Beranda blog Halaman 780

Ojol Terjatuh Karena Koral Berhamburan di Pertigaan Jalan Cipto Mangunkusumo

0

BONTANG – Viral di media sosial seorang ojol jatuh dari sepeda motor, saat melintas di pertigaan masuk ke Jalan Cipto Mangunkusumo. Ojol tersebut jatuh lantaran tumpahan koral di area sekitar jalan tersebut.

Dalam video tersebut memperlihatkan kondisi ojol pasca terjatuh. Kakinya mengalami luka-luka, celana sobek, dan kondisi sepeda motor mengalami kerusakan di beberapa bagian.

Di video tersebut juga memperlihatkan bagaimana kondisi jalanan di pertigaan Jalan Cipto Mangunkusumo tersebut. Terlihat banyak sekali koral-koral berserakan di jalan.

“Korban koral nih rekan kita,” ujar perekam video itu.
Mediakaltim.com berusaha mengubungi pihak terkait, Dishub Bontang namun belum mendapatkan tanggapan.

Redaksi berusaha menelpon Kadishub namun tidak diangkat. Kami hubungi via chat pun hingga berita ini dinaikkan belum mendapat respon. (al)

AH Dukung Penertiban Pengemis dan Pengamen Jalanan

0
AH Dukung Penertiban Pengemis dan Pengamen Jalanan
Wakil Ketua DPRD Agus Haris. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Pengemis serta pengamen dinilai sering meresahkan warga, selain karena jumlahnya yang banyak, beberapa dari mereka kerap memaksa.

Oleh sebab itu Pemkot Bontang akan melakukan penertiban. Sebagai langkah awal, akan dilakukan pendataan kepada pengemis dan pengamen di Kota Bontang.

Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris mendukung penuh terkait kebijakan pemberian denda, pada orang-orang yang memberikan uang pengamen dan pengemis.

“Jika berdasarkan pendataan adalah alamat Bontang dan ternyata dia memang tidak mampu, pemerintah harus ambil peran dalam hal tersebut,” jelasnya.

Jika ditemukan pengemis dengan identitas luar daerah, maka sebaiknya dikembalikan ke tempat asalnya. Ia mendukung penuh karena mereka terkadang tidak murni minta-minta karena kesusahan.

“Jadi yang sering saya dengar adalah peminta-minta itu ada uang koordinir, dan jika benar maka memberi denda akan disepakati,” tegasnya.

Adapun pengemis serta pengamen yang masih berusia muda agar dapat diarahkan, “Mereka harus diajak diskusi mau mereka seperti apa, agar kemudian dapat diarahkan untuk melakukan hal yang positif dan berujung kepada  kemandirian,” pungkasnya. (adv/sya)

Nelayan Komplain Sering Dipimpong, BPJS Ketenagakerjaan: Laporkan! Akan Ditindaklanjuti

0
Nelayan Komplain Sering Dipimpong, BPJS Ketenagakerjaan: Laporkan! Akan Ditindaklanjuti
RDP Komisi II DPRD bersama kelompok nelayan, BPJS Ketenagakerjaan, dan DKP3 beberapa waktu lalu. (Yusva Alam)

BONTANG – Komisi II DPRD Bontang menyampaikan aspirasi dari kelompok nelayan, yang mempertanyakan permasalahan layanan di BPJS Ketenagakerjaan.

“Nelayan kerap dipimpong saat akan mengklaim insiden yang terjadi. Serta meminta ada ruang khusus bagi nelayan atau peserta BPJS Ketenagakerjaan di rumah sakit,” ucap Bakhtiar Wakkang, Anggota Komisi II DPRD Bontang kepada BPJS Ketenagakerjaan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama kelompok nelayan, BPJS Ketengakerjaan, dan DKP3 beberapa waktu lalu.

Ramdhani, Perwakilan BPJS Ketengakerjaan yang hadir menjelaskan, kalau untuk permintaan ruang khusus bagi nelayan atau peserta BPJS Ketenagakerjaan di rumah sakit tidak dapat dipenuhi pihaknya. Lantaran membutuhkan dana yang cukup besar.

Sementara terkait dipimpong saat klaim insiden, pihaknya meminta menyampaikan kepada BPJS Ketenagakerjaan apabila ada komplain terkait pelayanan. Nanti pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan tersebut ke rumah sakit yang bersangkutan.

“Semua rumah sakit di Bontang sudah kerjasama dengan kami. Ada sistem yang sudah terakses dengan kami. Hanya butuh tunjukkan NIK KTP, setelah ada datanya di rumah sakit itu sudah terakses ke BPJS. Akan kami tegur kalau ada peserta kami yang tidak terlayani,” tegas Ramdhani. (adv/al)

BPJS Ketenagakerjaan: Insiden di Darat Bagi Nelayan Dapat Diklaim

0
BPJS Ketenagakerjaan: Insiden di Darat Bagi Nelayan Dapat Diklaim
RDP Komisi II DPRD bersama kelompok nelayan, BPJS Ketenagakerjaan, serta DKP3 beberapa waktu lalu. (Yusva Alam)

BONTANG – Komisi II DPRD Bontang mempertanyakan terkait insiden yang terjadi saat nelayan tidak sedang melaut atau berada di darat, apakah dapat ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan ataukah tidak?

Pertanyaan tersebut disampaikan kepada pihak BPJS Ketengakerjaan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD bersama kelompok nelayan dan BPJS Ketenagakerjaan serta DKP3.

Pertanyaan itu merupakan aspirasi dari kelompok nelayan yang resah tidak mendapatkan perlindungan asuransi BPJS Ketenagakerjaan, saat sedang tidak melaut.

“Bagaimana jika ada insiden di darat? Bukan di laut. Bagaimana jika sudah ada insiden agar para nelayan ini tidak dipimpong? Perlu sosialisasi terkait hal ini,” ujar BW, Anggota Komisi II DPRD Bontang.

Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Ramdhani yang hadir dalam rapat tersebut menjelaskan, di BPJS Ketenagakerjaan terdapat 2 kategori pekerja. Pertama, kategori ruang lingkup kerja penerima upah dan kedua, kategori penerima bukan upah.

“Untuk kategori penerima bukan upah, ruang lingkup kerjanya tidak terbatas ruang dan waktu. Misalnya pedagang bakso. Mereka bekerja tidak hanya pada saat jualan bakso, tapi saat belanja pun juga terhitung. Sama dengan nelayan, selama mengerjakan sesuatu yang sesuai ruang lingkup pekerjaannya itu dapat diklaim, walaupun berlangsung di darat,” beber Ramdhani.

Ditambahkannya, semua rumah sakit di Bontang sudah bekerjasama dengan BPJS Ketengakerjaan. terdapat sistem yang sudah terakses antara rumah sakit dengan BPJS Ketengakerjaan. Hanya butuh menunjukkan NIK KTP, setelah itu datanya di rumah sakit sudah terakses ke BPJS Ketenakerjaan.

“Akan kami tegur kalau sampai ada peserta kami yang tidak terlayani. Kalau butuh sosialisasi terkait hal-hal semacam ini kami pun akan siapkan tim, tinggal dikomunikasikan saja,” jelasnya. (adv/al)

Pemerintah Diminta Bantu, Nelayan Kesulitan Bayar Iuran Mandiri BPJS Ketenagakerjaan

0
Pemerintah Diminta Bantu, Nelayan Kesulitan Bayar Iuran Mandiri BPJS Ketenagakerjaan
Anggota Komisi II, Bakhtiar Wakkang saat diwawancara awak media. (Yusva Alam)

BONTANG – Komisi II DPRD Bontang mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan kelompok masyarakat nelayan. Salahsatu caranya dengan menganggarkan di APBD perubahan, bantuan iuran mandiri BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat profesi nelayan.

Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang meminta agar Pemkot Bontang memiliki cara pandang yang sama dengan DPRD Bontang, bahwa pekerjaan sebagai nelayan memiliki resiko yang besar saat melaut. Karenanya dibutuhkan perlindungan bagi pekerjaan tersebut.

“Kalau terjadi apa-apa saat melaut kasihan keluarganya, utamanya anak-anaknya. Bagaimana dengan pendidikan anak-anaknya ke depan,” ujarnya saat diwawancara awak media beberapa waktu lalu.

Permasalahannya adalah saat ini nelayan harus merogoh kocek sendiri untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan mandiri. Sementara asuransi Jasindo yang diperoleh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah tidak berlaku lagi sejak beberapa tahun lalu.

“Para nelayan ini kesulitan membayar iuran mandiri BPJS Ketenagakerjaan. Ada yang 3 atau 4 bulan baru bayar, bahkan ada yang 1 bulan saja setelah itu tidak bisa bayar lagi. Mereka butuh bantuan pemerintah untuk membayar iuran tersebut,” beber BW sapaan akrabnya.

Megi S, Ketua Kelompok Nelayan Alam Bahari mengamini pernyataan dari BW tersebut. Bahwa pihaknya meminta bantuan dari pemerintah untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Lantaran program Asuransi Jasindo sudah tidak berlaku lagi.

“Ada sekira 7 ribuan nelayan di Bontang yang minta dibantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3), Fadli menyatakan akan menyampaikan kepada pimpinannya terlebih dahulu terkait permintaan dari nelayan tersebut.

“Kita akan lihat bagaimana mekanisme penganggarannya dulu. Apakah bisa masuk di APBD Perubahan atau tidak. Karena tergantung restra juga, apakah ada celah untuk bisa masuk atau tidak,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya akan mempelajari dulu ke daerah lain yang sudah melakukan hal tersebut. Lantaran di Bontang belum pernah ada kasus semacam ini, yaitu pemerintah membantu iuran BPJS Ketenagakerjaan dari masyarakat nelayan. (adv/al)

HP di Dasbor Motor Raib, Korban Rugi Rp 2,8 Juta

0
HP di Dasbor Motor Raib, Korban Rugi Rp 2,8 Juta
Pelaku terancam penjara maksimal 5 tahun. (ist)

BONTANG – Seorang warga Berebas Tengah berinisial Na 20 tahun ditangkap Tim Rajawali Polres Bontang. Dia ketahuan melakukan tindak pidana pencurian handphone.

Awalnya korban dan temannya menghadiri hajatan di Tanjung Laut Indah. Lantas, handphonenya tertinggal di kantong motor.

“Selang sejam dicek sudah hilang,” kata Kapolsek Bontang Selatan AKP Abdul Khoiri.

Kejadiannya Selasa (21/3/2023) pukul 12.45. Akibatnya, korban mengalami kerugian Rp 2.8 juta, dan melapor ke Mapolres Bontang.

“Kami tangkap di Jalan Cuni-Cumi, Tanjung Laut Indah bersama barang bukti hp,” sebutnya.

Tersangka dijerat pasal 362 KUHPidana tentang pencurian. Dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (hms)

Pagelaran 1001 Pusaka Nusantara, Kadisdikbud: Seni dan Budaya Harus Dilestarikan!

0
Pagelaran 1001 Pusaka Nusantara, Kadisdikbud: Seni dan Budaya Harus Dilestarikan!
Kadisdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono memamerkan salahsatu pusaka keris. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Pagelaran 1001 Pusaka Nusantara yang diadakan di Gedung Koperasi karyawan PKT, Jumat (2/6/23) malam ini merupakan seni budaya khas milik Indonesia yang sudah diakui oleh dunia. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang, Bambang Cipto Mulyono.

Ia menjelaskan, salah satu benda pusaka di Indonesia yaitu keris diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya milik Indonesia.

Pihaknya sudah mengimbau sekolah-sekolah untuk membawa murid-murid ke pagelaran tersebut, dalam rangka memberikan edukasi tentang peninggalan nenek moyangnya.

“Ini merupakan pengetahuan mengenai timpa besi yang luar biasa pada saat itu, dan patut dilestarikan. Mulai dari filosofi hingga terbuatnya keris tersebut,” jelasnya.

Ditambahkan, bahwa ini salah satu pagelaran yang luar biasa terkait benda pusaka dan harus diapresiasi, serta dilestarikan untuk menarik generasi penerus.

“Seni dan kebudayaan harus dilestarikan, apalagi kita berada di era digitalisasi, jangan sampai warisan budaya punah,” harapnya. (sya)

Persiapan Sudah 80 Persen, Pameran 1001 Pusaka Nusantara Siap Digelar Malam Ini

0
Persiapan Sudah 80 Persen, Pameran 1001 Pusaka Nusantara Siap Digelar Malam Ini
Persiapan pagelaran Pusaka Nusantara. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Pagelaran 1001 Pusaka Nusantara oleh Panji Beber akan dibuka Jumat (2/6/23) malam ini, di Gedung Koperasi Karyawan PKT, pukul 20.00 Wita.

Pagelaran ini menampilkan berbagai macam keris atau benda pusaka, dari berbagai macam daerah di Indonesia. Selain itu, akan ada penampilan kesenian  yang ditampilkan oleh warga lokal.

Wakil Ketua 2 Panji Beber, Ahmad Bajuri mengatakan, benda-benda pusaka tersebut sudah mulai disusun, kesiapannya hingga kini sudah mencapai 80 persen.

“Hari ini yang datang dari Banjar, Samarinda, Yogyakarta, Solo, Bone, Pinrang, Wajo, dan masih banyak lagi, tidak menutup kemungkinan besok akan bertambah yang datang ke Bontang,” jelasnya

Ia menambahkan, masing-masing daerah akan membawa benda pusaka khas daerahnya. Hal ini memungkinkan pusaka yang paling bersejarah juga akan ditampilkan dalam pameran ini.

“Dari informasi sementara hingga saat ini, lebih 100 orang datang dari luar Bontang,” tambahnya.

Sejauh ini antusias seniman-seniman benda pusaka di Indonesia cukup tergerak, untuk memamerkan benda pusaka milik mereka. Sehingga diperkirakan akan ada seribu lebih benda pusaka yang akan terpajang.

Selain itu, jika seorang pengunjung atau pegiat seni benda pusaka tertarik dengan salah satu benda, mereka dapat memilikinya dengan memberi mahar yang sudah ditentukan.

Acara ini dibuka untuk umum. Seluruh masyarakat dari dalam dan luar kota bebas datang untuk turut meramaikan pagelaran ini.

Koordinator Bidang Koratorial dan Pameran, Maryono mendukung penuh kegiatan ini sebagai ajang pelestarian budaya di Kota Bontang. Ia juga ikut menampilkan benda pusaka miliknya.

“Tentu ini juga sebagai pelestarian budaya, dan penarik masyarakat untuk mengetahui benda-benda pusaka yang tersebar diseluruh Indonesia,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Lurah Satimpo Bontang ini. (sya)

SDN 003 Bontang Utara Mengirimkan Kelas 6 dengan Semangat “PINTAR” dan Meriahkan Pisah Kenang

0
Tamatkan 77 Siswa, Semangat 'PINTAR' Warnai Acara Pisah Kenang SDN 003 Bontang Utara.

BONTANG – SDN 003 Bontang Utara merayakan momen yang bersejarah dengan menggelar kegiatan pisah kenang untuk siswa kelas 6 tahun pelajaran 2022-2023 di auditorium 3 Dimensi, di Jalan Awang Long Kota Bontang, Kamis (1/6/2023).

Dengan tema yang menginspirasi, “Kembangkan Gagasan Sambut Perubahan Serta Raihlah Impian di Masa Depan”, acara tersebut menjadi ajang bagi 77 siswa untuk mengucapkan ‘selamat tinggal’ pada masa sekolah dasar mereka.

Pada tahun pelajaran ini, SDN 003 Bontang Utara berhasil menamatkan 77 siswa dengan penuh kebanggaan.

Hadir dalam kegiatan pisah kenang ini dari unsur Pemkot Bontang, Dinas Pendidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa. Mereka semua turut meramaikan acara dengan antusiasme dan bangga melihat penampilan beragam pentas seni yang disajikan siswa-siswi SDN 003 Bontang Utara.

Tamatkan 77 Siswa, Semangat ‘PINTAR’ Warnai Acara Pisah Kenang SDN 003 Bontang Utara.

Asisten II Sekkot Bontang Lukman mewakili Wali Kota Bontang Basri Rase, memberikan ucapan selamat kepada seluruh siswa kelas 6. “Selalu hargai jasa para guru,” katanya.

Selanjutnya, Kepala SDN 003 Bontang Utara Abdillah memberikan pesan kepada siswa-siswi kelas 6 agar senantiasa menjadi individu yang memiliki akhlak mulia, semangat dalam belajar, berbakti kepada kedua orangtua, serta menjaga nama baik SDN 003 Bontang Utara di manapun mereka berada.

Dikatakannya, sebagai alumni SDN 003 Bontang Utara, para siswa harus memiliki kebanggaan dan semangat dengan moto “PINTAR” yang menjadi panduan nilai-nilai yang selama ini dijunjung tinggi sekolah.

“PINTAR merupakan akronim dari Peduli, Inovatif, Nasionalis, Terampil, Agamis, dan Ramah Lingkungan, yang menjadi dasar dalam membentuk karakter siswa-siswi,” bebernya.

“Selamat tinggal dan sukses untuk siswa-siswi kelas 6 SDN 003 Bontang Utara! Semoga semangat “PINTAR” selalu menyertai langkah-langkah kalian dalam menjalani kehidupan yang berarti,” pungkasnya. (rb)

DLH Tegaskan Tak Ada Instruksi Penggarapan Lahan Mangrove

0
DLH Tegaskan Tak Ada Instruksi Penggarapan Lahan Mangrove
Ketua Komisi III DPRD, Amir Tosina saat memimpin RDP bersama DLH Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – Ketua Komisi III DPRD Bontang mempertanyakan adanya instruksi penggarapan lahan mangrove kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang. Apakah instruksi tersebut benar adanya ataukah tidak?

“Ada warga yang bertanya kepada saya, benarkah ada ijin dari pemerintah untuk penggarapan lahan mangrove. Tentu saya tidak bisa menjawab hal ini, maka saya tanyakan kepada DLH,” ujar Atos sapaan akrabnya.

Menanggapi hal tersebut, Pengawas LH Ahli Muda DLH, Ujo Kuncoro memastikan bahwa tidak ada instruksi apapun ataupun izin untuk pembabatan di lahan mangrove, baik dari DLH ataupun dari Wali Kota Bontang.

“Sampai saat ini belum ada instruksi. Baik masyarakat ataupun perusahaan yang akan melakukan penggarapan di lahan mangrove, harus memiliki izin terpebih dahulu,” bebernya.

Dijelaskannya, bahwa bagi masyarakat ataupun perusahaan yang akan menggarap lahan mangrove harus memiliki Izin Penebangan Kayu (IPK). Setiap yang akan menggarap lahan harus melalui prosedur perizinan terlebih dahulu. Walaupun area yang akan digarap tersebut berada di luar area konservasi.

Setelah ada permohonan, kemudian permohonan tersebut akan ditinjau terlebih dahulu. Apakah sudah sesuai RTRW atau tidak. Jika area tersebut sesuai peruntukannya baru bisa mendapatkan izin penggarapan lahan.

“Ada wilayah-wilayah tertentu yang diperbolehkan. Perlunya proses perizinan agar masyarakat atau industri tidak salah lahan yang akan ditebangi. Karena kesalahan penggarapan lahan akan menyebabkan terjadi bencana lingkungan,” tegasnya. (adv/al)