adanya kegiatan Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Selain menurunkan angka kemiskinan, pastinya kita juga mengurangi adanya aktivitas BABS di lingkungan sekitar,” paparnya.

Sekretaris PT KDM, Sukardi menyampaikan, untuk adanya kegiatan perbaikan rumah tersebut telah berjalan mulai 18 November 2023 hingga 17 Januari 2024. Bantuan perbaikan rumah tidak layak huni ini juga bertempat di Kelurahan Api-Api, berdasarkan dari hasil survei yang ada.

“Saya harap semoga dengan adanya bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bontang yang mendapatkannya, terutama bagi penerima,” harapnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT KDM, Andik Cahyanto Budiarto menyatakan, program bantuan perbaikan rumah tidak layak huni sudah berlangsung sejak 2023 lalu, dan akan berlanjut di 2024 nantinya.

“Kita akan sesuaikan dengan anggaran yang ada, kalau tahun lalu hanya 3 rumah semoga nantinya bertambah 1 lagi menjadi 4 rumah,” jelasnya.

Bantuan ini tidak terlepas dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bontang, karena data harus disampaikan kepada yang berpihak untuk adanya kegiatan perbaikan rumah. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Direstui Partai Maju Calon Wali Kota, Najirah Cari Calon Pasangan yang Setia

0
Direstui Partai Maju Calon Wali Kota, Najirah Cari Calon Pasangan yang Setia
Najirah kembalikan berkas pendaftaran Pilkada, di Sekretariat DPC PDIP Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Najirah beserta rombongan mendatangi Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bontang, untuk pengembalian berkas pendaftaran Bakal Calon Wali Kota Bontang mendatang, Rabu (15/5/2024).

“Saat ini saya maju sebagai calon Wali Kota Bontang, untuk pasangan wakilnya masih kami rahasiakan. Intinya yang setia, dan mempunyai partai,” ucapnya saat diwawancarai.

Hingga saat ini, Najirah masih belum bisa menyampaikan dan menyebutkan ciri-cirinya, bagaimana dan seperti apa yang akan menjadi wakilnya nanti saat maju di pilkada, karena dirinya masih belum bisa mengungkapkan ke publik.

“Nanti ada waktunya saya sampaikan, yang jelas bukan sekarang. Pastinya nanti akan saya deklarasikan bersama, intinya yang masih setia menunggu saya,” paparnya.

Disinggung persoalan batalnya berpasangan dengan Basri Rase di Pilkada mendatang, Najirah menyatakan jika di antara keduanya masih menjalin komunikasi dengan baik. Tidak ada permasalahan antara keduanya.

“Saya sama pak Basri sudah seperti adik kakak, hanya saja sekarang sedang berbeda prinsip. Dia melalui jalur independen, dan saya masih dengan jalur partai,” jelasnya.

Najirah juga menyatakan, bahwa ia telah ditugaskan oleh Ketua DPD Provinsi Kaltim, Safaruddin untuk maju sebagai Wali Kota Bontang di Pilkada 2024.

“Saya sudah mendapatkan restu dari pak jendral, dan beliau meminta saya untuk maju di 01,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

PT KDM Serah Terima Bantuan Perbaikan RTLH kepada 3 Warga Kelurahan Api-Api

0
PT KDM Serah Terima Bantuan Perbaikan RTLH kepada 3 Warga Kelurahan Api-Api
Serah Terima bantuan rumah layak huni oleh KDM. (Syakurah/MediaKaltim)

BONTANG – Serah Terima Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Program CSR PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) Dilaksanakan di Kelurahan Api-api, Rabu (15/5/24).

Adapun 3 penerima bantuan KDM adalah warga Kelurahan Api-api, yakni Keluarga Mursalim Baddu, Keluarga Suchri dan Keluarga Bapak/Ibu Berlian.

Sekretaris KDM, Sukardi mengatakan, bahwa rumah tersebut sebelumnya telah melalui survei serta pengerjaannya dimulai 18 November 2023 dan selesai pada 17 Januari 2024.

PT KDM Serah Terima Bantuan Perbaikan RTLH kepada 3 Warga Kelurahan Api-Api

Ia berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bontang, Pemerintah Kota Bontang khususnya pagi penerima bantuan.

“2024 ini kami mengajukan kembali ke Direktur Utama KDM untuk melanjutkan program ini,” ujarnya.

Direktur Utama KDM, Andik Cahyanto Budiarto menjelaskan, jenis kegiatan CSR ini untuk memperbaiki rumah-rumah warga yang memerlukan perbaikan. Untuk meningkatkan kesehatan dan kelayakan rumah warga di Kota Bontang. Ini merupakan pertama kalinya baru dapat di laksanakan oleh PT KDM pada Tahun 2023 dan akan dilanjutkan lagi di tahun 2024 ini.

“Saat sekretaris bertanya kelanjutan tahun ini langsung saya iya kan,” ujarnya

Salah satu misi dasar Program CSR KDM adalah ikut berkontribusi positif dalam meningkatkan Kesehatan Masyarakat, Konservasi Alam/Lingkungan, Pembangunan Infrastruktur, Dunia Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, dengan cara bekerjasama dengan pemerintah untuk bersinergi meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kota Bontang.

“Insyallah tahun ini kita akan bangun sebanyak 4 rumah, inilah wujud kontribusi kita untuk Kota Bontang,” katanya.

Program bantuan perbaikan RTLH ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung program Pemerintah Kota Bontang di dalam meningkatkan Kesehatan Masyarakat, Kelayakan Tingkat hunian warga di Kota Bontang, sebagai wujud dari pemerataan pembangunan di dalam kehidupan rakyat Indonesia.

Bantuan perbaikan RTLH tersebut di atas merupakan program CSR KDM tahun 2023. Selain program RTLH pada tahun 2023, PT KDM telah berhasil melaksanakan Program CSR berupa, Konservasi Tanaman buah khas Borneo, ProLansia Sehat, KDM peduli Stunting, Paud Inspiratif, Pemberian Beasiswa untuk siswa SLTP & SLTA, Pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan tentang UMKM.

Lebih lanjut, bantuan untuk 4 rumah tersebut, PT KDM selanjutnya akan menunggu data yang akan disampaikan oleh Dinas Perkim, rumah mana yang sangat memerlukan segera untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah nya.

PT KDM Serah Terima Bantuan Perbaikan RTLH kepada 3 Warga Kelurahan Api-Api

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengucapkan terima kasih atas kontribusi perusahaan kepada pemerintah untuk menciptakan Bontang Kota Layak Huni. Pemerintah juga sedang gencar mengurangi angka kemiskinan ekstrim serta BABS.

“Kita menuju kota sehat, dengan adanya program RTLH maka perusahaan telah berkontribusi dalam percepatannya,” kata Basri. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam