Beranda blog Halaman 750

Pekerjaan Dianggap Gagal, PT CBN Putus Sepihak PT STU

0
Pekerjaan Dianggap Gagal, PT CBN Putus Sepihak PT STU
RDP Komisi I DPRD di Ruang Rapat Lantai II Sekretariat Dewan. (Yusva Alam)

BONTANG – Terjadi permasalahan hubungan kerja antara perusahaan asal Jakarta, PT Cipta Bangun Nusantara (CBN) dengan perusahaan lokal PT Sriwijaya Teknik Utama (STU). Hal itu diketahui dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Bontang, Senin (7/8/2023) yang diadakan di Ruang Rapat Lantai II Sekretariat DPRD Bontang.

Latar belakang permasalahan tersebut diawali dari CBN yang mendapat kontrak kerja dari PT Pupuk Kaltim, berupa proyek perbaikan tanki air. Lalu CBN menunjuk STU selaku perusahaan lokal untuk menjadi rekanan sebagai sub kontraktor.

Permasalahannya adalah CBN baru membayar pengerjaan tersebut kepada STU sebesar 77 persen. Sementara sisa 23 persennya belum dibayar sampai saat ini.

“Kami sudah upaya negosiasi untuk dapat diselesaikan masalah ini, namun tak ada itikad baik dari CBN. Bahkan kami diputus sepihak,” ujar Legal STU, Caka Adi Pawoko.

Sementara itu, Project Manager dan Quality Control CBN Bontang, Suprapto menjawab keluhan tersebut.

Alasan CBN memutuskan sepihak lantaran CBN sudah mengirimkan surat teguran dan surat peringatan beberapa kali. STU juga dianggap tidak melaksanakan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan. Ditambah lagi dengan hasil pengerjaan yang buruk.

“Kami tidak begitu saja memutus pekerjaan, namun sudah memberikan peringatan,” ujarnya sembari membacakan pesan dari legal CBN pusat melalui whatsapp.

Usai mendengarkan uraian permasalahan dari berbagai pihak, termasuk PT Pupuk Kaltim selaku pemberi kerja dan juga Dinas Tenaga Kerja, Ketua Rapat, Maming meminta ketiga pihak untuk berembuk internal mencari penyelesaian. Ketiganya setuju untuk membahas permasalahan itu secara internal.

Maming juga mengatakan PKT tidak bisa lepas tangan terhadap masalah tersebut. PKT akan bisa mengalami kerugian jika permasalahan tersebut tidak terselesaikan.

“Ingat bahwa DPRD ini hanya fasilitator bukan pengambil keputusan. Semoga ada solusi kekeluargaan dari ketiganya,” pungkas Maming menutup rapat. (adv/al)

Pondok Dirusak Orang Tak Dikenal, Polres Tingkatkan Patroli di Bonles

0
Pondok Dirusak Orang Tak Dikenal, Polres Tingkatkan Patroli di Bonles
Kapolres Bontang saat turun langsung mengecek kondisi pasca pengrusakan. (ist)

BONTANG – Pasca kejadian pengrusakan sebuah pondok/vila di areal hutan lindung Kelurahan Bontang Lestari, Polres Bontang meningkatkan patroli di kawasan tersebut.

Mengutip dari situs Polresbontang.com, Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya pun turun langsung memimpin patroli yang dilaksanakan, Minggu (6/8/2023) pukul 11.30 wita.

Didampingi para PJU, AKBP Yusep mengecek lokasi pondok/vila yang dirusak serta sepeda motor yang dibakar oleh orang tak dikenal di areal hutan lindung RT 01, Kelurahan Bontang Lestari.

Dalam arahannya Kapolres Bontang menekankan kepada Personil Polsek Bontang Selatan dan Personil Sat Samapta, agar lebih intensif berpatroli di areal tersebut, dimana menjadi sengketa antara dua kelompok tani.

“Jangan berbuat hal-hal yang dapat merugikan kedua belah pihak ataupun orang lain. Jaga kamtibmas tetap kondusif,” pesannya kepada kelompok tani yang bersengketa.  (hms)

Kedapatan Mabuk, 11 Pemuda Dihukum Push Up dan Bersihkan Sampah

0
Kedapatan Mabuk, 11 Pemuda Dihukum Push Up dan Bersihkan Sampah
Tim patroli saat menghukum push up pemuda mabuk. (ist)

BONTANG – Segerombolan pemuda kedapatan mabuk-mabukkan di Lapangan Kampung Baru, Minggu (6/8/2023). Tim patroli yang mendapati perbuatan mereka pun lantas memberikan hukuman.

Tim patroli yang terdiri dari Bhabinkamtibmas Berbas Tengah bersama FKPM Berbas Tengah, serta 3 pilar di wilayah Kelurahan Berbas Tengah kerap melaksanakan patroli rutin, guna menjaga keamanan wilayahnya.

Patroli kali ini mengambil rute Jalan Zamrud, Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Merah Delima hingga ke perbatasan bufferzone, yaitu Lapangan Kampung Baru.

Saat tiba di Lapangan Kampung Baru, tim patroli mendapati sekelompok pemuda sedang meminum alkohol jenis anggur dan satu botol merk kawa kawa.

“Mereka berasal dari Desa Santan Kabupaten Kutai Kartanegara dan km 7 Jalan Poros Bontang – Samarinda,” ujar Aipda Rudiantoro, Bhabinkamtimas Berbas Tengah, mengutip dari situs polresbontang.com.

Tim patroli pun mengambil sikap terhadap 11 pemuda tersebut. Dengan memberikan pembinaan serta sanksi sosial, berupa push up serta membersihkan sampah yang berserakan di sekitar Lapangan Kampung Baru.

“Untuk sementara mereka kami bina dan kami catat identitasnya, agar tidak mengulangi perbuatan yang sama,” pungkasnya. (hms)

Dinas PUPR Beberkan Penyebab Ambruknya Bahu Jalan Ahmad Yani

0
Dinas PUPR Beberkan Penyebab Ambruknya Bahu Jalan Ahmad Yani
Kondisi bahu Jalan Ahmad Yani yang ambruk beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Kepala Bidang Bina Marga PUPR Bontang, anwar Nurddin membeberkan faktor-faktor penyebab ambruknya galian proyek drainase di Jalan Ahmad Yani, Sabtu (5/8/2023) lalu.

Pihaknya juga akan mengevaluasi kondisi proyek yang sudah digelontorkan 17 Miliar tersebut.

Ia mengatakan, longsor di pengerjaan galian merupakan suatu hal yang biasa.

Beberapa faktor penyebab ambruknya proyek drainase tersebut di antaranya:

Pertama, lantaran galian yang dibuat terlalu lama tidak ditutup kembali.

Kedua, saat ada galian aktivitas kendaraan padat. Walhasil kondisi tanah yang bergetar juga menjadi penyebab dari longsoran tersebut.

Ketiga, karena akses jalan itu merupakan langganan banjir. Pastinya air juga masuk kebagian dalam lapisan jalan, yang menyebabkan pengikisan tanah.

“Nanti kontraktor akan menangani dinding jalan. Kemudian ditutup dengan tanah dan di atasnya dicor. Jadi tanah juga tidak akan longsor usai ditutup,” ungkapnya.

Dengan kejadian tersebut, pihaknya akan terus memantau progres pembangunan drainase itu secara bertahap. Kemudian, juga meminta pengerjaan harus dipastikan tepat waktu. (adv/al)

Rayakan Hari Anak Nasional, Hapidah Mendongeng untuk Anak-Anak PAUD

0
Rayakan Hari Anak Nasional, Hapidah Mendongeng untuk Anak-Anak PAUD
Pembacaan dongeng oleh Ketua PKK Bontang, Hapidah. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2023, Kelurahan Berbas Tengah menggelar kegiatan literasi sekaligus peresmian pojok baca di Posyandu Anggrek Bulan 2, Senin (7/8/23).

Kelurahan Berbas Tengah bekerja sama dengan anak KKN Unmul menginisiasi acara ini, agar terwujud program kerja yang bermanfaat bagi banyak orang.

“Saya minta ke anak KKN membuat program kerja yang bersifat monumental dan bermanfaat, kegiatan hari ini adalah salah satu buah kerjasama kami,” jelas Lurah Berbas Tengah, Chandra.

Ketua PKK Kota Bontang sekaligus Bunda literasi, Hapidah Basri Rase mengisi acara tersebut dengan membacakan dongeng untuk anak-anak SPS yang hadir.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan hari ini, karena ini merupakan support untuk anak-anak kita, apalagi ini memperingati hari anak nasional,” jelasnya.

Acara tersebut tidak hanya melibatkan lurah, orang tua dan guru-guru PAUD, tapi juga mengajak anak-anak dan posyandu terlibat dalam perayaan Hari Anak Nasional.

Selain itu, dengan melibatkan anak dan membacakan dongeng kepada mereka tentu nantinya akan menjadi suatu langkah awal perkenalan mereka untuk rajin membaca buku. (adv/sya)

Kelurahan Berbas Tengah Launching Pojok Baca Pertama

0
Kelurahan Berbas Tengah Launching Pojok Baca Pertama
Peresmian pojok baca di Posyandu Anggrek Bulan II. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kelurahan Berbas Tengah merayakan Hari Anak Nasional (HAN) dengan melaunching pojok baca pertama di wilayahnya, yakni di Posyandu Anggrek Bulan II, Senin (7/8/2023). Kegiatan bertema ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’ tersebut bersama Mahasiswa KKN Universitas Mulawarman (Unmul).

Lurah Berbas Pantai, Chandra mengatakan, ini merupakan langkah awal. Karena nantinya seluruh Posyandu di Berbas Tengah bisa memiliki pojok baca masing-masing.

“Jadi dengan adanya pojok baca ini, tidak hanya anak-anak yang bisa datang, orang dewasa juga bisa karena terdapat banyak jenis bacaan di dalamnya,” jelasnya.

Kelurahan juga telah bekerjasama dengan perpustakaan untuk memenuhi buku-buku dalam pojok baca tersebut.

Ketua PKK Kelurahan Berbas Tengah, Zara Racmatika yang juga bunda PAUD Berbas Tengah menjelaskan, bahwa wilayah Berbas Tengah memiliki kurang lebih 300 anak PAUD dan TK, sekitar 80 anak dilibatkan dalam launching pojok baca tersebut.

Orang dewasa diharapkan dapat terlibat dalam membawa anak ke pojok baca. Diketahui ketika pulang sekolah, anak biasanya langsung main gadget, hal itu diharapkan bisa berkurang dengan membaca.

“Karena anak-anak kadang suka bosan membaca, orang tua bisa membawa anaknya ke pojok baca dan mendongengkan, jadi sekalian interaksi bersama,” harapnya.

Pojok Baca ini langsung diresmikan oleh Ketua PKK Bontang, Hapidah Basri Rase. Ia berharap nantinya bahan-bahan bacaan juga bisa ditambah, dan jika sudah beberapa lama dapat ditukar dengan buku-buku baru, sehingga buku yang dibaca juga tidak ketinggalan. (adv/sya)

Janji Lunasi Pembayaran, Pengusaha Lokal Bontang Batal Demo PT Wika

0

BONTANG – Setelah gelombang protes, Forum Peduli Pengusaha dan Pekerja Lokal Bontang dan PT Wijaya Karya (Wika) akhirnya duduk bersama dan menemukan titik temu. Demonstrasi yang seharusnya berlangsung Senin (07/08/2023) hari ini, batal digelar menyusul adanya kesepakatan yang dicapai.

Dalam pertemuan di Rumah Makan Bontang Kuring pada Minggu, (06/08/2023), kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah pembayaran.

Dirut PT Graha Mandala Sakti Kahar Kalam, menyatakan kepuasannya atas kesepakatan yang telah dicapai.

“Kami merasa dihargai dengan kesediaan PT Wika untuk mendengarkan tuntutan kami dan berkomitmen untuk segera menyelesaikan pembayaran,” kata Kahar.

Ia menegaskan bahwa kesepakatan ini mencerminkan kepedulian terhadap pengusaha lokal Bontang yang telah memberikan kontribusi namun belum menerima haknya.

Salah satu poin penting dari kesepakatan tersebut adalah janji PT Wijaya Karya untuk menyelesaikan pembayaran kepada vendor dan pengusaha lokal pada periode 10-14 Agustus 2023, dengan batas akhir pelunasan pada 31 Oktober 2023.

Pertemuan tersebut tidak hanya dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak, tetapi juga oleh stakeholder lainnya seperti PT Pupuk Kaltim, Kapolres Kota Bontang, Yusep Dwi Prasetya, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bontang Shafa Muha.

Kahar Kalam, dalam kesempatan tersebut, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam proses mediasi, khususnya kepada Kapolres Kota Bontang. “Kami berharap kerjasama positif ini dapat menjadi contoh bagi konflik-konflik serupa di masa depan,” pungkas Kahar.(RB)

Porseni VI HMB Samarinda: Perang Kreativitas ‘Ultras’ SMAN 1 A VS SMA YPK

0
Porseni VI HMB Samarinda: Perang Kreativitas ‘Ultras’ SMAN 1 A VS SMA YPK
Suasana partai final SMAN 1 A vs SMA YPK di Porseni VI HMB Samarinda. (Yusva Alam)

BONTANG – Riuh suara nyanyian berpadu tabuhan snare dan bass drum terdengar jelas dari sisi timur Stadion Bessai Berinta, Sabtu (5/8/2023) sore. Sorakan penonton di sekeliling lapangan basket pun tak berarti apa-apa. Kalah volume dengan yel-yel dukungan yang terus menerus dilontarkan kelompok supporter yang memenuhi area tribun.

Dua kelompok pendukung di pertandingan basket SMA antara SMAN 1 A versus SMA YPK itu layaknya ultras dalam sepakbola. Chant, koreografi, dan maskot yang ditampilkan mampu memeriahkan suasana.

Bak supporter PSM Makassar, The Macz Man, warna merah mendominasi sisi kiri tribun. Tak hanya kompak mengenakan kaos warna merah, bendera-bendera dukungan warna merah berukuran raksasa pun terlihat dikibar-kibarkan oleh pendukung Tim SMAN 1 A ini.

Tidak terlihat jelas siapa capo (pemimpin kelompok suporter) di antara mereka, namun chant demi chant tetap kompak dimainkan. Tabuhan perkusi di deretan bawah kursi tribun menambah ‘panas’ permainan di tengah lapangan.

Tim SMAN 1 A merayakan kemenangan bersama pendukung. (Yusva Alam)

Sebaliknya, dominasi biru mewarnai area kanan tribun. Kaos, bendera, maskot, hingga warna drum supporter pun dibalut warna biru.

Bedanya, pendukung Tim SMA YPK ini memiliki koreografi. Dibentangkan perlahan ketika salahsatu nyanyian dukungan mulai dilantunkan. Pada koreografi itu tergambarkan seorang laki-laki berpeci hitam, bertuliskan ‘YPK Commander’ di sisi kanan dan kiri. Sedangkan di bagian bawah tertera tagline ‘The gateway to prominent universities’ (baca: pintu gerbang ke universitas terkemuka).

Sahut menyahut chant di antara keduanya tak pernah surut. Sejak awal pertandingan dimulai hingga peluit akhir dibunyikan. Panasnya sorotan sinar matahari sore menerpa wajah-wajah mereka pun tak menyurutkan dukungan.

Tim SMAn 1 A VS Tim SMA YPK. (Yusva Alam)

Sore itu sekira pukul 16.00 Wita, partai final antara SMAN 1 A VS SMA YPK digelar. SMAN 1 A berhasil menaklukkan tim langganan juara dengan skor 29-13.

Sejak awal pertandingan, SMAN 1 A yang mengenakan kostum abu-abu memimpin jalannya pertandingan. Dominasi terus terjadi di setiap babak. Strategi yang diterapkan sang pelatih terlihat sukses dieksekusi. Poin demi poin terus didulang hingga akhir pertandingan.

Berbanding sebaliknya. Tim berkostum putih-putih itu tak mampu memberikan perlawanan berarti. Kesalahan-kesalahan mendasar kerap dilakukan anak asuh Erik Yusti.

Para pemain terlihat berjuang mengejar ketertinggalan. Terguling ke luar lapangan hingga cidera di pelipis harus dialami. Jatuh bangun usaha mereka tak membuahkan hasil.

Kali ini SMA YPK harus mengakui keunggulan lawannya.

“Belum rejeki. Fisik anak-anak turun dan mentalnya drop,” ujar Erik singkat usai pertandingan.

Pelatih Erik Yusti mengatur strategi. (Yusva Alam)

Turnamen Bola basket antar pelajar SMA se-Kota Bontang ini merupakan rangkaian program Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke-VI garapan Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) cabang Samarinda. Program unggulan rutin tahunan.

“Ini program unggulan kami di tahun 2023. Tiap tahun berbeda nomor pertandingan. Tahun lalu futsal, sekarang basket,” ujar Noval Saputra, Ketua Panitia Porseni ke-VI HMB Cabang Samarinda.

Melalui porseni ini pihaknya berharap dapat menciptakan generasi gemilang Kota Bontang.

“Semoga tahun depan ada lagi. Kami butuh dukungan pemkot untuk kegiatan semacam ini,” pungkasnya. (al)

Polisi Tengahi Sengketa Lahan Kelompok Tani, Begini Kronologisnya!

0
Polisi Tengahi Sengketa Lahan Kelompok Tani, Begini Kronologisnya!
Rapat koordinasi penanganan permasalahan sengketa lahan kelompok tani di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Permasalahan sengketa lahan kembali terjadi di Kelurahan Bontang Lestari. Hal itu terungkap saat digelarnya rapat koordinasi penanganan permasalahan sengketa lahan Kelompok Tani Tunas Harapan dengan Kelompok Tani KOTANI Sekambing Bontang, Jumat (4/8/2023) pukul 16.30 wita di Ruang Rupatama Lantai 2 Mako Polres Bontang.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya mengatakan, permasalahan sengketa lahan Kelompok Tani Tunas Harapan dengan Kelompok Tani KOTANI Sekambing Bontang ini sudah bermasalah sejak lama. Antara Ibu Fa dari Kelompok KOTANI Bontang dan Ibu Ha dari Kelompok Tani Tunas Harapan.

Dikatakannya, permasalahan tersebut bisa berdampak pada gesekan antar suku. Dimana kedua pihak kelompok sama-sama dari Suku Sulawesi, namun di pihak Kelompok Tunas Harapan menggandeng ormas dari suku lain

“Permasalahan tersebut berkembang bukan hanya perselisihan sengketa lahan, namun terdapat 2 kasus pidana yaitu kasus pengerusakan pondok milik Kelompok KOTANI dan kasus terbakarnya motor milik anggota ormas dan pengrusakan 1 buah rumah villa,” beber AKBP Yusep mengutip dari situs Polresbontang.com.

Ia mengatakan akan mengambil langkah dan kebijakan dalam menjaga Sitkamtibmas Kota Bontang, agar tetap aman dan kondusif sesuai dengan fungsi tugas masing masing.

Pihaknya juga akan merumuskan langkah untuk menangani permasalahan sengketa lahan di sepanjang kawasan HL & APL, serta dengan adanya kejadian yang terakhir berupa tindak pidana pengerusakan dan melibatkan ormas dari suku lain.

“Polres Bontang tetap akan melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut disepakati, akan mengundang kedua belah pihak kelompok tani dengan menjadwalkan ulang pada minggu depan. Serta mengundang wali kota agar masalah ini benar-benar ditangani dengan serius.

“Jika terjadi tindak pidana umum kasus pengerusakan akan diselesaikan melalui jalur hukum pidana umum yang berlaku. Sementara terkait permasalahan sengketa lahan akan diarahkan melalui jalur hukum perdata,” ungkapnya.

Pihak lainnya seperti Kesbangpol dapat mengecek legalitas kelompok tani kedua belah pihak. Pihak KPHP Santan memberikan penyuluhan terkait aturan beraktifitas di Kawasan HL. Pihak Satpol PP dapat berpatroli hingga masuk ke lokasi lahan masyarakat, sambil mensosialisasikan aturan yang berlaku di Kawasan HL & APL.  (hms)

Apakah Ganti Menteri Berubah Pula Kurikulum Merdeka Belajar? Ini Jawabannya!

0
Apakah Ganti Menteri Berubah Pula Kurikulum Merdeka Belajar? Ini Jawabannya!
Suasana diskusi pendidikan yang digelar oleh Hetifah Sjaifudian. (Yusva Alam)

BONTANG – Terdapat satu pertanyaan menarik saat digelarnya Diskusi Pendidikan di Hotel Bintang Sintuk, Sabtu (5/8/2023) sore tadi. Salahsatu peserta bertanya, apakah kurikulum merdeka belajar ini akan kembali berganti saat terjadi pergantian Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek)?

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bontang, Bambang Cipto Mulyono. Dikatakannya, bahwa setiap kebijakan yang baik pasti akan dilanjutkan.

Karenanya saat ini kita harus mampu membangun sistem pendidikan yang ada dengan baik. Guru penggerak yang ada saat ini harus mampu membantu transformasi pendidikan.

“Jadi tidak usah ragu-ragu lagi, terus lah maju,” tegasnya.

Saat ini pun pihaknya tengah membahas perlunya perwali untuk penguatan kurikulum merdeka belajar. Menurutnya, dengan memiliki payung hukum yang kuat, maka kebijakan itu akan mudah dilaksanakan walaupun berganti kepemimpinan.

“Biasanya kalau tanpa payung hukum akan sulit terlaksana dan terganjal di anggota dewan,” ucapnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian. Hetifah menjawab, bahwa kebijakan apapun akan bisa dilanjutkan oleh pejabat berikutnya, ketika kebijakan yang berlaku saat ini dapat terdokumentasi dengan baik, serta terdapat pula laporan perkembangannya.

“Kalau hal itu terwujud, maka pejabat berikutnya akan mudah untuk meneruskan kebijakan-kebijakan sebelumnya,” ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI tersebut. (al)