Beranda blog Halaman 716

BCC 2023 Sukses dan Meriah, Dihadiri Panji Petualang dan Heru ‘Jejak Si Gundul’

0
BCC 2023 Sukses dan Meriah, Dihadiri Panji Petualang dan Heru ‘Jejak Si Gundul’
Sambutan Wali Kota Bontang, Basri Rase. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Event budaya Bontang City Carnival (BCC) 2023 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Sabtu (21/10/23) di Simpang 3 Ramayana berhasil menyita perhatian masyarakat.

Sedari pagi, sebelum acara dimulai warga sudah memenuhi bahu jalan dan tribun-tribun yang disediakan oleh Disdikbud Bontang.

Wali Kota Bontang, Basri Rase dan istri kompak memakai pakaian adat dari Aceh, sementara Wakil Wali Kota Bontang, Najirah menggunakan pakaian adat khas Kutai.

BCC tahun ini juga dihadiri oleh tamu spesial, yakni Panji Petualang dan Heru ‘Jejak Si Gundul’. Kedatangan dua bintang tamu itu bertujuan mendongkrak Kota Bontang agar makin dikenal masyarakat luar daerah.

“Sebagai motivasi, agar masyarakat mengetahui objek budaya sebagai destinasi wisata lainnya di Kota Bontang,” jelas Basri dalam sambutannya.

BCC 2023 Sukses dan Meriah, Dihadiri Panji Petualang dan Heru ‘Jejak Si Gundul’
Suasana BCC 2023 di depan Ramayana. (Syakurah/Radarbontang)

Dampak positif lain dalam penyelenggaraan BCC ini dapat membuka peluang pengusaha kecil dan menengah, untuk meningkatkan penghasilannya, khususnya di sektor pariwisata dan sektor lainnya.

Lalu menjadi event atau kegiatan yang ditunggu-tunggu masyarakat Bontang tiap tahunnya, serta dapat menjadi objek liputan media yang akan membawa nama Bontang di kancah regional dan nasional maupun mancanegara.

“Semua itu pada akhirnya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bontang, yang otomatis akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bontang,” imbuhnya.

Sementara itu, Desainer Kostum Karnival sekaligus juri BCC, Suko mengatakan, ada perbedaan penilaian peserta BCC dan pawai budaya. Paramater penilaian untuk BCC di antaranya ialah kreativitas, keunikan, keserasian, dan kesesuaian kostum dengan tema.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Upgrade Keilmuan, Bidan RSUD Taman Husada Ikut Workshop CPD

0
Upgrade Keilmuan, Bidan RSUD Taman Husada Ikut Workshop CPD
Para bidan RSUD Taman Husada saat mengikuti Workshop CPD. (ist)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang mengadakan Workshop CPD atau In House Training kebidanan yang bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia di bidang kebidanan di RSUD Taman Husada Kota Bontang. Kegiatan ini diikuti oleh bidan-bidan RSUD dan digelar belum lama ini di RSUD Taman Husada Bontang.

Kepala Ruangan sekaligus Ketua Pelaksana, Sunarti, menjelaskan bahwa In House Training ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan SDM di bidang kebidanan.

Ia menambahkan bahwa selama ini beberapa bidan yang telah mengikuti pelatihan dapat berbagi pengetahuan dengan rekan-rekannya. “Kami dari kebidanan, tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga bidan agar dapat memberikan pelayanan terbaik sesuai visi misi kami dalam pelayanan paripurna, dengan tujuan mengurangi angka kematian ibu dan bayi,” jelasnya .

Pelaksanaan pelatihan atau In House Training juga akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, yakni pada tanggal 11, 23, 25, dan 29 September 2023. “Nanti, peserta kebidanan akan dibagi menjadi dua kelompok dengan lima materi yang akan diberikan,” tambahnya.

Sunarti juga mengungkapkan bahwa jumlah bidan di RSUD mencapai 45 orang, dan semua dari mereka akan mengikuti pelatihan ini.

“Iya, kami sudah mencatat peserta dengan empat tahapan yang berbeda karena mempertimbangkan tempat tugas yang berbeda-beda di poli. Sehingga, semua bidan dapat mengikuti pelatihan ini,” terangnya.

Sebagai informasi tambahan, kegiatan workshop CPD menghadirkan narasumber berkompeten, antara lain dr. Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari sebagai pemateri Resusitasi Neonatus, dr. Aisyatur Ridha sebagai pemateri Inisiasi Menyusui Dini, dr. Fatmawati sebagai narasumber penanganan pendarahan pasca bersalin, dr. Nigelia Afriani Renaldi sebagai narasumber KB pasca kuret, bidan Septiyana Nira Cahyani sebagai narasumber perawatan metode kanguru, bidan Endah Bonita sebagai narasumber asuhan persalinan normal, dan bidan Eka Susanti sebagai narasumber pelayanan KB pasca plasenta. (ADV)

Ruang Flamboyan, Area Khusus Perawatan Kehamilan dan Kebidanan di RSUD

0
Ruang Flamboyan, Area Khusus Perawatan Kehamilan dan Kebidanan di RSUD
Ruang VIP Flamboyan di RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Ruang Flamboyan adalah salah satu ruangan perawatan di RSUD Taman Husada. Ruangan ini mengakomodir kelompok jenis pelayanan kesehatan terkait pasien khusus kandungan dan kebidanan (persalinan).

Humas RSUD Taman Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha mengatakan ruangan Flamboyan sendiri terdiri dari kelas 3, kelas 2, kelas 1 dan VIP. Ia menambahkan ruang flamboyan memiliki SDM sebanyak 28 bidan dan 3 dokter spesialis kandungan.

“Kalau ruang mawar untuk pelayanan persalinan ada 6 bed. Ruang flamboyan terdiri dari kelas 3 ada 12 tempat tidur, kelas 2 ada 4 tempat tidur, kelas 1 ada 2 tempat tidur dan ruang VIP ada 1 tempat tidur. Tentunya kita memfasilitasi kelompok masyarakat yang menggunakan berbagai macam jenis jaminan kesehatan,” kata dr Ridha.

Selanjutnya, dr Ridha mengatakan untuk ruangan VIP flamboyan 4 sendiri bagi perawatan pasca melahirkan atau bagi yang memiliki masalah kehamilan.

“Ada permasalahan pada kehamilan yang perlu dirawat inap akan dilayani di sini. Spesifiknya untuk kandungan dan kebidanan. Adanya ruangan ini sebagai wujud realisasi salah satu misi RSUD yaitu menjadi rumah sakit sayang ibu dan bayi terbaik,” tandasnya. (ADV)

Legislatif Pertanyakan Kenapa Peserta BCC Tak Diberi Bantuan Dana? Ini Jawabnnya!

0
Legislatif Pertanyakan Kenapa Peserta BCC Tak Diberi Bantuan Dana? Ini Jawabnnya!
Rapat Kerja Komisi I dan II DPRD Bontang terkait event BCC 2023. (Yusva Alam)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Sutarmin mempertanyakan mengapa dalam event Bontang City Carnival (BCC) 2023 tidak memberikan bantuan dana bagi para peserta?

Pertanyaan itu terungkap saat Rapat Kerja Komisi I dan II DPRD Bontang terkait event BCC 2023. Mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Senin (16/9/2023) lalu di Ruang Rapat Lantai II DPRD Bontang.

Sutarmin merasa seharusnya para peserta perlu mendapat bantuan dana, lantaran kebutuhan pawai dan karnaval ini cukup banyak. Peserta harus menyiapkan bahan-bahan untuk membuat penampilan terbaik mereka.

“Harusnya peserta dibantu. Tapi kok tidak. Ini jadi pertanyaan saya?” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bontang, Bambang Cipto Mulyono menanggapi pertanyaan tersebut. Menurutnya, pihaknya selaku penyelenggara memang sengaja tidak memberikan bantuan dana bagi peserta. Hal itu agar peserta terpicu untuk dapat menampilkan performa terbaiknya agar menjadi juara.

“Takutnya kalau mereka diberikan bantuan dana, mereka tidak akan peduli menang atau kalah. Toh mereka akan berpikir sudah mendapatkan bantuan untuk menyiapkan penampilan mereka, kalah pun tidak jadi masalah,” bebernya.

Namun diakuinya, selama penyelenggaraan BCC masih ada peserta yang hanya mementingkan bagaimana agar bisa tampil saja, dalam artian sekedarnya saja. Mereka tidak menampilkan kualitas terbaiknya.

“Kami akan selalu berupaya tingkatkan kualitas event ini,” imbuh Bambang.

Ditambahkan Bambang, event BCC ini selalu mampu menyedot animo warga Bontang untuk ikut sebagai peserta tiap tahun penyelenggaraannya. Semakin banyak yang berminat untuk menjadi peserta.

“Walaupun tidak dikasih bantuan dana, tapi jumlah pendaftar selalu membludak,” pungkasnya. (al/adv)

BCC Diharap Dapat Mendulang PAD

0
BCC Diharap Dapat Mendulang PAD
Rapat Kerja Komisi I dan II DPRD Bontang terkait event BCC 2023. (Yusva Alam)

BONTANG – Anggota dewan berharap gelaran Bontang City Carnival (BCC) tak hanya sebagai sebuah hiburan dan unjuk seni kebudayaan, atau penggugur kewajiban event 77, namun juga mampu mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini terungkap dalam Rapat Kerja Komisi I dan II DPRD Bontang terkait event BCC 2023, yang mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Senin (16/9/2023) lalu di Ruang Rapat Lantai II DPRD Bontang.

Dikatakan pimpinan rapat, Nursalam, bahwa saat ini Bontang ditarget untuk menjadi daerah yang mandiri secara fiskal. Lantaran PAD Bontang masih berada di angka 12 persen, dimana yang seharusnya minimal 21 persen agar bisa mandiri.

Karenanya dewan selalu siap mendukung kegiatan dan kebijakan apapun yang dibuat pemerintah daerah, asalkan dapat menunjang peningkatan PAD.

“Apapun itu yang dibuat pemerintah kita selalu support,” ujarnya.

Termasuk salahsatunya event BCC ini. Event yang sudah 2 kali terselenggara ini, hendaknya juga mampu meningkatkan PAD. Agar dapat meningkatkan PAD, maka event budaya ini harus mampu mendatangkan minat orang-orang dari luar daerah untuk datang ke Bontang menyaksikan event ini.

“Kalau hanya meningkatkan UMKM saat event berlangsung memang iya. Tapi event ini belum menciptakan multiplier effect, karena belum mampu menarik minat orang luar datang. Kalau orang luar datang, imbasnya akan ke penginapan, tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya,” bebernya.

Karenanya dalam rapat tersebut, pihaknya meminta agar penyelenggaran BCC dapat terus meningkatkan kualitas event tahunan tersebut, dan juga mempromosikan besar-besaran. Tujuannya agar semakin banyak yang tahu tentang event ini di luar daerah, sehingga dapat memancing untuk datang menyaksikan. (al/adv)

Progres Pembangunan Capai 70 Persen, McDonalds Bakal Launching Akhir Oktober

0
Progres Pembangunan Capai 70 Persen, McDonalds Bakal Launching Akhir Oktober
Proyek pembangunan McDonalds. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pembangunan Waralaba McDonald’s di Kota Bontang sudah mencapai 70 persen, sebelumnya dijelaskan bahwa pembangunan ini sudah dimulai sejak Agustus lalu dan akan beroperasi akhir tahun ini.

Kepala DPMPTSP Bontang, Asdar Ibrahim melalui Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Non Perizinan, Idrus mengatakan, pembangunan McDonald’s terus dikebut, sampai saat ini pembangunan telah mencapai 70 persen dan rencananya akan launching di tahun ini juga.

“Belum bisa dipastikan kapan pembangunannya akan rampung, yang pasti rencana launching akan dilakukan pada akhir Oktober atau pertengahan November,” jelasnya.

Pembangunan McDonald’s sudah sesuai dan telah dilengkapi, seperti Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), Site Plan, persetujuan lingkungan, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Dengan kehadiran McDonald’s di Kota Bontang, diharapkan dapat menarik investor agar menanamkan investasinya di Kota Bontang, sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Adapun nilai investasi McDonald’s mencapai Rp 14 miliar.

“Saya yakin McDonald’s akan dibuka tahun ini, karena pengerjaannya dikebut siang dan malam, jadi pasti rampung sebelum tahun depan,” katanya. (sya/adv)

Komisi I Minta Pemkot Tuntaskan Masalah Kewenangan di Perairan Sekitar Bontang

0
Komisi I Minta Pemkot Tuntaskan Masalah Kewenangan di Perairan Sekitar Bontang
Rapat Kerja Komisi I DPRD Bontang terkait Raperda tentang penyelenggaraan perpustakaan. (Yusva Alam)

BONTANG – Hampir semua OPD bermasalah dengan UU kelautan. Karenanya pemkot diminta untuk segera menuntaskan koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menyelesaikan masalah ini.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking usai Rapat Kerja Komisi I DPRD Bontang terkait Raperda tentang penyelenggaraan perpustakaan, Selasa (3/9/2023) di Lantai II Sekretariat DPRD Kota Bontang.

Dijelaskan Raking, DPRD Bontang sudah sering mempertanyakan masalah ini di berbagai forum, salahsatunya di rapat paripurna bersama Pemkot Bontang. Agar pemkot segera menyelesaikan masalah ini.

Menurutnya, UU kelautan ini jadi kendala, apabila belum selesai tidak bisa memberi bantuan bagi masyarakat pesisir. Karenanya dibutuhkan rekomendasi dari gubernur. Untuk mengetahui kewenangan Pemkot Bontang sampai dimana.

“Selama ini kita bingung titik 0 milnya ini dimana? Pulau terluar kan Beras Basah dan Malahing, kalau kita bicara di sana berarti kita punya kewenangan, tapi tetap tidak bisa,” ujarnya.

Diketahui, Bontang memiliki wilayah perairan yang lebih luas dibanding wilayah daratan. Namun, pengelolaan wilayah laut atau pesisir terkendala dengan adanya Undang-undang nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Dalam UU tersebut, penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang kelautan hanya dibagi antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Sedangkan pemerintah daerah kabupaten/kota sudah tidak memiliki kewenangan lagi.

Adanya perubahan kebijakan di tingkat nasional ini menyebabkan banyak pemerintah daerah kabupaten/kota yang mengalami kegamangan dalam pengelolaan wilayah pesisirnya. Mengacu pada pasal 18 UU nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja, beberapa ketentuan dalam UU nomor 27/2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil diubah. (al/adv)

BCC 2023 Digelar Besok, Peserta Capai 3 Ribuan, Disediakan Tempat Duduk Penonton

0
BCC 2023 Digelar Besok, Peserta Capai 3 Ribuan, Disediakan Tempat Duduk Penonton
Tempat duduk penonton BCC 2023 di depan Ramayana (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sabtu (21/10/23) besok, Bontang City Carnival (BCC) digelar. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono menjelaskan, peserta pada tahun 2023 ini akan lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

“Karena dalam BCC tahun ini kan juga dipisah antara carnival sama pawai budaya, terus dalam satu kelompok juga ada yang menurunkan hampir satu OPD untuk ikut carnival ataupun pawai,” jelasnya saat dihubungi, Jumat (20/10/23)

Hingga hari ini, Bambang memperbarui daftar peserta yang bertambah, terdapat total 93 kelompok yang akan turun meramaikan BCC 2023. Total 93 kelompok itu terdiri dari 35 kelompok OPD, organisasi masyarakat, dan satuan pendidikan serta komunitas. Kemudian, 60 kelompok lainnya untuk pawai budaya.

“Untuk total peserta sekitar 3000 lebih,” bebernya.

Selain itu, Disdikbud juga membuatkan kursi yang nantinya bisa digunakan untuk para penonton. Kursi tersebut kursi tingkat yang kini tengah dirakit. Letaknya di sepanjang jalan di depan Ramayana dan tidak jauh dari panggung utama dibuat menggunakan scaffolding.

“Kita hindari penumpukan penonton di depan panggung utama, jadi kami buatkan kursi, ” katanya.

Lokasi panggung utama sama seperti tahun lalu, yakni di Simpang Tiga Ramayana atau Simpang Tiga Jalan MH. Thamrin.

Saat BCC berlangsung akan ada beberapa ruas jalan ditutup atau pengalihan jalur lalu lintas. Hal tersebut sudah diatur oleh pihak kepolisian untuk membuat rekayasa lalu lintas, agar menghindari kemacetan.

“Penutupan jalur ataupun pengalihan akan dilakukan Polres Bontang,” tutupnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Instalasi Rehabilitasi Medik Tingkatkan Pelayanan, Terapi Pasien dengan Alat-alat Terbaru

0
Instalasi Rehabilitasi Medik Tingkatkan Pelayanan, Terapi Pasien dengan Alat-alat Terbaru
dr Rahmawaty Sp.KFR saat mendemonstrasikan terapi pasien di RSUD Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Instalasi Rehabilitasi Medik di RSUD Taman Husada Kota Bontang memberikan pelayanan pada pasien yang mengalami gangguan gerakan motorik atau sensorik.

Pada alur pelayanan, instalasi rehabilitasi medik melayani pasien BPJS Kesehatan, pasien umum, asuransi perusahaan maupun asuransi kesehatan lainnya. Untuk pasien sendiri harus melalui rujukan dari dokter utama sebelum dirujuk ke dokter spesialis rehabilitasi medik.

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RSUD Bontang, dr Rahmawaty Dian, Sp.KFR menjelaskan, rehabilitasi medik ini merupakan layanan yang memaksimalkan fungsi seperti pada bagian yang mengalami kelemahan di bagian tubuh dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Keluhannya kan’ kelemahan tubuh. Memaksimalkan fungsinya dengan cara meningkatkan ototnya yang tadinya lemah menjadi kuat seperti pada pasien penyakit stroke. Targetnya adalah meningkatkan fungsi dan kualitas hidup pasien,” kata dr Rahmawaty Dian, Sp.KFR, Kamis (19/10/2023).

Lanjut dr Rahmawaty dalam pelayanannya, rehabilitasi medik memaksimalkan fungsi gerak, fungsi komunikasi dan fungsi lainnya yang ada di tubuh manusia.

“Jadi layanannya kalau direhabilitasi harus diasesmen dulu oleh dokter spesialisnya. Kemudian melihat kebutuhan untuk terapi pasien hingga pemeriksaan fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara,” jelasnya.

Kemudian, dr Rahmawaty mengatakan dalam sehari, rehabilitasi medik bisa melayani pasien 40 hingga 60 pasien setiap hari untuk dilakukan terapi medis. Untuk tim rehabilitasi medik sendiri terdiri dari 1 dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, 5 fisioterapis, 1 terapis okupasi dan 1 terapis wicara.

“Alat-alat terapi kita sudah bisa digunakan oleh semua kategori pasien. Banyak alat-alat terapi kita yang paling terbaru,” ungkapnya.

Dalam kasus yang paling banyak ditangani di RSUD, dr Rahmawaty mengatakan yakni kasus stroke, kasus Low Back Pain (LBP),  kasus radang sendi hingga kasus tumbuh kembang anak.

Dr Rahmawaty menambahkan, tantangan yang sering dihadapi seperti pasien yang terbilang banyak dengan memaksimalkan SDM dan sarana yang telah ada.

“Memaksimalkan tenaga SDM yang ada dan sarana yang ada, pasien tetap bisa kita layani,” terangnya.

Untuk kelengkapan alat sendiri, di klinik rehabilitasi medik selain ada alat-alat terapi misalnya alat Diathermy, Stimulasi Syaraf dengan Listrik melalui kulit (TENS), Ultrasound terapi, di RSUD Bontang telah dilengkapi juga dengan alat-alat terapi canggih seperti High Laser Therapy, Low Laser Therapy, Shock Wave Therapy (SWT).

“Harapan kami tentunya dapat memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat sehingga semua pasien dapat memanfaatkan layanan yang dimiliki oleh RS ini,” pungkasnya. (adv/yah)

RSUD Taman Husada Bontang Melayani Pasien Tumbuh Kembang Anak

0
RSUD Taman Husada Bontang Melayani Pasien Tumbuh Kembang Anak
Ruang terapi anak yang ada di RSUD Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Klinik rehabilitasi medik RSUD Bontang melayani pasien tumbuh kembang anak. Namun sebelum dilakukan terapi tumbuh kembang anak, tetap harus mendapatkan rujukan dari dokter spesialis anak.

Dr Rahmawaty, Sp.KFR mengatakan, rehabilitasi medik melayani pemeriksaan komprehensif untuk asesmen anak dengan kasus tumbuh kembang, sehingga dapat memberikan terapi yang tepat dan sesuai.

“Pemeriksaan tumbuh kembang anak dimulai dari dokter spesialis anak. Apabila didapatkan masalah dan membutuhkan terapi maka akan dirujuk ke dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi. Setelah dilakukan asesmen tumbuh kembang anak dilakukan evaluasi kebutuhan dan rencana terapi yang tepat. Misalnya pada kasus yang kompleks seperti down syndrome,” kata dr Rahmawaty.

Selanjutnya, dr Rahmawaty mengatakan, pada kasus tumbuh kembang anak akan diberikan terapi yang sesuai dengan perkembangan anak mulai dari motorik kasar, bahasa, motorik halus dan personal sosial.

“Asesmen bisa dilakukan tiap bulan untuk melihat perkembangan anak,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pasien anak yang datang untuk melakukan terapi tumbuh kembang mulai dari usia bayi hingga maksimal 17 tahun dan diberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

“Ketika terapi yang diberikan sudah memberikan hasil yang optimal untuk tumbuh kembang anak maka program terapi bisa dihentikan setelah dilakukakan evaluasi,” katanya.

Waktu yang diperlukan untuk terapi tumbuh kembang anak dalam 1 sesi cukup lama yaitu sekitar 30-60 menit, dan juga disesuaikan dengan kondisi anak.

“Program terapi tumbuh kembang merupakan proses yang lama, ada yang sampai satu tahun hingga beberapa tahun. Tim kami di sini, selain saya sebagai dokter spesialis, ada terapis wicara, terapis okupasi, dan fisioterapis yang menangani kasus tersebut,” ungkapnya.

Sementara untuk kasus tumbuh kembang anak yang paling banyak ditangani yakni non spesific speech delay, ADHD, ASD, disabilitas intelegensia, global development delay. Dalam satu hari instalasi rehabilitasi medik ini dapat menangani sekitar 10-15 pasien tumbuh kembang anak. (adv/yah)