Beranda blog Halaman 650

Tak Terima Diturunkan Golongan, Security PT Badak Bawa Sajam dan Lukai Rekan Kerja

0
Tak Terima Diturunkan Golongan, Security PT Badak Bawa Sajam dan Lukai Rekan Kerja
Tangkapan layar cctv kejadian pelaku saat melukai rekan kerjanya. (dok. Polres).

BONTANG – Seorang security PT Badak berinisil ES (47) nekat membawa senjata tajam hingga melukai rekannya. Hal itu diduga akibat tidak terima atas keputusan pihak manajemen, dengan pemindahannya dari golongan 8 ke golongan 7.

Sebelumnya, ia bertugas di Security Offserver, namun kemudian dipindahkan ke bagian operator SCC.

Seorang rekannya, mengalami luka di tangan kanan setelah mencoba menghentikan pelaku yang hendak mengamuk dan membawa senjata tajam di area kompleks PT Badak, Jumat (14/03/2025).

Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim AKP Hari Supranoto, ES melangsungkan aksinya pada pukul 00.40 Wita, ia bekerja sebagai karyawan bagian Security Offserver.

Kronologinya, ES mendatangi halaman Gedung SCC Kompleks PT Badak dengan membawa dua senjata tajam berupa parang dan badik, serta satu jerigen bensin. Saat rekannya melihat hal tersebut ia mencoba mengamankannya, naasnya badik tersebut mengenai jarinya.

“Saat akan menarik senjata tajam yang dibawa, malah terkena jari temannya,” terangnya.

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, sementara pelaku dibawa ke kantor Polres Bontang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jelang Lebaran, DKUMPP Bakal Gelar Penukaran LPG 3 Kg dengan LPG 5,5 Kg

0
Jelang Lebaran, DKUMPP Bakal Gelar Penukaran LPG 3 Kg dengan LPG 5,5 Kg
Plt Kepala DKUMPP Kota Bontang, Alfrita Junain Sande. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang memastikan, adanya extra dropping dalam mencukupi kebutuhan gas LPG 3 kilogram menjelang hari raya Idulfitri 1446 hijriah.

Sayangnya extra dropping biasanya belum bisa menutupi kebutuhan masyarakat kota Bontang, sehingga beberapa warga masih mengeluhkan sulitnya mencari gas melon tersebut.

Plt Kepala DKUMPP Kota Bontang, Alfrita Junain Sande mengatakan, bahwa pihaknya sempat melakukan kegiatan penukaran tabung 3 kilogram ke 5,5 kilogram. Ia menjelaskan, kegiatan itu salah satu cara agar pengguna gas melon dapat beralih menjadi pengguna yang 5,5 kilogram.

“Harapannya sih dengan penukaran itu, gas melon tidak akan sesulit sebelumnya, karena sudah benar-benar tepat sasaran,” ujarnya Kamis (13/3/2025).

DKUMPP akan kembali melakukan penukaran tersebut menjelang lebaran, karena sebelumnya ia melihat antusias masyarakat sangat tinggi.

Ia menyebutkan, seminggu sebelum lebaran pihaknya akan kembali turun ke lapangan dan mengecek terkait ketersediaan. Mulai dari pangkalan dan sub pangkalan.

Dijelaskannya, bahwa ketentuan sub pangkalan belum mendapat instruksi ketentuan pasti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang harus mereka perjual belikan.

“Sub pangkalan kalau bisa jangan terlalu mahal,” tambahnya.

Ia juga memprediksi di lebaran Idulfitri 1446 Hijriah ini, warga Bontang akan banyak yang melakukan mudik keluar daerah, sehingga ia yakin ketersediaan LPG 3 kilogram akan tercukupi.

“Sebenarnya bedasarkan data cukup stoknya, entah kenapa di berita selalu melaporkan kalau langka,” bebernya.

Jika dengan prediksi banyaknya warga Bontang yang keluar daerah tapi stok masih langka, mereka akan melakukan penelusuran. Ia menyadari banyak warga Bontang yang tidak berhak tetap menggunakan gas melon.

Penulis: Syakura
Editor: Yusva Alam

Dukung Program ‘Jumat Bersih’, Warga BSD Bersihkan Lingkungan Hingga Pengerukan Danau

0
Dukung Program ‘Jumat Bersih’, Warga BSD Bersihkan Lingkungan Hingga Pengerukan Danau
Warga BSD melaksanakan program Jumat Bersih di wilayah Pujasera BSD, Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Warga perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) menggelar kegiatan pembersihan lingkungan sekitar, guna mendukung program arahan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yakni ‘Jumat Bersih’.

Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bagian perumahan, bundaran BSD, hingga di Pujasera.

Diketahui, di tahun-tahun sebelumnya, di wilayah BSD sendiri untuk pembersihan lingkungan kerap sering kali dilakukan, hanya saja dengan skala kecil. Namun Jumat (14/3/2025) ini telah berlangsung pembersihan skala besar, yang melibatkan perusahaan Pupuk Kaltim.

“Kenapa melibatkan perusahaan, karena kebetulan tadi sampahnya lumayan banyak. Ini juga salah satu bentuk support, untuk persiapan peresmian jembatan ulin di 20 Maret 2025 nanti,” ucap Supriadi, Ketua Badan Koordinasi Lingkungan (BKL) BSD.

Selain membersihkan lingkungan, pihaknya tengah melakukan persiapan untuk peresmian jembatan ulin, yang dimana jembatan tersebut adalah akses warga yang selama ini dilalui dari Lapangan Golf, Sintuk. Akan tetapi, setelah dibangunkan jembatan ulin, akses tersebut dialihkan langsung ke wilayah perumahan BSD, untuk warga di RT.25 Loktuan.

“Ini dapat bantuan dari Pupuk Kaltim, dibangunkan jembatan ulin untuk akses RT.25 Loktuan. Jadi nantinya mereka tidak perlu lagi lewat lapangan Golf, Sintuk. Tetapi dialihkan menjadi lewat perumahan BSD,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja, adapun aktivitas masyarakat sekitar seperti pengerukan danau pembuangan limbah warga BSD, yang berada di dua berlokasi, yakni di RT.26 dan RT.34 BSD, Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara. Pihaknya pun turut melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, untuk membantu pengerukan danau.

“Untuk aktivitas pengerukan danau menggunakan excavator, jadi kami melibatkan PUPR Bontang, supaya danau lebih dalam dan bersih. Untuk aktivitas pengerukan pun dilakukan sebulan, dalam pengerjaan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kedapatan Punya Tamu Pasangan Tak Sah, Satpol PP Beri Surat Peringatan ke Tiga Penginapan

0
Kedapatan Punya Tamu Pasangan Tak Sah, Satpol PP Beri Surat Peringatan ke Tiga Penginapan
Proses pemberian surat peringatan kepada penginapan yang melanggar SE wali kota selama Bulan Ramadan. (ist)

BONTANG – Surat teguran diberikan pihak Satpol PP kepada hotel maupun penginapan yang memperbolehkan pasangan tidak sah menginap di tempat mereka, Kamis (13/3/2025).

Surat teguran tersebut diberikan ke tiga penginapan, yang didapati oleh Satpol PP terdapat pasangan tidak sah saat razia yang dilaksanakan di Bulan Ramadan ini. Tiga hotel yang diberikan yakni hotel yang berada di Kelurahan Tanjung Laut, di Kelurahan Api-api dan homestay di Kelurahan Loktuan.

“Surat tersebut merupakan peringatan, sebelum masuk ke teguran,” ujarnya.

Namun, bila ditemukan kembali pada pelanggaran yang sama maka akan diproses melalui teguran 1,2 dan 3. Selanjutnya dapat dilakukan penertiban, dengan menyegel sementara tempat usaha atau hotel yang bersangkutan.

“Ketertiban ini sesuai dengan SE wali kota yang dikeluarkan untuk ketertiban selama Bulan Ramadan,” tambahnya.

Diketahui, Rabu (12/3/2025) malam sebelumnya Satpol PP melakukan razia gabungan bersama kepolisian, pihak kelurahan dan kecamatan. Dari 7 penginapan, 3 hotel di antaranya didapati pasangan yang bukan suami istri sebanyak 5 pasang.

“Ketertiban ini akan terus dilaksanakan demi menjaga kondusifitas selama Bulan Ramadan,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Perawat dan Bidan Wajib Ikuti Pelatihan BTCLS

0
Perawat dan Bidan Wajib Ikuti Pelatihan BTCLS
Ilustrasi pelatihan BTCLS. (ist)

BONTANG – Sub Koordinator Penunjang Keperawatan RSUD Taman Husada Bontang, Bambang Sri Mulyono menjelaskan, Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Live Support (BTCLS) wajib diikuti perawat dan bidan di RSUD Bontang. Hal ini untuk meningkatkan keilmuan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi perawat hingga bidan.

Bambang mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan bagi perawat dan bidang ini, selain dimaksudkan untuk peningkatan kapasitas SDM, juga untuk mendapatkan sertifikat.

“Outputnya sertifikat kelulusan dan pemenuhan kapasitas peningkatan sumber daya manusia. Hasilnya kami ingin seluruh perawat dan bidan kami memiliki sertifikat pelatihan BTCSL,” terangnya.

Ia pun menambahkan, semua pelatihan dimaksudkan dalam memenuhi visi misi rumah sakit yakni sebagai rumah sakit terbaik di Kalimantan Timur dan berstandar internasional.

“Tujuan kami yakni mengejar capaian visi misi rumah sakit dalam menjadi rumah sakit terbaik di Kaltim,” sebutnya. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Bertambah Lagi Saksi Diperiksa Atas Dugaan Penganiayaan Meninggalnya Narapidana di Lapas Bontang

0
Bertambah Lagi Saksi Diperiksa Atas Dugaan Penganiayaan Meninggalnya Narapidana di Lapas Bontang
Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Bertambah lagi saksi-saksi yang diperiksa Polres Bontang terkait dugaan penganiayaan atas meninggalnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di lapas II A. Terkini saksi yang diperiksa berjumlah 10 orang saksi.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing menyampaikan bahwa, pihaknya telah memanggil sebanyak 10 saksi, guna dimintai keterangan lebih lanjut. 10 orang saksi di antaranya meliputi orang pertama dari petugas yang berjaga di malam kejadian, kemudian teman yang berada satu sel dengan korban, adapun petugas lapas.

“Nantinya akan kami simpulkan dari keterangan itu, karena ini masih bagian dari suatu proses penyelidikan, jadi belum bisa kami up. Akan tetapi, yang kita panggil pastinya saksi yang dimungkinkan sudah mengetahui peristiwanya,” ucapnya, Kamis (13/3/2025).

Segala upaya pun turut dilakukan oleh tim Reskrim Polres Bontang, untuk mendapatkan keterangan yang nantinya diperoleh. Keterangan pun didapatkan langsung dan nyata dari lapangan, tidak ada berasumsi.

“Kita akan panggil yang berkaitan, jadi untuk apa kita memanggil yang tidak berkaitan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Lahan Kosong Bekas Kantor Kelsri di Loktuan Terbakar, Diduga Akibat Pembukaan Lahan

0
Lahan Kosong Bekas Kantor Kelsri di Loktuan Terbakar, Diduga Akibat Pembukaan Lahan
Petugas Disdamkartan Bontang, berusaha untuk memadamkan api, di Kelsri, Loktuan, Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Terjadi kebakaran lahan kosong di bekas kantor Kelsri, RT.23, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kamis (13/3/2025) malam.

Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin menyampaikan bahwa, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 21.05 Wita, sehingga petugas langsung bergerak menuju ke lokasi kejadian.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung bersiap untuk memadamkan api yang telah menghanguskan lahan tersebut, dan petugas berhasil memadamkan api sampai dengan pukul 21.30 Wita.

“Pemadaman api berlangsung selama kurang lebih sekitar 19 menit,” ucapnya.

Adanya kejadian ini, petugas yang turun langsung dalam penanganan kebakaran lahan berjumlah 8 personel, dengan satu unit mobil fire truck.

“Penyebab pastinya, kami belum tahu. Yang jelas diduga terjadi kebakaran akibat pembukaan lahan. Pihak berwajib masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” paparnya.

Saat kebakaran lahan berlangsung, tidak ada korban jiwa di dalamnya. Untuk lahan yang terbakar kurang lebih sekitar 0,25 hektar.

Untuk titik api mulai muncul di semak belukar, yang berasal di lahan kosong, dengan jarak 10 meter dari tembok pembatas jalan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Dukung Ratusan CASN dan PPPK Bontang Tolak Pengangkatan Serentak

0
Wali Kota Dukung Ratusan CASN dan PPPK Bontang Tolak Pengangkatan Serentak
Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto menyerahkan surat tembusan CASN dan PPPK ke Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Ist).

BONTANG – Ratusan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian (PPPK) di Kota Bontang yang telah lolos seleksi tahun 2024, menyepakati telah menolak pengangkatan serentak, di 1 Maret 2026 mendatang.

Ratusan CASN dan PPPK tersebut langsung menyampaikan bentuk aksi penolakan mereka ke Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati, dan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Pertemuan ini berlangsung di Auditorium Kantor Wali Kota, Bontang Lestari.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni turut merespon aksi penolakan yang dilakukan oleh sejumlah CASN dan PPPK di wilayah Kota Bontang, dengan adanya instruksi pengunduran pelantikan dari pemerintah pusat.

“Saya mendukung penuh perjuangan mereka, mengenai aksi penolakan untuk penundaan pengangkatan serentak. Kami pun nantinya akan berusaha untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait,” ucapnya, Kamis (13/3/2025).

Maka dari itu, Neni berharap untuk para CASN dan PPPK di Bontang bisa lebih bersabar, karena sedang dilakukannya proses komunikasi. Apalagi fenomena penolakan ini juga terjadi di seluruh daerah di Indonesia.

“Tak bisa membayangkan rasa kekecewaan mereka yang baru lolos. Masa akhir honorer tersisa 1 tahun ke depan. Ada pula CASN yang sudah memilih resign dari pekerjaan. Pastinya sedih, nasib mereka yang masa kerja tersisa 1 tahun lagi. Terus banyak lah pasti yang merasakan kerugian,” jelasnya.

Sebelumnya, salah satu perwakilan, Bimo Budi Satrio mengatakan bahwa, pihaknya bersama dengan seluruh CASN dan PPPK di Kota Bontang yang lolos, telah bersepakat dan sangat tidak setuju, kalau pengangkatan dilakukan secara serentak. Sebab, menurut mereka waktu itu masih terbilang terlalu lama.

“Inginnya kami, ada percepatan pengangkatan. Sehingga kami sangat mengharap, jangan sampai pengangkatan ini dilakukan tahun depan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri sebanyak 214 orang dari PPPK, dan 112 CASN yang berada di wilayah Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Polres Periksa 5 Saksi Atas Dugaan Penganiayaan Kematian Warga Binaan Lapas IIA

0
Polres Periksa 5 Saksi Atas Dugaan Penganiayaan Kematian Warga Binaan Lapas IIA
Kapolres Kota Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing. (ist)

BONTANG – Polres Bontang saat ini mulai memeriksa saksi-saksi atas laporan dugaan kejanggalan kematian warga binaan Lapas IIA ke Polres Bontang, yang dilaporkan oleh keluarga korban.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing mengatakan, pihaknya telah melakukan penyidikan dengan meminta keterangan kepada lima orang, yang merupakan petugas lapas dan pihak keluarga

“Lima orang tersebut telah kami periksa,” katanya, Kamis (13/03/2025).

Pihak kepolisian juga terus berkoordinasi terkait pemeriksaan medis. Selanjutnya mereka juga akan memeriksa beberapa warga binaan, yang mengetahui terkait almarhum.

“Mungkin arahnya ke sana untuk melengkapi keterangan. Untuk sementara, masih petugas dan keluarga terlebih dahulu,” ungkapnya.

Pihaknya hingga kini akan mendalami laporan yang dilakukan oleh keluarga warga binaan lapas kelas IIA Bontang, karena keluarga mendapati banyaknya tanda lebam di tubuh almarhum.

“Selanjutnya akan kami perbarui lagi terkait kasus ini agar lebih jelas,” katanya

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

SDM Lengkap Alat Medis Sesuai Standar, Klinik Gigi Anak Terima Anak Usia 0 Sampai 18 Tahun

0
Ilustrasi klinik gigi anak. (ist)

BONTANG – Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) di Klinik Gigi Anak RSUD Taman Husada Bontang sudah mencukupi, baik jumlah tenaga medisnya maupun ketersediaan alat-alat medis yang digunakan.

Karenanya warga Bontang yang memiliki anak dengan permasalahan gigi tak perlu ragu lagi datang ke klinik gigi anak RSUD Bontang.

Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak RSUD Taman Husada Bontang, drg Hena Ratnasari, Sp. KGA menjelaskan, untuk ketersediaan SDM dokter spesialis gigi anak dan tenaga perawat gigi telah memenuhi kapasitas, satu dokter spesialis gigi anak dan masing-masing memiliki perawat gigi.

“SDM di klinik gigi anak sudah cukup dengan ketersediaan SDM dan alat-alat medis standar untuk gigi anak,” terangnya.

Pasien yang datang pun berasal dari pasien BPJS Kesehatan, umum, dan asuransi perusahaan. Setiap harinya pihaknya menerima pasien anak-anak mencapai 20-25 anak dengan berbagai macam permasalahan gigi, seperti permasalahan gigi dengan melakukan perawatan penambalan atau konservasi dan pencabutan serta orthodonsi.

“Kami melakukan perawatan gigi pada anak usia 0 sampai dengan 18 tahun. Area perawatan dimulai dari bedah mulut, konservasi, prostodonsi hingga ortodonsi,” ungkapnya. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam