Beranda blog Halaman 751

Hetifah: Guru Penggerak Adalah Agen Transformasi Ekosistem Pendidikan

0
Hetifah: Guru Penggerak Adalah Agen Transformasi Ekosistem Pendidikan
Kegiatan diskusi pendidikan yang diadakan oleh Hetifah Sjaifudian di Hotel Bintang Sintuk, Bontang. (ist)

BONTANG – Hetifah Sjaifudian, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Sabtu (5/8) ini kembali memberikan penguatan kapasitas kepada para kepala sekolah dan guru di Bontang. Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu mengadakan Diskusi Pendidikan bertema ‘Peran Guru Penggerak dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila,’ di Hotel Bintang Sintuk Bontang.

Selain Hetifah, hadir pula Wawali Bontang, Najirah, Wiwik Setyawati, Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Kalimantan Timur, dan Bambang Cipto Mulyono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bontang. Peserta yang hadir tak kurang dari 200 orang kepala sekolah dan guru-guru PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK.

Wiwik Setiawati menyampaikan, bahwa program guru penggerak yang merupakan Merdeka Belajar Episode ke-5 ini adalah salah satu program yang merupakan percepatan/akselerasi transformasi pendidikan, menciptakan para pendorong dan pendobrak agen-agen perubahan di masing-masing jenjang pendidikan. Sehingga diharapkan semakin banyak guru penggerak itu merupakan aset daerah, yang mampu mempercepat peningkatan kualitas pendidikan.

“Guru Penggerak bertujuan tentu selaras dengan terwujudnya profil pelajar Pancasila yang mempunyai 6 dimensi. Yaitu, beriman, bertaqwa kepada Tuhan, dan berakhlaq mulia, mandiri, bernalar kritis, berkebhinekaan global, bergotong royong, dan kreatif,” jelasnya.

Najirah menyampaikan apresiasi dan menyambut baik diskusi pendidikan ini, terkait peran Guru Penggerak. Terobosan dari Guru Penggerak ini diharapkan akan menciptakan guru-guru yang mampu menjadi penggerak dalam percepatan transformasi pendidikan. Program Guru Penggerak ingin menghidupkan kembali ekosistem pendidian Indonesia yang merdeka belajar.

“Guru pengerak adalah ujung tombak yang bertujuan untuk terwujudnya profil pelajar Pancasila,” terangnya.

Sementara itu, Hetifah menyampaikan, capaian PISA Indonesia masih berada di level 10 terbawah dari 79 negara. Skor PISA Indonesia lebih rendah dari skor PISA negara-negara ASEAN. Secara persentase, kurang lebih hanya 25% siswa Indonesia memiliki tingkat membaca minimum, hanya 24% memiliki tingkat kemampuan matematika minimum, dan sekitar 34% siswa memiliki kompetensi sains minimum.

“Guru diharapkan memahami literasi secara utuh, dimana memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat diimplementasikan untuk menciptakan barang/jasa yang dapat digunakan dalam kompetensi global,” jelasnya.

Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa Guru Penggerak hadir melihat kondisi saat ini, diharapkan akan mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, menjadi pelatih/mentor bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat pada murid, dan menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan.

“Guru Penggerak diharapkan dapat mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah,” tutup Legislator dari Partai Golkar ini. (*)

Ketua DPRD Minta Benahi Komunikasi Pemkot dengan Atlit

0
Ketua DPRD Minta Benahi Komunikasi Pemkot dengan Atlit
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan, bahwa perjuangan para atlit untuk meraih prestasi harus diapresiasi. Selain itu, komunikasi antar pemerintah dan atlit pun perlu dibenahi.

Hal itu dikatakannya mengomentari kabar atlit bowling Bontang yang merasa kecewa, karena merasa tak mendapat apresiasi dari Pemkot Bontang usai meraih prestasi di Jerman.

“Prestasinya itu gak main-main loh, selain membawa nama negara, dia juga tak lupa dari mana dia berasal. Saya kira setiap masyarakat ataupun warga Bontang itu layak mendapatkan penghargaan atau apresiasi dari pemerintah,” kata Andi Faiz, Jumat (4/8/2023).

Andi Faiz berharap, perhatian pemerintah kepada para atlit lebih baik lagi ke depannya. Komunikasi pemkot dan cabor pun harus ditingkatkan agar tidak ada kesalahpahaman.

“Komunikasinya lebih ditingkatkan lagi antara pemerintah dan atlet. Sehingga tidak ada miss komunikasi ke depannya,” sarannya.

Diberitakan sebelumnya, seorang atlet bowling asal Bontang, Muhammad Yafie Eza Mahendra, berhasil membawa pulang medali emas saat berkompetisi di Jerman. Namun merasa tak dapat apresiasi dari pemkot.

“Beberapa waktu lalu, sempat dipanggil cuma pak wali ada agenda dadakan. Terus dari tanggal 24 disuruh siap-siap sama pelatihnya, tapi nunggu sampai malam tidak ada kabar. Tanggal 25 pagi baru ada kabar disuruh ke sana, tapi ya itu batal lagi,” beber Hartati, orangtua Eza.

Hartati hanya bisa melihat rasa kecewa dari putranya. Terlebih Eza yang melihat rekan-rekannya mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah masing-masing. (adv/al)

Bontang Tuan Rumah Kejuaraan Nasional Pickleball 2023

0
Bontang Tuan Rumah Kejuaraan Nasional Pickleball 2023
Foto bersama Wawali Bontang, Najirah dan seluruh atlit pickleball. (Yusva Alam)

BONTANG – Bontang dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Pickleball (National Pickleball Championship) 2023. Kejuaraan antar daerah se-Indonesia itu berlangsung selama 3 hari Jumat-Minggu (4-6/8/2023). Kejuaraan ini didukung Pemkot Bontang melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar).

Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) Bontang, Muhammad Irfan mengatakan, kejurnas ini diadakan dalam rangka annivesary ke-2 Enggang Perkasa Pickleball, salahsatu klub pickleball di Kota Taman, sebutan Kota Bontang.

Kejuaraan nasional pickleball ini sudah diadakan ke-5 kalinya, dan Bontang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan yang ke-5. Irfan mengaku bangga Bontang dipercaya sebagai tuan rumah, terlebih menjadi yang pertama kalinya sebagai tuan rumah kejuaraan nasional di Kaltim.

“Kebanggaan saya yang lain, karena dengan kejuaraan ini kita dapat mempromosikan wisata, UMKM, dan Kota Bontang. Hal ini sesuai visi misi Pemkot Bontang,” ujar Irfan.

Disebutkannya, total sebanyak 579 atlit yang mendaftar ikut kejuaraan ini. beberapa nomor yang dipertandingkan di antaranya nomor ganda putra umum, 50 plus, dan ganda putri umum.

Sementara itu, Wawali Najirah dalam sambutannya sangat mengapresiasi Bontang dipercaya sebagai tuan rumah. Ia berharap dari kejuaraan ini muncul atlit-atlit andalan dari Bontang yang dapat berprestasi di kancah nasional.

“Turnamen ini bisa jadi ajang seleksi, agar para atlit betul-betul menunjukkan kemampuannya, sehingga mengharumkan nama diri sendiri maupun daerah. Selamat bertanding dengan jiwa sportif,” ucapnya kepada seluruh atlit yang mengikuti pembukaan turnamen ini. (adv/al)

Satpol PP Pasang Baliho, Peringatan Buat Pengemis dan Pengamen Bisa Disanksi

0
Satpol PP Pasang Baliho, Peringatan Buat Pengemis dan Pengamen Bisa Disanksi
Pemasangan baliho oleh Satpol PP di beberapa titik. (ist)

BONTANG – Satpol PP mulai memberlakukan larangan tegas bagi pengamen maupun pengemis yang beroperasi di Kota Taman, sebutan Kota Bontang. Ketegasan itu ditunjukkan dengan pemasangan sejumlah baliho peringatan di beberapa titik Kota Bontang.

Beberapa titik pemasangan baliho-baliho tersebut di antaranya di Simpang Empat Lampu Merah Kilo 6, Simpang 4 Ramayana, Simpang 3 Jalan Tembus, dan lainnya. Pemasangan baliho sudah dipasang sejak Kamis (3/7/23) kemarin.

Kepala Bidang PPUD Satpol-PP, Eko Mashudi mengatakan, pemasangan baliho ini salah satu bentuk sosialisasi kepada masyarakat, bahwa ada larangan mengemis atau mengamen dan sejenisnya. Termasuk larangan memberi pada pengemis atau pengamen di persimpangan jalan maupun tempat umum lainnya.

“Termasuk sosialisasi pada para peminta sumbangan untuk kegiatan sosial kemanusiaan, harus mengajukan izin kegiatan dahulu,” jelasnya.

Selain memasang baliho, sosialisasi tidak secara langsung ini juga disebarkan di sosial media. Dikatakannya, sebelumnya informasi semacam ini sudah pernah disiarkan, namun kali ini akan lebih ditindak tegas.

Berdasarkan Perda Nomor 3 tahun 2020 pasal 18 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta perlindungan masyarakat, maka yang melanggar tentu akan diberikan sanksi. (sya)

Wisatawan Jangan Buang Sampah Sembarangan!

0
Wisatawan Jangan Buang Sampah Sembarangan!
Aksi bersih-bersih sampah di Mangrove Park Berbas Pantai. (Yusva Alam)

BONTANG – Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Muhammad Ihsan mengimbau kepada para pengunjung objek wisata di Bontang, agar memperhatikan kebersihan serta menjaga sarana dan prasarana yang ada. Hal itu dikatakannya saat diwawancarai media ini beberapa waktu lalu.

Ihsan berharap kepada seluruh pengunjung wisata di Bontang, khususnya Mangrove Park Berbas Pantai agar tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak lingkungan. Lantaran hal itu akan berdampak buruk pada kondisi objek wisata tersebut. Bahkan bisa pula mempengaruhi ekosistem di sekitar objek wisata tersebut.

Dicontohkannya, di Mangrove Park Berbas Pantai yang lokasinya dekat dengan laut. Apabila banyak sampah yang berhamburan tentu akan ikut mempengaruhi kotornya kondisi laut di dekat objek wisata tersebut

“Sangat disayangkan kalau ada wisatawan yang tidak perduli dengan tempat wisata. Akan berdampak pada ekosistem. Semoga seluruh pengunjung bisa miliki kesadaran,” ujarnya.

Saat ini Dispopar sudah melakukan upaya pembersihan sampah-sampah di objek-objek wisata. Seperti yang dilakukan beberapa waktu di Pulau Beras Basah dan Mangrove Park Berbas Pantai.

Ke depannya Dispopar berupaya untuk melakukan perbaikan di beberapa sisi. Dikatakannya, walaupun pelan-pelan tetapi perbaikan demi perbaikan tersebut ada progres nyata.

“Kita upayakan untuk merawat wisata yang ada. Pelan-pelan kita benahi wisata. Memang tidak mudah membalikkan telapak tangan. Semoga semakin hari semakin bagus, agar berdampak pada peningkatan pengunjung dan peningkatan perekonomian,” pungkasnya. (adv/al)

Pemkot Berdayakan KPM untuk Turunkan Angka Stunting

0
Pemkot Berdayakan KPM untuk Turunkan Angka Stunting
Ilustrasi stunting. (ist)

BONTANG – Kader Pembangunan Manusia (KPM) dibentuk untuk membantu pemerintah menurunkan angka stunting di Bontang. Hal itu diungkapkan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bontang, Dasuki saat membuka pelatihan desiminasi KPM pada Kamis (3/8/2023).

Pelatihan garapan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) ini diselenggarakan di Auditorium Tiga Dimensi. Melibatkan puluhan peserta se-Kota Bontang berasal dari PKK, kader posyandu dan sebagainya.

Dalam sambutannya, Asisten I Dasuki mengatakan, tugas KPM ialah membantu pemerintah dengan cara terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan validasi data stunting.

Oleh sebab itu, dalam pelatihan tersebut, KPM diberikan pemahaman informasi yang berkaitan dengan program dan kebijakan penurunan stunting. Serta mengembangkan keterampilan peserta KPM. Dengan harapan, bisa mencapai target penurunan stunting nasional sebesar 14 persen.

“Bapak ibu yang ditunjuk sebagai KPM memiliki peran yang besar. Sebab, hasil dari validasi data di lapangan akan menjadi acuan kami melakukan kebijakan berikutnya,” ucapnya.

Dasuki berharap, output KPM bisa menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, menurutnya persoalan stunting adalah persoalan yang vital. Sehingga memerlukan data yang lengkap dan valid.

“Saya berharap KPM ini bisa bekerja secara profesional membantu pemerintah dalam menurunkan angka stunting,” ujar Dasuki.

Sementara itu, Kepala Disos-PM Bontang Bahtiar Mabe meminta peserta KPM yang berasal dari 15 kelurahan itu bisa mengikuti pelatihan sampai selesai dan menerapkan dengan maksimal.

“Setelah adanya arahan dan diberi pembekalan ilmu, semoga anggota KPM bisa benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik di lapangan,” tutupnya. (hms)

Aliansi Borneo Bersatu Tuntut Rocky Gerung Diproses Hukum

0
Aliansi Borneo Bersatu Tuntut Rocky Gerung Diproses Hukum
Aksi damai di depan Mako Polres Bontang. (syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Aksi damai dilaksanakan oleh Aliansi Borneo Bersatu Kota Bontang pada Kamis (3/8/23) di depan Mako Polres Bontang.

Aksi damai ini digelar terkait caci maki yang dilontarkan oleh salah satu pengamat politik, Rocky Gerung dalam salah satu sesi wawancaranya.

Bayu Sugara, Komandan Koppad Borneo distrik Bontang menjelaskan, bahwa cacian tersebut dikatakan terang-terangan untuk menghina Presiden Republik Indonesia, Jokowi terkait pembangungan Ibu Kota Negara (IKN) yang dibangun di Kalimantan Timur.

“Mengkritik boleh mencuci maki jangan, kami mengecam keras terhadap pernyataan Rocky Gerung yang secara terang terangan,” ungkapnya.

Wakil Komandan Koppad Borneo distrik Bontang, Jerry Immanuel membeberkan 3 petisi yang digunakan untuk menuntut Rocky Gerung.

Pertama, mengecam keras penyataan Rocky Gerung yang secara terang-terangan menghina presiden RI yang merupakan simbol negara kesatuan.

Kedua, mengecam penyataan Rocky Gerung yang dinilai memprovokasi masyarakat Indonesia, untuk menolak pembangunan dan perubahan IKN.

Ketiga, pemintaan kepada Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya, untuk segera memproses hukum Rocky Gerung karena diduga telah menghina simbol negara dan memprovokasi masyarakat Indonesia

“Hal ini berdampak terjadinya kegaduhan di tengah masyarakat Kalimantan dan Indonesia pada umumnya,” tegasnya.

Aliansi Borneo Bersatu mendukung penuh institusi polri agar dapat mengamankan orang-orang yang memecah belah kesatuan Indonesia.

“Kami warga Kalimantan membuka lebar kesempatan, agar Kalimantan bisa berkembang sehingga menjadikan wilayah Kalimantan menjadi maju,” jelasnya. (sya)

Resmikan Bantuan Rumah Layak Huni di Bontang, Gubernur Isran Noor Apresiasi Kepedulian dan Kontribusi Pupuk Kaltim

0

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) serahkan realisasi bantuan 18 Rumah Layak Huni (RLH) bagi keluarga berpenghasilan rendah di Kota Bontang. Penyerahan ditandai peresmian RLH oleh Gubernur Kaltim Isran Noor, bersama Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman dan Wali Kota Bontang Basri Rase, di Kelurahan Guntung Bontang Utara, Selasa (1/8/2023).

Diungkapkan Qomaruzzaman, bantuan ini wujud kepedulian Pupuk Kaltim sekaligus mendukung program pemerintah untuk menghadirkan hunian layak dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Hal ini sekaligus bentuk dukungan Pupuk Kaltim terhadap langkah Pemprov Kaltim dalam penyediaan rumah layak huni, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Pada program ini Pupuk Kaltim mengalokasikan bantuan Rp2,07 Miliar, dengan persebaran pembangunan rumah di 15 Kelurahan Kota Bontang sesuai data Pemerintah. Program ini pun sebagai upaya bersama memberikan jaminan hidup dan kelayakan, sekaligus meningkatkan kualitas serta derajat masyarakat melalui manfaat perusahaan.

“Realisasi bantuan RLH dari Pupuk Kaltim ini wujud dukungan terhadap langkah Pemprov Kaltim dalam penyediaan rumah layak huni melalui program TJSL perusahaan, sebagai bentuk manfaat bagi masyarakat Bontang,” ujar Qomaruzzaman.

Dijelaskannya, penyediaan rumah layak huni ini sejalan dengan misi Pupuk Kaltim sekaligus implementasi peran perusahaan sebagai agen pembangunan sesuai amanat Kementerian BUMN. Dimana Pupuk Kaltim sebagai perusahaan yang berdiri dan berkembang di Bontang, wajib memprioritaskan warga Kota Taman untuk alokasi bantuan, dengan realisasi program TJSL secara terarah dan berkesinambungan.

Dirinya pun berharap, kontribusi Pupuk Kaltim pada program ini turut mendorong peningkatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat, sekaligus upaya pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial di Kota Bontang.

“Pupuk Kaltim memastikan untuk terus berbuat sekaligus mengambil peran di masyarakat, agar kontribusi dan manfaat perusahaan makin berdampak signifikan terhadap pembangunan di Kalimantan Timur,” tambah Qomaruzzaman.

Gubernur Kaltim Isran Noor, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi Pupuk Kaltim yang telah mendukung program Pemerintah untuk memberikan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Benua Etam, khususnya Bontang.

Dikatakan Isran, Pupuk Kaltim merupakan salah satu perusahaan yang sangat berkomitmen membantu Pemprov Kaltim dalam pembangunan daerah, melihat banyaknya realisasi dan kontribusi yang telah direalisasikan.

“Baik di bidang ekonomi maupun pembangunan, Pupuk Kaltim sejauh ini sudah sangat banyak berkontribusi membantu pemerintah. Ini sangat kami apresiasi, dan bantuan rumah layak huni ini salah satu wujud nyata kepedulian Pupuk Kaltim bagi masyarakat,” kata Isran.

Isran pun mendorong seluruh perusahaan yang ada di Bontang dan Kalimantan Timur bisa mengikuti langkah Pupuk Kaltim dalam mendukung program pemerintah, dengan pembangunan rumah layak huni bagi keluarga berpenghasilan rendah melalui program CSR perusahaan.

Hal ini melihat tingginya potensi CSR perusahaan yang beroperasi di Kaltim, dan diharap bisa dialokasikan dengan lebih tepat sasaran dengan memberikan kelayakan hunian guna mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

“Pemprov Kaltim meminta seluruh perusahaan ikut terlibat dan mendukung program ini melalui alokasi CSR untuk memberi manfaat bagi masyarakat,” tandas Isran.

Salah satu penerima bantuan RLH Umi Sarah, menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang direalisasikan Pupuk Kaltim, sehingga rumahnya yang sebelumnya hangus terbakar bisa kembali berdiri dan layak untuk ditempati. Dirinya menyebut program ini sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu di Kota Bontang.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya program ini. Alhamdullilah rumah kami sudah bisa di tempati dengan layak, semoga yang sudah dilakukan ini menjadi berkah,” ucap Umi Sarah. (adv)

Belum Tobat, Residivis Asal Loktuan Kembali Ditangkap

0
Belum Tobat, Residivis Asal Loktuan Kembali Ditangkap
Ju beserta barang bukti sudah diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang kembali mengamankan seorang pria warga loktuan, Kamis (3/8/2023) pukul 10.00 wita. Pria berinisial Ju ditangkap lantaran diduga terlibat peredaran narkotika.

Parahnya lagi, Ju merupakan residivis kasus yang sama. Ju baru bebas pada 2021 lalu.

Pria 46 tahun tersebut ditangkap saat baru pulang dari rumahnya. Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 5 poket atau 1,73 gram di bawah tumpukan baju dalam lemari.

Selain itu Polisi juga menemukan lima plastik klip, alat hisap, dan dua buah pipet kaca di dekat kandang ayam.

“Pengakuan tersangka, sabu tersebut didapat dari pengedar sekitar Pasar Segiri Samarinda,” ungkap Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasi Humas Iptu Mandiono.

“Sabu itu dibeli seharga Rp 800 ribu “ sebutnya

Kini tersangka telah ditahan di Mapolres Bontang. Dia dijerat pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkasnya. (hms)

Adakah Korelasi Pengadaan Kendaraan Listrik dan Kesejahteraan Masyarakat?

0
Adakah Korelasi Pengadaan Kendaraan Listrik dan Kesejahteraan Masyarakat?
Hafsah. (ist)

Oleh:

Hafsah

(Pemerhati Masalah Umat)

Perkembangan zaman menuntut konsekuensi dari masyarakat, terutama sarana publik yang menjadi tolok ukur bagi kemajuan suatu negara.

Dari laman instagram diketahui, Wali Kota Bontang Basri Rase berencana melakukan pengadaan mobil listrik secara besar-besaran. Rencananya bukan hanya dilingkup pemerintahan saja, namun bakal diberlakukan bagi perusahaan seperti PT Badak LNG, PT Pupuk Kaltim, PT KPI dan IMM.

Hal ini menjadi langkah awal bagi Bontang, untuk perlahan transisi dari kendaraan konvensional berbasis bakar fosil menuju kendaraan listrik. Selain  biaya perawatannya lebih murah, juga lebih ramah lingkungan dengan mengurangi emisi karbon

Pengadaan kendaraan listrik ini merupakan komitmen pihak pemkot guna menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022. Adapun Inpres itu berisi tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) sebagai kendaraan dinas operasional dan atau kendaraan dinas instansi pemerintah pusat dan daerah.

Untuk memastikan Inpres ini dapat secara efektif diimplementasikan di lingkungan instansi pemerintah, mekanismenya telah diberikan. Kendaraan dinas listrik bisa didapat melalui cara beli, sewa atau konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik berbasis baterai. (Kaltimtoday)

Tidak berhenti sampai di situ, dukungan regulasi lain juga disiapkan Pemerintah. Kementerian Keuangan tengah merevisi ketentuan atas pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang berlaku.

Perubahan ditujukan terhadap tarif PPnBM mobil listrik jenis battery electric vehicle (BEV) sebesar 0 persen, sementara mobil listrik hibrida atau hybrid electric vehicle (HEV) tarif pajaknya akan berkisar 5 persen hingga 7 persen.

Perbedaan tarif ini diharapkan dapat mendorong investasi mobil listrik yang lebih besar.

Wacana kebijakan lain yang tengah mengemuka adalah rencana pemberian subsidi bagi pembelian kendaraan listrik baik roda empat atau roda dua.

Untuk mendukung rencana tersebut, maka Menteri ESDM telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Dalam peraturan tersebut dibahas mengenai stasiun pengisian kendaraan listrik umum dan juga stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum untuk kendaraan bermotor listrik yang melingkupi charging station atau alat pengisi daya privat seperti pada showroom, perusahaan swasta, dan rumah tangga. (Bisnis com)

Namun, rencana pengadaan kendaraan listrik khusus daerah Bontang, justru mendapat sorotan tajam dari anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang. Menurutnya, kebijakan ini terlalu terburu-buru dan diambil tanpa melakukan perencanaan matang.

Pengadaan kendaraan listrik, mestinya dimulai dengan pembangunan infrastruktur pendukungnya. (Kaltimtoday)

Aroma Bisnis Pengadaan Kendaraan Listrik

Berkembangnya tren kendaraan listrik di Indonesia saat ini menjadi peluang bisnis baru bagi semua pihak. Peluang bisnis ini tidak hanya terbatas di kota-kota besar saja,  bahkan di daerah Asmat, Papua sendiri porsi penggunaan motor listrik bahkan mencapai 100%.

Berdasarkan roadmap yang disusun Kementerian ESDM, potensi jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2030 mencapai 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik dengan 31.859 unit SPKLU. Jumlah kendaraan listrik ini diharapkan bisa menekan impor BBM sekitar 6 juta kilo liter (kl) pada tahun tersebut.

Melihat peluang tersebut, PLN mengajak semua pihak untuk memanfaatkan ceruk bisnis ini. PLN akan menyediakan Surat Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) milik PLN bagi badan usaha yang ingin bekerja sama, menyiapkan suplai listrik, serta dukungan aplikasi Charge.IN dalam pengelolaan SPKLU.

Sementara mitra dapat berperan sebagai penyedia fasilitas isi daya kendaraan listrik, penyedia lahan maupun properti, serta penyedia operasional dan pemeliharaan SPKLU. (CNBC Indonesia)

Tentu kita sepakat, bahwa ide turunan dari pusat tidak serta merta diterima tanpa melihat kondisi wilayah setempat. Bukan berarti menolak kemajuan dalam transportasi, namun lebih melihat sarana pendukung yang memadai, yakni infrastruktur jalan.

Jika melihat mekanisme yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat dengan menggaet pihak swasta dalam kerjasama melalui PLN, sangat terasa menyengat aroma bisnis mobil listrik ini.

Dunia kapitalis sangat kental dengan aroma cuan, sehingga wacana pengadaan kendaraan listrik menjadi ladang mengeruk keuntungan. Hal ini justru tidak berdampak bagi perubahan hidup sebagian besar masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah

Selain itu, kebutuhan primer masyarakat saat ini justru terjepit akibat naiknya harga sembako. Kebutuhan lain seperti pendidikan dan kesehatan pun masih menuai kritik, sehingga tidak tepat jika saat ini pengadaan kendaraan listrik digenjot karena tidak berdampak samasekali dengan kesejahteraan hidup rakyat.

Belum lagi jalanan banyak yang rusak dengan berbagai faktor, sebagian akibat banjir yang sering melanda tapi permasalahan ini tak pernah tuntas diselesaikan. Ketimpangan akan terlihat akibat hanya sebagian jalur yang bisa dilalui oleh kendaraan listrik.

Mestinya perbaikan ekonomi rakyat lebih diprioritaskan dengan menyediakan lapangan kerja yang memadai, sehingga rakyat mampu mandiri secara ekonomi. Setelah itu, barulah melangkah memikirkan program pengadaan kendaraan listrik.

Infrastruktur Dalam Pandangan Islam

Sebelum memulai pembangunan infrastruktur, tentunya kebutuhan masyarakat yang sangat penting harus didahulukan, mulai dari sandang, pangan, papan dengan memastikan setiap kepala rumah tangga mempunyai penghasilan dari bekerja. Negara wajib menyediakan lapangan pekerjaan karena hal tersebut menjadi kewajiban bagi setiap kepala rumah tangga.

Lalu kemudian negara akan memberikan layanan fasilitas umum dalam bentuk infrastruktur.

Infrastruktur dalam Islam akan diperhatikan pemerataannya, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang urgen dan penting. Bahkan seorang wali/kepala wilayah tertentu dalam Islam yang seharusnya mengajukan dahulu kepada pemimpin atas pengajuan pembangunan infrastruktur di wilayahnya, dibolehkan untuk melakukannya tanpa persetujuan seorang pemimpin kalau memang itu urgen dan penting.

Dana untuk pembangunan infrastruktur tidak ada niat agar bisa kembali modal atau sebagai investasi pemerintah seperti sekarang. Karena pemasukan negara yang berasal dari Baitul Mal sudah cukup banyak, tidak perlu utang atau menarik pajak setiap waktu. Sumber pemasukan tetap negara dalam Islam disimpan di Baitul Mal yaitu dari fai, ghanimah, anfal, usyur, khumus, rikaz, zakat, jizyah, kharaj serta tambang.

Dalam kitab Nidzomul Iqtishadi fil Islam dijelaskan bahwa pengeluaran Baitul Mal ditetapkan sesuai kaidah tertentu ketika ada dan tidaknya kas di Baitul Mal, salah satunya yang berhubungan dengan pembelanjaan untuk kemaslahatan. Misal,  pembuatan rumah sakit baru, yang sebenarnya sudah cukup dengan adanya rumah sakit yang lain.

Hak mendapatkan pembelanjaan untuk keperluan ini ditentukan berdasarkan adanya harta, bukan pada saat tidak adanya. Apabila di dalam Baitul Mal terdapat harta, maka wajib disalurkan untuk keperluan-keperluan tersebut. Apabila di dalam Baitul Mal tidak terdapat harta, maka kewajiban tersebut gugur dari Baitul Mal. Kaum Muslimin juga tidak wajib membayar untuk keperluan ini karena sejak awal pembiayaannya tidak wajib bagi kaum Muslim.

Wallahu a’lam bisshawab