Beranda blog Halaman 715

Anak Bontang Sukses Nyanyikan Jingle Wonderful Indonesia, Rustam Minta Pemerintah Apresiasi

0
Anak Bontang Sukses Nyanyikan Jingle Wonderful Indonesia, Rustam Minta Pemerintah Apresiasi
Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam. (ist)

BONTANG – Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam pun mengaku bangga atas pencapaian Inas, anak muda Bontang yang viral lantaran menyanyikan jingle Wonderful Indonesia

Dia mengatakan perlu adanya penghargaan yang diberikan pemerintah bersifat jangka panjang. Contohnya dengan memberdayakannya pada berbagai event tertentu.

“Jika sudah seperti ini dan membawa nama baik kota, seharusnya potensi yang ada harus bisa pemerintah kelola sebagaimana mestinya,” ungkapnya belum lama ini.

Menurutnya, prestasi yang diperoleh anak muda Bontang jangan sampai hanya lewat sesaat saja dan dibiarkan begitu saja. Kata Rustam, jika memungkinkan mereka diberdayakan. Seperti diundang kembali dalam hari-hari besar atau perayaan nasional, misalnya agenda HUT RI pada 17 Agustus.

Diketahui, Inas Hafizhah merupakan anak muda Bontang viral lantaran menyanyikan jingle Wonderful Indonesia dalam memperingati meriahnya World Tourism Day, pada 15 September 2023 lalu. Inas dipilih oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menyanyikan aransemen ulang jingle tersebut.

Wonderful Indonesia merupakan slogan promosi untuk pariwisata Indonesia. Dimana lagu tersebut digunakan untuk mempromosikan tempat pariwisata yang ada di Indonesia ini dan ditujukan kepada wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Gadis kelahiran Bontang, 24 Februari 1998 tersebut merupakan musisi indie dengan puluhan ribu pendengar di platform music digital. Pada jingle Wonderful Indonesia ini diaransemen ulang oleh Eka Gustiwana yang merupakan seorang arranger, produser, dan pencipta lagu yang telah mendunia. (al/adv)

Anak Takut ke Dokter? Ada Beberapa Tips Mudah Mengatasinya

0
Anak Takut ke Dokter? Ada Beberapa Tips Mudah Mengatasinya
Dr Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Dokter Spesialis Anak RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi)

BONTANG – Mengajak anak ke dokter sering kali menjadi tantangan bagi para orang tua. Sebagian besar anak menolak dan sangat rewel ketika akan diperiksa oleh dokter. Anak menjadi takut saat diperiksa oleh dokter, membuat sebagian orang tua cemas dan khawatir.

Dokter  Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Sp.A, Dokter Spesialis Anak di RSUD Taman Husada Bontang memberikan beberapa tips dan cara mudah untuk mengatasi anak jika ingin diperiksa oleh dokter.

“Ada beberapa kepentingan anak saat bertemu dengan dokter. Bisa jadi datang menemui dokter saat lagi kontrol, periksa karena keadaan batuk pilek, bahkan saat anak disuntik untuk vaksinasi,” ucapnya saat diwawancarai awak media radarbontang.com, Selasa (24/10/2023).

Ia menyampaikan, jika nantinya akan pergi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Rumah Sakit (RS), bahkan ke klinik, disarankan agar anak bisa membawa mainan, atau cemilan kesukaan anak.

“Nantinya saat pergi menemui dokter anak-anak bisa membawa mainan favoritnya, biar  mereka merasa nyaman. Bahkan bisa juga membawa cemilan atau snack kesukaan mereka,” paparnya.

Selain membawa mainan atau cemilan kesukaan anak, kita sebagai orang tua tidak boleh berbohong kepada anak, atau memberikan harapan palsu yang sekiranya anak itu menjanjikan.

“Jangan juga berbohong, misalkan mengatakan jika nantinya di RS sangat banyak mainan, atau segala macam. Intinya jangan memberikan harapan yang tidak pasti kepada anak-anak,” ungkapnya.

Selain itu juga, dr Arlita juga menambahkan, beberapa hari sebelum pergi ke puskesmas, RS, atau klinik, anak terlebih dulu diberi arahan untuk pemeriksaan. Bahkan dipraktekkan di rumah, seperti apa dokter melakukan pemeriksaan. Mulai dari membuka mulut, mengecek suhu badan menggunakan termometer, bahkan memeriksa bagian dada menggunakan stetoskop. (dwi/adv).

DPMPTSP Buka Pelayanan Online Sejak 2018

0
DPMPTSP Buka Pelayanan Online Sejak 2018
Website perizinan digital DPMPTSP. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Salah satu langkah memaksimalkan pelayanan untuk masyarakat yang semakin modern ini, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah membuka perizinan online sejak 2018 lalu.

Pelayanan ini milik pemerintah daerah namun dikelola oleh DPMPTSP. Beberapa perizinan sebenarnya telah dialihkan ke Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) mulai 2019, sehingga dalam perizinan digital terdapat 46 jenis kepengurusan sisanya.

Beberapa jenis yang dapat diurus di perizinan digital yakni izin bongkar trotoar, izin mempekerjakan tenaga kerja asing, izin mendirikan rumah sakit pemerintah, izin operasional klinik pemerintah, izin operasional laboratorium kesehatan, izin operasional puskesmas, izin operasional rumah sakit pemerintah dan masih banyak lagi.

Kepengurusan ini dapat dilakukan di rumah dengan membuka website https://pd.bontangkota.go.id atau datang langsung ke DPMPTSP, nantinya jika datang ke PTSP akan diberikan arahan terkait berkas-berkas yang harus diupload.

“Kalau berkas yang diurus melalui perizinan digital itu biasanya ada jangka waktunya sekitar 6 bulan, kalau izin di OSS-RBA bisa berlaku selamanya,” jelas Fidia, Customer Service DPMPTSP. (sya/adv)

Surat Bersih Narkoba Jadi Syarat Pencaker

0
Surat Bersih Narkoba Jadi Syarat Pencaker
Lulyana Ramdhani, Kepala BNNK Bontang di Job Fair 2023. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Job Fair garapan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang resmi dibuka. Event yang berlangsung di Gedung Koperasi Karyawan (Kopkar) PKT ini bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNNK) Bontang untuk mewujudkan Kota Bontang yang bebas narkoba.

Lulyana Ramdhani, Kepala BNNK Bontang menjelaskan, bahwa pihaknya bekerjasama dengan Disnaker karena pada job fair ini para petinggi perusahan turut hadir, dan akan merekrut para pekerja, sehingga diharapkan kepeduliannya terhadap calon karyawan.

“Perusahaan-perusahaan harus peduli dengan SDM-nya, sehingga para pekerja harus memiliki surat keterangan bersih narkoba,” katanya, Selasa (24/10/23).

Hal ini sesuai dengan arahan dari kementerian tenaga kerja, yang mewajibkan tiap tahun melaksanakan tes narkoba di perusahaan kepada semua pegawai.

“Mulai sekarang kami mengharapkan, surat bersih narkoba menjadi salah satu persyaratan untuk berkas mencari pekerjaan,” tambahnya.

Pihaknya telah membuka stand di Job Fair juga, agar para pencari kerja (pencaker) tidak perlu jauh-jauh tes urine di kantor BNNK. Untuk saat ini BNNK bergabung dengan salah satu stand yakni LPK Adjieradja. Adapun biaya yang harus dikeluarkan sekira Rp 290 ribu.

“Pencaker tes urine hari itu juga, dan akan langsung diberikan surat hari itu juga,” ungkapnya.

BNNK bertekad tidak hanya melakukan pemberantasan, tapi juga pencegahan terutama kepada SDM Kota Bontang, agar perusahaan lebih produktif dan tidak mencoreng nama perusahaan tersebut.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Pencaker Membludak di Hari Pertama Job Fair 2023

0
Pencaker Membludak di Hari Pertama Job Fair 2023
Kondisi Job Fair hari Pertama. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Job Fair 2023, kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang sudah dipenuhi para Pencari Kerja (Pencaker) sejak pagi.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Koperasi Karyawan mulai Selasa (24/10/23) hingga Jumat (27/10/23), sejak pukul 08.00 wita hingga 21.00 wita. Job Fair 2023 diikuti oleh 30 perusahaan.

Kepala Disnaker, Abdu Safa Muha menjelaskan, bahwa Job Fair ini pertama kali digelar oleh pihaknya. Sebelumnya sempat ada Job Fair di tahun 2022,  namun kegiatan itu garapan disnakertrans provinsi.

“Job Fair kali ini murni kegiatan kami, oleh sebab itu jika ada masukan atau saran agar kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan mohon bantuannya, sehingga ke depan persiapan kami lebih matang,” katanya.

Tidak hanya lowongan kerja, LPK serta perusahaan juga membuka pelatihan dan magang, sehingga cocok bagi para fresh graduate. Diketahui perusahan tidak selalu membuka lowongan, sehingga dengan membuka lowongan magang bisa menambah skill untuk para pencaker.

Grace, salah satu pencaker yang mengunjungi Job Fair ini cukup antusias dengan membawa beberapa lamaran yang bisa ia ajukan ke banyak perusahaan. Ia mengaku mencari kerja di Bontang cukup sulit, dengan ikut Job Fair ini ia berharap memiliki kesempatan untuk magang ataupun bekerja.

“Saya sudah apply beberapa, senang sih ada Job Fair gini, harapannya kegiatan ini bisa bermanfaat untuk saya dan pencari kerja lainnya,” bebernya kepada redaksi.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

RSUD Bontang Gelar Penerimaan Praktek Profesi Ners Mahasiswa

0
RSUD Bontang Gelar Penerimaan Praktek Profesi Ners Mahasiswa
Penyampaian materi di kegiatan penerimaan praktek profesi ners, di Ruang Aula Nusa Indah, RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi S)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang menggelar kegiatan penerimaan praktek profesi ners mahasiswa yang dilaksanakan di Ruang Aula Nusa Indah, Lantai 5 RSUD, Senin (23/10/2023) pukul 08.00 Wita. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 orang mahasiswa, 8 dari RSUD dan 4 dari luar Rumah Sakit (RS).

Bambang Sri Mulyono, Koordinator Penunjang Keperawatan RSUD Bontang mengatakan, adanya kegiatan ini merupakan sebagaian proses sosialisasi, atau proses orientasi bagi para mahasiswa yang ingin berpraktek perawat.

“Kegiatan ini berlangsung selama seharian full, dan beberapa muatan seperti pasien safety, kemudian sasaran keselamatan pasien, orientasi profil RS atau sebagainya,” ucapnya.

Kegiatan praktek mahasiswa perawat ini dibuka untuk umum, siapa saja bisa ikut serta. Kegiatan ini sudah terlaksana bertahun-tahun, bukan pertama kali. Dimana RSUD Bontang sebagai tempat praktek mahasiswa.

“Untuk hari ini, ada sekitar 11 orang yang mengikuti. Sebenarnya banyak yang mengikuti, ratusan, bahkan ribuan. Hanya saja tidak terekspos,” paparnya.

Bambang berharap tidak ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di RS, istilahnya untuk mengawal mutu RS, RS juga tidak dirugikan dengan adanya kegiatan praktek, begitu pun sebaliknya. Saling kerja sama satu sama lain.

Sementara itu, Institusi Penyelenggara Pendidikan Provinsi Ners bekerja sama dengan RSUD Taman Husada Bontang. Selain di Bontang bekerja sama juga dengan beberapa RSUD yang ada. Hampir di seluruh Kabupaten, bahkan paling jauh pun dari Kalimantan Utara (Kaltara) tepatnya di Malinau dan Tana Tidung.

Kiki Hardiansyah Safitri, ITKES (Institusi Tenaga Kesehatan) Wiyata Husada Samarinda menyatakan, telah bekerja sama dengan beberapa RSUD yang ada, bertujuan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kami menggunakan RS menjadi tempat praktek profesi untuk meningkatkan kapasitas SDM yang ada di sini. Untuk profesi ners yang berkelanjutan dari sarjana keperawatan ini, merupakan mahasiswa yang dulunya jenjang D3, naik menjadi profesi ners,” bebernya.

Perkuliahan ini berlangsung selama 36 Minggu, efektifnya. Sudah menjadi target pemerintah, dengan seminggu waktu perkuliahan berlangsung selama 45 jam.

Kiki berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat mempunyai sebuah kemandirian di dalam profesinya. Rumah sakit yang 80 persennya adalah perawat, dapat memberikan kualitas pelayanan yang lebih meningkat. (dwi/adv).

Ekspose Hasil IKM, DPMPTSP Raih Nilai Baik

0
Ekspose Hasil IKM, DPMPTSP Raih Nilai Baik
Ekspose hasil IKM DPMPTSP semester I tahun 2023. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang melaksanakan ekspose hasil Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Triwulan I, Senin (23/20/23).

Adapun latar belakang IKM yakni mengukur pelayanan publik melalui penilaian masyarakat, serta meningkatkan kualitas layanan di setiap bagian penyelenggara.

“Triwulan I ini dinilai dari Bulan Januari hingga Juni tahun 2023,” kata Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan.

Di kegiatan ini DPMPTSP bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak (P2KG-PA), LP2M Universitas Mulawarman. Dilakukan kepada masyarakat yang menggunakan layanan DPMPTSP.

Sistem Perizinan digital DPMPTSP total terdapat 467 layanan, melalui OSS-RBA 369 layanan, sehingga total pengguna layanan 836 selama triwulan I.

Berdasarkan hasil survei menurut profil responden berumur 19 sampai 44 tahun ada sebanyak 177 (66,79%), usia 45-59 tahun sebanyak 81 (30,57%), dan usia lebih dari 60 sebanyak 7 (2,64%).

Selain itu, jenjang pendidikan mulai tidak sekolah hingga strata 2 ke atas, jenis pelayanan serta unsur pelayanan juga menjadi pertimbangan dalam penilaian tersebut. Sehingga setelah dilakukan konversi nilai, DPMPTSP mendapatkan total nilai sebesar 87.50 yang termasuk dalam kategori B atau Baik.

P2KG-PA juga memberikan rekomendasi untuk jangka pendek hingga jangka panjang, seperti mengidentifikasi masalah utama, feedback pelanggan, perencanaan strategis dan masih banyak lagi.

“Sistem OSS RBA sangat memengaruhi penilaian IKM ini karena sistem bisa saja mengalami eror, tapi kami tentu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” jelasnya. (sya/adv)

Disdikbud Keluhkan Kewenangan SMA/SMK di Provinsi, Sutarmin: Perkuat Kajian Sebagai Dasar Tuntutan

0
Disdikbud Keluhkan Kewenangan SMA/SMK di Provinsi, Sutarmin: Perkuat Kajian Sebagai Dasar Tuntutan
Kadisdikbud Bambang Cipto Mulyono (tengah) saat raker terkait BCC 2023 bersama DPRD Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengeluhkan kondisi SMA/SMK yang kewenangannya masih berada di Provinsi Kaltim. Lantaran kondisi tersebut pihaknya tidak bisa turut campur di SMK/SMK.

Hal itu terungkap saat Rapat Kerja (Raker) Komisi I dan II DPRD Bontang terkait event Bontang City Carnival (BCC) 2023. Mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, beberapa waktu lalu di Ruang Rapat Lantai II DPRD Bontang.

Bambang mengeluhkan kondisi ini, lantaran menyebabkan pihaknya tidak bisa memberikan bantuan atau memanfaatkan SMA/SMK untuk turut dalam memajukan Bontang. Selain itu, pihaknya juga tidak bisa mengukur tingkat pendidikan warga Bontang, karena untuk mengukur berapa persen yang lulus atau diterima di kampus, dan sebagainya harus sampai tingkat pendidikan SMA/SMK.

“Saya sudah keluhkan hal ini ke Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian dan juga Dirjend Pendidikan RI. Kami takut menyalahi kewenangan apabila melanggar aturan tersebut,” bebernya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Bontang, Sutarmin menjelaskan, bahwa Komisi II DPRD Bontang bersama DPRD Kukar pernah diundang oleh Komisi II DPR RI untuk membahas masalah ini salahsatunya.

Dikatakannya, untuk dapat mengembalikan kewenangan SMA/SMK ke daerah, maka harus memperkuat kajian. Sehingga memiliki dasar yang kuat untuk meminta kembalinya kewenangan SMA/SMK ke daerah.

“Tuntutannya harus berdasar yang kuat. Mungkin OPD terkait bisa berkoordinasi dengan Ketua DPRD untuk bekerjasama menyampaikan tuntutan dan alasan meminta kembalinya wewenang SMA/SMK ke daerah,” beber Sutarmin. (al/adv)

Legislatif Sebut Ada Potensi Pariwisata Digabung Kebudayaan Jadi Dinas Tersendiri

0
Legislatif Sebut Ada Potensi Pariwisata Digabung Kebudayaan Jadi Dinas Tersendiri
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam (tengah) saat memimpin raker terkait BCC 2023. (Yusva Alam)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam mempertanyakan kepada Pemkot Bontang, mengapa tidak menjadikan pariwisata sebagai dinas tersendiri. Karena menurutnya, apabila pemkot ingin fokus meningkatkan pariwisata, maka harus ada dinas sendiri yang mengurusi masalah tersebut.

Hal itu diungkapkan Nursalam usai Rapat Kerja Komisi I dan II DPRD Bontang terkait event Bontang City Carnival (BCC) 2023. Mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, beberapa waktu lalu di Ruang Rapat Lantai II DPRD Bontang.

Diungkapkannya, dirinya dulu pernah mendengar bahwa pemkot akan menjadikan pariwisata prioritas sendiri. Namun sampai saat ini keinginan tersebut belum juga terwujud. Karenanya ia menyayangkan kondisi tersebut.

Menurutnya, berdasarkan hasil kajian Lembaga Administrasi Negara (LAN), bahwa ada potensi pemkot untuk bisa menggabungkan pariwisata dengan kebudayaan, agar menjadi dinas tersendiri menjadi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar), bahkan bisa ditambah Ekonomi Kreatif yang masih sehubungan.

“Padahal LAN sudah menawarkan ke Bontang. Saya tidak tahu apakah wali kota mau atau tidak dengan tawaran itu, tapi kenyataannya hal itu tidak terjadi,” bebernya.

Dijelaskannya, seandainya pemkot punya dinas sendiri untuk pariwisata dan kebudayaan, maka anggaran dan penyelenggaraan Bontang City Carnival (BCC) tidak perlu lagi di bawah Disdikbud. Disdikbud bisa fokus mengurusi pendidikan saja.

“Kenapa saat ini penyelenggaraan BCC ada di Disdikbud, karena hanya di Disdikbud yang ada bidang kebudayaan. Di Dispopar yang membidangi pariwisata pun secara UU tidak bisa,” pungkasnya. (al/adv)

Hindari Penumpukkan Antrian, RSUD Gunakan E-tiket Obat

0
Hindari Penumpukkan Antrian, RSUD Gunakan E-tiket Obat
Seorang pasien di RSUD Taman Husada saat menggunakan e-tiket obat. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang terus berinovasi dengan meningkatkan teknologi pelayanan pasien dan pengunjung. Salah satu inovasi itu adalah pengambilan tiket obat tanpa memberikan resep ke apotek, hanya melalui data.

dr. Siti Aisyatur Ridha dari Tim Humas RSUD Taman Husada menjelaskan, setelah melakukan pemeriksaan di poliklinik, pasien tidak perlu membawa kertas berisi resep dokter. Pasien hanya perlu mengambil e-tiket yang diprint dengan memasukkan kode yang telah diberikan.

Setelah pasien berobat, dokter akan menginput obat apa saja yang diberikan dan data tersebut langsung masuk ke komputer apotek.

“Jadi ada monitor di samping tempat pengambilan obat, nah di situ nanti pasien mengisi nomor yang diberikan, dan tinggal menunggu,” jelasnya.

Pasien yang menunggu obat juga tidak harus menunggu di lobi rumah sakit, karena dalam data pasien akan diminta nomor handphone yang aktif untuk diberikan informasi kepada mereka jika obat sudah siap.

“Karena tidak semua orang bisa nunggu, siapa tau ada kesibukan, nanti kami akan Whatsapp kalau obat mereka sudah bisa di ambil,” ujarnya.

Hal ini juga dimaksudkan agar antrian pasien berobat dan antrian pengambilan obat tidak menumpuk. Apabila nomor pasien tercecer atau lupa, pasien bisa memasukkan NIK atau nomor BPJS bila menggunakannya.

Selain itu, dalam monitor tersebut, pasien akan memberi penilaian terhadap dokter yang mereka datangi. Jika mendapatkan nilai di bawah 4 bintang, di hari yang sama pihak rumah sakit akan menyelesaikan permasalahan tersebut, tergantung dari yang pasien keluhkan.

“Kami tidak ingin berlarut-larut, sebelum banyak pasien yang komplain kami tegur langsung,” tambahnya. (adv/Sya)