Beranda blog Halaman 649

Keluarga Almarhum Napi Lapas Bontang Tidak Menolak Otopsi Jika Diperlukan

0
Kuasa Hukum keluarga warga binaan Lapas llA, Bahtiar. (ist)

BONTANG – Pihak keluarga warga binaan Lapas Kelas IIA Bontang yang meninggal beberapa waktu lalu menyatakan, bersedia dilakukan otopsi untuk mengungkap kasus adanya dugaan penganiayaan yang menewaskan D (25) beberapa waktu lalu.

Kuasa hukum, Bahtiar mengatakan, pihak keluarga bersedia jika otopsi harus dilakukan. Katanya surat pernyataan penolakan otopsi yang telah ditandatangani, dapat diacabut oleh pihak keluarga jika untuk kepentingan pengungkapan kasus tersebut.

“Suatu saat jika diperlukan otopsi untuk pembuktian, bisa dilakukan. Bahkan kalau harus menggali makam anak,” katanya.

Sebelumnya, pihak keluarga sempat menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi. Namun, saat itu keluarga masih dalam kondisi berkabung dan syok menerima kabar kematian D dari pihak lapas.

“Sesuai prosedur, otopsi akan memakan waktu lama, makanya keluarga memilih memakamkan jenazah tersebut,” tambahnya.

Ia menjelaskan, jika ingin mengungkap kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian, visum saja tidak cukup. Pemeriksaan harus diperkuat dengan otopsi oleh dokter forensik untuk mengetahui penyebab kematian lebih mendalam.

Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu bentuk pembuktian secara materiil, yang harus dibarengi dengan kebenaran formil.

“Mau tidak mau, pihak keluarga harus melakukan otopsi tersebut,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Mitigasi Banjir di Libur Lebaran, Pemkot Mulai Keruk Parit dan Sungai

0
Neni Moerniaeni, Wali Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang telah melakukan persiapan mitigasi, terkait prediksi air pasang dan intensitas hujan tinggi yang disiarkan oleh BMKG.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, pihaknya telah melakukan melakukan pengerukan sedimen-sedimen untuk sungai maupun parit yang sudah mulai mulai mengendap cukup tebal.

Ia mencontohkan bahwa, pengerukan telah dilakukan di parit besar yang berada di depan rusunawa Kelurahan Tanjung Laut. Sama halnya dengan sungai yang berada di wilayah Kelurahan Api-api.

“Di Api-api itu sungai yang di belakang Wish Bakery, itu tinggi juga sedimennya jadi kita lakukan pengerukan,” jelasnya, Senin (17/3/2025).

Pengerukan dilakukan oleh Dinas PUPR bersama dengan pasukan bersih-bersih sungai. Ia juga mengungkapkan, langkah kecil seperti bersih-bersih yang mulai rutin dilakukan di hari Jumat merupakan satu cara untuk mitigasi banjir.

“Untuk saat ini, mitigasi seperti itu dulu yang dapat kita lakukan, ke depannya akan dilanjutkan dengan pembangunan yang mendukung pengurangan banjir di Bontang,” tambahnya.

Adapun program yang akan ia anggarkan dalam APBD multi years adalah peninggian jalan yang sering mengalami banjir rob di wilayah Bontang Kuala, yang sebenarnya merupakan jalan milik provinsi. Ia menjelaskan pihaknya akan bersurat langsung ke provinsi.

“Jika provinsi belum ada actionnya, kita yang action duluan,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ramadhan, Yuk Stop Maksiat Secara Total!

0
Nayla Majidah S.Pd. (ist)

Oleh:
Nayla Majidah S.Pd
(IRT, Ibu dari 4 Orang anak)

Mewarnai bulan Ramadhan 2025, Polres Bontang dan seluruh jajarannya meningkatkan intensitas kegiatan baik preemtif, preventif maupun represif.

Pada Rabu malam (05/03/2025) Sat Samapta melaksanakan penertiban terhadap penjual minuman keras tanpa ijin. Kegiatan dipimpin oleh Kasat Samapta AKP Widodo menyasar kepada toko yang menjual miras tanpa ijin. 2 toko yang menjadi sasaran penertiban ditemukan 155 kaleng Miras berbagai merk yang dijual tanpa ijin yang sah.

Dari kedua lokasi ditemukan minuman beralkohol berbagai merek, termasuk Anggur Merah, Bir Bintang, Heineken, Vodka Iceland, dan Whisky.

Kapolres Bontang melalui Kasat Samapta AKP Widodo menyampaikan “Kami akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap pelanggaran yang dapat mengganggu ketertiban umum, termasuk peredaran minuman keras tanpa izin, selanjutnya akan diproses Tipiring,” ujar AKP Widodo.( https://www.instagram.com/polresbontang/p/DG1qO0Szrzq/.

Selama ini peredaran miras diatur melalui Perpres 74/2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol dan Permendag No. 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Peraturan BPOM No. 8 Tahun 2020 melarang peredaran minuman beralkohol secara daring.

Dengan demikian industri miras serta perdagangan eceran dan kaki lima miras boleh ada dan dilindungi UU, menurut peraturan yang sudah ada.

Industri dan perdagangan miras diklaim memberikan manfaat secara ekonomi, yakni berupa pendapatan negara.

Pada 2020, penerimaan cukai dari Etil Alkohol sebesar Rp 240 miliar dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) Rp 5,76 Triliun (Cnnindonesia.com, 02/03/2021).

Menurut Ekonom Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, kontribusi cukai dari miras sejatinya terus berkurang dari tahun ke tahun. Dari hitung-hitungan serapan tenaga kerja, jumlahnya juga tidak akan banyak karena industri ini bukan padat kerja seperti manufaktur lainnya (Cnnindonesia.com, 02/03/2021).

Jika manfaat berupa pendapatan itu ingin ditingkatkan, produksi dan konsumsi miras tentu harus meningkat. Masalahnya, peningkatan produksi dan konsumsi miras akan meningkatkan kerugian akibat konsumsi miras dalam berbagai bentuknya.

Miras Berbahaya dan Merugikan

WHO menyatakan, alkohol membunuh 3,3 juta orang di seluruh dunia setiap tahun. Angka kematian akibat konsumsi alkohol ini jauh di atas gabungan korban AIDS, TBC dan kekerasan. WHO menambahkan, alkohol mengakibatkan satu dari 20 kematian di dunia tiap tahun, setara satu kematian tiap 10 detik (Kompas.com, 12/5/2014).

Laporan WHO, sebanyak 3 juta orang di dunia meninggal akibat konsumsi alkohol pada 2016 lalu. Angka itu setara dengan 1 dari 20 kematian di dunia disebabkan oleh konsumsi alkohol (Cnnindonesia.com, 24/09/2018).

Konsumsi miras juga erat kaitannya dengan—bahkan memicu—tindak kejahatan dan kekerasan. Di negeri ini banyak fakta yang menegaskan konsumsi miras erat dengan kasus kejahatan, tidak terkecuali di Bontang.

Kasus terbaru di awal tahun 2025 ini saja sudah ada beberapa kejadian terkait konsumsi Miras ini. Seorang pemuda berinisial AZ (31) diamankan polisi setelah mengancam Ketua RT 20 Kelurahan Lok Tuan, Fadly, dalam kondisi mabuk. Insiden tersebut terjadi di Jalan Kapal Layar 5, Bontang, sekira pukul 16.00 WITA.

Kasus mabuk-mabukan juga di Jalan Cipto Mangunkusumo diantaranya:
Pada Selasa (28/1/2025) dini hari, lima remaja diamankan polisi saat mabuk-mabukan di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara.

Kelima remaja tersebut diamankan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polsek Bontang Utara, Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan dan Belimbing, serta Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Loktuan. Kelima remaja tersebut kemudian dibawa ke Polsubsektor Lok Tuan untuk diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Kasus pengeroyokan akibat mabuk
Pada Rabu (5/2/2025) sekitar pukul 02.00 WITA, lima pemuda diamankan Polsek Bontang Utara akibat melakukan pengeroyokan terhadap seorang karyawan swasta di Jalan MH Thamrin, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara. (https://www.google.com/search?client=firefox-b-d&q=mabuk+mabukan+%2B+bontang+2025)

Miras, Induk Kejahatan

Jauh-jauh hari, Islam telah memperingatkan bahwa miras mendatangkan banyak kemadaratan. Syaikh Ali ash-Shabuni dalam Tafsir Ayat al-Ahkam Min al-Qur’an mengatakan bahwa tidak pernah disebutkan sebab keharaman sesuatu melainkan dengan singkat. Namun, pengharaman khamr (miras) disebut secara terang-terangan dan rinci.

Allah SWT menyebut khamr (dan judi) bisa memunculkan permusuhan dan kebencian di antara orang beriman, memalingkan Mukmin dari mengingat Allah, melalaikan shalat. Allah SWT juga menyifati khamr dan judi dengan rijs[un] (kotor), perbuatan setan, dsb. Semua ini mengisyaratkan dampak buruk miras.

Miras tidak hanya merusak pribadi peminumnya. Miras juga berpotensi menciptakan kerusakan bagi orang lain. Mereka yang sudah tertutup akalnya oleh miras berpotensi melakukan beragam kejahatan, bermusuhan dengan saudaranya, mencuri, merampok, membunuh, memperkosa dan kejahatan lainnya. Pantas jika Nabi saw. menyebut khamr sebagai ummul khaba’its (induk dari segala kejahatan:

Khamr adalah biang kejahatan dan dosa yang paling besar. Siapa saja yang meminum khamr bisa berzina dengan ibunya, saudari ibunya dan saudari ayahnya (HR ath-Thabarani).

Islam dengan tegas mengharamkan segala macam miras. Allah SWT berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, sungguh (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala dan mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan setan. Karena itu jauhilah semua itu agar kalian mendapat keberuntungan (TQS al-Maidah [5]: 90).

Islam juga melarang total semua hal yang terkait dengan miras (khamr) mulai dari pabrik dan produsen miras, distributor, penjual hingga konsumen (peminumnya). Rasul saw. bersabda:

Rasulullah saw. telah melaknat terkait khamr sepuluh golongan: pemerasnya; yang minta diperaskan; peminumnya; pengantarnya, yang minta diantarkan khamr; penuangnya; penjualnya; yang menikmati harganya; pembelinya; dan yang minta dibelikan (HR at-Tirmidzi).

Islam menetapkan sanksi hukuman bagi orang yang meminum miras berupa cambukan 40 kali atau 80 kali. Ali bin Abi Thalib ra. menuturkan, “Rasulullah saw. mencambuk (peminum khamr) 40 kali, Abu Bakar mencambuk 40 kali, Umar mencambuk 80 kali. Masing-masing adalah sunnah. Ini adalah yang lebih aku sukai.” (HR Muslim).

Untuk pihak selain yang meminum khamr, maka sanksinya berupa sanksi ta’zir. Bentuk dan kadar sanksi itu diserahkan kepada Khalifah atau qadhi, sesuai ketentuan syariah. Tentu sanksi itu harus memberikan efek jera. Produsen dan pengedar khamr selayaknya dijatuhi sanksi yang lebih keras dari peminum khamr. Pasalnya, mereka menimbulkan bahaya yang lebih besar dan lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu miras haram dan harus dilarang secara total. Hal itu hanya bisa terealisir jika syariah Islam diterapkan secara kaffah.

WalLâh a’lam bi ash-shawâb.

PWI Bontang Bagi-Bagi Ratusan Takjil ke Pasien RSUD, Dirangkai Kajian THR

0
Anggota PWI Bontang saat bagi-bagi takjil di RSUD Taman Husada. (ist)

BONTANG – Pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang membagikan ratusan takjil dan nasi kotak, kepada pasien yang sedang dirawat di RSUD Taman Husada Bontang, Ahad (16/3/2025) sore.

Selain pasien, program yang diberi nama “Wartawan Berbagi Takjil” itu juga menyasar keluarga pasien, pengunjung, tenaga kesehatan (nakes), hingga pekerja yang bertugas di lingkungan rumah sakit pelat merah tersebut.

Ketua PWI Bontang, Suriadi Said, mengatakan program ini menjadi bagian dari program kerja organisasi di bulan suci Ramadan. Sebelum program ini terealisasi, PWI Bontang membuka donasi di internal organisasi hingga ke sejumlah relasi.

“Hasil donasi yang terhimpun cukup untuk menyediakan sekitar 300 takjil. Alhamdulillah seluruhnya telah kami salurkan. Terima kasih yang tak terhingga kepada para donatur. Semoga rezekinya dilipatgandakan dan dibalas dengan yang lebih baik oleh Allah SWT,” ucap Isur, sapaan akrabnya sembari mendoakan.

Dipilihnya RSUD Taman Husada sebagai lokasi sasaran pembagian takjil, sambung Isur, guna menyemangati pasien dan kelurga pasien agar segera diberi kesembuhan. Selain itu, juga bentuk dukungan terhadap para nakes yang tetap sigap melayani masyarakat di tengah kondisi yang sedang berpuasa.

“RSUD Taman Husada juga menjadi mitra strategis kami dalam menjalankan aktivitas jurnalistik. Semoga hubungan baik ini dapat terus terjalin dengan baik,” harapnya.

DIRANGKAI KAJIAN THR

Siang harinya sebelum pelaksanaan bagi-bagi takjil di rumah sakit, pengurus dan anggota PWI serta sejumlah insan pers di Bontang mengikuti kajian dengan tema THR, akronim dari Temukan Hikmah Ramadan.

Kajian dilaksanakan di Masjid Asy Syuhada, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, dengan menghadirkan narasumber Ustaz Maghfirudin yang juga salah satu mubalig dan praktisi pengobatan ala nabi (thibbun nabawi) di Kota taman.

Dai yang juga pendidik tersebut membeberkan beberapa hikmah yang terkandung di dalam ibadan puasa di bulan suci Ramadan. Mulai dari meningkatkan kualitas iman, melatih kesabaran, melatih keikhlasan, menahan diri dari perbuatan buruk, meningkatkan perekonomian, meningkatkan produktivitas kerja, meningkatkan jiwa kewirausahaan, hingga meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh.

“Semoga ilmu yang telah disampaikan narasumber dapat kita pahami dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Isur. (*)

Konselor di Klinik Laktasi RSUD Siap Bantu Permasalahan Ibu Menyusui!

0
Klinik Laktasi RSUD Bontang. (ist)

BONTANG – Konselor menyusui RSUD Taman Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha mengajak kepada para ibu di Kota Taman yang memiliki permasalahan menyusui, untuk datang ke klinik laktasi RSUD Taman Husada Bontang. Dengan bantuan konselor yang tersedia, akan membantu menyelesaikan permasalahan para ibu menyusui.

Dijelaskannya, dalam proses laktasi atau menyusui dari ibu kepada anaknya, memiliki banyak kasus pada saat setelah melahirkan. Di antaranya ASI tidak keluar, jumlah ASI sedikit hingga bayi menolak menyusui.

Banyak kendala pada ibu setelah melahirkan. Untuk itu dengan membuka klinik laktasi sebagai solusi dari permasalahan ibu dan bayi. Penanganannya pun dengan cara menggali permasalahan yang dialami ibu dan bayi lalu mencari solusinya.

“Perlu disampaikan pada ibu misalnya kecemasan, rasa sakit, panik adalah hal-hal yang dapat menurunkan produksi ASI. Dalam proses menyusui butuh juga dukungan dari keluarga seperti dukungan suami dan orang tua,” jelasnya.

Ia mengtakan, di klinik laktasi juga diberikan pemahaman ibu bayi dalam hal seputar menyusui.

Beberapa kasus berbeda-beda pada ibu dan bayi. Ada yang ibu baru anak pertama, ada pula yang pernah mengalami gagal ASI eksklusif pada anak sebelumnya.

“Idealnya pemberian ASI di awal itu ASI eksklusif selama enam bulan, kemudian dilanjutkan ASI dengan makanan pendamping sampai dua tahun. Saat sesi konseling kami juga mengevaluasi dan memberi masukan dengan cara melihat praktik si ibu saat menyusui,” ungkapnya.

“Masyarakat Bontang dapat terlayani dengan baik. Jangan sungkan untuk berkonsultasi pada klinik laktasi. Karena proses menyusui sangat sederhana namun memiliki efek jangka panjang demi kesehatan bayi. Kami hadir untuk memberikan edukasi, motivasi dan dukungan pelayanan ibu dan bayi terutama pada ibu menyusui. Inipun bagian dari dukungan pada program pemerintah untuk mencegah stunting, karena pemberian ASI merupakan bagian dari progam tersebut,” pungkasnya. (adv)

Editor: Yusva Alam

13 Hari Tak Keluar Rumah, Pria Ditemukan Meninggal Membusuk Dalam Kamar

0
13 Hari Tak Keluar Rumah, Pria Ditemukan Meninggal Membusuk Dalam Kamar
Penemuan mayat yang sudah membusuk di Bontang Kuala, Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Ditemukan mayat seorang pria berinisial UU (48), di Jalan Kapten Piere Tendean, RT.19, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Minggu (16/3/2025), sekitar pukul 15.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kapolsek Bontang Utara, Iptu Lukito mengatakan bahwa, mayat pria itu ditemukan di dalam rumahnya.

Dari saksi yang telah menemukan mayat tersebut, awalnya mencium bau busuk dari sebuah rumah, yakni rumah UU.

Sehingga, saksi yang berada di lokasi langsung memanggil beberapa warga sekitar, untuk membantu membuka pintu rumah UU yang tertutup.

“Saat pintu rumah dibuka warga, ditemukan korban sudah meninggal dunia dengan posisi tertelungkup di dalam kamarnya. Kondisi mayat tersebut pun sudah membusuk, bahkan menghitam,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Diketahui, UU tidak keluar rumahnya terhitung sejak 13 hari yang lalu. Dari keterangan warga sekitar, jika UU pun tak sedang dalam keadaan sakit. Keluarganya pun menerangkan kalau UU tidak menderita penyakit bawaan.

Dari keterangan keluarga pun turut menyatakan, bahwa UU sedang mengalami gangguan kesehatan jiwa (depresi ringan). Terlebih lagi, UU juga tinggal seorang diri di rumahnya tersebut.

“Tadi pas pukul 17.23 Wita, korban langsung dibawa ke RSUD Taman Husada, untuk dilakukan visum. Dari pihak keluarga pun tak merasa keberatan,” ungkapnya.

Setelah dibawa ke RSUD Taman Husada untuk dilakukan visum, nantinya korban langsung akan dimakamkan di pemakaman Bontang Kuala.

“Kami masih menelusuri kematian korban, jadi untuk saat ini hanya ini saja informasi yang dapat disampaikan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Intensitas Hujan Tinggi, Jalan HM Ardan Kembali Terendam

0
Intensitas Hujan Tinggi, Jalan HM Ardan Kembali Terendam
Banjir di wilayah Satimpo, tepat di depan Pesantren Baitul Qur'an. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Hujan deras dengan intensitas tinggi kembali mengguyur kota Bontang beberapa hari terakhir. Beberapa wilayah mulai terjadi banjir seperti di Jalan HM Ardan, Kelurahan Satimpo, Minggu (16/03/2025) malam.

Salah satu warga, Ola yang merupakan warga RT 23 pemilik salah satu toko sembako disana, mengatakan bahwa rumahnya kerap kemasukan air banjir setahun belakangan. Hal tersebut sering kali menjadikan mereka was-was saat hujan mulai turun dengan deras.

Meskipun air tidak akan menggenang dalam waktu yang lama, mereka tetap harus terjaga jika malam hari hujan turun.

“Dua atau tiga jam surut, tapi was-was karena siapa tahu tengah malam hujan pasti kita terbangun, takut air masuk” katanya

Sama halnya dengan Syifa yang merupakan penjual buah potong di daerah tersebut menjelaskan, bahwa di wilayahnya air sangat cepat naik. Adapun posisi rumah yang dipinggir jalan menjadi tambahan masalah, lantaran sering mendapatkan tambahan air yang masuk ke rumah dari pengendara yang melewati genangan dengan kencang.

“Motor atau mobil kalau laju bikin gelombang, akhirnya air masuk ke rumah lagi, jadi kami jaga supaya dari jauh mereka tidak kencang,” pungkasnya.

Meskipun begitu, ia mengetahui pada tahun ini perbaikan drainase akan dilaksanakan, ia berharap realisasinya akan cepat dilaksanakan melihat hujan yang belakang mulai mengguyur Bontang hampir setiap hari.

Dari pantauan redaksi, hujan sudah mulai menutupi beberapa titik rawan sehingga menyebabkan banjir.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Informasi Terkait Kesehatan Mental yang Perlu Diketahui Warga Bontang!

0
Ilustrasi Kesehatan mental. (ist)

BONTANG – Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSUD Taman Husada Bontang, dr Dewi Maharni, M.Sc, Sp.KJ memiliki informasi penting terkait Kesehatan mental yang perlu diketahui masyarakat Bontang.

“Masih banyak stigma di luar sana yang menganggap apabila berobat ke dokter jiwa dianggap ‘gila’. Banyak sih yang mengalami gangguan jiwa ringan seperti gangguan tidur dan kecemasan, yang masih menolak untuk diperiksa,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa gangguan jiwa ringan, sedang dan berat memiliki beberapa gejala dan permasalahan masing-masing yang dapat mengganggu aktifitas kehidupan sehari-hari.

“Gejalanya ada berbagai macam dalam mengganggu kehidupan sehari-hari, yang juga bisa berdampak pada kondisi kesehatan fisik. Pada gangguan jiwa berat seseorang bahkan sampai tidak bisa membedakan antara kenyataan dan imajinasinya. Bahkan juga mengalami halusinasi dan ilusi. Sehingga fungsi peran seseorang dalam kehidupan sehari-harinya menurun, atau tidak berfungsi seperti sebelum mengalami gangguan,” jelasnya.

Klinik psikiatri diharapkan dapat menjadi pelayanan kejiwaan yang baik, dengan memberikan pelayanan kepada semua lapisan masyarakat.

“Harapannya masyarakat jangan lagi terstigma sehingga takut dan malu untuk berobat di klinik psikiatri atau kejiwaan,” terangnya. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Siap Edarkan 14 Poket Sabu, Pengedar Berhasil Diamankan Polisi

0
Tersangka Na (37) beserta barang bukti telah diamankan Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Tim Sat Resnarkoba Polres Bontang berhasil mengamankan seorang pria berinisial Na (37), lantaran kedapatan mengedarkan narkotika jenis sabu, Jumat (14/03/2025).

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan mengatakan bahwa, sekitar pukul 23.00 Wita, tepat di Jalan Pelabuhan 1, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, petugas berhasil mengamankan Na yang sedang menggenggam 14 poket sabu siap edar, dengan berat 7,81 gram.

“Adanya informasi jika tempat tersebut seringkali dijadikan transaksi sabu, maka petugas langsung bergegas mendatangi lokasi, dan mendapati seorang dengan gerak-gerik mencurigakan, langsung kami amankan,” ucapnya.

Polisi selain menyita 14 paket sabu dengan total berat 7,81 gram, adapun barang bukti lainnya, berupa sebuah dompet hitam, uang tunai sebesar Rp1.590.000 ribu, satu unit sepeda motor Yamaha Mio, beserta dengan satu unit handphone merek Vivo.

“Saat ditangkap, terduga sempat membuang dompet kecil tersebut, yang berisikan sabu,” paparnya.

Sehingga untuk saat ini, terduga beserta dengan barang bukti telah diamankan di Polres Bontang, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Waspada! BMKG Provinsi Prediksi Air Pasang dan Curah Hujan Tinggi saat Idulfitri 1446 H

0
Waspada! BMKG Provinsi Prediksi Air Pasang dan Curah Hujan Tinggi saat Idulfitri 1446 H
Banjir yang terjadi di Jalan A. Yani. (Dwi/Radarbontang)

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang akan melakukan antisipasi, terkait prediksi cuaca selama libur Idulfitri 1446 Hijriah.

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Eko Mashudi menjelaskan, berdasarkan informasi yang didapatkan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi, pada tanggal 30 dan 31 Maret, air pasang akan sangat tinggi, begitu juga dengan curah hujannya.

“Tidak hanya di Bontang, ini prediksi akan terjadi se-Kaltim,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, menurut topografi, Kota Bontang merupakan cekungan, jangan sampai saat air pasang kemudian air hujan mengalir dari hulu menuju muara malah tertahan di kota.

Untuk itu ia berharap drainase-drainase yang telah diperbaiki oleh Pemerintah Kota Bontang, sudah benar-benar berfungsi dengan baik. Mengingat beberapa titik di Kota Bontang masih tinggi jika terjadi hujan dan pasang air.

Selanjutnya, pihaknya akan memberi himbauan banjir terutama pada beberapa wilayah yang rawan, seperti di wilayah Kelurahan Api-api dan Kelurahan Guntung. Untuk itu mereka akan memberitahukan pihak kelurahan maupun RT, untuk antisipasi adanya banjir pada tanggal tersebut.

“Kayak di belakang X toys dan banyak titik di Guntung, karena beberapa tahun lalu kan sempat ada banjir besar di Bontang,” ujarnya.

Mereka juga melakukan pelibatan relawan-relawan untuk melakukan sosialisasi secara menyeluruh, sehingga tiap-tiap daerah yang rawan bisa mendapatkan informasi tersebut dengan menyeluruh.

Sebelumnya, BPBD juga telah melakukan mitigasi pengamanan, kepada para wisatawan yang akan menyeberang menuju Pulau Beras Basah. Mengingat cuaca yang diprediksi akan mengalami air pasang serta curah hujan yang tinggi.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam