Beranda blog Halaman 774

Pemkot Diminta Apresiasi Tokoh yang Berjasa untuk Bontang

0
Pemkot Diminta Apresiasi Tokoh yang Berjasa untuk Bontang
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang saat diwawancara awak media. (Yusva Alam)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang meminta Pemkot Bontang memberikan penghargaan kepada orang-orang yang pernah berjasa bagi Kota Taman, sebutan Kota Bontang. Utamanya kepada mereka-mereka yang sudah meninggal dunia, agar generasi penerus di Bontang selalu ingat kepada para pahlawan tersebut.

Politisi Partai Nasdem tersebut mencontohkan nama-nama seperti almarhum Wahdiyat, sang pencipta lagu mars Bontang dan almarhum Mantan Wali Kota Bontang, Adi Darma. Keduanya dianggap memiliki banyak jasa bagi masyarakat Bontang.

“Terlepas dari hitam putih mereka-mereka, namun kita harus melihat sumbangsih mereka untuk masyarakat Bontang,” ujarnya.

Dirinya meminta agar para pahlawan atau tokoh tersebut diberi penghargaan berupa nama jalan. Namun ia mengingatkan bukan nama jalan nasional yang diubah, cukup nama-nama jalan di wilayah lokal Bontang yang masih menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Di Samarinda itu ada nama Jalan Ahmad Amin mantan Wali Kota Samarinda, ada juga Jalan Nusyirwan. Di Bontang juga bisa. Cari nama-nama jalan yang tidak berhubungan dengan Bontang, lalu diganti dengan nama-nama tokoh tersebut,” bebernya.

Karenanya dia mendorong agar di tahun 2023 ini saat pemkot sedang membahas anggaran perubahan, wali kota dapat segera mengeluarkan SK terkait masalah ini agar dapat dianggarkan.

“Ada filosofi orang-orang bijak yang mengatakan ‘bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya.’ Nah bisa kita buat untuk versi lokalnya. Selain mengapresiasi, upaya ini sekaligus mengedukasi masyarakat,” tutupnya. (adv/al)

Anak Bawah Umur Dikeroyok di Muara Badak

0
Anak Bawah Umur Dikeroyok di Muara Badak
Ilustrasi kekerasan pada anak dibawah umur. (ist)

BONTANG – Polsek Muara Badak mengamankan dua perempuan di Muara Badak. Mereka terlibat tindak pidana pengeroyokan terhadap anak di bawah umur.

Kejadiannya pada Senin (13/6/2023) pukul 19.00 wita di Desa Tanjung Limau, Muara Badak, Kukar.

“Satu tersangka masih di bawah umur,” ungkap Kapolsek Muara Badak, Iptu Gatot Siswanto.

Awalnya diketahui, korban meminta tolong kepada saksi untuk mengantar dirinya ke rumah neneknya di daerah Santan.

“Tapi tiba-tiba korban dipukul kepalanya,” ujarnya.

Diduga penyebab kejadian itu akibat salah paham antara tersangka dan korban.

“Salah paham, tersangka bilang pernah dijelek-jelekkan korban, tersulut emosi langsung mukul,” jelasnya.

Mereka dijerat pasal 76 C UU nomor 35 tahun 2014 jo Pasal 80 (1) UU nomor 35 Tahun 2014. Dengan ancaman 3 tahun 6 bulan penjara. (hms)

Bontang Bakal Rilis Bakteri Wolbachia Agustus Mendatang

0
Bontang Bakal Rilis Bakteri Wolbachia Agustus Mendatang
Kunjungan Direktur Jendral Pencegahan Penyakit Menular Kementrian Kesehatan dalam rangka Implementasi Bakteri Wolbachia. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Implementasi Bakteri Wolbachia sebagai salah satu cara pencegahan penyakit demam berdarah dilaksanakan Direktur Jendral Pencegahan Penyakit Menular Kementrian Kesehatan. Bontang terpilih menjadi pilot project daerah di Kalimantan untuk metode baru penanganan nyamuk DBD tersebut.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, Bontang menjadi salah satu kota yang dipilih untuk diimplementasikan, karena di Bontang sendiri kasus DBD 3 tahun terakhir kisaran mencapai 100 ribu kasus.

“Juga pada tahun 2015, Bontang sempat tertinggi pertama,” jelasnya saat ditemui media Rabu (14/6/23) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Walaupun kasus di Bontang cukup tinggi, penanganannya sendiri terbilang bagus karena angka kematiannya cukup rendah. Ia sangat mengapresiasi lengkapnya peralatan medis di Bontang dan maksimalnya penanganan DBD.

“Ternyata Bontang lebih maju dari Semarang. Saya salut juga penanganan DBD sangat maksimal, semoga ini berjalan maksimal,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan, metode ini sudah berbasis ilmiah dan sudah dikerjakan oleh Universitas Gadjah Mada. Sudah dilakukan uji coba, sehingga sekarang sudah dilakukan implementasi untuk 6 kota.

Dalam waktu 6 bulan diharapkan populasi nyamuk Wolbachia ini dapat berkembang hingga 80 persen, yang dijadwalkan mulai Agustus mendatang akan dimulai penyebarannya.

Pelepasannya akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan dilakukan di salah satu kecamatan dahulu, karena masih terkendala dipembuatan telur nyamuk.

“Rencananya 3,4 juta telur akan disebar di tiap kecamatan setiap minggunya. Diharapkan akan bekerjasama dengan maksimal dan dapat mengurangi angka DBD di Kota Bontang,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati menambahkan, Juli mendatang akan segera melaksanakan pelatihan untuk kader masyarakat.

“Kami siap dan sebelumnya sudah melaksanakan sosialisasi di tingkat kelurahan. Sebelum pelepasan telur nyamuk wolbachia Agustus, kami akan adakan pelatihan untuk kader masyarakat dan koordinator lapangan,” pungkasnya. (sya)

Sabu Seberat 138,8 Gram Dimusnahkan

0
Sabu Seberat 138,8 Gram Dimusnahkan
Polres Bontang saat memusnahkan barang bukti sabu. (ist)

BONTANG – Polres Bontang memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 3 bungkus seberat 138,8 gram di lobi Polres Bontang, Rabu (14/6/2023).

Pemusnahan barang bukti narkotika ini merupakan hasil pengungkapan kasus pada tanggal 04 Mei 2023 dan 22 Mei 2023. Sabu dimusnahkan dengan cara diblender.

“Disita dari 2 kasus dengan tersangka 3 orang,” ujar Kapolres Bontang, AKBP Yusup Dwi Prastiya.

Dijelaskannya, kasus pertama terungkap pada tanggal 4 Mei 2023. Barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 84,79 gram, dengan tersangka berinisial AF.

Kasus kedua terungkap pada tanggal 22 Mei 2023. Barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 54,1 gram, dengan tersangka berinisial AJ dan JF.

Kapolres mengharapkan partisipasi dari media dan masyarakat luas, untuk segera memberikan informasi atau melaporkan kepada pihak kepolisian, apabila menemukan adanya penyalahgunaan narkoba.

“Kami tetap berkomitmen dan berupaya mewujudkan kota Bontang yang zero narkoba,“ tegasnya.

Lanjutnya, Sat Res Narkoba tidak hanya melakukan penindakan, namun juga melakukan edukasi, imbauan serta pembinaan kepada penyalahgunaan narkoba. (hms)

TP PKK Provinsi Penilaian Dasa Wisma di Kelurahan Belimbing

0
TP PKK Provinsi Penilaian Dasa Wisma di Kelurahan Belimbing
Tim Penilai TP PKK Provinsi saat melakukan penilaian. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Penilaian Lomba Dasa Wisma Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2023, dari Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur dilaksanakan Selasa (13/6/23) di Kelurahan Belimbing.

Kelompok Dasa Wisma Mawar RT 7 Kelurahan Belimbing masuk nominasi dalam 3 besar seleksi administrasi, dan selanjutnya akan dilakukan verifikasi lapangan.

Sekretaris II TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Dian Melati mengatakan, sejauh ini Dasa Wisma RT 7 Kelurahan Belimbing sudah sangat baik, mulai dari administrasi, profil ketua Dasa Wisma dan juga inovasi.

“Penilaian terbesar dalam Dasa Wisma ini adalah Inovasi,  jadi makin banyak inovasi makin banyak nilainya,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada saat penyerahan berkas-berkas administrasi, Kelurahan Belimbing tidak menerima akan ada inovasi yang ditampilkan dalam Dasa Wisma tersebut.

“Jadi ketika kami tinjauan lapangan langsung, ternyata ada dua inovasi yang ditampilkan dari Kelurahan Belimbing,” ucapnya

Terdapat dua inovasi yang ditampilkan berupa tanaman Sorgum yang memiliki banyak manfaat, hingga bisa digunakan sebagai pengganti nasi. Karena Sorgum juga dapat diolah menjadi berbagai macam makanan.

Kemudian, minuman lemon, jahe, madu, yang sebenarnya cukup bagus, hanya saja bahan-bahan yang digunakan tidak semua dari hasil panen sendiri, baru jahenya saja.

“Karena memang kita akan menilai untuk pemanfaatan pekarangannya juga, bahan-bahan yang digunakan tidak dibeli di pasar,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris II PKK Provinsi, Rusmilawati menekankan pemanfaatan pekarangan dalam melakukan inovasi juga menjadi nilai tambahan. Jadi, Dasa Wisma ini merupakan salah satu cara agar keluarga-keluarga dapat melakukan inovasi.

“Kami cukup puas dalam melaksanakan penilaian di Kelurahan Belimbing ini, dan yang paling harus ditekankan lagi adalah tanaman Sorgum itu. Karena memang belum ada yang menggunakannya,” tutupnya. (adv/sya)

Kekerasan Perempuan dan Anak Tinggi Bikin Miris, Perlindungan Harus Sistemis

0
Kekerasan Perempuan dan Anak Tinggi Bikin Miris, Perlindungan Harus Sistemis
Emirza, M.Pd. (ist)

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Berdasarkan data penginputan kasus dalam aplikasi SIMFONI PPA Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim, hingga 1 Mei 2023 ini ada 282 kasus tindak kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak.

Samarinda jadi kota tertinggi kasus kekerasan perempuan dan anak. Mayoritas penyebabnya karena masalah sosial.

Rinciannya adalah Berau 3 kasus, Balikpapan 39 kasus, Bontang 25 kasus, Samarinda 157 kasus, Kutai Barat 5 kasus, Kutai Kartanegara 16 kasus, Paser 8 kasus dan Penajam Paser Utara 7 kasus. Kasus terbanyak terjadi di Kota Samarinda, 157 kasus. Hanya Mahakam Ulu yang tidak ada catatan kasus. (headlinekaltim.co, 30/5/2023)

Senada dengan kasus diatas, Polsek Bontang Selatan berhasil meringkus seorang pemuda yang melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap anak di bawah umur. Kejadiannya pada Kamis 8 Juni 2023 pukul 02.30 Wita.

Kala itu dikatakan Kapolsek Bontang Selatan AKP Abdul Khoiri, mereka minum tuak bersama. Namun karena masalah sepele, tersangka kemudian memukul dan mendorong korban ke laut. (radarbontang.com, 9/6/2023)

Akar Masalah

Hampir semua kasus kekerasan selalu dipicu oleh kondisi labil psikis si pelaku. Kondisi psikis ini dipicu oleh banyak faktor, mulai dari faktor ekonomi, kekecewaan terhadap perilaku korban atau akibat disharmoni relasi interpersonal maupun relasi sosial, atau akibat paparan perilaku kekerasan yang kerap dipertontonkan oleh media.

Semua ini, diperparah oleh hilangnya fungsi kontrol masyarakat, serta lemahnya sistem pendidikan dan sistem hukum kita, yang membuat kekerasan demikian mudah dilakukan.

Kesempatan berbuat jahat semakin terbuka lebar, tanpa ada yang mencegah dan tanpa ada kekuatan hukum yang mampu membuat siapa pun berpikir ulang, untuk melakukan berbagai bentuk tindak kekerasan.

Dengan adanya fenomena ini, tingginya kasus kekerasan tidak berdiri sendiri, tetapi ada masalah sistemis sebagai konsekuensi logis dari penerapan sistem hidup yang salah, yang bersifat sekuler liberalistik.

Penerapan sistem sekularisme liberallah yang menjadi biang merebaknya kekerasan, dan memunculkan banyak kerusakan lain di tengah masyarakat. Sistem ekonomi yang lahir darinya terbukti sangat eksploitatif dan memiskinkan.

Masalah ini terjadi karena semua upaya tidak menyentuh akar persoalan. Penyelesaian berputar pada penanganan kasus, tetapi membiarkan sebab utamanya, yaitu tatanan kapitalisme.

Penerapan sistem ekonomi kapitalisme yang lahir dari asas sekularisme liberalisme, menjadikan sumber-sumber ekonomi hanya dikuasai para pemilik modal sampai kesejahteraan rakyat sulit diwujudkan.

Begitu juga dengan sistem sosial. Relasi manusia dalam masyarakat sekuler liberal hanya dibangun dengan asas manfaat dan kebebasan, bukan asas kemanusiaan, apalagi nilai-nilai ruhiyah dan moral yang memuliakan peradaban.

Akibatnya, hubungan personal menjadi kering dari nilai-nilai kebaikan. Semua diabdikan untuk memuaskan nafsu dan keserakahan. Hingga segala bentuk kerusakan dengan mudah merebak, bahkan menjadi kebiasaan, termasuk kekerasan.

Para penguasa yang dininabobokan dengan sistem politik hipokrit, yang mengabdi pada kepentingan pemilik modal. Maka wajar, jika para penguasa hanya sibuk melakukan pencitraan. Tidak peduli apakah rakyat sejahtera ataukah tidak. Dalam keadaan baik atau tidak.

Akibatnya, penguasa tidak peduli bahwa kebijakan-kebijakan yang mereka keluarkan menzalimi rakyat dan memicu stress sosial yang bersifat massal. Mereka tidak peduli bahwa tayangan media massa dan budaya yang mereka biarkan merebak bisa membahayakan moral anak-anak bangsa.

Jika sistem pendidikan yang diterapkan juga tidak mampu membentengi mereka dari kerusakan. Mereka, para penguasa ini, hanya peduli dan bangga dengan capaian-capaian pembangunan fisik semata. Sementara itu, di saat yang sama kebijakan lainnya justru mendekonstruksi peradaban masa depan bangsa.

Sistem Islam

Sistem Islam akan menjamin terpenuhinya pemuasan semua kebutuhan primer setiap individu warga negara. Kebutuhan sekunder juga terpenuhi sesuai kadar kemampuannya yang dituntut kehidupan yang layak. Ini akan mewujudkan jaminan kesejahteraan sekaligus menyelesaikan kemiskinan secara sistemis

Maka, umat membutuhkan perubahan mendasar dan menyeluruh, bukan hanya perubahan parsial dan tambal sulam. Perubahan dimaksud adalah perubahan sistem, dari sistem sekuler yang menafikan peran Sang Pencipta kehidupan kepada sistem Islam.

Hanya sistem Islam yang memiliki seperangkat aturan, yang bersifat preventif dan kuratif sehingga mampu melindungi masyarakat dari segala bentuk tindak kekerasan, dan kejahatan lainnya.

Seperangkat aturan tersebut ada yang menyangkut benteng diri, berupa akidah dan pemahaman hukum syarak yang memungkinkan seseorang memiliki ketahanan ideologis dan tercegah dari perbuatan kriminal, baik sebagai pelaku maupun korban.

Sistem Islam berfungsi sebagai benteng umat, berupa sistem ekonomi dan sosial, sistem politik dan hukum, serta sistem-sistem lainnya yang mencegah kerusakan, menjamin ketentraman hidup dan menyejahterakan.

Perlindungan hakiki terhadap anak dan perempuan hanya akan diperoleh ketika syariat Islam diterapkan secara kafah. Islam mewajibkan negara menjamin kesejahteraan rakyatnya, termasuk anak-anak dan perempuan, sehingga dapat hidup aman, tumbuh dan berkembang sempurna.

Rasulullah saw. bersabda, “Hendaknya kamu bersikap lemah lembut, kasih sayang, dan hindarilah sikap keras dan keji.” (HR Bukhari)

Islam juga menetapkan adanya keimanan kepada Allah dan Hari Akhir sehingga setiap individu menyadari adanya pertanggungjawaban kepada Allah. Dengan ketakwaan yang kuat, semua individu akan senantiasa memberikan perlindungan terbaik untuk anak-anak dan perempuan.

Ketakwaan ini juga yang membuat penguasa membuat dan menerapkan aturan yang memastikan semua anak dan perempuan terhindar dari segala bentuk kekerasan, serta melindungi dari berbagai ancaman. Maka, penerapan sistem Islam adalah jaminan perlindungan anak secara hakiki dalam kehidupan.

Wallahualam.

Pelaku UMKM Belajar Digitalisasi Usaha

0
Pelaku UMKM Belajar Digitalisasi Usaha
Asisten II saat memberikan arahan pada pelatihan manajemen digitalisasi UMKM. (Yahya/Media Kaltim)

BONTANG – Diskop UKMP Bontang mengadakan pelatihan dan pendidikan bagi 70 pelaku UMKM di Bontang, mengenai strategi penguatan manajemen digitalisasi UMKM, yang berlangsung Selasa (13/6/2023) di Hotel Andika.

Kadiskop UKMP, Kamilan mengatakan, melalui pelatihan ini para peserta ke depannya dapat menambah keterampilan, sehingga dapat menunjang tambahan penghasilan bagi pelaku-pelaku usaha.

“Kami berharap peserta dapat menanyakan hal-hal mengenai bagaimana menambah omset pelaku usaha,” tambah Kamilan.

Sementara mewakili Wali Kota Bontang, Asisten II Pemkot Bontang, Lukman mengatakan, dalam pelatihan ini, peserta akan diberikan materi mengenai penguatan manajemen digitalisasi.

“Nantinya bagaimana produk-produk UMKM akan dijual melalui digitalisasi Marketplace,” kata Lukman, Selasa (13/6/2023).

Diskop UKMP Bontang turut peduli kepada pelaku usaha mikro dengan melaksanakan pelatihan-pelatihan berbasis UMKM.

“Melihat materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi pelaku-pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas SDM. Ini merupakan komitmen pemerintah dalam wujud visi misi Kota Bontang,” jelas Lukman.

Pemateri dari Konsultan Pendamping Koperasi dan UMKM, Disperindakop UKM Kaltim, Zulkifli menjelaskan, bahwa materi yang disampaikan yakni mengenai permasalahan-permasalahan optimalisasi dalam dunia digitalisasi seperti digitalisasi keuangan dan digitalisasi produk.

“Jumlah UMKM sangat beragam. Saya melihat yang mengikuti pembinaan dari berbagai UMKM. Tinggal bagaimana optimalisasi digital yang sudah menggunakan ditingkatkan lagi penggunaannya dalam berjualan,” ungkap Zulkifli. (yah)

14 Fotografer se-Bontang Berjuang Dapat Sertifikasi Profesi

0
14 Fotografer se-Bontang Berjuang Dapat Sertifikasi Profesi
Dispopar, LSP ISI Yogyakarta, dan peserta berfoto bersama usai acara pembukaan. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang menggelar standarisasi usaha dan sertifikasi profesi di bidang ekonomi kreatif, bimtek dan uji kompetensi fotografer, Senin dan Selasa (12-13/6/2023) di Taman Mangrove TNK, Salebba.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 14 fotografer se-Bontang, yang akan berjuang meraih sertifikasi kompetensi bagi profesi fotografer. Dimana lembaga penguji berasal dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSB) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Andi Nur Fatmawati, PLH Kabid Pariwisata Dispopar dalam sambutannya menyatakan, bahwa kegiatan ini merupakan komitmen pemkot dalam menjalankan amanah Permendagri Nomor 90 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah, serta menjelang pasca migas dan minerba yang produksinya menurun, sehingga prioritas pembangunan mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Bontang memiliki keindahan alam yang beraneka, mulai dari bird watching, susur Sungai Kanibungan, human interest Bontang Kuala, hingga keindahan bawah laut menjadi obyek wisata yang sangat indah untuk diabadikan,” beber Andi Nur.

Dirinya pun meminta agar peserta ujian mengikuti program ini dengan sungguh-sungguh, sehingga layak mendapatkan sertifikat yang menyatakan bahwa berkompeten di bidang fotografi.

Sementara itu, Pamungkas Wahyu Setyanto, Direktur LSP ISI Yogyakarta menegaskan, bahwa pihaknya hanya sebagai penguji kompetensi. Mulai dari memberikan pelatihan hingga pengujian.

Pihaknya tidak berhak memberikan penilaian atau syarat kelulusan. Hanya Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang berhak menyatakan kelulusan dan mengeluarkan sertifikat.

“LSP ini kepanjangan tangan dari BNSP. Penentunya dari BNSP,” ujarnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang terjalin antara pihaknya dengan Dispopar Bontang. Berharap agar kerjasama itu terus berjalan lancar. (adv/al)

Kadispopar Hadiri Pembukaan Turnamen Bulutangkis Kapolres Bontang Open 2023

0
Kadispopar Hadiri Pembukaan Turnamen Bulutangkis Kapolres Bontang Open 2023
Turnamen Bulutangkis Kapolres Bontang Open Tahun 2023 diadakan di Lapangan Badminton Hall Town Center PT Badak LNG. (ist)

BONTANG – Kepala Dinas Olahraga Pemuda dan Pariwisata (Kadispopar) Bontang, Ahmad Aznem menghadiri pembukaan Turnamen Bulutangkis Kapolres Bontang Open Tahun 2023 di Lapangan Badminton Hall Town Center PT Badak LNG, Senin (12/6/2023) malam.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bahayangkara ke-77. Agenda ceremonial dibuka langsung Pemerintah Kota Bontang yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, Aji Erlinawati.

Pemkot Bontang menyambut baik kegiatan ini. Selain sebagai ajang perlombaan, turnamen ini menjadi wadah silaturahmi antar sesama. Bahkan, menjadi salahsatu komitmen bersinerginya Pemkot Bontang dan kepolisian dalam mempromosikan olahraga dan membangun harmoni dengan masyarakat.

“Kegiatan ini bukti sinergi pemkot dan kepolisian memajukan olahraga di Bontang,” ujarnya.

Harapannya, melalui turnamen ini bisa memacu semangat para atlet muda dan berbakat untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, serta menginspirasi generasi muda Kota Bontang untuk terus berprestasi dan berkembang.

“Semoga semakin banyak prestasi yang diukir dengan berbagai event lomba yang diadakan,” pungkas Aji. (al/adv)

Pamit Ngopi, Berawal dari Home Brewers Menjelma Jadi Coffee Shop

0
Pamit Ngopi, Berawal dari Home Brewers Menjelma Jadi Coffee Shop
Komunitas Kopinicus berkunjung ke Pamit Ngopi. (anjas/Kopinicus)

BONTANG – Komunitas Kopinicus kembali menjalankan agenda rutinnya, yaitu catatan kopinicus. Di program kali ini, Kopinicus berkunjung sekaligus silaturahmi ke Coffee Shop Pamit Ngopi di Jalan HM Ardans, Pisangan, Minggu (11/6/2023).

Kunjungan mereka disambut langsung oleh Ramdani Ade Kosasih atau biasa dipanggil Kang Dani, pemilik Pamit Ngopi.

Diceritakan Kang Dani, Pamit Ngopi ini berawal dari home brewers atau aktivitas menyeduh kopi sendiri dan diminum sendiri untuk seluruh anggota keluarga.

Ada 2 alasan diberi nama Pamit Ngopi. Pertama, karena anak Kang Dani dulu sempat berjualan makanan menggunakan food truck di Bandung, sebelum memutuskan berhenti dan pamit dari usaha makanannya untuk pamit pindah ke Bontang.

Alasan kedua karena terinspirasi dari banyaknya kucing di rumah yang sering datang dan pergi tanpa Pamit. Maka logo pertama Pamit Ngopi bergambar tangan kucing yang sedang dadah.

“Logo sekarang menunjukan gambar tangan sedang pamit. Kok ya kebetulan pas pandemi gaya bersalamannya seperti di logo itu,” ujar Kang Dani.

Pamit Ngopi dirintis tahun 2019. Hanya dikonsumsi sekitaran Kompleks PC PT Badak Bontang. Pelangganya hanya tetangga dan teman kerja yang mesan untuk dibungkus buat diminum sambil kerja.

Januari tahun 2020, mulai dibuka Coffee Shop Pamit Ngopi di Pisangan. Tapi berjalannya waktu muncul pandemi covid-19. Menjadi tantangan tersendiri dalam mengelola usaha.

“Alhamdulillah sampai hari ini bisa tetap bertahan,” imbuhnya.

Menurut Kang Dani, awalnya Pamit Ngopi ingin punya konsep yang simpel. Ngopi dengan bebas, dimana minum dan mesan kopi di Pamit Ngopi, serta bisa bawa makan dari luar. Lebih mirip dengan kedai kopi yang tidak ada wifi, dan para pelanggan saling ngobrol satu sama lain, entah itu membahas kerjaan, politik, ekonomi negara bahkan jadi area untuk ajang stand up comedy. Tapi berkembangnya zaman dan mengikuti permintaan pelanggan, akhirnya memiliki konsep cafe sampai sekarang.

“Di Bontang ini penikmat manual brew ini sangat jarang banget. Makanya sangat bagus adanya kompetisi atau event seduh rusuh seperti yang diadakan Kopinicus,” serunya.

Katanya, Pemerintah Kota Bontang juga bisa berpartisipasi mengembangkan UMKM. Apa lagi di Pisangan ini didominasi oleh kuliner. Akan lebih baik jika dapat perhatian untuk bikin jadi wilayah festival kuliner di Bontang.

Salahsatu menu favorit di Pamit Ngopi adalah kopi ardan (kopi aren pandan), lantaran paling sering diorder pelanggan. Baik diminum di café atau dibawa pulang.

“Termasuk Triple S. Spesial bukan karena best seller, tapi hanya diorder oleh customer terbatas,” imbuhnya.

Sementara untuk menu makanan di Pamit Ngopi, rata-rata adalah menu yang awalnya dikonsumsi untuk keluarga di rumah yang jadi ide untuk disiapkan di café, salah satunya ada patty toast. Dimana pattynya atau dagingnya dibuat sendiri di rumah dengan roti bukan roti burger tapi roti tawar.

Patty toast ini paling banyak diorder oleh beberapa perusahaan untuk kebutuhan rapat.

“Pernah ada dalam satu kesempatan order Patty Toast 500 porsi dalam satu hari untuk acara suatu perusahaan,” ungkap Kang Dani.

Menurut Kang Dani, tantangan di bisnis food and beverage ini emang cukup susah, lantaran tidak bisa memastikan apakah pengunjung akan menjadi pelanggan tetap atau sekali datang saja. Menurutnya, di Bontang ini cukup unik pelangganya, banyak jenis dan lengkap banget karakteristik pelanggan yang ada di Bontang.

“Jika ada tempat baru buka, maka satu sampai dua bulan bakal rame banget dan setelah itu mulai sepi. Hal itu yang harus diperhatikan, agar bisa bertahan dalam menjalankan usaha di food and beverage ini,” ucapnya.

“Harapan saya untuk Kopinicus, kegiatan bagus seperti ini rutin dilakukan. Sebagai wadah bersilaturahmi antar teman-teman kopi di Bontang, Selain itu Kopinicus ini ke depannya mungkin bisa membagikan info terkait supply chain, buat membantu industri kopi di Bontang,” harap Kang Dani.

Tagline Pamit Ngopi….”Jangan Lupa Pamit….Sebelum Pergi Ngopi,” Pungkasnya. (*)