Beranda blog Halaman 645

PT. Pertamina Berencana Tambah SPBU, di Loktuan dan Bonles

0
Sales Branch Manager PT. Pertamina Patra Niaga, Azri Ramadan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – PT. Pertamina Patra Niaga berencana akan menambah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Bontang.

Sales Branch Manager PT. Pertamina Patra Niaga, Azri Ramadan menyampaikan bahwa, pihaknya telah melakukan perencanaan pembangunan SPBU, nantinya di daerah Loktuan dan Bontang Lestari.

Mengingat, penambahan SPBU dilakukan untuk menghindari dan mengantisipasi adanya antrean panjang yang menyebabkan kemacetan di jalan.

“Kalau di Bontang Lestari, Pertashop yang sudah ada nantinya akan kami jadikan SPBU. Untuk di Loktuan, kemungkinan di dekat Pelabuhan. Kita masih melihat potensi di sana,” ucapnya, Kamis (27/3/2025).

Untuk proses pembangunan SPBU nantinya, pihaknya masih di tahap administratif, yang dimana masih membutuhkan waktu selama enam bulan sebagai pemenuhan syarat.

Kondisi itu, dengan catatan Pemerintah Kota (Pemkot) juga mempermudah penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Kemudian untuk bangunan fisik SPBU, biasa butuh waktu 1 tahun.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

PT. EUP Bantah Cemari Perairan, Sahib Tegaskan Jangan Saling Menutupi

0
PT. EUP Bantah Cemari Perairan, Sahib Tegaskan Jangan Saling Menutupi
Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang (tengah), Muhammad Sahib. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk bisa bersama-sama mencari kebenaran dan solusi dari kasus pencemaran perairan Bontang Lestari dan Santan Ilir yang diduga dari limbah perusahaan.

Sahib tegas mengatakan, tidak mungkin kejadian ini terjadi jika tidak ada penyebabnya, dimana secara tiba-tiba saja ikan-ikan tersebut mati mendadak langsung hingga ribuan.

“Kita cari kebenarannya bersama-sama, kalau ada yang membuat kesalahan, akui saja. Pastinya dari kesalahan itu ada konsekuensinya, dan itu nantinya kita akan cari solusinya. Jangan saling menutupi, untuk mendukung kesalahan suatu pihak, ucapnya saat RDP, Kamis (27/3/2025).

Bagi Sahib, tidak ada untungnya untuk mendukung pihak yang telah bersalah, terkecuali dukungan tersebut menguntungkan bagi diri sendiri, seperti halnya dalam istilah suap menyuap.

“Jangan dukung perusahaan itu, kalau memang salah. Kecuali keuntungan bagi diri sendiri, kemungkinan bisa saja terjadi. Berapapun masuk kantong, dan kejadian seperti ini seringkali terjadi, di luaran sana,” ungkapnya.

Kalaupun memang pihak PT. Energi Unggul Persada (EUP) melakukan kesalahan atas pencemaran lingkungan yang menyebabkan ratusan ikan mati, Sahib ingin pihaknya segera mengakui kesalahannya, untuk berkata jujur dan transparan.

“Jadi kalau rapat ini mau berjalan dengan baik, lebih baik berkata jujur. Kalau pun mulai awal sudah tidak jujur, pastinya tidak ada ujungnya, mau rapat berapa kali pun,” jelasnya.

Sebelumnya, saat rapat berlangsung pihak dari Humas PT. EUP, Jayadi membantah adanya tuduhan terkait aktivitas pencemaran limbah, dimana pihaknya beranggapan bahwa ikan-ikan mati karena adanya faktor lain, seperti halnya terbawa arus, oksigen, bahkan sabotase.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

PT EUP Bantah Limbah Sebabkan Ribuan Ikan Mati, Jayadi: Kita Sudah Sesuai Prosedur

0
PT EUP Bantah Limbah Sebabkan Ribuan Ikan Mati, Jayadi: Kita Sudah Sesuai Prosedur
Manajemen PT. EUP saat RDP bersama DPRD Bontang terkait isu pencemaran limbah. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT. Energi Unggul Persada (EUP) terkait beredarnya ribuan ikan yang mati, diduga akibat pencemaran limbah dari perusahaan tersebut.

Saat rapat berlangsung, Humas PT. EUP, Jayadi membantah tuduhan pencemaran limbah tersebut, yang dimana pihaknya beranggapan bahwa ikan-ikan tersebut mati karena adanya faktor lain, seperti halnya terbawa arus, oksigen, bahkan sabotase.

“Ikan mati banyak faktornya, bisa jadi dengan adanya arus, oksigen, ataupun di sabotase. Karena perusahaan dengan rutin melakukan uji sampling air limbah, kita lakukan sesuai prosedur yang ada,” ucapnya, Kamis (27/3/2035).

Terlebih lagi, Jayadi menyatakan jika di video tersebut yang telah beredar luas, bukan merupakan area umum wilayah untuk penangkapan ikan bagi nelayan. Akan tetapi wilayah tersebut merupakan kawasan industri yang dikelola oleh PT. EUP dan PT. Indominco.

“Dalam video yang viral juga, lokasinya bukan area penangkapan ikan nelayan, tetapi wilayah industri,” paparnya.

Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang, Heru Triatmodjo mengatakan, jika pihaknya pun telah melakukan uji sampling, atas dugaan pencemaran limbah di perairan wilayah Bontang Lestari.

Hasil tersebut pun menyatakan jika, air yang telah dilakukan tes uji masih termasuk dalam batas aman, dan memenuhi standar baku mutu.

“Kita sudah lakukan tes uji pada air, di tiga titik, mulai dari hulu, tengah, lalu ke hilir. Hasil airnya pun masih terbilang sesuai standar,” ungkapnya.

Mengenai hal tersebut, Anggota DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib menegaskan walaupun air tersebut dinilai menghasilkan air yang standar, rasanya masih ada yang mengganjal, dimana telah membuat ribuan ikan tersebut mati mendadak.

“Saya rasa ada yang lain, tidak mungkin ikan ini tiba-tiba mati mendadak tanpa sebab. Jika pun sudah di tes uji air tersebut, dan air di rasa aman, saya rasa tidak langsung percaya. Kalau perlu kita selidiki bersama,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tidak Bisa Melaut Berhari-hari, Nelayan Tuntut Perbaikan Ekosistem Perairan dan Kerugian Ekonomi

0
Tidak Bisa Melaut Berhari-hari, Nelayan Tuntut Perbaikan Ekosistem Perairan dan Kerugian Ekonomi
Salah satu titik dugaan limbah yang dibuang mengalir ke perairan Santan Ilir. (ist)

BONTANG – Dugaan tercemarnya perairan laut wilayah Bontang lestari dan Santan Ilir akibat limbah dari PT Energi Unggul Persada (EUP), menyebabkan para nelayan merugi. Nelayan di Santan Ilir mendesak perbaikan ekosistem perairan di lokasi mereka melakukan penangkapan ikan.

Ketua Forum Santan Bersatu (FSB), Andi Rahman menyampaikan, memberikan pendampingan kepada nelayan Desa Santan Ilir yang terdampak pencemaran tersebut. Mereka menginginkan adanya pemulihan kondisi perairan agar lokasi tangkapan ikan kembali normal.

Adanya dugaan pencemaran terjadi sejak 16 Maret 2025 lalu, namun dampak yang terlihat pada 19 Maret 2025, ketika nelayan menemukan banyaknya ikan yang mati mengambang, serta adanya limbah minyak yang diduga dari PT EUP.

Sekitar 150 nelayan pesisir Santan Ilir terdampak, para nelayan terpaksa berhenti melaut. Karena itu, mereka juga menuntut kompensasi atas kerugian ekonomi yang mereka alami.

“Tujuh hari mereka tidak melaut, jadinya pendapatan mereka menjelang Lebaran justru berkurang drastis,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (26/03/2025).

Dugaan pencemaran ini bukanlah yang pertama. Kejadian serupa telah terjadi tiga kali, tetapi kali ini dampaknya lebih luas. Karena itu, mereka memutuskan mengunggah kejadian tersebut ke media sosial agar mendapat perhatian lebih luas. Pihaknya telah melaporkan kasus ini kepada pemerintah setempat melalui Desa Santan Ilir, serta mengadukannya ke Anggota Komisi VII DPR RI, Syafruddin.

Lebih lanjut, nelayan dan FSB telah mengumpulkan sampel air dan ikan mati pada 22 Maret 2025, sampel ini akan dibawa ke laboratorium Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda untuk diuji lebih lanjut.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti pengambilan sampel air yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang pada 23 Maret 2025. Mereka tidak melibatkan nelayan dalam pengumpulan sampel tersebut. Menurutnya, nelayan lebih mengetahui titik-titik lokasi yang diduga tercemar.

Ditambah sampel yang diambil oleh DLH hanyalah air saja. Menurutnya sampel juga harus dilakukan kepada ikan yang sudah mati mengambang.

“Ikan harusnya juga diambil dan diteliti,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Terima Penitipan Kendaraan Bagi Warga yang Hendak Mudik

0
Polres Bontang Terima Penitipan Kendaraan Bagi Warga yang Hendak Mudik
Tempat penitipan kendaraan di Polres Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Polres Bontang menerima penitipan kendaraan roda dua dan roda empat, selama masa mudik mulai 28 Maret hingga 6 April 2025, di Mako Polres Bontang.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian melalui Kasat Lantas, AKP Purwo Asmadi mengatakan, pihaknya menyediakan pelayanan Valet SBI, yakni penitipan kendaraan secara gratis.

“Masyarakat yang mau menitip kendaraannya bisa menghubungi call center kami atau bisa juga hubungi 110,” ujarnya.

Setelah menghubungi call center untuk konfirmasi terkait hal tersebut, Polres Bontang bisa melakukan penjemputan kendaraan atau pemilik kendaraan bisa langsung membawa kendaraan ke Mako polres.

Layanan ini akan bermanfaat bagi pemudik yang ingin meninggalkan kendaraannya dalam waktu lama, agar merasa lebih aman. Pemilik kendaraan hanya perlu memberikan nomor ponsel yang dapat dihubungi.

Adapun nomor call center yang dapat dihubungi adalah 081346808959.

Ia memperkirakan sekitar 50 kendaraan roda empat akan muat, “Masyarakat Bontang sebenarnya tidak banyak menggunakan layanan ini,” jelasnya

Namun, jika parkiran Polres ternyata penuh, lahan Polsek juga akan dimanfaatkan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polsek setempat dimana lokasi penitip kendaraan berada, “Misal ada yang dari wilayah Bontang Barat, nanti kita berkoordinasi sama Polsek sana untuk mengambil kendaraan,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ramai Penumpang, Bus Patas Tambah 2 Armada

0
Ramai Penumpang, Bus Patas Tambah 2 Armada
Terminal Pulau Indah Jaya. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pulau Indah Jaya atau Bus Patas menambahkan dua armada untuk mencukupi kebutuhan mudik masyarakat Kota Bontang. Terdapat total 4 bus yang berangkat di dua jadwal, yakni pukul 06.00 Wita dan 22.00 Wita.

Pegawai Pulau Indah Jaya, Ica menjelaskan bahwa saat ini penambahan armada akan terus tetap ada hingga setelah lebaran, dimana puncak arus balik kemungkinan akan berlangsung mulai H+4 lebaran.

“Kemungkinan pas hari lebaran hanya dua armada seperti biasa, karena pasti banyak yang lagi lebaran, jadi tidak seramai itu, setelah lebaran baru tambah lagi armada,” terangnya, Kamis (27/3/2025).

Tiket bus untuk tanggal 28 hingga 29 Maret 2025 juga telah habis terjual, bahkan tiket bus setelah lebaran juga sudah mulai penuh, “Tanggal 30 dan 31 masih ada, cuma nggak banyak,” ujarnya.

Tidak ada peningkatan harga tiket, masih dibandrol dengan harga Rp 175 ribu per orang, adapun pembelian akan lebih efektif jika dibeli langsung melalui website Pulau Indah Jaya, pembaharuan stok kursi yang masih kosong pun juga dapat dilihat di website tersebut.

“Kalau beli langsung di loket, takutnya tidak kebagian, apalagi kalau beli untuk dadakan,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, beberapa pemudik juga menaruh kendaraan mereka di terminal bus patas, hal tersebut diperbolehkan hanya saja pihaknya menjelaskan tidak bertanggungjawab jika ada kehilangan maupun kerusakan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Diduga Sopir Ngantuk, Innova Tabrak Pohon di Depan Masjid Baitul Musthofa

0
Diduga Sopir Ngantuk, Innova Tabrak Pohon di Depan Masjid Baitul Musthofa
Kondisi mobil yang menabrak pembatas jalan di daerah Kanaan, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Soekarno-Hatta, lebih tepatnya di depan Masjid Baitul Musthofa, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Kamis (27/3/3025) sore.

Salah satu saksi mata, Muhammad Moksan mengungkapkan bahwa, kecelakaan tersebut terjadi diduga akibat sang supir mengantuk, sehingga mengakibatkan supir hilang kendali saat sedang berkendara. Mobil Innova tersebut melaju kencang langsung menabrak pohon di pembatas jalan.

“Kecelakaan tunggal ini, dia laju langsung nabrak pohon di trotoar, tidak lama kemudian bannya langsung pecah,” ucapnya saat dikonfirmasi.

7

Diketahui, mobil tersebut berasal dari arah Bontang Lestari, ingin menuju ke wilayah kota. Pasca insiden berlangsung, pengendara dengan cepat langsung dilarikan ke RSUD Taman Husada, untuk mendapatkan penanganan medis.

“Pengendaranya ibu-ibu, tidak ada luka serius sepertinya, hanya kaget dan syok saja. Tadi dibawa sama rekannya ke rumah sakit,” ungkapnya.

Saat kecelakaan terjadi, awalnya mobil tersebut berada di tengah jalan, sehingga masyarakat yang kebetulan ada di sekitar lokasi kejadian langsung bergotong royong untuk memindahkan mobil tersebut ke pinggir jalan, agar tidak menghalangi jalan pengendara lain.

“Iya, kondisi mobilnya terbilang rusak cukup parah. Karena menabrak langsung ke trotoar. Beda halnya, kalau awalnya ban mobil sudah kempes atau bocor, pastinya tidak terlalu keras jika nabrak trotoar atau pohon. Tetapi ini mobil menabrak duluan, langsung bannya pecah,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Cara RSUD Bontang Edukasi Para Ibu Menyusui

0
Ilustrasi ibu menyusui. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang rutin mengedukasi para ibu menyusui agar menomorsatukan Air Susu Ibu (ASI) dibandingkan dengan makanan atau minuman lain. Edukasi tersebut disampaikan dengan beragam cara.

RSUD Bontang rutin melaksanakan kelas ASI (Air Susu Ibu) bagi orang tua bayi yang baru melahirkan. Ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua bayi dalam hal menyusui.

Konselor menyusui RSUD Taman Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha menjelaskan, kelas ASI diberikan kepada orang tua bayi yang memiliki kendala dalam hal menyusui setelah melahirkan, baik kelahiran normal maupun secara operasi sesar. Dalam kelas ASI ini, konselor memberikan edukasi dalam proses menyusui.

“Kami menjelaskan mengenai bagaimana proses menyusui, hal apa yang harus dilakukan dan diketahui ibu pada saat menyusui, misalnya teknik posisi dan pelekatan. Hal-hal yang dapat menurunkan dan meningkatkan produksi ASI hingga pemberian dukungan dari ayah bayi, dengan memberikan teknik pijat oksitosin yaitu memijat punggung si ibu bayi,” kata dr Ridha.

Selain itu, cara lainnya adalah dengan memberikan edukasi kepada para ibu yang baru saja melahirkan di ruang flamboyan.

“Kalau di ruang flamboyan (rawat gabung kebidanan) kami baik dokter maupun bidan rutin memberikan pengetahuan dan motivasi menyusui. Sehingga saat pulang dari rumah sakit, proses menyusui dapat berhasil. Harapan kami pemahaman proses menyusui ini bagian dari upaya pencegahan stunting di 1.000 hari pertama kehidupan sehingga kelak bayi menjadi sehat,” terangnya. (adv)

Editor: Yusva Alam

Sistem Kepegawaian Negara Dalam Islam Menyejahterakan

0
Sistem Kepegawaian Negara Dalam Islam Menyejahterakan
Lisa Agustin. (ist)

Oleh:
Lisa Agustin
Aktivis Muslimah

Lagi-lagi dunia pendidikan Indonesia menghadapi tantangan berat. Hal itu berkaitan dengan kesimpangsiuran pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024 telah menimbulkan ketidakpastian bagi ribuan guru honorer.

Ratusan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian (PPPK) di Kota Bontang yang telah lolos seleksi tahun 2024, menyepakati telah menolak pengangkatan serentak, di 1 Maret 2026 mendatang. (radarbontang.com, 13/3/2025)

Sama halnya di Paser. DPRD Paser meneruskan tuntutan ratusan honorer kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB), Kamis (13/3/2025). Diberitakan sebelumnya, tuntutan itu menjadi aspirasi ratusan honorer yang menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Paser. Mereka menolak penundaan pengangkatan CPNS dan PPPK. (nomorsatukaltim.disway.id, 13/3/2025)

Aksi penolakan di berbagai daerah itu ditindaklanjuti oleh pemerintah dengan merevisi kebijakan penundaan pengangkatan CPNS dan PPPK. Padahal sebelumnya pemerintah tetap berpegang teguh kepada pendiriannya dengan alasan yang terlihat mengada-ada. Ini mengindikasikan bahwa pemerintah terlalu gegabah mengambil keputusan tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.

Seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya, setelah diprotes dan dikritik oleh rakyat, kebijakan pun direvisi untuk meredam amarah publik. Meski akhirnya pengangkatan CASN dan PPPK dipercepat, tetap harus ada evaluasi atas kinerja negara dalam mengurus urusan rakyat.

Akar Masalah

Begitulah gaya kepemimpinan populis otoritarianisme yang lahir dari sistem demokrasi sekuler. Ketika pemimpin suatu negara mengadopsi paradigma ideologi kapitalisme sekulerisme, kebijakan yang lahir adalah kebijakan yang labil. Seolah-olah negara berpihak kepada kepentingan rakyat. Padahal faktanya kebijakan yang lahir cenderung memihak kepada pemilik kapital.

Tuntutan para guru honorer tersebut merupakan bukti bahwa negara ini gagal dalam mengeluarkan kebijakan yang pro rakyat. Tenaga pendidik yang berjuang untuk mencerdaskan generasi hanya berharap agar negara memperhatikan kesejahteraan hidup mereka. Namun sistem kehidupan yang diterapkan hari ini telah membuat negara ini lalai dengan peran utamanya.

Seharusnya negara menjadi garda terdepan menjamin kebutuhan rakyat justru tampak berlepas tangan. Rakyat selalu dituntut untuk berusaha ekstra dengan hasil yg belum tentu setara. Karena kondisi yang ada maka rakyat pun harus mengikut arus yang disetting penguasa.

Himpitan hidup yang dirasakan rakyat pun tidak menjadi prioritas utama negara. Sistem ini bahkan menciptakan kesenjangan sosial di masyarakat. Akibat akumulasi kekayaan di tangan segelintir orang telah menimbulkan kesulitan ekonomi di masyarakat.

Konsep Islam Kaffah

Ketika rakyat menuntut suatu kebijakan penguasa yang merampas hak masyarakat maka harus segera ditindaklanjuti berdasarkan syariat Islam. Dalam Islam ada Qadhi Madzalim yang berwenang untuk menyelesaikan permasalahan antara rakyat dengan penguasa.

Permasalahan terkait rekrutmen kepegawaian negara (PNS) yang terjadi hari ini seharusnya diselesaikan dengan paradigma Islam. Dalam kitab Ajhizah ad-Daulah al-Khilafah hlm. 223, Syekh abdul Qadim Zallum rahimahullah menjelaskan bahwa setiap orang yang memiliki kewarganegaraan dan memenuhi kualifikasi, baik laki-laki ataupun perempuan, muslim maupun nonmuslim, boleh diangkat menjadi direktur suatu departemen, jawatan, atau unit. Mereka juga boleh menjadi pegawai di departemen, jawatan, dan unit-unit yang ada.

Ketentuan ini diambil dari hukum-hukum kepegawaian/perburuhan (ijârah). Sesuai dengan hukum ijârah, direktur dan para pegawai negeri merupakan ajir (pekerja/pegawai).

Oleh karena itu, negara boleh mempekerjakan pegawai secara mutlak, baik muslim maupun non-muslim. Hal itu sesuai dengan keumuman dan kemutlakan dalil-dalil tentang ijârah. Allah Swt. berfirman, “Jika mereka menyusui anak-anak untukmu, berikanlah kepada mereka upahnya.“ (TQS Ath-Thalaq [65]: 6). Ayat ini bersifat umum dan tidak dikhususkan untuk muslim saja.

Termasuk profesi guru, dalam Islam guru sangat dimuliakan. Guru yang dipekerjakan oleh negara digaji tinggi bahkan karyanya dihargai. Islam juga menetapkan besaran gaji seorang guru berdasarkan manfaat tenaga yang didedikasikan, bukan kebutuhan hidup paling minimum. Oleh karena itu, tidak akan terjadi eksploitasi profesi guru oleh pihak penguasa (negara).

Adapun sumber dana negara dalam menggaji pegawai negeri berasal dari Baitumal. Sistem ekonomi Islam telah menetapkan sumber-sumber pendapatan Baitulmal berasal dari fai, ganimah, anfal, kharaj, jizyah, dan pemasukan dari harta milik umum dengan berbagai macam bentuknya, pemasukan dari hak milik negara, usyur, khumus, rikaz, dan barang tambang.

Dengan pengelolaan sistem ekonomi Islam pasti akan membuat rakyat sejahtera karena harta beredar di tengah masyarakat secara riil. Dan pembiayaan pendidikan dalam Islam pun terpenuhi.

Moment Ramadhan ini hendaknya kaum muslimin membuka kembali Kitab Sirah bagaimana perlakuan pemimpin Islam terhadap guru sehingga problem saat ini bisa terselesaikan. Dalam Sirah tergambar dengan jelas bagaimana gaya kepemimpinan Islam yang berpijak kepada taqwallah.

Kepemimpinan atas dasar takwa mendorong penguasa untuk memenuhi dan melindungi sepenuhnya hak-hak rakyat. Seluruh pelayanan urusan dan kepentingan rakyat berjalan dengan mudah dan cepat dengan prinsip ta’awun. Seorang penguasa akan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya dengan paradigma yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa saja yang berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Siapa saja yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim maka Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan pada Hari Kiamat.” (HR Bukhari dan Muslim).

Demikian gambaran singkat mengenai konsep rekrutmen pegawai pemerintah dalam negara khilafah. Mudah-mudahan bisa tersosialisasikan dan menjadi bahan renungan bagi umat Islam dan para penguasanya sebagai solusi Islam yang membawa kesejahteraan rakyat.

Wallahu a’lam bishawwab.

THR PPPK dan TKD Cair Hari ini

0
THR PPPK dan TKD Cair Hari ini
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Tunjangan Hari Raya (THR) PPPK serta TKD dinyatakan cair pada hari ini, Rabu (26/3/2025).

Sektretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati menyatakan, seharusnya para pegawai telah menerima THR tepat hari ini, “Seharusnya sejak tadi malam ya sudah cair,” ujarnya saat dihubungi.

Adapun jumlah besaran THR yang mereka dapatkan sesuai dengan jumlah gaji mereka selama satu bulan. Adapun PPPK yang baru dilantik masih mendapatkan THR dengan besaran sesuai dengan gaji mereka ketika masih berada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebelumnya dan masih berstatus Tenaga Kontrak Daerah (TKD).

“Gaji mereka terakhir masih dari OPD sebelumnya, jadi mereka juga mendapatkan THR dari dinas sebelumnya juga,” tambahnya.

Adapun THR mereka langsung disalurkan melalui OPD masing-masing.

Untuk jumlah THR yang diberikan kepada TKD masing-masing, mendapatkan total Rp 2 juta. Aji menyebutkan itu adalah bentuk tunjungan kinerja.

“Kalau sekarang sebutannya penyesuaian non ASN, mereka dapat Rp 2 juta,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam