Beranda blog Halaman 650

Algaka Kampanye di Bontang Utara Ditertibkan

0
Algaka Kampanye di Bontang Utara Ditertibkan
Penertiban algaka kampanye di wilayah Bontang Utara. (ist)

BONTANG – Tim gabungan dari Polsek Bontang Utara, Panwascam Bontang Utara, dan Satpol PP melakukan penertiban alat peraga kampanye (ALGAKA) yang tersebar di wilayah Kecamatan Bontang Utara pada Kamis (2/11/2023) pagi.

Penertiban dilakukan di sepanjang jalan Kelurahan Guntung, Loktuan, Bontang Baru, hingga Kelurahan Bontang Kuala.

Kapolsek Bontang Utara Iptu Lukito mengatakan, penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama yang telah dibuat oleh Bawaslu Kota Bontang dengan Partai Politik Peserta Pemilu yang mengharuskan seluruh ALGAKA diturunkan paling lambat tanggal 30 Oktober 2023.

“Mereka (Partai Politik Peserta Pemilu) sudah diberi kesempatan untuk menurunkan ALGAKA masing-masing,” ungkapnya mengutip dari Polresbontang.com.

Pada penertiban tersebut, petugas menurunkan berbagai jenis ALGAKA, mulai dari spanduk, baliho, hingga Banner.

“Total 122 ALGAKA yang telah ditertibkan,” ujar Iptu Lukito.

“Kami dari pihak kepolisian hanya melakukan pendampingan, agar kegiatan tersebut berlangsung aman dan kondusif,” terangnya.

Editor: Yusva Alam

SPBN Tanjung Limau Sering Kekurangan Solar, Nelayan Keluhkan Kapal Luar Bontang

0
SPBN Tanjung Limau Sering Kekurangan Solar, Nelayan Keluhkan Kapal Luar Bontang
Salah satu kapal nelayan di TPI Tanjung Limau (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sejak lima tahun terakhir Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di wilayah Tanjung Limau sudah sering didatangi oleh nelayan luar Bontang yang ikut menjual ikannya di sana.

Rifal, salah satu nelayan di sana mengungkapkan, bahwa hal itu sudah cukup lama terjadi. Kurang lebih terdapat 30 kapal dari Kabupaten Donggala yang sering menjual hasil lautnya di TPI Tanjung Limau.

Para nelayan tidak mempermasalahkan mereka yang ikut berjualan di sana, namun Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar yang ada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tanjung Limau tersebut, sering kekurangan karena kapal luar yang ikut mengisi di sana.

“Awalnya mereka bilang pakai pertalite, tapi ternyata isi solar juga di sini,” jelasnya.

Hal ini menyebabkan antrian BBM bagi para nelayan, dan meminta pihak pemerintah maupun pihak terkait untuk mempertegas dalam menangani perizinan kapal yang datang dari luar Bontang.

“Sebenarnya kalau kapal luar memang harus memiliki izin, tapi nggak ngerti juga bagaimana,” ujarnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Pemkot Diminta Segera Ambil Tindakan Cegah Perundungan

0
Pemkot Diminta Segera Ambil Tindakan Cegah Perundungan
Ilustrasi aksi perundungan. (ist)

BONTANG – Kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah hingga lingkungan kerja belakangan ini menjadi isu yang sangat marak, sehingga mempengaruhi psikis seseorang.

Ridwan, Anggota Komisi II DPRD Bontang memberikan salah satu contoh bullying yaitu menjauhi atau mengucilkan teman di sekolah. Dengan melakukan hal ini, maka teman yang dijauhi akan merasa sedih, tertekan, membuatnya merasa tidak nyaman, bahkan berdampak pada mental seseorang.

“Ini termasuk dengan tindakan yang agresif, yang biasanya dilakukan seseorang untuk mengintimidasi atau mendominasi orang lain yang dinilai lemah,” ucapnya saat dihubungi, Jumat (03/11/2023).

Bullying merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja, oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

“Faktor ini terjadi bisa dari keluarganya, sekolah, teman-teman lingkungannya, atau teman bermainnya sekumpulan, dan juga dari handphone,” bebernya.

Perundungan bisa terjadi sama siapa saja, kapan saja, bahkan dimana saja tanpa terkecuali. Dari perundungan ini bisa membuat anak untuk mudah mengalami stres. Kedepannya juga bisa saja anak menjadi lemah dan kurangnya percaya diri.

“Untuk di lingkungan sekolah terutama yang banyak kasusnya, guru lebih bisa membandingkan lagi yang mana para murid bercanda, dan yang mana juga murid membully,” ungkapnya.

Ridwan juga menambahkan, pemerintah harus cepat mengambil tindakan, baik di lingkungan sekolah, maupun di lingkungan luar. Apalagi jika sudah ada korban yang sampai bunuh diri, pastinya yang dialami anak atau seorang sudah sangat fatal terhadap teman, lingkungan, atau sebagainya. (dwi/adv).

Mengenal Klinik Saraf RSUD Bontang, Tangani Pasien dengan Alat Terbaru

0
Mengenal Klinik Saraf RSUD Bontang, Tangani Pasien dengan Alat Terbaru
Pelayanan pendaftaran sebelum ruang poli klinik saraf RSUD Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Klinik Saraf atau Neurologi di RSUD Taman Husada Kota Bontang memberikan pelayanan kepada pasien-pasien yang mengalami gangguan pada saraf seperti stroke, nyeri, sakit kepala vertigo hingga gangguan gerak pada wajah, tangan, maupun kaki.

Dokter Spesialis Saraf atau Neurologi, dr Atika Ridwan, Sp.N menjelaskan, bahwa klinik spesialis saraf melakukan perawatan pada penyakit saraf. Di mana penyakit saraf yakni segala jenis gangguan pada sistem saraf manusia mulai dari ujung kaki hingga ke otak. Seluruh tubuh manusia terdiri dari sistem saraf tepi dan sistem saraf pusat.

“Sistem saraf tepi yang membuat manusia dapat mengenali rasa sakit, dingin, panas, geli, gatal, keram, kesempatan dan lainnya. Sedangkan sistem saraf pusat yang membuat manusia dapat bergerak, berpikir, mengingat, emosi, melihat, mendengar, mencium bau, bahkan tidur pun diatur oleh sistem saraf,” jelas dr Atika saat dikonfirmasi.

Selanjutnya, Ia mengatakan alur pelayanan pasien saraf sama seperti pasien lainnya yakni dimulai dari pendaftaran, skrining pasien rawat jalan apakah pasien mendapat pelayanan prioritas bagi pasien lanjut usia. Selain itu, klinik saraf juga melakukan pemeriksaan pasien dan MCU.

“Setelah pasien diperiksa akan diarahkan ke laboratorium atau radiologi. Bila ada pemeriksaan tambahan yang dibutuhkan dan bila telah selesai  menerima pelayanan di klinik saraf, pasien bisa langsung menuju apotek untuk menunggu penyerahan obat,” lanjutnya.

Dr Atika mengatakan, klinik saraf telah beroperasi sejak tahun 2008. Saat ini memiliki dua dokter spesialis saraf atau neurologi. “Ada saya dan dr Shinta Fithri Azis Sp.N sebagai dokter spesialis saraf di klinik saraf RSUD Bontang,” ungkapnya.

Sementara kelebihan klinik saraf RSUD Bontang sendiri yang dimiliki yakni, saat ini memberikan pelayanan pemeriksaan fungsi saraf secara umum, pemeriksaan EEG (Electroencefalografi), pemeriksaan fungsi kognitif  untuk pasien maupun untuk MCU, penanganan nyeri dengan pemasangan tapping/plester terapi atau dengan injeksi/penyuntikan pada lokasi nyeri.

Selain memiliki alat-alat terbaru, saat ini alat yang ada adalah pemeriksaan EEG untuk melihat gelombang otak dan pemeriksaan kognitif dengan komputerisasi untuk mengetahui fungsi otak pada gangguan memori.

“Insya Allah akhir tahun ini juga akan segera melayani pemeriksaan EMG (ElectroMyoGrafi) untuk pemeriksaan saraf tepi dan tahun depan Insya Allah ada alat baru yang akan melengkapi klinik saraf yaitu TMS (Trans Magnetik Stimulasi) untuk melatih fungsi otak yang terganggu dengan gelombang magnet yang biasanya digunakan untuk pasien stroke, depresi, insomnia, bahkan untuk nyeri,” terang dr Atika.

Ia juga mengharapkan klinik saraf RSUD Bontang tetap bisa melayani masyarakat dari semua pasien mulai dari pasien umum dan BPJS.

“Ya klinik saraf melayani pasien umum, BPJS, maupun asuransi lainnya yang bekerja sama dengan RSUD Taman Husada. 80 persen pasien yang kami layani adalah pasien BPJS,” urainya.

“Harapan kami agar klinik saraf dapat berkembang lebih jauh lagi dengan alat yang lebih canggih dan SDM yang lebih terlatih untuk membantu kesembuhan pasien dengan gangguan saraf khususnya di Kota Bontang. Saat ini penanganan ilmu penyakit Neurologi sudah berkembang sangat pesat  utamanya dalam pelayanan penyakit stroke,” pungkasnya. (adv/yah)

Cegah Maraknya Narkoba, Legislatif Imbau Pemkot Galakkan Penyuluhan

0
Cegah Maraknya Narkoba, Legislatif Imbau Pemkot Galakkan Penyuluhan
Ilustrasi obat-obatan terlarang. (ist)

BONTANG – Melihat maraknya masyarakat Kota Bontang yang telah terjerat dalam kasus narkoba, Anggota DPRD Kota Bontang, Ridwan mengimbau kepada pemerintah kota (Pemkot) agar sering mengadakan penyuluhan ke masyarakat.

Hal itu diharapkan, menjadi upaya pencegahan rentannya seorang terpengaruh menggunakan barang haram tersebut. Karena menggunakan obat-obatan terlarang sangat mempengaruhi kinerja seseorang, apalagi untuk anak usia di bawah umur yang masih menduduki bangku sekolah.

“Ini menjadi suatu perhatian buat kita semua, kita tidak bisa menyalahkan siapapun. Ini juga termasuk akibat pergaulan di lingkungan. Orang tua pun harus benar-benar menjaga anak-anaknya,” paparnya saat diwawancarai, Kamis (02/11/2023).

Menurutnya, walaupun tes urine dilakukan, akan sia-sia tanpa adanya penyuluhan. Dengan maraknya masyarakat para pengguna ataupun pengedar, seharusnya pemkot sigap mengambil pergerakan untuk mengadakan penyuluhan rutin, baik dari dinas yang terkait, contohnya penyuluhan dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Menurut saya, percuma jika diadakan hanya tes urine saja, tanpa adanya penyuluhan. Jadi yang seharusnya dilakukan adalah pencegahan, bagaimana cara agar jangan sampai menggunakan narkoba, dari asal mula penyuluhan itu,” ungkapnya.

Ridwan juga berharap kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Bontang, agar dapat memperkuat agama. Karena agama ialah yang paling utama untuk kembali ke diri masing-masing, serta lingkungan luar di sekeliling kita yang dapat membuat baik buruknya kita semua, jika bisa membentengi diri maka akan terhindar dari narkoba. (dwi/adv).

Desa Wisata Maju Terdepan, Pendidikan Jangan Terabaikan!

0
Desa Wisata Maju Terdepan, Pendidikan Jangan Terabaikan!
Annisa Putri, S.Pd. (ist)

Oleh:

Annisa Putri, S.Pd

(Pendidik)

Kampung atas air Malahing yang terletak di pesisir timur Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan baru saja terpilih sebagai juara 3 kategori Kampung Wisata Maju dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI 2023 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Malahing kini berubah wajah, dulu dikenal sebagai kampung nelayan penghasil ikan dan rumput laut, saat ini telah bertransformasi dalam tataran ekonomi baru, sebagai objek wisata andalan di Kota Bontang dengan kultur dan keanekaragaman hayatinya. (Kaltimtribunnews.com)

Sementara itu dikutip dari laman klikkaltim.com, Tercatat saat ini ada 10 siswa yang harus berangkat setiap pagi dari kampung di atas laut menuju ke darat. 6 siswa diantaranya harus menyewa kapal dengan iuran setiap bulan Rp 300 ribu. Sementara 4 siswa lainnya menggunakan kapal pribadi milik orang tua. Biaya yang besar itu memang sangat memberatkan warga.

Sulitnya anak sekolah di Kampung Malahing RT 30 Tanjung Laut Indah untuk pergi ke sekolah yang berada di darat itu disebabkan Sekolah Dasar (SD) di Kampung Malahing hanya sampai kelas 5. Sementara untuk melanjutkan ke kelas 6 harus di SD YPPI yang berada di Jalan WR Soepratman Tanjung Laut.

Pendidikan Jangan Terabaikan

Menjadikan desa lebih baik dengan kecanggihan teknologi dan informasi agar membawa manfaat  bagi masyarakat setempat tentu tidak masalah. Namun juga perlu kehati-hatian akan keseimbangan alam yang ada jangan sampai alih-alih memanfaatkannya namun malah merusak dan mengeksploitasi sumber daya alam disana.

Belum lagi dengan seiring berjalannya zaman sangat berpotensi akan mempengaruhi sosial juga budaya yang bisa semakin liberal dan merusak masyarakat khususnya pemuda.

Selanjutnya, selain mengajak warga semangat bergerak atau berdaya untuk memajukan ekonomi kreatif, baiknya turut juga perhatikan sektor penting lainnya seperti pendidikan di sana. Melihat realita yang ada nampaknya terdapat paradigma keliru dari pemerintah memandang prioritas yang lebih mementingkan wisata dari pada pendidikan.

Padahal sudah diketahui bersama bahwa pendidikan sangatlah urgent posisinya sebab disanalah anak mendapat berbagai ilmu pengetahuan, pengajaran membentuk moral dan adab yang tentu akan bermanfaat bagi kehidupannya kelak.

Namun, begitulah imbas adanya sistem Kapitalisme yang menaungi hari ini, sistem yang semua aspek berpusat pada materi alias duit. Maka wajar mengharuskan masyarakat untuk berlomba-lomba dapat cuan, hingga akhirnya semakin lama rasa butuhnya pada sebuah pendidikan atau ilmu terkikis bahkan bergeser lalu tergantikan dengan hal-hal yang materalistik.

Islam memuliakan Ilmu

Islam memiliki sistem yang komperhensif untuk mengatur kehidupan manusia, tak terkecuali perihal pendidikan.  Dalam Islam, pendidikan merupakan kebutuhan pokok yang akan dipenuhi negara secara cuma-cuma alias gratis untuk masyarakat. Kesadaran kuat akan perintah Allah atas wajibnya menuntut ilmu, membuat negara secara maksimal menyelenggarakan pendidikan.

Mulai dari membangun sekolah yang terjangkau di wilayah masyarakat, bangunan-bangunan yang kokoh, fasilitas penunjang yang lengkap seperti laboratorium-lapangan-perpustakaan, juga tak lupa adanya tenaga pendidik yang berkualitas dan lainnya yang kesemua itu dilakukan dengan cara terbaik agar tersampaikannya ilmu pengetahuan bagi umat.

Disamping itu, pendidikan dalam Islam juga didasari oleh keimanan atau ketakwaan kepada Allah Ta’ala. Para pelajar ditanamkan akidah Islam yang kuat serta ketaatan kepada perintah Allah, sehingga ilmu pengetahuan apapun yang mereka kuasai nantinya akan menambah iman dan takwa mereka kepada Ilahi Rabbi.

Maka wajarlah, di masa kejayaan Islam dahulu lahir banyak ilmuwan muslim yang cerdas dalam ilmu sains namun juga seorang alim ulama.

Seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Abbas Ibn Firnas, dan masih banyak lagi yang karya-karya mereka masih bermanfaat hingga hari ini bagi peradaban manusia. Maasyaallah!

Selanjutnya, bentuk kecintaan Islam terhadap ilmu pengetahuan juga dapat kita lihat dari lembar sejarah. Bahwa banyaknya perpustakaan-perpustakaan yang berdiri megah membuat banyak manusia bahkan dari penjuru dunia betah menimba ilmu disana.

Hal ini sekaligus meyakinkan kita bahwa bangunan sekolah bukan lagi menjadi persoalan bagi negara, tentu fasilitas sekolah sudah terbangun dengan baik kala itu.

Hal ini bisa terjadi dengan hebat dalam pendidikan Islam tentu tidaklah berjalan sendiri, melainkan dibarengi dengan adanya sistem ekonomi Islam juga sistem politik Islam yang bersumber dari Sang Pencipta. Dengan aturanNya lah, Sumber Daya Alam di negeri tersebut dikelola dengan benar oleh negara secara mandiri tidak dicampuri pihak asing.

Sehingga hasil dari pengelolaan itu diberikan untuk umat, yang mampu mencukupi segala yang dibutuhkan umat. Inilah sedikit gambaran luar biasanya Islam mengatur urusan manusia, segala kemuliaan dan kesejahteraan akan datang manakala Islam diterapkan secara utuh di kehidupan kita hari ini.

Wallahua’alam bisshawab.

DPMPTSP Bontang Terima Aduan Secara Offline Maupun Online

0
DPMPTSP Bontang Terima Aduan Secara Offline Maupun Online
Ilustrasi (ist)

BONTANG – Pengelolaan sistem pengaduan bagi instantsi pemerintah penting adanya, untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat menjadi optimal. Selain itu, adanya kanal pengaduan juga menjadi kesempatan bagi sebuah instansi untuk melakukan evaluasi serta perbaikan jika adanya sebuah pengaduan.

Terdapat beberapa platform pengaduan di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang dapat diajukan, terutama via online melalui website DPMPTSP khususnya perizinan digital, Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!), ataupun secara offline yang bisa langsung ke kantor DPMPTSP.

“Kalau SP4N LAPOR itu milik Diskominfo yang isinya tentang pelaporan layanan, kami ada admin yang ngecek itu rutin,” jelas Isma Istihari, Japfung Penata Perizinan DPMPTSP.

Isma menjelaskan, bahwa setiap pengaduan yang diterima pihaknya akan segera ditangani. Langkah awal yang mereka lakukan adalah memastikan kebenaran informasi dari pengadu.

“Kami pastikan dulu identitas si pengadu agar  bisa kami tanyai terkait keluhannya, ada yang anonim kadang,” jelasnya.

Pengaduan yang diterima pada tahun ini hingga bulan Juni 2023 berjumlah 7 aduan, dengan 6 aduan selesai penanganan dan 1 aduan dalam proses penanganan.

“Tidak ada aduan yang terlalu besar, seperti website yang bermasalah sedikit, tapi kami pasti langsung perbaiki hari itu juga, tidak ada yang berlarut-larut,” tambahnya. (sya/adv)

AH Usulkan Buat Penangkaran Sebelum Buaya Riska Dikembalikan

0
AH Usulkan Buat Penangkaran Sebelum Buaya Riska Dikembalikan
Agus Haris, Wakil Ketua DPRD Kota Bontang (ist).

BONTANG – Rencana Buaya Riska dikembalikan ke habitat asalnya di Sungai Guntung mendapat tanggapan Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris. Menurutnya, sebelum dikembalikan sebaiknya dibuatkan penangkaran buaya terlebih dahulu.

Dikatakan AH sapaannya, apabila Buaya Riska ingin dikembalikan ke asal mulanya, maka selayaknya harus dibuatkan penangkarannya terlebih dahulu. Mengingat kejadian beberapa lalu, ada korban terkaman buaya.

“Adanya penangkaran, Buaya Riska tidak akan kembali ke sungai lagi,” ucapnya saat diwawancarai via telepon, Jumat (03/11/2023).

Apabila Buaya Riska ingin dikembalikan, maka perlu juga mengadakan rapat. Sebab, sewaktu ingin direlokasikan pun diputuskan bersama-sama.

Untuk perpindahan Buaya Riska pun sangat memerlukan tempat yang lebih baik dan aman. Bahkan nantinya, jika Buaya Riska sudah berpindah tempat, bisa jadi salah satu objek wisata di Kota Bontang.

“Buaya Riska ini tidak main-main ukurannya, sangat besar. Bahkan bisa mengancam nyawa manusia, jadi harus dirembuk dulu sebelum dipulangkan,” bebernya.

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, mau gimana pun buaya ini merupakan makhluk yang berada di bawah pengawasan. Pengembangan wisata Buaya Riska ini harus dilakukan dengan berhati-hati dan penuh tanggung jawab. (dwi).

Klinik Obsgin di RSUD Bontang Pindah ke Gedung Baru

0
Klinik Obsgin di RSUD Bontang Pindah ke Gedung Baru
Ruang tunggu pasien di gedung utama tempat pendaftaran di RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang kembali memindahkan klinik rawat jalan ke gedung B yang baru, yaitu klinik obsgin. Hal ini ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien yang datang ke klinik Obsgin.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada Bontang, dr Tri Ratna Paramita mengatakan, pemindahan klinik obsgin telah dilakukan pada pekan lalu. Saat ini klinik obsgin mulai beroperasi seperti semula.

“Karena ada pengembangan layanan, jadi kami pindahkan klinik obsgin bersama klinik lainnya ke gedung baru. Poli klinik gedung lama sudah terbatas, karena ada pengembangan layanan MRI, jadi harus kami geser ke gedung baru,” kata dr Mita saat dikonfirmasi, Kamis (2/11/2023).

Terdapat 12 klinik yang pindah ke gedung baru RSUD Bontang. Tujuan pemindahan klinik yakni dengan memberikan kenyamanan pada pasien yang sedang menunggu.

“Harapannya dengan pemindahan klinik obsgin dan klinik lainnya, agar memberikan kenyamanan kepada pasien pada saat di ruang tunggu. Karena ruang tunggu di gedung lama sudah dirasa semakin sempit. Dengan sekali kunjungan bisa sampai lebih 200 pasien setiap hari. Dengan klinik Obsgin di gedung baru sudah menjadi lebih nyaman karena ruang tunggu lebih luas,” paparnya.

Selain itu, fasilitas yang ada di klinik gedung baru juga memiliki fasilitas yang sama dengan fasilitas sebelumnya. “Fasilitasnya lebih kurang sama dengan klinik sebelumnya di gedung utama,” ungkapnya.

Selain klinik Obsgin, poli klinik anak juga telah berpindah ke gedung baru yang juga memberikan keleluasaan bagi ruang tunggu anak-anak. “Kasihan kalau pasien anak-anak berdesak-desakan dengan pasien lainnya,” terangnya. (adv/yah)

Narkoba Merajalela, Agus Haris: Tutup Semua Akses!

0
Narkoba Merajalela, Agus Haris: Tutup Semua Akses!
Agus Haris, Wakil Ketua DPRD Kota Bontang. (dwi).

BONTANG – Guna mencegah peredaran narkoba, pemerintah diminta untuk menutup semua akses yang ada. Agar para pengedar narkoba tidak mudah menjajakan barang haram tersebut di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris saat dihubungi redaksi.

“Kalau saya pikir, tutup semua akses dan sumber masuknya sabu dan obat-obatan. Jika lewat darat, maka jalur darat harus diperkuat, begitupun semuanya,” paparnya saat dihubungi via telepon, Jumat (03/11/2023).

Aparat pemerintah harus kuat, selain itu pihak dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pun juga wajib membantu. Ini yang menjadi sistem pemerintah sekarang, harus ada keputusan dan formula dari atas, dan tidak mungkin seperti pemerintah daerah tidak tahu sumber masuknya obat-obat tersebut.

“Pemerintah harus membuat sistem yang super ketat terhadap soal ini, mana mungkin pemerintah tidak tahu akses mana saja yang bisa masuknya jejaring narkoba,” ucapnya.

Narkoba dapat memiliki dampak negatif yang signifikan pada kesehatan mental. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kecemasan, depresi, psikosis, serta gangguan jiwa lainnya.

AH sapaannya juga menambahkan, terkait narkoba ini Indonesia sudah memasuki situasi yang sangat darurat. Sudah menjadi alarm untuk para pengedar dan pengguna narkoba. Ini sudah termasuk ancaman yang sangat besar dan berat, bahkan serius.

“Ancaman bagi masa depan bangsa, bahkan pengguna dan pengedar bukan lagi umur 40 ke atas, bisa jadi bahkan di kalangan anak-anak yang masih menduduki bangku sekolah,” tutupnya. (dwi/adv).