Beranda blog Halaman 742

Pengedar Sabu Asal Sangatta Ditangkap di Hotel Bontang

0
Pengedar Sabu Asal Sangatta Ditangkap di Hotel Bontang
Pelaku Pengedar Sabu. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Polres Bontang menangkap seorang pengedar sabu usai bertransaksi di salahsatu hotel pada pukul 3 dini hari, Kamis (18/7/24).

Terangka berinisial A (39) merupakan warga Sangatta yang sengaja datang ke Kota Bontang untuk mengambil sabu seberat 31,86 gram.

“Setelah ambil di Bontang, rencananya dia mau balik mengedarkan di Sangatta,” jelas Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumbang Tobing.

Kronologi penangkapan awalnya saudara A datang ke Bontang dan membuka kamar di Hotel Akbar, setelah itu ia pergi mengambil barang yang sudah dijejak dan diletakkan di jembatan yang berada di depan PMI Bontang.

“Dia sama temannya, tapi temannya tidak tahu tujuannya ke Bontang mau ngapain jadi dia tinggal di hotel, temannya beraksi,” tambahnya.

Setelah mengambil barang tersebut, ia kembali ke hotel untuk menjemput temannya dan kembali pulang. Sebelum sempat pergi dari hotel pihak kepolisian berhasil meringkus tersangka.

Tersangka sebelumnya pernah menjalani hukuman karena mengedarkan di wilayah Kutim, dan bebas pada 2020.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Ungkap Hasil Tangkapan Sabu dan Ganja Satu Bulan Terakhir

0
Polres Bontang Ungkap Hasil Tangkapan Sabu dan Ganja Satu Bulan Terakhir
Konfrensi Pers Polres Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Polres Bontang memperbarui hasil data tangkapan kasus narkoba mulai bulan Juni hingga Juli 2024.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumbang Tobing mengatakan, untuk narkoba jenis sabu total yang didapat sebesar 111,33 gram, kemudian untuk ganja 13,08 gram.

Sedangkan untuk beberapa minggu yang lalu terkait pengungkapan mulai 24 Juni hingga 18 Juli 2024 ini, ada beberapa pengungkapan kasus total 13 kasus dengan barang bukti berupa sabu 99,29 gram 13.08 gram.

Usia pelaku rata-rata usia produktif, rentang usia 23 sampai 48 tahun dan status tidak memiliki pekerjaan tetap, total terdapat 16 pelaku, 14 berasal dari Kota Bontang dan 1 orang berasal dari Kecamatan Marang Kayu, dan 1 orang berasal dari Kecamatan Muara Badak.

“Itu domisili berdasarkan KTP para pelaku,” jelasnya dalam konfrensi pers, Kamis (18/7/24) .

Ke enambelas pelaku dikategorikan sebagai pengedar, yang awalnya mereka adalah seorang pemakai. Hal itu mereka ketahui berdasarkan hasil pemeriksaan. Dengan modus secara umum pelaku memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi melalui pesan Whatsapp, Messenger, maupun via telepon.

Transaksi dilakukan dengan cara dijejak dan tidak bertemu langsung antara pembeli dan pengedar, dengan memasukkan barang di suatu tempat dan ditaruh di suatu tempat.

Untuk TKP, di wilayah Bontang Selatan sebanyak 7 kasus dengan barang bukti 34,56 gram dan ganja 3,29 gram, wilayah Bontang Utara 1 kasus dengan barang bukti sabu sebanyak 13,96 gram, wilayah Bontang Barat sebanyak 1 kasus dengan batang bukti sabu 4,73 gram, wilayah marangkayu dua kasus dengan sabu 1,32 gram, dan Muara Badak 0,45 gram.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Hujan Lebat dan Angin Kencang Akibatkan 5 Pohon Tumbang, Ini Daftar Lokasinya!

0
Hujan Lebat dan Angin Kencang Akibatkan 5 Pohon Tumbang, Ini Daftar Lokasinya!
Pohon tumbang menutupi sebagian akses jalan di Jalan Arief Rahman Hakim, depan SPBU KM 3, Kota Bontang. (Dok).

BONTANG – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Bontang, Kamis (18/7/2024) sore tadi mengakibatkan pohon-pohon bertumbangan.

Tercatat 5 pohon yang berdiri di pinggi jalan dan berada di 5 lokasi yang berbeda bertumbangan. Akibat kejadian ini menyebabkan lalu lintas teehambat.

Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang bertindak cepat menuju ke lokasi untuk menangani pohon tumbang tersebut.

Kepala Disdamkartan Kota Bontang, Amiluddin menyatakan, petugas berhasil menangani kelima lokasi pohon tumbang, dengan waktu sesingkat mungkin. Agar tidak menimbulkan kemacetan.

“Alhamdulillah semuanya bisa terkendalikan, dengan waktu kurang lebih 45 menit,” ucapnya.

Amiluddin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut serta membantu dalam menangani pohon tumbang yang telah menutupi beberapa akses jalan.

“Walaupun hujan lebat, semua bisa teratasi dengan baik,” jelasnya.

Diketahui ada 5 pohon tumbang yang telah menutupi akses jalan, yang pertama di Jalan Soekarno-Hatta, Bontang Lestari, lebih tepatnya dekat Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kedua di Jalan Arief Rahman Hakim, KM 3, lebih tepatnya depan SPBU. Ketiga di Jalan Slamet Riyadi, depan PDAM Loktuan. Keempat di Jalan Oxigen, bundaran RS PKT, dan terakhir di dekat kantor security BSD.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

KSOP Kelas II Bontang Harap Exercise ISPS CODE Jadi Pembelajaran Hadapi Potensi Ancaman

0
Kegiatan exercise ISPS CODE diikuti KSOP Kelas II Bontang. (ist)
Kegiatan exercise ISPS CODE diikuti KSOP Kelas II Bontang. (ist)

BONTANG – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Bontang ikut serta dalam kegiatan exercise ISPS CODE pada TUKS PT. PERTAMINA PERSERO LNG dan LPG BONTANG, Kamis (18/7/2024).

Kegiatan ini juga melibatkan TNI/POLRI, PFSO TUKS, dan pihak lainnya.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Bontang, Dimyati, M.M., M.Mar.Eng menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan mandatori dan komitmen PT. PERTAMINA (Persero) LNG dan LPG BONTANG dalam menerapkan ISPS CODE, sesuai regulasi International Safety Of Life at Sea (SOLAS) chapter XI-2.

“Tujuan daripada kegiatan exercise ISPS CODE ini, salah satunya untuk meningkatkan kemampuan dan kesigapan personel keamanan PT. PERTAMINA (Persero) LNG dan LPG BONTANG dalam menanggapi potensi ancaman,” beber Dimyati.

Dalam skenario kegiatan exercise hari ini, menitikberatkan pada ancaman siber, gangguan Orang Tak Dikenal (OTK), gangguan kebakaran, dan gangguan pencemaran.

“Kantor KSOP KELAS II BONTANG selaku kordinator PSC sangat mengharapkan, kegiatan exercise ISPS CODE ini dapat memberikan pembelajaran dan pengalaman kepada pihak-pihak yang terlibat dalam koordinasi dan komunikasi, untuk menghadapi gangguan ancaman yang terjadi,” pungkasnya. (adv/rls)

Editor: Yusva Alam

Komisi II Bahas Raperda Perumda AUJ

0
Komisi II Bahas Raperda Perumda AUJ
Rapat Raperda tentang Perumda dan Aneka Usaha Jasa bersama Komisi II DPRD. (syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) dan Aneka Usaha Jasa di Sekretariat DPRD Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Selasa (16/7/24).

“Sebelum Perumda, mereka disebut perusda kini menjadi perumda sejak adanya regulasi baru,” jelas Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam.

Ia mengatakan, pada rancangan perda tersebut bagaimana kerangka acuan kinerja struktur bagan organisasi dari perumda itu sendiri.

“Sudah dijabarkan cukup banyak pasal-pasalnya, ini baru kita mulai bahas isi rancangan perda tersebut,” ujarnya.

Perda tersebut nantinya akan menjadi regulasi untuk mengatur aturan yang ada, seperti cara pengelolaannya, aset, kepemilikannya, peran pemerintah, dan bagaimana peran DPRD.

“Kami berharap dengan adanya aturan tersebut nantinya mereka lebih mandiri lagi,” tambahnya.

Rustam menjelaskan, bahwa perumda merupakan induk perusahaan yang memiliki tujuh bisnis anak perusahaan, dengan adanya regulasi yang baru, bisa mengakomodir seluruh kepentingan yang ada dalam perusahaan.

“Yang terpenting perusahaan milik pemerintah ini bisa sehat dulu lah, tidak terlilit hutang,” tambahnya.

Lebih lanjut, jika induk perusahaan tidak sehat, maka anak perusahaan akan lebih tidak sehat. Ia mengatakan bahwa harus struktur perusahaan tersebut yang jelas,

“Pembahasan raperda baru sampai pasal 17, dan total keseluruhan lebih dari 100 pasal,” tutupnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Kasus Narkoba dan Asusila Meningkat, Tuntaskan Dengan Syariat Islam

0
Kasus Narkoba dan Asusila Meningkat, Tuntaskan Dengan Syariat Islam
Lisa Agustin. (ist)

Lisa Agustin
Pengamat Kebijakan Publik

Tindak pidana narkotika dan asusila merupakan dua kasus tertinggi yang terjadi di Kota Bontang pada awal tahun 2024. Terhitung dari bulan Januari hingga Juni, ada 45 kasus narkotika. Kasus asusila, khususnya pelecehan seksual kerap menyerang anak-anak di bawah umur, menyasar pada anak-anak SMP dan SMA. Sebanyak 15 kasus pelecehan terdata di Kejari Bontang, dalam kurun 6 bulan terakhir. Faktornya berupa kemudahan akses internet dan tidak adanya pengawasan orang tua. (radarbontang.com, 5/07/2024)

Sekularisme Pangkal Masalah Kejahatan

Tingginya kasus Narkotika dan asusila bukan hanya di Bontang saja. Di daerah lain di Indonesia juga terjadi kenaikan kasus tersebut. Masa depan generasi umat terancam narkoba dan kerusakan akhlak.

Berbagai faktor menjadi penyebab, seperti kemudahan akses internet, maraknya peredaran video porno, lemahnya pengawasan orang tua karena sibuk bekerja dan lain sebagainya. Semuanya itu merupakan akar masalah dari pada sistem kehidupan sekulerisme yang berlaku saat ini.

Sistem kehidupan sekularisme mengajarkan ada jaminan kebebasan (liberal) kepada setiap individu. Sehingga tidak lagi menjadikan agama dan moralitas sebagai landasan bertingkah laku. Standar perbuatannya adalah cuan (materi) dan kenikmatan sesaat saja. Alhasil setiap individu berlomba-lomba untuk mengejar kenikmatan dunia yang tidak jarang menjadi ancaman bagi eksistensi manusia itu sendiri.

Naiknya kasus narkoba dan asusila adalah cerminan masyarakat yang rusak akibat gaya hidup sekuler. Walaupun negeri ini mayoritas beragama Islam tetap saja banyak yang terjerumus. Padahal syariat Islam mengharamkan mengkonsumsi narkoba dan perzinaan, tapi mengapa tetap bertambah kasusnya? Penyebabnya yaitu regulasi yang ada saat ini tidak mampu menjaga masyarakat dari kemaksiatan tersebut.

Ditambah sistem sanksi yang lemah bagi pelaku kemaksiatan tersebut. Sehingga tidak membuat jera bagi pelanggar, imbasnya adalah semakin banyak individu yang terjerat kasus yang sama. Akhirnya dari waktu ke waktu, pengedar narkoba dan pelaku asusila semakin bertambah dan beragam kalangan. Na’udzubillah tsumma na’udzubillah.

Solusi Islam

Islam sebagai agama sekaligus seperangkat sistem dan hukum kehidupan. Dalam menangani kasus narkoba dan tindak asusila, Islam memiliki mekanisme tindakan pencegahan dan penanganan yang menyeluruh dan fundamental.

Proses pencegahan dimulai dengan edukasi melalui pembinaan ketakwaan personal dalam lingkungan keluarga dan komunal dalam sosial masyarakat. Untuk mewujudkan ketakwaan ini, sistem pendidikan harus berbasis akidah Islam.

Pola asuh dan pendidikan Islam ini akan membentuk kesadaran individu untuk taat kepada Allah Taala. Dengan ketaatan ini, seseorang akan menjauhi segala hal yang dilarang dalam Islam, termasuk narkoba dan tindakan asusila.

Kedua, melakukan fungsi pengontrolan dan pengawasan melalui realisasi amar makruf nahi mungkar yang akan menjadi bi’ah (kebiasaan) di tengah masyarakat. Ketika ada indikasi perbuatan individu yang melanggar syariat Islam, masyarakat bisa langsung mengadukan dan melaporkannya ke pihak berwenang setelah sebelumnya menasihati atau mengingatkan individu tersebut.

Selain itu, standar nilai yang berlaku adalah halal-haram, bukan menurut pandangan manusia. Sehingga masyarakat memiliki kesamaan dalam menilai perbuatan seseorang, apakah itu terkategori makruf ataupun mungkar.

Ketiga, melakukan penindakan tegas berupa sanksi bagi pelanggar syariat Islam. Sistem Islam mengatur sanksi dalam penyalahgunaan narkoba, yaitu sanksi takzir. Hukuman takzir adalah sanksi yang jenis dan kadarnya ditentukan oleh kadi (hakim). Sanksi takzir bisa berbeda-beda sesuai tingkat kesalahannya.

Sedangkan bagi pelaku asusila hukumannya adalah hudud perzinaan. Berupa jilid 100 kali bagi pelaku yang masih bujangan. Hukuman rajam bagi pelaku yang sudah atau pernah menikah.

Dengan sistem sanksi Islam kasus Narkotika dan asusila bisa diminimalisir. Karena sanksinya tegas bersifat jawazir dan jawabir. Bersifat jawazir artinya sanksi Islam akan membuat pelanggar jera melakukan kejahatan itu. Orang lain pun tidak ingin melakukan pelanggaran yang sama. Bersifat jawazir artinya sanksi Islam akan membuat pelanggar diampuni dosa dari kemaksiatannya tersebut. Sehingga di akhirat kelak tidak akan dihukum lagi.

Oleh karena itu, sudah saatnya generasi umat ini diselamatkan dengan penerapan sistem Islam. Hanya sistem Islam yang punya visi penyelamatan generasi ke depan, bahkan menjadikan generasi muda sebagai benteng perubahan sekaligus benteng peradaban.

Sepanjang sejarah kejayaan peradaban Islam, akidah dan penerapan hukum-hukum Islam menjadi rahasia kekuatan umat Islam. Belasan abad mereka memimpin dunia dan menebar rahmat ke seluruh alam.

Dalam sistem Islam, generasi umat benar-benar terjaga. Ini karena negara benar-benar memfungsikan dirinya sebagai pengurus dan penjaga. Dimensi ruhiah yang lekat dengan kepemimpinan Islam, membuat negara atau para penguasa tidak abai dengan moral rakyatnya. Mereka terus memastikan tidak ada satu perkara pun yang akan membahayakan akal, fisik, dan mental mereka. Bahkan, urusan akhirat rakyatnya juga menjadi perhatian negara.

Negara Islam pun menjadi support system lahirnya keluarga dan masyarakat ideal. Fungsi keduanya benar-benar berjalan karena ditopang oleh penerapan sistem hidup yang juga ideal.

Berbagai sistem Islam, yakni ekonomi, sosial, hukum dan sanksi, pendidikan, media massa, dan sistem Islam lainnya, benar-benar menjamin kehidupan yang penuh ketenteraman, kesejahteraan, dan keberkahan.

Inilah yang Allah Swt. janjikan dalam Al-Qur’an. Allah Azza wa Jalla berfirman,

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-A’raf: 96)

Demikianlah, Islam menetapkan secara teratur dan terperinci dalam mencegah dan menangani permasalahan kejahatan besar, seperti narkoba dan asusila. Memberantas dan memberangusnya haruslah dimulai dari menghilangkan paradigma sekuler kapitalisme yang menjadi akar masalahnya, lalu menggantinya dengan sistem Islam secara kafah.

Wallahu alam

Wali Kota Sambut Kepulangan 150 Jemaah Haji

0
Wali Kota Sambut Kepulangan 150 Jemaah Haji
Wali Kota Bontang, Basri Rase melakukan sesi foto bersama jamaah haji. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase menyambut kepulangan 150 jamaah haji yang berlangsung di Pendopo, Rumah Jabatan Wali Kota (Rujab), Rabu (17/7/2024) malam.

Basri Rase menyampaikan rasa syukurnya atas jemaah haji yang telah sampai di Kota Bontang, dalam keadaan sehat dan selamat, dari keberangkatan hingga pulang lagi ke Kota Bontang.

“Alhamdulillah, seluruh jamaah haji telah kembali ke Bontang dengan selamat,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Kasi Penyelenggara Haji Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bontang, Najmuddin Tamimi mengatakan, 150 jamaah haji dari Kota Bontang semuanya dalam keadaan sehat, tanpa kekurangan satupun, yang dimana terdapat 148 jamaah dan 2 orang pendamping.

“Alhamdulillah semuanya sehat dan perjalanan juga lancar,” jelasnya.

Dikatakannya, banyak sekali momen dan tangis haru dari pihak keluarga, yang telah menantikan kepulangan jamaah haji. Bahkan, sebelum jamaah haji turun dari bus pun, semua tangis haru pihak keluarga sudah terpancar dari wajah mereka yang sudah menunggu kedatangannya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ketua DPRD Ingin Proses Seleksi Direktur PT BME Berjalan Profesional

0
Ketua DPRD Ingin Proses Seleksi Direktur PT BME Berjalan Profesional
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menegaskan, agar proses seleksi calon Direktur Utama PT Bontang Migas dan Energi (BME) yang rencananya akan diumumkan Juli 2024 ini, harus dilakukan secara profesional.

Sehingga dalam seleksi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang harus benar-benar memastikan calon direktur yang akan dipilih nantinya, harus memiliki kompetensi tinggi, serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

“Seleksi harus dilakukan secara ketat, kami harap Pemkot Bontang bisa memilih calon direktur berdasarkan kompetensi dan kualitas,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (15/7/2024) kemarin.

Andi Faizal juga menyampaikan, jika proses seleksi ini harus dilakukan secara transparan, mengingat sekarang mendekati masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), tidak terkait dengan kepentingan politik.

“Jangan sampai masyarakat menilai, dalam pemilihan ini sebagai ajang untuk kepentingan tertentu. Apalagi menjelang pilkada,” paparnya.

Menurutnya pemilihan direktur yang tidak berdasarkan pada kualitas dan profesional, justru akan merusak sistem organisasi dan akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Jadi harus dipastikan benar-benar, yang memimpin nantinya mampu membawa perubahan dan kemajuan untuk BME,” jelasnya.

Perlu diketahui dari sembilan calon direktur yang mendaftar, hanya terdapat empat nama yang lolos dalam seleksi. Meliputi mantan Ketua KPU Bontang, Erwin, Akademisi Stitek Bontang, Herri Susanto, Manajemen PT BME, Bursan, dan Akademisi STTIB, Arief Muliawan. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Dukung Pengembangan Pariwisata, BW Ingin Pemkot Perhatikan Sarpras

0
Dukung Pengembangan Pariwisata, BW Ingin Pemkot Perhatikan Sarpras
Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang mendukung penuh program Pemkot Bontang dalam pengembangan di sektor pariwisata.

BW sapaannya menyatakan, selain masyarakat yang butuh pelatihan khusus untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), Pemkot Bontang juga harus memperhatikan sarana dan prasarana (Sarpras) di tempat-tempat wisata.

Contohnya sarana penunjang seperti pelayanan hotel dan guest house, sangat perlu ditingkatkan guna untuk memastikan kenyamanan setiap wisatawan yang berkunjung ke Kota Bontang.

“Pastinya kita harus membuat wisatawan menjadi senyaman mungkin, saat mereka datang ke sini,” ucapnya, Senin (15/7/2024) kemarin.

Diketahui Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Bontang masuk sebagai salah satu kota wisata. Sehingga ia menegaskan, masyarakat harus siap bersaing untuk bisa menuju kota wisata yang gemilang.

“Dengan berbekal pelatihan, tentunya nanti masyarakat akan lebih paham bagaimana teknis untuk bisa mempertahankan wilayah pariwisata selalu ramai dikunjungi,” jelasnya.

Sebelumnya, BW ingin pemkot bisa memberikan pelatihan bagi pengembangan pariwisata di masyarakat, seperti pelatihan publik speaking, adab, etika, hingga peningkatan attitude. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Ketua DPRD Akan Beri Reward Peraih Medali Emas di Asean University Games 2024

0
Ketua DPRD Akan Beri Reward Peraih Medali Emas di Asean University Games 2024
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengapresiasi atlet Bontang yang berhasil mendapatkan emas di Kejuaraan Asean University Games 2024 beberapa waktu lalu.

Saat diwawancarai, dirinya mengatakan jika nantinya atlet tersebut akan diberi penghargaan atau reward atas pencapaian yang diperolehnya. Apalagi atlet tersebut berada di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bontang.

“Kami sedang menunggu hasil laporan tersebut untuk ditindaklanjuti, jika pun nanti ada lanjutan ke jenjang yang akan diikuti dari kejuaraan tersebut, pastinya kami akan memfasilitasi yang bersangkutan,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (15/7/2024) kemarin.

Andi Faiz menyatakan sangat bangga, jika ada warga Bontang yang berhasil meraih kejuaraan hingga menjadi atlet nasional maupun internasional, dimana semua orang pastinya akan tahu jika Kota Bontang mempunyai atlet yang berprestasi.

“Pasti bangga, saya kira Bontang pun sudah banyak melahirkan banyak atlet berprestasi, baik skala Bontang, Kaltim, maupun nasional,” jelasnya.

Bagi Andi Faiz ini adalah salah satu contoh untuk atlet-atlet lainnya, dimana atlet yang berhasil mencetak emas di setiap kejuaraan bisa menjadikannya sebagai motivasi untuk diri mereka sendiri.

Agar sebagian atlet lainnya bisa lebih tambah semangat untuk berlatih, bahkan jika pun latihan dengan bersungguh-sungguh nantinya hasil akan sesuai dengan usahanya.

“Menurut saya atlet yang berhasil bisa menjadi panutan bagi atlet lainnya, jadikan sebagai motivasi. Karena jika kita berprestasi pastinya akan mendapatkan banyak reward atau penghargaan. Teruslah belajar dan cetaklah prestasi,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, atlet yang berhasil meraih emas di Kejuaraan Asean University Games 2024 adalah Fitri Marwani. Berhasil mengalahkan pesilat asal Singapura di babak final.

Fitri bermain di kelas B putri, dalam kategori fighter. Fitri pun berasal dari Kota Bontang, yang sedang berkuliah di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), dan dari perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM). (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam