Beranda blog Halaman 715

Peringati Bulan Peduli Down Syndrome, Wali Kota: Orangtua Wajib Beri Perhatian Khusus!

0
Peringati Bulan Peduli Down Syndrome, Wali Kota: Orangtua Wajib Beri Perhatian Khusus!
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat menghadiri peringatan bulan peduli down syndrome. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase menghadiri seminar edukasi dalam memperingati Bulan Peduli Down Syndrome, yang berlangsung di Ruang Pinus Hotel Equator, Minggu (22/9/2024).

Seminar edukasi ini bertemakan ‘Kondisi Biologis dan Fisikologis Rongga Mulut serta Upaya Fisioterapi Anak Down Syndrome’.

Saat sambutan, Wali Kota Bontang, Basri Rase menyampaikan, bahwa orang tua harus bisa menekankan pentingnya peran dalam memberi perhatian khusus, pada anak-anak yang mengalami down syndrome.

Anak-anak yang memiliki kelainan fisik, sangat memerlukan kesabaran yang ekstra, serta dukungan penuh dari keluarga atau masyarakat sekitar.

“Anak-anak yang mengalami down syndrome sangat membutuhkan perhatian khusus, maka dari itu mereka berhak memiliki kehidupan yang setara dengan orang lain,” ucapnya.

Sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah berkomitmen untuk menyediakan pendidikan yang layak, bagi anak-anak berkebutuhan khusus termasuk anak-anak dengan down syndrome.

“Nantinya pasti pemerintah akan memberikan ruang tersendiri, untuk pendidikan mereka,” paparnya.

Basri berharap untuk ke depannya, masyarakat dan pemerintah dapat terus bersinergi dalam memberikan perlindungan, serta pendidikan yang layak bagi anak-anak dengan down syndrom.

“Semoga kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan manfaat bagi orangtua saja, akan tetapi bagi seluruh lapisan masyarakat dalam memahami dan memberikan dukungan penuh pada anak-anak,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tukar Pikiran dengan Pelaku UMKM, Bapaslon Sutomo-Nasrullah Kunjungi Sunday Market

0
Tukar Pikiran dengan Pelaku UMKM, Bapaslon Sutomo-Nasrullah Kunjungi Sunday Market
Pasangan Sutomo Jabir- Nasrullah dan partai pengusung di Sunday Market. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Sutomo Jabir – Nasrullah melakukan pendekatan kepada masyarakat, dengan mengunjungi tempat ramai warga Bontang beraktivitas. Salahsatunya ke Sunday Market di GOR PKT, Minggu (22/9/24).

Pihaknya melakukan pendekatan dengan saling bertukar pikiran sesama masyarakat dan pedagang di sana. Melakukannya bersama dengan tim dan para partai pengusung yang juga turun langsung. “Kami ngobrol, bertukar pikiran bersama para pedagang, siapa tahu dapat koreksi atas pemberdayaan mereka sejauh ini,” terangnya.

Sutomo mengungkapkan, bahwa tempat tersebut selain untuk berolahraga tapi juga sebagai bentuk penggerak UMKM Kota Bontang, sehingga ia secara tidak langsung juga dapat memperkenalkan dirinya.

Ia mengungkapkan, bahwa dirinya tidak hanya pergi ke satu tempat, tapi juga pergi ke tempat lain seperti pasar tradisional, pasar modern ataupun di mana UMKM Bontang berada untuk saling sharing.
“UMKM ini menjadi garda terdepan pembangunan pendapatan ekonomi daerah kota Bontang, sehingga ini harus kita dukung dengan sungguh-sungguh,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Najirah-Aswar Komitmen Tingkatkan Kereligiusan Warga Bontang

0
Najirah-Aswar Komitmen Tingkatkan Kereligiusan Warga Bontang
Pasangan Calon Najirah- Aswar. (ist)

BONTANG – Calon Wakil Wali Kota Bontang, Muhammad Aswar mengatakan, bahwa agama merupakan tonggak dasar dari diri manusia.

Menurutnya, pemimpin daerah harus memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual yang mendalam perihal agama. Sehingga ia berkomitmen agar peningkatan agama di Kota Bontang dapat dilakukan dengan serius.

“Saya dan Bu Najirah memiliki latar belakang agama yang kuat, maka kami juga memiliki komitmen perihal agama,” ujarnya, Minggu (22/9/24).

Ia tumbuh dari lingkungan yang religius, sehingga ia sangat konsen mengenai keagamaan dan jalinan hubungan antar agama di Kota Bontang.

Oleh karena itu, Ia bersma pasangannya memiliki program, untuk memberikan subsidi kepada seluruh rumah ibadah di Kota Bontang, seperti masjid, musolla, langgar, gereja, vihara, dan pura.

Menurutnya, rumah ibadah merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh seorang pemimpin. Karena, di tempat suci itulah masyarakat lebih dekat dengan Tuhan. Kegiatan-kegiatan religius pun dapat terlaksana dengan sepenuh hati.

“Semua agama tentu kami rangkul untuk kesejahteraan dan tempat-tempat ibadah,” terangnya.

Aswar mengklaim, banyak program yang telah disiapkan yang bersinggungan dengan keagamaan, jika dirinya menang di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bontang pada November 2024 mendatang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Resmi! KPU Bontang Tetapkan 4 Paslon Pilkada 2024

0
Penetapan paslon Pilkada 2024 (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang resmi menetapkan empat pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang yang akan bersaing dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bontang 2024, pada Minggu (22/9/2024).

Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) KPU nomor 205 tahun 2024 tentang penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang 2024. Dengan demikian, keempat paslon telah resmi ditetapkan untuk mengikuti Pilkada Bontang 2024.

Komisioner KPU Kota Bontang, Hamzah, menyampaikan keempat pasangan calon yang telah resmi ditetapkan, yaitu:

  1. Neni Moerniaeni dan Agus Haris yang diusung oleh koalisi Partai Golkar, Gerindra, PKS, NasDem, dan PSI.
  2. Basri Rase dan Chusnul Dhihin yang maju melalui jalur perseorangan (independen).
  3. Sutomo Jabir dan Nasrullah yang mendapat dukungan dari PKB dan Demokrat.
  4. Najirah dan Muhammad Aswar** yang diusung oleh koalisi Partai Demokrat, PDIP, dan PAN.

Ketua KPU Bontang, Muzzaroby Renfly, menegaskan bahwa keempat pasangan tersebut ditetapkan melalui rapat pleno yang telah dilaksanakan.

“Keempat bapaslon telah resmi menjadi paslon pada Pilkada 2024 ini,” ujar Muzzaroby.

Lebih lanjut, Muzzaroby berharap agar para paslon dapat hadir tepat waktu untuk pengambilan nomor urut pada Senin (23/9/2024).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wawali Resmikan Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor

0
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah saat meresmikan Gedung Pengujian Bermotor. (Ist).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah meresmikan Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang, yang berlangsung di Bontang Lestari, Sabtu (21/9/2024).

Hadirnya gedung pengujian kendaraan bermotor ini, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan publik di bidang perhubungan, khususnya dalam aspek keselamatan dan kelayakan kendaraan yang beroperasi di wilayah Kota Bontang.

“Dengan peresmian gedung ini, adalah momen bersejarah bagi kita semua. Terkhususnya di Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang,” ucapnya saat sambutan.

Mengingat pentingnya fasilitas seperti ini, sebagai komitmen simbol pemerintahan dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat.

Bahkan, gedung ini tidak hanya menjadi fasilitas bagi pengecekan dan pengujian kendaraan bermotor saja, akan tetapi nantinya juga akan sebagai simbol dari komitmen bersama dalam memberikan pelayanan yang terbaik.

“Saya sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam pembangunan gedung ini. Semoga nantinya Dishub Bontang bisa terus menjaga, dan mengembangkan fasilitas yang ada demi pelayanan yang lebih baik ke depan,” jelasnya.

Selain itu, Najirah juga berharap dengan adanya fasilitas ini, tingkat keamanan transportasi di wilayah Kota Bontang akan semakin meningkat.

Sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan serta menjaga kualitas lingkungan, dengan mengurangi emisi dari kendaraan yang tidak layak jalan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bapaslon Neni – AH Gelar Pesta Rakyat Berbenah, Hadiah Utama 3 Paket Umroh

0
Bapaslon Neni - AH Gelar Pesta Rakyat Berbenah, Hadiah Utama 3 Paket Umroh
Ribuan masyarakat di Kota Bontang datang menghadiri pesta rakyat Berbenah. (Dok).

BONTANG – Bakal pasangan calon (Bapaslon) Neni Moerniaeni – Agus Haris sukses menggelar Event Pesta Rakyat Berbenah, di Lapangan Berbas Pantai, Sabtu (21/9/2024). Ribuan masyarakat Bontang antusias memeriahkan kegiatan tersebut.

Ketua Panitia Pesta Rakyat Berbenah, Alfin Rausan Fikry menyatakan, bahwa antusias masyarakat di Kota Bontang sangat luar biasa, dimana dengan kehadiran mereka semua kegiatan pesta rakyat berbenah berjalan dengan sukses dan lancar.

Kehadiran masyarakat di pesta rakyat ini adalah salah satu bukti nyata, jika Bapaslon Neni – Agus Haris mendapatkan dukungan penuh oleh masyarakat Kota Bontang.

“Antusias masyarakat Kota Bontang sangat luar biasa, ini menunjukan bahwa dukungan nyata buat Neni – Agus Haris,” ucapnya saat diwawancarai.

Tak main-main, dalam kegiatan pesta rakyat berbenah pihaknya telah banyak menyiapkan berbagai macam hadiah menarik, seperti 3 paket umroh, 2 sepeda motor, 1 motor listrik, kulkas, kompor gas, mesin cuci, bahkan ada uang tunai sebesar Rp 15 juta.

“Semoga dengan adanya kegiatan pesta rakyat ini, menjadi simbol kemenangan kita bersama, untuk menguatkan kemenangan Bapaslon Neni – Agus Haris,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ketua PWI Bontang Terima Penghargaan NJDP 2024 dari Perpusnas RI di Jakarta

0
Ketua PWI Bontang Terima Penghargaan NJDP 2024 dari Perpusnas RI di Jakarta
Ketua PWI Bontang (batik oren) Suriadi Said, saat menerima penghargaan NJDP 2024 di Jakarta (Ist).

BONTANG – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang, Suriadi Said menerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pitaloka (NJDP) 2024 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), untuk kategori Jurnalis di Jakarta, Jumat (20/9/2024) kemarin.

Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perpusnas RI, Aminudin Aziz, pada acara Gemilang Perpustakaan 2024 dengan tema ‘Literasi Berkelanjutan Menuju Indonesia Maju’.

Isur, sapaan akrabnya menjadi satu-satunya perwakilan dari Kota Bontang yang telah berhasil menerima penghargaan di bidang literasi. Isur menyampaikan bahwa dedikasi dan kepedulian yang tinggi, serta berperan aktif dalam pengembangan perpustakaan menjadi penggagas dan penggerak di bidang pembudayaan kegemarannya dalam hal membaca dan menjadi literasi yang secara aktif.

Tak lupa, Isur juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, yang telah merekomendasikan dirinya sebagai salah satu nominasi dalam kategori jurnalis.

“Terima kasih saya persembahkan untuk keluarga tercinta atas dukungannya selama ini, semoga penghargaan ini bisa menjadi inspirasi agar literasi di Kota Bontang semakin meningkat,” ucapnya.

Diketahui, untuk Perpusnas RI sendiri setiap tahunnya rutin memberikan penghargaan NJDP. Penghargaan tersebut diberikan kepada individu atau pihak-pihak yang telah menunjukkan dedikasi tinggi, pada pendayagunaan perpustakaan dan literasi di Tanah Air.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bontang dalam Jerat Narkoba: Pelajar Jualan Sabu

0
Bontang dalam Jerat Narkoba: Pelajar Jualan Sabu
Emirza Erbayanthi, M.Pd. (ist)

Oleh:
Emirza Erbayanthi, M.Pd
(Aktivis Muslimah dan Pemerhati Sosial)

Pemerintah jalan di tempat dalam memberantas narkoba. Jangankan berkurang, peredaran narkoba malah makin merajalela. Ironis, kian tingginya permintaan terhadap barang haram tersebut menjadikan Indonesia sebagai pasar besar narkoba, bahkan Indonesia termasuk dalam segitiga emas perdagangan narkoba dunia.

Baru-baru ini, dua remaja di Bontang ditangkap polisi karena ketahuan membeli sabu dan mengedarkannya kembali pada Sabtu (7/9/2024) lalu. Keduanya ditangkap di Jalan MT Haryono, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara.

Di lokasi penangkapan itu juga polisi meringkus pemasok sabu WA (32 th). Kedua pelaku yang masih berusia 16 dan 17 tahun itu ditemukan sedang menyiapkan narkoba jenis sabu untuk dijual.

Atas perbuatannya, 2 tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman maksimal 20 tahun penjara. (klikkaltim.com, 9/9/2024).

Sungguh mengkhawatirkan, narkoba banyak beredar dalam bentuk kemasan makanan, seperti dibungkus permen ataupun minuman. Maka, barang itu dengan mudah dapat diakses oleh anak sekolah. (Kompas, 11/5/2024).

Menggurita dan Merajalela

Bontang, bukanlah yang pertama dan satu-satunya menjadi tempat sindikat narkoba beraksi. Telah banyak di wilayah lain yang juga menjadi pasar empuk narkoba. Penangkapan sindikat pun tidak pernah sepi diberitakan media.

Sayangnya, yang tertangkap hanyalah bandar narkoba kecil, sedangkan bandar besar beserta jaringannya sangat sulit diberantas. Badan Narkotika Nasional (BNN) sekalipun belum membekuk jaringan besar narkoba. Narkoba yang telah jelas haram malah kian menggurita dan merajalela.

Ada lima faktor penyebab sulitnya untuk memberantas narkoba. Pertama, sistem kehidupan yang sekuler. Pandangan ini menjadikan manusia jauh dari aturan agama sehingga kebebasan bertingkah laku semakin tidak terkendali.

Manusia tidak mengenal konsekuensi atas perbuatannya. Mereka hanya mengejar kesenangan jasadi. Jadilah narkoba yang telah jelas akan keharaman dan kemudaratannya, tidak dijauhi. Kesalahan cara pandang tentang narkoba inilah yang menyebabkan keharamannya diatur bukan dilarang.

Kedua, sistem pendidikan yang tidak berpijak pada akidah, ikut menjadikan anak didik sebagai sasaran empuk pasar narkoba. Mereka menjadi kelompok yang rentan dan mudah dipengaruhi.

Kurikulum yang fokus pada akademik, tetapi minus pendidikan agama, juga akan melahirkan generasi yang pintar, tetapi berbahaya. Berbahaya karena dengan kepintarannya ia akan menciptakan mudarat yang lebih besar bagi umat manusia.

Inilah kegagalan sistem pendidikan, output yang terlahir menghasilkan pelajar dekat dengan narkoba. Seperti fakta di atas, pelajar berjualan sabu yang jelas haram dan merusak.

Lihatlah betapa produksi narkoba kian canggih. Kebun ganja hidroponik, misalnya, tentu yang mampu menciptakan teknologi pertanian yang canggih adalah orang yang pintar di bidangnya.

Begitu pula kemasan narkoba yang terlihat cantik dan samar, seperti dikemas dalam bentuk permen atau minuman. Tentu butuh orang yang cerdas dan kreatif untuk menciptakannya.

Ketiga, sistem ekonomi yang kapitalistik. Sistem ini menjadikan siapa pun tidak segan terlibat dalam penjualan narkoba. Halal haram tidak menjadi standar mereka dalam bermuamalah, mereka hanya mengejar keuntungan berlimpah.

Terlebih, sistem ekonomi kapitalisme selalu saja menciptakan kemiskinan dan kesenjangan. Kondisi ini menjadikan banyak pihak terpaksa terlibat karena dorongan kebutuhan.

Keempat, sistem sanksi yang lemah dan tidak menjerakan. Sering kali bandar narkoba hanya dihukum ringan. Hukum di negeri ini tajam ke bawah tumpul ke atas. Kasus pun diusut dengan metode tebang pilih.

Harusnya membeli dan menjual narkoba sanksinya harus lebih tegas walaupun masih remaja. Belum lagi budaya sogok menyogok menjadikan kasus narkoba makin sulit diberantas. Maka, jumlah pengguna dan pengedar narkoba remaja meningkat meski sudah ada kebijakan.

Kelima, sistem politik pemerintahan demokrasi hanya akan menghimpun para oligarki yang tidak memedulikan nasib anak bangsa. Mereka sibuk menghimpun kekayaan dan melindungi kekuasaannya.

Siapa pun yang bisa memberikan mereka cuan, akan dilindungi dan tidak peduli ia bandar narkoba yang jelas telah merusak bangsa. Maka, banyak para pebisnis barang haram merasa lebih aman berbisnis di negeri ini. Tetapi Negara gagal melindungi remaja dari narkoba.

Merajalelanya narkoba adalah permasalahan sistemis. Persoalan ini tidak bisa dibenahi hanya dari satu sisi. Seluruhnya harus diselesaikan secara terpadu dan simultan. Mulai dari sistem kehidupannya, pendidikannya, ekonominya, hingga hukum dan politik pemerintahannya.

Islam Memberantas dengan Tuntas

Narkoba telah jelas keharamannya dan umat muslim wajib untuk meninggalkannya, sesuai dengan hadis Rasulullah saw.,

“Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Sesuatu yang banyaknya memabukkan, maka walau sedikit pun adalah haram.” (HR Ahmad dan imam empat).

Akar persoalan sulitnya memberantas narkoba bisa dikembalikan kepada tidak diterapkannya hukum Allah Taala. Sistem kehidupan, ekonomi, hingga politik, bertolak belakang dengan Islam. Wajar saja persoalan tidak akan selesai sebab mengandalkan akal manusia saja.

Sebagai agama yang sempurna, Islam memiliki mekanisme mengatur kehidupan umat manusia, termasuk memberantas bisnis haram seperti narkoba. Negara akan bersungguh-sungguh dalam memberantas narkoba hingga tuntas karena itulah tugasnya, yaitu melindungi umat dari segala macam mara bahaya.

Sistem kehidupan yang berbasis akidah akan menjadikan rakyatnya hidup dengan ketakwaan. Sehingga tidak akan melirik narkoba yang telah jelas haram. Mereka akan terus berupaya beramal saleh yang bermanfaat bagi diri dan umat.

Begitu pun dengan sistem pendidikan yang berbasis akidah, menjadikan anak didik matang dalam berpikir sehingga dengan kecerdasannya, ia justru akan menciptakan teknologi yang dapat membantu kehidupan manusia.

Sedangkan sistem ekonomi Islam yang menstandarkan muamalah pada yang halal saja, menjadikan semua orang menjauhi bisnis haram. Sistem ekonomi Islam akan menghilangkan kemiskinan karena tata kelolanya berbasis pada kemaslahatan umat.

Maka, tidak akan ada yang terpaksa melakukan maksiat hanya karena butuh untuk makan. Seperti pelajar yang menjual sabu. Hal demikian ditopang dengan sistem politik pemerintahan yang berfungsi sebagai pengurus dan pelindung umat.

Negara menjamin kebutuhan dasar umat, mulai dari pangan, papan, sandang, pendidikan, keamanan, hingga kesehatan. Semua itu menjadikan rakyatnya sejahtera dan hidup dalam kebahagiaan. Tidak akan ada yang stres hingga harus menggunakan narkoba untuk menghilangkannya.

Begitu juga sistem sanksi yang menjerakan, menjadikan orang-orang rusak makin sedikit. Hukuman bagi mereka sangat menjerakan. Dalam Islam, hukuman bagi pengedar dan bandar narkoba masuk hukum takzir, yaitu hukum yang ditetapkan oleh Pemimpin.

Islam membutuhkan dukungan tiga pilar dalam memberantas narkoba agar tuntas terselesaikan, yakni individu, masyarakat, dan negara. Individu yang paham syariat dibarengi dengan kontrol masyarakat, lalu dipayungi oleh penerapan hukum Islam oleh negara, akan menjadikan kehidupan umat berbangsa dan bernegara diliputi ketenteraman.

Oleh karena itu, Indonesia sebagai pangsa besar narkoba dunia, tidak bisa dilepaskan dari lemahnya peran negara dalam melindungi warganya. Satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan ini adalah dengan menjadikan akidah Islam sebagai landasan negara. Bukan hanya narkoba yang hilang tapi juga segala jenis bisnis haram juga akan lenyap.

Wallahualam.

Resmikan Media Center Bontang Presisi, Kapolres Ingin Hilangkan Sekat Polisi dan Rekan Media!

0
Resmikan Media Center Bontang Presisi, Kapolres Ingin Hilangkan Sekat Polisi dan Rekan Media!
Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing melakukan pemotongan pita saat peresmian Media Center Bontang Presisi. (Ist).

BONTANG – Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing meresmikan Media Center Bontang Presisi, yang berlangsung di Mako Polres Bontang, Jumat (20/9/2024) pagi.

Saat sambutannya, AKBP Alex menyampaikan bahwa tujuan dibangunnya posko media center sebagai salah satu simbol penghormatan kepada rekan-rekan media.

Bahkan ini juga menjadi salah satu upaya, agar komunikasi yang telah dibangun antara Polres Bontang dengan rekan media bisa lebih erat lagi, demi mendukung pemberian informasi yang lebih akurat.

“Saya ingin, dengan adanya media center Bontang presisi, dapat menghilangkan sekat-sekat antara pihak polisi dengan rekan media,” ucapnya.

Selain itu, Kapolres Bontang juga menyampaikan untuk posko media center ini adalah salah satu jembatan penghubung, Polres Bontang dengan rekan media sebagai simbol keterbukaan antara sesama.

“Manfaatkan fasilitas yang ada dengan sebaik mungkin, untuk kebaikan kita bersama,” paparnya.

Setelah sambutan selesai, Kapolres Bontang mengajak seluruh awak media untuk melakukan sesi foto bersama.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kartu Siswa Juara, Program Najirah untuk Orang Tua Murid Penuhi Kebutuhan Sekolah di Masa Transisi

0
Kartu Siswa Juara, Program Najirah untuk Orang Tua Murid Penuhi Kebutuhan Sekolah di Masa Transisi
Bakal Calon Wali Kota Bontang, Najirah. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kebutuhan perlengkapan sekolah murid yang masuk SD dan SMP, merupakan salah satu program Pemkot Bontang guna meringankan pengeluaran para orang tua murid di awal masa transisi.

Namun, pembagian seragam sekolah dan segala atributnya seringkali terlambat, sehingga orang tua murid mau tidak mau harus membelinya terlebih dahulu, seperti satu set seragam itu sendiri, tas, dan sepatu.

Melihat fenomena tersebut, Najirah mengatakan, bahwa ingin mengubah sistem tersebut ke depannya.

Untuk seragam sekolah, Najirah Bakal Calon Wali Kota Bontang menyatakan, akan memberikan langsung bahan kain ke sekolahan untuk mereka jahit, nantinya ia akan meminta sekolah-sekolah untuk menggunakan penjahit lokal.

Selanjutnya, untuk perlengkapan lainnya seperti sepatu dan tas mereka bisa membeli dengan ‘Kartu Siswa Juara’ masing-masing orang tua akan diberikan kartu tersebut agar dapat membeli tas atau sepatu.

“Tas dan sepatu nanti yang buatan lokal Bontang, kartu tersebut berisi sekitar Rp 2 juta dan hanya dapat digunakan di Kota Bontang, memang hanya bisa untuk transaksi produk-produk Bontang,” terangnya saat ditemui, Kamis (19/9/24).

Najirah berharap, dengan kartu tersebut mereka tidak perlu membeli tas maupun sepatu dengan dana pribadi. Karena kartu tersebut memang dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan murid.

“Nanti Kartunya kayak kartu ATM dan cuma bisa dipakai di Bontang,” tambahnya.

Selain membantu orang tua murid, tentu nantinya pemberdayaan UMKM Bontang juga akan bergulir dengan adanya permintaan pembuatan seragam, tas dan sepatu lokal.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam