Beranda blog Halaman 646

Berbagi Keberkahan Ramadan, PKBM Malahing Bontang Gelar Baksos di Panti Asuhan

0
Berbagi Keberkahan Ramadan, PKBM Malahing Bontang Gelar Baksos di Panti Asuhan
Bakti sosial berbagi keberkahan Ramadan PKBM Malahing di Panti Asuhan Yatim Piatu Darul Hijrah Wal Qurra.

BONTANG – Momentum bulan suci Ramadan 1446 H dimanfaatkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Malahing Kota Bontang untuk menebar kebaikan. Pada Selasa (25/3/2025), PKBM Malahing menggelar bakti sosial di Panti Asuhan Yatim Piatu Darul Hijrah Wal Qurra, Kelurahan Tanjung Laut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin tahunan PKBM selain Pesantren Ramadan, sekaligus ajang pengenalan program pendidikan nonformal kepada masyarakat, khususnya lembaga sosial.

Kepala PKBM Malahing, Agus Suprianto, yang akrab disapa Gus Pri, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran pengurus, pendidik, dan perwakilan peserta didik dari Program Pendidikan Kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dan memanfaatkan keberkahan Ramadan. Kami ingin anak-anak di panti ini juga bisa merasakan kebahagiaan, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri,” ujar Gus Pri dalam sambutannya.

Dalam kegiatan tersebut, PKBM Malahing menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan santunan dana, yang langsung diserahkan kepada pengasuh panti dan anak-anak yatim piatu.

Pengurus panti, Ustaz Muslimin, menyampaikan rasa syukur dan haru atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PKBM Malahing. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan anak-anak selama Ramadan, apalagi menjelang lebaran. Mereka jadi bisa merasakan kebahagiaan seperti anak-anak lain yang memiliki orang tua dan berkecukupan,” tuturnya.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Muslimin, dilanjutkan dengan pembagian santunan dan sesi foto bersama seluruh peserta kegiatan. (RB)

Editor: Agus S

Tak Mau Tunjukkan Identitas Saat Terjaring Razia, Satpol PP Bawa Perempuan Ini ke Polres Bontang

0
Tak Mau Tunjukkan Identitas Saat Terjaring Razia, Satpol PP Bawa Perempuan Ini ke Polres Bontang
Perempuan yang terjaring razia diantarkan ke Polres Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang, kembali melangsungkan kegiatan razia rutin selama Bulan Ramadan di beberapa hotel dan penginapan, Senin (24/3/2025) malam.

Saat razia berlangsung, terdapat seorang perempuan yang terjaring razia, akan tetapi dirinya tak mau menunjukkan identitasnya. Terlebih lagi, perempuan tersebut di tahun sebelumnya sudah pernah terjaring razia.

“Kami kembali mengamankan satu pasangan tidak sah, dengan orang yang sama, di tempat dan hotel yang sama,” ucap Arianto, Kabid PPUD Satpol PP Kota Bontang.

Mengingat perempuan tersebut tidak mau menunjuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat tertangkap razia, petugas langsung mengamankan ke Kantor Satpol PP Bontang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tahun lalu pun juga sama, perempuan ini tidak mau menunjukkan identitasnya. Hanya saja kita takutkan, perempuan ini mempunyai kasus atau kriminal di daerah lain, soalnya tak mau melihatkan KTP,” jelasnya.

Karena susah untuk mendapatkan identitas perempuan tersebut, Satpol PP Bontang menyerahkan perempuan yang bersangkutan kepada pihak kepolisian, untuk nantinya pihak dari Polres Bontang memproses lebih lanjut.

“Ini kedua kalinya perempuan tersebut terjaring razia, dan tidak mau melihatkan identitasnya, maka kami serahkan ke Polres Bontang,” ungkapnya.

Arianto turut mengimbau ke masyarakat, agar bisa membawa kartu identitas saat bepergian kemanapun. Terutama saat menginap di penginapan atau hotel.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Apes! Ngakunya Adik Kakak, Satu Pasangan Tidak Sah Kembali Terjaring Razia di Tempat yang Sama

0
Apes! Ngakunya Adik Kakak, Satu Pasangan Tidak Sah Kembali Terjaring Razia di Tempat yang Sama
Satpol PP Bontang mengamankan satu pasangan tidak sah, di salah satu penginapan wilayah Bontang Barat. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang, berhasil mengamankan satu pasangan tidak sah, di salah satu penginapan Jalan S Parman, Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Senin (24/3/2025).

Sebelumnya, di tahun 2024 lalu saat petugas menggelar razia, satu pasangan bukan suami istri ini sempat tertangkap basah berada di salah satu kamar di hotel tersebut. Apesnya, di tahun ini, Satpol PP Bontang kembali menggelar razia, dan pasangan tidak sah ini kembali ikut terjaring.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Bontang, Arianto mengatakan bahwa, pasangan ini awalnya sempat mengaku jika mereka adalah adik kakak.

“Persis di tahun yang lalu, pasangan ini kembali terjaring razia, di hotel yang sama pula. Bahkan mereka sempat mengakui, kalau mereka adik kakak,” ucapnya saat ditemui.

Ketika petugas kembali menjaring pasangan tersebut, dan membawanya ke Kantor Satpol PP Bontang, pihak dari perempuan tidak mau menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya, dengan alasan yang tidak jelas.

“Katanya dia dari Surabaya, masa iya KTP tidak ada. Sedangkan untuk membeli tiket dan sebagainya harus menggunakan KTP,” ungkapnya.

Sehingga, Arianto menyatakan jika perempuan tersebut tak mau menunjukkan identitasnya, maka penahanan akan tetap dilakukan sampai yang bersangkutan berkata jujur dan mau memperlihatkan identitasnya.

“Kita hanya takut, kalau perempuan ini punya kasus atau semacam kriminal di daerah lain. Sebab dari tahun lalu dia terjaring razia, tidak mau menunjukkan KTP. Intinya tetap yang bersangkutan, akan kita tahan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Dampingi DLH Provinsi Ambil Sampel Dugaan Pencemaran Limbah PT EUP

0
Polres Bontang Dampingi DLH Provinsi Ambil Sampel Dugaan Pencemaran Limbah PT EUP
Kasat Reskrim, AKP Hari Supranoto.

BONTANG – Menindaklanjuti dugaan adanya pencemaran yang berasal dari PT Energi Unggul Persada (EUP) di perairan Bontang Lestari dan Santan Ilir, Polres Bontang bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim, melakukan koordinasi untuk melakukan pengambilan sampel.

Adapun penyebab dugaannya adalah limbah cair yang dibuang perusahaan di muara sungai, hingga mengalir ke laut dan menyebabkan banyak ikan yang mati.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim, AKP Hari Supranoto, mengungkapkan pengambilan sampel akan dilakukan bersama DLH Kaltim. Hasilnya nanti akan digunakan sebagai proses penyelidikan lebih lanjut. Pendampingan ini diperlukan untuk memastikan sampel diambil di lokasi yang mengalami pencemaran.

“Pengambilan sampling harus didampingi prosesnya untuk memastikan sampel diambil di lokasi tersebut,” katanya saat dihubungi Selasa, (25/03/2025).

Ia menjelaskan, bahwa belum ada laporan resmi yang dilayangkan terkait dugaan pencemaran tersebut. Namun, karena kasus tersebut telah tersebar dan menjadi sorotan di masyarakat, pengumpulan informasi dengan melakukan peninjauan lokasi menjadi langkah awal yang perlu dilakukan.

Saat ini pihaknya menunggu konfirmasi kapan DLH melakukan pengambilan sampel, “Selanjutnya kita akan menunggu arahan lebih lanjut,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Punya Masalah Jantung atau Pembuluh darah? Datang Aja ke Klinik Jantung RSUD Bontang

0
Pemeriksaan penyakit jantung oleh dokter spesialis jantung di RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Klinik Jantung Rumah Sakit Taman Husada Bontang melayani penderita penyakit jantung dan pembuluh darah.

“Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah merupakan dokter yang ahli menangani penyakit seputar jantung dan pembuluh darah. Biasanya seperti penyakit jantung koroner, hypertensive heart disease, penyakit katup jantung, penyakit bawaan hingga gagal jantung,” jelas Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr Suhardi, Sp.JP

Ia menambahkan, pada poli klinik jantung, dokter spesialis jantung memeriksa baik fisik maupun pemeriksaan penunjang dengan menggunakan alat-alat medis untuk jantung.

“Selain pemeriksaan fisik bisa dilakukan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, EKG, Echocardiography, CT Coronary, Treadmill, Angiography Coronary dan Holter Jantung,” bebernya.

Ditambahkan dr Suhardi, poli jantung buka sesuai jadwal rumah sakit di setiap jam kerja. Adapun pasien yang datang bisa mencapai 30 pasien per hari.

Ia pun mengharapkan ke depannya, poli klinik jantung dapat menangani semua jenis penyakit jantung dengan menggunakan alat-alat medis yang terbaru dimiliki RSUD Taman Husada tanpa harus merujuk ke rumah sakit lainnya.

“Kebanyakan pasien BPJS. Asalkan sudah ada rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat pertama (FKTP). Selama ini berjalan lancar saja. Karena obat dan alat kesehatan sudah lumayan komplit,” terangnya. (adv/yah)

Edit: Yusva Alam

Sempat Tertunda, Wali Kota Bontang Resmi Lantik 214 PPPK Bontang

0
Sempat Tertunda, Wali Kota Bontang Resmi Lantik 214 PPPK Bontang
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni resmi melantik PPPK Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Setelah sempat ditunda, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni secara resmi melantik sebanyak 214 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bontang tahun 2025. Kegiatan pelantikan berlangsung di Auditorium Kantor Wali Kota, Bontang Lestari, Selasa (25/3/2025).

Pelantikan tersebut turut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot).

Dari sebanyak 214 PPPK Bontang yang telah dilantik, terdiri 52 orang di Jabatan Fungsional, dan 162 orang di bagian Jabatan Pelaksana. Adapun meliputi 8 tenaga guru, 9 tenaga kesehatan, dan sekaligus 197 tenaga teknis.

“Saya mengucapkan selamat kepada bapak dan ibu yang telah berhasil melewati berbagai tahapan dalam proses seleksi. Sehingga tepat di hari ini, resmi dilantik menjadi PPPK di Pemerintah Kota Bontang,” ucap Neni.

 

Tak hanya itu, Neni turut menyampaikan harapannya agar para PPPK Bontang dapat menjalankan tugas dengan amanah dan penuh rasa tanggung jawab, dimana selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jadilah pelayan masyarakat yang amanah, responsif, serta mampu memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Satpol PP Razia Hotel di Bonles, Temukan Bukan Pasangan Suami Istri Sambil Bawa Anak

0
Satu pasangan bukan suami istri terjaring razia Satpol PP Bontang, di salah satu hotel di Bontang Lestari. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang melakukan razia di sejumlah hotel dan penginapan di wilayah Bontang, Senin (24/3/2025) malam.

Saat rombongan petugas Satpol PP Bontang tengah menjalankan razia tersebut, ditemukan pasangan bukan suami istri di salah satu hotel yang berada di Bontang Lestari (Bonles).

Perempuan yang terjaring razia berinisial RA (18) itu adalah salah satu warga Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan. Diketahui RA berada di salah satu kamar hotel dengan seorang pria.

Ironisnya, perempuan tersebut membawa serta anaknya yang berumur sekitar 3 tahun, dan RA juga tergolong anak di bawah umur.

“Awalnya mereka mengaku suami istri sah, tetapi setelah dipaksa buat jujur, pihak perempuan mengaku akan menikah sirih sebentar lagi,” ucap salah satu petugas.

Sehingga, petugas langsung mengamankan pasangan tersebut, dan membawanya ke Kantor Satpol PP Kota Bontang, untuk dilakukan pembinaan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Diduga Mencemari Laut, PT EUP Sebut Pembuangan Limbah Sesuai Standar, Siap Diperiksa!

0
Diduga Mencemari Laut, PT EUP Sebut Pembuangan Limbah Sesuai Standar, Siap Diperiksa!
Tangkapan Layar Ikan Mati di perairan Bontang Lestari dan Santan Ilir. (ist)

BONTANG – PT Energi Unggul Persada (EUP) Kota Bontang menyatakan bahwa, limbah yang dibuang ke laut lepas oleh perusahaan telah memenuhi standar baku mutu yang diizinkan.

Jayadi, Humas PT EUP mengatakan, setelah mereka mendapatkan kabar banyaknya ikan mati yang diduga akibat limbah tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan tim Wastewater Treatment Plant (WWTP, yang merupakan fasilitas pengolahan air limbah yang berfungsi untuk membersihkan air limbah sebelum dibuang ke lingkungan, untuk memeriksa apakah terdapat overflow atau kerusakan lainnya.

“Informasi yang saya dapatkan saat ini masih sesuai standar, kami juga memiliki Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC)” ujarnya saat dihubungi, Senin (24/3/2025).

Ia juga menjelaskan adanya kemungkinan ikan-ikan tersebut merupakan ikan yang terbawa arus dan sampai di perairan sekitar Bontang Lestari dan Santan Ilir, mengingat pihak perusahaan telah melakukan pemenuhan standar terkait limbah yang dibuang ke laut.

Adapun tiap bulannya, mereka selalu melakukan pelaporan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, serta standar Baku Mutu Air (BMA) perusahaan juga dikeluarkan oleh pemerintah provinsi dan perpanjangannya akan dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Pihaknya mengungkapkan akan kooperatif dengan instansi terkait, jika pihaknya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap adanya dugaan pencemaran lingkungan tersebut.

“Kami siap jika memang akan dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Sebelumnya beredar adanya dugaan ikan mati di perairan Bontang Lestari dan Santan Ilir diakibatkan limbah buangan PT EUP, bahkan nelayan mengeluhkan hal berulang tersebut selama dua tahun terakhir.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Beredar Video Ikan-Ikan Tangkapan Nelayan Mati, Diduga Akibat Pencemaran Lingkungan Limbah Perusahaan

0
Beredar Video Ikan-Ikan Tangkapan Nelayan Mati, Diduga Akibat Pencemaran Lingkungan Limbah Perusahaan
Tangkapan layar video ikan mati yang beredar. (ist)

BONTANG – Beredar video pada Minggu (23/3/3035) yang memperlihatkan banyaknya ikan-ikan mati. Kejadian itu diduga akibat limbah perusahaan yang terdapat di antara perairan Bontang Lestari dan Santan Ilir, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam video tersebut menunjukkan banyaknya ikan yang mengambang di perairan, dan ditekan langsung oleh nelayan yang melaut.

Masbudi, salah satu nelayan terdampak yang melakukan penangkapan ikan di perairan dangkal sekitar wilayah Bontang Lestari dan daerah Santan Ilir.

Ia menduga saat ini dikarenakan adanya pembuangan limbah pengolaan sawit yang dikelola PT. Energi Unggul Persada (EUP) pada sungai yang bermuara langsung ke laut di dua daerah tersebut.

Kejadian baru-baru ini terjadi sekitar tanggal 15 Maret 2025 kemarin, mulai dari ikan besar hingga kecil pun mati. Kejadian ini bukan yang pertama kali. Sekitar dua tahun lalu, ia dan para nelayan lainnya merasakan dampak dari dugaan pencemaran tersebut.

Pihaknya mengaku tidak tahu bagaimana harus membuat laporan, sehingga mereka mengupload video tersebut ke sosial media sebagai salah satu cara agar dapat dilihat banyak khalayak.

Ia menyebutkan kerugian yang dialami berdampak ke mata pencaharian ratusan nelayan lainnya, terakhir ia mendapatkan sekitar 50 kilo ikan yang mati dari perangkap ikan yang dia pasang

“Yang masuk perangkap mati, sudah busuk semua, tidak bisa diperjualbelikan,” katanya.

Ia pun harus memasang perangkap lebih jauh dan hal tersebut memakan bahan bakar yang lebih banyak.

“Tangkapan makin berkurang, bensin kapal makin banyak terpakai karna jaraknya lumayan,” ujarnya.

Sama halnya dengan Rahman yang merupakan salah satu nelayan yang berasal dari Kelurahan Bontang Lestari. Ia mengungkapkan hal yang sama. Apalagi dengan posisi yang lebih dekat dengan lokasi pembuangan limbah ia mengeluhkan adanya aroma menyengat.

“Bau menyengat, kadang sampe sesak,” terangnya.

Ia berharap pemerintah dapat bertindak cepat, terlebih ini berpengaruh terhadap ekosistem laut yang berpengaruh pada hasil tangkapan mereka, dan dapat berpengaruh terhadap ekonomi para nelayan.

“Profesi ini mata pencaharian utama, sudah saya geluti semenjak bujang,” jelasnya

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Berbagi Berkah Ramadan 2025, Citimall Bontang Ajak Anak Yatim Piatu Wisata ke Mall

0
Berbagi Berkah Ramadan 2025, Citimall Bontang Ajak Anak Yatim Piatu Wisata ke Mall
Citimall Bontang Berbagai berkah Ramadan 2025. (ist)

BONTANG – Dalam rangka berbagi berkah di Bulan Suci Ramadan 2025, Citimall Bontang sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Kota Bontang melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilaksanakan pada Sabtu (22/3/2025).

Program CSR bertajuk “Berbagi Berkah Ramadan” ini mengundang 50 anak yatim piatu dari Rumah Yatim Fauzan Fauzi yang berlokasi di Jl. Sultan Hasanudin RT 24, No. 100, Kel. Berbas Pantai, Kec. Bontang Selatan, Kota Bontang.

Sebanyak 50 anak tersebut melakukan berbagai aktivitas menyenangkan yang diawali dengan bermain di tenant playground Happy Time, di mana anak-anak diberikan kebebasan untuk bermain selama kurang lebih 2 jam. Tausiyah juga diberikan sebelum menikmati buka puasa bersama para pengelola Citimall Bontang.

Teges Prita Soraya, Direktur Citimall Bontang PT Anggaraksa Lokeswara-NWP Property Group mengatakan, acara ini merupakan bagian dari komitmen Citimall Bontang dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat memberikan kebahagiaan melalui pengalaman berbelanja dan bermain di pusat perbelanjaan bagi anak-anak tersebut, yang mungkin tidak didapatkan setiap hari.

“Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Citimall Bontang berkomitmen untuk terus berperan serta dalam berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan mendorong kolaborasi lebih lanjut dalam upaya meningkatkan kesejahteraan bersama” tambah Teges.

Selain itu, Citimall Bontang juga menghadirkan berbagai program belanja menarik yang siap memanjakan para pengunjung. Dimulai dari Ramadan Shopping Cashback yang berlangsung hingga 30 Maret 2025, dimana hanya dengan berbelanja minimal Rp500 ribu, pengunjung berhak mendapatkan voucher belanja Rp50 ribu langsung tanpa diundi.

Selain itu, jangan lewatkan kesempatan belanja pada Late Night Sale pada tanggal 22 -23 29 dan 30 Maret 2025, di mana berbagai tenant akan tetap buka hingga pukul 23.00 WITA. Semua dirancang untuk memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan.

Manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan diskon menarik dari berbagai merek favorit anda dan berbelanja dengan lebih santai setelah berbuka puasa.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam