Beranda blog Halaman 647

PSSB Gelar Bukber, Serahkan 175 Paket Sembako dan 100 Donasi ke Anak Yatim

0
PSSB Gelar Bukber, Serahkan 175 Paket Sembako dan 100 Donasi ke Anak Yatim
PSSB menggelar acara Bukber diiringi dengan penyerahan paket sembako dan donasi ke anak yatim. (Dok Warga PSSB).

BONTANG – Paguyuban Sukowati Sragen Bontang (PSSB) menggelar acara Buka Bersama (Bukber) yang berlangsung di Jalan Banjar, HOP 6, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (22/3/2025).

Acara tersebut dihadiri Ketua PSSB, Suparno, Bendahara PSSB, Suhartati, Ketua Panitia, Setiyabudi, serta ada pun pembina dari PSSB, seperti Sumardi Syawal, Suwarno Syawal, dan juga Suharno.

“Dengan adanya acara bukber seperti ini, kita semua dapat berkumpul bersama kembali, dan tetap menjaga tali silaturahmi antar paguyuban,” ucap Ketua Ramadan Berkah PSSB, Budi, panggilan akrabnya.

Selain diadakannya acara Bukber untuk mempererat kembali tali silaturahmi, PSSB pun nantinya akan menyumbangkan sebanyak 175 paket sembako, dan juga 100 donasi untuk para anak yatim.

Sebab menurutnya, tepat di Bulan Ramadan 1446 H, merupakan bulan suci bagi umat muslim adalah menjadi momen yang tepat, untuk saling berbagi satu sama lain. Terlebih lagi, untuk membantu dengan sesama yang paling membutuhkan.

Mengenai pendistribusian, bagi warga PSSB tidak ada kendala yang berarti, karena setiap wilayah sudah ada koordinatornya masing-masing. Seperti halnya, koordinator di Bontang Selatan, oleh Supriyanto, koordinator di Bontang Utara, oleh Wayudi, Rohmadi dan Suroso, serta untuk koordinator di bagian Bontang Barat, Gunawan dan Jasno.

Sehingga dengan adanya acara bukber ini, dapat membangun solidaritas bagi seluruh anggota PSSB, adapun saling membantu satu sama lain, sehingga dapat membangun tali persaudaraan yang lebih kuat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bontang Masih Musim Penghujan, BPBD Ingatkan Masyarakat Waspada Banjir

0
Bontang Masih Musim Penghujan, BPBD Ingatkan Masyarakat Waspada Banjir
Air pasang yang terjadi di sekitar wilayah Bontang Kuala. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, mengimbau seluruh masyarakat, untuk bisa antisipasi bencana banjir. Mengingat di wilayah Bontang sampai saat ini, masih memasuki musim penghujan.

Kepala BPBD Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi mengatakan bahwa, hujan diprediksi bakal turun di Kota Bontang saat Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Perkiraan itu telah disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Untuk kondisi cuaca sampai saat ini, masih masuk di musim hujan, hingga Senin (31/3/2025) mendatang,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (24/3/2025).

Tak hanya itu, ada pun air laut yang juga diprediksi akan mengalami pasang. Ketinggian air pasang pun diperkirakan bisa mencapai sekitar 2,5 meter, di atas permukaan laut.

Sehingga, Eko mengingatkan ke seluruh masyarakat khususnya di wilayah Kota Bontang, agar bisa mengamankan barang-barang berharganya untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Sebab, antisipasi dilakukan lebih baik daripada bertindak saat setelah kejadian.

“Saya ingin, masyarakat tetap waspada dimanapun berada. Lebih baik kita antisipasi dari sekarang, terlebih lagi untuk para pemudik agar bisa memeriksa barang-barang yang akan ditinggalkan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tabrak Sopir Travel, Pengendara Motor Diduga Dalam Pengaruh Alkohol

0
Tabrak Sopir Travel, Pengendara Motor Diduga Dalam Pengaruh Alkohol
Laka lantas di wilayah Kutim. (dok. Polres Kutim).

BONTANG – Seorang pengendara motor menabrak supir travel di Jalan Poros Bontang-Sangatta, tepatnya di wilayah Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Minggu (23/3/2025) malam.

Kapolsek Teluk Pandan, Ipda Joko Periyanto mengatakan, korban mengalami luka berat, seperti luka sobek di bagian kepala belakang, pendarahan dari telinga kiri, patah pergelangan kaki kanan dan kiri dan luka lecet di tangan.

Ia mengungkapkan kronologi kejadian sekitar pukul 21.00, FS yang merupakan sopir travel baru selesai membuang air kecil dan hendak menyeberang jalan. Saat itu, pengendara motor berinisial AD (28), yang berboncengan dengan N (21) merupakan warga Kelurahan Loktuan, Kota Bontang, melaju dengan kecepatan tinggi. Diduga kehilangan kendali mereka pun menabrak korban dari belakang.

“Sopir habis buang air, pas mau nyebrang balik ke mobil ditabrak dari belakang,” jelasnya.

Korban langsung dilarikan ke RSUD Taman Husada Bontang. Sementara itu, pengendara motor juga mengalami luka, tetapi masih dalam kondisi sadar. Diduga, pengendara dalam pengaruh minuman beralkohol. Kini AD diamankan di Polsek Teluk Pandan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Diduga ada pengaruh alkohol jadi tidak bisa mengendalikan laju kendaraan yang mereka bawa,” tambahnya

Selanjutnya, penanganan awal dilakukan di Polsek Teluk Pandan, sebelum nantinya dilimpahkan ke Unit Laka Lantas Polres untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Duo Pencuri Kabel di GOR Bontang Lestari Senilai Rp 15 Juta Dibekuk Polisi

0
Duo Pencuri Kabel di GOR Bontang Lestari Senilai Rp 15 Juta Dibekuk Polisi
Dua pelaku pencurian kabel MI (21) dan IK (18) telah diamankan polisi. (Ist).

BONTANG – Polsek Bontang Selatan berhasil mengamankan dua pelaku pencurian kabel instalasi listrik di GOR Taman Prestasi, Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Minggu (23/3/2025) kemarin.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kapolsek Bontang Selatan, AKP Rakib Rais menyampaikan bahwa, kedua pelaku berinisial MI (21) dan IK (18). Kejadian tersebut diketahui polisi, sebab adanya informasi masuk dari masyarakat.

Awalnya, salah satu saksi mengatakan bahwa, dirinya melihat aktivitas yang mencurigakan di sekitar lokasi GOR tersebut. Bahkan, ada satu sepeda motor yang tak dikenal sedang parkir di sekitar lokasi.

“Setelah kami melakukan pengecekan atas laporan yang telah masuk, petugas langsung menemukan lubang besar di bagian plafon gedung, dan saat dilihat ada sejumlah kabel listrik yang sudah hilang,” jelasnya.

Selanjutnya, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan lebih lanjut, guna menanggapi adanya bagian plafon yang berlubang dan hilangnya sejumlah kabel instalasi listrik GOR.

“Saat dilakukan penyelidikan lebih lanjut, tak berselang lama kemudian kami langsung mengamankan dua pelaku di sekitar lokasi,” paparnya.

Diketahui, MI adalah salah satu warga Kutai Barat (Kubar), sedangkan IK salah satu warga Bontang Selatan, Kota Bontang. Kedua pelaku langsung dibawa ke Polsek Bontang Selatan, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kedua pelaku sudah kami amankan beserta dengan barang bukti, adapun kerugian yang ditaksir sekitar Rp 15 juta,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Penundaan Pengangkatan CPNS dan PPPK Berujung Tuntutan

0
Penundaan Pengangkatan CPNS dan PPPK Berujung Tuntutan
Emirza Erbayanthi, M.Pd. (ist)

Emirza Erbayanthi, M.Pd
(Pemerhati Sosial)

Ratusan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian (PPPK) di Kota Bontang yang telah lolos seleksi tahun 2024, menyepakati telah menolak pengangkatan serentak, di 1 Maret 2026 mendatang.

Ratusan CASN dan PPPK tersebut langsung menyampaikan bentuk aksi penolakan mereka ke Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati, dan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Pertemuan ini berlangsung di Auditorium Kantor Wali Kota, Bontang Lestari. (https://radarbontang.com/wali-kota-dukung-ratusan-casn-dan-pppk-bontang-tolak-pengangkatan-serentak/)

Sama halnya di Paser, DPRD Paser meneruskan tuntutan ratusan honorer kepada KemenpanRB, Kamis (13/3/2025). Diberitakan sebelumnya, tuntutan itu menjadi aspirasi ratusan honorer yang menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Paser. Mereka menolak penundaan pengangkatan CPNS dan PPPK. (https://nomorsatukaltim.disway.id/read/53792/dprd-paser-teruskan-tuntutan-honorer-ke-kemenpanrb)

Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) telah mengumumkan penundaan pengangkatan CASN yang lolos seleksi dalam rekrutmen 2024. Khusus untuk PPPK, pengangkatan akan dilaksanakan pada Maret 2026. Sedangkan untuk CASN dijadwalkan pada Oktober 2025. Kebijakan yang terkesan menunda ini menuai protes publik.

Protes tersebut terjadi karena perubahan pengangkatan CASN dan PPPK. Berdasarkan Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 02/PANPEL.BKN/CPNS/IX/2024, penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) atau pengangkatan CASN seharusnya dilakukan 22 Februari hingga 23 Maret 2025.

Peserta yang lolos PPPK 2024 tahap 1 dijadwalkan diangkat pada Februari 2025 dan tahap 2 pada Juli 2025. Spekulasi bermunculan dari alasan penundaan tersebut. Dugaan terkuatnya adalah karena efisiensi anggaran.

Dampak Efisiensi Anggaran

Mirisnya negeri ini, berulang kali rakyat jadi korban janji manis pemerintah. Status PPPK dan CASN yang menjadi impian sebagian besar rakyat Indonesia, dengan adanya wacana penundaan pengangkatan ini menimbulkan marah dan kecewa yang mengantarkan pada aksi demo.

Bagaimana tidak, banyak peserta CASN dan PPPK yang sudah berkorban jiwa, raga, harta, dan lainnya untuk mewujudkan harapan besar mengukir namanya sebagai peserta yang lulus. Tetapi harus kecewa karena penundaan, inilah dampak efisiensi anggaran sehingga rakyat dikorbankan.

Centre of Economic and Law Studies (CELIOS) menduga kuat pemerintah menunda pengangkatan CASN dan PPPK karena sedang melakukan efisiensi anggaran. Pemerintah menargetkan efisiensi belanja APBN mencapai Rp306 triliun. (https://www.idntimes.com/news/indonesia/santi-dewi/celios-penundaan-pengangkatan-cpns-karena-efisiensi-belanja)

Pemerintah menampik jika faktor penundaan pengangkatan CASN dan PPPK karena efisiensi anggaran. Inilah beberapa alasan yang dikemukakan pemerintah atas kebijakan yang menuai protes keras tersebut: (https://nasional.kontan.co.id/news/menpan-rb-efisiensi-bukan-jadi-sebab-utama-penundaan-pengangkatan-cpns-dan-pppk)

Pertama, pemerintah dikatakan butuh waktu untuk menyelaraskan data tentang formasi, jabatan, dan penempatan calon pegawai negeri secara cermat dan teliti.

Kedua, pertimbangan dari DPR. Pemerintah ingin memastikan bahwa anggaran belanja pegawai tidak termasuk anggaran yang mengalami efisiensi.

Ketiga, penyeragaman Tanggal Mulai Tugas (TMT) bagi CASN dan PPPK. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB Aba Subagja mengatakan, penyesuaian jadwal pengangkatan agar dilakukan secara serentak dan teratur.

Keempat, memberi waktu kepada para CASN beradaptasi sebelum memasuki pemerintahan. Walaupun sudah banyak protes, respon pemerintah hanya dengan santai dan mengatakan bahwa waktu penundaan dapat dimanfaatkan calon pegawai negeri untuk belajar memahami budaya birokrasi dan nilai-nilai ASN.

Empat alasan tersebut tidak menjawab kekecewaan publik. Contoh, pemerintah beralasan membutuhkan waktu untuk penyelarasan data, mengapa hal itu tidak dilakukan secara matang sebelum membuka pendaftaran seleksi calon ASN dan PPPK? Ini menunjukkan kurangnya persiapan dan keseriusan pemerintah dalam memastikan data dan formasi calon pegawai negeri.

Sedangkan, alasan jadwal pengangkatan secara serentak juga bukan menjadi alasan penundaan pengangkatan. Karena kebutuhan formasi dan jabatan di aspek pelayanan publik membutuhkan kecepatan dan kinerja yang pasti.

Penundaan tersebut berimbas pada pegawai yang memasuki purnatugas (pensiun). Karena, jika ada pegawai yang sudah pensiun sebelum pengangkatan calon pegawai negeri baru, akan terjadi kekosongan posisi yang memengaruhi kinerja lembaga pemerintah yang melayani urusan publik. Apakah negara siap memberikan insentif atau gaji tambahan jika waktu purnatugas diperpanjang karena penundaan tersebut?

Penundaan tersebut direvisi setelah masyarakat protes dan mengkritik. Ini menggambarkan bahwa pemerintah terlalu gegabah mengambil keputusan tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.

Seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya, setelah dikritik, kebijakan direvisi untuk meredam amarah publik. Walaupun akhirnya pengangkatan CASN dan PPPK dipercepat, tetap harus ada evaluasi atas kinerja negara dalam mengurus urusan rakyat.

Apakah Negara Peduli?

Penundaan pengangkatan CASN dan PPPK ini menjadikan pengangkatan CASN dan PPPK terasa dipersulit. Apakah sesusah itu mendapatkan pekerjaan layak di negeri ini?

Untuk sampai pada tahap lulus seleksi CASN dan PPPK, pendaftar harus berjuang supaya memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Harapannya, dengan lulus sebagai calon pegawai negeri adalah jalan untuk bertahan hidup di tengah impitan ekonomi hari ini.

Kepedulian negara dengan derita rakyat akibat kebijakan ini patut dipertanyakan. Pemerintah harusnya memahami bahwa di balik penundaan pengangkatan tersebut, ribuan CASN dan PPPK menggantungkan hidup mereka pada negara.

Wajar jika muncul petisi berjudul “Berikan Percepatan Pengangkatan CPNS & PPPK Tahap 1 2024” yang telah ditandatangani 59.402 pengguna pada Sabtu (08-03). Setelah diprotes dan dikritik barulah negara mengubah keputusan zalim tersebut.

Jika negara benar-benar peduli, sebelum menetapkan suatu kebijakan seharusnya sudah diperhitungkan dampak dan kemungkinan terburuknya. Jangan menambah susah rakyat dengan kebijakan yang berubah-ubah. Beban rakyat sudah terlalu berat. Biaya hidup makin banyak, tetapi penghasilan jalan di tempat.

Sudah berulang kali masyarakat kembali dikecewakan. Negara menjanjikan jutaan lapangan kerja, tetapi PHK di mana-mana. Negara menjanjikan kehidupan sejahtera, tetapi kebutuhan ekonomi semakin sulit dan mahal.

Hari ini, mendapat kerja layak bukan hal yang mudah. Rakyat dituntut usaha ekstra dengan hasil yang belum tentu setara. Himpitan hidup seperti ini merupakan dampak dari sistem ekonomi kapitalis.

Sistem ini telah menciptakan kesenjangan sosial di masyarakat. Kekayaan hanya pada segelintir orang telah menimbulkan kesulitan ekonomi di masyarakat.

Kebijakan yang cenderung memihak pemilik modal juga menciptakan kesenjangan sosial dan kemiskinan struktural yang parah. Sistem sekuler kapitalisme membuat negara lalai dengan peran utamanya.

Negara yang seharusnya menjadi penjamin kebutuhan masyarakat justru berlepas tangan. Rakyat diminta bertahan hidup dengan cara mereka sendiri tanpa ada yang mengurusi kepentingan mereka secara layak.

Penerimaan Pegawai dalam Islam

Berbanding terbalik dengan peran negara dalam sistem Islam. Negara adalah penyelenggara utama pemenuhan kebutuhan rakyat. Negara adalah pengurus dan pelayan urusan rakyat. Dalam Islam, negara berperan penting dalam membuat mekanisme penerimaan pegawai dengan prosedur yang jelas, mudah, dan cepat.

Dalam kitab Ajhizah ad-Daulah hlm. 223—224, Syekh abdul Qadim Zallum menjelaskan bahwa setiap orang yang memiliki kewarganegaraan dan memenuhi kualifikasi, baik laki-laki ataupun perempuan, muslim maupun nonmuslim, boleh diangkat menjadi direktur suatu departemen, jawatan, atau unit.

Mereka juga boleh menjadi pegawai di departemen, jawatan, dan unit-unit yang ada. Ketentuan ini diambil dari hukum-hukum kepegawaian/perburuhan (ijârah). Sesuai dengan hukum ijârah, direktur dan para pegawai negeri merupakan ajir (pekerja/pegawai).

Negara boleh mempekerjakan pegawai, hal itu sesuai dengan keumuman dan kemutlakan dalil-dalil tentang ijârah. Allah Swt. berfirman, “Jika mereka menyusui anak-anak untukmu, berikanlah kepada mereka upahnya.“ (TQS Ath-Thalaq [65]: 6). Ayat ini bersifat umum dan tidak dikhususkan untuk muslim saja.

Mekanisme penerimaan pegawai dalam sistem Islam menerapkan prinsip-prinsip yang sudah ditetapkan syariat, yaitu:

Pertama, pegawai yang bekerja pada negara diatur di bawah hukum-hukum ijârah (kontrak kerja). Akad ijarah antara pekerja dan pihak yang mempekerjakan, baik negara ataupun perusahaan diatur dalam syariat Islam.

Penetapan besaran gaji, jenis pekerjaan, dan waktu kerja merupakan akad yang dilakukan berdasarkan keridaan kedua belah pihak. Tidak boleh ada yang merasa dipaksa dan dirugikan.

Islam menetapkan besaran upah berdasarkan manfaat tenaga yang diberikan pekerja, bukan kebutuhan hidup paling minimum. Maka itu, tidak akan terjadi eksploitasi pekerja oleh pihak yang mempekerjakan.

Sumber dana negara dalam menggaji pegawai negeri berasal dari pemasukan baitulmal yang terdiri dari fai, ganimah, anfal, kharaj, jizyah, dan pemasukan dari harta milik umum dengan berbagai macam bentuknya yaitu pemasukan dari hak milik negara, usyur, khumus, rikaz, dan barang tambang.

Gaji pegawai negara adalah pengeluaran wajib yang dianggarkan oleh negara melalui baitulmal. Prinsip pengupahan dalam Islam dengan prinsip dasar kegiatan ekonomi (muamalah) secara umum, yakni asas keadilan dan kesejahteraan.

Untuk mengontrak seorang pekerja harus ditentukan jenis pekerjaannya sekaligus waktu, upah, dan tenaganya. Jenis pekerjaan harus dijelaskan sehingga jelas. Waktu bekerja juga ditetapkan apakah harian, bulanan, atau tahunan.

Tenaga yang dicurahkan pekerja juga harus ditetapkan sehingga para pekerja tidak terbebani dengan pekerjaan di luar kemampuannya. Begitu juga dengan upahnya. Nabi Saw. bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian mengontrak (tenaga) seorang pekerja, hendaknya diberitahukan kepadanya upahnya.” (HR Ad-Daruquthni)

Negara atau perusahaan harus membayar upah tepat waktu, tidak boleh menundanya karena menunda-nunda pembayaran upah adalah bentuk kezaliman. Dari Abdullah bin Umar ra. ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.” (HR Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)

Para pegawai negara berhak mendapatkan perlakuan adil sejalan dengan hukum syariat. Hak-hak mereka sebagai pegawai, baik pegawai biasa ataupun direktur, dilindungi oleh pemimpin negara.

Para pegawai bekerja sesuai dengan bidang masing-masing. Mereka selalu memperhatikan hak dan kewajiban sebagai pegawai negara maupun sebagai rakyat.

Kedua, dalam konteks pegawai sebagai orang yang digaji negara, mereka bertugas melayani urusan-urusan rakyat sesuai dengan tugas dan fungsi mereka di masing-masing departemen, jawatan, dan unit. Mereka tidak dibebani dan dituntut melakukan tugas-tugas di luar tugas yang telah diakadkan dalam akad ijarah.

Ketiga, dalam konteks pegawai sebagai rakyat, negara akan melayani dan memperlakukan mereka hingga apa yang menjadi hak mereka terpenuhi secara sempurna.

Keempat, penerimaan pegawai dalam Islam merupakan bagian dari pelaksanaan administrasi kerja negara yang sederhana, cepat, dan petugas yang kapabel sehingga masalah adminstrasi atau teknis tidak akan menjadi kendala dalam merekrut calon pegawai negeri.

Dengan prinsip tersebut, para pegawai bekerja dengan amanah dan maksimal. Mulai dari rekrutmen terbuka untuk semua warga negara, akad dan kontrak kerja yang jelas, pembagian tugas, serta hak dan kewajiban digambarkan secara jelas tanpa ada suap atau praktik nepotisme.

Hak-hak mereka sebagai pekerja dipenuhi dan dilindungi sepenuhnya oleh kepala negara. Maka, seluruh pelayanan urusan dan kepentingan rakyat berjalan dengan mudah dan cepat. Negara akan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, sistem ekonomi Islam akan membuat rakyat sejahtera karena harta beredar di tengah masyarakat. Pembiayaan pendidikan dalam Islam pun terpenuhi.

Para pekerja bekerja bukan hanya untuk mendapatkan gaji atau upah, tetapi juga melayani urusan rakyat yang termasuk ibadah dengan banyak keutamaan.

Rasulullah Saw. bersabda, “Siapa saja yang berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Siapa saja yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim maka Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan pada Hari Kiamat.” (HR Bukhari dan Muslim).

Wallahualam.

Irwan Fecho Jadi Bendahara Umum DPP Demokrat, Sumardi: Semoga Demokrat Makin Jaya

0
Irwan Fecho Jadi Bendahara Umum DPP Demokrat, Sumardi: Semoga Demokrat Makin Jaya
Anggota DPRD Kota Bontang (kanan), Sumardi saat bertemu dengan Irwan Fecho. (Ist).

BONTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Sumardi merasa senang dan bangga atas terpilihnya Irwan Fecho sebagai Bendahara Umum DPP Partai Demokrat di periode 2025-2030.

Sumardi selaku kader di Partai Demokrat Kota Bontang, menyambut hangat, sekaligus mengucapkan selamat kepada Irwan Fecho, yang terpilih menjadi bendahara umum.

“Selamat dan sukses untuk bapak Dr. H Irwan Fecho S.IP.MP, sebagai bendahara umum DPP Partai Demokrat. Semoga tetap sehat, serta Partai Demokrat tambah jaya,” ucapnya.

Terlebih lagi, Sumardi ingin ke depan untuk Partai Demokrat bisa lebih maju lagi dan berkembang. Tidak hanya untuk di daerah saja, tetapi juga di pusat.

“Harapannya saya, inginnya nanti di saat Pemilu Tahun 2029 dan Pilkada serentak tahun 2029, untuk Partai Demokrat bisa menguasai parlemen, baik di wilayah pusat maupun di tiap daerah,” tambahnya.

Sebelumnya, Irwan menjadi bendahara umum untuk menggantikan posisi Renville Antonio, yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Situbondo, Jawa Timur, pada Februari lalu.

Sehingga, untuk kepengurusan baru di struktur DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut mengumumkan untuk pergantian pengurus. Kegiatan pun berlangsung di Taman Politik DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Minggu (23/3/2025).

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Apa Itu Operasi Laparoskopi? Berikut Penjelasan Dokter Spesialis Bedah RSUD Bontang

0
Ilustrasi operasi Laparoskopi. (ist)

BONTANG – Dokter Spesialis Bedah RSUD Taman Husada Bontang, dr Muhammad Hidayat, Sp.B mengenalkan operasi laparoskopi. Merupakan tindakan operasi menggunakan alat dengan meminimalkan irisan pada operasi dengan irisan sebesar 0,5-1,5 cm. Kemudian memasukkan alat seperti kamera untuk melihat bagian dalam organ tubuh.

“Operasi ini merupakan operasi invasif, yang dimaksudkan alat untuk rongga-rongga kecil bagian tubuh pasien,” katanya.

Ia menyebutkan, manfaat layanan laparoskopi bagi operasi-operasi rongga-rongga kecil di bagian tubuh seperti perut. Selain lama rawat inap dapat dipersingkat yang biasanya 5-7 hari, dapat menjadi hanya satu hari dengan menggunakan alat laparoskopi.

“Manfaatnya meminimalkan rasa sakit karena irisan operasi yang sangat kecil. Keunggulan operasi ini dengan sedikit mengembangkan perut, maka ruang operasi terlihat luas dan lebih jelas. Dengan begitu akan meminimalisir kesalahan-kesalahan pada saat operasi seperti pada saat operasi open (terbuka),” jelasnya.

Layanan operasi laparoskopi sendiri sudah tersedia di RSUD Taman Husada sejak tahun 2017. Masih tersedia hingga saat ini. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Klinik Penyakit Dalam RSUD Bontang Terima Pasien BPJS Kesehatan

0
Klinik Penyakit Dalam RSUD Bontang Terima Pasien BPJS Kesehatan
Ruangan poliklinik di RSUD Bontang. (ist)

BONTANG – Klinik penyakit dalam di RSUD Taman Husada Bontang menerima pasien dengan BPJS Kesehatan, selain pasien umum dan asuransi umum lainnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Taman Husada Bontang, dr Dendy Hendriansyah, Sp.PD menjelaskan, setiap harinya poli klinik penyakit dalam bisa menangani atau melayani hingga 50 pasien. Mayoritas pasien di klinik dari merupakan peserta BPJS Kesehatan.

“Harapannya lebih banyak obat baru dan pemeriksaan penunjang yang ditanggung oleh BPJS, dan bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk pasien,” bebernya.

Namun begitu ia menyarankan agar obat yang ditanggung BPJS bisa lebih diperluas, tidak dibatasi lagi.

“Permasalahan paling banyak yakni keterbatasan obat yang ditanggung oleh BPJS, sehingga pada sebagian kasus membuat penanganan pasien kronik menjadi kurang optimal,” pungkasnya. (adv)

Editor: Yusva Alam

Perbaikan Jalanan Amblas di RT 12 Gunung Elai Ditarget Rampung April

0
Jalan Buncis RT 12 Kelurahan Gunung Elai. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Perbaikan jalan amblas di wilayah Kelurahan Gunung Elai tepatnya di RT 12 bakal ditargetkan rampung pertengahan April. Hal itu diungkapkan Lurah Gunung Elai, Sulistyo saat ditemui, Sabtu (22/03/2025).

Ia menceritakan kejadian amblasnya jalan yang berada di Jalan buncis itu, dilaporkan oleh pihak Ketua RT 12 sejak akhir 2024. Pihaknya pun langsung mengusulkan anggaran perbaikan buat jalan tersebut.

“Baru dimulai pada Maret ini, kami prediksi bisa selesai pertengah Bulan April,”

Penyebab turunnya struktur tanah pada jalan tersebut, diakibatkan tidak adanya jalur drainase yang menghubungkan pembuangan air rumah warga ke sungai. Pihaknya juga menargetkan perbaikan pada drainase di wilayah tersebut agar kejadian tersebut tidak terulang.

“Air tidak langsung menuju ke sungai, dan menyebabkan penumpukan air sehingga terjadi amblas. Nanti dibuatkan juga drainase di dekat jalan amblas itu,”

Ia menjelaskan saat ini terdapat tiga pengerjaan drainase di Kelurahan Gunung Elai, dan salah satunya pengerjaan yang ada di Jalan Buncis tersebut. Adapun anggaran tersebut dianggarkan dari kelurahan dengan total Rp 101 juta untuk tiga pengerjaannya.

Diberitakan sebelumnya salah satu warga mengeluhkan terjadi amblas di wilayah RT 12 di media sosial.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jalanan Amblas Hingga Jembatan Rusak di RT 12 Gunung Elai, Warga Keluhkan Tak Ada Perbaikan 10 Tahun Lamanya

0
Kondisi jalanan yang amblas dan jembatan rusak di wilayah Jalan Imam Bonjol, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pergeseran tanah menyebabkan jalanan amblas serta jembatan rusak akibat tertabraknya kayu bekisting. Hal tersebut terjadi di sekitaran Jalan Imam Bonjol, RT.12, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Jumat (21/3/2025) pagi.

Mustar, salah satu warga sekitar menceritakan bahwa, untuk jalanan awalnya mengalami keretakan akibat bagian bawah yang terkikis, keretakan pada bagian jalan sudah berlangsung selama empat bulan lamanya.

Akan tetapi, terhitung sejak tiga hari terakhir, keretakan di bagian jalan merubah menjadi amblas. Sehingga posisi jalan mengalami penurunan ke dalam, akibat bagian bawah pada jalan mengalami lubang.

Terlebih lagi, untuk jembatan pun mengalami kerusakan di bagian kayu penyangga, yang dimana dua bulan lalu jembatan tersebut sempat dihantam oleh kayu bekisting saat kayu tersebut hanyut ke sungai.

“Kalau jembatan, dulunya di bagian ujung sana ada pengerjaan proyek, dan ada kayu bekisting yang jatuh lalu hanyut. Jadinya kayu tersebut menghantam jembatan ini. Akibat tidak bisa nahan, jadinya beberapa kayu penyangga jembatan terlepas,” jelasnya.

Keadaan pada jembatan pun semakin lama semakin buruk dan memprihatinkan, dimana jembatan dibagun untuk pertama kalinya di tahun 2014 lalu, hingga di 2025 jembatan pun tak ada sentuhan untuk masa perbaikan.

“Jembatan mulai dibangun sampai sekarang, tidak ada perbaikan sama sekali. Sudah kurang lebih 10 tahun lamanya,” paparnya.

Padahal, jembatan tersebut termasuk akses utama warga sekitar untuk pulang pergi sehabis kegiatan sehari-hari. Pasalnya, jika memutar untuk melewati jalan besar, warga sekitar harus memutar haluan yang terbilang cukup jauh.

“Dulunya banyak warga lewat sini menggunakan motor, akan tetapi sekarang sudah pada tidak berani. Palingan hanya warga yang melintas dengan berjalan kaki saja, mengingat kondisi jembatan yang semakin parah rusaknya,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam