Beranda blog Halaman 651

Pemkot Bontang Tindaklanjuti Kelas Pembelajaran Mandiri LAN RI di Platform ASN Berpijar

0
Pemkot Bontang Tindaklanjuti Kelas Pembelajaran Mandiri LAN RI di Platform ASN Berpijar
Tampilan website platform ASN Berpijar. (Ist)

BONTANG – Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah membangun Platform ASN Berpijar dalam aplikasi SIPKA LAN (Sistem Informasi Pengembangan Kompetensi Aparatur) sebagai pembelajaran Digital Mandiri dalam Pengembangan Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah dan pegawai ASN.

Platform tersebut memberikan akses fleksibel dan tanpa biaya bagi pegawai ASN, untuk mengembangkan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan aktual dan rencana pengembangan individu.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Bontang Sudi Priyanto, menyampaikan bahwa, pihaknya sangat antusias mendukung terselenggaranya Platform ASN Berpijar ini, dan kini telah mulai mensosialisasikannya kepada pegawai di seluruh perangkat daerah di Kota Bontang.

Menurut Sudi ini merupakan langkah inovatif dari LAN RI guna memberikan akses dan kemudahan bagi ASN, dalam mengembangkan kompetensi diri. Ini sekaligus dapat digunakan sebagai sarana memenuhi kewajiban bagi ASN untuk melaksanakan pengembangan kompetensi minimal 20 JP (Jam Pelajaran) dalam setahun.

Sebagai sarana pengembangan kompetensi yang fleksibel, tidak berbiaya, dan mendukung pencapaian kinerja organisasi maupun individu, maka pihaknya akan berupaya menggerakan Pegawai ASN untuk mengakses secara mandiri kelas pembelajaran dalam platform ASN Berpijar.

Platform ASN Berpijar dapat diakses langsung melalui tautan https://asn.futureskills.id; atau melalui aplikasi SIPKA (Sistem Informasi Pengembangan Kompetensi ASN) yang diunduh melalui Play Store; untuk selanjutnya Pegawai ASN melakukan pendaftaran akun dan mengikuti kelas pembelajaran dalam platform ASN Berpijar secara mandiri dan bebas.

Sudi menambahkan, bahwa bagi pegawai ASN yang mengikuti dan menyelesaikan kelas pembelajaran dalam platform ASN Berpijar, pembelajaran dalam fitur ASN Berpijar dapat dikonversi menjadi Jam Pelajaran (JP) dan akan memperoleh sertifikat sebagai bentuk pengakuan tertulis pengembangan kompetensi.

Ini merupakan terobosan konkret yang dicetuskan LAN RI sebagai langkah solutif, dengan menghadirkan akses pengembangan kompetensi ASN yang tidak terikat pada sumber pembiayaan dari manapun alias Rp. 0,-

Sambil berjalan nanti kami akan melakukan evaluasi secara bertahap, agar ASN benar-benar dapat memanfaatkan platform ASN Berpijar ini secara optimal. (adv)


Editor: Yusva Alam

PT KNE Pinjamkan Lagi Lahan Akses Masuk SMPN 5

0
PT KNE Pinjamkan Lagi Lahan Akses Masuk SMPN 5
Jalan masuk SMPN 5. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Status akses jembatan SMP Negeri 5 kini masih dipinjam pakaikan oleh perusahaan yang merupakan lahan milik PT Kaltim Nusa Etika (KNE). Untuk itu Pemkot Bontang bersama Komisi A DPRD Kota Bontang menggelar pertemuan dengan perusahaan terkait untuk mencari solusi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan, perusahaan bersedia meminjamkan kembali lahan tersebut kepada pemerintah untuk sementara waktu.

Untuk kepastian durasi peminjaman lahan, hingga saat ini masih belum jelas. Sementara itu pihaknya harus segera melakukan perbaikan terhadap struktur jembatan yang sudah sangat turun dari jalanan.

“Kami dipersilahkan lagi untuk memakai lahan tersebut, tapi sampai kapan dan bagaimana perbaikan masih dibicarakan,” ujarnya, Senin (10/3/2025).

Hingga saat ini pemerintah belum dapat melakukan perbaikan, karena lahan tersebut masih berstatus milik perusahaan.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, menjelaskan bahwa, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut, selain PT KNE turut hadir pula perwakilan dari PT Kaltim Industrial Estate (KIE), sementara untuk PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) bersifat koordinasi karena berhalangan hadir.

Hal yang menjadi perhatian khusus adalah penggunaan lahan yang dapat dipinjamkan secara cuma-cuma. Pihaknya pun telah melayangkan beberapa opsi seperti penghibahan lahan ataupun pemerintah melakukan pembebasan lahan

“Keputusan selanjutnya akan diberikan dalam rapat berikut, namun belum bisa ditentukan juga dilaksanakan,” jelasnya.

Selanjutnya, keputusan terkait lahan ini akan ditinjau kembali oleh Wali Kota ataupun Wakil Wali Kota Bontang, bukan hanya Dinas Pendidikan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Seorang Pria Kabur Tinggalkan Pasangannya saat Satpol PP Razia Penginapan

0
Seorang Pria Kabur Tinggalkan Pasangannya saat Satpol PP Razia Penginapan
Penggrebekan salah satu penginapan oleh Satpol PP. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali melakukan razia gabungan ke penginapan-penginapan yang berada di wilayah Bontang Utara, Rabu (12/3/2025).

Adapun dari hasil penyusuran 7 penginapan, 3 penginapan di antaranya didapati total 5 pasangan yang kini sedang dilakukan pemeriksaan terkait hubungan satu sama lainnya.

Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani, melalui Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah, Arianto mengatakan, salah satu laki-lakinya berhasil kabur dan meninggalkan pasangannya.

“Yang berhasil kabur itu salah satu pasangan yang kita dapati di penginapan di Loktuan,” terangnya.

Ia menjelaskan, kebanyakan dari mereka kemungkinan adalah pasangan yang tidak sah. Terdapat satu yang mengaku bahwa mereka adalah pasangan suami istri, namun pihak Satpol PP tetap melakukan pemeriksaan terhadap mereka.

“Ada yang mengaku suami istri, KTPnya pun menyatakan itu, tapi tetap akan kami minta keterangan,” tuturnya.

Adapun dua perempuan yang berhasil diamankan diindikasi sebagai anak di bawah umur yang masih bersekolah, jika hal tersebut terbukti maka Satpol PP akan menyerahkan kasus tersebut ke Aparat Penegak Hukum (APH) kepolisian.

“Kalau terbukti akan dilanjutkan ke APH, karena ini termasuk tindak pidana,” tambahnya.

Langkah pembinaan selanjutnya tentu kami akan lakukan pemanggilan terhadap masing-masing wali mereka.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dispoparekraf Bakal Gelar Event Undang Band Ibu Kota di Bulan Ramadan, Wawali: Tak Etis, Ditunda Saja Pasca Lebaran!

0
Dispoparekraf Bakal Gelar Event Undang Band Ibu Kota di Bulan Ramadan, Wawali: Tak Etis, Ditunda Saja Pasca Lebaran!
Wakil Wali Kota Bontang (kanan) Agus Haris, bersama Ketua DPRD Kota Bontang saat ditemui awak media. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) akan menggelar Festival Pekan Wisata Budaya Kreasi dan Milenial Nusantara. Event ini rencananya bakal mengundang band Ibu Kota The Lantis, sebagai bintang tamu.

Diketahui, event tersebut akan berlangsung mulai Selasa (11/3/2025), sampai dengan Minggu (16/3/2025) yang berlokasi di Jalan Parikesit, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, tepatnya di UMKM Center Bontang.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan bahwa, mendengar akan mengadakan konser di Kota Bontang saat bulan ramadan dinilai sangat tidak etis, terlebih lagi kegiatan tersebut bersifat terlalu bergembira.

“Ini bulan ramadan, harusnya kita fokus beribadah. Saran kami, ditunda dulu dan nanti dilaksanakannya habis lebaran saja,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (12/3/2025).

Di kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam turut memberikan komentar terkait akan diadakannya event tersebut. Dirinya menganggap kurang pantas jika ada kegiatan yang tidak bernuansa Islami.

“Harusnya panitia maupun OPD tersebut paham seperti apa penyusunannya, dengan nuansa ramadan tampilkanlah lagu yang islami,” ungkapnya.

Menurut Andi Faiz, di tengah pemerintah sedang menyusun data efisiensi anggaran, kesesuaian pemerintahan yang baru dengan program kerja, dinilai tidak sesuai dengan momentumnya.

“Jadi saya sampaikan, hal seperti ini bukan dilarang hanya saja ditunda dan carilah mementumnya yang pas. Ada pengundangan artis pun kami tahunya dari informasi masyarakat,” paparnya.

Sebelumnya, wartawan radarbontang.com telah berusaha untuk konfirmasi ke Kepala Dispoparekref Kota Bontang saat ditemui usai Rapat Paripurna, tetapi Kepala Dispoparekref berusaha menghindar dan enggan untuk memberikan jawaban.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Monitoring di Pasar Rawa Indah, Polres Bontang Bakal Tindak Tegas Jika Temukan Kecurangan

0
Monitoring di Pasar Rawa Indah, Polres Bontang Bakal Tindak Tegas Jika Temukan Kecurangan
Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Polres Bontang melakukan monitoring harga di Pasar Induk Taman Rawa Indah, Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Rabu (12/3/2025).

Saat monitoring berlangsung, turut dihadiri oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP), dan Polsek Bontang Selatan.

Kegiatan monitoring dilakukan bertujuan untuk memantau stok dan harga bahan pokok penting, selama bulan ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Terlebih lagi, Polres Bontang melakukan pemantauan terkait isu yang sedang viral, seperti minyak goreng dengan merek Minyakita yang tidak sesuai dengan takaran.

“Untuk saat ini, semuanya aman. Dari harga dan juga stok bahan, tidak mengalami kenaikan dan mencukupi. Akan tetapi, jika di monitoring selanjutnya, dan kami menemukan adanya kecurangan, pastinya kita akan mengambil tindakan tegas,” ucapnya.

Sehingga Polres Bontang terus berupaya, untuk melakukan monitoring di pasar yang berada di wilayah Kota Bontang, untuk memastikan ketersediaan bahan dan juga harga, jika mengalami kenaikan atau dengan stok yang tak mencukupi.

“Kita coba aktif untuk koordinasi di lapangan, dengan pemerintah melalui dinas terkait. Kalaupun saat monitoring menemukan hal-hal pelanggaran, kita langsung ambil tindakan,” paparnya.

Diketahui saat pemantauan stok dan harga berlangsung, untuk harga cabai mulai turun, dari Rp 140 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilo. Harga ayam mulai dari Rp 50-60 ribu per ekor. Adapun untuk Minyakita saat dilakukan pengukuran, tidak ditemukannya kecurangan, dengan isi yang sesuai takaran.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar Rawa Indah

0
Polres Bontang Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar Rawa Indah
Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, saat memantau harga dan stok pangan di Pasar Rawa Indah. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Polres Bontang bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) bersama-sama melakukan monitoring harga dan stok bahan pokok selama bulan ramadan di Pasar Rawa Indah, Kota Bontang.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing menyampaikan bahwa, untuk harga dan ketersediaan bahan pokok penting seperti cabai, telur, bawang, minyak, ayam, ikan, tepung, serta bahan lainnya masih terpantau cukup aman.

Sehingga, untuk saat ini bahan pokok tersebut tak ada mengalami kenaikan, dan dapat disimpulkan ketersediaan bahan penting lainnya selama bulan ramadan sampai menjelang hari Raya Idulfitri, masih terbilang mencukupi.

“Kita sudah melakukan pengecekan di beberapa lokasi, dan sejauh ini masih terpantau aman untuk stok, di harga pun tidak mengalami kenaikan,” ucapnya, Rabu (12/3/2025).

Mengenai berlangsungnya kegiatan ini, Polres Bontang nantinya akan tetap terus melakukan pemantauan terkait harga dan stok bahan pokok. Bahkan, Polres Bontang pun turut menjadwalkan kembali agenda untuk monitoring selanjutnya, di Selasa (18/3/2025) mendatang.

“Pastinya kita akan terus pantau ketersediaan stok dan juga harga bahan pokok, kita jadwalkan lagi agenda monitoring di tanggal 18, dan pastinya monitoring dilakukan bersama Pemkot Bontang, melalui dinas terkait,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Safari Ramadan ke Masjid dan Musala di Bontang, Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp280 Juta

0

PERERAT rasa kebersamaan dan silaturahmi bersama masyarakat, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) gelar Safari Ramadan 1446 Hijriah, dengan mendatangi sejumlah masjid di berbagai wilayah Kota Bontang. Agenda rutin tahunan ini dilaksanakan serentak oleh Direksi dan Manajemen Pupuk Kaltim, Rabu (5/3/2025).

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, mengungkapkan Safari Ramadan merupakan ajang bagi perusahaan untuk terus membaur dan mendekatkan diri dengan masyarakat, sekaligus meningkatkan ukhuwah yang selama ini terbina baik. Terlebih Ramadan merupakan bulan penuh berkah, sehingga Pupuk Kaltim selalu berupaya membangun lingkungan yang harmonis melalui jalinan kebersamaan.

“Keberadaan Pupuk Kaltim tidak terlepas dari dukungan masyarakat, maka Safari Ramadan ini menjadi wujud kebersamaan dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan seluruh elemen khususnya di Kota Bontang,” ujar Soesilo.

Tidak hanya sekadar silaturahmi dan berbuka puasa bersama, Pupuk Kaltim juga menyalurkan kepedulian bagi pembinaan keislaman dan peningkatan sarana prasarana ibadah masyarakat. Tercatat ada 32 Masjid dan Musala di Kota Bontang, mulai dari kawasan sekitar perusahaan hingga wilayah lainnya yang menerima bantuan dari Pupuk Kaltim, dengan total nilai Rp280 Juta.

Seluruh masjid dan musala tersebar di Kelurahan Loktuan, Guntung, Gunung Elai, Api-api, Bontang Baru, Bontang Kuala, Kampung Sidrap dan Pulau Gusung. Besaran bantuan pun bervariasi, sesuai dengan kebutuhan tiap rumah ibadah.

Soesilo berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memaksimalkan sarana ibadah masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas pembinaan keislaman di seluruh Masjid dan Musala. Hal ini bagian dari syiar Pupuk Kaltim, dengan menebar manfaat sebagai wujud berkah bagi sesama.

“Bantuan ini kami harap dapat mendukung masyarakat dalam meningkatkan kenyamanan beribadah, serta memperkuat peran masjid maupun musala sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial,” tandas Soesilo.

Kedepan, Pupuk Kaltim akan terus berbuat bagi masyarakat Bontang dengan berbagai kepedulian yang disalurkan. Hal ini menjadi komitmen perusahaan untuk senantiasa dekat dan hadir di masyarakat, sehingga jalinan persaudaraan yang selama ini terjalin kuat dapat terus mengakar dengan baik.

“Ramadan merupakan momen tepat untuk mempererat persaudaraan, serta meningkatkan nilai-nilai spiritual. Oleh karena itu, Pupuk Kaltim selalu berusaha hadir dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat,” tambah Soesilo.

Camat Bontang Utara Muhammad Nur, yang hadir di Masjid Al Misbah Bontang Kuala, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pupuk Kaltim yang terus menjalin kedekatan dengan seluruh elemen di Kota Bontang, tak terkecuali pada momen Ramadan. Kata dia, hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk berjalan beriringan melalui harmonisasi dan nilai sosial yang kuat dengan masyarakat.

“Safari Ramadan ini menjadi bukti nyata keberadaan Pupuk Kaltim memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Hal ini sangat kami apresiasi, sebagai wujud saling dukung dalam pembangunan daerah,” ucap Muhammad Nur.

Dirinya berharap, Pupuk Kaltim dapat terus memperkuat sinergi hingga kerjasama dengan Pemerintah dan masyarakat, guna menciptakan harmoni untuk mencapai kesejahteraan bersama. Kepedulian seperti ini menunjukkan jika Pupuk Kaltim memiliki semangat yang sama dengan Pemerintah Daerah, untuk saling membahu memajukan Kota Bontang melalui ragam manfaat yang disalurkan di berbagai bidang.

“Begitu juga masyarakat, kami harap dapat terus mendukung Pupuk Kaltim sehingga kedepan makin banyak manfaat yang diberikan terhadap Kota Bontang,” kata Muhammad Nur.

Salah satu tokoh masyarakat Bontang Kuala, Sanusi, pun menyampaikan terima kasih atas silaturahmi Pupuk Kaltim, yang setiap tahun rutin terlaksana di momen Ramadan. Menurut Sanusi, safari Ramadan menjadi ajang bagi masyarakat untuk membaur dalam kebersamaan dengan insan perusahaan, mengingat Pupuk Kaltim sejauh ini sangat peduli terhadap aktivitas sosial kemasyarakatan di pemukiman atas air Bontang tersebut.

“Pupuk Kaltim merupakan perusahaan yang dekat dengan masyarakat Bontang Kuala. Makanya kami saling bersilaturahmi dalam jalinan kebersamaan yang kuat, sehingga sinergi dan kolaborasi dapat terus terbina baik kedepannya,” tutur Sanusi.(*RLS/ADV)

Satgas Pangan Reskrim Polres Bontang Pastikan Tak Ada Pengurangan Takaran Minyakita di Bontang

0
Satgas Pangan Reskrim Polres Bontang Pastikan Tak Ada Pengurangan Takaran Minyakita di Bontang
Satgas Pangan Satreskrim Polres Bontang melakukan pengecekan Minyakita di Pasar Rawa Indah. (Ist).

BONTANG – Satgas Pangan Satreskrim Polres Bontang menindaklanjuti isu dugaan pengurangan takaran pada minyak goreng, Minyakita di Pasar Induk Taman Rawa Indah, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan, Senin (11/3/2025).

Pemeriksaan dan pengujian dipimpin langsung oleh Ipda Mashudi, sehingga dilakukan pengecekan pada beberapa varian Minyakita, baik dalam kemasan pouch maupun botol. Kegiatan berlangsung untuk dapat memastikan, adanya informasi yang membuat masyarakat menjadi resah.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui rilis Humas Polres mengungkapkan bahwa, pihaknya telah melakukan pengecekan dari beberapa produsen berbeda di antaranya:

Minyakita kemasan pouch (1 liter) Gambar Udang Goreng, produksi CV. Oleindo Amana Sejahtera (OASE Indonesia) – Sidoarjo. Minyakita kemasan pouch (1 liter) Gambar Ayam Goreng, produksi PT. Resto Pangan Utama (Bekasi), untuk PT. SMART Tbk (Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk). Minyakita kemasan botol (1 liter) Gambar Ayam Goreng ; Produksi CV. Oleindo Amana Sejahtera (OASE Indonesia) – Sidoarjo.

Setelah dilakukan pengukuran, dan dari hasil pengukuran menggunakan alat ukur volume 1.000 ml (1 liter), tidak ditemukannya indikasi pengurangan takaran, sebab ukuran minyak goreng tersebut telah sesuai dengan volume yang tertera pada kemasan.

Adapun, untuk harga yang dijual di eceran masih dengan harga yang wajar, meliputi Rp18.000 per liter, untuk kemasan pouch. Sedangkan harga Rp19.000 per liter untuk kemasan botol.

Dengan begitu, Kapolres Bontang, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Hari Supranoto menegaskan, bahwa Polres Bontang pastikan, untuk pengawasan akan tetap berlanjut. Sehingga, Satgas Pangan Polres Bontang akan tetap melakukan pemantauan secara berkala, guna memastikan produk minyak goreng yang beredar di pasaran tetap sesuai dengan standar yang berlaku.

Adapun nantinya, masyarakat dapat segera menyampaikan ke pihak yang berwajib untuk informasi, apabila ditemukannya penyimpangan baik harga maupun volume isi minyak goreng.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

80 Persen Pasien di Klinik Syaraf RSUD Bontang Menggunakan BPJS Kesehatan

0
Ilustrasi klinik syaraf. (ist)

BONTANG – Tak hanya melayani pasien umum dan asuransi umum, klinik syaraf RSUD Bontang juga melayani pasien BPJS Kesehatan.

“Ya klinik saraf melayani pasien umum, BPJS, maupun asuransi lainnya yang bekerja sama dengan RSUD Taman Husada,” ungkap Dokter Spesialis Saraf atau Neurologi RSUD Taman Husada Bontang, dr Atika Ridwan, Sp.N.

Bahkan dijelaskannya, hingga saat ini pasien yang dilayani di klinik syaraf rumah sakit plat merah ini menyentuh angka 80 persen.

Karenanya ia meminta warga Bontang agar tidak perlu khawatir saat ingin berobat ke klinik syaraf RSUD Bontang. Karenanya di rumah sakit ini memberikan pelayanan yang sama baiknya kepada pasien BPJS Kesehatan.

“80 persen pasien yang kami layani adalah pasien BPJS. Jadi tidak perlu khawatir berobat,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan klinik saraf RSUD Bontang tetap bisa melayani masyarakat dari semua kalangan, mulai dari pasien umum dan BPJS. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Narapidana Meninggal di Lapas Bontang, Keluarga Laporkan Dugaan Penganiayaan ke Polisi

0
Narapidana Meninggal di Lapas Bontang, Keluarga Laporkan Dugaan Penganiayaan ke Polisi
Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Polres Bontang akan melakukan tindak lanjut atas kasus kematian seorang narapidana D (25) tahun yang diduga mengalami kekerasan sebelum akhirnya meninggal, Senin (10/3/2025).

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing mengatakan, bahwa pihak keluarga melakukan pelaporan atas dugaan tersebut, “Tentu dengan adanya laporan dari pihak keluarga kita tidak akan biarkan saja,” ujarnya, Selasa (11/3/2025).

Sebelumnya, pihak keluarga telah menolak dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak melakukan otopsi, sebagai salah satu cara mengetahui penyebab pasti dari kematian D.

Untuk itu pihak kepolisian akan saling berkoordinasi dengan rumah sakit terkait kasus tersebut, karena kepolisian tidak berhak memberikan pernyataan tentang kondisi medis yang dialami oleh D.

Tentunya karena pihak keluarga tidak ingin dilakukan otopsi, maka akan ada batasan-batasan yang diberlakukan selama pemeriksaan.

“Dengan adanya laporan tersebut, akan menjadi kewenangan polisi dalam menindaklanjuti peristiwa tersebut,” katanya.

Ditanyai terkait saksi yang akan dimintai keterangan, pihaknya menjelaskan bahwa sejauh ini mereka baru berkoordinasi dengan lapas tentang laporan yang telah dilayangkan dari keluarga korban.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam