Beranda blog Halaman 742

Sudah Pindah Partai, Ma’ruf Effendy Masih Tercatat Anggota DPRD Bontang, Ini Sebabnya!

0
Sudah Pindah Partai, Ma’ruf Effendy Masih Tercatat Anggota DPRD Bontang, Ini Sebabnya!
Ma’ruf Effendy masih tercatat Anggota DPRD Bontang meski pindah partai. (ist)

BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang, Ma’ruf Effendy sudah mengumumkan dirinya pindah ke Partai Gelora. Saat ini sudah tidak lagi menjadi anggota atau kader PKS.

Tapi secara administratif, dirinya masih tercatat sebagai anggota DPRD Bontang berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim. Namanya belum dicoret dari Anggota Legislatif Bontang, lantaran belum ada surat pemberhentian yang dikeluarkan gubernur.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyebutkan jika pihaknya masih menunggu surat pemberhentian dan PAW (Pemberhentian Antar Waktu) secara resmi.

“Kalau kami (DPRD Bontang) hanya menunggu saja Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim. Kalau sudah ada suratnya dan diterima oleh wali kota maka PAW bisa dilakukan,” ungkapnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, pasca proses di gubernur selesai akan keluar SK baru yang mencabut status Ma’aruf dari DPRD Kota Bontang.

”Nanti itu SK Gubernur yang akan menjadi acuan kami untuk melakukan pelantikan,” imbuhnya.

Dijelaskan Ical sapaan akrabnya, telah meneruskan surat dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kaltim terkait PAW Ma’ruf Effendy ke KPU, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 Tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik, dan UU Nomor 17 tahun 2017 Tentang MPR, DPR DPD, dan DPRD.

“Kalau surat ke KPU itu sudah kami kirim. Nanti yang menggantikan itu nama yang memperoleh suara terbanyak kedua dari Pileg 2019 lalu,” tukasnya. (adv/al)

Anggota FSP KEP Belajar Kelola Organisasi dan Sengketa Hubungan Kerja

0
Anggota FSP KEP Belajar Kelola Organisasi dan Sengketa Hubungan Kerja
Kegiatan Training Organizing FSP KEP di Graha Pemuda. (ist)

BONTANG – Dewan Pimpinan Pusat Forum Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (DPP FSPKEP) menggelar training organizing di Bontang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan Pimpinan Unit Kerja (PUK) DPC FSPKEP Bontang sebanyak 30 orang, dan 4 orang dari DPC FSPKEP Kutai Timur.

Wakil Ketua DPP FSPKEP, Sahat Butar Butar mengatakan, tujuan training organizing tersebut guna memberikan ilmu dasar bagi para anggota dalam mengelola organisasi yang berlebel pekerja atau buruh.

“Ini pelatihan dasar tentang bagaimana mengelola organisasi,” ujar Sahat, saat ditemui di lokasi pelatihan yang digelar di Graha Pemuda, Jalan Ahmad Yani, Bontang Selatan, Sabtu (26/08/2023) pagi.

Dikatakan Sahat, pelatihan tersebut juga memberi materi tentang menyelesaikan sengketa hubungan kerja dengan baik dan benar.

Dia mengatakan, penyelesaian masalah sengketa hubungan kerja tidak melulu hanya dengan cara demonstrasi. Tapi bisa dimulai dengan negosiasi atau perundingan.

“Demontrasi itu dilakukan jika memang tidak ada hasil dari musyawarah,” ujarnya

Lebih lanjut dia mengatakan, dipilihnya Bontang sebagai tuan rumah lantaran melihat Bontang yang menyandang gelar kota industri dan rawan akan sengketa hubungan kerja.

Selain itu, Pengurus DPC FSPKEP Bontang juga cukup aktif dalam mengawal sengketa hubungan kerja yang dianggap perlu dibekali ilmu yang lebih baik.

“Pengurus DPC Maupun PUK harus paham bagaimana alur penyelesaian yang benar, jangan sampai salah jalan yang justru merugikan para pekerja itu sendiri,” pungkasnya

Sementara itu, Ketua DPC FSP KEP Bontang Supriyadi mengucapkan terima kasih atas dilaksanakannya pelatihan tersebut.

Dia mengatakan, training organizing sangat berguna bagi para pengurus PUK yang hadir sebagai peserta di kegiatan tersebut.

Utamanya  pengetahuan mengenai penyelesaian sengketa hubungan kerja yang sesuai dengan UU yang berlaku.

“Selama ini kan kebanyakan teman-teman punya keberanian untuk menyelesaikan masalah, namun masih minim ilmunya. Makanya dengan adanya pelatihan ini kami merasa bersyukur, bisa dapat kesempatan untuk membekali diri dengan lebib baik lagi,” ujarnya.

Pewarta: Yusva Alam

Editor: Yusva Alam

Hebat! Malahing Sabet Juara 3 Kampung Wisata Maju ADWI 2023

0
Hebat! Malahing Sabet Juara 3 Kampung Wisata Maju ADWI 2023
Kadispar Provinsi Kaltim, Ahmad Herwansyah (paling kiri), Ketua Pokdarwis Malahing, Mexi (2 dari kiri) Lurah Tanjung Laut Indah, Ruri Widyastiwi (2 dari kanan), dan Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem (paling kanan) berfoto bersama usai menerima penghargaan. (ist)

BONTANG – Kampung Malahing sukses mengukir prestasi di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023. Kampung di atas laut ini berhasil menyabet juara 3 di kategori Kampung Wisata Maju.

Para pemenang desa wisata tersebut, diumumkan dalam acara Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 yang ditayangkan dalam laman youtube Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Minggu (27/8/2023) malam.

Nama Malahing masuk bersama 8 nominasi yang dibacakan. Lima di antaranya juara harapan, sementara Malahing mendapatkan juara 3.

Dengan hasil itu, Malahing diganjar hadiah uang tunai Rp 30 juta.

Dalam rangkaian penyerahan penghargaan yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta itu, Kampung Wisata Malahing diwakili oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Malahing, Mexi saat menerima piala.

Tak hanya itu, dukungan atas raihan prestasi tersebut juga datang dari Pemkot Bontang dan Pemrov Kaltim dengan hadirnya Lurah Tanjung Laut Indah, Ruri Widyastiwi, Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem, dan Kadispar Provinsi Kaltim, Ahmad Herwansyah.

Hebat! Malahing Sabet Juara 3 Kampung Wisata Maju ADWI 2023
Ketua Pokdarwis Malahing, Mexi (kiri) dan Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem berfoto bersama piala. (ist)

Dengan hasil ini, Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas segala arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk senantiasa berkolaborasi semua OPD dan stakeholder, terutama support yang luar biasa dari PT Pupuk Kaltim (PKT).

“Terima kasih atas semua kerjasamanya. Pak wali, OPD-OPD, dan dukungan perusahaan terutama PKT yang sudah luar biasa membantu,” ujarnya.

Ke depan dikatakan Aznem, pihaknya akan membenahi terus infrastrukturnya yang dirasa masih kurang, selain itu juga pembenahan kelembagaan, dan spot-spot foto. Dan yang utama adalah pembinaan SDM nya dalam rangka menghadapi berbagai macam tamu yang akan berkunjung, karena Malahing sudah menjadi milik nasional.

“Setelah hasil ini, Malahing akan lebih dikenal masyarakat luar. Tentunya SDM nya akan kami siapkan dengan baik untuk menyambut para tamu yang datang,” pungkasnya. (adv/al)

Legislatif Dukung Inovasi Drumpicon untuk Turunkan Angka BABS

0
Legislatif Dukung Inovasi Drumpicon untuk Turunkan Angka BABS
Ilustrasi jamban cemplung di kampung pesisir. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang terus berupaya menurunkan angka warga Bontang yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Melalui Puskesmas Bontang Utara I, menelurkan inovasi berupa Drumpicon (Drum Ipal Consentrat) alias septic tank yang menggunakan drum.

Inovasi ini bagian dari Program Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam rangka Open Defecation Free (ODF) atau Stop BAB Sembarangan (SBS).

Kepala Puskesmas Bontang Utara I, dr I Wayan Santika mengatakan, inovasi ini diusung lantaran masih tingginya angka warga Bontang yang BABS langsung ke laut. Padahal jenis jamban cemplung seperti itu terkategori tidak sehat dan dapat mencemari lingkungan sekitar.

Program ini juga mendukung PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), mendukung terwujudnya kota yang sehat, serta bisa menekan kasus stunting.

Dalam waktu dekat ini akan dipasang 21 unit drumpicon bantuan dari dua perusahaan. Ke-21 unit drumpicon itu bakal disebar ke beberapa kelurahan yakni 1 unit di Berbas Pantai , 18 unit di Gunung Elai, dan 2 unit di Bontang Kuala.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking pun mendukung penuh program tersebut. Menurutnya, adanya program tersebut bisa mendorong percepatan penuntasan BABS dan dapat meningkatkan pola hidup sehat di masyarakat pesisir.

“Harusnya kalau bisa diawali di anggaran perubahan. Mudahan pemerintah bisa wujudkan, kalau tidak di tahun 2024,” ujarnya.

Sebagai informasi, sebanyak 2.123 rumah atau 2.345 KK masih BABS dan mayoritas dari permukiman pesisir. (adv/al)

Tingkatkan PAD, Wali Kota Diminta Kasih OPD Target

0
Tingkatkan PAD, Wali Kota Diminta Kasih OPD Target
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam. (ist)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam meminta Wali Kota Bontang memberikan target kepada seluruh OPD dalam mencari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu guna meningkatkan PAD.

Saran itu disampaikan Nursalam saat Pengesahan Perubahan-APBD Bontang Tahun 2023 melalui rapat paripurna ke 16 masa sidang 3, Jumat (18/8/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Dijelaskan Politisi Partai Golkar tersebut, salahsatu tujuan daerah itu agar mampu mandiri secara fiskal. Berbicara mandiri secara fiskal tidak bisa lepas dari PAD.

“Ukuran kita bisa mandiri kalau pendapatan PAD kita 20 persen dari APBD. Namun sampai saat ini kita masih di kisaran 12-13 persen, masih jauh dari harapan. Sejumlah potensi PAD kita lewat begitu saja tanpa bisa dipergunakan dengan baik,” bebernya.

Menurut Salam, salahsatu permasalahan tidak adanya peningkatan PAD adalah tidak adanya perjanjian kinerja antara wali kota dengan 13 OPD. Selama ini OPD hanya diberikan tugas mencari PAD tetapi tidak memiliki semacam target yang ditetapkan bersama.

“Penting bagi wali kota ke depan membuat komitmen kinerja pada 13 OPD kita untuk cari PAD. Target harus dipenuhi,” tegasnya.

Menanggapi saran tersebut, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengakui beratnya mencapai kemandirian fiskal. Hal ini lantaran karakteristik masyarakat Bontang yang masih mencari kerja bukan menyediakan kerja.

“Insyaallah tahun depan saya kasih target khususnya OPD-OPD yang punya kontribusi PAD, misal Disperindagkop, Dishub, yang berpotensi bantu pemerintah terkait PAD,” pungkasnya. (adv/al)

PAD Belum Maksimal, Saran Kas Daerah Didepositokan Mencuat Lagi

0
PAD Belum Maksimal, Saran Kas Daerah Didepositokan Mencuat Lagi
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam saat menyampaikan saran di rapat paripurna ke-16 masa sidang 3. (ist)

BONTANG – Pemerintah diminta mendepositokan anggaran daerah yang menganggur. Hal itu sebagai solusi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Solusi itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Bontang Nursalam saat Pengesahan Perubahan-APBD Bontang Tahun 2023 melalui rapat paripurna ke 16 masa sidang 3, Jumat (18/8/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

“Semestinya kalau pemerintah jeli harusnya kita bisa memperoleh Rp 7 miliar, jika anggaran tersebut didepositokan sejak awal tahun kemarin, daripada dibiarkan mengendap. Padahal aturan pun memperbolehkan,” ungkapnya.

Alasan pihaknya kembali menggaungkan persoalan deposit ini, lantaran potensi PAD Bontang masih belum maksimal, dan masih sulit menghasilkan PAD melalui pajak dan retribusi.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bontang, Basri Rase menilai masih harus menimbang rencana tersebut.

“Kalau soal deposito ini mohon maaf karena memang masih harus dilakukan pembahasan, karena semua daerah di Kaltim masih wacana saja,” ucap Basri. (adv/al)

Ketua Komisi II Dukung Rencana Pulau Gusung Jadi Objek Wisata

0
Ketua Komisi II Dukung Rencana Pulau Gusung Jadi Objek Wisata
Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam. (ist)

BONTANG – Sambutan positif datang dari Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam terkait rencana pemkot menjadikan Pulau Gusung, sebagai objek destinasi wisata baru di Kota Bontang.

Diberitakan beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadispopar) Bontang Ahmad Aznem mengatakan, rencana pengembangan potensi wisata Pulau Gusung saat ini tengah digodok

Adapun tahap kajian Rencana Induk Pengembangan Objek Wisata (RIPOW) Pulau Gusung hampir rampung. “Semua daerah yang berpotensi itu akan kami kembangkan. Seperti Tihi-Tihi dan Selangan. Kami inginnya bisa seperti Malahing juga,” terangnya.

Menurut Rustam, jelang Bontang menghadapi pasca migas, pengembangan sektor pariwisata di kota taman perlu dilakukan sejak dini.

“Potensi sumber daya dan kearifan lokal di Pulau Gusung sangat potensial dimanfaatkan lebih maksimal. Saya sangat dukung soal itu,” ujarnya, Kamis (24/8/2023).

Selain itu, menurut Rustam upaya ini sejalan dengan visi misi Pemkot Bontang untuk meningkatkan pendapatan UMKM dan pariwisata Bontang.

Maka itu, Politisi Partai Golkar ini berharap agar pemerintah daerah bisa segera membenahi infrastruktur sarana dan prasarana di Pulau Gusung, sehingga layak dijadikan sebagai lokasi wisata.

“Yang pertama perlu dibenahi itu, infrastrukturnya harus benar-benar siap dan tidak mengecewakan para pengunjung yang datang,” timpalnya.

Namun, dirinya menekankan agar pemerintah terlebih dahulu membenahi aspek pendidikan, kesehatan, dan lainnya yang sejalan dengan rencana pengembangan potensi wisata di sana.

“Jangan sampai kita mau kembangkan wisatanya, tapi masalah sosial, pendidikan, dan kesehatan justru diabaikan. Maka itu harus sejalan,” tandasnya. (adv/al)

Pelantikan Rektor Baru, Yantje Yophie Resmi Nahkodai Unijaya

0
Pelatikan Rektor Baru, Yantje Yophie Resmi Nahkodai Unijaya
Suasana pelantikan rektor baru Unijaya. (ist)

BONTANG – Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Jabatan Rektor dan Wakil Rektor I,II,III baru Universitas Trunajaya (Unijaya) dilaksanakan di Kampus Trunajaya, Sabtu (26/8/23).

Rektor baru Unijaya, Dr. Yantje Yophie Turang, S.H.,M.Si. resmi menjabat sebagai rektor untuk periode 2023 hingga 2027.

Yantje Yophie mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap Universitas Trunajaya telah memberikan kepercayaan kepada dirinya.

“Saya berterima kasih kepada Universitas Trunajaya yang telah percaya dengan saya untuk menjadi rektor yang baru,” ungkapnya.

Harapan dengan menjadi rektor di tengah dinamika dan persaingan yang ketat di bidang pendidikan, sebagai rektor tentu harus memiliki visi. Adapun 4 visi yang disampaikan yakni, terpercaya, maju, mandiri, dan future oriented.

“Tentu di periode saya, saya ingin Unijaya menatap masa depan,” imbuhnya.

Pengaplikasian visi tersebut dapat dilakukan dalam banyak hal, yang paling ditekankan adalah peningkatan pelayanan berbasis tata kelola universitas, Government University, kemudian juga manajemen resiko dan total quality management.

Di tengah pertumbuhan dan perkembangan industri teknologi dan IT yang makin canggih, tentu Unijaya akan terus beradaptasi dan bisa mengambil bagian. Termasuk berkontribusi kepada masyarakat dalam rangka pendidikan, penelitian kepada masyarakat.

“Kontribusi kepada masyarakat, terutama melalui sosial media tentu sangat penting, apalagi dengan sosial media kita sudah bisa membantu pembangunan di Kaltim dengan berbagai macam informasi,” tuturnya.

Dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), Yantje Yophie mengatakan, bahwa ini merupakan tantangan bagi pendidik untuk membina dan mendidik mahasiswa-mahasiswa khususnya di Unijaya, untuk dapat beradaptasi dan ikut berperan.

“Sesuai dengan visi tadi, mandiri dan future oriented, Unijaya tentu akan mengambil peran dalam pembangunan IKN, dan pembangunan IKN harus berdampak dengan kita,” harapnya.

Lebih lanjut, ia memberikan contoh kecil mensukseskan pembangunan IKN melalui pemilu tahun 2024 mendatangkan. Kontribusi masyarakat serta mahasiswa dalam pemilu akan berdampak besar untuk kemajuan wilayah.

Ia menjelaskan, bahwa kampanye dan sosialisasi terkait politik di ruang lingkup pendidikan diperbolehkan berdasarkan UU Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi. Karena tujuan dari pendidikan sendiri ingin menciptakan masyarakat yang bisa memimpin.

“Karena pendidikan juga berada di arena politik tersebut, sehingga mengerti dasar hukum yang dapat menyertai di masa depan, namun kita harus pintar memilih mana yang merupakan penghambat dan bukan” ujarnya.

Untuk mengembangkan Unijaya, Yantje Yophie berencana akan menambah program Strata 2 (S2) di Unijaya. Ia mengatakan bahwa kepengurusannya akan memakan waktu hingga satu tahun, sehingga pada tahun 2025 mendatang Unijaya akan memiliki program S2.

“Rencananya akan ada penambahan di fakultas  hukum, ekonomi, dan fisip, kita tunggu saja kelanjutannya,” tutupnya.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Perhatikan Kesejahteraan Warga Gusung, Pemkot Didorong Kolaborasi dengan Perusahaan

0
Perhatikan Kesejahteraan Warga Gusung, Pemkot Didorong Kolaborasi dengan Perusahaan
Ilustrasi Pulau Gusung. (ist)

BONTANG – Agus Haris dorong kolaborasi pemerintah dan perusahaan, perhatikan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di Pulau Gusung, Kelurahan Guntung.

Menurut Wakil Ketua DPRD Bontang itu, kondisi masyarakat Gusung saat ini masih memprihatinkan, baik dari segi masalah pendidikan, peningkatan ekonomi, infrastruktur, dan juga masalah air bersih.

“Bisa kita lihat masih banyak yang perlu dibenahi dan diperhatikan di sana (Pulau Gusung),” ujarnya, Selasa (22/8/2023).

“Pulau Gusung ini kan terletak di daerah pesisir Bontang berdekatan langsung dengan PT Pupuk Kaltim, menjadi tanggung jawab sosial mereka. Secara tidak langsung mereka terdampak oleh industri perusahaan. Harus ada kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan,” imbuhnya.

Adapun, beberapa hal yang perlu dilakukan di antaranya melakukan penataan infrastruktur, membantu akses penghidupan mereka dan mensupport masalah air bersih.

Dikatakannya, pengelolaan wilayah laut atau pesisir memang terkendala adanya UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam UU tersebut, penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang kelautan hanya dibagi antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Sedangkan pemerintah daerah kabupaten/kota sudah tidak memiliki kewenangan lagi.

Namun, mengacu pada pasal 18 UU nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja, beberapa ketentuan dalam UU nomor 27/2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil diubah. Sehingga ini menjadi perhatian bersama dalam mendorong dan mengupayakan aspirasi masyarakat pesisir.

“Karena ini juga menjadi kendala utama terbentur oleh oleh aturan. Maka itu, sinergi pengelolaan wilayah pesisir menjadi penting dan tidak boleh diabaikan,” tandasnya. (adv/al)

Usaha Pemkot Tanggulangi Banjir Tuai Apresiasi dari Legislatif

0
Usaha Pemkot Tanggulangi Banjir Tuai Apresiasi dari Legislatif
Ilustrasi banjir Bontang. (ist)

BONTANG – Upaya pemerintah daerah dalam menanggulangi persoalan banjir di Kota Bontang, mendapat apresiasi positif dari Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris.

Dikatakannya, upaya tersebut telah berhasil secara signifikan. Terutama, mengenai debit air yang mulai menyusut di beberapa wilayah rawan banjir.

“Bisa kita lihat fakta di lapangan, sudah mulai ada beberapa perubahan. Mulai dari debit air dan lama genangan air,” ujarnya, Rabu (23/8/2023).

AH sapaan akrabnya terus mendorong pemerintah agar memaksimalkan kinerjanya, mulai dari kegiatan normalisasi sungai, pembuatan turap dan pelebaran drainase.

“Walaupun masih ada banjir tapi sudah berkurang. Sudah banyak progres yang dilakukan pemerintah. Kita apresiasi ini dan semoga terus dimaksimalkan,” timpalnya.

Selain itu, Politikus Partai Gerindra ini berharap, di tahun 2025 mendatang seluruh program pengentasan banjir ini dapat terealisasi sepenuhnya. Karena sudah menjadi visi pemkot.

“Kita dukung itu, kita liat faktanya juga sudah banyak dikerjakan, tinggal lebih maksimalkan lagi karena masa jabatannya juga tinggal 2 tahun. Mudah-mudahan tim teknis bisa kejar itu,” terangnya.

“Bagian teknis bisa buat sodetan-sodetan mulai dari alur Kanaan, Gunung Elai, Api-Api dan Bontang Kuala untuk mengurai air sungai. Biar tidak terkonsentrasi di satu alur. Jadi bisa tambah turun volume airnya,” imbuhnya.

Diketahui, Wali Kota Bontang Basri Rase sebelumnya mengaku berhasil mengurangi dampak banjir. Bahkan presentase tingkat keberhasilannya sudah mencapai 40 persen.

“Luas genangan banjir di Bontang menurun secara bertahap sejak 2019 hingga 2022. Pada 2019 terdapat 515 hektare lahan di Bontang yang terendam banjir. Dua tahun berikutnya, yakni pada 2021 angka itu menyusut menjadi 353 hektare. Lalu, pada 2022 menurun menjadi 283 hektare lahan,” ujarnya dalam forum Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bontang 2025-2045 beberapa waktu lalu. (adv/al)