Beranda blog Halaman 649

Juara 1 Lomba Mancing Mania Satimpo Sukses Pancing Lele 5,6 Kilogram

0
Juara 1 Lomba Mancing Mania Satimpo Sukses Pancing Lele 5,6 Kilogram
Kegiatan Lomba Mancing Kelurahan Satimpo. (Dok.Satimpo)

BONTANG – Kelurahan Satimpo menggelar Lomba Mancing Mania Ikan Lele dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-24 Kota Bontang. Kegiatan ini dilakukan di Sungai RT 21, Kelurahan Satimpo, Sabtu (04/11/23).

Lurah Satimpo, Maryono mengatakan, pada awalnya pihaknya hanya menyediakan kuota lomba sebanyak 300 peserta, namun karena antusias warga, kuota peserta ditambahkan.

“300 formulir sudah habis dalam waktu dua jam, jadi kami tambah 100 kuota lagi. Itu juga masih ada yang minat ikut,” jelasnya.

Tidak ada pungutan biaya untuk registrasi pendaftaran lomba. Selain itu, peserta tidak hanya berasal dari Satimpo, namun seluruh masyarakat Bontang ikut berpartisipasi dalam lomba ini.

Adapun ikan yang disediakan mencapai 350 kilogram, dengan hadiah uang tunai mencapai Rp 21 juta. Pemenang dibagi menjadi juara 1,2, 3, harapan 1,2, dan 3.

“Ada 24 ekor Ikan bertanda khusus sebagai jackpot, hadiahnya Rp 250 ribu per ekor,” ujarnya.

Adapun kategori pemenang yakni yang  memperoleh banyak ikan dan memiliki timbangan paling berat. Diketahui, juara pertama berhasil mendapatkan ikan lele seberat 5,6 kilogram.

Ia berharap event seperti ini akan dijadikan kegiatan rutin Kelurahan Satimpo untuk memperingati hari-hari tertentu. Namun, sungai tersebut tetap boleh digunakan gratis oleh masyarakat.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

RSUD Terus Lengkapi Dokter Spesialis, Pasien Tak Perlu Berobat Keluar Bontang ke Depannya

0
RSUD Terus Lengkapi Dokter Spesialis, Pasien Tak Perlu Berobat Keluar Bontang ke Depannya
Ruang pemeriksaan salah satu dokter spesialis di RSUD Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada memiliki 32 orang dokter spesialis dan satu dokter sub spesialis. Ini untuk menunjang dalam pelayanan di RSUD Bontang.

Kabid Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu, dr Tri Ratna Paramita menjelaskan, RSUD Taman Husada Kota Bontang saat ini memiliki sebanyak 32 dokter spesialis dan satu dokter sub spesialis dalam pelayanan pasien di rumah sakit.

“Ada tiga orang dokter spesialis yang masih sekolah (pendidikan) sambil sub spesialis lagi,” jelas dr Tri Ratna Paramita beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan sesuai dengan Permenkes standar Rumah Sakit dilihat berdasarkan jumlah tempat tidur yang telah memenuhi standar rumah sakit tipe B.

“Kalau dari standar RS kami sudah terpenuhi tipe B sesuai dengan kriteria tempat tidur. Jadi untuk kriteria RS kami sudah terpenuhi. Tapi masih ada dokter spesialis yang belum dimiliki. Saat ini dokter masih melaksanakan pendidikan,” katanya.

Harapannya ke depannya, ada keterpenuhan berbagai jenis spesialisasi dan sub spesialisasi, agar pasien bisa berobat di RSUD Bontang dan tidak lagi berobat ke luar daerah Bontang.

“Nanti ada pemenuhan berbagai spesialisasi dan sub spesialisasi dalam beberapa tahun ke depan, agar masyarakat tidak jauh-jauh berobat keluar daerah,” ungkapnya.

Sebagai RS rujukan, RSUD Bontang juga harus melengkapi dokter spesialis dan sarana pemeriksaan lainnya secara bertahap. (adv/yah)

RSUD Bontang Raih Penghargaan BAPETEN 2023

0
RSUD Bontang Raih Penghargaan BAPETEN 2023
Penghargaan Anugerah BAPETEN 2023. (ist)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang mendapatkan penghargaan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) 2023. Anugerah  BAPETEN 2023 diberikan kepada 200 Rumah Sakit atau pelayanan kesehatan (Yankes) seluruh Indonesia.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, Sp.JP menjelaskan, bahwa penghargaan diberikan pada kategori anugerah yang diberikan nilai A pada fasilitas kesehatan dengan ‘Keselamatan dan Keamanan pada Kegiatan Radiologi Diagnostik dan Intervensional’.

Penilaian ini diberikan setelah mengevaluasi instalasi radiologi dan instalasi kateterisasi jantung di RSUD Taman Husada Bontang.

“Pemberian anugerah yang disampaikan secara online, tentunya memberikan kebanggaan bagi kami pihak RS dan masyarakat Bontang pada umumnya. Mengingat pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat tentunya harus mengutamakan keamanan dan keselamatan, apalagi fasilitas terkait dalam kegiatan radiasi dan zat radioaktif,” terang Direktur RSUD dr Suhardi, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, dr Suhardi mengatakan, RSUD Taman Husada Bontang berusaha menjamin dan menjaga mutu layanan kesehatan yang aman dan terbaik untuk masyarakat Bontang dan sekitarnya.

“Penghargaan ini sebagai penyemangat kami dalam melayani masyarakat kota Bontang dan sekitarnya, serta semakin lebih baik dalam memberikan pelayanan yang aman baik untuk pasien maupun pemberi layanan kesehatan, termasuk Tenaga Kesehatan (Nakes),” lanjutnya.

Selain itu, penghargaan diberikan kepada RSUD Bontang dengan instalasi kateterisasi jantung sebagai salah satu unit yang dinilai dari penghargaan BAPETEN. Di mana saat ini telah melayani pasien pengguna jaminan BPJS Kesehatan.

“Tentunya dengan adanya penghargaan ini akan semakin menambah kepercayaan masyarakat terhadap layanan unggulan yang kebetulan hanya ada satu-satunya di kota Bontang ini. RSUD akan terus melayani,” pungkasnya. (adv/yah)

RSUD Bontang Gelar Apel Persiapan HUT ke-21

0
RSUD Bontang Gelar Apel Persiapan HUT ke-21
Apel persiapan HUT ke-21 RSUD Taman Husada. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang melaksanakan apel persiapan HUT ke-21 RSUD Bontang, Senin (6/11/2023), bertempat di halaman RSUD Bontang. HUT ke-21 RSUD Taman Husada rencananya akan dilaksanakan pada 12 November 2023.

Kepala Bagian Hukum, Kehumasan dan Kerjasama RSUD Taman Husada Kota Bontang, Syariful Rahman mengatakan, pelaksanaan apel untuk melaksanakan kesiapan staf dan pegawai RSUD dalam pelaksanaan HUT ke-21 RSUD. Ia menyebutkan, pelaksanaan puncak HUT ke-21 RSUD Bontang akan dilaksanakan pekan depan.

“Kami melaksanakan apel pelaksanaan persiapan HUT ke-21 RSUD untuk memastikan kegiatan pelaksanaan,” kata Syariful Rahman, Senin (6/11/2023).

Lanjut Syariful, saat apel tersebut direktur rumah sakit memberikan arahan agar para staf dan pegawai mempersiapkan HUT ke-21 secara maksimal.

“Arahannya tadi direktur untuk mempersiapkan HUT ke-21 dengan baik dan persiapan matang,” katanya.

Ia juga menambahkan, selain memberikan arahan terkait HUT ke-21, Direktur RSUD juga memberikan arahan untuk peningkatan pelayanan di RSUD Taman Husada dengan motto dan tata nilai CERIA.

“Tadi juga diarahkan untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat dengan moto dan tata nilai RSUD Bontang yakni Cepat, Efisien, Ramah, Inovatif dan Aman (CERIA),” ungkapnya. (adv/yah)

Tingkatkan Pelayanan, Klinik Syaraf RSUD Bontang Datangkan Alat Terbaru

0
Tingkatkan Pelayanan, Klinik Syaraf RSUD Bontang Datangkan Alat Terbaru
Ilustrasi alat EEG. (ist)

BONTANG – Guna meningkatkan pelayanan kepada para pasien, klinik syaraf RSUD Taman Husada mendatangkan alat baru. Alat terbaru tersebut yaitu alat pemeriksaan Electroencefalografi (EEG).

EEG berfungsi untuk melihat gelombang otak dan pemeriksaan kognitif dengan komputerisasi, untuk mengetahui fungsi otak pada gangguan memori.

Selain EEG, rencannya RSUD Bontang di akhir tahun ini juga akan segera melayani pemeriksaan EMG (ElectroMyoGrafi) untuk pemeriksaan saraf tepi.

Dokter Spesialis Saraf atau Neurologi, dr Atika Ridwan, Sp.N menjelaskan, bahwa tahun depan RSUD Bontang juga berencana ada alat baru yang akan melengkapi klinik saraf yaitu TMS (Trans Magnetik Stimulasi) untuk melatih fungsi otak yang terganggu dengan gelombang magnet yang biasanya digunakan untuk pasien stroke, depresi, insomnia, bahkan untuk nyeri.

Ia juga mengharapkan klinik saraf RSUD Bontang tetap bisa melayani masyarakat dari semua pasien mulai dari pasien umum dan BPJS.

“Ya klinik saraf melayani pasien umum, BPJS, maupun asuransi lainnya yang bekerja sama dengan RSUD Taman Husada. 80 persen pasien yang kami layani adalah pasien BPJS,” urainya.

“Harapan kami agar klinik saraf dapat berkembang lebih jauh lagi dengan alat yang lebih canggih dan SDM yang lebih terlatih untuk membantu kesembuhan pasien dengan gangguan saraf khususnya di Kota Bontang. Saat ini penanganan ilmu penyakit Neurologi sudah berkembang sangat pesat  utamanya dalam pelayanan penyakit stroke,” pungkasnya. (adv/yah)

Wisatawan Samarinda Meninggal Tenggelam di Beras Basah

0
Wisatawan Samarinda Meninggal Tenggelam di Beras Basah
Seorang pria asal Samarinda dinyatakan meninggal dunia usai tenggelam di Pulau Beras Basah. (Dwi).

BONTANG – Seorang pria berinisial CIA (27) yang berasal dari Samarinda dinyatakan meninggal dunia di Pulau Beras Basah pada pukul 08.30 Wita, Minggu (05/11/2023). CIA meninggal dalam kondisi tenggelam.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Polairud, Iptu Khairul Umam menyatakan, sekira pukul 03.00 Wita korban bersama dengan 26 teman-temannya yang asal Samarinda akan berekreasi ke Beras Basah. Sekira pukul 08.30 Wita mereka melakukan snorkling serta berenang bersama.

“Dari keterangan para saksi, awalnya melihat korban berjalan di pinggir pantai. Lalu saksi snorkling dan menemukan korban sudah dalam keadaan tenggelam,” ucapnya.

Setelah itu, saksi membawa korban ke permukaan, serta sempat memberikan pertolongan pertama pada korban.

“BPBD datang dan membawa korban ke Rumah Sakit Amalia Bontang,” paparnya.

Sekitar pukul 09.55 Wita, korban CIA (27) dinyatakan meninggal.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Pengukuran Keberhasilan Program Wolbachia 2 Tahun Mendatang

0
Pengukuran Keberhasilan Program Wolbachia 2 Tahun Mendatang
Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Adi Permana. (Yusva Alam)

BONTANG – Hasil pengukuran keberhasilan Program Nyamuk Wolbachia akan dilakukan sekira 2 tahun mendatang. Pasca launching tanggal 5 September 2023 lalu, saat ini program wolbachia masih dalam proses pengaplikasian.

Hal itu diungkapkan oleh Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Adi Permana beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, program ini nantinya akan seperti di wilayah Jogja yang sudah berhasil menerapkan wolbachia. Saat ini di Jogja populasi nyamuk wolbachia hampir 100 persen. Karenanya kasus DBD di daerah isitimewa tersebut menurun drastis.

Nantinya di Bontang, setelah dievaluasi jika nyamuk wolbachia sudah sekira 60 persen, maka program ini akan berjalan dengan sendirinya. Nyamuk Wolbachia yang ada akan terus beranak pinak.

“Nanti kita ukur sekira 2 tahunan lagi. Berhasil atau tidaknya program ini di Bontang. Kalau bisa di angka 100 persen, maka tidak ada lagi yang menularkan Demam Berdarah Dengue (DBD),” ungkapnya.

Ditambahkannya. Kalau populasi Nyamuk Wolbachia bisa menyentuh angka 100 persen, maka populasi Nyamuk Aedes Aegpty akan habis. Lantaran nyamuk-nyamuk wolbachia ini akan mengawani nyamuk aedes aegpty, dan anak keturunan yang dihasilkan adalah nyamuk wolbachia yang tidak bisa menularkan DBD.

“Tidak akan ada lagi DBD di Bontang. Kecuali kalau ada orang dari luar Bontang datang. Tapi itu pun hanya yang bersangkutan yang akan sakit, tidak dapat menularkan ke orang lain, karena nyamuk aedes aegpty sudah tidak ada lagi,” pungkasnya. (al)

Program Wolbachia Bakal Merata di Seluruh Wilayah Bontang

0
Program Wolbachia Bakal Merata di Seluruh Wilayah Bontang
Ilustrasi program wolbachia. (ist)

BONTANG – Pasca dilaunching 5 September 2023 lalu, program inovasi Nyamuk Wolbachia di Bontang saat ini baru disebarkan di wilayah Kecamatan Bontang Utara. Ke depannya, program wolbachia akan merata di seluruh wilayah Bontang.

Hal itu diungkapkan Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Adi Permana.

Adi menjelaskan, bahwa program wolbachia ini dijalankan dengan meletakkan ember-ember berisi telur-telur nyamuk wolbachia di rumah-rumah yang telah terpilih. Pemilihan rumah pun tidak asal-asalan, lantaran ada beberapa syarat yaitu, di dalam rumah tidak terdapat anak-anak dan lansia.

“Pemilihan tempatnya pun yang teduh, tidak terkena langsung sinar matahari, dan tidak bersemut. Kemudian posisinya pun berukuran 75 x 75 meter agar merata penyebarannya,” ujarnya.

Dikatakannya, kemungkinan di Desember 2023 mendatang, giliran Kecamatan Bontang Barat dan Selatan yang akan menjalani program ini. Tidak terkecuali di kantor-kantor dan perusahaan juga akan dipasang ember-ember berisi telur nyamuk wolbachia.

Dengan meratanya program ini dijalankan di seluruh wilayah, diharapkan penyebaran nyamuk-nyamuk wolbachia yang dihasilkan dari aplikasi ember-ember tersebut akan merata di seluruh wilayah Bontang.

Nyamuk-nyamuk wolbachia ini secara perlahan tapi pasti akan menghabisi populasi Nyamuk Aedes Aegpty penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Nyamuk jantan wolbachia akan mengawani nyamuk betina lokal, anak keturunannya nyamuk wolbachia. Sedangkan nyamuk betina wolbachia dibuat agar tidak bisa bertelur. Hasil dari program ini populasi aedes agypty akan habis berganti dengan Nyamuk Wolbachia yang tidak menyebabkan penyakit apapun,” bebernya. (al)

Persiapan Upacara HKN ke-59, Dinkes Gelar Rapat Lintas Sektor

0
Persiapan Upacara HKN ke-59, Dinkes Gelar Rapat Lintas Sektor
Rapat persiapan upacara HKN ke-59 di Ruang Rapat Asisten II. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang tengah mengadakan persiapan kegiatan upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59. Rencananya upacara ini akan diadakan pada Senin (13/11/2023) mendatang.

Koordinator Seksi Upacara HKN, Nur Ilham menjelaskan, untuk persiapan upacara ini pihaknya mengadakan rapat lintas sektor, Senin (6/11/2023) di Ruang Rapat Asisten II, lantai 3, Bontang Lestari. Dalam rapat ini mengundang OPD terkait, TNI/Polri, dan bidang-bidang kesehatan yang lain.

“Dari hasil rapat itu diputuskan, upacara akan dilaksanakan pada tanggal 13 November. Pasalnya, HKN yang diperingati setiap tanggal 12 November, jatuh di hari Minggu. Sehingga tidak mungkin dilaksanakan,” bebernya usai rapat berlangsung.

Dikatakannya, hasil rapat ini sudah final. Pihaknya tinggal eksekusi di lapangan dan membuat undangan. Namun begitu terdapat usulan untuk menyelipkan penyerahan penghargaan atau hasil lomba-lomba di bidang kesehatan.

“Usulan itu kami tampung. Akan kami rapatkan dengan tim di internal dinkes,” ujarnya.

Upacara yang akan berlangsung di Halaman DPMPTSP tersebut, akan mengundang TNI/Polri, OPD di luar dinkes, puskesmas dan rumah sakit, serta beberapa perwakilan sekolah SMA. (al/adv)

70 Peserta Bersaing di Kontes Modifikasi Mobil dan Motor

0
70 Peserta Bersaing di Kontes Modifikasi Mobil dan Motor
Najirah, Wakil Wali Kota Bontang saat melihat beberapa motor contest Bontang. (dwi).

BONTANG – Kegiatan meet up sekaligus contest modifikasi mobil dan motor yang diselenggarakan oleh pengurus Cabang Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bontang, berlangsung di Halaman Parkir Bontang Citimall, Sabtu (04/11/2023).

Melalui kegiatan ini, memiliki wadah yang sangat baik untuk mengembangkan bakat dan minat dalam dunia otomotif. Organisasi ini juga membantu untuk terus belajar, bertukar pengalaman, serta meningkatkan pengetahuan terkait modifikasi kendaraan.

Najirah, Wakil Wali Kota Bontang menyampaikan, Ini adalah salah satu bukti bahwa Bontang memiliki potensi besar dalam industri otomotif dan modifikasi. Kegiatan ini juga menjadi salah satu kegiatan yang sangat positif, terutama untuk anak muda Kota Bontang.

“Acara seperti ini memang sangat penting dalam mempererat tali silaturahmi, dan juga memajukan industri modifikasi otomotif di Kota Bontang,” ucapnya.

Modifikasi kendaraan merupakan salah satu bentuk ekspresi dari para pencinta otomotif, dan di Kota Bontang otomotif telah banyak penggemarnya. Kreativitas yang telah ditunjukkan oleh para peserta Auto Contest Club Bontang dalam memodifikasi kendaraan mereka.

“Saya berharap, IMI cabang Bontang akan terus berkembang dan menjadi wadah yang semakin kuat bagi para pencinta otomotif,” paparnya.

Acara seperti ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk mempromosikan keselamatan berlalu lintas. Kita semua tahu betapa pentingnya keselamatan dalam berkendara, terlebih lagi ketika kita memiliki kendaraan yang telah dimodifikasi.

“Saya ingin mengingatkan kepada semua peserta dan pengunjung untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan diri dan juga orang lain, serta menjaga ketertiban dalam berkendara,” ungkapnya.

Dana Saputra, Ketua Panitia menjelaskan, bahwa kegiatan contest ini berlangsung selama dua hari. Lomba tersebut dinilai dari 3 sektor, dan setiap penilaian pun berbeda-beda.

“Untuk peserta ada 70, yang mobil 16 peserta dan sisanya motor. Pengumuman juara pun malam ini, besoknya baru kegiatan foto contest,” bebernya.

Saputra juga berharap bisa memberikan nilai positif pada masyarakat, bahwa sebuah komunitas itu bukan yang dipandang negatif, bisa memberi nilai kreatif anak muda Bontang, serta bisa lebih maju.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam