Beranda blog Halaman 779

Pemkot Diminta Tak Ulangi Kesalahan di Student Expo, AH: Junjung Budaya Ketimuran!

0
Pemkot Diminta Tak Ulangi Kesalahan di Student Expo, AH: Junjung Budaya Ketimuran!
Ilustrasi salahsatu event expo di Bontang. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang diminta agar tidak mengulangi kembali kesalahan yang terjadi pada event Student Expo beberapa waktu lalu, yang sempat viral lantaran menampilkan fashion show transgender serta pertunjukkan DJ. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Harris.

Menurut AH sapaan akrabnya, pemkot harus mampu memberikan pendidikan yang bijak dan baik kepada masyarakat, artinya, dipersilahkan menghibur masyarakat namun harus tetap memberikan edukasi.

“Kalau penampilan-penampilan yang kurang beradab seperti itu seharusnya janganlah ditampilkan menurut saya. Karena bukan hanya kaum dewasa yang nonton, tapi anak kecil juga banyak di situ,” tegasnya saat diwawancara awak media beberapa waktu lalu.

Pertunjukkan beberapa waktu lalu di Student Expo menurutnya tidak mendidik. Dirinya mengingatkan pada visi Pemkot Bontang, yaitu ‘Terwujudnya Kota Bontang yang Hebat dan Beradab.’

“Saya yakin pada kasus kemarin ada kesalahan komunikasi yang terjadi. Masih ada banyak kegiatan dari 77 event wisata yang belum terlaksana. Semoga pemkot lebih memperhatikan betul pada sisa event yang dilaksanakan,” sebutnya.

Ia mengingatkan kembali agar pemkot lebih memperhatikan event apapun yang akan digelar. Lantaran di setiap event yang diadakan ada pengunjung atau penonton yang multi usia. Tak hanya orang dewasa namun juga anak-anak.

“Apapun eventnya harus junjung budaya dan adat ketimuran,” tegasnya. (adv/al)

Bontang Camp 2 Tuai Kesuksesan, Yassier Arafat Apresiasi Keterlibatan Pemerintah

0
Bontang Camp 2 Tuai Kesuksesan, Yassier Arafat Apresiasi Keterlibatan Pemerintah
Anggota Komisi III DPRD Bontang, Yassier Arafat. (Yusva Alam)

BONTANG – Kesuksesan Event Bontang Camp 2 yang berlangsung Sabtu (3/6/2023) lalu mendapat apresiasi Anggota Komisi III DPRD Bontang, Yassier Arafat. Menurutnya, keberhasilan tersebut lantaran mulai banyaknya keterlibatan pemerintah dalam pelaksanaannya.

Dipaparkan Yassier, Bontang Camp 2 mendapatkan animo lebih besar dari pada event tahun sebelumnya. Dimana dalam Bontang Camp 2 kali ini, peserta mencapai kurang lebih 170an orang yang merupakan pecinta alam dan pelestari lingkungan dari seluruh Kaltim.

Keterlibatan pemerintah itu menurutnya, lantaran Bontang Camp 2 ini termasuk dalam salahsatu dari 77 event pariwisata yang sudah dicanangkan Pemkot Bontang. Bontang Camp 2 merupakan event ke-12 yang sudah terlaksana.

“Agenda ini sudah lama disusun oleh Kelurahan Berbas Pantai, dan tahun ini dimasukkan dalam program 77 event pariwisata,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan yang berlokasi di Taman Wisata Mangrove Berbas Pantai ini memiliki banyak manfaat. Di antaranya dapat melestarikan taman mangrove sebagai tempat wisata, karena salahsatu kegiatannya adalah membersihkan sampah-sampah plastik dan menanam bibit mangrove.

Kemudian dapat menggerakkan warga sekitar agar lebih memiliki kepedulian terhadap pelestarian taman magrove ini.

“Taman Mangrove ini memiliki multi fungsi selain pencegah banjir, seperti tempat pertemuan PKK atau perpisahan anak sekolah. Tempat rekreasi keluarga, hingga tempat orang-orang tua berjemur di pagi hari. Jadi tempat ini harus dilestarikan,” pungkasnya. (adv/al)

Ditutup 7 Juni, Timsel Ajak Daftar Seleksi Calon Anggota Bawaslu Kabupaten Kota se-Kaltim

0

SAMARINDA – Sejak dibuka pada tanggal 29 Mei 2023, pendaftaran calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten/Kota di Provinsi Kaltim masih kurang diminati. Padahal pendaftaran akan ditutup pada tanggal 7 Juni mendatang.

Ketua Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten/Kota untuk Zona 2 (Samarinda, Bontang, Kukar, Kutim, Berau), Johan’s Kadir Putra, menjelaskan bahwa batas akhir pendaftaran memang akan ditutup pada tanggal 7 Juni mendatang. Namun jika jumlah peserta yang mendaftar belum mencapai delapan kali kebutuhan calon anggota Bawaslu, maka pendaftaran akan kembali dibuka.

“Misalnya di Berau, kebutuhannya adalah 3 komisioner, artinya pendaftaran baru akan ditutup setelah terdapat 24 peserta. Selain itu, juga harus memenuhi 30 persen keterwakilan perempuan, terutama dari zona 2,” terangnya kepada Media Kaltim.

Ia menyampaikan bahwa hingga tanggal 1 Juni 2023, jumlah pendaftar memang belum signifikan. Kota Samarinda hanya memiliki 14 orang yang mendaftar, Kota Bontang 3 orang, Kutai Kartanegara 4 orang, Kutai Timur 11 orang, dan Berau sebanyak 4 orang.

“Di zona 2 masih jauh sekali dari target, sementara pendaftaran baru bisa ditutup jika sudah mencapai delapan kali kebutuhan. Sebagai contoh, untuk Samarinda dibutuhkan 40 orang dan dari 40 orang tersebut, minimal 30 persen harus diisi oleh perempuan,” jelasnya.

“Perpanjangan pendaftaran hanya dapat dilakukan satu kali, dan jika belum terpenuhi delapan kali kebutuhan dan 30 persen keterwakilan perempuan, maka pendaftaran akan ditutup,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa setelah pendaftaran calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota resmi ditutup, Timsel akan melakukan seleksi administrasi untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi dokumen para peserta. (eky)

Sukseskan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PAMA INDO Tanam 1000 Bibit Mangrove

0
Sukseskan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PAMA INDO Tanam 1000 Bibit Mangrove
Penanaman bibit mangrove di Ekowisata Mangrove Tanjung Laut Indah dan Taman Mangrove Berbas Pantai. (ist)

BONTANG – PT PAMA Persada Nusantara Site Indominco (PAMA INDO) mengadakan penanaman 1000 bibit mangrove, Sabtu (3/6/2023) berlokasi di Ekowisata Mangrove Tanjung Laut Indah dan Taman Mangrove Berbas Pantai.

Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia setiap tanggal 5 Juni. Dimana dalam peringatan kali ini, Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya mengajak untuk mensukseskan peringatan yang bertema ‘Solusi untuk Polusi Plastik.’

“Akhirnya saya mengajak untuk kita terus menggalakkan berbagai langkah dan upaya, untuk mendorong kehidupan yang berkelanjutan secara kondusif agar lingkungan sehat. Sebagai negara dengan kearifan lokal yang tinggi, mari kita hidupkan kembali dan tanamkan pengetahuan dan pendekatan modern inovatif menuju negara yang lebih bersih, hijau dan bebas plastik,” ujar Siti dalam instruksinya yang disampaikan ke seluruh daerah di Indonesia.

“Sebagai bagian dari perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2023, mari kita lakukan pembersihan plastik di pantai-pantai, kawasan konservasi, bantaran sungai, tempat-tempat umum dan banyak lagi, sehingga dapat memperkuat budaya kehidupan berkelanjutan kita,” imbuhnya.

Sukseskan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PAMA INDO Tanam 1000 Bibit Mangrove
Foto bersama PAMA INDO dan anak yatim usai penanaman bibit mangrove. (ist)

Dari beragam kegiatan untuk mensukseskan peringatan kali ini, PAMA INDO memilih penanaman 1000 bibit mangrove. Sebagian bibit mangrove ditanam oleh manajemen PAMA INDO di Ekowisata Mangrove Tanjung Laut Indah sekaligus menyantuni anak yatim, dan sebagiannya lagi disumbangkan ke Kelurahan Berbas Pantai dalam event Bontang Camp 2 yang berlangsung di Taman Mangrove Berbas Pantai di hari yang sama.

Lurah Berbas Pantai, Supriadi mengucapkan terima kasih pada PAMA INDO yang menjadi sponsor utama dalam event Bontang Camp 2 ini. Salahsatunya dengan menyumbangkan 100 bibit pohon mangrove untuk ditanam oleh peserta Bontang Camp 2.

Dikatakan Supriadi, PAMA INDO ingin menyumbang lebih banyak lagi, namun karena keterbatasan lahan, maka pihaknya hanya membatasi 100 bibit mangrove saja.

Dijelaskannya, dalam event Bontang Camp 2 ini, beragam kegiatan diadakan seperti kegiatan camping seluruh pecinta alam di Kaltim, kemudian ada penanaman bibit mangrove, dan clean up atau bersih-bersih sampah plastik di sekitar area Taman Mangrove Berbas Pantai.

“Mudahan PAMA INDO bisa terus berkontribusi di Kota Bontang, utamanya di Kelurahan Berbas Pantai dan daerah-daerah bufferzone. Semoga PAMA INDO eksis dan produksi terus,” seru Supriadi.

Sukseskan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PAMA INDO Tanam 1000 Bibit Mangrove
Foto bersama Wawali Bontang di pembukaan Bontang Camp 2. (ist)

Wawali Bontang, Najirah pun mengucapkan terima kasih pada PAMA INDO yang sudah berkolaborasi bersama Pemkot Bontang untuk menanam mangrove. Dimana kegiatan-kegiatan ini merupakan bagian dari Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia.

“Mudahan kegiatan ini berjalan lancar. Tahun depan mudahan kita adakan lagi,” ujarnya dalam sambutannya.

Sementara itu Dwi Setyono, Project Manager PAMA INDO dalam sambutannya di pembukaan Event Bontang Camp 2 menjelaskan, selaku perusahaan yang beroperasi di Bontang, pihaknya mengucapkan terimakasih sudah berkolaborasi dalam kegiatan-kegiatan semacam ini.

PAMA INDO sangat mendukung kegiatan pelestarian lingkungan yang diadakan Pemkot Bontang, utamanya pada peringatan Hari Lingkungan Hidup kali ini.

“Penanaman bibit mangrove ini sebagai komitmen PAMA INDO dalam upaya menjaga pelestarian lingkungan, melalui investasi pembangunan yang berkelanjutan (Environment, Social, Governance/ESG).

Sukseskan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PAMA INDO Tanam 1000 Bibit Mangrove
Perwakilan PAMA INDO menanam bibit mangrove bersama Wawali Bontang di pembukaan Bontang Camp 2. (ist)

Dalam mensukseskan peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia kali ini, PAMA INDO mengadakan penanaman 1000 bibit mangrove di Ekowisata Mangrove Tanjung Laut Indah yang berlangsung Sabtu (3/6/2023) siang. Kemudian dilanjutkan dengan menyumbangkan 100 bibit mangrove di kegiatan Bontang Camp 2, yang berlangsung di sore harinya.

“Kegiatan ini sesuai visi misi kami untuk melestarikan lingkungan. Semoga bermanfaat bagi generasi kita mendatang. Mari kita jaga lingkungan kita,” ucapnya. (adv/al)

Komisi III Soroti Penanganan Turap Longsor

0
Komisi III Soroti Penanganan Turap Longsor
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III bersama Dinas PUPR. (Yusva Alam)

BONTANG – Beberapa titik turap mengalami longsor beberapa waktu belakangan ini. Kondisi itu menjadi perhatian legislator yang mempertanyakan terkait penanganannya kepada Pemkot Bontang.

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina meminta perhatian pemerintah terkait turap-turap yang runtuh tersebut. Pihaknya meminta ada penanganan walaupun belum bisa membangunnya kembali. Lantaran kondisi itu dianggapnya membahayakan warga di sekitarnya.

“Sebelum korban makin banyak dan jadi sorotan, tolong ditindaklanjuti agar tidak melebar kesana kemari,” ujar politisi yang akrab disapa Atos itu.

Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Edi Suprapto menjelaskan, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya penanganan terhadap turap-turap yang longsor tersebut.

Penanganan turap di Kelurahan Gunung Elai agak berbeda. Sebab pihaknya perlu memastikan konstruksi dari turap lama yang terhubung dengan bracing jembatan.

“Setelah mengidentifikasi itu, baru bisa ditentukan tipe turap yang akan kami aplikasikan di sana. Supaya hal-hal yang tidak diinginkan itu, tidak terjadi lagi. Setelahnya, baru kami bisa mengamankan jalan yang sebelumnya ikut terdampak,” ungkapnya.

Turap di wilayah Kelurahan Satimpo sudah teratasi dengan bantuan dari PT Badak. Sedangkan turap di wilayah RT 40 Reformasi tahun depan sudah masuk program PUPR. Sekaligus akan diperbaiki turap di sebelahnya yang agak turun.

“Sementara ini kami prioritaskan turap di Gang Damai, Kanaan dan turunan Bethlehem, agar masuk di anggaran perubahan. Karena 2 turap ini yang paling parah,” ucapnya. (adv/al)

Amir Tosina Dorong Pemerintah Serius Tangani Banjir

0
Amir Tosina Dorong Pemerintah Serius Tangani Banjir
Ketua Komisi III Amir Tosina saat memimpin RDP bersama Dinas PUPR beberapa waktu lalu. (Yusva Alam)

BONTANG – Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina meminta agar pemerintah serius dalam penanganan banjir, serta bekerjasama dengan DPRD Bontang. Hal itu disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III bersama Dinas PUPR beberapa waktu lalu.

Dikatakan politisi yang akrab disapa Atos itu, pemerintah harus memprioritaskan penanganan banjir dalam penganggaran yang dilakukan. Hal itu agar masyarakat mengetahui bahwa pemerintah memang benar-benar serius menangani masalah banjir ini.

“Setiap banjir masyarakat teriak, LSM teriak, kita jadi direndahkan. Kita harus buktikkan serius tangani banjir ini,” ujarnya.

Dirinya meminta agar pemerintah melihat fakta yang terjadi dalam penanganan banjir tersebut, tidak hanya berbicara tanpa ada datanya. Pasalnya, hal itu tidak akan mampu menyelesaikan permasalahan hingga ke akarnya.

“Mari kita bekerjasama dalam menangani problem banjir yang selalu terjadi ini,” imbuhnya. (adv/al)

Lapas Over Kapasitas, Bukti Hukuman Tidak Menjerakan

0
Lapas Over Kapasitas, Bukti Hukuman Tidak Menjerakan
Emirza, M.Pd. (ist)

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Bontang kini menjadi penjara paling padat di Kaltim dan Kaltara. Kapasitas yang harusnya 300an orang, kini membengkak 4 kali lipat. Imbasnya penyakit mudah menular cepat di sana, belum lagi operasional yang gemuk. Di Kalimantan Timur, Lapas di Kelurahan Bontang Lestari ini di peringkat pertama paling padat. (klikkaltim.com)

Butuh Koreksi

Permasalahan kepadatan kapasitas penjara di Indonesia merupakan masalah klasik. Berdasarkan data Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), total penghuni lapas dan rutan mencapai 262.765 orang narapidana, sementara daya tampung rutan dan lapas hanya sekitar 135.647 orang.

Secara statistik, kondisi ini menunjukkan over kapasitas hunian yang mencapai 94%. Bahkan, Menkumham Yasonna H. Laoly pernah mengungkap fakta miris bahwa terdapat lapas dan rutan yang over kapasitasnya mencapai 300%.

Pembangunan lapas dan rutan belum mampu menampung narapidana karena nyaris setiap hari jumlahnya bertambah. Fakta ini menuntut penyelesaian yang komprehensif, bukan sekadar membahas ketersediaan sarana untuk menampung para narapidana.

Walaupun demikian, terdapat sejumlah aspek yang harus menjadi perhatian pemerintah agar masalah hukum dan sistem sanksi yang berlaku di negeri ini dapat merealisasikan keadilan hukum sebenarnya.

Selayaknya pemerintah mengkaji bagaimana kriminalitas dapat diminimalisasi dengan langkah preventif. Karena realitas kapasitas rutan dan lapas yang over ini merupakan indikasi bahwa sistem hukum di negeri ini bermasalah, baik dari aspek preventif maupun pemberian sanksi.

Sistem Hukum Bermasalah

Manusia memiliki harapan untuk hidup berdampingan dengan sesama. Tetapi, bagaimana jadinya jika sistem hukum yang ada di wilayah mereka tidak memiliki konsep yang jelas, konsep terkait bagaimana kejahatan bisa dicegah sejak awal. Inilah yang luput dari sistem hukum saat ini.

Sistem hidup kapitalisme yang menciptakan prinsip hidup berdasarkan hukum rimba telah menciptakan lingkungan hidup yang rawan dengan kriminalitas. Fakta kemiskinan yang tercipta karena kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Fakta ini memicu timbulnya kejahatan karena kerasnya himpitan hidup.

Pengurusan urusan rakyat yang terabaikan membuat para pelaku kejahatan bertahan hidup dengan melakukan tindak kriminalitas. Saling sikut dalam perkara pidana maupun perdata lainnya yang berujung pada pembunuhan. Nyaris setiap hari masyarakat menyaksikan berita yang merangkum tindak kejahatan di negeri ini. Kenapa hal itu terjadi setiap hari?

Hukum seolah menyerah pada realitas. Sistem hukum yang menampakkan adanya fakta suap-menyuap di persidangan dan tebang pilih penjatuhan sanksi semakin melengkapi catatan hitam sistem hukum yang ada. Mengapa? Karena akar masalah dari suburnya kriminalitas adalah dari sistem hidup yang diterapkan di negeri ini.

Di sisi lain, fakta over kapasitas penjara menunjukkan adanya kelalaian pemerintah dalam memastikan perangkat sarana dan prasarana yang mendukung tegaknya sistem sanksi. Risiko terparah dari realitas hukum kita adalah terbukanya celah kejahatan demi kejahatan akibat lemahnya sistem hukum dan pelaksanaan sanksi oleh negara.

Jelas, ini adalah teror sistem yang muncul akibat sistem hukum yang cacat dan tidak berorientasi pada aspek preventif dengan aspek kuratif yang berantakkan. Lalu, bagaimana Islam memandang hal ini?

Sistem Hukum Islam

Sistem hukum saat ini gagal menciptakan suasana aman di tengah-tengah masyarakat. Sementara, sistem hukum Islam bersifat khas, berorientasi pada aspek preventif dengan sistem sanksi yang berefek jera karena seluruhnya berdasarkan pada syariat, bukan hanya pertimbangan manusia. Hukum Islam menjamin kehidupan masyarakat yang jauh dari kejahatan melalui aspek preventif dan kuratif.

Aspek preventif tercermin dari adanya sejumlah syariat yang harus kaum muslim patuhi. Pemahaman mengenai konsep baik dan buruk, terpuji dan tercela menjadi kontrol bagi manusia dalam bertindak. Pemahaman ini juga membuat manusia selalu menghadirkan kesadaran akan hubungannya dengan Allah dalam beraktivitas.

Maka, ketakwaan individu yang hadir di setiap anggota masyarakat menjadi kendali untuk menjauhi apa pun yang Allah larang. Ini kontras dengan sistem hidup sekuler saat ini yang menafikan adanya pengawasan Allah dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam sistem Islam adanya amar makruf nahi mungkar di tengah-tengah masyarakat bisa meminimalisasi kejahatan. Sebaliknya, sifat individualis yang ada di masyarakat sekuler hari ini semakin membuat suburnya kriminalitas. Jangankan peduli, masyarakat justru diam dengan kejahatan di depan mata.

Cari aman dan malas mengurusi orang lain, alasannya. Padahal, diam terhadap kejahatan adalah kejahatan juga. Demikian kata Khalifah Umar bin Khaththab. Inilah ciri masyarakat sakit, buah dari sistem sekuler.

Peran Negara

Hal terpenting dalam pelaksanaan sistem sanksi adalah peran negara. Negaralah yang berperan dalam memastikan warganya tetap dalam bingkai hukum syarak. Membiarkan pelanggaran berarti berkhianat terhadap Allah dan Rasul.

Negara juga bertugas memastikan jalannya sanksi sesuai kasus yang terjadi. Baik itu pelanggaran hudud, jinayah, takzir maupun mukhalafat. Sistem pembuktian terhadap pelanggaran dilakukan sebagai implementasi dari pelaksanaan syariat.

Atas dasar ini, pelaksanaan sanksi menjadi konsekuensi atas pelanggaran yang terjadi. Keharusan negara dalam menjaga jiwa, harta, darah, agama, dan keturunan menjadi spirit penegakan hukum tanpa pandang bulu. Dasar hukum yang bersumber dari Allah dan Rasul membuat penerapan hukum dalam sistem pemerintahan Islam diliputi suasana keimanan.

Hal ini berbeda dengan kondisi saat ini. Sistem hukum yang bersumber dari pola pikir manusia, terbukti banyak masalah, pertentangan dan tidak mampu menjamin keamanan warganya.

Sistem hukum Islam juga tidak hanya berdimensi dunia, tetapi juga pada akhirat. Hukum yang diberikan kepada pelaku kejahatan dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan lainnya, sekaligus sebagai penebus dosa bagi pelaku.

Jika pembahasan sistem hukum sekuler masih pada aspek hak asasi manusia, sedangkan sistem hukum Islam memberikan kehidupan dan memberi jaminan hidup bagi umat manusia.

Inilah mengapa tindak kejahatan pada masa kekhalifahan Islam sangat minim. Jika sistem hukum sekuler warisan penjajah terbukti banyak masalah, memilih sistem Islam adalah pilihan rasional.

Wallahualam.

Pengurus KONI 2023-2027 Dilantik, Jamaluddin Komitmen Gunakan Atlet Lokal

0
Pengurus KONI 2023-2027 Dilantik, Jamaluddin Komitmen Gunakan Atlet Lokal
Pelantikan Pengurus KONI 2023-2027 di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. (Yahya/Media Kaltim)

BONTANG – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bontang periode 2023-2027 resmi dilantik, Sabtu (3/6/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Pelantikan dipimpin langsung Ketua KONI Provinsi Kaltim, Rusdiansyah Aras.

Pelantikan dihadiri Ketua DPRD Bontang, Wakil Ketua DPRD Bontang, Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, bersama forum pimpinan daerah (Forkopimda).

Ketua Umum KONI Bontang, Jamaluddin mengatakan, pelantikan saat ini merupakan momentum dalam meningkatkan apa yang telah dicapai. Ia menjelaskan ke depannya dari kepemimpinan KONI saat ini, akan komitmen dalam menggunakan atlet lokal dan terkait aturan transfer dari luar.

“Kita akan tingkatkan prestasi olahraga. Tahun-tahun selanjutnya bersih dari atlet luar,” kata Jamaluddin usai pelantikan pengurus.

Wakil Wali Kota Bontang, Najirah mengungkapkan, pelantikan menandai perjalanan dan pembaruan olahraga di Kota Bontang. Ia mengharapkan pengurus selanjutnya dapat memajukan olahraga di Kota Bontang. Selain itu, pengurus dapat mengapresiasi atlet-atlet lokal.

“Menjadikan Bontang sebagai pusat olahraga dan memajukan olahraga Bontang,” kata Najirah Sabtu (3/6/2023).

Selain itu, Najirah menambahkan, untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari membangun karakter sportifitas dan kerja sama tim.

“Dukung atlet-atlet kita dalam meraih prestasi di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Dengan memberikan kesempatan yang setara kepada semua potensi yang ada, tanpa memandang perbedaan jenis kelamin, usia, atau latar belakang,” ungkap Najirah.

Ketua KONI Provinsi Kaltim, Rusdiansyah Aras mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus baru dan ketua KONI Bontang. Ia mengajak semua dapat bekerja sama dalam memajukan olahraga terkhusus di Kota Bontang.

“Mari bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk Koni Bontang dalam meraih prestasi,” tandas Rusdiansyah Aras. (adv/yah)

Mandau Terbesar Dipamerkan di Pagelaran 1001 Pusaka Nusantara

0
Mandau Terbesar Dipamerkan di Pagelaran 1001 Pusaka Nusantara
Salahsatu mandau milik Lamin 1001 Mandau. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Lamin 1001 Mandau di Jembayan, Kutai Kartanegara turut memamerkan pusaka andalan mereka, mandau ukuran besar di Pagelaran 1001 Pusaka Nusantara di Gedung Koperasi Karyawan PKT.

Salah satu anggota Lamin 1001 Mandau, Haidir menjelaskan, salah satu mandau milik mereka telah mendapat rekor MURI dengan panjang mandau mencapai 6.38 sentimeter, lebar 0.65 meter dan berat mencapai lebih 150 kilogram.

“Kami tidak bisa bawa ke sini karena kendaraan tidak cukup, jadi kami tetap bawa beberapa yang besar juga tapi ukurannya di bawah 6 meter,” jelasnya.

Adapun estimasi pembuatan sejak 2021, dan selesai hampir setahun pengerjaan, “Pembuatannya kurang 13 hari setahun,” ucapnya.

Adapun pembuatannya melibatkan 13 orang ahli mandau. Untuk pengerjaan dilakukan 3 sampai 4 orang setiap harinya, dengan melibatkan seluruh kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Motivasi awal membuat Mandau terbesar adalah karena di dunia belum ada rekor tersebut, kalau yang tertua ada, namun yang terbesar belum ada.

Faisal yang juga anggota Lamin 1001 Mandau berharap, dengan melibatkan seluruh elemen-elemen masyarakat tradisi  nenek moyang ini akan terus diturunkan kepada generasi penerus.

“Kita akan terus melibatkan anak-anak agar tidak mati tradisi ini, kita ajarkan juga nilai-nilai budaya dalam kehidupan,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Lamin 1001 Mandau telah mempersiapkan Mandau terbesar lagi dengan panjang mencapai 12 meter dan rencananya akan didaftarkan kembali dalam Muri. (sya)

Pagelaran 1001 Pusaka Nusantara Resmi Dibuka

0
Pagelaran 1001 Pusaka Nusantara Resmi Dibuka
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah saat menyampaikan sambutan di pembukaan Pagelaran 1001 Pusaka Nusantara. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Pagelaran 1001 Pusaka Nusantara resmi dibuka, Jumat (2/6/23) malam tadi pukul 20.00 Wita. Acara pembukaan berlangsung di Gedung Koperasi Karyawan PKT.

Pagelaran Ini akan terlaksana selama 3 hari, mulai tanggal 2 hingga 4 Juni 2023. Dibuka oleh Wakil Wali Kota Bontang, Najirah di mana kegiatan ini termasuk dalam salah satu agenda 77 event wisata Kota Bontang.

“Pemkot Bontang sangat mendukung adanya kegiatan semacam ini, karena kegiatan pelestari pusaka dan budaya nusantara adalah wujud dari mencintai dan melestarikan warisan budaya asli Indonesia,” pungkasnya.

Diharapkan melalui kegiatan ini, ke depannya dapat mengedukasi masyarakat khususnya masyarakat Bontang secara luas tentang filosofi pusaka tradisional dan budaya nusantara sebagai khasanah budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Pagelaran 1001 pusaka nusantara hari ini adalah momen yang tepat untuk menghormati keberagaman, dan menjadikannya sebagai kekuatan yang menyatukan kita,” ucapnya.

Melalui seni dan budaya, kita dapat mengenal sejarah yang panjang, perjuangan bangsa dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Kita dapat belajar dari kebijaksanaan nenek moyang kita, dan merasakan keajaiban yang tersembunyi dalam cerita rakyat yang telah diturunkan generasi ke generasi sebagai warisan untuk generasi mendatang.

Pagelaran ini merupakan sebuah upaya nyata untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Melalui kegiatan ini juga terdapat kesempatan untuk mengeksplorasi, menghargai, dan menghormati warisan budaya uang tidak ternilai.

“Masyarakat diharapkan menjadikan seni budaya sebagai jembatan yang menghubungkan kita semua, memperkuat identitas kita sebagai bangsa dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya. (sya)