Beranda blog Halaman 648

Terapkan Sistem Kluster Agar Pasien Tak Perlu Lama Antre

0
Terapkan Sistem Kluster Agar Pasien Tak Perlu Lama Antre
Kabid Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Bontang, dr Tri Ratna Paramita. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang menggunakan sistem kluster atau pengelompokan pasien untuk beberapa poli klinik yang tersedia. Hal ini demi memudahkan pasien, agar tidak perlu mengantre lama pasca mendaftar online.

“Dalam rangka efektivitas pelayanan dan meminimalisir banyaknya antrean. Untuk memberikan kepastian layanan yang sesuai dengan waktu jam pelayanan sesuai pendaftaran,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada Bontang, dr Tri Ratna Paramita.

Ditambahkannya, saat ini ada klinik saraf dan tiga klinik lainnya yang telah melakukan klaster untuk pasien pada saat pemeriksaan. Pengelompokan waktu pelayanan ini sesuai dengan waktu pendaftaran, dan jam pelayanan dengan dikelompokkan dalam satu waktu.

“Yang sudah melakukan klaster ada klinik saraf. Ketika melakukan pendaftaran online maka sudah otomatis akan mendapatkan nomor dan waktu kedatangan,” jelasnya.

Selain itu, tiga klinik lainnya yakni klinik anak, klinik penyakit dalam, dan klinik paru telah melakukan klaster atau pengelompokan dimulai sejak 8 November 2023.

“Per tanggal, jadwal sesuai dengan waktu jam pengelompokannya. Pasien yang datang sesuai dengan jam layanannya, apabila pasien datang tidak sesuai jam pelayanan maka tidak dilayani. Harapannya pasien datang sesuai dengan jam pelayanan agar tidak menunggu lama,” terang dr Mitha.

Pengklasteran atau pengelompokan pasien ini baru dilaksanakan RSUD pada Agustus lalu, dan berlanjut pada November ini pada beberapa klinik.

“Harapan ke depannya bisa berurutan dengan pasien-pasien klinik lainnya, agar mengurangi antrean di ruang tunggu dan mengurangi penularan penyakit melalui airborne atau udara. Pasien bisa datang paling cepat 30 menit sebelum jadwal pelayanan yang tertera pada saat booking pendaftaran,” pungkasnya. (adv/yah)

Dorong Kemandirian Petani, Program Makmur Pupuk Kaltim Dongkrak Hasil Padi Pinrang hingga 9,1 Ton Per Hektare

0

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Makmur kembali berhasil mendorong produktivitas hasil pertanian masyarakat, khususnya komoditas padi di Kecamatan Campa Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan. Keberhasilan ini ditandai panen raya padi oleh Manajemen Pupuk Kaltim bersama perwakilan Pemkab Pinrang, pada 23 Oktober 2023.

PM Agrosolution Pupuk Kaltim Yusva Sulistyo, mengatakan pada program Makmur kali ini Pupuk Kaltim menggandeng Kelompok Tani Mattirowalie Kecamatan Campa, dengan luasan lahan mencapai 1.200 Hektare (Ha).

Program ini telah berjalan sejak 2022 lalu, dengan kenaikan hasil panen sebesar 2,5 ton per Ha, atau total mencapai 9,1 ton per Ha, dari sebelumnya maksimal 6,5 ton per Ha. Hasil tersebut didapatkan dengan pengukuran ubinan seluas 2,5 x 2,5 meter persegi, dengan hasil rata-rata 6,5 Kilogram (Kg).

“Program ini didampingi langsung tim agrosolution Pupuk Kaltim, dengan pengaplikasian produk unggulan seperti NPK Pelangi 20-10-10, Pupuk Hayati Ecofert dan Biodekomposer Biodex hasil produksi Pupuk Kaltim,” ujar Yusva, Senin (30/10/2023).

Menurut Yusva, sejak berjalan mulai tahun lalu, kenaikan hasil produksi padi program Makmur di Kecamatan Campa menunjukkan kenaikan signifikan, diawali panen tahap awal sebesar 8 ton per Ha. Jumlah itu terus meningkat seiring pengembangan program, hingga pada sesi panen kali ini mampu mencapai 9,1 ton per Ha.

Hal ini menjadi bukti program Makmur mampu mendorong produktivitas hasil komoditas, dengan menerapkan sistem pertanian terintegrasi dan tata kelola lahan secara benar menggunakan pupuk non subsidi.

“Ini menjadi tujuan utama program Makmur dilaksanakan, dimana hasil pertanian masyarakat mampu ditingkatkan secara optimal, sehingga berdampak terhadap kesejahteraan petani,” lanjut Yusva.

Dijelaskan Yusva, Program Makmur juga digagas untuk mendorong peningkatan penggunaan pupuk non subsidi oleh petani, guna mengurangi ketergantungan akan pupuk subsidi dengan target lahan yang jauh lebih produktif. Hal ini didukung berbagai produk unggulan Pupuk Kaltim yang telah teruji cocok dengan beragam jenis tanaman dan karakteristik lahan, seperti Urea Daun Buah, NPK Pelangi serta produk hayati Biodex dan Ecofert.

Sejalan dengan itu, Program Makmur pun tidak sekadar upaya meningkatkan kapasitas produksi, tapi juga mendorong penguatan kemandirian petani yang dilibatkan dalam satu ekosistem bisnis pertanian seperti off taker, distributor pupuk, penyedia benih dan pestisida, Dinas Pertanian Daerah, serta lembaga keuangan dan asuransi. Sehingga petani tidak hanya terbantu dari sisi produktivitas, namun juga memberikan kepastian pembelian hasil pasca panen hingga antisipasi kerugian akibat gagal panen.

“Dari upaya tersebut, kemandirian petani dapat terwujud dan diperkuat melalui satu ekosistem bisnis pertanian yang saling terhubung, dan kedepannya diharap mampu mendorong kesejahteraan. Hal inilah yang terus dikembangkan Pupuk Kaltim di berbagai daerah guna membantu petani Indonesia,” tambah Yusva.

Bupati Pinrang melalui Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Nuraini, mengapresiasi program Makmur yang dikembangkan Pupuk Kaltim untuk membantu petani dengan mendorong produktivitas hasil pertanian di daerahnya. Dikatakan Nuraini, masyarakat Kabupaten Pinrang mayoritas berprofesi sebagai petani terutama padi, dengan luas sawah produktif mencapai 50.000 Ha. Total lahan tersebut merupakan salah satu terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga adanya program Makmur Pupuk Kaltim diharap semakin membantu petani meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian.

“Sekitar 80 persen warga Kabupaten Pinrang merupakan petani, dan program Makmur menunjukkan hasil memuaskan dalam membantu petani kami meningkatkan kesejahteraan untuk mencapai kemandirian,” ucap Nuraini.

Dirinya pun mengimbau petani Pinrang khususnya di Kecamatan Campa mulai membiasakan diri menggunakan pupuk non subsidi, melihat hasil nyata yang didapatkan pada program Makmur Pupuk Kaltim dengan kenaikan produksi cukup signifikan. Jika upaya ini terus dikembangkan, dirinya yakin petani Pinrang akan semakin sejahtera dengan hasil panen yang sangat memuaskan.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang telah membantu dan mendampingi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian padi Pinrang, khususnya di Kecamatan Campa. Kami harap ini bisa menjadi dorongan bagi petani untuk tidak ragu menggunakan pupuk non subsidi,” tandas Nuraini.

Ketua Kelompok Tani Mattirowalie Said Gatta, pun mengaku sangat terbantu dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, karena terbukti berdampak langsung terhadap peningkatan produksi padi yang dikelola anggota kelompok tani. Dirinya pun berharap program Makmur dapat terus diperluas Pupuk Kaltim, sehingga makin banyak petani yang bisa terbantu untuk mendapakan hasil lebih maksimal.

“Program Makmur jelas sangat bermanfaat bagi petani, karena terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 20 persen dari sebelumnya. Kami pun berharap program ini semakin diperluas, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh petani di wilayah lain,” tutur Said. (ADV)

Elnino Jadi Kendala Program Wolbachia

0
Elnino Jadi Kendala Program Wolbachia
Ilustrasi program wolbachia. (ist)

BONTANG – Kondisi cuaca panas terik atau yang biasa disebut elnino menjadi kendala tersendiri dalam pengaplikasian Program Inovasi Wolbachia di Bontang. Teriknya panas matahari disinyalir menyebabkan telur-telur wolbachia gagal menetas.

Hal itu diungkapkan, Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang Adi Permana beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, bahwa panasnya sengatan sinar matahari akan menyebabkan kapasitas air di ember-ember wolbachia menyusut. Apabila kapasitas air berkurang, maka telur-telur wolbachia di dalam ember akan sulit untuk menetas. Kalaupun menetas hanya sebagian saja.

Karenanya pihaknya meminta kepada masyarakat, apabila menemukan ember-ember wolbachia yang posisinya terkena langsung sinar matahari, agar memindahkan posisinya. Ember-ember itu agar dipindah di tempat teduh, atau yang tidak langsung terkena sinar matahari.

“Jangan ditaruh di bawah seng. Teduh memang tapi kondisi panasnya di bawah atap seng juga bisa menyebabkan air menyusut. Juga taruh di tempat yang tidak terjangkau anak-anak,” ujarnya.

Selain itu, meletakkan ember wolbachia juga jangan di tempat yang bersemut. Lantaran di dalam ember tersebut terdapat telur nyamuk dan makanannya. Makanan yang disediakan adalah makanan ikan yang berbau sehingga mengundang serangga datang.

“Kalau didatangi semut atau serangga lain, telur-telur itu akan dimakan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, di setiap ember wolbachia terdapat 250 telur Nyamuk Wolbachia. Biasanya rata-rata yang berhasil menetas sekira 50 telur. Dari 50 telur yang menetas itu tidak semuanya betina ada pula jantannya.

“Kalau menetas 50 telur itu sudah bagus. Nanti yang sudah menetas akan terus meningkatkan populasinya di alam,” pungkasnya. (al)

RSUD Bontang Punya 9 Ambulance untuk Gawat Darurat dan Jenazah

0
RSUD Bontang Punya 9 Ambulance untuk Gawat Darurat dan Jenazah
Ketersediaan mobil Ambulance RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang saat ini memiliki total sebanyak 9 unit Ambulance. Terdiri dari 5 ambulance untuk gawat darurat dan pelayanan kesehatan, serta 4 ambulance jenazah.

Koordinator Ambulance RSUD Bontang, Nurdiansyah mengatakan, untuk kelengkapan alat-alat kesehatan sendiri, Ambulance RSUD Bontang telah dilengkapi sesuai dengan standar Kemenkes RI.

“Ambulance RSUD Taman Husada Bontang  terdiri dari 2 kendaraan Ambulance gawat darurat yang berisi peralatan kesehatan gawat darurat,” katanya.

Ada tiga kendaraan ambulance yang berfungsi untuk mendukung pelayanan kesehatan pasien, yang dilengkapi dengan peralatan kesehatan seperti oksigen, brankar ambulance, Scoop Stretcher.

“Ambulance gawat darurat yang berisi peralatan kesehatan gawat darurat terdiri dari emergency kit (obat-obat gawat darurat sesuai dengan standar Kemenkes). Ambulance lainnya berfungsi untuk mendukung pelayanan kesehatan pasien yang dilengkapi dengan alat-alat kesehatan,” sebutnya.

Ambulance digunakan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan sesuai fungsinya, dengan digunakan di dalam Kota Bontang maupun luar Kota Bontang.

“Ambulance RSUD Taman Husada Bontang selain melayani dalam kota juga melayani luar kota,” tambahnya.

Sementara untuk Ambulance jenazah, RSUD Bontang memiliki empat Ambulance yang terdiri dari tiga mobil Ambulance penggerak belakang untuk melayani dalam dan luar Kota Bontang, dan satu mobil Ambulance penggerak roda depan dan belakang (four wheel drive) untuk menjangkau medan berat.

“Total kendaraan 9 Ambulance. 5 Ambulance pasien dan 4 Ambulance jenazah. Satu menggunakan kendaraan medan berat (penggerak roda depan dan belakang four wheel drive) dengan tujuan dapat melayani dan menjangkau daerah-daerah yang sulit dilalui,” jelasnya. (adv/yah)

36 Karyawan dan Staf RSUD Bontang Ikut Pelatihan Personal Development

0
36 Karyawan dan Staf RSUD Bontang Ikut Pelatihan Personal Development
Pelatihan yang diikuti karyawan dan staf RSUD Taman Husada.(Yahya Yabo)

BONTANG – Sebanyak 36 karyawan dan staf RSUD Taman Husada Bontang mengikuti pelatihan meningkatkan personal development aparatur, dalam rangka membangun budaya kerja di Rumah Sakit yang dilaksanakan pada (3-4/11/2023) berlokasi di Hotel Astara, Balikpapan.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu, dr Tri Ratna Paramita mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk peningkatan SDM karyawan dan staf rumah sakit.

Ia mengatakan, tujuan pelatihan ini agar para pegawai mampu melakukan inovasi-inovasi dan memiliki daya saing dalam bekerja. Kemudian karyawan memiliki budaya kerja yang tinggi dan dapat bersikap profesional.

“Karyawan dapat memiliki integritas tinggi. Karyawan juga akan memiliki daya saing dalam pelayanan kesehatan, sehingga mampu menjalankan motto dan tata nilai RSUD yang harus dibudayakan setiap hari,” jelasnya.

Pelatihan diikuti semua peserta yang berasal dari semua perwakilan unit-unit yang ada di RSUD Bontang.

“Semua unit mengikuti, bukan hanya pegawai yang melayani pasien namun semua pegawai harus memiliki nilai budaya kerja yang dijalankan,” katanya.

“Teman-teman ini dalam bekerja memiliki budaya yang tinggi dengan perilaku profesional. Seperti melakukan pelayanan yang cepat, efisien, sesuai dengan prosedur dan sesuai dengan standar rumah sakit,” pungkasnya. (adv/yah)

Maraknya Pelajar Bolos Sekolah, Rusli: Pemerintah Harus Turun Tangan!

0
Maraknya Pelajar Bolos Sekolah, Rusli: Pemerintah Harus Turun Tangan!
Rusli, Anggota Komisi I DPRD Bontang. (Dwi)

BONTANG – Butuh kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan orangtua, untuk mencegah maraknya pelajar bolos sekolah akhir-akhir ini. Pemerintah pun diminta turun tangan menyelesaikan. Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi I DPRD Bontang, Rusli.

Rusli mengatakan, sangat butuh kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua. Selain itu kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diperlukan. Sehingga tidak hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Saya sudah sering ungkapkan ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), jangan saling ego. Karena jika semua dibebankan pada dinas pendidikan, rata-rata tidak mungkin bisa langsung selesai,” ucapnya saat dihubungi via telepon, Senin (06/11/2023).

Rusli menyampaikan, jika pemerintah hadir dalam hal ini wali kota atau wakil wali kota pun dapat mendudukan semua OPD, terkhusus pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bisa melakukan pembinaan. Masalah-masalah seperti ini tidak akan bisa tuntas, jika tidak ada kerja sama.

“Harus diadakan sosialisasi, pembinaan kerohanian. Insyaallah bisa teratasi. Akan tetapi, jika saling melempar tugas percayalah masalah seperti ini tidak akan bisa cepat terselesaikan,” paparnya.

Rusli juga berharap, pemerintah ikut campur serta lebih serius dapat menyelesaikan persoalan-persoalan seperti ini. Banyak anggaran yang terpakai untuk kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di luar daerah, akan tetapi untuk mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, bentuk pembinaan sangat jarang dilakukan. Menjadi pemimpin itu harus kreatif, selama tidak melarang aturan.

Diketahui, belakangan ini marak pelajar kedapatan membolos sekolah. Terdapat belasan pelajar tertangkap basah Satpol PP di tempat-tempat berkumpul, seperti lapak-lapak pedagang Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), warung kopi (karkop), Pujasera BSD, Mangrove Berbas Pantai, bahkan masih banyak lagi.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

RSUD Gelar Singing Contest, Ajang Pembinaan Bakat dan Perayaan HUT ke-21

0
RSUD Gelar Singing Contest, Ajang Pembinaan Bakat dan Perayaan HUT ke-21
Salahsatu peserta yang tampil di singing contest HUT ke-21 RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Kota Bontang menggelar Singing Contest Solo Performance dalam rangka HUT RSUD ke-21, bertempat di Ruang Nusa Indah, lantai 5 RSUD Bontang, Senin (6-7/11/2023) dan akan dilanjutkan babak final pada Kamis (9/11/2023).

Direktur RSUD Taman Husada Kota Bontang, dr Suhardi, Sp. JP mengatakan, singing contest dilaksanakan dalam rangkaian HUT ke-21 RSUD. Di mana peserta yang mengikuti lomba berasal dari semua unit di RSUD Bontang. Ia juga mengatakan, singing contest sebagai bentuk pembinaan untuk bakat karyawan yang akan ikut lomba di luar RSUD.

“Ini juga bagian dari pembinaan talent RSUD. Nanti ada penyanyi khusus dari RSUD untuk mengikuti lomba di luar,” kata dr Suhardi, Sp. JP saat pembukaan singing contest, Senin (6/11/2023).

Pelaksanaan singing contest dapat memberikan kebahagiaan bagi para karyawan dan staf RSUD Bontang. “Selamat berkompetisi, semoga dapat memberikan kemeriahan. Dengan singing contest ini seluruh karyawan ikut merayakan suasana kemeriahan HUT ke-21 RSUD Bontang,” jelasnya.

Dr Suhardi juga menambahkan, rangkaian HUT RSUD ke-21 ini dapat memberikan keceriaan pada staf dan karyawan RSUD. “Ada 23 peserta yang mewakili masing-masing unit di RSUD Taman Husada Bontang,” pungkasnya.

Peserta singing contest HUT ke-21 RSUD, Mita Widiyani mengatakan, persiapan yang dilakukan sangat singkat dikarenakan dirinya juga melaksanakan kerja dalam pola shift atau bergantian. Ia mengikuti singing contest untuk memeriahkan HUT ke-21 RSUD.

“Sudah sering mengikuti di setiap HUT RSUD. Tahun ini ikut solo. Persiapannya untuk mewakili ruang keperawatan Bougenvile. Ikut menggembirakan HUT ke-21 kali ini,” ungkapnya.

Sementara ada tiga juri yang akan memberikan penilaian yakni Elimson Simarmata, Gita Novia dan Dina Rante. (adv/yah)

4 Buaya Berukuran 3 Meter Lebih Kembali Dievakuasi, Salahsatunya ‘Ompong’

0
4 Buaya Berukuran 3 Meter Lebih Kembali Dievakuasi, Salahsatunya ‘Ompong’
Salah satu buaya yang berhasil dievakuasi. (ist)

BONTANG – Pasca Buaya Riska dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Kalimantan Timur ke Balikpapan Oktober lalu, terdapat total 4 buaya lain yang kembali berhasil dievakuasi BKSDA. Salahsatunya buaya yang disebut ‘ompong’ oleh masyarakat setempat.

Pada Jumat (3/11/23) lalu,  BKSDA bersama masyarakat menangkap buaya ompong berjenis kelamin betina dengan panjang 448 cm dan lebar perut 62 cm.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Lurah Guntung, Denny Febrian. Ia menjelaskan, bahwa buaya-buaya tersebut memang sudah menjadi incaran BKSDA.

“Memang ada 4 buaya yang ditandai ciri-cirinya, dan itu semua memang direncanakan untuk dievakuasi,” jelasnya saat dihubungi Senin (6/11/23)

Dari laporan warga sekitar memang terdapat 4 buaya berukuran lebih dari tiga meter yang sering bolak-balik. Relokasi ini juga bertujuan untuk menyelamatkan satwa, selain itu juga demi keamanan dan keselamatan warga.

“Buaya-buaya besar tersebut direlokasikan di Lembaga Konservasi di Balikpapan sana,” tambahnya.

Adapun buaya-buaya kecil yang sering didapat oleh warga, buaya tersebut akan dibawa langsung ke Dinas Pemadam Kebakaran untuk diletakkan di penangkaran.

“Sejauh ini semua target buaya yang berukuran tiga meter lebih sudah di evakuasi semua, jadi belum ada target lagi,” ujarnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Pogba Bontang Juara I FJL, Wakili Kaltim di Tingkat Nasional

0
Pogba Bontang Juara I FJL, Wakili Kaltim di Tingkat Nasional
Tim POGBA Bontang mendapatkan juara 1 di Liga FJL. (dwi).

BONTANG – Klub Sepak Bola Para Orang Tua Gila Bola (Pogba) Bontang raih juara I di Liga Fossbolindo Junior League (FJL) kategori usia 15 tahun, yang berlangsung pada 3-5  November 2023 tingkat Kalimantan Timur (Kaltim), di Stadion Kadri Oneing Sempaja, Samarinda.

Pelatih Pogba, Misbar Borneo mengucap syukur dapat meraih keberhasilan berkat kerja sama antar pengurus, pelatih, asisten, serta campur tangan para orang tua siswa. Dimana Bontang berhasil menjuarai di tingkat Kaltim.

“Terima kasih banyak, atas dukungan dari semua pihak serta para anak didik POGBA Bontang dapat meraih juara I. Semangatnya bermain sangatlah luar biasa,” ucapnya.

Selama liga berlangsung, Pogba bermain sebanyak 5 kali. Mulai dari babak penyisihan yang dilakukan dua kali, berlanjut dalam satu laga dengan poin seri. Pada tahap Semifinal bertemu dengan Pemuda Tenggarong skor 1-0, lanjut ke babak final Tim Pogba Bontang melawan Putra LBK dengan skor 4-3 hasil adu pinalti.

Dikesempatan yang sama, Rizal Bolang, Manager Pogba Bontang mengatakan, keberhasilan anak didik POGBA harus patut dibanggakan, mengingat umur mereka masih sangat muda. Dengan harapan semua hasil yang sudah diraih, bisa lebih meningkatkan semangat.

“Intinya saya sangat bangga kepada anak-anak semua, yang telah bermain dan bekerja keras dengan sangat kompak, serta tim POGBA juga meraih kiper terbaik,” paparnya.

Keberhasilan itu membuat POGBA Bontang mewakili Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan bertanding di tingkat Nasional, Jawa Barat.

Penulis: Dwi S

Editor Yusva Alam

El Nino atau Hobi Impor?

0
El Nino atau Hobi Impor?
Asna Abdullah. (ist)

Oleh:

Asna Abdullah

(Aktifis Dakwah)

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki lahan pertanian yang begitu luasnya, dan dari sisi geografis Indonesia terletak di daerah tropis yang curah hujannya cukup tinggi. Membuat Indonesia mempunyai tanah yang subur sehingga tanaman sangat mudah tumbuh.

Indonesia diberikan Allah kekayaan alam yang melimpah. Tak heran jika Indonesia terkenal dengan sebuah uangkapan “tanah indonesia tanah surga, tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman.”

Hanya saja benarkah demikian? Kondisi pangan khususnya beras sebagai makanan pokok orang Indonesia beberapa tahun belakangan semakin mahal dan dari tahun ke tahun harganya semakin melambung tinggi, krisis pangan tak terelakkan, dan benar benar sudah terjadi. Hal ini seakan menghapus sirna fakta bahwa Indonesia adalah negara agraris.

Harga gabah dan beras di Kota Bontang sendiri semakin meroket. Dari data yang dihimpun, harga jual beras di Kota Bontang pekan kedua September 2023 sudah menyentuh angka Rp 16.000 per kilo.

Hal ini pun mendapat respon dari salah satu anggota DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang. Menurut beliau mahalnya harga beras saat ini menjadi masalah yang bersifat nasional akibat adanya kondisi Elnino, untuk itu kata beliau pemerintah melakukan tindakan intervensi agar tidak terjadi inflasi. (Infokaltim.id, 27/09/23).

Harga beras juga mahal untuk kota/kabupaten lain seperti PPU, Kutim, dan Samarinda. Faktor kenaikan harga beras adalah adanya Elnino di 7 provinsi.

Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan dalam harian CNBC bertajuk “Harga Beras Terbang 18,44%, Inflasi Beras Tertinggi 5 Tahun” bahwa pada September 2023, terjadi inflasi beras secara bulanan sebesar 5,61% dengan andil 0,18%.

“Inflasi beras secara bulanan di bulan September 2023 merupakan yang tertinggi sejak Februari tahun 2018,” ucapnya.

Pada Februari 2018, tercatat inflasi beras mencapai 6,25%. Jakarta. (CNBC Indonesia, 20/02/2023)

Benarkah Hanya karena El nino?

Tidak dimungkiri dampak dari Elnino akan meningkatkan potensi tumbuh awan di Samudra Pasifik Tengah hingga Timur, hingga curah hujan di wilayah sekitarnya berkurang dan Indonesia tak terkecuali, ini kemudian memicu kekeringan, kemarau, dan panas yang berkepanjangan.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansyuri mengatakan bahwa,  tidak sekadar El Nino, tapi kurangnya pengawalan, pendampingan, serta penguatan terhadap para petani juga disoroti.

“Akibatnya, petani kita tidak banyak melakukan tanam. Hal ini kemudian berdampak pada pasokan beras dan permintaan di masyarakat,” ungkap Abdullah Mansyuri kepada Beritasatu.com, Selasa (29/8/2023)

Ekonom dari Pusat Analisis Kebijakan Strategis (PAKTA) Muhammad Hatta menilai, kenaikan harga beras tidak sebatas dampak El Nino, tetapi lebih kompleks dan sistemis.

Menurut beliau penyebab pertama, penduduk semakin bertambah tetapi produksi beras makin menurun. Penyebabnya banyak di antaranya luas lahan panen berkurang yang mempengaruhi produksi padi.

Kedua sebutnya, dana triliunan rupiah sudah dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi beras tetap naik.

Ketiga, jelasnya, keberlanjutan pertanian. Hatta menyebut di antara faktor keberlanjutan pertanian adalah masalah sumber daya air.

Indikator berikutnya, ucapnya, adalah ketersediaan modal. Menurut beliau di tengah sistem keuangan yang kapitalistik, orang lebih memilih menimbun uang di perbankan, deposito, dan bermain di pasar modal sehingga uang yang masuk ke dalam sektor riil yang produktif itu sangat kurang ulasnya.

Menurut Kepala Ekonomi Bank Permata, Josua Pardede faktor pendorong harga beras masih mahal, di antaranya karena kenaikan harga pupuk, permasalahan produksi, dan risiko kemarau panjang atau El Nino. Untuk mengurangi risiko inflasi, pemerintah perlu segera melakukan intervensi subsidi pupuk untuk meminimalkan biaya input pertanian.

Dari paparan yang disampaikan berbagai sumber di atas, mengenai penyebab dari naiknya harga beras hingga diperlukan impor beras, nyata dengan jelas bahwa berbagai kebijakan dari pemerintahlah menjadi sumber permasalahan. Seperti lahan pertanian yang menyempit, pupuk dan bibit yang mahal karena tidak disubsidi, hingga ketersediaan pengairan.

Hanya saja lagi lagi menurut pemerintah, sebab krisis pangan adalah hadirnya El Nino dan dikhawatirkan akan mempengaruhi produksi beras dalam negeri, untuk itulah pemerintah merasa perlu untuk mengambil langkah impor beras.

Jawara Impor Pangan

Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang yang akrab disapa BW itu meminta pemerintah untuk segera mengambil sikap, seperti melakukan operasi pasar.  Menurutnya, ketika ada kenaikan harga pada sektor bahan pokok, khususnya beras tentu akan berdampak pada inflasi.

Sedangkan presiden Jokowi ketika melakukan kunjungan ke Pasar Merdeka Samarinda mengatakan, bahwa solusinya adalah dengan melakukan impor beras untuk menstabilkan harga kembali. (Infokaltim.id, 27/09/23)

Di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2023, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2023, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk mengatasi dan juga mewaspadai kenaikan harga beras agar inflasi tetap terkendali. Distribusi bantuan beras kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM), merupakan intruksi Presiden. Bantuan tersebut akan disalurkan selama tiga bulan, dimulai pada September hingga November 2023. Setiap keluarga penerima bantuan akan mendapatkan 10 kilogram beras setiap bulannya. (Tempo.co, 02/09/2023)

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemangku kebijakan untuk menormalisasi harga beras. Impor beras menjadi “jurus andalan” bagi pemerintah untuk jadi solusi saat harga beras melambung, keran impor pangan dibuka selebar lebarnya, bahkan indonesia dinobatkan sebagai peringkat ketiga negara terbesar pengimpor produk pangan.

Saat kebijakan impor beras diterapkan, beras impor pasti akan melimpah di dalam Negeri dan pasti akan mempengaruhi harga gabah dalam negeri, lagi-lagi petani akan menghadapi kondisi yang susah karena mahalnya biaya produksi, dan dipastikan akan merugi.

Sebagaimana  diketahui bahwa ketersediaan bahan makanan pokok termasuk beras yang cukup bagi rakyat, tidak bisa lepas dari politik pertanian dan ekonomi yang diterapkan oleh negara, bahwa politik pertanian dan ekonomi di negeri ini berasaskan kapitalisme yang dengan tegas membatasi peran negara dalam memenuhi kebutuhan rakyat. Bahkan rakyat dibiarkan berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri, negara hanya berposisi sebagai pengatur atau regulator saja.

Hingga yang terjadi adalah ketika ada permasalahan kurangnya ketersediaan beras, pemerintah bukan melakukan berbagai cara untuk memenuhinya dengan memberdayakan potensi yang dimiliki negeri ini, akan tetapi mengambil jalan pintas dengan mengimpor dari negara lain, yang jelas menguntungkan negara asing hingga para kartel-kartel yang bekerjasama dengan para kapital.

Pemerintah yang kesannya lebih berpihak kepada petani dan rakyat hanya lips service. Impor beras rupanya menjadi hobi ketimbang memajukan pertanian dalam negeri, dan praktis kebijakan ini hanya menguntungkan oligarki yaitu para pengusaha importir yang punya hubungan dekat dengan penguasa sehingga mendapatkan tender impor. Wewenang membuka atau menutup pintu impor memang ada di tangan pemerintah, tetapi pelaku impornya adalah pengusaha importir.

Kebijakan yang ditempuh pemerintah tidak lepas dari cara pandang pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan rakyat yang sangat dipengaruhi oleh sistem sekuler kapitalis, sehingga posisi negara hanya sebagai regulator saja, semua dibebaskan dan diserahkan kepada mekanisme pasar. Sehingga tidak ada masalah jika harus mengimpor beras, walau petani di negeri ini menjerit.

Islam dan Ketahanan Pangan

Beras adalah kebutuhan dasar manusia. Sabda Rasulullah saw.

“Siapa di antara kalian yang berada pada waktu pagi dalam keadaan aman di tempat tinggalnya, sehat jasmaninya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan seluruh dunia ini telah diberikan kepadanya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Negara sebagai institusi politik yang bertugas melakukan pengurusan urusan rakyat (riayah syu’unil ummah) wajib menjamin pemenuhan kebutuhan pangan bagi rakyatnya. Islam mewajibkan penguasa (khalifah) untuk memastikan tiap-tiap individu rakyat bisa tercukupi kebutuhan pangannya secara layak. Khilafah tidak hanya wajib memastikan stok pangan aman, tetapi juga memastikan rakyat bisa memperolehnya dengan harga yang terjangkau.

Terkait swasembada beras, Khilafah tidak hanya menargetkan tercukupinya kebutuhan dalam negeri, tetapi juga ketahanan pangan pada masa depan untuk mengantisipasi paceklik seperti El Nino dan sekaligus terwujudnya stabilitas harga.

Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut. Pertama, ekstensifikasi pertanian, misalnya dengan menghidupkan tanah mati. Kedua, intensifikasi pertanian, misalnya dengan penggunaan alat pertanian berteknologi canggih hasil karya dalam negeri. Ketiga, penelitian untuk menghasilkan bibit unggul dan alat-alat pertanian modern. Keempat, bantuan pupuk, benih, dan saprotan lainnya. Kelima, memastikan tidak ada gangguan dalam pasar, seperti monopoli, penimbunan, dan penipuan.

Semuanya ini hanya bisa diwujudkan oleh Khilafah karena posisi pemimpin dalam Islam sebagai raa’in (pengurus) dan mas’ul (penanggung jawab) rakyat. Pemerintah bekerja untuk melayani rakyat, bukan justru membuat rakyat menderita.

Wallahualam.