Beranda blog Halaman 651

Dukung Rencana Dikembalikan ke Habitatnya, Ridwan: Buaya Riska Sudah Jadi Ikon Kota Bontang

0
Dukung Rencana Dikembalikan ke Habitatnya, Ridwan: Buaya Riska Sudah Jadi Ikon Kota Bontang
Ambo (kiri) bersama Buaya Riska. (dwi)

BONTANG – Rencana memulangkan Buaya Riska ke Muara Sungai Guntung mendapatkan banyak perhatian, salah satunya adalah Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Ridwan.

“Saya sangat mendukung jika Buaya Riska ini akan kembali ke Bontang, karena bagaimana pun bisa dibilang Riska sudah menjadi salah satu ikon Kota Bontang,” ucapnya saat dihubungi, Kamis (02/11/2023).

Dikatakannya, salah satu sebab terkenalnya Kota Bontang adalah dengan adanya Buaya Riska. Sehingga mendatangkan beberapa wisatawan dari luar kota, atau bahkan dari luar daerah untuk melihat langsung.

“Saya sebagai ketua partai dan politisi bukan melarang, akan tetapi saya sangat support jika wisatawan datang ke Bontang. Apalagi Buaya Riska sudah terkenal, dan juga termasuk memperkenalkan Kota Bontang khususnya,” paparnya.

Ditambahkannya, terkait persoalan adanya hewan bahkan buaya liar yang datang mengancam, kembali kepada diri masing-masing. Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sudah memberi himbauan untuk ditaati.

“Yang namanya insiden, kita tidak ada yang tahu. Kita juga tidak meminta, dalam artian kesalahan kita adalah dari kita, yang sangat kurang safety,” ungkapnya.

Menurutnya, sangat berat dan sangat susah mendapatkan suatu ikon, agar suatu daerah menjadi terkenal. Buaya Riska sungguh luar biasa, bisa memperkenalkan Kota Bontang sebagai tempat asalnya.

“Jika pun nantinya akan membuat sebuah penangkaran buaya di Bontang, kami (DPRD) sangat mendukung. Ayo kita bersama memberikan alokasi dan anggaran. Jika memang ada pembahasan, maka insyaallah kita akan selalu support,” tutupnya. (dwi/adv).

Bontang Hampir Jadi Kota Pertama Jalankan Program Wolbachia

0
Bontang Hampir Jadi Kota Pertama Jalankan Program Wolbachia
Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Adi Permana. (Yusva Alam)

BONTANG – Kota Bontang saat ini terpilih menjadi salahsatu pilot project program inovasi nyamuk wolbachia, di antara 5 kota yang terpilih lainnya. Namun begitu, seharusnya Kota Bontang menjadi yang pertama menjalankan program ini setelah Jogja apabila tidak terkendala Covid-19 beberapa tahun lalu.

Hal itu diungkapkan Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Adi Permana saat diwawancara usai kegiatan pisah kenang pegawai purna tugas dan mutasi di lingkungan Dinkes Bontang beberapa waktu lalu.

Dikatakan Adi, saat ini Bontang terpilih sebagai 1 dari 5 kota untuk menjalankan program inovasi wolbachia, lantaran Kota Taman, sebutan Kota Bontang merupakan salahsatu kota yang tertinggi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Bahkan Bontang merupakan satu-satunya kota kecil yang terpilih, sementara 4 daerah lainnya merupakan daerah atau kota besar. Seperti Kupang, Bandung, Jakarta Barat, dan Semarang.

“Bayangkan kita hanya punya 3 kecamatan, sementara kota-kota lain yang terpilih memiliki belasan bahkan puluhan kecamatan,” ujar pria yang termasuk pegawai mutasi di Dinkes Bontang ini.

Dijelaskan, seharusnya Bontang menjadi yang pertama setelah Jogja yang menjalankan program ini. Lantaran di tahun 2019 lalu, pihaknya sudah menginisiasi dan seringkali menggaungkan program wolbachia ini sebagai solusi mencegah tingginya kasus DBD.

“Saat itu kebetulan saya melihat World Mosquito Program (WMP) di Yogyakarta. Lalu kami komunikasi secara personal dari pemkot ke pihak mereka. Karena keburu ada pandemi Covid-19, jadi setop rencananya,” bebernya.

Sekarang program ini dan seluruh pendanaannya sudah dicover Kemenkes RI. Namun Dinkes Bontang mensupport kader-kader di lapangan untuk mensukseskan program penanganan DBD ini.

Diketahui, Pada Januari 2014, World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, yang dulu dikenal dengan Eliminate Dengue Project (EDP) Yogya, telah melepas nyamuk ber-Wolbachia di beberapa komunitas di Yogyakarta, kota padat penduduk yang merupakan daerah endemis demam berdarah. Tujuan pelepasan ini adalah untuk mengembangbiakkan Wolbachia di antara populasi nyamuk lokal sehingga memiliki kemampuan untuk mengurangi penularan demam berdarah pada manusia.

Pelepasan nyamuk ber-Wolbachia dilakukan setelah dua tahun masa persiapan bersama masyarakat dan mendapat ijin dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan dukungan masyarakat dan persetujuan pemerintah, kami berharap bisa mengembangkan metode Wolbachia yang murah ini pada skala yang lebih besar di seluruh kota di Indonesia.

WMP Yogyakarta adalah program penelitian bersama dipimpin oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada dan didanai oleh Yayasan Tahija (Tahija Foundation). (al/adv)

Pensiunan Dinkes Diminta Sumbang Pemikiran untuk Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

0
Pensiunan Dinkes Diminta Sumbang Pemikiran untuk Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
Kegiatan lepas kenang pegawai purna tugas dan mutasi di lingkungan Dinkes Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – Para pegawai purna tugas di lingkungan Dinkes Bontang, diminta untuk dapat ikut membantu mensukseskan program-program kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Hal itu diungkapkan Kadinkes Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati usai kegiatan pisah kenang bagi pensiunan dan mutasi di lingkungan Dinkes Bontang, Selasa (31/10/2023).

Drg Toetoek mengatakan, walaupun sudah tidak aktif lagi berdinas, pihaknya berharap agar para pensiunan tersebut tetap dapat memberikan sumbangsih pemikiran serta kehadirannya di tengah masyarakat. Lantaran Dinkes memiliki banyak program untuk dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.

Para pensiunan diminta untuk membantu menggerakkan masyarakat dalam mensukseskan program kesehatan tersebut. Mereka dapat merangkul masyarakat dan mengoptimalkan kesehatan masyarakat.

“Setelah purna tugas mereka bisa lebih leluasa membantu masyarakat. Contoh kesehatan berbasis masyarakat seperti yayasan kanker, yayasan TBC, dan banyak lagi dimana dinkes di situ mengerakkan masyarakat. Bismillah, semoga purna tugas makin sehat dan produktif,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Kota Bontang, Muhammad Ramzi sebagai perwakilan pensiunan mengatakan, mereka siap menyumbangkan pemikiran dan kemampuan mereka di tengah-tengah masyarakat. Untuk dapat menyehatkan masyarakat, mereka juga siap membantu program-program Dinkes Bontang.

“Kami akan coba terapkan kegiatan yang biasa kami lakukan di kantor untuk diterapkan di masyarakat. Semoga di masa pensiun kami tetap bisa membantu masyarakat dan Dinkes Bontang,” ujarnya. (al/adv)

7 Pegawai Pensiun dan Mutasi, Dinkes Adakan Pisah Kenang

0
7 Pegawai Pensiun dan Mutasi, Dinkes Adakan Pisah Kenang
(Kadiskes Bontang, drg Toetoek bersama pegawai pensiun dan mutasi. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengadakan kegiatan pisah kenang di lingkungan Dinkes Bontang, Selasa (31/10/2023) kemarin. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinkes Bontang itu, diadakan untuk melepas para pegawai Dinkes Bontang yang telah memasuki masa pensiun serta pegawai mutasi ke daerah lain.

Kepala Dinkes Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati menjelaskan, kegiatan ini merupakan kumpul bersama dalam rangka melepas pegawai yang memasuki purna tugas. Terdapat 7 pegawai yang pensiun serta mutasi.

“Dari 5 yang pensiun, 4 di antaranya sudah dari beberapa bulan sebelumnya. 1 pegawai lainnya terhitung 1 November  2023 ini. Di kegiatan pisah kenang ini kami kumpulkan semua pegawai yang pensiun dan mutasi di waktu terdekat,” jelasnya saat diwawancara pasca acara berakhir.

Toetoek mengatakan, kelima pegawai pensiun ini merupakan SDM yang bisa dijadikan panutan dalam bekerja oleh pegawai yang lain. Lantaran pengabdian mereka tidak mengenal waktu. Walaupun tengah malam tetap menjalankan tugasnya.

“Bentuk pengabdian mereka untuk menyehatkan orang Bontang khususnya. Saya sebagai pimpinan merasa kehilangan. Saya bilang ke pegawai-pegawai yang lain, beliau-beliau ini harus jadi tauladan kita. Kita harus mampu jadi pengganti ikut jejak mereka yang mau bekerja keras,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit (P2P) Menular Dinkes Kota Bontang, Muhammad Ramzi mewakili pensiunan yang lain mengatakan, bahwa mereka sudah menjalankan sebagian tugas mereka selama masih aktif. Walaupun sudah tidak berdinas lagi, namun secara non formal mereka tetap diminta membantu mensukseskan program-program Dinkes Bontang di tengah-tengah masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan yang biasa kami lakukan di kantor saat aktif akan kami coba terapkan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Daftar Pegawai Dinkes Bontang Pensiun dan Mutasi:

  1. Rosiaty (pensiun, 1 Juni 2023)
  2. Akhmad Husrin (pensiun, 1 Juli 2023)
  3. Ardiman (pensiun 1 Agustus 2023)
  4. Agustina (pensiun 1 Oktober 2023)
  5. Rahmawati Asmaya (mutasi 1 Oktober 2023)
  6. Muhammad Ramsi (pensiun 1 November 2023)
  7. Adi Permana (mutasi 1 November 2023). (al/adv)

Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kaltim Laksanakan KKNT-IPE di Bontang

0
Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kaltim Laksanakan KKNT-IPE di Bontang
Wakil Direktur 3 Poltekkes Kemenkes Kaltim, Dini Indo Virawati (kanan) menyerahkan Mou ke Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Sekretariat Daerah Kota Bontang, Syahruddin (tengah) didampingi perwakilan Dinkes Bontang, Akhmad Hamid Nurudin. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pembukaan Praktek Kuliah Kerja Nyata Terpadu Inter-Profesional, Education (KKNT-IPE) para mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kaltim, Rabu (1/11/2023) kemarin di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Ketua Panitia KKN-IPE, Dwi Hendriani menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan antar tim dari 5 profesi yang ada di Poltekkes Kemenkes Kaltim. Di antaranya profesi perawat, bidan, analis kesehatan, promosi kesehatan, dan gizi.

“Kami harap dengan adanya kegiatan semacam ini dapat mendukung semua program kemenkes dan dinkes di daerah-daerah,” ujarnya saat menyampaikan laporan.

KKN-IPE ini berlangsung di 3 kabupaten/kota, yaitu Bontang, Kukar, dan Kutim. Bekerjasama dengan pemerintah daerah, dinkes, serta pihak swasta. Diadakan tiap tahun dan kali ini merupakan tahun ke-3, dimana awal KKN-IPE berlangsung tahun 2021 lalu.

“KKN-IPE ini bertematik. Tahun ini mengambil tema stunting. Ke depan akan menyesuaikan dengan dinkes di masing-masing daerah,” imbuhnya.

Dalam laporannya, Mahasiswa KKN-IPE Kemenkes Kaltim terbagi menjadi 125 mahasiswa di Bontang, 45 di Kutim, dan 246 mahasiswa di Kukar. Kegiatan ini sudah dimulai 1 minggu lalu. Dimulai dengan pembekalan-pembekalan dan persiapan.

“2 tahun sebelumnya kegiatan ini hanya berlangsung di Samarinda. Praktik KKN-IPE akan dimulai sejak 1 November hingga 25 November 2023. Diakhiri dengan lokakarya  yang akan dipresentasikan saat penutupan. Terima kasih kepada Pemkot dan Dinkes Bontang, serta instansi swasta sehingga kegiatan berlangsung baik,” ucapnya.

Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kaltim Laksanakan KKNT-IPE di Bontang
Foto bersama mahasiswa KKNT-IPE Poltekkes Kemenkes Kaltim bersama undangan yang hadir. (Yusva Alam)

Sementara itu, Wakil Direktur 3 Poltekkes Kemenkes Kaltim, Dini Indo Virawati mengungkapkan, kenapa kegiatan ini dibuat terpadu antar seluruh profesi? Karena diharapkan keterpaduan ini akan menemukan solusi dari permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan.

“Untuk menyelesaikan masalah stunting, apa yang harus dilakukan oleh perawat, apa yang akan diatur gizinya, promosi kesehatan apa yang harus disampaikan untuk kasus stunting ini. Apakah mereka mampu praktekkan teori yang sudah diperoleh di kelas,” bebernya.

“Kita tau angka stunting tinggi. Karenanya kita terus upayakan untuk bersama-sama tingkatkan. Semoga kerjasama singkat ini bisa beri sumbangsih,” imbuhnya.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Sekretariat Daerah Kota Bontang, Syahruddin mewakili Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan, Pemkot Bontang ucapkan terima kasih karena Kemenkes Kaltim telah memilih Bontang sebagai salahsatu tempat KKN.

“Semoga kegiatan ini jadi awalan kerjasama dengan Poltekkes Kemenkes Kaltim ke depannya. Semoga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berperan walaupun singkat waktunya. Semoga bisa efektif optimal,” pungkasnya. (al/adv)

Tingkatkan Pelayanan, RSUD Bontang Kini Dilengkapi CT Scan

0
Tingkatkan Pelayanan, RSUD Bontang Kini Dilengkapi CT Scan
Ilustrasi alat medis CT Scan. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang terus berupaya untuk memenuhi dan memberikan pelayanan terbaik bagi para pasiennya. Salah satunya dengan cara melengkapi alat medis, yaitu CT Scan.

Computer Tomography (CT) Scan merupakan alat diagnostik radiologi yang menggunakan komputer, untuk merekonstruksi data dari daya serap suatu jaringan atau organ tubuh tertentu yang telah ditembus oleh sinar X, sehingga terbentuk sebuah gambar. Gambar yang didapat menunjukkan detail dari organ, tulang, dan jaringan lain.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik menjelaskan, bahwa CT Scan ini lebih maju lagi, karena bisa juga mendiagnosa cedera pada organ dalam. CT Scan juga berguna untuk memastikan lokasi infeksi dan pembekuan darah. Menunjang penegakan diagnosis kelainan tulang, sendi, serta otot.

“Ini adalah prosedur pemeriksaan yang memanfaatkan teknologi komputer khusus, dan sinar-X untuk melihat jaringan dan struktur yang ada di dalam tubuh melalui berbagai sudut,” ucapnya, Rabu (01/11/2023).

Ratna menambahkan, untuk dapat membeli alat medis sebenarnya sangat mudah, akan tetapi yang menjadi kendala adalah untuk perizinan alat tersebut, RSUD harus melengkapi alat pendukung yang akan digunakan untuk sekitar ruangan. (dwi/adv).

Partai Perindo Ingin Semua Calegnya Patuhi Strategi DPP

0
Partai Perindo Ingin Semua Calegnya Patuhi Strategi DPP
Hendrik Junaidi (kiri), Ketua DPD Partai Perindo Bontang dan Hamdani (kanan) Ketua DPW Provinsi Kaltim, dalam kegiatan Rakerda I di Hotel Akbar. (Dwi).

BONTANG – Seluruh kader dan calon anggota legislatif (Caleg) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang akan memperebutkan kursi DPR RI, DPW, maupun DPD Bontang khususnya, diminta untuk mematuhi seluruh strategi yang telah disampaikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Rabu (01/11/2023).

Hendrik Jumaidi, Ketua DPD Partai Perindo Bontang mengatakan, adanya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, supaya ke depannya siap berjuang menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg), maupun pemilihan kepala daerah, dan juga pemilihan presiden nantinya, agar tetap solid.

Hendrik menjelaskan, adanya anggota dari DPD, DPW, sampai dengan DPR RI, Partai Perindo semuanya harus solid, jadi selain solid juga diberi pembekalan bagaimana caranya untuk memperoleh suara sebanyak banyaknya, dengan cara yang benar, bukan jalan yang tidak benar.

“Ada penyampaian dari DPW, bagaimana cara kita untuk menggalang suara, karena tujuan kita supaya di Kota Bontang ini dari Partai Perindo ada perwakilannya yang duduk sebagai anggota dewan Bontang, kemudian di provinsi, bahkan di RI,” ungkapnya.

Ada satu motto kami (Perindo) yang artinya, ingin dapat dua digit. Dua digit itu seperti apa, contohnya di Kota Bontang ini ada 25 anggota dewan nantinya, kalau dibulatkan menjadi 3, yang artinya kalau bisa duduk 3 orang, berarti lebih dari 10 persen. Itu artinya dari tujuan Partai Perindo Bontang.

“Dari kami, untuk Bontang Selatan ada 4, Bontang Utara ada 2, dan untuk Bontang Barat kami tidak ada, karena persaingan di sana pastinya sangat ketat. Jadi kami menargetkan di Selatan akan naik 2, dan di Utara akan naik 1, jadi 3 orang untuk target Perindo Bontang,” paparnya.

Harapan ke depannya dengan masyarakat memilih Perindo, tentunya akan memperjuangkan masyarakat. Jika ada yang terpilih nantinya sebagai salah satu anggota dewan, Perindo akan berusaha semaksimal mungkin untuk masyarakat.

“Sekarang saatnya untuk memperjuangkan masyarakat. Jangan lupa pilih kami, karena semata mata kami hanya untuk masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Hamdani, DPW Kaltim Partai Perindo menambahkan, adanya rakerda ini untuk menghidupkan organisasi yang masih baru, bahkan selaku pengurus di Partai Perindo jangan sampai membuat asumsi sendiri, harus mengikuti dari pimpinan pusat, karena mereka sudah memimpin strategi strategi yang ada.

“Kita harus mengikuti apa kata pemimpin, bahkan di kegiatan ini bukan hanya si pengisi materi saja yang berbicara, saya maunya untuk teman-teman yang ada di sini, yang mendengarkan juga memberi masukan dan pendapat,” ucapnya.

Selain itu, Hamdani juga berharap dengan nantinya naik secara bertahap, yang belum tercapai akan segera tercapai pencapaian-pencapainnya, dan intinya yang paling penting adalah jika sudah terpilih menjadi anggota DPRD nantinya jangan lupa dengan partai yang telah mendukungnya serta para teman-teman.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Tips Kenali Gejala DBD dan Pencegahannya dari Dokter Spesialis Anak RSUD Bontang

0
Tips Kenali Gejala DBD dan Pencegahannya dari Dokter Spesialis Anak RSUD Bontang
dr. Ida Ayu Laksmi Arnita Utari, M.Sc,Sp.A saat diwawancarai awak media. (dwi).

BONTANG – Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bontang khususnya semakin meningkat. Bisa dikatakan DBD kali ini tidak tergantung dengan musim, bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. DBD pun banyak menyerang anak-anak remaja kebanyakan.

Dokter Spesialis Anak RSUD Taman Husada Bontang, dr. Ida Ayu Laksmi Arnita Utari, M.Sc,Sp.A mengatakan, untuk menghindari tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk kebanyakan, seperti genangan air sehabis hujan atau bahkan pot-pot bunga juga menjadi salah satu sarangnya jentik-jentik dan bahkan menjadi nyamuk.

“Ini sebenarnya sangat bisa dicegah, seperti membersihkan penampungan air, atau bak kamar mandi. Kita harus rajin sikat dan dibersihkan,” ucapnya saat diwawancarai awak media radarbontang.com, Rabu (01/11/2023).

Tanda BDB pun antara lainnya seperti demam tinggi sekira 2-7 hari harus sangat diwaspadai. Karena jika demam tinggi dan sudah melebihi dari 3 hari lamanya, maka diharuskan untuk periksa dan dibawa ke laboraturium. Selain demam ada juga sakit kepala, mata terasa nyeri, nyeri sendi, serta bintik merah.

“Paling utamanya adalah demam, saran saya di hari ketiga dan keempat jika demam tidak turun, maka segera periksa dan cek di lab. Tetap juga harus mengukur demam menggunakan termometer setiap saat,” paparnya.

Maka dari itu, dr Laksmi sangat mengimbau agar masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan 5M, yakni pertama menguras. Masyarakat dapat menguras, membersihkan tempat penyimpanan atau genangan air.

Kedua menutup. Tutuplah kembali tempat air rapat-rapat setelah mengambil airnya, agar jentik atau nyamuk tidak dapat masuk.

Ketiga mengganti. Ganti air yang berada di vas bunga atau pot tanaman air. Keempat kubur dan buanglah plastik dan barang bekas pada tempatnya, agar sampah tidak digenangi oleh air saat hujan. Kelima menaburkan. Untuk tempat-tempat air yang sulit sekiranya untuk dikuras, taburkan bubuk abate ke dalam genangan air tersebut untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. (dwi/adv).

Layanan Kecelakaan Kerja, RSUD Bontang Jalin Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan

0
Layanan Kecelakaan Kerja, RSUD Bontang Jalin Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan
Pemaparan aplikasi online untuk PLKK di RSUD Taman Husada Bontang. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang sebagai rumah sakit (RS) pusat rujukan dan RS tipe B satu-satunya di Kota Bontang, telah menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait layanan kecelakaan kerja.

Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan berupa klinik, puskesmas, balai pengobatan, praktik dokter bersama, dan rumah sakit yang telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.

RSUD Bontang bersama BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi aplikasi PLKK bertempat di Ruang Rapat Nusa Indah, lantai 5 RSUD Bontang, Selasa (31/10/2023) guna memudahkan layanan apabila ada pasien dengan kasus kecelakaan kerja.

Bagian Hukum, Kehumasan dan Kerja Sama RSUD Bontang, Sofia Rachmawati menjelaskan, kegiatan sosialisasi dilaksanakan untuk memberikan tata cara terkait PLKK bagi admin ruangan, admin IGD, tenaga klaim, tim administrasi, tim pendaftaran dan tim casemix RSUD Bontang.

Ia mengatakan BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan mengenai bagaimana pelaksanaan alur PLKK.

“Diharapkan pelaksanaan kerja sama yang sudah berjalan selama ini dapat berjalan lebih baik lagi,” ungkap Sofia.

Selanjutnya, pelayanan peserta PLKK di RSUD Bontang telah menggunakan sistem online. Tim BPJS Ketenagakerjaan memberikan beberapa clue  kepada tim RSUD agar memudahkan tim RSUD dalam pengisian sistem dan meminimalisir kesalahan dalam proses penagihan.

“Untuk Bulan Desember BPJS Ketenagakerjaan akan melaksanakan sosialisasi kembali khusus untuk tenaga klaim dalam penggunaan sistem online. Sehingga Januari 2024 diharapkan tim RSUD Bontang dapat menggunakan aplikasi BPJS ketenagakerjaan secara maksimal,” terangnya. (adv/yah)

Kelurahan Satimpo Panen Perdana Madu Kelulut

0
Kelurahan Satimpo Panen Perdana Madu Kelulut
Panen perdana madu kelulut/klanceng di Kelurahan Satimpo. (Syakurah)

BONTANG – Kelurahan Satimpo memanen perdana madu kelulut yang merupakan salah satu program dana stimulan RT 14 di wilayahnya pada Selasa (31/10/23) kemarin.

Lurah Satimpo, Maryono bersama Kasi Ekobang Juhaefa beserta staff dan didampingi oleh Babinsa Kelurahan Satimpo, turun langsung ke lokasi untuk melihat langsung prosesnya.

Budidaya madu ini salah satu kegiatan dari stimulan RT di bidang urban farming berjalan dengan baik dan cukup berhasil.

“Total terdapat 25 log di RT 14 itu dan rata-rata tiap log menghasilkan 200 ml madu,” jelasnya.

Adapun manfaat dari Madu kelulut di antaranya mempercepat penyembuhan luka, membantu mencegah infeksi, mengatasi peradangan dan menangkal radikal bebas. Kegiatan ini dirangkai dengan monitoring pembangunan di wilayah RT 21, RT 22, dan RT 23.

“Sejauh ini madu tersebut sudah ada yang pesan, langsung diberikan ke mereka. Untuk penjualan diletakkan di toko-toko belum ada, karena selalu full pesanan,” tutupnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam