Beranda blog Halaman 750

Beredar di Medsos Adu Pukul 2 Remaja di Pesona Bukit Sintuk, Bhabinkamtibmas: Masih Tahap Penyelidikan!

0
Beredar di Medsos Adu Pukul 2 Remaja di Pesona Bukit Sintuk, Bhabinkamtibmas: Masih Tahap Penyelidikan!
Tangkapan layar kedua remaja yang sedang melakukan duel. (ist)

BONTANG – Beredar di media sosial (medsos) sebuah video yang menayangkan perkelahian antara dua remaja, Sabtu (29/6/2024) malam.

Terlihat dalam video, perkelahian dua remaja yang tampaknya sengaja berduel satu lawan satu disaksikan rekan-rekannya yang lain. Sejumlah remaja lainnya hanya melihat adu pukul keduanya, bahkan merekam aksi tersebut tanpa adanya pemisahan.
Diinformasikan dalam keterangan video itu, lokasi kejadian di Perumahan Pesona Bukit Sintuk, Kelurahan Belimbing.

Menanggapi video yang telah beredar luas itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Belimbing, Briptu Ilham menyampaikan, informasi sementara ini yang berhasil ia kumpulkan dari Ketua RT sekitar kejadian serta penjaga lahan sekitar, dikatakan tidak mengetahui ada kejadian perkelahian sejak kemarin di wilayah tersebut.

“Infonya belum pasti, sementara saya mau memastikan terlebih dahulu dimana lokasi kejadian tersebut,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Briptu Ilham menyatakan saat ini pihaknya masih tahap penyelidikan, guna memastikan apakah benar video yang telah beredar itu terjadi di wilayahnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Masih Ada Oknum Warga Buang Sampah Sembarangan, Ini Masukkan AH untuk Pemkot

0
Masih Ada Oknum Warga Buang Sampah Sembarangan, Ini Masukkan AH untuk Pemkot
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris menanggapi terkait informasi aksi buang sampah sembarangan di Kelurahan Api-Api beberapa waktu lalu.

Diketahui, aksi buang sampah oleh oknum warga itu sempat marak di Kelurahan Api-Api sehingga menjadi perhatian masyarakat Bontang belakangan. Hal itu dikarenakan, walaupun sudah terdapat tulisan besar larangan buang sampah, namun masih ada saja oknum warga membuang sampah hingga menyebabkan bau yang tidak sedap.

Agus Haris mengatakan, bahwa pemerintah harus lebih peka terhadap peluang nilai ekonomis dari sampah.

Ia menyarankan, agar tiap RT di Kota Bontang memiliki motor untuk mengangkut sampah, sehingga motor-motor tersebut nantinya akan membawa sampah warga ke TPS 3R.

“Nanti ada juga pekerjanya yang mengangkut, dan tetap ada ketentuan jam pengangkutan, jadi tidak tertumpuk lama,” ujarnya saat ditemui, Rabu (26/6/24).

Sembari begitu, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) juga dapat diberdayakan untuk memilah sampah yang bisa diolah kembali, sehingga dapat bernilai ekonomis.

Diketahui, per kelurahan telah memiliki dua motor pengangkut sampah, namun itu ia katakan tidak cukup, karena jangkauan yang tentunya sangat luas, sehingga terdapat wilayah yang tidak terjangkau.

“Sarana prasarana dulu dipenuhi, kalau masih bandel baru pasang CCTV atau bekerjasama dengan Satpol PP untuk pengawasan,” ujarnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Angka Stunting Mulai Turun, Kota Bontang Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana

0
Angka Stunting Mulai Turun, Kota Bontang Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana
Basri Rase saat menerima penghargaan manggala karya kencana. (ist)

BONTANG – Kota Bontang meraih penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN RI) di Merapi Grand Ballroom-PRPP Semarang, Jumat (28/6/34).

Penghargaan tersebut diterima Wali Kota Bontang, Basri Rase saat menghadiri Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024.

Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) diberikan atas dasar penghargaan tertinggi dari Pemerintah Pusat melalui BKKBN RI kepada kabupaten/kota yang dinilai memilik dharma bakti tinggi pada program pengendalian penduduk dan keluarga berencana.

Basri Rase menyampaikan, pentingnya partisipasi aktif seluruh masyarakat Kota Bontang dalam menjalankan program pengendalian biaya seperti perencanaan keluarga, penyuluhan kesehatan reproduksi, dan perencanaan keluarga.

“Menurunkan angka stunting, membangun keluarga yang bahagia tidak bisa digerakkan hanya dari pemerintah daerah, butuh partisipasi dan kolaborasi berbagai pihak,” ungkap Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bambang Sri Mulyono mengungkapkan, bahwa berdasarkan data penimbangan tahun lalu 21persen, data diposyandu per Sabtu (29/6) 24) ini adalah 19,1 persen.

Ia menjelaskan, bahwa 19.1 persen itu berdasarkan penimbangan serentak yang sedang dilaksanakan dan sudah mencakup 68 persen bayi atau balita di Bontang.

Persentase tersebut biasanya tidak akan lebih dari 19 persen bahkan bisa jadi berkurang, karena mereka juga melakukan ‘cleaning’ dimana pembersihan data ganda atau yang NIKnya tidak ada.

“Malah bisa kurang dari 19 kalau data sudah diambil di atas 60 persen, data ini akan bertambah tiap waktu, karena petugas posyandu update terus, bisa jadi nanti malam sudah 70 persen bayi didata,” ujarnya saat dihubungi.

Hal ini sudah jauh berkurang dibandingkan dengan data dari survei kesehatan Indonesia yang mencapai 27 persen, “Kalau penimbangan sendiri sudah pasti lebih akurat,” tambahnya.

Adapun bayi yang belum bisa mereka jangkau adalah bayi-bayi yang tinggal di wilayah perumahan perusahaan, dikarenakan mereka lebih memilih langsung ke rumah sakit atau klinik swasta dibandingkan posyandu.

“Dinkes nanti akan koordinasi dengan rumah sakit klinik untuk mengisi data bayi-bayi tersebut,” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pengemudi Ambil Barang Jatuh di Bawah Kursi, Mobil Tabrak Pohon di Pembatas Jalan

0
Pengemudi Ambil Barang Jatuh di Bawah Kursi, Mobil Tabrak Pohon di Pembatas Jalan
Polisi dan pengendara yang melintas membantu mobil Sigra agar kembali ke jalan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Sebuah mobil Sigra warna putih menabrak pohon yang berdiri di pembatas Jalan Bhayangkara, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, lebih tepatnya di depan Polres Bontang, Sabtu (29/6/2024), sekitar pukul 11.30 Wita.

Pengemudi Su (29) menjelaskan kronologi kejadian. Saat itu dirinya yang sedang mengemudi ingin mengambil barangnya yang terjatuh di bawah kursi mobil. Sesaat kemudian mobil yang dikendarainya tak terkendali, langsung naik dan menghantam trotoar tengah pembatas jalan hingga menabrak pohon. Diketahui arah mobil tersebut berasal dari wilayah Bontang Baru.

“Niatnya mau ambil barang yang jatuh, tetapi malah salah jalur,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Beruntungnya kondisi pengendara saat ini tidak mengalami luka-luka, akan tetapi mobil yang dikendarainya terbilang rusak cukup parah di bagian depan mobil.

“Alhamdulillah saya tidak ada luka, hanya sedikit syok,” paparnya.

Saat kejadian pihak kepolisian membantu pengendara dan mobilnya, untuk bisa kembali ke jalur semula. Agar tidak terjadi kemacetan, dan mengingat kejadian tersebut adalah kecelakaan tunggal.

“Sekarang mobil sudah berada di bengkel untuk diperbaiki,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ringankan Kaum Dhuafa, Baznas Sunat Massal 400 Anak se-Bontang

0
Ringankan Kaum Dhuafa, Baznas Sunat Massal 400 Anak se-Bontang
Unsur pimpinan Baznas Bontang, Kuba Siga, Ketua (paling kanan) dan Arsyad, Wakil Ketua 4 menyaksikan proses sunat. Suasana sunat massal di RSUD Taman Husada.

BONTANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang menggelar sunat massal gratis, Sabtu (29/6/2024) di RSUD Taman Husada. Kegiatan ini merupakan salahsatu program Baznas Bontang untuk meringankan kaum dhuafa di Kota Bontang.

Selain di RSUD Taman Husada, kegiatan ini juga diadakan di Rumah Sakit Islam Bontang dan RS Amalia. Totak sebanyak 400 peserta terdaftar di kegiatan ini.

Ketua Baznas Kota Bontang, Kuba Siga menyampaikan, kegiatan sunat massal ini adalah kegiatan rutin tahunan yang selalu digelar. Tahun ini menjadi tahun ke-5 untuk kegiatan sunat massal, bahkan seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun jumlah peserta semakin meningkat.

“Dari tahun ke tahun, jumlah peserta semakin bertambah. Bahkan untuk tahun ini jumlah peserta sampai melebihi kuota, sebanyak 400 anak,” ucapnya saat diwawancarai.

Diketahui, untuk peserta yang mengikuti sunat massal merupakan anak-anak dari kaum dhuafa, dan juga memiliki usaha tetapi masih saja belum bisa mencukupi untuk kebutuhan sehari-harinya.

“Semua gratis, tidak ada biaya yang dibebankan ke mereka. Bahkan kami juga memberikan aksesoris seperti baju dan sebagainya. Ada juga uang saku untuk penyemangat anak-anak dan keluarga,” paparnya.

Sunat massal berlangsung hari pertama di RSUD Taman Husada dengan jumlah peserta 200 orang, hari kedua Minggu (30/6/2024) akan dilakukan di RS Amalia dengan peserta 100 orang, dan RSIB sebanyak 100 orang.

“Saya sampaikan permohonan maaf jika masih ada masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan ini, karena kami juga harus memastikan dari pihak RS untuk ketersediaan medis dan perlengkapan yang ada,” jelasnya.

Kuba juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya, kepada seluruh pihak RS yang telah membantu dalam kegiatan sunat massal, dimana mereka telah memberikan dan menyumbangkan keahliannya dalam sunat massal terutama kepada kaum dhuafa.

“Saya ucapkan terima kasih banyak dari pihak RS, pastinya hanya Allah yang bisa membalas itu semua,” katanya.

Sehingga dengan terlaksanakannya kegiatan sunat massal ini, Kuba berharap bisa membantu meringankan beban orang tua untuk sunatan anaknya, dan berharap dengan menggunakan dana zakat yang penuh berkah, hidup mereka akan diberikan keberkahan serta disukseskan dalam kehidupannya.

“Sebab ini sebagian dari syariat Islam, yang dimana laki-laki harus dikhitan,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Banyaknya Permasalahan di Pasar Citra Mas Loktuan, Faisal Desak Pemkot Segera Cari Solusi

0
Banyaknya Permasalahan di Pasar Citra Mas Loktuan, Faisal Desak Pemkot Segera Cari Solusi
Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal saat menyampaikan pendapat terkait Pasar Citra Mas Loktuan, di Ruang Rapat. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal menyampaikan pendapatnya mengenai permasalahan yang terjadi di Pasar Citra Mas Loktuan, saat Rapat Paripurna ke-7 berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kota Bontang, Kelurahan Bontang Lestari, beberapa waktu lalu.

Faisal mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang segera mencari solusi, bahkan bisa memecahkan permasalahan yang ada. Sehingga masalah yang terjadi di Pasar Citra Mas Loktuan tidak semakin berlarut-larut.

“Saya ingin masalah yang ada di Pasar Citra Mas Loktuan segera diatasi, dari segi lokasi pasar, hingga mekanismenya seperti apa untuk kelanjutan pasar. Jangan sampai masalah ini terjadi hingga berlarut-larut lamanya,” ucapnya.

Pencarian solusi terkait Pasar Citra Mas Loktuan sangat dinanti-nanti oleh sejumlah pedagang pasar, mereka ingin permasalahan ini segera tuntas. Sehingga para pedagang bisa untuk berjualan lagi, bahkan sesuai dengan pemasukan dan kebutuhan pedagang.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, untuk permasalahan di Pasar Citra Mas Loktuan pastinya ada mekanisme yang berlaku. Untuk lokasi Pasar Citra Mas Loktuan saat ini bahkan masih sengketa, ada peraturan yang harus ditaati.

“Pastinya Pemkot Bontang telah melakukan berbagai cara terkait permasalahan yang ada di Pasar Citra Mas Loktuan, untuk segera diselesaikan. Akan tetapi tidak bisa langsung segera selesai, kita selesaikan satu persatu,” jelasnya.

Bahkan Pemkot Bontang juga telah meminta dari pandangan hukum di kejaksaan dan pengadilan, untuk segera menyelesaikan sengketa lahan Pasar Citra Mas Loktuan yang telah terbakar, dimana lahan tersebut masih berstatus sengketa antara Pemkot Bontang dengan warga yang mengklaim lahan tersebut. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Wartawan Radarbontang.com Lulus UKW Muda di Samarinda

0
Wartawan Radarbontang.com Lulus UKW Muda di Samarinda
Dwi S (3 dari kanan) berfoto bersama peserta muda dan penguji saat UKW PWI di Samarinda. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Satu orang wartawan Radarbontang.com bernama Dwi S berhasil lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat muda yang diadakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Samarinda.

UKW kali ini merupakan angkatan ke-35, yang berlangsung di Cafe Bagios, Jalan KH. Abdurrasyid, Kota Samarinda, Rabu (26/6/2024) kemarin.

Sebanyak 18 peserta mengikuti UKW yang berlangsung selama dua hari, mulai 26-27 Juni 2024. Terdiri dari 6 peserta tingkat madya, dan 12 peserta tingkat muda.

Para peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di seluruh Kaltim, meliputi Samarinda, Balikpapan, Berau, hingga Bontang.

Saat UKW berlangsung, para peserta dibagi menjadi 3 kelompok, yang berisikan dari 6 peserta, yakni 1 kelompok madya, dan 2 kelompok muda, dengan masing-masing para penguji.

Untuk penguji tingkat madya dipimpin oleh Endro S Efendi, sedangkan untuk penguji muda dipimpin Achmad Shahab dan Wiwid Mahaendra.

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin mengucapkan selamat kepada seluruh peserta, yang telah dinyatakan kompeten setelah mengikuti UKW tersebut, dimana seluruh peserta telah menunjukan kemampuannya saat menjalani beberapa ujian saat UKW berlangsung.

“Alhamdulillah semuanya yang mengikuti UKW dinyatakan kompeten, dan ini menjadi dasar bagi mereka menuju profesional,” ucapnya, Kamis (27/6/2024).

Rahman menyampaikan, UKW merupakan gerbang utama bagi wartawan untuk menjadi profesional. Dengan mengikuti UKW dan dinyatakan lulus, maka wartawan telah menunjukan komitmennya untuk menjalankan tugasnya yang berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalis (KEJ).

“Untuk sekarang peserta yang dinyatakan lulus telah memiliki ijazah, jadi ketika mereka melakukan pelanggaran pastinya nanti kita akan mengambil tindakan,” jelasnya.

Rahman berharap untuk seluruh peserta yang mengikuti UKW, tidak hanya berhenti sampai di sini saja, dirinya ingin untuk seluruh wartawan Muda bisa naik lagi ke jenjang Madya, bahkan sampai Utama.

“Tantangan untuk wartawan pastinya semakin besar dan berat, maka dari itu PWI Kaltim akan terus meningkatkan skill wartawan melalui berbagai program pelatihan dan workshop untuk peningkatan kualitas wartawan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Faisal Kembali Dorong Pemkot Segera Bikin Lahan Parkir Pelabuhan Loktuan

0
Faisal Kembali Dorong Pemkot Segera Bikin Lahan Parkir Pelabuhan Loktuan
Anggota DPRD Bontang, Komisi III Faisal saat menyampaikan pendapat di rapat paripurna. (ist)

BONTANG – Anggota DPRD Bontang Komisi III, Faisal kembali mendorong Pemerintah Kota Bontang untuk segera mengatasi lahan parkir yang diperuntukkan untuk Pelabuhan Loktuan.

Lahan parkir pelabuhan terbilang sangat terbatas, sehingga sering kali membuat macet jalanan yang juga searah dengan Masjid Terapung Darul Irsyad Al-Mujahirin apalagi saat memasuki waktu salat.

“Saat menuju masjid, banyak mobil-mobil para pendatang, di parkir juga di parkiran masjid, kita agak susah menuju ke masjid,” jelasnya

Tidak hanya sampai situ, sepanjang pertigaan wilayah Selambai juga dipadati oleh pengendara mobil maupun motor, dan sering membuat macet di pagi hari sehingga sulitnya akses berlalu lalang.

“Mungkin lahan kosong yang ada di sana dapat segera ditimbun, sehingga secepatnya dapat dibuatkan parkiran kendaraan, atau dari dinas perhubungan ada lahan dekat lahan uji KIR bisa dimanfaatkan,” terangnya.

Menjelaskan itu, Wali Kota Bontang Basri Rase menjelaskan, bahwa Pelabuhan Loktuan memang belum memiliki rancangan induk pelabuhan. Kemudian ia menjelaskan sulitnya membebaskan lahan di atas pasang surut air.

“Di sana ada yang mengklaim bahwa lahan itu digunakan. Tapi kita akan carikan formulasi yang baik bagaimana,” jelasnya

Dilanjutkan, bahwa permasalahan diwilayah pelabuhan memang seperti itu adanya, ia mengajak DPRD, pemerintah Kota Bontang bersama KSOP untuk melakukan diskusi terkait lahan parkir pelabuhan. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Bontang Tuan Rumah PWD dan Hari Pramuka ke-63 se-Kaltim, BW: Bontang Harus Berikan yang Terbaik!

0
Bontang Tuan Rumah PWD dan Hari Pramuka ke-63 se-Kaltim, BW: Bontang Harus Berikan yang Terbaik!
Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang saat memberikan masukkan di rapat paripurna. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kota Bontang dipercaya menjadi tuan rumah untuk peringatan Hari Pramuka ke-63, dan Perkemahan Wirakarya Tingkat Daerah Kalimantan Timur Tahun 2024.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menyatakan telah mendukung penuh kelancaran acara tersebut, dan turun langsung untuk memastikan bahwa Kota Bontang siap menjadi tuan rumah yang ramah dan bersahabat bagi seluruh peserta dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah, Kota Bontang dipercaya sebagai tuan rumah, kami juga sudah mengecek langsung tempat yang akan digunakan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang atau akrab disapa BW meminta agar Pemkot dan Kwarcab Bontang bisa memberikan yang terbaik untuk kegiatan besar ini, karena akan ada tamu se-Kaltim yang datang.

“Kita sudah diberikan amanah untuk menjadi tuan rumah di event ini. Apalagi se-Kaltim, harus berikan kesan yang luar biasa ke peserta,” terangnya.

Ia juga berharap agar kegiatan Hari Pramuka dan PWD ini harus dibuat sespektakuler mungkin. Karena ini adalah momentum untuk membangun gerakan pramuka di Kota Bontang agar menjadi lebih baik.

“Dengan memberikan yang terbaik kita bisa dipercayakan lagi untuk event-event besar berikutnya. Tak hanya daerah, nasional pun harus,” ujarnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Tingkatkan Komitmen Atasi Stunting, Pupuk Kaltim Mulai Program PEDALGAS di Kelurahan Guntung

0

BONTANG – Tingkatkan kontribusi dalam penanggulangan stunting di Kota Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) perluas program Pencegahan dan Pengendalian Stunting (Pedalgas) melalui aksi konkret dalam mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini ditandai Kick Off program Pedalgas di Kelurahan Guntung Bontang Utara, oleh Manajemen Perusahaan bersama Pemkot Bontang, Kamis (20/6/2024).

SVP SDM Pupuk Kaltim Eko Cahyo Dewi Oktori, mengungkapkan Pupuk Kaltim berkomitmen mendukung Pemerintah dalam penanggulangan stunting, dalam mendorong terwujudnya generasi penerus yang unggul dan berdaya saing. Terlebih penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional, yang penanganannya butuh aksi multidimensi dan multisektor. Sehingga Pupuk Kaltim pun mengambil peran melalui kolaborasi multipihak, agar ke depan angka stunting di Kota Bontang bisa ditekan melalui serangkaian upaya.

Setelah berjalan mulai 2022 silam, program Pedalgas terus dikembangkan dengan berbagai tahap implementasi di lapangan. Mulai dari pembekalan kepada kader Posyandu, pelatihan serta pendampingan bagi ibu hamil dan menyusui, pemberian makanan tambahan bagi anak bawah dua tahun yang menyasar kawasan pesisir di sekitar Pupuk Kaltim. Program ini pun menggandeng Pemkot Bontang melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas Bontang Utara 2 sebagai pelaksana.

“Dan kali ini program Pedalgas menyasar Kelurahan Guntung sebagai kawasan terdekat perusahaan, sehingga perluasan upaya penanggulangan stunting bisa kita pacu secara optimal,” ucap Eko Cahyo.

Dijelaskannya, Pupuk Kaltim sebelumnya juga menyasar upaya serupa di Kelurahan Loktuan dengan mendorong keterlibatan dan peran lintas sektor, guna mendukung program pencegahan serta pengendalian stunting. Dimana kelurahan Loktuan sebagai salah satu lokus penanganan dari Pemkot Bontang, didorong dapat melakukan intervensi secara terintegrasi agar persoalan stunting yang masih terbilang tinggi di wilayah tersebut dapat dikendalikan secara optimal.

Rembug tingkat Kelurahan pun dilaksanakan untuk merumuskan sejumlah upaya intervensi gizi yang akan dilaksanakan, sekaligus membangun komitmen bersama seluruh elemen masyarakat agar program Pedalgas mampu berjalan lebih maksimal.`

“Langkah inilah yang dikembangkan Pupuk Kaltim di Kelurahan Guntung, sehingga bekal dan upaya penanggulangan turut berjalan sesuai sasaran program,” tandas Eko.

Dirinya menyebut, program Pedalgas merupakan bentuk kepedulian Pupuk Kaltim bagi pertumbuhan anak di Kota Bontang, sekaligus menekan risiko stunting sejak masa kehamilan. Program ini juga wujud dukungan Perusahaan terhadap pencapaian 17 indikator Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya menghilangkan kelaparan dan segala bentuk mal nutrisi di tahun 2030, serta mencapai kesehatan pangan melalui penurunan angka stunting hingga 40 persen di tahun 2025.

“Stunting adalah isu kompleks yang memerlukan penanganan lintas sektor. Oleh karena itu, Pupuk Kaltim berkomitmen mendukung pemerintah dalam menanggulangi persoalan ini melalui berbagai inisiatif seperti halnya Program Pedalgas,” tutur Eko.

Wakil Wali Kota Bontang Najirah, yang turut hadir pada kesempatan itu mengatakan, pengentasan stunting merupakan salah satu prioritas Pemkot Bontang dalam mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat, melalui inisiatif kolaboratif bersama berbagai pihak. Salah satunya Pupuk Kaltim yang sejauh ini telah menunjukkan komitmen nyata mendukung Pemerintah agar persoalan stunting bisa ditekan secara bertahap.

Menurut Najirah, sinergi antar seluruh pihak sangat diperlukan untuk mencapai target penurunan angka stunting sesuai ketetapan Pemerintah. Dimana tahun ini Kota Bontang menargetkan penurunan hingga 14 persen, dari saat ini berada di angka 19 persen. Oleh karena itu, peran bersama dalam pengentasan persoalan ini sangat dibutuhkan untuk mengejar realisasi target yang diharapkan.

“Pemkot Bontang sangat mengapresiasi Pupuk Kaltim yang terus menggencarkan upaya pengendalian dan penanggulangan stunting dengan program Pedalgas. Sinergi seperti ini yang kita butuhkan, sebagai bentuk kolaborasi aktif dalam mewujudkan Bontang sehat, cerdas dan berdaya saing,” ungkap Najirah.

Dirinya pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut mendukung pelaksanaan program Pedalgas di Kelurahan Guntung. Apalagi intervensi yang lebih spesifik bagi anak bawah dua tahun dengan gizi buruk, menjadi target utama pengentasan yang disasar. Mulai dari skrining kesehatan, pemberian makanan tambahan, pemantauan gizi hingga kelas bagi balita dan ibu menyusui.

“Dari hal tersebut, penanganan yang lebih komprehensif bisa terus dilaksanakan pada setiap sasaran program, agar kualitas hidup anak maupun keluarga bisa ditingkatkan sesuai standar kesehatan,” tambah Najirah.

Sementara Kepala Puskesmas Bontang Utara 2 dr Dwiyanti, menyampaikan program Pedalgas yang sebelumnya telah dimulai di Kelurahan Loktuan menunjukkan adanya penurunan dalam dua tahun terakhir, dari sebelumnya berkisar 25,21 persen menjadi 19,78 persen. Hal itu pun dipengaruhi berbagai upaya yang dilaksanakan melalui Pedalgas, seperti peningkatan kapasitas kader posyandu dan intervensi lainnya, hingga pememenuhan sarana prasarana yang lebih memadai.

Selain juga pembuatan modul resep anak berbahan pangan lokal hingga intervensi langsung bagi balita yang berpotensi stunting. Berdasarkan itu, pelaksanaan Pedalgas pun diperluas di Kelurahan Guntung melalui intervensi bagi anak dengan mal nutrisi underweight (berat badan kurang), serta balita dengan gizi sangat kurang.

“Untuk Pedalgas Guntung, intervensi anak akan dilakukan selama 90 hari dengan pemberian makanan tambahan berbasis bahan pangan lokal, serta pelaksanaan tata laksana gizi khusus pada balita gizi sangat kurang,” terang Dwiyanti. (adv)