Beranda blog Halaman 775

Tertangkap Basah Miliki Sabu 5,52 Gram, Warga Loktuan Diamankan Polisi

0
Tertangkap Basah Miliki Sabu 5,52 Gram, Warga Loktuan Diamankan Polisi
Barang bukti yang berhasil diamankan di Mapolres Bontang. (ist)

BONTANG – Seorang pria berinisial Is (30) salah satu warga Loktuan, tertangkap basah saat hendak mengambil sabu, Selasa (7/5/2024) kemarin, sekitar pukul 21.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan mengatakan, jika di Jalan Cipto Mangunkusumo, RT.42, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, sering dijadikan tempat transaksi barang haram jenis sabu.

“Kami langsung melakukan penyelidikan, dan mencurigai seorang yang berada di atas motor di lokasi tersebut,” ucapnya.

Saat dilakukan penggeledahan badan dan pakaian, ditemukan satu poket sabu seberat 5,52 gram.

“Dirinya mengaku sabu tersebut miliknya, dan diambil dengan cara jejak,” paparnya.

Kini barang bukti yang telah diamankan berupa satu bungkus plastik berisikan sabu seberat 5,52 gram, satu celana jeans pendek, satu bungkus teh kotak, satu lembar kertas rokok, satu handphone merek Samsung, dan satu unit motor Yamaha R15.

“Tersangka dan barang bukti sudah berada di Mapolres Bontang, dan sabu yang didapat masih kami dalami,” tambahnya.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) Undang-undang Ri nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Asah Kemampuan Penyelesaian Masalah, ASN Pemkot Bontang Dilatih Problem Solving

0
Asah Kemampuan Penyelesaian Masalah, ASN Pemkot Bontang Dilatih Problem Solving
Kegiatan pelatihan problem solving di Ballroom Hotel Grand Equator. (ist)

BONTANG – Kemampuan problem solving penting dimiliki seorang ASN agar dapat membantu menentukan sumber masalah dan menemukan solusi yang efektif dalam lingkup bidang tugasnya masing-masing.

Dalam dunia kerja pengambilan keputusan merupakan hal yang sangat penting dan menjadi salah satu kunci dalam manajemen, oleh karena itu sangat erat kaitannya untuk memiliki kemampuan yang kreatif dalam menganalisa dan memecahkan sebuah permasalahan di tengah semakin kompleksnya tantangan dalam pelayanan publik, karena hasilnya sangat berdampak pada roda organisasi.

Dengan dasar pertimbangan di atas, Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan kegiatan pelatihan Problem Solving yang diperuntukkan bagi sekretaris, kasubbag umum, Analis Sumber daya Manusia dan pelaksana pengelola kepegawaian dari seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan dan UPT se Kota Bontang.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 6 dan 7 Mei 2024 ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Setda, Drs. Ahmad Suharto, M.Si, bertempat di Ballroom Hotel Grand Equator Bontang.

Kegiatan ini menghadirkan 3 orang narasumber yang kompeten, yakni:
– Dr. Andi Taufik, M.Si (Kepala Puslatbang KMP LAN Makassar)
– Hj. Nurwahyudianti, SS.M.HRM, IR (Koordinator Bidang Pelatihan dan Pengembangan Puslatbang KMP LAN Makassar)
– Selamat Said Sanib, S.Pd.I, CH, CHt,C.PS, AAAIJ (budayawan dan penulis terkemuka di Kalimantan Timur).

Dalam sambutannya Ahmad Suharto, menyampaikan, bahwa kemampuan dalam memecahkan masalah merupakan salah satu aspek yang sangat dibutuhkan untuk mengelola organisasi. Dengan teknik problem solving yang baik dan tepat maka perlunya suatu keterampilan soft skill yang harus dimiliki dalam memecahkan sebuah persoalan, kecermatan dalam mengidentifikasi masalah dan potensi serta penentuan alternatif solusi.

Oleh karena itu, sangat perlu dipelajari teknik-tekniknya, dan bagaimana langkah-langkahnya serta solusi alternatifnya. Harapannya dapat membawa untuk bisa berfikir out the box, adil, adaftif, agile, kritis dan inovatif dalam menghadapi dinamika organisasi dalam rangka memberikan layanan yang cepat dan excellent.

“Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode pembelajaran klasikal. Oleh karena itu pula melalui kegiatan pelatihan ini kepada seluruh peserta agar dapat berpartisispasi aktif mengikuti kegiatan hingga selesai dan dapat mengaktualisasikan atau mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan trik-triknya yang saudara dapatkan ketempat kerja khususnya, agar terwujud Kota Bontang yang Hebat dan beradab,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Bontang Drs. Sudi Priyanto, M.Si menyampaikan hal senada, dalam laporannya, bahwa di dalam RPJMN tahun 2020-2024, pengembangan SDM menjadi salah satu program prioritas presiden dalam rangka meningkatkan kualitas SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

Hal ini diperkuat dengan UU Nomor 20 tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara yang mewajibkan kepada setiap ASN untuk melakukan pengembangan kompetensi. Pengembangan Kompetensi pegawai yang dilakukan secara terus menerus agar tetap relevan dengan tuntutan organisasi.

“Pengembangan dimaksud dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan antara lain pendidikan dan pelatihan, seminar, kursus, penataran dan lain sebagainya,” ungkap Sudi.

Oleh karena itu dalam mendukung pengembangan Sumber Daya Aparatur Pemerintah Kota Bontang, hal tersebut menjadi program kepala daerah melalui rencana aksi wali kota untuk mendukung Kota Bontang sebagai Kota Pariwisata yang Hebat dan Beradab.

Rencana Aksi ini menjadi fokus rencana pengembangan SDM bagi ASN di Kota Bontang salah satunya adalah melalui Pelatihan Problem Solving.

“Dan ini sekaligus menindaklanjuti hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Komptensi (AKPK) yang telah dirumuskan hasilnya pada tahun lalu,” pungkasnya. (adv)

Editor: Yusva Alam

Pemkot Gelar Pekan UMKM Hebat, Feel Koplo Jadi Bintang Tamu

0
Pemkot Gelar Pekan UMKM Hebat, Feel Koplo Jadi Bintang Tamu
Banner Pekan UMKM Hebat. (DKUMPP)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar Pekan UMKM Hebat mulai Rabu (8/5/24) hingga Minggu (12/5/24) di Lapangan Bessai Berinta Lang-lang.

Setelah sebelumnya pemkot melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang telah melaksanakan Gebyar UMKM, kini mereka melanjutkan kembali kegiatan tersebut.

Wali Kota Bontang Basri Rase mendukung penuh kegiatan yang mendorong kemajuan untuk UMKM Bontang ini. Ia berharap kegiatan ini berdampak untuk kemajuan ekonomi masyarakat Bontang.

“Masyarakat Bontang mari ramaikan dagangan UMKM kita,” ujarnya.

Kepala Dinas DKUMPP, Kamilan mengatakan, agenda ini akan menghadirkan band ibu kota. Band itu bernama Feel Koplo. Masih seperti agenda sebelumnya, Pemkot Bontang menyiapkan setidaknya 30 tenan.

“Semua tenan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis. Termasuk tiket masuk,” ujarnya

Kamilan menambahkan, bahwa seluruh UMKM tidak ada yang sepi, hal ini menunjukkan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi dalam memeriahkan kegiatan tersebut. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Ingin Tambah Alat Pemadam, Disdamkartan Bakal Ajukan Pembangunan Pos

0
Pemkot Bontang Ingin Tambah Alat Pemadam, Disdamkartan Bakal Ajukan Pembangunan Pos
Sarkani, Kabid Pengendalian Operasional Disdamkartan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Tahun depan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang ingin menambah sarana dan prasarana untuk alat pemadam. Karena belakangan ini, banyak sekali kasus kebakaran lahan dan pemukiman di Bontang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Operasional Disdamkartan Kota Bontang, Sarkani menyatakan, dengan adanya penambahan alat pemadam, otomatis akan ada penambahan pos. Untuk perencanaan pun, Disdamkartan Bontang ingin membangun pos di Guntung dan juga di Bontang Kuala.

“Bu Najirah ingin ada pos damkar di daerah Guntung. Karena memang daerah sana sangat jauh, pos damkar yang dari Loktuan saja membutuhkan waktu sekitar 20 menitan untuk ke Guntung. Jadi untuk perencanaan membangun pos di Guntung masih tahap pengajuan,” ucapnya saat di wawancarai, Selasa (7/5/2024).

Tidak hanya pengajuan untuk pembangunan pos di Guntung saja, akan tetapi Disdamkartan Bontang juga ingin membangun pos di wilayah perairan, yakni di Bontang Kuala.

“Kalau dari kami, ingin mempunyai pos di wilayah perairan. Seperti halnya saat terjadi kebakaran di Bontang Kuala waktu lalu. Jika ada pos di sana, otomatis saat terjadi kebakaran kami bisa langsung bergerak cepat dengan peralatan yang ada, karena mobil tidak bisa masuk ke dalam,” jelasnya.

Dijelaskan jika akan ada penambahan pos dan alat pemadam, pastinya juga akan ada penambahan untuk para personel. Karena setiap pos terdiri 7 petugas damkar saat sedang berjaga.

“Petugas piket maksimal 7 petugas, begitu terus saat pergantian shift. Jadi bisa dibilang untuk satu pos terdiri sekitar 25-28 petugas,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Masuk Musim Penghujan, Warga Bontang Diimbau Siaga Banjir

0
Masuk Musim Penghujan, Warga Bontang Diimbau Siaga Banjir
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Eko Mashudi. (ist)

BONTANG – Berdasarkan Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di Kalimantan Timur, termasuk Bontang berpotensi curah hujan tinggi. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Eko Mashudi.

Memasuki Bulan Mei 2024, Bontang memiliki curah hujan yang tinggi. Sehingga, BPBD Kota Bontang mengimbau masyarakat untuk waspada bencana hidrometeorologi.

“Dari pantauan BMKG cuaca di Kalimantan Timur, termasuk Bontang yang berpotensi curah hujan tinggi, masyarakat harus siaga,” ujarnya.

Ia mengungkap seperti tahun lalu, beberapa wilyah Bontang selalu jadi langganan banjir dan tanah longsor. Bahkan, berpotensi angin puting beliung. Walaupun, penanggulangan banjir telah menjadi program pemerintah, namun beberapa titik banjir tetap melanda daerah tersebut.

“Kalau banjir rob di daerah Bontang Kuala dan Kelurahan Api-api mungkin tidak bisa dihindari. Jadi tetap awas diri,” lanjutnya.

Selain itu, masyarakat bisa melakukan pembersihan lingkungan dan memperbaiki saluran air dari tumpukan sampah. Sebab, dampak dari musim penghujan ini, ditambah genangan sampah adalah timbul wabah penyakit Demam Berdarah (DBD).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sigit Alfian Resmi Pensiun Dini Sebagai ASN, Mantap Maju Pilkada

0
Sigit Alfian Resmi Pensiun Dini Sebagai ASN, Mantap Maju Pilkada
Sigit Alfian Resmi Pensiun Dini Sebagai ASN. (ist)

BONTANG – Sigit Alfian memantapkan dirinya untuk maju ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Hal itu ia ungkapkan saat dihubungi redaksi, Selasa (7/5/24).

Ia resmi mengundurkan diri per 3 Mei lalu. Mantan Kepala Kesbangpol yang sempat di non aktifkan sebagai ASN ini memilih pensiun dini. Ia telah menerima SK Wali Kota dan persetujuan BKN (Badan Kepegawaian Negara).

“Saya kan di non aktifkan sebagai ASN setahun, sementara tahun depan saya sudah pensiun, jadi saya pensiun dini dan fokus untuk pilkada,” ujarnya.

Dengan keputusan ini Sigit merasa lebih leluasa dalam berpolitik. Meski telah mempersiapkan secara independen melalui Ikapakarti, dirinya dengan pihak partai juga makin intens berkomunikasi. Karena Ikapakarti merupakan pendukung pertama yang ingin Sigit menjadi wali kota.

Dilanjutkan Sigit, bahwa ia benar-benar memikirkan tentang masa depan Kota Bontang. Ia mengaku sudah mempersiapkan visi misi untuk maju membangun Bontang.

“Bagaimana demografi kita, angka pengangguran berkurang, kemiskinan berkurang, bagaimana Indonesia emas bisa terwujud, itu yang terpenting sekarang,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kakek Penerima Rantang Kasih di Telihan Ditemukan Meninggal di Rumahnya

0
Kakek Penerima Rantang Kasih di Telihan Ditemukan Meninggal di Rumahnya
Proses evakuasi AS disaksikan warga sekitar. (Dok).

BONTANG – Seorang pria lanjut usia berinisial AS (71) ditemukan meninggal dunia di rumahnya, yang beralamat di Jalan Tarakan, RT.14, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Senin (6/5/2024) kemarin, sekitar pukul 16.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kapolsek Bontang Barat, Iptu Hadi Ismoyo menjelaskan, kondisi meninggalnya lansia itu saat seorang kurir ingin mengantarkan makanan ke rumahnya. Namun sudah menemukan AS dalam keadaan kondisi terlentang dan tidak bergerak.

Selanjutnya, dari pihak kecamatan langsung menghubungi puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Pas diperiksa, ternyata sudah meninggal dunia,” ucapnya.

Kemudian dari pihak keluarga almarhum merasa tidak keberatan dan tidak menolak untuk dilakukan otopsi.

“Ternyata selama ini almarhum sudah sakit,” jelasnya.

Perlu diketahui, AS merupakan penerima program rantang kasih. AS tinggal hanya seorang diri. Pihak keluarga pun membawa almarhum pulang ke rumahnya untuk dimandikan dan dikuburkan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Minim Sarana dan Prasarana, BPBD Bontang Ingin Miliki Drone dan Mobil Tangki

0
Minim Sarana dan Prasarana, BPBD Bontang Ingin Miliki Drone dan Mobil Tangki
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang merasa masih sangat minim memiliki sarana dan prasarana, sebagai penunjang ketika bertugas di lapangan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi mengungkapkan, untuk saat ini petugas sangat memerlukan peralatan yang lengkap saat bertugas, sehingga BPBD Bontang membuat pengajuan ke Pemerintah Kota (Pemkot) untuk penambahan alat seperti drone, selang, dan juga mobil tangki.

“Kami masih banyak kekurangan untuk alat pemadaman. Maka dari itu, kami mengajukan untuk penambahan alat,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (6/5/2024).

Menurutnya saat ini drone sangat dibutuhkan, ketika selang sulit menjangkau jarak yang cukup jauh dan mobil tangki tidak bisa masuk ke lokasi lahan terbakar, dengan adanya drone bisa untuk menyiramkan cairan kimia agar mengurangi asap dan kobaran api.

“Setidaknya jika ada drone, bisa mengurangi kebakaran lahan yang sulit dijangkau. Ketika sudah bisa mengurangi asap dan api, barulah petugas masuk ke lokasi untuk pemadaman total,” paparnya.

Selain drone mobil tangki menjadi kebutuhan kedua, dimana Petugas BPBD Bontang masih kewalahan saat kehabisan air, mau tidak mau harus bolak-balik untuk melakukan pengisian ulang.

“Sampai saat ini pun, kami tidak memiliki mobil tangki yang bisa tetap stay, saat mobil tangki yang lain melakukan pengisian ulang. Jadi kami masih harus bolak-balik pengisian,” tambahnya.

Bahkan tak segan-segan saat petugas BPBD tidak mampu menghandle kebakaran lahan, mereka meminta bantuan kepada Disdamkartan untuk membackup. Karena selain peralatan mereka yang banyak, jumlah personel pun mencukupi.

“Selain kami keterbatasan alat, petugas kami juga tak sebanyak damkar. Dimana kami hanya beranggotakan kurang lebih 40 orang saja,” jelasnya.

Eko sangat berharap untuk pengajuan alat yang dibutuhkan segera direalisasikan oleh pemkot, agar saat bertugas tidak mengalami kendala dan kekurangan saat di lapangan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ketahuan Mengetap BBM di SPBU KM 3, Warga Loktuan Diamankan Polisi

0
Ketahuan Mengetap BBM di SPBU KM 3, Warga Loktuan Diamankan Polisi
Barang bukti yang bèrhasil diamankan polisi. (ist)

BONTANG – Satreskrim Polres Bontang kembali berhasil mengamankan pelaku pengetap Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

Pelaku diketahui seorang pria berinisial Hu (46), salah satu warga Loktuan. Diamankan usai kedapatan mengantri di SPBU KM 3 Bontang, Jalan Arif Rahman Hakim, Minggu (5/5/2024) kemarin, sekitar pukul 18.30 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim, Iptu Hari Supranoto menjelaskan, saat pihaknya patroli telah mencurigai mobil Avanza yang mengisi BBM. Setelah keluar dari SPBU KM 3, anggota Unit II Tipidter melakukan pembuntutan.

Saat supir Avanza itu sedang melakukan pengetapan di sebuah warung yang berada di Jalan Kapal Layar, Gang III, RT.21, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, anggota Unit II Tipidter langsung mendatangi dan menginterogasi pelaku.

“Saat ketahuan, pelaku langsung kami amankan,” ucapnya.

Barang bukti yang telah diamankan berupa satu jerigen kapasitas 30 liter, satu jerigen kapasitas 5 liter, satu jerigen kosong kapasitas 5 liter, satu baskom berukuran besar, satu baskom berukuran sedang, satu barcode MyPertamina, satu handphone merek Samsung, tiga corong, dan satu unit mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi KT 1185 DR.

“Pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Bontang,” tambahnya.

Tersangka dikenakan pasal 40 angka 9 UU RI nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang atas perubahan ketentuan Pasal 55 UU RI nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.

“Dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

BPBD Bontang Gelar Kajian Risiko Bencana, Himpun Data Bencana yang Terjadi di Bontang

0
BPBD Bontang Gelar Kajian Risiko Bencana, Himpun Data Bencana yang Terjadi di Bontang
BPBD Kota Bontang gelar KRB, di Aula Dispopar. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, menggelar Kajian Risiko Bencana (KRB), yang berlangsung di Aula Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar), pada Senin (6/5/2024).

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi menyatakan, kegiatan ini berlangsung untuk menghimpun bencana yang sering terjadi di Bontang. Nantinya akan dihimpun oleh rekan-rekan dari Universitas Mulawarman (Unmul) untuk dibuatkan KRB sekaligus peta, bahkan hasilnya nanti akan dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Pusat.

“Nantinya pasti akan dikoordinasikan lagi dengan pusat, apakah layak untuk diterbitkan atau ada tambahan berdasarkan dari rekomendasi BNPB,” ucapnya.

Ini merupakan dokumen induk yang sangat penting, jika tidak ada dokumen ini secara otomatis indeks ketahanan daerah kota akan turun. Dimana indeks ketahanan daerah Bontang merupakan indikator utama pembangunan pemerintahan.

“Jadi hasil KRB ini sebagai dasar untuk perencanaan, kajian lingkungan hidup strategis, serta pemetaan potensi daerah mana yang bahaya akan bencana. Contoh seperti di Guntung, dimana sering mengalami banjir. Jadi kita akan menyiapkan kesiapsiagaan apa yang diperlukan dan sarana prasarana apa saja,” jelasnya.

Dokumen ini akan disusun selama 6 bulan, agar dokumen benar-benar valid dan bisa digunakan. Tidak hanya asal membuat dokumen saja untuk memenuhi kewajiban, akan tetapi ingin membuat dokumen yang bisa dimanfaatkan.

“Kita tidak mau membuat dokumen yang asal-asalan, karena dokumen ini akan berlaku selama 5 tahun, jadi sama seperti perencanaan pembangunan menengah daerah yang mengacu di dalam dokumen ini. Anggaran yang digunakan sekitar 300-400 juta,” paparnya.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang termasuk dalam pembuatan KRB meliputi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pekerjaan Umum (PU), bahkan kecamatan dan kelurahan.

“Kecamatan dan kelurahan itu penting dan wajib, karena mereka yang mempunyai sumber daya di wilayahnya,” tambahnya.

Kajian ini sangat penting sebagai acuan, dimana jika sedang ada bencana dan mau melakukan sesuatu pastinya semua mempunyai acuan. Bisa dijadikan sebagai dasar penganggaran, bahkan dasar kolaborasi dengan daerah lain, seperti membuat MOU dasarnya termasuk dokumen ini.

“Jika kita tidak mempunyai dokumen ini, kita mau berbuat apa, hanya bisa bernarasi saja. Perlunya dokumen ini sebagai acuan, kemudian sebagai dasar landasan membuat kebijakan termasuk juga nanti didalam pembuatan perwali atau perda,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam