Beranda blog Halaman 714

Gejala dan Cara Pengobatan Flu Singapura pada Anak

0
Gejala dan Cara Pengobatan Flu Singapura pada Anak
Ilustrasi flu singapura. (ist)

BONTANG – Flu Singapura pada anak merupakan gejala ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini lebih sering menyerang pada anak-anak maupun balita. Namun, orang dewasa pun juga bisa terkena penyakit ini, meski sangat jarang terjadi.

Hal itu dipaparkan oleh Dokter Spesialis Anak di RSUD Taman Husada, dr. Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Sp.A.

Ia menjelaskan, jika anak-anak lebih rentan terkena Flu Singapura, hal ini karena daya tahan tubuh anak yang belum sekuat orang dewasa.

“Gejalanya Flu Singapura ini pun terdiri dari demam. Biasa maksimal demam sampai tiga hari. Setelah itu diikuti dengan tumbuhnya ruam dan juga gatal-gatal yang mirip dengan cacar air,” bebernya saat diwawancarai awak media Radarbontang.com, Selasa (24/10/2023), kemarin.

Biasanya, saat anak mengalami Flu Singapura ini terjadi di area sekitar mulut, tangan, kaki, pantat, telapak tangan, telapak kaki, sikut, dan lutut. Bahkan, muncul juga di area kemaluan.

“Khasnya Flu Singapura ini adalah dengan adanya luka yang hampir mirip dengan sariawan di rongga mulut. Bisa di tenggorokan dalam, lidah, bibir, bahkan pipi dalam,” paparnya.

Untuk pengobatan yang diperlukan saat anak mengalami Flu Singapura ini contohnya seperti demam, yang akan diberi obat penurun panas. Jika sariawan akan diberi olesan atau disemprotkan untuk membuat sariawan berkurang.

“Karena biasanya anak kecil kendalanya tidak mau makan saat mengalami sariawan. Untuk gejala ruam bisa diberi saleb khusus yang dioleskan pada kaki, tangan, lutut, atau sikut yang terkena bintik merah dan terdapat berisi air,” paparnya.

Saat mengalami Flu Singapura ini, dalam masa penyembuhan selama 10 hari lamanya, jika luka dibuka atau mengelupas bisa membuat luka membekas.

“Untuk orang tua biasanya khawatir pada anak yang tidak mau makan, tidak kebayang gimana jadinya jika banyak sariawan di dalam rongga mulut anak. Untuk anak di bawah dua tahun, dan yang makannya masih banyak drama lebih baik dikasih makan yang lembut dan dingin, yang nyaman untuk ditelan,” tutupnya. (dwi/adv)

RSUD Bontang Dikucur Anggaran Rp 46 Milyar, Pembelian Alat Kesehatan dan Pengembangan SDM

0
RSUD Bontang Dikucur Anggaran Rp 46 Milyar, Pembelian Alat Kesehatan dan Pengembangan SDM
Direktur RSUD Taman Husada, dr Suhardi, Sp.JP saat menjelaskan pemenuhan alat kesehatan. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang mendapatkan anggaran sebesar Rp 46 Milyar untuk pembelian alat kesehatan, hingga untuk kebutuhan pengembangan SDM Rumah Sakit.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, Sp.JP menjelaskan, anggaran ini diperoleh dari anggaran perubahan tahun 2023, di mana anggaran akan diperuntukkan untuk pemenuhan alat-alat kesehatan di RSUD Bontang dan pengembangan SDM.

“Untuk saat ini RSUD mendapatkan anggaran yang sebagian besar untuk pengadaan alat kesehatan,” kata dr Suhardi, Sp.JP saat ditemui.

Lanjut, dr Suhardi mengatakan, bahwa alat kesehatan yang telah direncanakan pengadaannya seperti alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk RSUD Bontang.

“Beberapa memang rencana kami untuk pemenuhan alat kesehatan. Termasuk yang besar pengadaan alat MRI. Ini hanya beberapa rumah sakit yang punya di Kaltim, RSUD Bontang termasuk yang akan punya,” jelasnya.

Selain itu, Ia mengatakan anggaran juga digunakan dalam penunjang alat kesehatan lainnya dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Ditambahkannya, kebutuhan SDM tenaga kedokteran spesialis telah memenuhi beberapa SDM.

“Kami sudah mulai banyak tenaga spesialis. Ke depan akan semakin komplit. Karena kami harap RSUD Bontang akan menjadi pelayanan masyarakat dan menjadi rujukan bagi daerah di luar Kota Bontang. Karena akan semakin lengkapnya SDM dokter dan sarana dan prasarana,” ungkapnya. (adv/yah)

Berikut Langkah-Langkah Mengurus NIB di DPMPTSP!

0
Berikut Langkah-Langkah Mengurus NIB di DPMPTSP!
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) cukup mudah. Bisa langsung datang ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), atau jika tidak ingin repot bisa melalui cara online.

NIB dibagi menjadi dua yakni NIB perorangan dan NIB badan usaha. NIB perorangan cukup membutuhkan KTP orang tersebut serta email atau nomor Whatsapp yang aktif.

“15 sampai 20 menit sudah bisa terbit asal berkas lengkap,” jelas Fidia, Customer Service DPMPTSP Bontang saat diwawancara redaksi, Kamis (26/10/23).

Sementara itu, untuk NIB badan usaha bisa menyiapkan KTP, NPWP direktur, dan perusahaan, e-mail, SK Kementerian dan akta dari notaris.

“Badan usaha itu seperti CV, PT, yang seperti itu, pengurusan di kami bisa langsung jadi juga asal berkas lengkap pasti hari itu juga langsung jadi,” ujarnya.

Untuk pengurusan bisa langsung dilakukan mandiri secara online, atau ke pelayanan DPMPTSP jika ada hal yang kurang dimengerti.  Untuk online tentu menggunakan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) yang dapat diakses oleh masyarakat umum.

“Tanpa ke PTSP juga sudah bisa terbit, karena rata-rata yang datang langsung ke sini biasanya dia belum menguasai OSS-RBA itu, nanti kami akan arahkan,” tutupnya. (sya/adv)

Ruang Anggrek RSUD Bontang Khusus Pasien Isolasi, Penjenguk Diharapkan Tertib Aturan

0
Ruang Anggrek RSUD Bontang Khusus Pasien Isolasi, Penjenguk Diharapkan Tertib Aturan
Ruang Anggrek RSUD Taman Husada Bontang khusus pasien isolasi. (Yahya Yabo)

BONTANG – Ruang Anggrek di RSUD Taman Husada Bontang dikhususkan bagi pasien isolasi seperti perawatan kasus airborne disease yang meliputi penyakit TB, TB MDR, Covid-19, SARS, MERS dan Pneumonia MRSA.

Kepala Ruang Anggrek RSUD Bontang, Ria Kusuma Dewi mengatakan, bahwa ruang anggrek dikhususkan bagi pasien-pasien yang memiliki riwayat penyakit yang dapat menular melalui udara dan pasien terbanyak adalah TB (Tuberculosis).

Ria menambahkan, ruang anggrek sendiri memiliki kapasitas sebanyak 16 tempat tidur yang terdiri dari ruang isolasi ICU bertekanan negatif sebanyak 4 tempat tidur, dan ruang isolasi non ICU bertekanan negatif sebanyak 12 tempat tidur.

Fasilitas di ruang anggrek pada setiap kamar terdapat 1 bed electric, dilengkapi dengan bed monitor, televisi, meja, kursi dan kamar mandi pasien. Selain di ruang ICU Isolasinya dilengkapi dengan dukungan alat – alat canggih seperti ventilator, HFNC, mesin suctioning, defibrillator, alkes emergency dan drug emergency yang selalu siap digunakan sesuai dengan kebutuhan dan juga didukung oleh tenaga ahli profesional di bidangnya.

Ia menambahkan, pasien pada ruang anggrek seharusnya tidak diperkenankan dijenguk, untuk mengurangi tingkat penyebaran penyakit yang dapat ditularkan melalui udara dari percikan dahak pasien.

“Untuk pasien TBC dengan perawatan isolasi di ruang anggrek, pasien tidak diperkenankan untuk dijenguk. Namun pada kenyataannya sampai dengan saat ini masih banyak pengunjung/masyarakat yang belum mengetahui. Untuk itu diharapkan mulai dari sekarang informasi edukasi tentang tata tertib ruang anggrek dapat dipatuhi masyarakat,” harapnya.

Ria menambahkan, dengan mematuhi aturan di Ruang Anggrek RSUD Taman Husada Kota Bontang dapat mewujudkan tujuan yakni aman pasien, aman keluarga, aman petugas.

“Sehingga apa yang menjadi tujuan kami aman pasien, aman keluarga dan aman petugas dari penyakit menular dapat terwujud,” tandasnya. (adv/yah)

Pemasangan Reklame Caleg Resmi Dibuka 25 November 2023 Mendatang

0
Pemasangan Reklame Caleg Resmi Dibuka 25 November 2023 Mendatang
Ilustrasi reklame caleg. (ist)

BONTANG – Pemasangan reklame resmi dibuka untuk Partai Politik (Parpol) dan Calon Legislatif (caleg) per tanggal 25 November 2023 mendatang. Namun begitu, sejak 2 bulan lalu sudah mulai banyak parpol yang mendaftar di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang.

Fidia, Customer Service DPMPTSP Bontang tidak bisa memastikan, sudah berapa banyak yang mengajukan berkas untuk pemasangan reklame.

Walaupun pemasangan resmi masih November mendatang, banyak parpol yang sudah memasang reklame. Hal tersebut sah-sah saja, namun reklamenya diberi batasan hanya 10 hari pemasangan.

Adapun persyaratannya harus ada rekomendasi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Untuk pemberkasan dilakukan di DPMPTSP, kemudian dilanjutkan ke Kesbangpol untuk dilakukan pengecekan apakah boleh terbit atau tidak.

Syarat penerbitan reklame membutuhkan KTP Caleg atau penanggung jawab, NPWP, lokasi pemasangan reklame dimana saja, foto reklame, dan surat kesediaan membayar pajak.

“Untuk biaya pemasangan itu ada, cuma pembayarannya di Bapenda, pembayaran bisa berbeda-beda tergantung banyak dan lama pemasangan,” katanya.

Sebelum 25 November, pemasangan dibatasi hanya 10 hari, jika masih ada yang terpasang lebih dari itu maka akan dicabut oleh Satpol PP.

“Kalau sudah tanggal 25 November, mereka bisa pasang lebih lama, sampai nanti hari pemilu juga bisa, tapi rata-rata mereka ambil jangka pemasangan sedikit-sedikit, tapi tetap akan diperpanjang,” tutupnya. (sya/adv)

Masuk Tahap Uji Sampel, Proyek Pemangkasan Tanjakan Depan RSUD

0
Masuk Tahap Uji Sampel, Proyek Pemangkasan Tanjakan Depan RSUD
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Bontang, Anwar Nurdin. (ist)

BONTANG – Proyek pemangkasan Jalan Letjend S Parman atau tepatnya jalan menanjak di depan RSUD Taman Husada Kota Bontang, saat ini sudah memasuki tahap pengambilan sampel tanah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Usman melalui Kepala Bidang Bina Marga (PUPRK) Kota Bontang, Anwar Nurdin menyampaikan, bahwa saat ini pemangkasan tanjakan depan RSUD terus berproses.

“Sudah ambil sampel tanah dan sudah boring test,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, pasca pengambilan sampel dan pemrosesan data, berikutnya fokus pengerjaan Detail Engineering Design (DED) di tahun ini juga.

Ditambahkannya, seluruh pengerjaan proyek ini akan dikerjakan oleh pusat, lantaran anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekira Rp 70 miliar.

“Kami PUPRK hanya memonitoring sampai mana mereka lakukan, lelang di pusat semua karena mereka yang punya aset,” beber dia.

Lebih lanjut, apabila sudah bekerja di lapangan, kemungkinan dilakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai rekayasa lalu lintas. Karena pasti akan ada pengalihan jalur pelintasan kendaraan.

Baik jalur dari Bontang ke Samarinda atau Sangatta, begitupun juga sebaliknya, Kota Samarinda dan Sangatta ke Kota Bontang.

“Saya rasa dari Dinas Perhubungan pasti akan bergerak duluan,” jelasnya. (al/adv)

Dinkes Adakan Refreshing Kader Lansia

0
Dinkes Adakan Refreshing Kader Lansia
Kegiatan refreshing kader lansia tingkat Kota Bontang, di Auditorium 3 dimensi. (dwi)

BONTANG – Refreshing Kader Lansia Tingkat Kota Bontang merupakan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Lansia Nasional yang jatuh pada 29 Mei setiap tahunnya, serta Hari Lansia Internasional setiap 1 Oktober. Kegiatan ini berlangsung Rabu (25/10/2023) di Auditorium 3 Dimensi.

Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati menyampaikan di peringatan hari lanjut usia tahun ini, bahwa kegiatan kali ini bertema “Lansia Sehat Indonesia Bermartabat.” Dari tema tersebut, maka diambil subtema “Keluarga Hebat, Caregiver Bersahabat, Lansia Smart (sehat, produktif, dan mandiri), Mari Peduli Lansia Menuju Lansia Sejahtera dan Bermartabat.”

“Ini sangat berkaitan dengan tugas dinas kesehatan dalam upaya meningkatkan promotif, preventif, dan rehabilitatif. Agar lansia tetap memiliki peran dan tetap eksis,” ungkapnya.

Menjadi lansia adalah suatu kepastian bagi yang masih dewasa muda, untuk saat ini jumlah lansia di Indonesia adalah 27,1 juta jiwa (hampir 10 persen populasi) dan pada 2025 diproyeksikan menjadi 33,7 juta jiwa.

“Untuk di Kota Bontang sendiri, meski jumlah penduduk lansianya belum memasuki Era Ageing Population, penduduk lansia mencapai 4,8 persen pada 2020. Namun upaya dan perhatian kota terhadap kualitas hidup lansia tetap menjadi perhatian,” bebernya.

Peningkatan jumlah lansia dengan berbagai permasalah kesehatan menjadi tantangan, untuk mempersiapkan lansia sehat dan mandiri agar dapat meminimalisasi bagi masyarakat.

Untuk mewujudkan lansia sehat bermartabat, diperlukan upaya sejak dini, sesuai dengan siklus hidup manusia. Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia, seperti program pemberian “Rantang Kasih” bagi lansia yang kurang mampu.

“Peran kader di masyarakat adalah sebagai ujung tombak dalam upaya membantu peningkatan peran lansia, pemberdayaan, kepedulian, dan juga edukasi bagi keluarga serta masyarakat,” ucapnya.

Aji Erlynawati menambahkan, jika lansia seharusnya tidak dipandang sebagai manusia yang menjadi beban keluarga atau beban pembangunan. Sudah saatnya lansia menjadi pemimpin utama dalam memberikan nasihat dan imbauan, agar anak cucu mereka melakukan perubahan yang fundamental, yaitu perubahan mental.

Menjadikan lansia sejahtera lahir dan batin bukan tugas dan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan juga tanggung jawab kita semua.

Dalam kegiatan yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bontang, Jamila Suyuthi mengatakan, pada prinsipnya kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk merefreshing kapasitas kader, kemampuan kader, dan ini merupakan kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Ini juga sekaligus momen memperingati hari lansia.

“Untuk kadernya pun dipilih langsung oleh masing-masing kelurahannya, jadi ketika setiap kelurahan menugaskan kader tersebut mereka sudah paham dengan tugasnya masing-masing. Saat ini yang hadir ada sekitar 93 kader lansia,” ucapnya.

Dengan penuh harapan, para kader bisa saling membagi ilmunya satu sama lain, menjadi motivasi, menjadi penyemangat untuk pelayanan di lapangan. Karena, tugas pemerintah meluaskan jangkauan pelayanan, dan kader pun menjadi ujung tombak di masyarakat. (dwi/adv)

Suranto Resmi Gantikan Ronny Sebagai Kalapas Kelas II A Bontang

0
Suranto Resmi Gantikan Ronny Sebagai Kalapas Kelas II A Bontang
Lepas sambut Kepala Lapas Kelas II A Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Lepas sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Bontang dilaksanakan Rabu (25/10/23) di Lapas Bontang, Jalan Prestasi, Kelurahan Bontang Lestari.

Ronny Widiyatmoko, Kalapas Kelas II A Bontang resmi dipindah tugaskan ke Lapas Kelas IIA Banceuy, Bandung Jawa Barat setelah menjabat selama 3 tahun 10 bulan lamanya.

Ia resmi digantikan oleh Suranto yang sebelumnya bertugas di Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kemenkumham. Suranto berkomitmen untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan.

Ronny mengatakan, bahwa lapas di Bontang memiliki Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) terbanyak di Kaltimtara, sehingga perlu adanya tambahan petugas.

Diketahui terdapat 1.738 WBP, sehingga kalapas baru harus mengemban tanggung jawab besar agar kondisi lapas tetap kondusif.

“Bila melihat jumlah isi lapas di Kota Bontang ini cukup banyak, namun kondisinya tetap kondusif,” katanya

Suratno mengatakan, nantinya diharapkan akan ada sinergitas untuk membimbing WBP, karena nantinya mereka akan kembali ke masyarakat sehingga pembinaan harus dilaksanakan dengan bantuan seluruh stakeholder, forkopimda, serta pemerintah daerah.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri, tanpa bantuan mereka apalah kita,” ujarnya.

Kurangnya tenaga kesehatan serta penjaga WBP menjadi koreksi untuk segera ditambahkan, “Karena saya baru dua hari di sini, saya akan keliling dan memastikan apa yang harus dibenahi di lapas ini, kami akan bekerja dengan baik,” jelasnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva alam

Lakukan Kaji Tiru SIMRS, RSUD Kerang Paser Kunjungi RSUD Bontang

0
Lakukan Kaji Tiru SIMRS, RSUD Kerang Paser Kunjungi RSUD Bontang
dr Suhardi dan para jajaran RSUD Bontang, beserta tamu kunjungan dari RSUD Kerang Paser. (Dwi)

BONTANG – RSUD Kerang Kabupaten Paser berkunjung ke RSUD Taman Husada Bontang, Rabu (25/10/2023) bertempat di Ruang Rapat, Lantai 4, Gedung B RSUD Bontang. Kunjungan tersebut bertujuan melakukan Kaji Tiru mengenai Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi Sp.Jp, menjelaskan, kunjungan tersebut diikuti para staf dan pegawai RSUD Kerang Kabupaten Paser.

“Kami sudah mengembangkan digitalisasi, dimana pelayanan akan sangat mudah dan cepat. Ini sudah berjalan selama 4 tahun,” ucapnya.

Lakukan Kaji Tiru SIMRS, RSUD Kerang Paser Kunjungi RSUD Bontang
dr Suhardi dan para jajaran RSUD Bontang, beserta tamu kunjungan dari RSUD Kerang Paser. (Dwi)

Sekarang pun, semua pelayanan bisa digunakan secara online, mulai dari pendaftaran mandiri, nama antrean saat ingin melakukan pemeriksaan ke dokter, bahkan nomor antrean untuk melakukan pengambilan obat. Semuanya sudah dilakukan secara online.

“Sistem sekarang tidak perlu capek-capek dan berlama-lama untuk menunggu. Dengan sistem online ini kita bisa tau, bahkan nantinya kita akan mendapatkan pemberitahuan jika sudah giliran kita. Sekarang mau di tinggal terlebih dahulu tidak apa-apa,” paparnya.

Dr Suhardi juga menjelaskan kepada para staf dan pegawai RSUD Kerang Kabupaten Paser, mengenai manajemen pelayanan rumah sakit secara digitalisasi di poli klinik rawat jalan. Menjelaskan secara rinci bagaimana alur pelayanan di klinik rawat jalan dengan sistem digital yang lebih cepat. (dwi/adv).

Mampukah Selesaikan Masalah Masyarakat dengan Segudang Prestasi?

0
Mampukah Selesaikan Masalah Masyarakat dengan Segudang Prestasi?
Hafsah. (ist)

Oleh:

Hafsah

(Pemerhati Masalah Umat)

Bontang dinobatkan menjadi daerah pertama sebagai Kota Pancasila di Indonesia. Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) Pemkot Bontang bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengapresiasi hal tersebut, karena Kota Bontang merupakan satu-satunya daerah pertama melakukan MoU bersama BPIP, dalam rangka pembinaan ideologi di pemerintah.

Kepala Dinas Kesbangpol, Sigit Alfian mengungkapkan, Kota Bontang dipilih sebagai Kota Pancasila, karena Bontang dinilai menjadi kota yang kondusif, memiliki latar belakang suku, budaya, dan agama yang berbeda, namun tetap hidup berdampingan dengan tentram.

Setelah dilakukan penandatanganan MoU, pemerintah akan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai landasan membumikan Pancasila. Penguatan dan pembinaan ideologi bagi aparatur sipil negara di Kota Bontang. (Radarbontang 11/10/2023).

Sederet Penghargaan Diraih  Kota Bontang

Dalam kurun tahun 2023, Kota  Bontang banyak meraih penghargaan, di antaranya: penghargaan Merdeka award 2023 di Auditorium SCTV Tower Lantai 8 Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat.

Dalam waktu yang bersamaan, Bontang kembali meraih Merdeka Awards 2023 pada kategori program inovatif pendampingan UMKM. Penghargaan tersebut didapat karena inovasi-inovasi yang diberikan pemerintahan Kota Bontang untuk masyarakat.

Sebelum itu pada Sabtu 22 Juli 2023 di Hotel Padma Semarang Kota Bontang berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2023 untuk kategori Nindya.

Masih di tahun yang sama di Bulan Januari, sederet prestasi telah dicapai. Keberhasilan tersebut antara lain pada Bidang Pencegahan Korupsi, Bidang Ketahanan Pangan, Bidang Kepemudaan, Bidang Hilirisasi Peternakan, Bidang Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Bidang Penyelenggaraan Air Minum, Bidang Penyelenggaraan Perumahan dan Permukiman, dan Bidang Penanganan Disabilitas. (Diskominfo Prov.Kaltim 09/01/2023).

Berdasarkan Perpres No. 24 Tahun 2016 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, tugas BPIP adalah membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan, dan melaksanakan penjurusunan standardisasi pendidikan dan pelatihan, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan Pancasila kepada lembaga tinggi negara, kementerian/ lembaga, pemerintahan daerah, organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya. (Detiknews 26/05/2023).

Bontang memang layak mendapatkan penghargaan sebagai kota pancasila. Mengingat kota ini dihuni oleh sebagian besar penduduk dari luar daerah dengan berbagai suku, namun hidup rukun berdampingan. Keberhasilan ini sebagai tindak lanjut dari program kampung moderasi yang telah dilaksanakan di Bulan Juli tahun 2023.

Sebagai Kota Industri, Bontang Punyai Daya Tarik.

Kerukunan tercipta dengan banyaknya suku dari berbagai daerah di nusantara. Terbentuklah komunitas untuk mengeratkan ukhuwah dengan ikatan kesukuan. Pendatang terbanyak didominasi oleh suku Bugis, Jawa dan suku dari kalimantan.

Namun, kerukunan yang tercipta bukanlah semata-mata karena mereka mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Adanya pepatah bijak yang  mengatakan “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”,  seolah menegaskan bahwa dimanapun kita berada harus bisa menempatkan diri. Namun nilai-nilai luhur sesungguhnya lahir dari penanaman agama yang kuat.

Dari Sinilah Tercipta Kehidupan Rukun dan Damai.

Banyaknya prestasi yang diraih Kota Bontang tentu membuat bangga masyarakat setempat, terutama para pejabat kota dan jajarannya. Namun, perlu dicermati bahwa sederet penghargaan yang diraih, apakah sudah berkorelasi dengan keadaan masyarakat  saat ini?. Mengingat masih banyak permasalahan rakyat  mulai dari kenakalan remaja, tingkat kriminalitas menghiasi laman media, narkoba dan kapasitas lapas yang tidak memadai, angka pengangguran yang terus naik sehingga berimbas pada kemiskinan, pendidikan dan kesehatan tidak kunjung usai.

Walau pemerintah mengklaim bahwa semua problem yang dialami oleh masyarakat telah diatasi, kenyataannya masalah umat tidak mampu diurai akibat solusi yang ditawarkan tidak sampai ke akar masalah. Torehan prestasi yang dicapai hanya menjadi bukti bahwa ada aksi yang telah dilakukan oleh Pemda setempat.

Selain itu, seolah terjalin kerjasama dan harmoni yang baik bahwa Pemerintah pusat dan daerah seiya sekata dalam melaksanakan program untuk kepentingan masyarakat.

Kenyataannya, ide-ide berikut program yang dicanangkan hanyalah cara untuk mengalihkan umat dari persoalan utama, yaitu penjajahan dalam bentuk pemikiran.

Seyogyanya, umat yang mayoritas beragama Islam maupun yang agama minoritas lebih ditekankan untuk mengamalkan ajaran agamanya. Bahkan, syariat Islam justru lebih mampu merefleksikan  pengamalan dalam pancasila. Dari amalan yang benar akan melahirkan sikap  yang bijak tanpa perlu penghargaan.

Pada prakteknya, kerukunan dan toleransi mampu terealisasi ketika setiap insan siap menerima perbedaan baik dari segi perasaan, kebiasaan, agama maupun budaya tanpa harus menjadi pancasilais sejati.

Islam adalah agama yang sempurna, dari ajarannya lahirlah sikap, sifat dan aturan yang mengikat penganutnya. Maka Islam pantas disebut ideologi karena mempunyai aturan mendasar yang dapat diaplikasikan, baik dalam skala individu, masyarakat, maupun negara.

Penganutnya harus yakin bahwa sang pencipta sudah tentu menurunkan pedoman atau aturan bagi makhluk ciptaanNya agar tidak tersesat. Keyakinan ini membuahkan keimanan yang terlihat dari sikap hambanya.

Dalam sejarahnya, umat Islam muncul di Jazirah Arab yang dibawa oleh Rasulullah Saw hidup berdampingan dengan para penganut agama samawi. Hingga penerus beliau yang setiap masanya dipimpin oleh seorang Kholifah tetap mengamalkan kerukunan antar suku dan bangsa hingga tercipta toleransi tanpa perlu pengakuan. Al Qur’an telah mengabadikan Firman Allah SWT yang artinya:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”

(TQS. Al-Hujurat 49: Ayat 13).

Sikap toleransi akan terwujud dengan mengamalkan seluruh aturan Allah SWT. Dengan penanaman akidah yang benar lahirlah pemikiran yang baik dari tiap individu yang akan menyebar di tengah masyarakat. Negara kemudian berperan melindungi dan menjaga keamanan bagi rakyat dengan sistem yang sohih pula, yaitu sistem Islam.

Wallahu a’lam bishowab